Top PDF Evaluasi Dana Alokasi Khusus (Dak) Bidang Pendidikan Di Kabupaten Cilacap Tahun 2013

Evaluasi Dana Alokasi Khusus (Dak) Bidang Pendidikan Di Kabupaten Cilacap Tahun 2013

Evaluasi Dana Alokasi Khusus (Dak) Bidang Pendidikan Di Kabupaten Cilacap Tahun 2013

pelaksanaan kegiatan DAK pendidikan dasar adalah satu faktor saja, yang berkaitan dengan kebijakan keuangan, bukan faktor teknis di sekolah penerima. Kebijakan keuangan itu mengenai perbedaan tata cara sekolah negeri dan sekolah swasta dalam penerimaan dana. Di mana sekolah negeri dapat terealisasi pada tahun yang bersangkutan, sedangkan sekolah swasta terealisasi pada tahun berikutnya. Karena berkaitan dengan kebijakan lainnya, maka hal ini tidak / belum bisa dikatakan sebagai masalah dalam penyelenggaraan kegiatan DAK. Penyelesaian persoalannya tidak cukup hanya melibatkan satu instansi saja. Bisa terjadi di sini, bahwa dampak suatu kebijakan terimplikasi oleh kebijakan yang lain. Mengenai dampak (manfaat) kebijakan yang diharapkan, kegiatan DAK pendidikan dasar telah memberi dampak positif. Kegiatan belajar-mengajar menjadi nyaman dan lancar. Hasil kelulusan SD menurut tabel 3.3 dan tabel 3.4 menunjukan adanya peningkatan. Dengan kelulusan SD pada tahun ajaran 2012/2013 sebesar 99,98% dan tahun ajaran 2013/2014 menjadi 100%. Kelulusan SMP / sederajat dari tahun ajaran 2012/2013 ke tahun 2013/2014 juga mengalami peningkatan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013.

Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Dasar dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara

Sama halnya dengan kesehatan, pendidikan merupakan suatu bentuk investasi sumber daya manusia. Tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan karena pendidikan merupakan salah satu komponen utama dalam lingkaran setan kemiskinan. Salah satu cara mengatasinya adalah melalui perbaikan pelayanan pendidikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pelayanan pendidikan yang paling mendasar adalah pendidikan dasar, yang diterjemahkan oleh pemerintah dalam program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Pemerintah hendaknya menjamin bahwa semua anak dapat bersekolah, sehingga diperlukan alokasi anggaran pendidikan yang besar. Wujud alokasi ini terlihat dalam DAK bidang pendidikan yang ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dalam pemenuhan anggaran tersebut amanat amandemen UUD 1945 mensyaratkan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total anggaran.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Menurut Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005, Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah “ Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas nasional”. Tujuan DAK adalah membantu daerah-daerah tertentu untuk mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat, dan untuk mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional. Dua dari 19 bidang yang menjadi target bantuan DAK ialah pendidikan dan kesehatan. Dalam hal ini, penulis membatasi konteks pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan dan ligkungan hidup ke dalam DAK bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Dana Alokasi Khusus - Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Dana Alokasi Khusus - Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara

Sama halnya dengan kesehatan, pendidikan merupakan suatu bentuk investasi sumber daya manusia. Tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan karena pendidikan merupakan salah satu komponen utama dalam lingkaran setan kemiskinan. Salah satu cara mengatasinya adalah melalui perbaikan pelayanan pendidikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pelayanan pendidikan yang paling mendasar adalah pendidikan dasar, yang diterjemahkan oleh pemerintah dalam program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Pemerintah hendaknya menjamin bahwa semua anak dapat bersekolah, sehingga diperlukan alokasi anggaran pendidikan yang besar. Wujud alokasi ini terlihat dalam DAK bidang pendidikan yang ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dalam pemenuhan anggaran tersebut amanat amandemen UUD 1945 mensyaratkan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total anggaran.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA (Revisi)NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA (Revisi)NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013.

e. Rincian pelaporan sebagaimana dimaksud huruf (c) mengacu padaketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama MenteriNegara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BadanPerencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, danMenteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal PetunjukPelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan EvaluasiPemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).

13 Baca lebih lajut

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013.

DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun Anggaran 2013 untuk SMA dan SMK dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

6 Baca lebih lajut

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013.

b. sisa DAK Bidang Pendidikan Dasar untuk SMP/SMPLB setelah digunakan untuk membiayai penggandaan dan distribusi buku teks pelajaran sebagaimana dimaksud pada huruf a digunakan untuk membiayai peningkatan prasarana dan pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan;

6 Baca lebih lajut

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA (Revisi) NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA (Revisi) NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013.

Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Dasar dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013.

1. Penggunaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2013 untuk SMA dan SMK dalam penggandaan buku teks pelajaran, rehabilitasi ruang belajar dan pengadaan sarana dan prasarana peningkatan mutu SMA dan SMK mengacu pada standar dan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah.

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Sama halnya dengan kesehatan, pendidikan merupakan suatu bentuk investasi sumber daya manusia. Tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan karena pendidikan merupakan salah satu komponen utama dalam lingkaran setan kemiskinan. Salah satu cara mengatasinya adalah melalui perbaikan pelayanan pendidikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pelayanan pendidikan yang paling mendasar adalah pendidikan dasar, yang diterjemahkan oleh pemerintah dalam program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Pemerintah hendaknya menjamin bahwa semua anak dapat bersekolah, sehingga diperlukan alokasi anggaran pendidikan yang besar. Wujud alokasi ini terlihat dalam DAK bidang pendidikan yang ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dalam pemenuhan anggaran tersebut amanat amandemen UUD 1945 mensyaratkan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total anggaran.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujian regresi berganda dengan melakukan uji asumsi klasik sebelum mendapatkan model penelitian yang terbaik. Variabel dalam penelitian ini adalah DAK bidang pendidikan, DAK bidang kesehatan, DAK lingkungan hidup sebagai variabel independen dan Kemiskinan sebagai variabel dependen. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 33 kabupaten dan kota dan dengan menggunakan purposive sampling diperoleh 30 kabupaten/kota sebagai sampel dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015..
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujian regresi berganda dengan melakukan uji asumsi klasik sebelum mendapatkan model penelitian yang terbaik. Variabel dalam penelitian ini adalah DAK bidang pendidikan, DAK bidang kesehatan, DAK lingkungan hidup sebagai variabel independen dan Kemiskinan sebagai variabel dependen. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 33 kabupaten dan kota dan dengan menggunakan purposive sampling diperoleh 30 kabupaten/kota sebagai sampel dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015..
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Sama halnya dengan kesehatan, pendidikan merupakan suatu bentuk investasi sumber daya manusia. Tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan karena pendidikan merupakan salah satu komponen utama dalam lingkaran setan kemiskinan. Salah satu cara mengatasinya adalah melalui perbaikan pelayanan pendidikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pelayanan pendidikan yang paling mendasar adalah pendidikan dasar, yang diterjemahkan oleh pemerintah dalam program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Pemerintah hendaknya menjamin bahwa semua anak dapat bersekolah, sehingga diperlukan alokasi anggaran pendidikan yang besar. Wujud alokasi ini terlihat dalam DAK bidang pendidikan yang ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dalam pemenuhan anggaran tersebut amanat amandemen UUD 1945 mensyaratkan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total anggaran.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil pada Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2009-2013.

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil pada Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2009-2013.

tahun 2007, penggunaan DAK telah meliputi tujuh bidang pelayanan pemerintahan, yakni pendidikan, kesehatan, pertanian, pekerja umum, prasana pemerintahan, kelautan dan perikanan, serta lingkungan hidup. Jadi APBN mengalokasikan DAK untuk membiayai pelayanan publik tertentu yang disediakan oleh pemerintah kabupaten/kota. Tujuannya adalah untuk mengurangi kesenjangan pelayanan publik antar daerah. Selain berperan dalam menunjang penerimaan daerah DAK juga berperan cukup penting dalam meningkatkan kapasitas belanja modal pemda dengan kecenderungan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jadi hal ini mampu mendorong pemerintah daerah agar dapat meningkatkan mutu kualitas pembangunan manusia melalui pengalokasian anggaran belanja modal yang secara otomatis berorientasi pada kesejahteraan masyarakat (Usman, 2008). Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Irwanti (2014) menunjukkan bahwa Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif terhadap IPM. Lugastro (2013) menyatakan bahwa Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif signifikan terhadap IPM. Berdasarkan hal tersebut, hipotesis penelitian yang dihasilkan adalah sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013

Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013

Penggunaan DAK Bidang Pendidikan Menengah NO KEGIATAN/KOMPONEN PERSENTASE ALOKASI DANA DAK TA 2013 MINIMAL MAKSIMAL 1 Penggandaan dan distribusi buku teks pelajaran kurikulum [r]

39 Baca lebih lajut

Kecenderungan Dana Alokasi Khusus dan Belanja Modal di Kabupaten Buleleng Periode 2009-2013

Kecenderungan Dana Alokasi Khusus dan Belanja Modal di Kabupaten Buleleng Periode 2009-2013

Kecenderungan peningkatan biaya yang diperlukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mendanai bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, infrastruktur dan kehutanan maka penganggaran DAK diharapkan selalu mengalami peningkatan. Kecenderungan peningkatan anggaran dana alokasi khusus dari tahun ke tahun terjadi karena adanya rencana dari pemerintah daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara meningkatkan belanja modal pada bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, infrastruktur irigasi, infrasuktruktur air minum, infrastruktur sanitasi, kelautan dan perikanan, pertanian, lingkuhan hidup, program keluarga berancana dan kehutanan. Penurun dana alokasi khusus tejadi pada tahun 2010 disebabkan karena adanya perencanaan pembangunan yang tidak berjalan sesuai rencana, atau keterlambatan dalam pencairan dana alokasi khusus dari pemerintah pusat. Sejalan dengan penelitian oleh Anwar, (2012) yang menyatakan bahwa realisasi dana alokasi khusus meningkat secara fluktuatif dimana setiap tahun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini terjadi karena permasalahan pencairan dana alokasi khusus, dimana terdapat daerah yang
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penyimpangan dana alokasi khusus bidang pendidikan

Penyimpangan dana alokasi khusus bidang pendidikan

paham tentang pembuatan pertanggungjawaban keuangan. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan bimbingan dan sosialisasi untuk membuat pertanggungjawaban keuangan. Dalam kaitannya dengan pelaporan realisasi menggunakan SIMDAK, belum ada pengelola di Dinas Pendidikan Provinsi yang mengunggah laporan melalui SIMDAK. Menurut pengelola SIMDAK di Sekretariat Ditjen Dikdasmen, hal itu disebabkan karena SIMDAK sedang dibenahi. Evaluasi pelaporan yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SD pada 13 April 2018 mengkategorikan daerah menjadi tiga, yang belum melapor, melapor tapi belum lengkap dan melaporkan secara lengkap. Hasil evaluasi memperlihatkan sebanyak 2% (10 dari 498 kabupaten/kota) belum melaporkan pengelolaan DAK. Kesepuluh kabupaten kota tersebut tersebar di 6 provinsi, meliputi, i) satu kabupaten di Aceh, ii) satu kabupaten dan satu kota di Jawa Barat, iii) satu kabupaten dan dua kota di Jawa Timur, iv) satu kota di Kalimantan Selatan, v) satu kabupaten di Papua, dan vi) satu kabupaten dan satu kota di Sumatera Barat. Daerah dinyatakan belum melaporkan secara lengkap karena masih ada selisih antara alokasi DAK dengan realisasi anggaran. Dana yang dialokasikan lebih besar daripada yang
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Analisis dan Evaluasi Dampak Dana Alokasi Khusus terhadap Indikator Kinerja Pembangunan di Daerah Studi Kasus Kabupaten-kota 2003-2013

Analisis dan Evaluasi Dampak Dana Alokasi Khusus terhadap Indikator Kinerja Pembangunan di Daerah Studi Kasus Kabupaten-kota 2003-2013

- Hasil analisa dampak langsung menunjukkan pengaruh (beberapa ada yang positif, dan juga negatif) yang tidak signifikan dari alokasi dari alokasi DAK di masing-masing bidang terhadap indikator masing-masing bidang. Analisa dampak tidak langsung menunjukkan juga bahwa alokasi DAK (secara total) tidak signifikan berpengaruh terhadap PDRB per kapita Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, secara umum , dapat disimpulkan ba hwa DA K , baik menurut alokasi bidang maupun secara total, belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan memang arah penggunaan DAK yang memang tidak atau belum secara langsung digunakan untuk µmembangunµ, namun hanya untuk µmemeliharaµ. Oleh karena itu, DAK dirasa belum cukup efektif dalam upaya mencapai sasaran prioritas nasional yang menjadi bagian dari urusan daerah; dan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kajian Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan

Kajian Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan

Pada umumnya pemeriksaan/audit terhadap pengelolaan DAK dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdiknas dan Badan Pengawas- an Daerah (BAWASDA) atau pengawas fungsional intern Pemerintah Daerah. Namun, ada daerah kabupaten/kota yang tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Ada pula daerah yang dapat menjalankan fungsi pengawasan. Sebagai contoh yang terjadi di kota Banjarmasin. Berdasarkan hasil wawancara dengan dinas pendidikan kota Banjarmasin maka pemeriksaan/ audit dari Itjen Kemdiknas dan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan terdapat pelanggaran. Temuan hasil audit Itjen Kemdiknas adalah: Pertama, pengembalian uang karena penggunaan dana yang tidak sesuai dengan tujuan/sasaran program terjadi di 4 SDN. Kedua, bukti-bukti pencatatan tidak lengkap yaitu 1) pembelian barang dan upah pekerja pelaksanaan DAK belum didukung dengan bukti yang sah (terjadi di 2 SDN); 2) laporan pelaksanaan/pertanggungjawaban DAK sekolah belum dievaluasi dan dianalisis sesuai pedoman yang berlaku; 3) pengadaan barang/ jasa yang diperoleh sekolah tidak mencantumkan spesifikasi teknis yang ditetapkan; dan 4) pengadaan meubelair bantuan DAK tahun 2009 pada 10 sekolah penerima bantuan tercatat dalam buku induk inventaris dan belum di- kodefikasi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects