Top PDF EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (Studi Kasus: CV. Rumah Mesin)

EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN

MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX

(Studi Kasus: CV. Rumah Mesin)

EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (Studi Kasus: CV. Rumah Mesin)

Setiap pekerjaan memiliki beban kerja yang berbeda-beda yang dapat diterima oleh pekerja, sedangkan manusia memiliki tingkat beban kerja yang berbeda satu dengan yang lain. Perusahaan produksi memiliki jenis pekerjaan yang berbeda dengan perusahaan penyedia jasa, perusahaan produksi memerlukan usaha yang lebih besar yang demikian juga berhubungan dengan tingkat beban kerja yang juga besar dikeluarkan oleh pekerjanya. Beban kerja juga dapat dikatakan penting dilakukan analisis, hal ini dikarenakan beban kerja mempengaruhi produktivitas dalam bekerja. Apabila beban kerja tinggi, dapat mempengaruhi kelelahan dan kejenuhan bagi pekerja yang mana ha tersebut dapat mempengaruhi produktivitas. Dalam kaitan beban kerja pada penelitian ini, dilakukan analisis mengenai beban kerja seluruh pegawai menggunakan metode NASA-TLX dimana diketahui tingkat beban kerja rata-rata keseluruhan karyawan yaitu memiliki skor 76.28 atau tergolong pada kategori tinggi. Sedangkan pada bagian produksi, beban kerja pegawai memiliki skor 76.17 yang tergolong pada kategori tinggi. Beban kerja rata-rata yang ideal yaitu pada skor 60. Perhitungan usulan penambahan karyawan yaitu sebanyak 5 pekerja dimana setelah penambahan 5 pekerja tersebut beban kerja karyawan bagian produksi dapat menurun dengan skor 59.61.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA TLX (Studi Kasus: PT. Universal Tekno Reksajaya Pekanbaru, Riau)

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA TLX (Studi Kasus: PT. Universal Tekno Reksajaya Pekanbaru, Riau)

2) Rekomendasi perbaikan yang diberikan untuk mengurangi beban kerja mental berupa penambahan SDM agar dapat membagi jobs desk yang begitu banyak supaya beban kerja terasa lebih ringan, sharing motivasi untuk menumbuhkan semangat kerja karyawan, melakukan rotasi karyawan dengan harapan dapat mengurangi rasa bosan dan jenuh terhadap pekerjaan, membuat acara hiburan seperti ice breaking games untuk mengurangi rasa bosan dan kejenuhan terhadap pekerjaan selain itu juga untuk menjaga kekompakan antara karyawan satu dengan yang lainnya dan menyediakan fasilitas olah raga seperti futsal atau badminton untuk mengembalikan kebugaran karyawan saat bekerja.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisa Beban Kerja Dengan Menggunakan Work Sampling Dan Nasa-tlx Untuk Menentukan Jumlah Operator (Studi Kasus: PT Xyz)

Analisa Beban Kerja Dengan Menggunakan Work Sampling Dan Nasa-tlx Untuk Menentukan Jumlah Operator (Studi Kasus: PT Xyz)

PT. XYZ merupakan pabrik yang bergerak di bidang sandang. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pengukuran beban secara fisik dan pengukuran beban secara mental. Pada PT XYZ para pelaksana mesin sering sekali mengeluh tentang kelelahan karena harus mengoperasikan mesin yang banyak dalam sekali kerja. Untuk mengurangi kelelahan tersebut maka dibuatlah rencana penambahan jumlah karyawan tetap untuk mengurangi beban kerja setiap pelaksana mesin.. Pengukuran beban kerja menggunakan metode Workload Analysis (WLA) dan NASA-TLX. Dari hasil kedua metode tersebut akan dianalisa kemudian akan menghasilkan pertimbangan untuk menentukan jumlah karyawan. Penelitian ini menghasilkan jumlah penambahan untuk pelaksana mesin Ring-Spinning. Menurut perhitungan dengan Workload Analysis, persentase beban kerja 5 pelaksana mesin adalah 112,8%. Setelah penambahan pelaksana mesin di mesin Ring sebanyak 1 orang persentase beban kerjanya menjadi 94,56%. Hasil perhitungan NASA-TLX menunjukkan bahwa beban mental 5 operator adalah 71,4. Setelah penambahan pelaksana mesin di mesin Ring sebanyak 1 orang skor NASA-TLX menjadi 59,49.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP PENGEMUDI BUS JURUSAN BANDUNG-DENPASAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX

(Studi Kasus di PT. PAHALA KENCANA Cabang Bandung)

ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP PENGEMUDI BUS JURUSAN BANDUNG-DENPASAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (Studi Kasus di PT. PAHALA KENCANA Cabang Bandung)

Pengukuran beban kerja dilakukan dengan menggunakan metode NASA-TLX. Dimana NASA-TLX adalah prosedur rating multidimensional yang membagi workload atas dasar rata- rata pembebanan enam subskala. Subskala tersebut meliputi Mental Demands (MD), Physical Demands (PD), Temporal Demands (TD), Own Performance (OP), Effort (EF), dan Frustation (FR). Untuk prosesnya, setelah diperoleh hasil dari penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada pekerja mesin blow,kemudian dilakukan pembobotan variabel. Pada pembobotan ini dilakukan pembandingan antara ke-6 variabel yang nantinya akan terdapat 15 perbandingan pasangan. Kemudian jawaban dari para pekerja tersebut di uji tingkat konsistensinya dengan menggunakan uji Consistensy Index, apakah jawaban dari para pekerja tersebut konsisten atau tidak. Apabila terbukti tidak konsisten, maka pekerja tersebut diminta untuk menjawab ulang pertanyaan- pertanyaan yang terdapat pada kuesioner. Pemberian rating untuk ke-6 variabel yang terdapat pada beban kerja NASA-TLX dibagi menjadi 5 tingkatan, yaitu sangat rendah (0% s/d 20%), rendah (21% s/d 40%), sedang (41% s/d 60%), tinggi (61% s/d 80%), dan tinggi (81% s/d 100%). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan pekerja dalam menjawabnya. Hasil dari pengolahan data tersebut kemudian dijadikan input pada NASA-TLX, sehingga diperoleh besarnya beban kerja yang dirasakan oleh pekerja tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISA BEBAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN WORK SAMPLING DAN NASA-TLX UNTUK MENENTUKAN JUMLAH OPERATOR (Studi Kasus: PT XYZ)

ANALISA BEBAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN WORK SAMPLING DAN NASA-TLX UNTUK MENENTUKAN JUMLAH OPERATOR (Studi Kasus: PT XYZ)

PT. XYZ merupakan pabrik yang bergerak di bidang sandang. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pengukuran beban secara fisik dan pengukuran beban secara mental. Pada PT XYZ para pelaksana mesin sering sekali mengeluh tentang kelelahan karena harus mengoperasikan mesin yang banyak dalam sekali kerja. Untuk mengurangi kelelahan tersebut maka dibuatlah rencana penambahan jumlah karyawan tetap untuk mengurangi beban kerja setiap pelaksana mesin.. Pengukuran beban kerja menggunakan metode Workload Analysis (WLA) dan NASA-TLX. Dari hasil kedua metode tersebut akan dianalisa kemudian akan menghasilkan pertimbangan untuk menentukan jumlah karyawan. Penelitian ini menghasilkan jumlah penambahan untuk pelaksana mesin Ring-Spinning. Menurut perhitungan dengan Workload Analysis, persentase beban kerja 5 pelaksana mesin adalah 112,8%. Setelah penambahan pelaksana mesin di mesin Ring sebanyak 1 orang persentase beban kerjanya menjadi 94,56%. Hasil perhitungan NASA-TLX menunjukkan bahwa beban mental 5 operator adalah 71,4. Setelah penambahan pelaksana mesin di mesin Ring sebanyak 1 orang skor NASA-TLX menjadi 59,49.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS POSTUR KERJA DENGAN METODE RULA DAN BEBAN

KERJA MENTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX

(Studi Kasus di CV. Lingkar Media, Yogyakarta)

ANALISIS POSTUR KERJA DENGAN METODE RULA DAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (Studi Kasus di CV. Lingkar Media, Yogyakarta)

Dalam melakukan suatu pekerjaan para pekerja menginginkan pekerjaan tersebut dilakukan dengan efisien tanpa menimbulkan keluhan fisik, disamping keluhan fisik tentunya beban kerja mental yang diterima oleh karyawan harus sesuai dengan kemampuan karyawan. penelitian kali ini menganalisis Postur kerja karyawan dan menganalisis beban kerja mental karyawan di CV lingkar media. Metode yang digunakan untuk menganalisis Postur Kerja Karyawan adalah dengan metode RULA dan untuk beban kerja mental menggunakan metode NASA-tlx. CV. Lingkar media adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang percetakan khususnya buku dengan jumlah karyawan sebanyak 13 orang. Hasil dari penelitian ini berada pada level kecil dan sedang yang mana karyawan berada pada level sedang.dan hal ini akan ada tindakan dalam waktu dekat. Besar beban kerja keseluruhan karyawan di CV lingkar media adalah 1095,385 dengan rata rata besar beban kerja 73,02564103 , dan bisa dikatakan nbeban kerja karyawana di CV lingkar media cenderung tinggi.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Keywords: ICUICCU, NASA-TLX, Field Review Method. 1. PENDAHULUAN - Identifikasi Kinerja dengan Field Review Method berdasarkan Beban Kerja Mental Perawat dengan Metode NASA-TLX (Studi Kasus: Unit Dahlia ICU/ICCU RS. Krakatau Medika Cilegon)

Keywords: ICUICCU, NASA-TLX, Field Review Method. 1. PENDAHULUAN - Identifikasi Kinerja dengan Field Review Method berdasarkan Beban Kerja Mental Perawat dengan Metode NASA-TLX (Studi Kasus: Unit Dahlia ICU/ICCU RS. Krakatau Medika Cilegon)

Abstract. Aktivitas manusia dapat digolongkan menjadi kerja fisik (otot) dan kerja mental (otak). Aktivitas fisik dan mental ini menimbulkan adanya beban kerja. Beban kerja ini dapat terjadi pada berbagai pekerjaan, termasuk perawat. Keberhasilan pelayanan kesehatan bergantung pada partisipasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas bagi pasien selama 24 jam. Salah satu unit pelayanan di rumah sakit adalah Intensive Care Unit (ICU) dan Intensive Coronner Care Unit (ICCU). Dalam hal ini tingkat pekerjaan dan pengetahuan perawat ICU/ICCU lebih kompleks dibandingkan dengan perawat bagian lain. Sehingga diperlukan kondisi psikologi kerja yang baik bagi perawat untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik pula. Psikologi kerja adalah beban mental yang yang diterima oleh seseorang pada saat ia melakukan suatu pekerjaan. Hal ini menjadi aspek yang mempengaruhi kinerja yang dilakukan oleh pekerja tersebut. Untuk mengetahui beban kerja mental yang dialami perawat, dilakukan pengukuran beban kerja mental dengan menggunakan kuisioner berdasarkan Metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) yang memiliki 6 kriteria penilaian, yakni Mental demand (MD), Physical demand (PD), Temporal demand (TD), Own Performance (OP), Frustation level (FR), dan Effort (EF). Responden yang digunakan dalam hal ini berjumlah 16 orang yang terbagi dalam tiga shift kerja yang merupakan perawat Unit Dahlia ICU/ICCU Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon. Melalui pembobotan dan peratingan beban kerja mental, diperoleh hasil bahwa perawat shift 1 memiliki skor beban tertinggi yakni 75,58 (termasuk dalam kategori tinggi) dengan aspek tertinggi yakni Own Performance (OP). berdasarkan beban kerja mental yang dialami, dilakukan identifikasi kinerja yang dilakukan perawat ICU/ICCU dengan Field Review Method yang dilakukan dengan memeriksa hasil kerja perawat berdasarkan jobdesc yang dimilikinya. Diperoleh hasil bahwa perawat Unit Dahlia ICU/ICCU Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon telah melakukan kinerja yang sesuai dengan jobdesc meskipun memiliki beban kerja mental yang tinggi. Keywords: ICU/ICCU, NASA-TLX, Field Review Method.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengukuran Beban Kerja Karyawan Menggunakan Metode NASA-TLX di PT. Tranka Kabel

Pengukuran Beban Kerja Karyawan Menggunakan Metode NASA-TLX di PT. Tranka Kabel

PT. Tranka Kabel adalah perusahaan manufaktur kabel pertama di Indonesia yang menyediakan kabel listrik dan telepon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja pada karyawan quality control. Permasalahan yang timbul akibat beban kerja pada karyawan berdampak pada konsentrasi, kinerja, prestasi dan motivasi, kualitas tidur saat istirahat di rumah, kesehatan dan kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA-TLX (Task Load Index) dengan dua tahap yaitu tahap pembobotan dan tahap pemberian peringkat. Hasil penelitian awal diperoleh nilai WWL (weighted workload) karyawan shift pagi sebesar 73,75, shift siang 74,94 dan shift malam 77,00 hasilnya mengalami beban kerja mental tinggi. Usulan perbaikan dilakukan dengan perbaikan shift kerja, penerapan terapi musik dan aromaterapi. Hasil evaluasi terhadap implementasi usulan perbaikan menunjukkan nilai WWL (weighted workload) karyawan shift pagi sebesar 56,31, shift siang 57,40, shift malam 58,41 hasilnya mengalami penurunan beban kerja mental.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGUKURAN BEBAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DENGAN METODE NASA-TLX DI PT. CAT TUNGGAL DJAJA INDAH.

PENGUKURAN BEBAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DENGAN METODE NASA-TLX DI PT. CAT TUNGGAL DJAJA INDAH.

PT. Tunggal Djaja Indah merupakan produsen cat terkemuka di Indonesia dengan pengalaman bertahun-tahun dibidang industri cat. Didirikan di tahun 1963, perusahaan yang semula hanya memproduksi Cat Damar dan Thinner, kini memproduksi beragam jenis cat, antara lain Decorative Coating (water and solvent based), Automotive Coating, Industrial Coating dan Heavy Duty Coating. Berdasarkan data permintaan produk diketahui setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah permintaan dari konsumen, sehingga PT. Tunggal Djaja Indah harus bekerja keras untuk memenuhi permintaan konsumen. Akan tetapi PT. Tunggal Djaja Indah jumlah karyawan pada bagian Solvent Base I, Solvent Base II, Water Base, dan Thinner tetap, akibat tidak ada penambahan karyawan oleh pihak PT. Tunggal Djaja Indah, maka karyawan memiliki beban kerja yang tinggi serta karyawan mempunyai tanggung jawab untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Dampak beban kerja mental yang terjadi akibat karyawan harus memenuhi target produksi yaitu karyawan stress, kurang hati-hati dalam melakukan pekerjaan, mudah tersinggung ketika ada yang bertanya dan bekerja dengan tergesa-gesa dalam menjalankan suatu pekerjaan, sedangkan dampak beban kerja fisik yang terjadi yaitu karyawan merasa lebih cepat lelah ketika melakukan pekerjaan karena dituntut untuk memenuhi target. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Dari permasalahan tersebut maka dalam hal penelitian ini penulis akan meneliti beban kerja mental yang dialami karyawan bagian produksi di PT. Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah. Pada penelitian ini digunakan pengukuran beban kerja secara subyektif dengan menggunakan metode NASA-TLX. Metode ini sangat efektif karena memuat enam indikator yang mampu mengukur tingkat beban kerja mental yang dialami karyawan, antara lain indikator tersebut adalah kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performansi, usaha, dan tingkat frustasi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perancangan Kebutuhan Pelaksana Mesin di Bagian Weaving Departemen Produksi PT Tarumatex Bandung dengan Menggunakan Metode Pengukuran Beban Kerja NASA-TLX

Perancangan Kebutuhan Pelaksana Mesin di Bagian Weaving Departemen Produksi PT Tarumatex Bandung dengan Menggunakan Metode Pengukuran Beban Kerja NASA-TLX

Abstrak - PT Tarumatex Bandung merupakan sebuah perusahaan yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani no. 806 dan bergerak dibidang produksi tekstil. Seiring dengan proses produksi kain grey yang dilakukan di PT Tarumatex Bandung, terdapat kendala yang menyebabkan terhambatnya proses produksi dan tidak tercapainya target produksi perusahaan. Dari empat bagian yang ada di Departemen Produksi (warping, sizing, drawing in, dan weaving), disinyalir bahwa bagian weaving memiliki kendala dengan frekuensi terbanyak, tingkat keparahan kendala tertinggi, lingkungan kerja terbising, dan tanggung jawab terhadap mesin perorang terbanyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur beban kerja yang dialami oleh pelaksana mesin bagian weaving dengan menggunakan metode NASA-TLX dan mengetahui jumlah karyawan ideal untuk diusulkan kepada pihak perusahaan. Enam indikator NASA-TLX (Kebutuhan Mental, Kebutuhan Fisik, Kebutuhan Waktu, Performansi, Tingkat Usaha, dan Tingkat Frustasi) akan diperhitungkan rating dan pembobotannya setelah pelaksana mesin mengisikan kuesioner NASA-TLX untuk mendapatkan angka weighted workload (WWL). Hasil perhitungan kebutuhan jumlah pelaksana mesin menunjukkan bahwa untuk mewujudkan beban kerja yang merata, regu A direkomendasikan untuk menambahkan pelaksana mesin sebanyak 4 orang, regu B sebanyak 6 orang, dan regu C sebanyak 2 orang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Adapun yang dimaksud struktur organisasi Lini adalah struktur organisasi dimana setiap departemen diuraikan menjadi bagian-bagian yang bertanggung jawab menerima dan menjalankan tugas da[r]

17 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

DAFTAR PUSTAKA Arsi, R.M., dkk., 2012, Analisis Beban Kerja untuk Menentukan Jumlah Optimal Karyawan dan Pemetaan Kompetensi Karyawan Berdasar Job Description Studi Kasus: Jurusan T[r]

3 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Simanjuntak (2010) pernah melakukan penelitian tentang analisis beban kerja dengan menggunakan metode NASA-TLX pada karyawan bagian manufaktur pembuatan tas. Penelitian tersebut dilakukan karena adanya indikasi timbulnya beban kerja pada karyawan yang diakibatkan waktu penyelesaian produk yang harus sesuai dengan permintaan pelanggan dengan model, jumlah dan bahan yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja mental yang diterima oleh karyawan sudah dalam kondisi yang tinggi (skor 50-79 berjumlah 13 karyawan dan skor 80-100 berjumlah 3 karyawan). 1 Penelitian yang hampir sama juga pernah dilakukan oleh Arsi, dkk. (2012) yang mengukur beban kerja guna menentukan jumlah optimal karyawan di Jurusan Teknik Industri ITS. Penelitian tersebut dilakukan karena telah terjadi empat kali perubahan statuta dan penyesuaian mengenai organisasi tata kelola yang berdampak pada banyaknya perubahan job description yang dilakukan oleh jurusan teknik industri ITS, sehingga beban kerja yang ditanggung oleh setiap karyawan tidak sesuai dengan jumlah karyawan yang ada. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa bidang kerja yang jumlah karyawannya tidak mencukupi. 2
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Kegiatan penelitian ini dilakukan di PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang USU. Adapun judul Tugas Sarjana ini adalah “Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU”. Diharapkan Laporan Tugas Akhir dapat menambah wawasan bagi pembaca dan sebagai masukan untuk penelitian yang berkaitan dengan beban kerja.

15 Baca lebih lajut

PENGUKURAN BEBAN KERJA PSIKOLOGIS KARYAWAN CALL CENTER MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (Task Load Index) PADA PT. XYZ

PENGUKURAN BEBAN KERJA PSIKOLOGIS KARYAWAN CALL CENTER MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (Task Load Index) PADA PT. XYZ

performance), usaha (effort) dan tingkat stres (frustration). kebutuhan mental (mental demand), kebutuhan fisik (physical demand), kebutuhan waktu (temporal demand), performansi (own performance), usaha (effort) dan tingkat stres (frustration). Nilai yang diberikan dari peringkat tersebut berkisar antara 0 hingga 100 sesuai dengan beban kerja yang dialami atau dirasakan agent dalam melakukan pekerjaannya. Semakin besar nilainya maka semakin besar beban mentalnya. Hasil dari pertanyaan dari 6 dimensi pada tahap pemberian rating NASA- TLX untuk agent shift pagi hari dan shift malam hari dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan 4.4.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

PT. Bank Negara Indonesia (BNI) adalah lembaga keuangan yang mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian indonesia. Peranan ini dapat dilihat dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PT. BNI. Penelitian ini dilakukan di PT. BNI Cabang USU Medan. Dari pengamatan yang diperoleh pada PT. BNI Cabang USU Medan, diketahui sering terjadi keterlambatan dalam pelayanan nasabah dari nasabah mengambil nomor antrian hingga mendapatkan pelayanan teller. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah karyawan teller dan menentukan persentase waktu produktif yang digunakan karyawan pada Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang USU Medan berdasarkan beban kerja karyawan teller dengan menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) dan Work Sampling. Metode NASA-TLX digunakan untuk mengetahui beban kerja mental dari masing-masing teller dan metode work sampling dilakukan untuk mengetahui persentase waktu produktif. Hasil pengukuran dengan metode NASA-TLX menunjukkan bahwa beban kerja mental tertinggi pada teller 3 adalah 83% dan teller 6 adalah 81,67% dan indikator mental demand merupakan indikator yang dominan mempengaruhi beban kerja mental teller. Hasil work sampling menunjukkan bahwa waktu produktif tertinggi teller 2 adalah 90,7%. Secara umum beban kerja mental dari masing-masing teller tergolong tinggi. Beban kerja mental yang tinggi jika dibiarkan secara terus menerus tanpa adanya perbaikan akan menyebabkan stress kerja yang akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja teller.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

PT. Bank Negara Indonesia (BNI) adalah lembaga keuangan yang mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian indonesia. Peranan ini dapat dilihat dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PT. BNI. Penelitian ini dilakukan di PT. BNI Cabang USU Medan. Dari pengamatan yang diperoleh pada PT. BNI Cabang USU Medan, diketahui sering terjadi keterlambatan dalam pelayanan nasabah dari nasabah mengambil nomor antrian hingga mendapatkan pelayanan teller. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah karyawan teller dan menentukan persentase waktu produktif yang digunakan karyawan pada Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang USU Medan berdasarkan beban kerja karyawan teller dengan menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) dan Work Sampling. Metode NASA-TLX digunakan untuk mengetahui beban kerja mental dari masing-masing teller dan metode work sampling dilakukan untuk mengetahui persentase waktu produktif. Hasil pengukuran dengan metode NASA-TLX menunjukkan bahwa beban kerja mental tertinggi pada teller 3 adalah 83% dan teller 6 adalah 81,67% dan indikator mental demand merupakan indikator yang dominan mempengaruhi beban kerja mental teller. Hasil work sampling menunjukkan bahwa waktu produktif tertinggi teller 2 adalah 90,7%. Secara umum beban kerja mental dari masing-masing teller tergolong tinggi. Beban kerja mental yang tinggi jika dibiarkan secara terus menerus tanpa adanya perbaikan akan menyebabkan stress kerja yang akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja teller.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengukuran Beban Kerja Karyawan PJW Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Di UPBJJ (Unit Pengajaran Belajar jarak Jauh) Universitas Terbuka Medan

Pengukuran Beban Kerja Karyawan PJW Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Di UPBJJ (Unit Pengajaran Belajar jarak Jauh) Universitas Terbuka Medan

Penelitian yang akan dilakukan adalah penentuan jumlah karyawan PJW optimum di satu daerah. Penentuan jumlah karyawan berkaitan dengan aktivitas kerja dan waktu yang dibutuhkan karyawan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan Job Description yang diberikan oleh UPBJJ Universitas Terbuka berdasarkan Kep.Men.PAN Nomor : KEP/75/M.PAN/7/2004 pedoman perhitungan kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja dalam rangka penyusunan formasi pegawai negeri sipil (PNS). Satu orang karyawan juga tidak maksimal memberikan kualitas pelayanan terhadap kebutuhan mahasiswa, seperti pada saat registrasi awal, registrasi ujian dan pengambilan ijazah. Pengukuran beban kerja diperlukan pada karyawan penanggungjawab daerah di UPBJJ Universitas Terbuka agar tidak merugikan pelayanan yang diberikan pada mahasiswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengukuran Beban Kerja Karyawan PJW Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Di UPBJJ (Unit Pengajaran Belajar jarak Jauh) Universitas Terbuka Medan

Pengukuran Beban Kerja Karyawan PJW Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Di UPBJJ (Unit Pengajaran Belajar jarak Jauh) Universitas Terbuka Medan

BAB III TINJAUAN PUSTAKA .............................................................. III-1 3.1 Manusia dan Pekerjaannya ..................................................... III-1 3.2 Beban Kerja ............................................................................ III-2 3.3.1 Beban Kerja Mental ................................................. III-3 3.3.2 Beban Kerja Fisik ..................................................... III-7 3.3 Pengukuran Denyut Jantung .................................................. III-7 3.4 Metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects