Top PDF Evaluasi Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Tentang Pajak dan Retribusi Tahun 2016

Evaluasi Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Tentang Pajak dan Retribusi Tahun 2016

Evaluasi Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Tentang Pajak dan Retribusi Tahun 2016

Jika diurutkan dari realisasi penerimaan tertinggi, maka jenis retribusi dengan realisasi tertinggi adalah retibusi pelayanan parkir tepi jalan yang realisasinya mencapai 313,80% kemudian disusul dengan retribusi pelayanan kesehatan dengan capaian realisasi penerimaan sebesar 209,52%, retribusi pelayanan persampahan dengan capai realisasi penerimaan 183,75%, retribusi pelayanan pasar dengan capaian realisasi penerimaan sebesar 148,51%, dan yang terendah yaitu retribusi pengganti biaya cetak KTP dan Akta dengan capaian realisasi sebesar 24,89%. Rendahnya realisasi penerimaan retribusi pengganti biaya cetak KTP dan AKTA dapat dimaklumi karena adanya kebijakan yang menggratiskan pengurusan beberapa dokumen kependudukan, sehingga wajar saja pendapatan dari sektor tersebut menjadi menurun atau bahkan bisa menjadi 0 pada tahun- tahun berikutnya. Sementara untuk 4 (empat) jenis retribusi jasa umum lainnya yaitu retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi biaya cetak peta, retribusi tera/tera ulang, dan retribusi pengendalian menara telekomunikasi tidak terealisasi sama sekali atau dengan kata lain capai realisasinya 0%. Realisasi penerimaan retribusi jasa umum Kabupaten Lingga pada tahun 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGELOLAAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN PINRANG TAHUN (2013 – 2016)

ANALISIS PENGELOLAAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN PINRANG TAHUN (2013 – 2016)

Secara etimologis, kata otonomi berasal dari bahasa latin, yaitu “ autos ” yang berarti “ sendiri ” dan “ nomos ” yang berarti aturan. 1 Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Republik Indonesia. Hal tersesbut sesuai dengan ketentuan umum di Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pelaksanaan kebijakan pemerintah ini dipandang sangat demokratis dan memenuhi aspek desentralisasi. Desentralisasi sendiri merupakan penyerahan urusan pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom berdasarkan asas otonomi daerah. 2 Sesuai dengan tujuan desentralisasi yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Evaluasi Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Studi di Kecamatan Perawang)

Evaluasi Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Studi di Kecamatan Perawang)

Evaluasi mengandung pengertian suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dai sesuatu. Dari aspek pelaksanaan, evaluasi adalah keseluruhan kegiatan pengumpulan data dan informasi, pengolahan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai kegiatan atau proses untuk mengukur dan selanjutnya menilai sampai dimanakah tujuan yang telah dirumuskan sudah dapat dilaksanakan. Evaluasi merupakan suatu proses yang mendasar diri pada disiplin ketat dan tahapan waktu. (Nurcholis, 2005 :169)
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Melawi Tentang Pajak dan Retribusi Daerah dalam Menunjang Pendapatan Asli Daerah

Efektivitas Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Melawi Tentang Pajak dan Retribusi Daerah dalam Menunjang Pendapatan Asli Daerah

Sesuai Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 kepada Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota diberikan kewenangan untuk mengatur dan memungut 11 Jenis Pajak, yaitu : Pajak Hotel; Pajak Restoran; Pajak Hiburan; Pajak Reklame; Pajak Penerangan Jalan; Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan; Pajak Parkir; Pajak Air Tanah; Pajak Sarang Burung Walet; Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan; dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Sedangkan untuk retribusi sesuai pasal 108 ayat (1) ditentukan 3 (tiga) jenis retribusi, yaitu: Retribusi Jasa Umum; Jasa Usaha; dan Perizinan Tertentu.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

JURNAL SKRIPSI  Evaluasi Potensi Pendapatan Pajak Dan Retribusi Daerah Di Kabupaten Wonogiri.

JURNAL SKRIPSI Evaluasi Potensi Pendapatan Pajak Dan Retribusi Daerah Di Kabupaten Wonogiri.

2. Perumusan target penerimaan pajak dan retribusi daerah dilakukan untuk meningkatkan jumlah penerimaannnya. Penetapan target-target dari setiap jenis pajak/retribusi daerah di dalam PAD hanya didasarkan atas proses incremental (peningkatan) sebesar sekian perssen dibanding tahun-tahun sebelumnya, tanpa didasarkan pada matrik potensi. Target yang sudah benar kemudian dikaitkan dengan realisasi yang terjadi di lapangan yaitu rasio cakupan (coverage ratio) yang diharapkan akan terus meningkat dari waktu ke waktu

16 Baca lebih lajut

Potensi Pajak dan Retribusi Daerah di Kabupaten Yahukimo

Potensi Pajak dan Retribusi Daerah di Kabupaten Yahukimo

Oleh karena itu, dapat dipastikan, bahwa suatu pungutan pastilah sesuai dengan daerah yang lebih tinggi, yaitu tidak mungin terjadi ‘rebutan’ pemungutan pajak. Pada saat ini, semua pajak daerah, dilihat dari sudut kemauan politik, dapat dilaksanakan. Sebab, dalam UU nomor 22 tahun 1999 mengenai Otonomi Daerah, disebutkan bahwa daerah sangat mandiri, tidak terintervensi olen pusat. Setiap peraturan dibuat oleh daerah itu sendiri melalui legislasi DPRD setempat. Kalaupun dalam UU nomor 18 tahun 1997 disebutkan bahwa setiap legislasi pajak dan retribusi daerah harus mendapat izin dari menteri dalam negeri, namun sudah banyak permintaan untuk merevisi UU nomor 18 tahun 1997 dan sudah dituangkan dalam UU nomor 34 tahun 2000.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

1-* bahwa dengan telah ditetapkannya Undang- Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Daerah

1-* bahwa dengan telah ditetapkannya Undang- Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Daerah

golongan jasa yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Daerah Tingkat ll Pati yaitu retribusi parkir di tepi jalan umum yang merupakan retribusi jasa usaha. Langka[r]

19 Baca lebih lajut

EVALUASI RETRIBUSI PASAR PADA PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BATANG PADA TAHUN 2010-2012  Evaluasi Retribusi Pasar Pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Batang Pada Tahun 2010-2012.

EVALUASI RETRIBUSI PASAR PADA PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BATANG PADA TAHUN 2010-2012 Evaluasi Retribusi Pasar Pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Batang Pada Tahun 2010-2012.

Peranan Pemerintah Daerah dalam menggali dan mengembangkan berbagai potensi daerah sebagai sumber penerimaan daerah sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas pemerintah, pembangunan dan pelaksanaan masyarakat daerah. Oleh karena itu kemampuan administrasi pemerintah daerah sangat berpengaruh terhadap realisasi penerimaan pendapatan, alokasi tanggung jawab pelaksanaan pungutan dan pengenaan pajak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini sesuai dengan konsekuensi dari asas desentralisasi, dibentuknya unit-unit pemerintah setempat yang sering disebut daerah otonom, yaitu daerah yang berkewajiban dan berhak untuk mengurus dan mengatur rumah tangganya sendiri.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EVALUASI PENERAPAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH TERHADAP PENGUSAHA RESTORAN

EVALUASI PENERAPAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH TERHADAP PENGUSAHA RESTORAN

Skripsi ini berjudul “Evaluasi Penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Tengah Nomor 30 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah Terhadap Pengusaha Restoran”, dengan menyadari segala keterbatasan atas kemampuan dan ilmu pengetahuan yang penulis miliki, maka dalam penyusunan skripsi ini juga tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan, baik itu dalam isi/materi atau susunan kalimatnya, untuk itu penulis mohon dimaklumi atas kekurangan-kekurangan tersebut, serta segala saran dan kritik maupun masukan lainnya dari semua pihak akan penulis terima dengan senang hati demi perbaikan skripsi ini kearah yang lebih sempurna.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EVALUASI  PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH  Evaluasi pemungutan pajak daerah di kabupaten Ngawi.

EVALUASI PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH Evaluasi pemungutan pajak daerah di kabupaten Ngawi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian target penerimaan pajak daerah dan pertumbuhan pemungutan pajak daerah di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini dikhususkan pada tahun 2007-2009. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah target, realisasi pemungutan pajak daerah, data-data dari buku literatur, undang-undang serta peraturan daerah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II JEMBRANA NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG PAJAK PENAGIHAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DENGAN SURAT PAKSA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II JEMBRANA NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG PAJAK PENAGIHAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DENGAN SURAT PAKSA

11. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Jembrana Nomor 2 Tahun 1991 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Jembrana (Lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Jembrana Tahun 1991 Nomor 156 Seri d Nomor 152);

8 Baca lebih lajut

EVALUASI RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BREBES PADA TAHUN 2009-2012  Evaluasi Retribusi Pasar Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Brebes Pada Tahun 2009-2012.

EVALUASI RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BREBES PADA TAHUN 2009-2012 Evaluasi Retribusi Pasar Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Brebes Pada Tahun 2009-2012.

Peran pemerintah daerah dalam menggali serta mengembangkan potensi daerah sebagai sumber pendapatan daerah sangat menentukan dalam keberhasilan pelaksanaan dan pembangunan masyarakat daerah sehingga kemampuan administrasi pemerintah daerah sangat berpengaruh terhadap realisasi penerimaan pendapatan, alokasi tanggung jawab pelaksanaan pungutan dan pengenaan pajak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini sesuai dengan konsekuensi dari asas desentralisasi, dibentuknya unit-unit pemerintah setempat yang sering disebut daerah otonom, yaitu daerah yang berkewajiban dan berhak untuk mengatur serta mengurus rumah tangganya sendiri.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EVALUASI PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 10 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PASAR DI PASAR MENES KABUPATEN PANDEGLANG

EVALUASI PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 10 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PASAR DI PASAR MENES KABUPATEN PANDEGLANG

serta meningkatkan nilai tambah dari produk-produk sumber daya alam yang ada. Tercapainya 3 pokok sasaran pembangunan sektor industri dan perdagangan diatas bukanlah hal yang mudah mengingat krisis yang dihadapi bangsa indonesia cukup parah dan sampai saat ini belum mampu keluar dari kemelut ini. Hal ini perlu didukung oleh kebijaksanaan pemerintah baik pusat maupun daerah yang memberikan keleluasaan kepada dunia usaha dalam mengembangkan kegiatannya. Sebagai salah satu perangkat daerah yang memiliki peran strategis (ujung tombak) dalam peningkatan usaha dibidang perindustrian, perdagangan dan pasar sesuai dengan peraturan Bupati Pandeglang Nomor 14 Tahun 2008 tentang rincian tugas, Fungsi, dan Tata kerja Dinas Daerah Kabupaten Pandeglang, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar mempunyai kedudukan, Tugas pokok, Fungsi dan kewenangan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

DETERMINASI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH DI KABUPATEN TASIKMALAYA PERIODE TAHUN

DETERMINASI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH DI KABUPATEN TASIKMALAYA PERIODE TAHUN

Elastisitas retribusi daerah terhadap jumlah penduduk adalah 7,76% (elastis). Artinya apabila konsumsi pemerintah daerah naik sebesar 1% maka retribusi daerah akan meningkat sebesar 7,76%. Ini menggambarkan pembinaan masyarakat wajib retribusi sebagian sudah dapat melaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

7 Baca lebih lajut

Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah untuk Desa di Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016

Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah untuk Desa di Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016

Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 97 ayat (3) dan ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, alokasi dan, tata cara pengalokasian bagian dari hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah kepada desa diatur dengan Peraturan Bupati;
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EVALUASI POTENSI PENDAPATAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DI KABUPATEN WONOGIRI  Evaluasi Potensi Pendapatan Pajak Dan Retribusi Daerah Di Kabupaten Wonogiri.

EVALUASI POTENSI PENDAPATAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DI KABUPATEN WONOGIRI Evaluasi Potensi Pendapatan Pajak Dan Retribusi Daerah Di Kabupaten Wonogiri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Potensi jenis pajak daerah di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2007-2009 yang mempunyai kualifikasi sebagai pajak daerah yang berkategori prima adalah pajak hiburan, pajak reklame, pajak Penerangan Jalan Umum, dan pajak bahan galian golongan C. Seluruh jenis retribusi memiliki peluang untuk ditingkatkan lagi di masa mendatang; (2) Perumusan target penerimaan pajak dan retribusi daerah didasarkan pada proses incremental (peningkatan) sebesar sekian persen dibanding tahun-tahun sebelumnya; (3) Realisasi pajak daerah Kabupaten Wonogiri pada tahun 2007-2009 sudah melebihi target yang diharapkan, sedangkan penerimaan retribusi belum mencapai target yang diharapkan; (4) Rata-rata efisiensi pemungutan pajak daerah mencapai 16,17%, sedangkan efisiensi pemungutan retribusi daerah mencapai rata-rata 4,83%. Artinya masih di bawah 100%, sehingga pemungutan pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Wonogiri sudah efisien.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Evaluasi Potensi Pendapatan Pajak Dan Retribusi Daerah Di Kabupaten Wonogiri.

PENDAHULUAN Evaluasi Potensi Pendapatan Pajak Dan Retribusi Daerah Di Kabupaten Wonogiri.

Konsekuensi dari pelaksanaan kedua UU tersebut (Undang- undang No.32 tahun 2004 dan Undang-Undang No.12 tahun 2008), maka daerah harus mampu mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat, lembaga ekonomi, lembaga politik, lembaga hukum, lembaga keagamaan, dan lembaga swadaya masyarakat serta seluruh potensi masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disisi lain, saat ini kemampuan keuangan beberapa pemerintah daerah masih sangat tergantung pada penerimaan yang berasal dari pemerintah pusat. Oleh karena itu bersamaan dengan semakin sulitnya keuangan Negara dan pelaksanaan otonomi daerah itu sendiri, maka kepada setiap daerah dituntut harus dapat membiayai diri melalui sumber-sumber keuangan yang dikuasainya. Peranan pemerintah daerah dalam menggali dan mengembangkan berbagai potensi daerah sebagai sumber penerimaan daerah akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas pemerintah, pembangunan dan pelayanan masyarakat di daerah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH PADA PEMERINTAH KABUPATEN KLATEN.

EVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH PADA PEMERINTAH KABUPATEN KLATEN.

Dalam UU No. 34 Tahun 2000 tentang pajak daerah dan retribusi daerah menetapkan ketentuan-ketentuan pokok yang memberikan pedoman kebijaksanaan dan arahan bagi daerah dalam pelaksanaan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah, juga menetapkan pengaturan yang cukup rinci untuk menjamin prosedur umum perpajakan dan retribusi daerah. Penyelenggaraan pemerintah daerah sebagai subsistem pemerintah Negara dimaksudkan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan masyarakat sebagai daerah otonomi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects