Top PDF formulasi gel tabir surya ekstrak kulit (4)

formulasi gel tabir surya ekstrak kulit (4)

formulasi gel tabir surya ekstrak kulit (4)

Tabir surya (Sunscreen) merupakan bahan kosmetik yang secara fisik atau kimia memberikan perlindungan terhadap efek perubahan dari sinar matahari terutama radiasi ultraviolet. Tabir surya fisik misalnya titanium dioksida, seng oksida yang dapat memantulkan sinar. Tabir surya fisik dapat menahan UV A maupun UV B. Satu diantara tabir surya alami adalah senyawa fenolik yang terdapat dalam tumbuhan dan berfungsi melindungi jaringan tanaman terhadap kerusakan akibat radiasi sinar matahari. Senyawa fenolik khususnya golongan flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya karena adanya gugus kromofor (ikatan rangkap tunggal terkonjugasi) yang mampu menyerap sinar UV baik UV A maupun UV B sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Efektivitas sediaan tabir surya didasarkan pada penentuan harga SPF (Sun Protected Factor) yang menggambarkan kemampuan produk tabir surya dalam melindungi kulit dari eritema.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

FORMULASI GEL TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (3)

FORMULASI GEL TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (3)

DAN UJI SPF MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS PROPOSAL SKRIPSI Oleh : QONITA CHASANAH 133110037 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TULANG BAWANG LAMPUNG.[r]

2 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Tabir Surya Minyak Nyamplung (Tamanu Oil) dan Uji Nilai SPF Secara In Vitro

Formulasi Gel Tabir Surya Minyak Nyamplung (Tamanu Oil) dan Uji Nilai SPF Secara In Vitro

A Study on formulation of Tamanu oil (Calophyllum inophyllum L) as sunscreen gel and SPF value test was conducted by in vitro assay. Firstly, Tamanu oil was extracted using soxhletation and followed by identification of Tamanu oil, evaluation SPF value of Tamanu oil, formulation of sunscreen gel and determination of its SPF value using UV-Spectrophotometer The SPF result showed that SPF values of Tamanu oil in various concentration 0.2 mg/ml, 0.25 mg/ml and 0.3mg/ml were respectively 10.34± 0.06, 17.28± 0.02 and 26.07± 0.28. The results of evaluation gel sunscreen consist of 50 % of Tamanu oil, 0.5% of HPMC, 4.5% of propylenglycol, 10 % of glycerin, 0,2% of methyl paraben and aquq to 100%. The experiment result pH value, dispersive power, viscosity and viscosity change were respectively 5.5, 9.93±0.12cm,33.75±0.58dPaS and 3.95%.The SPF result showed that SPF values of sunscreen gel Tamanu oil was respectively 30.46± 0.72(after 0,6 mg/ml dilution).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan tabir surya ekstrak umbi bit merah (beta vulgaris) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan tabir surya ekstrak umbi bit merah (beta vulgaris) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

The increasing sun exposure in day to day is one of the cause of skin damages. Therefore, additional protection such as sunscreen is needed. This research used natural sunscreen agent from beetroot (Beta vulgaris). This researched aimed to find out the potency of beetroot extract to protect the skin based on its SPF value. The SPF value was investigated using UV-Vis spectrophotometry. The concentrations of beetroot extract which are observed for its SPF value in this research was obtained from antioxidant activity examination using FRAP method. Beetroot concentrations tested are 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% and 30%. Antioxidant activity increasing gradually from 3.325 % to 92.949%. Based on that examination, the concentrations of beetroot tested for its SPF value are 20%, 25% and 30%. Beetroot SPF value was observed in that concentration and investigated its effect on physical quality, effectivity, acceptability, and safety in sunscreen gel. The result form this experiment showed that the SPF value was increasing from 01.36 ± 0.01 (20%), 1.75 ± 0.01 (25%), and 2.07 ± 0,02 (30%). Addition of beetroot extract showed effect on physical quality, effectivity, acceptability, and safety in sunscreen gel whereas FIII (30% beetroot extract) has the best characteristics and effectivity.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN UJI AKTIVITAS PERLINDUNGAN SINAR UV SECARA IN VITRO SKRIPSI

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN UJI AKTIVITAS PERLINDUNGAN SINAR UV SECARA IN VITRO SKRIPSI

Daun sirsak mengandung senyawa polifenol yang mempunyai kemampuan untuk menghambat reaksi oksidasi (antioksidan) dan menangkap radikal bebas (antiradikal). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh kombinasi ekstrak daun sirsak terhadap daya tabir surya secara in vitro dan uji sifat fisiknya setelah diformulasi menjadi sediaan krim. Ekstrak kental diperoleh melalui maserasi dengan etanol 70%. Ekstrak kental yang diperoleh disari lagi dengan aseton. Konsentrasi ekstrak yang digunakan pada formula yaitu 15% (formula I), 20% (formula II), dan 25% (formula III). Evaluasi sifat fisik krim meliputi organoleptis, daya sebar, daya lekat, viskositas, kestabilan, dan pH sediaan. Uji aktivitas perlindungan sinar uv secara in vitro menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil pengamatan menunjukan bahwa formula I dan II stabil secara fisik dilihat dari uji pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan kestabilan sediaan. Sementara itu formula III mengalami creaming dan perubahan bau. Berdasarkan hasil pengukuran nilai SPF krim formula I didapat SPF sebesar 1,70 (proteksi minimal); formula II 3,55 (proteksi minimal); dan formula III 4,29 (proteksi sedang). Analisis statistik nonparametric menggunakan Kruskal-Wallis Test menunjukan bahwa p-value <0,05 (p= 0,09) yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Artinya perbedaan kadar ekstrak daun sirsak mempengaruhi nilai SPF sediaan krim.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia X Mangostana L.) Terhadap Nilai Spf Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson Dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia X Mangostana L.) Terhadap Nilai Spf Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson Dan Oktil Metoksisinamat

Pada penelitian ini, kulit manggis diekstraksi dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70% kemudian ekstrak dikeringkan menggunakan penangas air pada suhu 80-90ºC. Krim tabir surya mengandung asam stearat dan trietanolamin sebagai basis krim. Krim tabir surya kombinasi avobenson dan oktil metoksisinamat diformulasikan dengan penambahan ekstrak kulit manggis dengan konsentrasi 4% (FI), 6% (FII), 8% (FIII), dan 10% (FIV). Evaluasi krim meliputi homogenitas krim, tipe emulsi, pH, stabilitas (pemisahan fase, warna dan bau), iritasi kulit, dan nilai SPF. Nilai SPF krim tabir surya ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Visible menggunakan persamaan Mansur.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

FORMULASI, SIFAT FISIK, STABILITAS DAN AKTIVITAS TABIR SURYA KRIM EKSTRAK ETANOL TONGKOL JAGUNG MERAH (Zea mays L.)

FORMULASI, SIFAT FISIK, STABILITAS DAN AKTIVITAS TABIR SURYA KRIM EKSTRAK ETANOL TONGKOL JAGUNG MERAH (Zea mays L.)

Ethanolic extracts of the corn (Zea mays L.) cob has sunscreen activity with SPF value of 28,178. The purpose of this study was determine the physical properties, stability and activity of sunscreen of the ethanol extract of red corn cob cream. Corn cob was extracted using 80% ethanol with reflux method. Extracts was formulated into 3 o/w cream with concentrations of 0.015; 0.15; and 1.5%. Cream tested for physical properties, stability and sunscreen activity with a spectrophotometer method. The results showed that ethanol cream of extract of corn cob,adhesion, dispersive power, pH, and viscosity meet the requirement of cream. Extract of corn cob cream is not stable during the 4 weeks storage, because of a change pH, but stable in organoleptis, homogeneity and viscosity And do not experience phase separation. Ethanolic cream of exstract of red corn cob of 1,5% concentration has activity with that is lower than that of positive control.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia X Mangostana L.) Terhadap Nilai Spf  Krim Tabir Surya Kombinasi  Avobenson Dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia X Mangostana L.) Terhadap Nilai Spf Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson Dan Oktil Metoksisinamat

Alat pH meter terlebih dahulu dikalibrasi dengan menggunakan larutan dapar standar netral (pH 7,01) dan larutan dapar pH asam (pH 4,01) hingga alat menunjukkan harga pH tersebut. Kemudian elektroda dicuci dengan air suling, lalu dikeringkan dengan tisu. Sampel dibuat dalam konsentrasi 1% yaitu ditimbang 1 g sediaan dan dilarutkan dengan air suling dalam beker glass ad 100 ml. Kemudian elektroda dicelupkan dalam larutan tersebut. Dibiarkan alat menunjukkan harga pH sampai konstan. Angka yang ditunjukkan pH meter merupakan pH sediaan. Penentuan pH dilakukan tiga kali pada krim terhadap masing - masing konsentrasi (Rawlins, 2003). Nilai pH diamati selama1, 4, 8, dan 12 minggu penyimpanan. Nilai pH penting untuk mengetahui tingkat keasaman dari sediaan agar tidak mengiritasi kulit. Sehingga pH sediaan kosmetik topikal harus sesuai dengan pH kulit, yaitu antara 4,5 – 6,5 (Wasitaatmadja, 1997).
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

FORMULASI KRIM TABIR SURYA DARI 2-HIDROKSI-4-(OKTILOKSI)BENZOFENON

FORMULASI KRIM TABIR SURYA DARI 2-HIDROKSI-4-(OKTILOKSI)BENZOFENON

Efek berbahaya yang ditimbulkan oleh sinar Uv dapat diatasi dengan menggunakkan tabir surya yang dapat melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar ultraviolet. Salah satu bahan aktif yang dapat melindungi jaringan tubuh akibat radikal bebas dari radiasi Uv yaitu 2-hidroksi-4(oktiloksi)benzofenon yang dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik sediaan krim tabir surya 2-hidroksi-4(oktiloksi)benzofenon dan efektivitasnya yang dinyatakan dalam nilai Sun Protection Factor (SPF). Hasil uji SPF senyawa 2-hidroksi-4(oktiloksi)benzofenon sebesar 36,736. Artinya, senyawa 2-hidroksi-4(oktiloksi)benzofenon memiliki nilai proteksi ultra untuk melindungi kulit terhadap sinar Uv B. Formulasi krim dibuat Dalam 3 konsentrasi yaitu konsentrasi 5, 6, dan 7%. Hasil uji sifat fisik sediaan menunjukkan bahwa krim yang dibuat memiliki sifat fisik yang baik. Secara organoleptis, homogenitas, uji kestabilan, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat krim. Hasil uji SPF untuk Krim yang mengandung 2-hidroksi-4(oktiloksi)benzofenon dengan konsentrasi 5, 6, 7% bertutut-turut 3,462; 3,832; 5,584. Artinya, krim dengan konsentrasi 5 dan 6% mempunyai kemampuan proteksi minimal terhadap sinar UV B, dan krim dengan konsentrasi 7% mempunyai kemampuan proteksi sedang terhadap sinar UV B.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

View of FORMULASI TABIR SURYA ZINK OKSIDA DALAM SEDIAAN KRIM DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK ANGGUR HITAM (Vitis vinivera L.)

View of FORMULASI TABIR SURYA ZINK OKSIDA DALAM SEDIAAN KRIM DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK ANGGUR HITAM (Vitis vinivera L.)

Senyawa tabir surya yang umum digunakan adalah bahan sintesis, akan tetapi kadangkala bahan sintesis ini dapat menjadi berbahaya bila terserap ke dalam aliran darah. Untuk menghindari dampak negatif tersebut dapat digunakan tanaman obat tradisional, salah satunya anggur hitam. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas nilai SPF tabir surya yang diberikan oleh ekstrak anggur hitam sebagai factor pelindung sinar matahari terhadap kulit. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengekstrak anggur hitam dengan metode maserasi bertingkat untuk menarik komponen kimia sebagai senyawa tabir surya. Ekstrak dibuat dalam empat konsentrasi kemudian diukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 280 nm sampai 400 nm, selanjutnya dihitung SPF. Hasil penelitian menunjukkan dari semua konsentrasi ekstrak anggur hitam memberikan nilai SPF yaitu pada konsentrasi 0% 2,33, konsentrasi 0,4% 2,38, konsentrasi 0,8% 2,48 dan konsentrasi 1,2% 2,53. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak anggur hitam mempunyai efek tabir surya karena nilai SPF yang diperoleh masuk dalam range syarat tabir surya yaitu 2 sampai 60.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (1)

FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (1)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sun protecting factor (SPF) ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L Merr) dalam bentuk sediaan krim dengan varian konsentrasi 2%, 4% dan 8%. Kulit tanaman nanas memiliki kandungan zat flavonoid dan tanin yang dapat memberikan efek sebagai tabir surya. Pembuatan formulasi krim ekstrak kulit nanas menggunakan fase minyak dalam air. Bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi krim yaitu asam stearat, paraffin cair sera alba, setil alkohol, stearil alkohol, propilen glikol, trietanolamin, air suling dan nipagin. Krim ekstrak kulit nanas kemudian dilakukan berbagai pengujian kualitas dan ditentukan nilai SPF. Masing – masing konsentrasi krim diencerkan menggunakan etanol 96%. Krim yang telah diencerkan dibaca nilai absorbansinya pada alat Spektrofotometer UV-Vis kemudian dihitung nilai SPF. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim ekstrak kulit nanas telah memenuhi persyaratan setelah dilakukan berbagai uji kualitas krim dan nilai SPF masing-masing konsentrasi krim sangat rendah. Disimpulkan bahwa konsentrasi krim ekstrak kulit nanas 2% telah menunjukkan nilai SPF yang sangat kecil dan semakin meningkat konsentrasi yakni 4% dan 8% yang terkandung menunjukkan semakin tinggi nilai SPF namun tetap tidak memenuhi standar sebagai krim tabir surya yang baik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - FORMULASI LOSION TABIR SURYA EKSTRAK KULIT UMBI UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz ) DAN UJI AKTIVITASNYA - repository perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - FORMULASI LOSION TABIR SURYA EKSTRAK KULIT UMBI UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz ) DAN UJI AKTIVITASNYA - repository perpustakaan

Tabir surya adalah produk yang diformulasikan khusus untuk menyerap atau membelokkan sinar ultraviolet (Lavi, 2011). Tabir surya di maksudkan untuk digunakan melindungi kulit manusia dari efek buruk sinar matahari (Bleasel, 1999). Sediaan tabir surya adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk maksud membaurkan atau mengabsorpsi secara efektif cahaya matahari, terutama daerah emisi gelombang UV dan infra merah sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan kulit karena cahaya matahari (Bambal dkk., 2011).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan tabir surya ekstrak air wortel (Daucus carota L.) dalam bentuk sediaan krim - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan tabir surya ekstrak air wortel (Daucus carota L.) dalam bentuk sediaan krim - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formula 0 = krim tabir surya ekstrak wortel tanpa menggunakan dimetikon Formula I = krim tabir surya ekstrak wortel dengan menggunakan dimetikon 0,5% Formula II = krim tabir surya ekstrak wortel dengan menggunakan dimetikon 2,5% Formula III = krim tabir surya ekstrak wortel dengan menggunakan dimetikon 5% Dengan beban 100 gram Dengan beban 100 gram

89 Baca lebih lajut

FORMULASI KRIM A/M DARI EKSTRAK METANOL TERIPANG Stichopus herrmanni Semper 1868 SEBAGAI TABIR SURYA - repository perpustakaan

FORMULASI KRIM A/M DARI EKSTRAK METANOL TERIPANG Stichopus herrmanni Semper 1868 SEBAGAI TABIR SURYA - repository perpustakaan

Serbuk teripang diekstraksi dengan metode maserasi. Hasilnya diformulasikan dengan variasi ekstrak, formulasi I 0,05%, formulasi II 0,1% dan formulasi III 0,2%. Krim A/M kemudian dilakukan uji organoleptis, homogenitas, pengukuran pH, kestabilan, viskositas, daya sebar, daya lekat dan nilai SPF. Data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan Anova atau Kruskal wallis.

12 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Dari Ekstrak Bunga Kamboja (Plumeria alba) dan Uji Efektivitas Sebagai Anti-Aging

Formulasi Gel Dari Ekstrak Bunga Kamboja (Plumeria alba) dan Uji Efektivitas Sebagai Anti-Aging

2009.Formulasi Ekstrak Daun Sukun Artocarpus altilis parkins.Fosberg dengan Basis Gel Sebagai Antiinflamasi.Jurnal Farmasi.. Semua Rahasia Kulit Cantik dan Sehat Ada Disini.Yogyakarta[r]

3 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan pembersih (Cleansing) ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan pembersih (Cleansing) ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1. Peningkatan konsentrasi ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) berpengaruh terhadap uji mutu fisik (pH, viskositas, daya sebar, daya tercucikan air), efektivitas, dan akseptabilitas sediaan pembersih wajah (cleansing) dalam bentuk gel.

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Matahari sebagai sumber cahaya alami memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan, selain mempunyai manfaat sinar matahari juga memberikan efek yang merugikan pada kulit terutama jika paparannya berlebihan. Efek yang merugikan antara lain menyebabkan timbulnya eritema, pigmentasi, penuaan dini dan kanker kulit (Muller, 1997).

4 Baca lebih lajut

Optimasi Waktu Pengembangan Gelling Agent HPMC dan Stabilitas Fisika Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.).

Optimasi Waktu Pengembangan Gelling Agent HPMC dan Stabilitas Fisika Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.).

Pentingnya melihat stabilitas penyimpanan berhubungan dengan daya tahan sediaan gel, meminimalkan efek potensial yang tidak diinginkan dari ketidakstabilan suatu sediaan dan dapat membuat database yang penting untuk formulasi produk lain (Djajadisastra, 2008). Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengoptimasi waktu pengembangan HPMC dan stabilitas fisika sediaan gel selama 28 hari pada suhu 30°C.

4 Baca lebih lajut

M ANIS DENGANV ARIASIJ ENISF

M ANIS DENGANV ARIASIJ ENISF

Abstrak. Penelitian kami sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak dan kulit batang kayu manis (KBKM) diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan tabir surya yang dapat meredam efek radiasi sinar UV dan memformulasikannya menjadi sediaan emulgel. Fraksi etil asetat dari KBKM diketetahui memiliki nilai faktor pelindung surya (FPS) tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh fasa minyak terhadap nilai FPS dari basis emulgel dan memformulasi sediaan emulgel mengandung fraksi etil asetat KBKM menggunakan basis terpilih. Ekstraksi KBKM dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair. Basis emulgel dibuat dengan variasi jenis fasa minyak yakni minyak zaitun, VCO, dan parafin likuidum. Ketiga basis diuji stabilitas fisik dan ditentukan nilai FPSnya dengan metode Mansur menggunakan spektrofotometri UV/Vis. Selanjutnya dibuat sediaan emulgel fraksi etil asetat KBKM menggunakan formulasi basis terpilih. Terhadap sediaan emulgel dilakukan karakterisasi fisik sediaan dan uji stabilitas fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan ketiga basis emulgel memiliki stabilitas fisik yang baik. Basis menggunakan minyak zaitun sebagai fasa minyak memiliki nilai FPS paling tinggi dibanding basis VCO dan parafin likuidum (P<0,05). Sediaan emulgel fraksi etil asetat KBKM memiliki karakteristik fisik dan stabilitas yang baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Ekstrak, Proses Pembuatan, Penggunaan dan Formulasi Biji Mangrove Xylocarpus sp. sebagai Bahan Aktif Tabir Surya

Ekstrak, Proses Pembuatan, Penggunaan dan Formulasi Biji Mangrove Xylocarpus sp. sebagai Bahan Aktif Tabir Surya

Ekst rak Xylocarpus sp m am pu m enyerap UV- A dan B. Form ulasi sediaan t abir surya dilakukan dengan m encam purkan bahan akt if dengan bahan sepert i crem ophor A6 (em ulsifier ) : 3,9 % , crem ophor A25 (em ulsifier ) : 3,9 % , isopropil palm it at ( em olient/ pelem but ) : 5,9 % , m yrit ol ( dispersan) : 5,9 % , cet yl alcohol ( pengent al & em ulsifier) : 5,9 % , beeswax ( pengent al & em ulsifier) : 7,8 % , propylen glikol ( hum ekt an/ pelem bab) : 15,6 % , m et yl paraben ( pengaw et ) : 0,2 % , propil paraben ( pengawet ) : 0,2 % , air ( pelarut ) : 39 % . Ext rak bij i Xylocarpus dit am bahkan pada konsent rasi yang bervariasi ( 20- 30% ) . Form ula t abir surya m em ilik i SPF ant ara 15 - 22.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...