Top PDF FORMULASI DAN PENGUJIAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr.))

FORMULASI DAN PENGUJIAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr.))

FORMULASI DAN PENGUJIAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr.))

Tanaman nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang mengandung vitamin A dan C. Vitamin yang paling dominan pada buah nanas ialah vitamin C yang berguna sebagai antioksidan dan sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan granul effervescent sari buah nanas dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi asam dan basa terhadap sifat fisik granul effervescent. Serbuk effervescent sari buah nanas dibuat dalam tiga formulasi dengan rasio Natrium Bikarbonat dan asam (asam tartrat dan asam sitrat) sebagai berikut : formula 1 = 2,5 : (2 : 1), formula 2 = 3 : (2 : 1), formula 3 = 3,5 : (2 : 1). Pada formula 1, didapatkan hasil pengujian kadar air 0,6%, kecepatan alir 7,2 detik, sudut diam 30,52° dan waktu dispersi 2,41 menit. Pada formula 2, didapatkan hasil pengujian kadar air 0,8%, kecepatan alir 8,7 detik, sudut diam 32,61° dan waktu dispersi 3,25 menit. Sedangkan pada formula 3 didapatkan hasil pengujian kadar air 0,9%, kecepatan alir 9,2 detik, sudut diam 33,08° dan waktu dispersi 3,45 menit. Perbedaan asam dan basa pada ketiga formulasi berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan granul effervescent.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH SIRSAK (Annona muricata L)

FORMULASI SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH SIRSAK (Annona muricata L)

effervescent tiap masing-masing formula dengan waktu yang dihasilkan kurang dari 5 menit. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah perbandingan antara asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat serta bahan- bahan yang lain telah sesuai dengan prosedur yang ada. Proses pengadukan pada saat pencampuran juga turut mempengaruhi cepat atau lambatnya reaksi. Untuk itu pada saat pengujian dilakukan perlakuan yang

7 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN TABLET NANOPARTIKEL CRUDE BROMELIN BONGGOL NANAS (Ananas comosus.(l.) Merr.) BERBASIS TIOMER HPC- SISTEAMIN

FORMULASI SEDIAAN TABLET NANOPARTIKEL CRUDE BROMELIN BONGGOL NANAS (Ananas comosus.(l.) Merr.) BERBASIS TIOMER HPC- SISTEAMIN

Pada keadaan normal agregasi platelet diharapkan dapat menghambat pendarahan yang terjadi pada tubuh. Tetapi, agregat dapat terbentuk dengan sendirinya meskipun tidak ada inisiasi seperti luka, terutama pada bagian pembuluh darah, agregat seperti ini dapat kita sebut sebagai trombus patologis. Salah satu obat antiplatelet tersebut adalah aspirin, namun pada sejumlah individu ditemukan laporan terjadinya resistensi terhadap penggunaan aspirin sebagai antiplatelet. Selain itu aspirin berakibat apoptosis pada platelet dan berhubungan pada efek samping yaitu hemorrhagic. Salah satu bahan alam yang banyak terdapatdiIndonesia adalah nanas (Ananas comosus. L).Pada buah nanas terdapat protein yang berupa enzim bromelin dimana enzim ini dapat digunakan untuk membantu mengurangi sensitivitas platelet terhadap ADP (Adenosine diphosphate) yang memicu agregasi platelet (4,5,6,7).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH SIRSAK (Annona muricata L)

FORMULASI SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH SIRSAK (Annona muricata L)

effervescent tiap masing-masing formula dengan waktu yang dihasilkan kurang dari 5 menit. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah perbandingan antara asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat serta bahan- bahan yang lain telah sesuai dengan prosedur yang ada. Proses pengadukan pada saat pencampuran juga turut mempengaruhi cepat atau lambatnya reaksi. Untuk itu pada saat pengujian dilakukan perlakuan yang

7 Baca lebih lajut

Formulasi Dan Uji Potensi KRIM TABIR SURYA Dengan Bahan Aktif Ekstra Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Formulasi Dan Uji Potensi KRIM TABIR SURYA Dengan Bahan Aktif Ekstra Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Sediaan tabir surya dibuat dalam bentuk sediaan krim. Sediaan krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi yang mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar yang terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok (Dirjen POM, 1979: 8). Sediaan krim digunakan karena sediaan ini merupakan sediaan yang menyenangkan, mudah menyebar rata, dan praktis digunakan (Ansel, 2008: 515). Selanjutnya dilakukan Penentuan nilai SPF (Sun Protecting Factor), %Te, dan %Tp sediaan krim ekstrak kulit nanas, dengan cara masing-masing dari formula (formula I, II, III, dan IV) ditimbang sebanyak 2 gram, lalu dilarutkan dengan etanol p.a dan dicukupkan volumenya hingga 10 mL dalam labu ukur yang telah disaring sebelumnya, setelah itu diukur absorbansinya pada panjang gelombang 290-400 nm dengan interval 5 nm dan diukur transmitan pada panjang gelombang 272,5-372,5 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Dilakukan 3 kali pengujian untuk setiap formula. Pengukuran absorban dilakukan untuk menentukan nilai SPF dari masing-masing formula, sedangkan pengukuran transmitan dilakukan untuk menentukan %Te dan %Tp dari masing-masing formula.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SEBAGAI AGEN PEMUTIH GIGI

FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SEBAGAI AGEN PEMUTIH GIGI

Fungsi gigi pada mulut yaitu untuk mengunyah dan merobek makanan. Seringnya gigi bersentuhan dengan makanan maupun minuman yang berwarna dapat mengubah warna gigi dari putih menjadi kuning atau kuning kecoklatan. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang sehingga orang harus melakukan bleaching gigi. Bleaching gigi dengan bahan kimia justru akan meningkatkan kerusakan gigi salah satunya adalah meningkatkan sensitivitas gigi. Bahan alami dari buah nanas yang memiliki kandungan enzim bromelain lebih besar dipercaya dapat mengembalikan warna gigi menjadi lebih putih. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, dengan mengetahui bahwa ekstrak etanol buah nanas dapat dibuat sediaan gel dan dapat memutihkan warna gigi sapi yang telah didiskolorisasi. Perubahan warna gigi dilihat dengan cara mengukur warna gigi sebelum dan setelah aplikasi gel menggunakan alah shade guade Buah nanas diekstraksi dengan etanol 96% agar didapat ekstrak kental dan selanjutnya untuk dibuat sediaan gel. Gel dengan penambahan Na lauril sulfat lebih stabil dalam penyimpanannya sehingga dipilih untuk aplikasi pada gigi. Hasil analisis menunjukan data tersebut homogen tetapi tidak terdistribusi normal, hasil ANOVA menunjukkan p = 0,806 > 0,05 yang berarti data tidak ada perbedaan yang signifikan. Data dilanjutkan dengan Kruskal wallis test. Hasil menunjukkan p = 0,911, data tersebut > 0,05 artinya tidak menunjukkan adanya perbedaan antara gel ekstrak buah nanas dan gel kontrol positif. Pada tabel 4.7 p – value yang diperoleh dari semua perlakuan adalah < 0,05 maka, data menunjukkan bahwa ekstrak 10 %, gel esktrak, dan gel kontrol positif sama-sama dapat memutihkan gigi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH JAMBU METE (Annacardium ocidentale L.)

FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH JAMBU METE (Annacardium ocidentale L.)

Jambu Mete dapat dikatakan sebagai buah yang memiliki vitamin C tinggi. Setiap 100g Jambu Mete mengandung vitamin C sebanyak 197mg. Vitamin C sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan granul effervescent sari buah Jambu Mete dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi asam dan basa terhadap sifat fisik granul effervescent. Granul effervescent sari buah Jambu Mete dibuat dalam empat formulasi dengan variasi rasio Natrium Bikarbonat dan asam (asam tartrat dan asam sitrat) sebagai berikut : formula 1 = 2 : (2 : 1), formula 2 = 2,5 : (2 : 1), formula 3 = 3 : (1 : 2), formula 4 = 3 : (2 : 2). Pada formula 1, didapatkan hasil pengujian kadar air 0,8%, kecepatan alir 9,7 detik, sudut diam 17,60 o dan waktu dispersi 1,28 menit. Pada formula 2, didapatkan hasil pengujian kadar air 0,9%, kecepatan alir 7,6 detik, sudut diam 17,62 o dan waktu dispersi 1,38 menit. Pada formula 3, didapatkan hasil pengujian kadar air 0,4%, kecepatan alir 5,5 detik, sudut diam 19,33 o dan waktu dispersi 1,50 menit. Pada formula 4, didapatkan hasil pengujian kadar air 0,5%, kecepatan alir 5,4 detik, sudut diam 18,28 o dan waktu dispersi 1,52 menit.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr)) SEBAGAI TABIR SURYA

FORMULASI SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr)) SEBAGAI TABIR SURYA

Tabir surya adalah suatu zat atau material yang dapat melindungi kulit terhadap radiasi sinar Ultra Violet (UV). Mekanisme sediaan tabir surya dibedakan atas dua kelompok, yaitu kelompok pemblok fisik yang bekerja secara fisik dengan cara memantulkan atau membelokkan radiasi UV dan kelompok tabir surya kimia yang bekerja menyerap sinar UV (Gadri et al., 2012). Efektivitas sediaan tabir surya didasarkan pada penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF) yang menggambarkan kemampuan produk tabir surya dalam melindungi kulit. Sediaan-sediaan yang dapat dijadikan sebagai produk tabir surya diantaranya yaitu sediaan semisolid seperti sediaan krim dan losio.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI PENSTABIL DAN

SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK SARI BONGGOL NANAS

(Ananas comosus l. merr) INSTAN DENGAN METODE KOKRISTALISASI

PENGARUH KONSENTRASI PENSTABIL DAN SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK SARI BONGGOL NANAS (Ananas comosus l. merr) INSTAN DENGAN METODE KOKRISTALISASI

Bonggol nanas sendiri mempunyai daya serat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penggumpalan atau pengendapan pada suatu produk sehingga perlu penambahan bahan penstabil. Bahan penstabil adalah zat yang dapat menstabilkan, mengentalkan atau memekatkan makanan yang dicampur dengan air untuk membentuk kekentalan tertentu. Penstabil yang digunakan adalah carboxy methyl celllose (CMC). CMC berfungsi untuk mempertahankan kestabilan minuman agar partikel padatannya tetap terdispersi keseluruh bagian sehingga tidak mengalami pengendapan. CMC dapat memperbaiki citarasa, warna dan konsistensi (Kamal 2010). Menurut Tranggono (1988) dalam Siddiq (2005). Untuk mencegah pembentukan gumpalan atau endapan partikel-partikel koloid yang dapat mengurangi nilai penampakan diperlukan penambahan penstabil seperti CMC.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Perhitungan hasil pemeriksaan karakteristik simplisia daun nanas Selulosa mikrokristal Dihaluskan Diayak dengan ayakan mesh 60 dan 100 Dilakukan karakterisasi yang meliputi uji [r]

30 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK NANAS (Ananas comosus (L) Merr) SEBAGAI ANTIHELMINTIK TERHADAP WAKTU KEMATIAN CACING

PENGARUH EKSTRAK NANAS (Ananas comosus (L) Merr) SEBAGAI ANTIHELMINTIK TERHADAP WAKTU KEMATIAN CACING

Aktivitas antioksidan yang diperankan vitamin A dan C mampu menghambat laju oksidasi molekuler target, yang pada gilirannya dapat menghentikan reaksi berantai pembentukan radikal bebas dalam tubuh yang diyakini sebagai dalang atau provokator berbagai penyakit (Sibuea, 2000). Karbohidrat, protein, asam amino, steroid, glikosida, flavonoid, tannin and poliphenol yang dikandung oleh buah nanas juga dikenal sebagai antioksidan alami. Tannin dikenal untuk menghambat peroksidasi lemak dan lipogenase secara In Vitro, dan informasi tentang ini telah dipublikasikan beberapa tahun yang lalu tentang kemampuannya untuk menangkap radikal bebas (Gyamfi, 2002). Beberapa penelitian juga telah mempelajari aktivitas antioksidan flavonoids dan melakukan usaha untuk menguraikan komponen yang berperan dalam aktivitas antioksidan tersebut (Foti, 1996).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (ANANAS  Pengaruh Penambahan Sari Buah Nanas (Ananas Comosus) Terhadap Jumlah Bakteri Asam Laktat (Bal)Dan Nilai ph Soyghurt.

PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (ANANAS Pengaruh Penambahan Sari Buah Nanas (Ananas Comosus) Terhadap Jumlah Bakteri Asam Laktat (Bal)Dan Nilai ph Soyghurt.

Pendahuluan : Fermentasi merupakan salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan produk susu. Soyghurt merupakan salah satu produk fermentasi susu kedelai dengan bakteri asam lakktat (BAL) yaitu bakteri Lactobacillus Bulagricus dan Streptococcus Thermophillus. Pengembangan produk soyghurt dibuat dari tepung kedelai berdasarkan sifat fisiko kimiawi. Inovasi untuk memperbaiki citarasa soyghurt yaitu dengan penambahan flavor buah-buahan yaitu pada buah nanas.

19 Baca lebih lajut

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Tanaman nanas memiliki nama latin (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang berasal dari daerah tropis Amerika, yakni Brazil, Argentina, dan Peru dan telah tersebar ke seluruh dunia. Di Indonesia tanaman nanas sangat populer dan banyak ditanam didaerah dataran tinggi, di kebun-kebun, pekarangan dan tempat-tempat lain yang cukup mendapat sinar matahari pada ketinggian 1-1300 meter di atas permukaan laut. Daerah penghasil nanas yang terkenal ialah Subang, Bogor, Riau, Palembang, dan Blitar (Sunarjono, 2000).

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Nanas ( Ananas Comosus L. Merr ) Dan Lama Perendaman Terhadap Kualitas Tahu

Pengaruh Pemberian Ekstrak Nanas ( Ananas Comosus L. Merr ) Dan Lama Perendaman Terhadap Kualitas Tahu

Pada Gambar 12 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah nanas maka tekstur akan menurun. Hal ini disebabkan karena proses penggumpalan tahu dipengaruhi oleh kandungan bahan kering, kadar air, dan percepatan saat penggumpalan. Hou dkk(1999), menyatakan bahwa tahu dipengaruhi oleh kandungan bahan kering, kadar air, dan percepatan saat penggumpalan. Penambahan konsentrasi ekstrak nanas akan menaikan kecepatan reaksi protealisis yang menyebabkan makin lemahnya agregat tahu yang terbentuk, sehingga saat penggabungan saat penggumpalan untuk dicetak akan menghasilkan tekstur yang kurang kompak lembek, yang ditandai dengan banyak nya pori-pori pada tahu yang dihasilkan. (Pontecorvo dan Bourne, 1998). Di dukung oleh Winarno (1993) sifat fisik tahu seperti kekompakan tekstur dipengaruhi oleh senyawa protein, yang terdiri dari globulin sebesar 70% yang dapat digumpalkan
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Rahmatullah, M., Hossan, S., Bashar, A.B.M., Hossa, F.M.M., Faisal, M.M., Rahman, S. (2014). Effect Of Methanolic Extract Of Ananas Comosus Leaves On Glucose Tolerance and Acetic Acid-Induced Pain in Swiss Albino Mice. Edisi III. Tropical Journal of Pharmaceutical Research. Hal. 24-34.

4 Baca lebih lajut

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Di Indonesia tanaman nenas banyak ditanam baik di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi (Widyaningrum, 2011). Buah nenas yang telah matang nikmat untuk dimakan, rasanya manis tetapi ada pula yang asam, dapatdijadikan sebagai minuman (jus). Daun nenas dapat diolah menjadi serat

4 Baca lebih lajut

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Background: The leaves of pineapple (Ananas comosus(L.) Merr.) including waste containing cellulose, can be isolate and made into a crystalline form. Microcrystalline cellulose is an additional ingredient that is often use in the manufacture of tablets by direct compression methods.

16 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Mineral Natrium dan Kalium Pada Daging Buah Nanas (Ananas comosus (L) Merr) di Kota Palu

Analisis Kadar Mineral Natrium dan Kalium Pada Daging Buah Nanas (Ananas comosus (L) Merr) di Kota Palu

Nanas (Ananas comosus (L) Merr) merupakan salah satu jenis buah yang umum dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia ( Sembayang, 2006) dan merupakan suku Bromeliaceae ( Dewi, 2013) . Buah ini banyak digunakan pada beberapa industri olahan pangan seperti selai, sirup, sari buah, serta buah dalam botol atau kaleng (Widiawati, 2009). Menurut sejarah tanaman ini berasal dari Brasil dan dibawa ke Indonesia oleh para pelaut Spanyol dan Portugis sekitar tahun 1599 (Hidayat, 2008). Anatomi nanas berbentuk semak, dengan daun panjang berbentuk pedang, tebal dan liat serta mempunyai duri yang menempel dibagian pinggirnya. Buah yang sudah masak berwarna kuning / oranye (Pracaya, 2011).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Pembuatan Selulosa Mikrokristal dan Ekstrak Etanol Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) yang Diformulasikan Menjadi Sediaan Tablet

Metode: Serbuk simplisia diekstraksi dengan etanol 80%, maserat yang diperoleh diuapkan dengan penguap putar. Selulosa mikrokristal daun nanas diperoleh dengan cara memanaskan daun nanas dengan NaOH 4%, dinetralkan kemudian diputihkan dengan NaOCl 2,5%, dinetralkan, dipanaskan dengan NaOH 17,5% dan dinetralkan. Hasil yang diperoleh adalah alfa selulosa yang kemudian dihidrolisis dengan HCl 2,5 N untuk mendapatkan selulosa mikrokristal, yang kemudian dikarakterisasi, dibandingkan dengan Avicel PH 102. Selulosa mikrokristal yang diperoleh dijadikan sebagai bahan eksipien dalam pembuatan tablet secara cetak langsung.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Efek Nanas (ananas comosus (L.)Merr.) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tahun 2014.

Efek Nanas (ananas comosus (L.)Merr.) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tahun 2014.

Background Hypertension is estimated to be the cause of death of about 7.1 million people worldwide, which is about 13% of the total death. The case of hypertension will increase approximately 80%, especially in developing countries, that expected to be 1.15 billion cases in 2025. Many medicine herbs and fruits that can reduce the incidence of hypertension, such as pineapple. Pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) contains potassium which can lower blood pressure. Research Objective wanted to know if the pineapple lowering blood pressure. Methods Research conducted on 15 male subjects aged between 18-25 years old using a quasi experimental design. Measurement of systolic and diastolic blood pressure taken before and after drinking pineapple juice. The data were processed using paired t test with alpha = 5%.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects