Top PDF Formulir Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga SPPIRT

Formulir Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga SPPIRT

Formulir Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga SPPIRT

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ……… Alamat : ……… Nama Perusahaan : ……… Alamat Perusahaan : ……… Jabatan Dalam Perusahaan : ……… Jenis Produksi : ……… Dengan ini menyatakan [r]

11 Baca lebih lajut

Peningkatan Mutu Dan Penerapan Cara Produksi Pangan Yang Baik Pada Industri Rumah Tangga Pangan Minuman Jahe Merah Instan Di Desa Benteng, Ciampea, Bogor

Peningkatan Mutu Dan Penerapan Cara Produksi Pangan Yang Baik Pada Industri Rumah Tangga Pangan Minuman Jahe Merah Instan Di Desa Benteng, Ciampea, Bogor

Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran konsumen untuk hidup sehat memberikan dampak yang cukup penting bagi industri rumah tangga pangan. Mutu pangan tidak hanya berarti produk pangan hanya memiliki cita rasa yang enak dan kandungan gizi yang baik, tetapi harus aman bagi kesehatan para konsumennya. Cara produksi pangan yang baik (disingkat CPPB) adalah suatu pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi pangan agar bermutu, aman, dan layak untuk dikonsumsi. Industri rumah tangga pangan (disingkat IRTP) adalah perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga semi otomatis. Penerapan CPPB-IRT bertujuan untuk memberikan prinsip-prinsip dasar dalam memproduksi pangan yang baik dan mengarahkan IRT agar dapat memenuhi berbagai persyaratan produksi yang baik seperti persyaratan lokasi, bangunan, fasilitas peralatan produksi, pengendalian hama, higiene karyawan, pengendalian proses, serta pengawasan (BPOM 2003). Salah satu caranya adalah dengan memiliki sertifikat P-IRT dari Dinas Kesehatan. Produk minuman jahe merah instan yang diproduksi oleh salah satu warga desa Benteng belum memiliki nomon izin edar (P-IRT) untuk memberikan jaminan terhadap konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini akan difokuskan dalam pembuatan standar minuman jahe merah instan dari formulasi yang telah ada, dengan memperbaiki kemasan serta label yang digunakan sebagai usaha dalam mendapatkan nomor P-IRT agar dapat menjangkau pasaran yang lebih luas.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

Manajemen Pelayanan Penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) Pada Dinas Kesehatan Kota Surakarta - UNS Institutional Repository

Manajemen Pelayanan Penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) Pada Dinas Kesehatan Kota Surakarta - UNS Institutional Repository

A. Penelitian Terdahulu .......................................................................... B. Manajemen Pelayanan Publik ............................................................ C. Model Segitiga Pelayanan (The Service Triangle) ............................ D. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) ....... E. Kerangka Berpikir .............................................................................. BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... A. Jenis Penelitian .................................................................................. B. Lokasi Penelitian ................................................................................ C. Sumber Data ....................................................................................... D. Teknik Pengambilan Sampel ............................................................. E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KEPATUHAN RESERTIFIKASI INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN TERHADAP PERATURAN KEPALA BADAN POM NOMOR HK.03.1.23.04.12.2205 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KOTA SURABAYA Repository - UNAIR REPOSITORY

KEPATUHAN RESERTIFIKASI INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN TERHADAP PERATURAN KEPALA BADAN POM NOMOR HK.03.1.23.04.12.2205 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KOTA SURABAYA Repository - UNAIR REPOSITORY

6.1 Karakteristik Pemilik atau Penanggungjawab Industri Rumah Tangga Pangan (keyakinan, kepribadian, sikap, dukungan dan bantuan keluarga, dukungan dan bantuan teman, pemahaman instruksi materi sosialisasi, ingatan materi sosialisasi dan kepuasan sosialisasi) yang sudah mendapatkan sosialisasi................................................... 96 6.2 Penilaian Pemilik atau Penanggungjawab Industri

21 Baca lebih lajut

Permohonan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)

Permohonan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)

Foto kopi Sertifikat PIRT dan surat pernyataan dari pemilik produk pangan yang dikemas kembali bukan pangan MD; 12.. Contoh sampel produk pangan yang diberi rancangan label disertakan p[r]

4 Baca lebih lajut

PERDA NO 3 TAHUN 2014 TENTANG INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN

PERDA NO 3 TAHUN 2014 TENTANG INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN

Dalam rangka produksi dan peredaran pangan oleh IRTP, Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan mengamanatkan bahwa pangan olahan yang diproduksi oleh industri rumah tangga wajib memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota dan Kepala Badan POM menetapkan pedoman pemberian SPP-IRT.

32 Baca lebih lajut

EVALUASI KEBIJAKAN SERTIFIKASI PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (Studi di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung)

EVALUASI KEBIJAKAN SERTIFIKASI PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (Studi di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung)

Bahan tambahan pangan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat ataupun bentuk makanan. Bahan Tambahan Makanan (BTM) itu bisa memiliki nilai gizi, tetapi bisa pula tidak. Menurut ketentuan yang ditetapkan, ada beberapa kategori BTM. Pertama, BTM yang bersifat aman, dengan dosis yang tidak dibatasi. Kedua, bahan tambahan makanan yang digunakan dengan dosis tertentu dan dengan demikian dosis maksimum penggunaanya juga telah ditetapkan. Ketiga, bahan tambahan yang aman dan dalam dosis yang tepat, serta telah mendapatkan izin beredar dari instansi yang berwenang, misalnya zat pewarna yang sudah dilengkapi sertifikat aman. Sebaliknya, menggunakan BTM secara tepat sebab apabila tidak demikian maka bahan tambahan makanan ini dapat pula mengakibatkan gangguan kesehatan (Yulianti, 2007: 7).
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA

KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA

(b) Di daerah dengan jenis makanan pokok jagung (seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur) digunakan batas waktu selama 365 hari sebagai ukuran untuk menentukan apakan rumah tangga mempunyai ketersediaan pangan cukup/tidak cukup. Ini didasarkan pada masa panen jagung di daerah penelitian yang hanya dapat dipanen satu kali dalam tahun.

7 Baca lebih lajut

Ketahanan Pangan Dan Gizi Bagi Keluarga Korban Gempa Dan Tsunami Di Kabupaten Pidie

Ketahanan Pangan Dan Gizi Bagi Keluarga Korban Gempa Dan Tsunami Di Kabupaten Pidie

Bayi sampai usia lima tahun atau lazimdisebut balita merupakan salah satu kelompok penduduk yang rawan terhadap kekurangan gizi makro terutama Kurang Energi Protein (KEP). Menurut Soekirman (1999), KEP pada anak balita sangat berbeda sifatnya dengan KEP orang dewasa. Pertama, KEP anak balita tidak mudah dikenali oleh pemerintah dan masyarakat, bahkan oleh keluarga . Artinya, andaikata di suatu desa terdapat sejumlah anak yang menderita gizi kurang karena KEP , tidak segera mendapat perhatian karena tidak tampak sakit. Kedua, terjadinya gizi kurang pada balita tidak selalu didahului oleh bencana kurang pangan dan kelaparan seperti halnya pada gizi buruk orang dewasa. Artinya dalam keadaan pangan di pasar berlimpah, masih mungkin terjadi gizi buruk pada balita. Oleh karena itu KEP balita sering juga disebut “tersembunyi” atau “hidden hunger”. Ketiga, oleh karena faktor penyebab timbulnya gizi kurang anak balita lebih komplek, maka penanggulangannya memerlukan pendekatan dari berbagai segi kehidupan anak secara terintegrasi.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

DAN PENGENDALIAN PRODUKSI (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA “RUMAH UBI” MEDAN)

DAN PENGENDALIAN PRODUKSI (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA “RUMAH UBI” MEDAN)

Analysis technique data used in this research was descriptive analysis data by explore and interprete the data which obtained from the filed and interview with the owner of Rumah Ubi home industry Medan. The data which obtained from the interview and documentation, was scripted and analysed in order to find the budget role at Rumah Ubi home industry and also to solve the problem discussed.

14 Baca lebih lajut

Pemenuhan Regulasi Pelabelan Produk Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Bogor.

Pemenuhan Regulasi Pelabelan Produk Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Bogor.

Pelanggaran yang terjadi pada pencantuman label kemasan pangan dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Meskipun IRTP sudah memiliki pengetahuan mengenai persyaratan pelabelan, namun tingkat kesadaran IRTP untuk mematuhi regulasi pelabelan yang berlaku tergolong rendah (Sofiandari 2013). Selain itu, rendahnya pengawasan dari Dinas Kesehatan juga memberikan pengaruh yang cukup penting akan terjadinya pelanggaran yang terjadi (Maradhika 2012). Pemberian sanksi yang tegas pada produsen diperlukan untuk mengurangi beredarnya produk dengan label kemasan yang tidak sesuai. Dalam UU RI No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pada pasal 102 dinyatakan bahwa pelanggaran terhadap pencantuman label akan dikenakan sanksi administratif yang dapat berupa denda, penghentian sementara dari kegiatan produksi, penarikan pangan dari peredaran, ganti rugi, atau pencabutan izin.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga

Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga

alah satu industri pangan skala rumah tangga di Surabaya menghasilkan air limbah yang dapat mencemari lingkungan. Kandungan bahan organik yang tinggi pada air limbah tersebut merupakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikoorganisme. Hal itu dapat mereduksi oksigen terlarut. Secara normal, air mengandung kira-kira 8 ppm oksigen terlarut. Standar minimum oksigen terlarut untuk kehidupan ikan adalah 5 ppm dan di bawah standar ini akan menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya [1].

6 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Gambaran Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi di Desa Maligas Tongah Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Gambaran Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi di Desa Maligas Tongah Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun

Tingkat pengeluaran pangan merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam menganalisis ketahanan pangan rumah tangga. Tingkat pengeluaran pangan adalah biaya yang dikeluarkan untuk makanan oleh suatu rumah tangga dalam waktu setiap bulannya dan membandingkan dengan total pengeluaran sebulan. Semakin besar tingkat pengeluaran pangan berarti ketahanan pangan suatu rumah tangga semakin kurang. Semakin tinggi kesejahteraan masyarakat suatu negara, maka besar tingkat pengeluaran rumah tangga semakin kecil. Semakin rendah kesejahteraan masyarakat suatu negara, maka tingkat pengeluaran semakin besar (Amaliyah, 2011).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

2017 Kesling Sesi 9 TS Perkembangan dan Prospek Kemandirian Pangan

2017 Kesling Sesi 9 TS Perkembangan dan Prospek Kemandirian Pangan

 Penyebab rawan pangan:  Tidak adanya akses secara ekonomi bagi individu/rumah tangga untuk memperoleh pangan yang cukup,  Tidak adanya akses secara fisik bagi individu/rumah tangga[r]

34 Baca lebih lajut

DISTRIBUSI SPASIAL DAN KARAKTERISTIK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT

DISTRIBUSI SPASIAL DAN KARAKTERISTIK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT

Pembangunan industri merupakan salah satu dari pembangunan ekonomi yang menjadi tolak ukur peningkatan taraf hidup masyarakat modern yang lebih bermutu. Kuncoro (2007:7) mengatakan bahwa pembangunan industri merupakan salah satu sektor ekonomi yang dianggap mampu dalam meningkatkan aktivitas ekonomi, produktivitas dan peningkatan standar hidup. Industri rumah tangga merupakan salah satu komponen dari sektor industri pengolahan yang terus mengalami perkembangan, disamping sifat usahanya yang kebanyakan masih memerlukan pembinaan yang terus menerus agar masalah yang dihadapi dapat segera diatasi. Beberapa masalah utama yang sering dihadapi antara lain adalah masalah permodalan, cara pemasaran dan keterampilan dalam mengelola usaha (BPS, 1996:xxv).
Baca lebih lanjut

177 Baca lebih lajut

Manfaat Program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan

Manfaat Program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan

Kecukupan ketersediaan dapat dilihat dari pangsa pengeluaran pangan rumah tangga. Besarnya pengeluaran pangan berbanding terbalik dengan besarnya pendapatan rumah tangga. Semakin tinggi pangsa pengeluaran maka mencerminkan tingkat pendapatan yang rendah dan semakin rendah pangsa pengeluaran maka mencerminkan tingkat pendapatan yang tinggi. Tingkat pendapatan merupakan hal yang penting dalam mendukung rumah tangga untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan. Oleh karena itu, tingkat pendapatan akan mencerminkan persediaan pangan. Pendapatan yang rendah akan mencerminkan adanya persediaan pangan yang kurang cukup atau daya beli yang rendah, begitu pula sebaliknya (Purwaningsih, 2008). Ketersediaan pangan merupakan dimensi waktu dari ketahanan pangan yang terbagi dalam kerawanan pangan kronis dan kerawanan pangan transitori. Kerawanan pangan kronis adalah ketidakcukupan pangan secara menetap akibat ketidakmampuan rumah tangga untuk memperolah pangan yang dibutuhkan melalui pembelian maupun melalui produksi sendiri.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Prodis Alkes dan Perbekkes

Prodis Alkes dan Perbekkes

Sertifikat Produksi Alat Kesehatan Kelas A, yaitu sertifikat yang diberikan kepada pabrik yang telah menerapkan Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik secara keseluruhan sehingga diizinkan untuk memproduksi alat kesehatan kelas I, kelas IIa, kelas IIb dan kelas III;

17 Baca lebih lajut

PENANAMAN KARAKTER KERJA KERAS DAN MANDIRI PADA  KARYAWAN INDUSTRI RUMAH TANGGA  Penanaman Karakter Kerja Keras Dan Mandiri Pada Karyawan Industri Rumah Tangga(Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga Produksi Kacang Mete di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jati

PENANAMAN KARAKTER KERJA KERAS DAN MANDIRI PADA KARYAWAN INDUSTRI RUMAH TANGGA Penanaman Karakter Kerja Keras Dan Mandiri Pada Karyawan Industri Rumah Tangga(Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga Produksi Kacang Mete di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jati

3. Solusi untuk Kendala Penanaman Karakter Kerja Keras dan Mandiri pada Karyawan Industri Rumah Tangga Produksi Kacang Mete di Desa Tanjungsari Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri .......................................... 78

20 Baca lebih lajut

P UN EKONOMI 2015 PAKET 3

P UN EKONOMI 2015 PAKET 3

bahan baku tahu tempe. Perusahaan tahu tempe milik H Subur sudah sebulan ini berhenti berproduksi, sebab tidak sanggup menanggung biaya produksi yang tinggi dampak dari tingginya harga bahan baku. Masalah yang dihadapi perusahaan H Subur tersebut berhubungan dengan unsur manajemen ............

20 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

1. Pangan adalah segala sesuatau yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai pangan bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam prses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan atau minuman.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...