Top PDF Gambaran Pengetahuan WUS (Wanita Usia Subur) Dalam Mencegah Bacterial Vaginosis (BV) (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Dampit Kabupaten Malang)

Gambaran Pengetahuan WUS (Wanita Usia Subur) Dalam Mencegah Bacterial Vaginosis (BV) (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Dampit Kabupaten Malang)

Gambaran Pengetahuan WUS (Wanita Usia Subur) Dalam Mencegah Bacterial Vaginosis (BV) (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Dampit Kabupaten Malang)

Latar Belakang : Bacterial vaginosis (BV) merupakan kondisi ketidak seimbangan dari ekosistem vagina, yaitu menurunnya jumlah Lactobacillus yang diikuti dengan peningkatan jumlah Gardnerella vaginalis dan kuman anaerob lainnya yang dapat memberikan komplikasi yang serius pada wanita usia subur terhadap peningkatan risiko terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) maupun infeksi penyakit kelamin lainnya. Pengetahuan yang kurang tentang Bacterial vaginosis (BV) dan pencegahannya dapat menyebabkan tingginya angka kejadian Bacterial vaginosis (BV). Untuk itu diperlukan paparan informasi yang baik agar pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang Bacterial vaginosis (BV) dapat memperbaiki pola hidup dan pengetahuan menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur (WUS) di Wilayah kerja Puskesmas Dampit kabupaten Malang.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Gambaran Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Wilayah Kerja UPT Kesmas Payangan.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Wilayah Kerja UPT Kesmas Payangan.

berdasarkan karakteristik usia dari hasil penelitian ini diperoleh keterangan bahwa proporsi terbesar WUS yang memiliki pengetahuan kurang adalah pada kelompok usia 26-35 tahun. Hal ini sangat berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Artiningsih di Desa Blooto Kecamatan Prajurit Kulon Mojokerto dimana ibu yang memiliki pengetahuan baik justru terjadi pada usia <40 tahun. Keadaan ini jelas memperlihatkan bahwa masih kurangnya kesadaran wanita di wilayah kerja UPT Kesmas Payangan dalam mencegah terjadinya kanker serviks sedini mungkin serta masih kurangnya informasi yang diterima oleh wanita usia 26-35 tahun, karena biasanya pada usia-usia tersebut banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja maupun mengurus rumah tangga, sehingga sedikit waktu yang dapat diluangkan untuk mendapatkan informasi. Berdasarkan distribusi tingkat pengetahuan wanita usia subur berdasarkan tingkat pendidikan, diperoleh keterangan bahwa responden yang memiliki pengetahuan kurang paling banyak pada responden yang memiliki tingkat pendidikan rendah (64,3%). Dari hasil penelitian, terdapat kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pengetahuan. Hal ini disebabkan oleh karena pendidikan mempengaruhi proses belajar seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin mudah orang tersebut menerima informasi. Semakin mudah orang tersebut menerima informasi, semakin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Pendidikan memiliki efek positif terhadap kesadaran kesehatan dan secara langsung berimbas pada perilaku kesehatan. Berdasarkan distribusi jenis pekerjaan, didapatkan hasil bahwa responden yang memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 54,2% berada pada kelompok WUS yang bekerja.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Gambaran Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Wilayah Kerja UPT Kesmas Payangan.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Wilayah Kerja UPT Kesmas Payangan.

berdasarkan karakteristik usia dari hasil penelitian ini diperoleh keterangan bahwa proporsi terbesar WUS yang memiliki pengetahuan kurang adalah pada kelompok usia 26-35 tahun. Hal ini sangat berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Artiningsih di Desa Blooto Kecamatan Prajurit Kulon Mojokerto dimana ibu yang memiliki pengetahuan baik justru terjadi pada usia <40 tahun. Keadaan ini jelas memperlihatkan bahwa masih kurangnya kesadaran wanita di wilayah kerja UPT Kesmas Payangan dalam mencegah terjadinya kanker serviks sedini mungkin serta masih kurangnya informasi yang diterima oleh wanita usia 26-35 tahun, karena biasanya pada usia-usia tersebut banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja maupun mengurus rumah tangga, sehingga sedikit waktu yang dapat diluangkan untuk mendapatkan informasi. Berdasarkan distribusi tingkat pengetahuan wanita usia subur berdasarkan tingkat pendidikan, diperoleh keterangan bahwa responden yang memiliki pengetahuan kurang paling banyak pada responden yang memiliki tingkat pendidikan rendah (64,3%). Dari hasil penelitian, terdapat kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pengetahuan. Hal ini disebabkan oleh karena pendidikan mempengaruhi proses belajar seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin mudah orang tersebut menerima informasi. Semakin mudah orang tersebut menerima informasi, semakin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Pendidikan memiliki efek positif terhadap kesadaran kesehatan dan secara langsung berimbas pada perilaku kesehatan. Berdasarkan distribusi jenis pekerjaan, didapatkan hasil bahwa responden yang memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 54,2% berada pada kelompok WUS yang bekerja.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI DUSUN NGANTI SLEMAN TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Gambaran Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di D

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI DUSUN NGANTI SLEMAN TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Gambaran Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di D

Lingkungan pekerjaan sangat berpengaruh terhadap pola hidup dan wawasan yang diperoleh. WUS yang bekerja sebagai wiraswasta/ swasta memiliki pengetahuan tinggi dikarenakan lingkungan sosialnya yang mendukung untuk berinteraksi dengan orang lain lebih banyak sebagai upaya untuk bertukar informasi mengenai upaya deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Sedangkan Ibu Rumah Tangga karena kesibukan mengurus rumah terkadang untuk mendapatkan informasi tentang deteksi dini kanker payudara secara luas terbatas. Sehingga akan sedikit waktu untuk memperoleh informasi (Notoatmodjo, 2010).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN CERAMAH MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS (WANITA  Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Ceramah Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Wus (Wanita Usia Subur) Da

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN CERAMAH MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS (WANITA Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Ceramah Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Wus (Wanita Usia Subur) Da

Data dari BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) menunjukkan bahwa jumlah peserta KB baru menurut metode kontrasepsi sampai bulan Februari tahun 2015 yaitu IUD 36.601 (6,87%), MOW 7.867 (1,48%), MOP 547 (0,10%), implant 51.843 (9,73%), kondom 27.997 (5,25%), suntik 278.333 (52,21%), dan pil 129.880 (24,36%) (BKKBN, 2015). Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa pola penggunaan kontrasepsi di Indonesia masih didominasi oleh kontrasepsi hormonal dan bersifat jangka pendek.Tingkat pengetahuan menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dan menjadi dasar bagi wanita untuk memilih kontrasepsi yang tepat.Pengetahuan yang cukup tentang alat kontrasepsi IUD yang meliputi pengertian, keuntungan, efek samping, waktu yang tepat untuk pemasangan dan mitos seputar KB diharapkan dapat meningkatkan penggunaan IUD.Calon akseptor maupun akseptor KB harus mengetahui efek samping maupun tanda bahaya dari metode kontrasepsi yang dipakainya, terutama akseptor KB IUD.Hal ini diperlukan agar akseptor KB mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan penatalaksanaan efek samping dari KB dan terhindar dari gejala-gejala kecemasan dan salah penyesuaian diri.Pengetahuan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kelestarian KB (Hartanto, 2004).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS (WANITA USIA SUBUR) DALAM  Pengaruh Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan WUS (Wanita Usia Subur) Dalam Pemilihan Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) Di Desa Tegalrejo Kecamatan Sawit

PENGARUH MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS (WANITA USIA SUBUR) DALAM Pengaruh Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan WUS (Wanita Usia Subur) Dalam Pemilihan Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) Di Desa Tegalrejo Kecamatan Sawit

Pengguna kontrasepsi IUD masih rendah dibandingkan kontrasepsi lain yang termasuk dalam non MKJP. Rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah rendahnya tingkat pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji leaflet sebagai media promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) pada Wanita Usia Subur Di Desa Tegalrejo Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali. Desain penelitian menggunakan penelitian eksperimental dengan rancangan percobaan Quasi Experimental Design dengan pendekatan Pretest-Posttest with Control Group. Populasi dalam penelitian adalah Wanita Usia Subur berusia 20-49 berjumlah 495 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel penelitian 35 sampel untuk kelompok perlakuan dan 35 sampel untuk kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan WUS tentang kontrasepsi IUD sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan pada kelompok kontrol (p=0,058>0,05). 2) Ada perbedaan signifikan tingkat pengetahuan WUS tentang kontrasepsi IUD sesudah diberikan pendidikan pada kelompok perlakuan (p=0,000<0,05).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengetahuan Remaja Dalam Mencegah Kehamilan Di Desa Pantai, Sumatera Utara

Pengetahuan Remaja Dalam Mencegah Kehamilan Di Desa Pantai, Sumatera Utara

Untuk mencegah terjadinya kehamilan, remaja Desa Pantai menganggap dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan kembali sperma yang telah dikeluarkan oleh laki-laki. Pengetahuan ini muncul karena adanya anggapan di kalangan para remaja tersebut bahwa rahim wanita berbentuk menyerupai mangkuk. Untuk mencegah kehamilan, maka sperma tadi harus dikeluarkan setelah mengadakan senggama (pangka). Sperma yang telah masuk ke kemaluan wanita dapat dikeluarkan dengan cara setelah melakukan senggama, si wanita disuruh jongkok, kemudian perutnya di kusuk-kusuk.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN BAKTERIAL VAGINOSIS PADA WANITA PEKERJA SEKS DI EKS LOKALISASI X TAHUN 2016 THE INFLUENCE OF INDIVIDUAL FACTORS AND BEHAVIOR WITH THE INCIDENCE OF BACTERIAL VAGINOSIS IN COMMERCIAL SEX WORKERS AT EX

PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN BAKTERIAL VAGINOSIS PADA WANITA PEKERJA SEKS DI EKS LOKALISASI X TAHUN 2016 THE INFLUENCE OF INDIVIDUAL FACTORS AND BEHAVIOR WITH THE INCIDENCE OF BACTERIAL VAGINOSIS IN COMMERCIAL SEX WORKERS AT EX

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Irwansyah yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi vaginitis diantaranya adalah pengetahuan tentang infeksi vagina atau vaginitis (13). Selain itu, penelitian Ernawati, Seweng, dan Ishak menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian BV. Responden yang berpengetahuan rendah memiliki peluang 3,6 kali menderita BV dibandingkan dengan yang berpengetahuan tinggi (5). Penelitian lain dari Kusnan menunjukkan bahwa pengetahuan mempunyai hubungan terhadap kejadian IMS dengan p-value = 0,000. Hal ini karena responden dapat memahami tentang IMS, tentu responden akan berupaya menjaga penularan penyakit dengan membujuk pasangan seksual mereka untuk menggunakan kondom dan memeriksakan diri jika ditemukan gejala IMS. Hal tersebut sesuai dengan penelitian di Denpasar, bahwa dengan mengintervensi pengetahuan yang insentifakan dapat menurunkan angka IMS (14).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MASYARAKAT DALAM MENCEGAH LEPTOSPIROSIS  Hubungan antara Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat dalam Mencegah Leptospirosis di Desa Pabelan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MASYARAKAT DALAM MENCEGAH LEPTOSPIROSIS Hubungan antara Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat dalam Mencegah Leptospirosis di Desa Pabelan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.

pengetahuan............................................................................. 45 Tabel 4.5 Persentase jawaban masyarakat pada kuesioner sikap yang mendukung mempunyai sikap mendukung dalam mencegah leptospirosis ............................................................................ 46 Tabel 4.6 Hubungan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat

13 Baca lebih lajut

Peningkatan Pengetahuan Karyawati Yogya Mall Tentang Anemia Pada Wanita Usia Subur (WUS)

Peningkatan Pengetahuan Karyawati Yogya Mall Tentang Anemia Pada Wanita Usia Subur (WUS)

disebutkan pekerja wanita selalu melewatkan sarapan pagi (Al Hazmi SZA dan Muhani N, 2018). Selain itu pada penelitian Nugroho FAN dkk menyatakan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein nabati dengan kejadian anemia pada wanita usia subur vegan. WUS dengan asupan protein nabati yangcukup memiliki kejadian anemia yang rendah jika dibandingkan dengan WUS yang asupan protein nabatinya kurang (Nugroho FAN dkk, 2015).

8 Baca lebih lajut

Pengetahuan WUS Tentang Kehamilan Di Atas Umur 35 Tahun Tahun 2009.

Pengetahuan WUS Tentang Kehamilan Di Atas Umur 35 Tahun Tahun 2009.

Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berupa sejumlah pertanyaan dan pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden mengenai laporan tentang pribadi atau hal-hal yang diketahui. Alat ukur terdiri dari 3 bagian yaitu: bagian pertama berisi tentang karakteristik responden yang meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan sumber informasi. Bagian kedua berupa model pertanyaan menggunakan pilihan ganda yaitu meliputi tentang pegertian ,penyebab dan gejala. Bagian ketiga berisi tentang pernyataan yang meliputi tentang pengertian, penyebab, gejala. Jadi, total pertanyaan adalah 34. Skala pengukuran pengetahuan adalah jika jawaban yang benar diberi nilai atau skor 1 dan bila jawaban salah diberi nilai 0.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MASYARAKAT DALAM MENCEGAH LEPTOSPIROSIS  Hubungan antara Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat dalam Mencegah Leptospirosis di Desa Pabelan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MASYARAKAT DALAM MENCEGAH LEPTOSPIROSIS Hubungan antara Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat dalam Mencegah Leptospirosis di Desa Pabelan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan mempunyai dampak signifikan terhadap kesehatan di banyak belahan dunia beriklim sub tropis dan tropis. Reservoir atau penyebar utama leptospira adalah tikus. Air kencing tikus yang terinfeksi leptospira terbawa banjir dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang terluka dan selaput mukosa. Semua kasus leptospirosis ringan (anikterik) dapat sembuh sempurna, berbeda dengan leptospirosis berat (ikterik) yang mempunyai angka Case Fatality Rate tinggi, antara 5%-40%. Upaya pencegahan merupakan salah satu cara untuk menekan angka kejadian leptospirosis, diantaranya ialah dengan menumbuhkan sikap dan pengetahuan yang baik tentang leptospirosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat dalam mencegah leptospirosis di Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling pada pertemuan RT dan PKK dengan jumlah 212 responden yang berusia 18-45 tahun. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank (Rho). Mayoritas responden adalah perempuan (62,3%), dalam rentang usia 39-45 (43,9%) dan riwayat pendidikan lulus SD sebanyak 74 orang (34,9%). Pengetahuan responden tergolong kurang (53,3%), namun 80,7% dari responden mempunyai sikap yang baik. Hasil analisa didapatkan p value 0,901 (p >0,05) sehingga Ha ditolak dan Ho diterima. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat dalam mencegah leptospirosis di Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Nilai koefisien korelasi adalah -0,009 yang menunjukan arah korelasi negatif.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan Bidan tentang SDIDT

Gambaran Pengetahuan Bidan tentang SDIDT

dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita termasuh menindak lanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya. Melakukan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita artinya melakukan tindakan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas otak anak untuk memperbaiki penyimpangan tumbuh kembang pada seorang anaak agar tumbuh kembangnya kembali normal atau penyimpangannya tidak semakin berat. Apabila balita perlu dirujuk, maka rujukan harus dilakukan sedini mungkin sesuai indikasi. Berdasarkan hasil survei pengetahuan bidan yang peneliti lakukan dari 20 bidan di daerah Depok, hanya 5 orang yang pernah mendapatkan informasi tentang SDIDTK dan hanya 6 orang yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai SDIDTK.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Gambaran pengetahuan tentang gizi dan pe

Gambaran pengetahuan tentang gizi dan pe

Jika dilihat dari jumlah sampel, maka penelitian saat ini merupakan penelitian dengan jumlah sampel terbanyak (n=189) bila dibandingkan dengan penelitian-penelitian serupa. Syarat untuk penelitian survey deskriptif adalah harus representatif dan dapat digeneralisasi ke keseluruhan populasi dengan rentang kesalahan tertentu, dalam hal ini digunakan rumus Slovin dengan interval kepercayaan 95% (Riduwan, 2005). Terlepas dari perbedaan antara kuesioner yang dipakai pada semua penelitian di atas, Andini (2010) mendapatkan hasil tertinggi pada mahasiswa Ilmu Gizi, yang memang bersesuaian dengan jurusan yang dipelajari oleh responden. Penelitian pada mahasiswa IKM di Universitas Negeri Manado (Unima) menemukan bahwa 70,89% memiliki pengetahuan baik, di atas mahasiswa ilmu keolahragaan di Bandung (Iqbal, 2013), apalagi siswa SMU di Semarang (Rahmawati, 2012). Dapat dilihat bahwa jenis program studi yang ditekuni akan menentukan skor pengetahuan tentang gizi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIA

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIA

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN BINGUNG PUTING AKIBAT PEMAKAIAN BOTOL DOT DI KELURAHAN SEMPAJA SELATAN RT.05 DAN RT.06 PROPOSAL KTI Disusun Oleh: NINIK SUDARRIYANTI NIM : 1[r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG JATUH DENGAN MOTIVASI MENCEGAH JATUH PADA LANJUT  Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Jatuh Dengan Motivasi Mencegah Jatuh Pada Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas Baki, Kabupaten Sukoharjo.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG JATUH DENGAN MOTIVASI MENCEGAH JATUH PADA LANJUT Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Jatuh Dengan Motivasi Mencegah Jatuh Pada Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden berumur 60-69 tahun (68,7%), tidak sekolah (61,6%), dan belum pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang jatuh dan pencegahan jatuh (75,8%). Sehingga pengetahuan lanjut usia tentang jatuh di wilayah puskesmas Baki mayoritas cukup, yaitu sebanyak 40 lanjut usia (40,4%). Selain itu hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah lanjut usia dengan pengetahuan kurang (35,4%) lebih banyak dari lanjut usia dengan pengetahuan baik (24,2%).

15 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER

Proposal Penelitian DIAJUKAN SEBAGAI SYARAT UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN Disusun Oleh NILUH KASIYANI Nim: 09069... LEMBAR KONSUL KTI Nama : Niluh Kasiyani Judul : Gambaran Pengetahua[r]

3 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG.[r]

1 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSON

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSON

Pengetahuan remaja pada saat menstruasi sangat penting untuk remaja, Karena pada saat usia remaja ada perkembangan yang sangat dinamis, baik psikologis maupun biologis. Menstruasi merupakan permasalahan bagi remaja pada setiap bulannya. Saat menstruasi sangat dibutuhkan pengetahuan dan perilaku personal hygine yang baik.

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PERILAKU WUS MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN I BANTUL NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Kanker Serviks dengan Perilaku WUS Melakukan Pemerikasaan IV A di P

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PERILAKU WUS MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN I BANTUL NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Kanker Serviks dengan Perilaku WUS Melakukan Pemerikasaan IV A di P

Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks pada sebagian besar responden di Puskesmas Banguntapan I Bantul adalah cukup sebanyak 23 orang (69,6%). Penelitian sebelumnya yang sejalan dengan hasil penelitian ini adalah penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mirayashi D (2014), dimana pada hasil analisis univariat tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dari 88 responden penelitian didapatkan hasil yaitu sebagian besar tingkat pengetahuan responden adalah tingkat pengetahuan sedang yaitu sebesar 47 (53,4%) responden dan paling sedikit adalah tingkat pengetahuan kurang yaitu sebesar 19 (21,6%) responden.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects