Top PDF GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA. - 123dok.com

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN   Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Tabel tersebut menunjukkan intensitas jenis gaya kata yang digunakan oleh Ahmad Tohari untuk menyajikan cerita dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk . Kata konotatif adalah gaya kata yang paling dominan yang digunakan oleh Tohari, sedangkan kata serapan bahasa asing merupakan gaya kata yang tidak dominan muncul dalam novel RDP . Banyaknya gaya kata konotatif yang digunakan menunjukkan adanya kemampuan intelektual Ahmad Tohari dan adanya maksud tertentu untuk tidak hanya membangkitkan imajinasi pembaca, akan tetapi Ahmad Tohari juga mengajak pembaca untuk berpikir dan memahami tentang makna dari suatu hal. Berikut ini analisis gaya kata yang terdapat dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Dini Restiyanti Pratiwi. “Gaya Kata dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA.” Tesis. Magister Pengkajian Bahasa. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2012.

13 Baca lebih lajut

MAJAS  NOVEL TRILOGI  RONGGENG  DUKUH  PARUK  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Puji syukur yang dalam penulis panjatkan atas kebesaran Allah swt yang telah menganugerahkan berbagai karunia. Salah satu karunia yang penulis rasakan adalah diberikan kenikmatan untuk menyelesaikan tesis dengan judul ”Majas dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA”.

14 Baca lebih lajut

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam (BSNP, 2006:261) meliputi; (a) berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis, (b) menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara, (c) memahami bahasa Indonesia dan memanfaatkannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan, (d) menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial, (e) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan (f) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

DAFTAR PUSTAKA Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Fathurohman, Irfai. 2011. “Aspek Citraan dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika dan Implementasi dalam Pembelajaran Sastra di SMK Tamansiswa Banjarnegara”. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

PENDAHULUAN Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Karya sastra terjelma dari sebuah proses kreasi imajinasi seorang sastrawan, melalui lahirnya refleksi berbagai pelangi kehidupan dalam lingkungan sosialnya yang penuh warna. Pelangi kehidupan itu beraneka ragam baik yang mengandung aspek sosial budaya, politik, ekonomi, kemanusiaan, keagamaan, moral, kepribadian jender maupun kemasyarakatan. Keprofesionalan dan daya kreativitasnya serta lika-liku pelangi kehidupan yang mewarnai dunia sastrawan kemudian dipahami, direnungkan, dianalisis, diwarnai, diramu dan diolah serta dilahirkan menjadi sebuah karya sastra yang mengandung pesona keindahan dipaparkan dengan mutiara-mutiara bahasa yang indah, unik, menarik dan menyenangkan untuk dinikmati. Pemaparan sastrawan dalam sebuah karya sastranya kemudian diterjemahkan dan ditafsirkan oleh pembaca, berkaitan dengan potensi- potensi bahasa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

PENDAHULUAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Salah satu ciri khusus yang tampak dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, yaitu penggunaan gaya kata yang khas bernuansa pedesaan. Hal ini, selain dipengaruhi oleh latar cerita dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari juga dipengaruhi oleh latar kehidupan Ahmad Tohari yang akrab dengan dunia pedesaan. Profesi Ahmad Tohari sebagai wartawan turut mewarnai pemakaian bahasa dan gaya kata yang bervariatif. Menurut Al-Ma’ruf (2009:53) dalam karya sastra terdapat banyak gaya kata antara lain kata konotatif, kata konkret, kata serapan bahasa asing, kata sapaan khas dan nama diri, kata seru khas Jawa, kata vulgar, kata dengan objek realitas alam, dan kosakata bahasa Jawa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Perkembangan (kapitalisasi) sosial mengantarkan seni hiburan rakyat ini ‘dipaksakan hidup’ dengan imbalan. Upah pertunjukan dan tradisi saweran dalam pentas ronggeng telah menggeser makna dirinya yang bersifat ‘sakral’ menjadi ‘profan’. Masyarakat yang semula menggunakan ronggeng untuk upacara tasyakuran dan menambah kerukunan antarwarga mulai kehilangan keseimbangan kosmosnya. Ronggeng seolah menjadi lahan baru tempat sejumlah orang bisa mengais rezeki. Tak heran kalau banyak perempuan muda di desa mulai melirik belajar menari dan menyanyi untuk segera pentas ronggeng. Bahkan ketika grup-grup ronggeng mulai berdesakan dan kondisi ekonomi di pedesaan terasa kandas, banyak grup ronggeng yang melakukan migrasi ke kota untuk menjajakan kebolehannya dengan berkeliling.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Srintil adalah gadis Dukuh Paruk. Dukuh Paruk adalah sebuah desa kecil yang terpencil dan miskin. Segenap warganya memiliki suatu kebanggaan tersendiri karena mewarisi kesenian ronggeng yang senantiasa menggairahkan hidupnya. Tradisi itu nyaris musnah setelah terjadi musibah keracunan tempe bongkrek yang mematikan belasan warga Dukuh Paruk sehingga lenyaplah gairah dan semangat kehidupan masyarakat setempat. Untunglah mereka menemukan kembali semangat kehidupan setelah gadis cilik pada umur belasan tahun secara alamiah memperlihatkan bakatnya sebagai calon ronggeng ketika bermain-main di tegalan bersama kawan-kawan sebayanya (Rasus, Warta, Darsun). Permainan menari itu terlihat oleh kakek Srintil, Sakarya, mereka sadar bahwa cucunya sungguh berbakat menjadi seorang ronggeng. Berbekal keyakinan itulah, Sakarya menyerahkan Srintil kepada dukun ronggeng Kartareja. Harapan Sakarya kelak Srintil menjadi seorang ronggeng yang diakui oleh masyarakat.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan simbolik. Karena terdapat kata yang diulang-ulang yang mempunyai persamaan huruf dalam taraf bunyi yaitu Cuma-Cuma pada kalimat Siapa saja boleh naik panggung rakyat buat berjoget atau mencium Srintil sepuas hati. Cuma-cuma. Yang berarti Srintil diperlakukan sesuka hati dan menjadi teman ataupun tontonan orang banyak terutama para laki-laki dengan cuma-cuma yang berarti tidak ada imbalannya. Leksia di atas menunjukkan diskriminasi dalam bentuk pelecehan terhadap perempuan dimana para lelaki yang suka menggoda dan berbuat seenaknya sendiri sesuka hati kapada Srintil sebagai perempuan, sebagai sebuah kesenangan bagi mereka.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Secara interteks novel RDP menjadi hipogram dari novel Sintren. Novel RDP dan Sintren sarat dengan muatan masalah-masalah gender. Aspek gender dalam novel RDP karya Ahmad Tohari yaitu, Diskriminasi yang terdapat dalam masyarakat, pelecehan seksual, pemaksaan, cara berpikir dan penyifatan. Selain itu juga ditemukan aspek gender dari segi kecantikan dan kekuasaan. Aspek gender dalam Sintren karya Dianing Widya Yudhistira yaitu, dari masyarakat berupa pengucilan, pelecehan seksual, pemaksaan, penyifatan, cara berpikir, selain itu juga terjadi dalam dunia pendidikan, kecantikan dan kekuasaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

Puji syukur alhamdulilah kehadirat Allah Swt atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga skripsi yang berjudul ‘Kajian Perubahan Unsur Intrinsik Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ke dalam Skenario Film Sang Penari karya Salman Aristo’ dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang sosial budaya Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk, (2) mendeskripsikan analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, (3) mendeskripsikan analisis konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, dan (4) mendeskripsikan implementasi konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sebagai bahan ajar sastra di SMA. Jenis penelitian ini ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian studi kasus terpancang. Objek penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan tinjauan psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif dalam bentuk kalimat dan wacana yang menyangkut konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah biografi Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Hand Out perkuliahan metodologi penelitian sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode pembacaan model semiotik yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil analisis latar sosial budaya pengarang Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah seorang penulis dan mantan jurnalis berasal dari Banyumas. Ahmad Tohari telah menghasilkan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, yang terdiri dari Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh tema novel adalah kehidupan ronggeng Dukuh Paruk yang terkoyak. Tokoh-tokoh dalam novel yaitu, Srintil, Rasus, Nenek Rasus, Sakarya, Nyai Sakarya, Sakum, Ki Kertareja, Nyai Kertareja, Tampi, Bajus. Tokoh utama dalam novel adalah Srintil. Alur yang digunakan dalam Ronggeng Dukuh Paruk adalah alur maju. Latar waktu dalam novel berlangsung pada tahun 1960-1966, sedangkan latar tempatnya berada di Dukuh Paruk, Dawuhan, Alas Wangkal. Latar sosialnya bahwa masyarakat Dukuh Paruk melarat secara turun-temurun dan kebanyakan masyarakatnya mengidap penyakit kulit. Berdasarkan tinjauan psikologi sastra, konflik batin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk mencakup (1) konflik mendekat-mendekat (approach- approach conflict), (2) konflik menghindar-menghindar (advoidance-advoidance conflict), (3) konflik mendekat-menghindar (approarch-advoidance conflict). Konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

lap penel warna lokal novel ronggeng 2009

lap penel warna lokal novel ronggeng 2009

Makin lama tinggal di luar tanah airku yang kecil, aku makin mampu menilai kehidupan di pedukuhan itu secara kritis. Kemelaratan di sana terpelihara secara lestari karena kebodohan dan kemalasan penghuninya. Mereka puas hanya menjadi buruh tani. Atau berladang singkong kecil-kecilan. Bila ada sedikit panen, minuman keras memasuki setiap pintu rumah. Suara calung dan tembang ronggeng menimabobokan Dukuh Paruk. Maka benar kata Sakarya, bagi orang Dukuh Paruk kehidupan tanpa calung dan ronggeng terasa hambar. Calung dan ronggeng pula yang memberi kesempatan mereka bertayub dan minum ciu sepuas-puasnya (hlm. 86)
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Inovatif Dalam Analisis Makna Karya Sastra Melalui Kajian Stilistika: Studi Kasus Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Pengembangan Model Inovatif Dalam Analisis Makna Karya Sastra Melalui Kajian Stilistika: Studi Kasus Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Keempat , Dimensi Moral: Moralitas yang Terpinggirkan oleh Budaya. Melalui citraan intelektual dalam RDP Tohari menggelitik pembaca untuk berpikir bahwa sebenarnya ronggeng sebagai kesenian tidak menjadi masalah asalkan dikembangkan di atas bangunan seni yang berlandaskan moral selaras dengan ajaran Tuhan.

8 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Inovatif Dalam Analisis Makna Karya Sastra Melalui Kajian Stilistika: Studi Kasus Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Pengembangan Model Inovatif Dalam Analisis Makna Karya Sastra Melalui Kajian Stilistika: Studi Kasus Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Mengingat gaya bahasa adalah 'tanda' yang bermakna, yang menyiratkan ideologi pengarang, maka selayaknya penelitian stilistika RDP dikaitkan dengan pemaknaan. Artinya, selain dikaji dari segi aspek linguistiknya, stilistika RDP akan dikaji maknanya di balik ekspresi, eksplorasi, dan manipulasi kebahasaan yang khas Tohari tersebut. Dalam hal ini, untuk mengungkapkan makna stilistika RDP, akan digunakan pendekatan model Abrams (1979:3-29) yang mengaitkan RDP sebagai karya (faktor objektif) dengan latar sosiohistoris Tohari sebagai pengarang dan lingkungan sosial budaya pengarang (faktor ekspresif), serta tanggapan pembaca (faktor pragmatik/reseptif). Oleh karena itu, penelitian stilistika RDP ini diharapkan mampu mengungkapkan gagasan pengarang, kondisi sosial budaya, peristiwa dan suasana tertentu yang terekam dalam keunikan stilistikanya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Salah satu novelis besar di Indonesia adalah Ahmad Tohari. Namanya melejit lewat novel berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Dia dilahirkan di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada tanggal 13 Juni 1948. Pendidikan terakhirnya adalah di tingkat SMA. Cerpennya berjudul “Jasa-jasa buat Sanwirya” mendapat Hadiah Hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang diselenggarakan Radio Nederland Wereldomroep. Novelnya Di Kaki Bukit Cibalak (1986) mendapat salah satu hadiah Sayembara Penulisan Roman DKJ 1979. Novel Kubah (1980) dan Jantera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P&K. Novel lainnya berjudul Lintang Kemukus Dini Hari (1986), Bekisar Merah (1993), dan Lingkar Tanah Lingkar Air (1995). Selain itu, beberapa kumpulan cerpen juga telah dihasilkannya, yakni Senyum Karyamin (1989) dan Nyanyian Malam (2000). Pada tahun 1995, dia menerima Hadiah Sastra ASEAN.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

MEMBANGUN NILAI NILAI MULTIKULTURALISME MULTIKULTURALISME

MEMBANGUN NILAI NILAI MULTIKULTURALISME MULTIKULTURALISME

Kajian ini menggali secara mendalam tentang sinergi kebijakan pengembangan literasi sastra di sekolah dan masyarakat dengan gerakan sosial. Di Indonesia pemerintah menyadari bahwa literasi sastra merupakan hal yang penting. Setidaknya hal ini tercermin dalam empat Nawacita yang dicanangkan pemerintah dan diikuti beberapa kebijakan seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Walaupun sudah ada kebijakan pemerintah, namun budaya menulis dan membaca belum membumi di Indonesia. Artinya kebijakan tersebut belum memiliki dampak positif yang masif di tengah-tengah masyarakat. Merujuk pada pemikiran Teori Kritis Mazhab Frankfurt yang dicetuskan Max Horkheimer, Theodor W Adorno, dan Habermas maka kebijakan pemerintah tentang literasi sastra itu perlu bersinergi dengan gerakan sosial yang dibangun masyarakat. Bila dijalankan dengan cara kerja teori kritis, maka kebijakan pemerintah tentang literasi sastra akan berdampak positf. Hal ini karena teori kritistidak hanya untuk memahami pengalaman kehidupan orang-orang dalam konteks sosialnya atau untuk menemukan ketidakbenaran dalam suatu konstruksi sosial kemasyarakatan, akan tetapi teori kritis mewajibkan adanya upaya sadar untuk menyatukan teori dan tindakan. Artinya dalam teori kritis ada upaya yang harus dilakukan dengan sadar untuk melakukan gerakan berdasarkan teori-teori yang sudah ada. Secara sederhana setidaknya hal tersebut dapat dilihat pada contoh kasus yang menjadi pembahasan dalam kajian ini yaitu Forum Lingkar Pena (FLP) yang menjadi gerakan sosial masif sejak tahun 1997 hingga sekarang. FLP menjadi gerakan sosial yang berhasil mewarnai ranah kesusastraan Indonesia dengan segala ideologi pendukungnya. Kajian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penulis menggali secara mendalam persoalan-persoalan literasi sastra melalui interprestasi data kepustakaan, observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber. Melalui hasil kajian ini, secara sederhana dapat dilihat bahwa gerakan pembudayaan membaca dan menulis sudah berhasil dilakukan oleh FLP selama lebih dari 21 tahun keberadaannya di Indonesia. Apa yang dilakukan FLP akan lebih berdampak positif terhadap masyarakat jika disinergikan dengan kebijakan pemerintah terhadap gerakan literasi di sekolah dan masyarakat. Artinya melalui kajian ini dapat dilihat bahwa kebijakan pemerintah akan efektif jika bersinergi dengan gerakan sosial masyarakat.
Baca lebih lanjut

487 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Dalam novel karyanya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, kesenian ronggeng yang ditampilkan Ahmad Tohari mengisahkan dunia ronggeng dengan beragam persoalan yang ada. Dalam tradisi masyarakat Dukuh Paruk, ronggeng tidak hanya berpentas sebagai penari, tetapi bertugas pula melayani laki-laki yang berkeinginan kepadanya. Dalam masyarakatnya, ronggeng dikonstruksi oleh sistem religi yang ada untuk menampilkan perilaku atau peran yang menyokong kepentingan sepihak. Hal itu ditunjukkan dengan suatu realita bahwa ronggeng dicipta untuk memikat laki-laki sehingga perempuan ronggeng tidak dibenarkan terpikat kepada laki-laki tertentu atau berumah tangga dengan laki-laki tertentu. Hal itu merupakan suatu konvensi yang tidak bisa ditawar-tawar yang berlaku di Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Kajian parodi dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk buku ke II (Lintang Kemukus Dini Hari) karya Ahmad Tohari : suatu tinjauan stilistika pragmatik - USD Repository

Kajian parodi dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk buku ke II (Lintang Kemukus Dini Hari) karya Ahmad Tohari : suatu tinjauan stilistika pragmatik - USD Repository

Lintang Kemukus Dini Hari merupakan novel bagian ke dua dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Pada buku ke dua ini menceritakan tentang Rasus yang diam-diam meninggalkan Srintil untuk kembali bertugas sebagai seorang tentara. Srintil merasakan kehilangan yang amat mendalam. Kepergian Rasus, menjadi tekanan batin bagi Srintil. Srintil merasa sebagian dari hidupnya menghilang, dia menjadi pemurung tidak seperti layaknya Ronggeng, bahkan dia juga sudah dua kali menolak untuk naik pentas. Melihat situasi yang tidak menguntungkan ini Nyai Kartareja berusaha untuk memutus tali asmara Srintil dengan Rasus secara gaib, Ia menanam telur wukan yang sudah diberi mantra di salah satu sudut kamar Sritntil. Tetapi tanpa diduga suatu malam Srintil malas keluar untuk kencing, akhirnya ia kencing di sudut kamar yang di tanami telur wukan tersebut, jadi mantra Nyai Kartareja tadi musnah.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...