Top PDF Hegemoni Kekuasaan Dalam Perspektif Sist

Hegemoni Kekuasaan Dalam Perspektif Sist

Hegemoni Kekuasaan Dalam Perspektif Sist

Majapahit adalah kerajaan besar di pulau Jawa berpusat di Jawa Timur, Indonesia, dan berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M dan menguasai sebagian besar wilayah nusantara. Pendiri pendiri kerajaan majapahit ialah Raden Wijaya yang di nobatkan dengan nama Kertarajasa Jaya Wardana. Berdasarkan kitab negara Kartagama di masa keemasannya, Majapahit adalah kerajaan dengan budaya keraton yang Adiluhur, anggun dan canggih. Cita rasa seni dan sastranya tinggi dengan sistem ritual keagamaannya yang rumit dua agama besar Hindu-Budha yang di anut masyarakatnya hidup berdampingan dalam harmoni tidak mengherankan jika Majapahit di gambarkan sebagai Mandala Raksasa yang membentang dari Sumatera hingga ke Papua. kejayaan kerajaan majapahit mencapai puncaknya di masa Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada pada abad ke-14. Sayang setelah Hayam Wuruk wafat kejayaan kerajaan Majapahit lambat laun meredup dan mengalami kemunduran akibat konflik kekuasaan dan perang saudara.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Utilitas Bahasa Dalam Mengkonstruksi Hegemoni Kekuasaan Pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk: Perspektif Antropologi Linguistik

Utilitas Bahasa Dalam Mengkonstruksi Hegemoni Kekuasaan Pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk: Perspektif Antropologi Linguistik

Sakum terus berbicara seakan ingin mengatakan segalanya tentang Dukuh Paruk, tentang Srintil. Tentang keris Kyai Jaran Guyang yang sudah lenyap. Keris itu, yang suatu ketika diserahkan oleh Rasus kepada Srintil, ternyata adalah pusaka para ronggeng Dukuh Paruk dari kurun ke kurun (JB, 2009: 342). “Keris” bagi masyarakat Dukuh Paruk memiliki kekuasaan yang tersembunyi. Sakum sebagai salah satu sesepuh yang masih hidup, dia mengetahui semua tentang keris Kyai Jaran Guyang yang menjadi pusaka Dukuh Paruk. Keris itu merupakan sebuah pusaka yang dipegang oleh orang yang menjadi ronggeng. Keberadaan keris Kyai Jaran Guyang sangat membantu para ronggeng untuk dijadikan pusaka agar laris dan banyak digemari oleh kebanyakan laki-laki. Citra Dukuh Paruk tetap terjaga tetapi keberadaan pusaka tersebut sudah lenyap pada waktu Srintil memutuskan untuk berhenti menjadi seorang ronggeng.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UTILITAS BAHASA DALAM MENGKONSTRUKSI HEGEMONI KEKUASAAN PADA NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK, LINTANG KEMUKUS DINI HARI DAN JANTERA BIANGLALA KARYA AHMAD TOHARI DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI LINGUISTIK

UTILITAS BAHASA DALAM MENGKONSTRUKSI HEGEMONI KEKUASAAN PADA NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK, LINTANG KEMUKUS DINI HARI DAN JANTERA BIANGLALA KARYA AHMAD TOHARI DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI LINGUISTIK

Bahasa dapat digunakan untuk mempe- ngaruhi dan mengendalikan pikiran orang. Dengan bahasa (sebagai sistim tanda) seseorang akan mampu memformulasikan keinginannya dalam bentuk kekuasaan baik yang nampak secara eksplisit maupun implisit dalam bentuk ujaran baik tertulis maupun lisan. Visualisasi bahasa dalam kekuasaan ini sangat dipengaruhi oleh cara pandang dunia penulis terhadap apa yang pernah dipikirkan, dirasa- kan, dilihat pada realitas kehidupan. Cara pandang tersebut akan berimplikasi pada proses kreativitas ketika menulis. Secara sadar ataupun tidak penulis berupaya mengung- kapkan apa yang terjadi dalam benak batinnya dalam melihat realitas masyarakat. Pada saat itulah eksplorasi gagasan termanifestasikan dalam bentuk nyata baik melalui bahasa lambang atau simbol lainnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

UTILITAS BAHASA DALAM MENGKONSTRUKSI HEGEMONI KEKUASAAN PADA NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK: PERSPEKTIF ANTROPOLOGI LINGUISTIK Sugiarti Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Tel

UTILITAS BAHASA DALAM MENGKONSTRUKSI HEGEMONI KEKUASAAN PADA NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK: PERSPEKTIF ANTROPOLOGI LINGUISTIK Sugiarti Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Tel

Menurut Foley (1997: -4) linguistik antropologi memandang bahasa melalui prisma konsep inti antropologi, budaya dan sebagainya untuk menemukan “makna” di balik penggunaannya. Dalam penggunaan bahasa, salah satu sikap yang menonjol dari bahasawan terhadap bahasa ialah relativitas bahasa. Pada relativitas bahasa ini bahasa seseorang menentukan pandangan dunianya melalui kategori gramatikal dan klasifikasi semantik yang ada dalam bahasa itu dan yang diwarisi bersama kebudayaannya. Kluckhohn dan Strodtbeck (dalam Dayakisni, 2003: 348) mendefinisikan cara pandang tentang dunia melalui konsep orientasi nilai yang berasal dari kategori eksistensial seperti hakikat manuisa, hubungan manusia kepada dunia yang dialami, perspektif waktu, orientasi aktivitas, dan hubungan antarpribadi. Pandangan dunia dalam karya sastra merupakan implementasi dari pendekatan sosio histories. Goldmann (seperti dikutip oleh Damono, 1984: 42) mengistilahkan dengan fakta estetis. Lebih lanjut dijelaskan bahwa fakta estetis terdiri dari dua tataran korespondensi penting yaitu (1) hubungan antara pandangan dunia sebagai suatu kenyataan yang dialami dan alam ciptaan pengarang, dan (2) hubungan antara alam ciptaan ini dan alat-alat kesusasteraan tertentu seperti sintaksis, gaya dan citra yang dipergunakan pengarang dalam penulisannya. Dari sini tampak bahwa karya sastra merupakan representasi dari realitas yang terjadi dalam masyarakat yang dihadirkan pengarang melalui perangkat bahasa beserta anasir yang menyertainya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

REFORMASI SISTEM PERADILAN PIDANA DALAM RANGKA PENANGGULANGAN MAFIA PERADILAN

REFORMASI SISTEM PERADILAN PIDANA DALAM RANGKA PENANGGULANGAN MAFIA PERADILAN

Derivasi persoalan konsept ual kekuasaan kehakiman selanj ut nya adalah legalit as dan ke- dudukan lembaga penyidikan dan penunt ut an yang t idak j elas. Apabila polit ik hukum kekua- saan kehakiman berorient asi pada upaya mem- perkuat independensi dan imparsialit as pera- dilan pidana, sudah pada t empat nya, dilakukan evaluasi dan koreksi secara konsept ual, bahwa keseluruhan penegak hukum dalam peradilan pidana adalah lembaga penegak hukum kekua- saan kehakiman yang bersandar konst it usi. Pe- nyidik dan penunt ut umum secara legal f ormal bukanlah bagian dari kekuasaan kehakiman ka- rena masuk dalam ranah kekuasaan eksekut if , t et api secara f ungsional bersama-sama dengan pengadilan melaksanakan kekuasaan kehakiman (r echt er l i j ke macht ). Pengert ian sist em pera- dilan pidana, secara konsept ual sering dipa- hami secara keliru karena komponen pendu- kungnya secara normat if , t erdiri dari sub sist em penyidikan, penunt ut an, pengadilan dan pelak- sana pidana. Kebij akan f ormulasi lembaga pen- dukung sist em peradilan yang bersif at parsial, yang menempat kan penyidikan dan penunt u- t an di luar kekuasaan kehakiman, akan t et api menj alankan kekuasaan bersama pengadilan, menimbulkan kelemahan koordinasi dan peng- awasan kekuasaan kehakiman. Desain kekuasa- an kehakiman pasca amandemen ke-3 UUD 1945, masih bersif at parsial dan belum int egral dalam keseluruhan kekuasaan peradilan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Dr Marzuki, MAg  Arti Sebuah Kekuasaan Perspektif Islam

Dr Marzuki, MAg Arti Sebuah Kekuasaan Perspektif Islam

Terkadang Allah memberikan kekuasaan kepada para raja atau pemimpin dunia baik dulu maupun sekarang kemudian Allah mencabut kekuasaan dari siapa pun yang Allah kehendaki karena kezaliman, keserakahan, dan politik kotornya, seperti yang terjadi pada para pemimpin atau penguasa di berbagai belahan dunia sekarang ini. Allah memberikan kemuliaan kepada orang yang dikehendaki dan sebaliknya Allah juga yang membuat orang mendapatkan kehinaan. Kemuliaan dan kehinaan tidak tergantung pada kekuasaan dan besarnya harta yang dimiliki seseorang. Kemuliaan dan kehinaan yang diperoleh seseorang semata-mata karena kehendak Allah. Karena itu, bisa jadi seseorang mendapatkan harta melimpah dan kekuasaan yang besar, akan tetapi karena harta dan kekuasaan itu pula ia memperoleh kehinaan di dunia ini dan juga kelak di akhirat. Meski bisa jadi seseorang akan mendapatkan kemuliaan karena harta dan kekuasaannya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HEGEMONI KEKUASAAN DALAM CERIT RAKYAT KYAI AGENG PENGGING DI KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI JAWA TENGAH (Suatu Tinjauan Sosiologi Sastra).

HEGEMONI KEKUASAAN DALAM CERIT RAKYAT KYAI AGENG PENGGING DI KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI JAWA TENGAH (Suatu Tinjauan Sosiologi Sastra).

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan bagaimanakah bentuk dan struktur cerita rakyat Kyai Ageng Pengging di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah; (2) Mendeskripsikan bentuk hegemoni kekuasaan dalam isi cerita Kyai Ageng Pengging di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah; dan (3) Menemukan persepsi masyarakat terhadap bentuk hegemoni dalam cerita Kyai Ageng Pengging bagi masyarakat Desa Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

14 Baca lebih lajut

slide teori politik pemerintahan 2015 ta

slide teori politik pemerintahan 2015 ta

...sist sistem pemerintah an semipresid ensial Beberapa ciri utama sistem semi presidensial, yaitu: a Pusat kekuasaan berada pada suatu majelis perwakilan sebagai pemegang kekuasaa[r]

11 Baca lebih lajut

isu isu pendidikan kewarganegaraan

isu isu pendidikan kewarganegaraan

• COGAN 1999: PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEMELIHARA KEPENTINGAN KEKUASAAN REJIM DALAM BENTUK INDOKTRINASI SERTA PEMBENTUKAN HEGEMONI IDEOLOGIS •[r]

8 Baca lebih lajut

Peranan Komisi Yudisial Dalam Menjaga Kekuasaan Kehakiman

Peranan Komisi Yudisial Dalam Menjaga Kekuasaan Kehakiman

Dalam menjalankan peranannya sebagai penjaga kekuasaan kehakiman, pertama, komisi Yudisial diberikan kewenangan untuk melakukan proses seleksi dan menjaring calon anggota Hakim Agung berkualitas, potensial, mengerti hukum dan profesional. Kedua, Komisi Yudisial diberi kewenangan menjaga dan menegakkan integritas hakim dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan di Indonesia dan menjaga agar hakim dapat menjaga hak mereka untuk memutus perkara secara mandiri. Pasal 24B ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin Komisi Yudisal untuk bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan Hakim Agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta prilaku hakim.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PERSPEKTIF KEMANDIRIAN DAN KEBEBASAN KEKUASAAN KEHAKIMAN DALAM RANCANGAN UNDANG-UNDANG MAHKAMAH AGUNG RI

PERSPEKTIF KEMANDIRIAN DAN KEBEBASAN KEKUASAAN KEHAKIMAN DALAM RANCANGAN UNDANG-UNDANG MAHKAMAH AGUNG RI

Permasalahan dalam penulisan ini yaitu bagaimana perspektif kemandirian dan kebebasan kekuasaan kehakiman dalam Rancangan Undang-Undang Mahkamah Agung RI dan mengapa perlu adanya kemandirian dan kebebasan kekuasaan kehakiman dalam kaitannya dengan peradilan pidana di Indonesia.

73 Baca lebih lajut

RPS TKT 315 Pemodelan Sistem S. Ganjil 2017

RPS TKT 315 Pemodelan Sistem S. Ganjil 2017

Science, Oxford, England SES I KEMAMPUANAKHIR PEMBELAJARAMATERI N BENTUK PEMBELAJARAN PEMBELAJARANSUMBER INDIKATORPENILAIAN 4 Mahasiswa mampu menentukan perspektif sistem dari sist[r]

13 Baca lebih lajut

Kata kunci : media, hegemoni, anime, Guilty Crown Abstract - Komodifikasi Kekuasaan dalam Anime Guilty Crown - Scientific Repository

Kata kunci : media, hegemoni, anime, Guilty Crown Abstract - Komodifikasi Kekuasaan dalam Anime Guilty Crown - Scientific Repository

Konsep ini senada dengan konsep soft power yang diajukan oleh Joseph S.Nye seorang pakar hubungan internasional. Soft power menurut Nye adalah kemampuan suatu negara untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan daya tarik (attraction) dari pada paksaan dan pembayaran (payment). Soft power berbentuk kebudayaan dari suatu negara, nilai politik, dan kebijakan luar negeri. Soft power dapat bersumber dari tiga hal yang dimiliki oleh suatu negara, yaitu kebudayaan (yang bersifat menarik bagi orang lain), nilai-nilai politik (yang dapat diterapkan di dalam maupun di luar negaranya), dan kebijakan luar negeri (apabila memiliki legitimasi dan otoritas moral). (Nye, 2004). Dalam konteks Nye, maka hegemoni menciptakan kotak-kotak perubahan secara perlahan yang memungkinkan pemisahan kelompok-kelompok tertentu. Pemisahan ini akan menciptakan peluang perlawanan terhadap kemapanan yang sudah ada sehingga dapat menggoyahkan hegemoni yang dominan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hegemoni dan Konter Hegemoni dalam Tiga Prosa Karya Oka Rusmini.

Hegemoni dan Konter Hegemoni dalam Tiga Prosa Karya Oka Rusmini.

Sebagai karya fiksi, novel Kenanga, novelet Sagra, dan novel Tarian Bumi hadir sebagai salah satu bentuk perlawanan pengarang terhadap hegemoni yang ada dalam tradisi masyarakat Bali yang lebih banyak menyengsarakan perempuan. Melalui para tokoh perempuannya sebagai sentral cerita, Oka Rusmini mengungkapkan dengan benderang perlawanan terhadap hegemoni. Tidak selamanya perempuan Bali itu tertidur dalam tradisi dan melelapkan mereka. Mengutip pendapat Darma Putra (2007: 3) wanita Bali bersifat pasif, nrimo, atau berpangku tangan saja tanpa memperjuangkan nasibnya atau nasib kaumnya dalam kehidupan sosial tentulah keliru.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

48 arti sebuah kekuasaan perspektif islam dinamika april 2012

48 arti sebuah kekuasaan perspektif islam dinamika april 2012

Terkadang Allah memberikan kekuasaan kepada para raja atau pemimpin dunia baik dulu maupun sekarang kemudian Allah mencabut kekuasaan dari siapa pun yang Allah kehendaki karena kezaliman, keserakahan, dan politik kotornya, seperti yang terjadi pada para pemimpin atau penguasa di berbagai belahan dunia sekarang ini. Allah memberikan kemuliaan kepada orang yang dikehendaki dan sebaliknya Allah juga yang membuat orang mendapatkan kehinaan. Kemuliaan dan kehinaan tidak tergantung pada kekuasaan dan besarnya harta yang dimiliki seseorang. Kemuliaan dan kehinaan yang diperoleh seseorang semata-mata karena kehendak Allah. Karena itu, bisa jadi seseorang mendapatkan harta melimpah dan kekuasaan yang besar, akan tetapi karena harta dan kekuasaan itu pula ia memperoleh kehinaan di dunia ini dan juga kelak di akhirat. Meski bisa jadi seseorang akan mendapatkan kemuliaan karena harta dan kekuasaannya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perbudakan Dalam Lintasan Sejarah perbudakan

Perbudakan Dalam Lintasan Sejarah perbudakan

3. Pengusaaan buruh : pertama, pendekatan kekerasan lewat peraturan sepihak atau ponale sanktie dan intrumen kekerasan seperti centeng, mandor dan asisten. Rekruitmen aparat keamanan didasarkan kemampuan menghadapi dan menjalankan kekerasan bagi buruh sebagai sok terapi perlawanan-perlawanan yang muncul. Ponale sanktie dalam perkembanganya diperbaharui menjadi ordonansi kuli yang merupakan advokasi tentang keadaan buruk kondisi perkebunan oleh Parlemen Belanda. Realitasnya hasil advokasi dalam bentuk ordonansi itu tidak memberikan perbaikan terhadap budak (buruh) justru sebaliknya ordonansi kuli dijadikan “legalitas” bagi perkebunan untuk meningkatkan praktek perbudakan yang lebih massif karena berlindung dibalik “peraturan”. Jadi pada hakekatnya ordonansi kuli semakin ampuh menghadapi perlawanan budak karena hegemoni kekuasaan pemodal semakin kuat terhadap budaknya; Kedua, devide et impera praktek memberi rangsangan dalam bentuk posisi yang mau jadi informan untuk kepentingan perkebunan melarang pribumi selain Cina untuk berdangan disekitar dan di dalam perkebunan; perbedaan perlakukan berdasarkan ras seperti suku cina, jawa dan keling.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HEGEMONI KEKUASAAN DALAM PRODUKSI BERITA Analisis Wacana Pada Berita AREMA Indonesian Premiere League Di Harian MALANG POST

HEGEMONI KEKUASAAN DALAM PRODUKSI BERITA Analisis Wacana Pada Berita AREMA Indonesian Premiere League Di Harian MALANG POST

FOKUS PENELITIAN Berita tentang sepak bola, baik dalam maupun luar negeri, merupakan berita yang paling menarik pembaca, sehingga harian Malang Post memberi porsi yang besar untuk be[r]

20 Baca lebih lajut

Dominasi, hegemoni, dan kekuasaan dalam Serat Rangsang Tuban karya Ki Padmasusastra - USD Repository

Dominasi, hegemoni, dan kekuasaan dalam Serat Rangsang Tuban karya Ki Padmasusastra - USD Repository

Hegemoni dalam pendidikan yang terdapat dalam serat ini ketika seorang anak keturunan bangsawan, yaitu Raden Udakawimba harus mendapatkan pendidikan atau ajaran sejak dini dalam hal kerajaan dan ilmu berperangan. Bukan hanya di Negeri Tuban saja, namun ketika Raden Udakawimba kabur dari Tuban diapun tetap belajar mengenai kerajaan dan keagamaan di desa Sumbereja. Raden Udakawimba memperbanyak menyepi atau bertapa ke gunung-gunung dan jurang-jurang untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam tentang ilmu batin. Gagasannya tentang perkembangan kerajaan juga semakin luas, diapun berfikiran untuk mendirikan sebuah kerajaan baru yang lebih kokoh dari negeri Tuban, dengan hal itu memudahkan dia untuk menghancurkan atau membalaskan dendamnya terhadap pamannya yaitu Raden Warihkusuma yang sudah menindasnya karena pembalasan dendam dari perbuatan ayahnya Raden Warsakusuma yang sudah tiada.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL BIBIR MERAH KARYA ACHMAD MUNIF.

HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL BIBIR MERAH KARYA ACHMAD MUNIF.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasaan mengenai hegemoni kekuasaan dalam novel Bibir Merah pada bab sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pertama, ditemukan formasi ideologi yang paling dominan ialah otoritarianisme dan feodalisme yang dilakukan oleh Lurah Koco yang memiliki kendali kekuasaan penuh terhadap Desa Kapur, termasuk para aparat desa lain yang bekerja bersama Lurah Koco. Dipihak lain, paham kapitalisme dan sosialisme menjadi bagian dari ideologi kebudayaan bangkit yang melawan ideologi dominan diwakili oleh tokoh Rumanti, Mustain, Gus Nursalim serta Kamituwa Samparan yang menginginkan perubahan serta kejatuhan Lurah Koco. Kebudayaan residual yang mengacu pada pengalaman, makna-makna, dan nilai-nilai yang dibentuk di masa lalu, yang meskipun bukan merupakan bagian dari kebudayaan dominan dilakukan juga oleh paham kapitalisme yang banyak diwakili oleh Rumanti akibat kejadian masa lalu saat tinggal di Desa Kapur mengakibatkannya menanamkan paham kapitalis semenjak meninggalkan Desa Kapur dengan tujuan menjatuhkan Lurah Koco.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

"Hegemoni Kekuasaan terhadap Seni Pedalangan" (Jurnal Nasional IMAJI - FBS-UNY)

"Hegemoni Kekuasaan terhadap Seni Pedalangan" (Jurnal Nasional IMAJI - FBS-UNY)

Berdasarkan hal tersebut dapat diasumsikan bahwa campur tangan kekuasaan terhadap kesenian merupakan bentuk hegemoni budaya, yang di dalamnya terkandung tujuan untuk melanggengkan kekuasaan pemerintahan. Namun yang perlu mendapat perhatian sebagai pokok persoalan dalam tulisan ini adalah seputar kekuasaan dalam menghegemoni dalang dan seni pewayangan? Bertitik tolak dari persoalan tersebut dirumuskan pertanyaannya sebagai berikut: (1) Mengapa kekuasaan melakukan campurtangan (hegemoni) terhadap seni pedalangan? (2) Mengapa para dalang dipilih menjadi juru kampanye Partai Golkar. Bukankah penguasa mempunyai tangan-tangan atau sta-staf ahli politik. Apa kelebihan dalang? dan (3) Mengapa pertunjukan wayang dijadikan sebagai instrumen kampanye Partai Golkar. Apa kelebihan pertunjukan wayang? Jawaban ketiga pertanyaan ini di antaranya diramu dengan teori hegemoni yang ditawarkan oleh Antonio Gramsci sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...