Top PDF HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI  DENGAN KEPUASAN KERJA   Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

Kepuasan kerja merupakan suatu gambaran kepuasan yang disertai keberhasilan pekerjaan dari para pekerja dalam melaksanakan tugas – tugasnya. Karyawan dengan kepasan kerja yang tinggi akan mempunyai keinginan untuk mencapai tujuan organisasi dan patuh terhadap peraturan perusahaan. Untuk mencapai tujuan organisasi yang maksimal,maka kepuasan kerja karyawan harus tinggi.Salah satunya faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu budaya organisasi.Budaya organisasi salah satu komponen penting yang berperan dalam keberhasilan peningkatan kualitas produktivitas.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA  HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA (Studi pada Rumah Sakit "HIDAYAH" Boyolali.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA (Studi pada Rumah Sakit "HIDAYAH" Boyolali.

Kepuasan kerja yang rendah dapat menyebabkan karyawan bosan dengan tugas- tugasnya dan prestasi kerja yang buruk, sehingga karyawan memiliki keinginan untuk berhenti bekerja, mencari pekerjaan baru yang dirasa lebih baik dan memuaskan. Setiap rumah sakit pasti memiliki harapan untuk terciptanya suatu nilai kepuasan yang tinggi dari setiap karyawan dengan budaya organisasi yang ada pada rumah sakit. Kepuasan anggota adalah salah satu aspek yang digunakan untuk melihat kondisi suatu organisasi.Tujuan perusahaan terbentuk dalam sebuah visi dan misi. Visi dan misi disuatu lembaga kesehatan juga merupakan wujud dari budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui apakah ada hubungan antara Budaya Organisasi dengan Kepuasan Kerja karyawan, 2) Untuk mengetahui Tingkat kepuasan kerja karyawan, 3) Untuk mengetahui tingkat budaya organisasi, 4) Untuk mengetahui peran budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA  HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA (Studi pada Rumah Sakit "HIDAYAH" Boyolali.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA (Studi pada Rumah Sakit "HIDAYAH" Boyolali.

Berdasarkan hasil analisi data diperoleh koefisien korelasi = 0,648 dengan sig. 0,000; p ≤ 0,01. Sehingga hipotesis yang diajukan diterima, dapat dikatakan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja. Sumbangan afektif budaya organisasi dengan kepuasan kerja sebesar 43,3% dan 56,7% sisanya dipengaruhi variabel lainnya. Kepuasan kerja termasuk dalam kategori sedang dengan rerata empirik 99,55 dan rerata hipotik sebesar 100. Tingkat budaya organisasi termasuk kategori rendah dengan rerata empirik 88,33 dan rerata hipotik sebesar 95.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN

Variabel budaya organisasi participative memiliki beberapa indikator seperti tradisi, efisiensi dan inovasi sebagai nilai organisasi, participative management style, nilai liberal dalam organisasi, nilai kooperatif serta sistem lingkungan terbuka. Indikator-indikator budaya organisasi participative yaitu participative management style dan sistem lingkungan terbuka (open system environment) telah terlebih dahulu diteliti hubungannya dengan kepuasan kerja karyawan. Penelitian milik Stefanovska dan Petkovska (2015:84) dalam Serbian Journal of Management menunjukkan bahwa apabila atasan menerapkan participative management style maka akan terdapat kepuasan kerja pada karyawan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa participative management style mendukung kepuasan kerja. Selain itu sistem lingkungan terbuka juga telah diteliti hubungannya dengan kepuasan kerja karyawan. Penelitian Ardakani, Jowkar dan Mooghali (2012:135) dalam Journal of Basic and Applied Scientific Research menunjukkan bahwa sistem lingkungan terbuka di organisasi mempunyai hubungan yang signifikan dan positif dengan kepuasan kerja karyawan. Penelitian- penelitian tersebut menguatkan angka 0.546 yang merupakan hasil dari penelitian ini karena indikator-indikator yang digunakan pada penelitian ini telah diuji dan memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan kerja karyawan.
Baca lebih lanjut

163 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

perusaan dan sekaligus bahwa budaya organisasi dimanfaatkan sebagai salah satu andalan daya saing perusahaan. Ada yang menafsirkan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung didalam budaya organisasi sama dengan iklim organisasi. Sebagaimana pendapat Situmorang(2000) bahwa iklim organisasi didefinisikan sebagai gambaran kualitas lingkungan suatu organisasi yang relatif tahan lama dialami anggotanya, menggambarkan nilai-nilai seperangkat karekteristik organisasi yang bersangkutan dan mempengaruhi perilaku anggotanya. Sejumlah besar penelitian budaya organisasi dipusatkan pada hubungan antara persepsi terhadap budaya kerja dan kepuasan kerja. Seorang peneliti peneliti menyatakan bahwa hal ini mungkin disebabkan budaya organisasi dan kepuasan kerja hanyalah dua istilah yang berbeda untuk fenomena yang sama ( Jhonneson dalam Jewell dan Siegel,1998)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI BUDAYA ORGANISASI  DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA  PADA PERAWAT RSUD   Hubungan Persepsi Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Pada Perawat RSUD Dr. Hardjono Kabupaten Ponorogo.

HUBUNGAN PERSEPSI BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PADA PERAWAT RSUD Hubungan Persepsi Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Pada Perawat RSUD Dr. Hardjono Kabupaten Ponorogo.

organisasi yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Muluk (Sopiah, 2008) hasil penelitian itu menyimpulkan: (1) Komitmen organisasional dan kedua faktornya (komitmen normativ dan komitmen kontinuen) memainkan peran yang berbeda dalam memediasi hubungan antara iklim kerja (budaya organisasi) yang dipersepsikan karyawan dan kinerja, sebagaimana dinilai oleh pekerja sendiri dan supervisor langsung mereka. Kesimpulan tersebut didukung pula oleh penelitian Darwish (Sopiah, 2008) yang menyimpulkan bahwa sikap dan perilaku pegawai menuju perubahan organisasi meningkat seiring dengan peningkatan komitmen afektif dan komitmen kontinuen secara langsung dan berpengaruh negatif terhadap sikap kognitif. Komitmen afektif memediasi hubungan antara kepuasan kerja terhadap kondisi kerja, gaji, supervisi dan
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Persepsi Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Pada Perawat RSUD Dr. Hardjono Kabupaten Ponorogo.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Persepsi Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Pada Perawat RSUD Dr. Hardjono Kabupaten Ponorogo.

Hubungan Antara Kepuasan Kerja dan Budaya Organisasi Pada Karyawan Joe Jeans German Industri Pekalongan.. Skripsi Tidak Diterbitkan.[r]

4 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi dengan Kepuasan Kerja Karyawan PT. X Kanwil Kalimantan - Ubaya Repository

Hubungan Antara Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi dengan Kepuasan Kerja Karyawan PT. X Kanwil Kalimantan - Ubaya Repository

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara lingkungan kerja dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja (R=0.489; p=0,000). Hasil lain menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara lingkungan kerja dengan kepuasan kerja (r=0.473; p=0.000), dan ada hubungan positif antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja menunjukkan (r=0.457; p=0.000). Dari hasil penelitian ini disarankan agar peneliti selanjutnya untuk memperkaya konsep teoritis kepuasan kerja, serta faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan kerja, sehingga peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan variabel lain yang belum pernah diteliti sebelumnya yang mungkin mempengaruhi kepuasan kerja.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI RSUD dr. SAYIDIMAN MAGETAN  Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Pada Pegawai Rsud Dr. Sayidiman Magetan.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI RSUD dr. SAYIDIMAN MAGETAN Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Pada Pegawai Rsud Dr. Sayidiman Magetan.

Menurut Mangkunegara (2001), kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upah, atau gaji yang diterima, kesempatan pengembangan karier, hubungan dengan pegawai lainnya, penempatan kerja, jenis pekerjaan, struktur organisasi perusahaan dan mutu pengawasan. Sedangkan perasaan yang berhubungan dengan dirinya, antara lain umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan. Pendapat dari Robbins & Timoty (2007), berpendapat bahwa kepuasan kerja yang merujuk ke sikap individu terhadap pekerjaannya menunjukkan kalau sikap seseorang dengan tingkat kepuasan yang tinggi akan memperlihatkan sikap positif terhadap pekerjaannya, sebaliknya seseorang yang tidak puas dengan pekerjaanya akan menunjukkan sikap negatif pada pekerjaannya. Menurut Sutanto (2002) faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu berhubungan dengan variabel-variabel seperti lingkungan kerja, pendidikan dan budaya organisasi. Aspek – aspek kepuasan kerja menurut Schemerhorn (dalam Anoraga 2009) yaitu, Pekerjaan itu sendiri, penyedia (supervisor), teman sekerja, promosi dan gaji.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN PADA KARYAWAN  Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Pada Karyawan CV. Griya Computama Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN PADA KARYAWAN Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Pada Karyawan CV. Griya Computama Surakarta.

Masalah yang dihadapi karyawan dalam perusahan untuk mencapai kinerja yang baik adalah komitmen karyawan, dalam kesehariannya diwajibkan untuk memiliki pemahaman terhadap budaya organisasi dan memiliki kepuasan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen karyawan Cv. Griya computama. Pengukuran menggunakan skala budaya organisasi , skala kepuasan kerja dan skala komitmen karyawan masing masing skala berjumlah 56, 38 dan 30. Hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian ini ada dua yaitu hipotesisi mayor dan hipotesisi minor. Hipotesisi mayor ada hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen, sedangkan hipotesis minornya ada hubungan positif antara budaya organisasi terhadap komitmen karyawan dan ada hubungan positif antara kepuasan kerja terhadap komitmen karyawan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI RSUD dr. SAYIDIMAN MAGETAN  Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Pada Pegawai Rsud Dr. Sayidiman Magetan.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI RSUD dr. SAYIDIMAN MAGETAN Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Pada Pegawai Rsud Dr. Sayidiman Magetan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi di tempat kerja dengan kepuasan kerja yang dimiliki pegawai RSUD dr. Sayidiman Magetan. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja pada pegawai RSUD dr. Sayidiman Magetan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan subjek sebanyak 144 pegawai yang dapat dianalisis 85 pegawai. Menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan skala budaya organisasi dan skala kepuasan kerja. Teknik analisis data dengan menggunakan uji korelasi product moment. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 19.0, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,644 dengan signifikansi (p) = 0,000; (p ≤ 0,01) yang artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja. Sumbangan efektif (SE) dari kedua variabel ditunjukkan oleh nilai (r²) = 0,415 yang berarti bahwa variabel budaya organisasi di tempat kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 41,5% dan 58,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain variabel budaya organisasi. Kategori budaya organisasi tergolong tinggi dengan rerata empirik (RE) sebesar 109,96 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 95. Sedangkan kategori kepuasan kerja tergolong tinggi dengan rerata empirik (RE) sebesar 138,27 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 117,5.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR  HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA BOYOLALI.

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA BOYOLALI.

Eko Indroprasetyo. NIM : P. 100 090 023. Hubungan Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Boyolali. Tesis. Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2011.

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI BUDAYA ORGANISASI  DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA  PADA PERAWAT RSUD   Hubungan Persepsi Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Pada Perawat RSUD Dr. Hardjono Kabupaten Ponorogo.

HUBUNGAN PERSEPSI BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PADA PERAWAT RSUD Hubungan Persepsi Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Pada Perawat RSUD Dr. Hardjono Kabupaten Ponorogo.

Kinerja perawat merupakan faktor utama dalam menentukan keberhasilan pelayanan di rumah sakit. Ciri kinerja pelayanan keperawatan yang bermutu diantaranya ialah sumber daya keperawatan dimanfaatkan secara wajar, berhasil guna dan berdaya guna, aman bagi pasien dan perawat, memuaskan pasien dan perawat serta memperhatikan aspek sosial budaya. Namun dalam pelaksanaan peran dan fungsinya seringkali perawat tidak bisa optimal yang disebabkan oleh berbagai hal, antara lain yaitu lemahnya budaya organisasi dan kepuasan kerja yang belum sesuai harapan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan kinerja. Variabel tergantung dalam penelitian ini yaitu kinerja, sedangkan variabel bebas adalah persepsi budaya organisasi dan kepuasan kerja. Hipotesis yang diajukan; (1) Ada hubungan antara persepsi budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan kinerja perawat; (2) Ada hubungan positif antara persepsi budaya organisasi dengan kinerja; (3) Ada hubungan positif antara kepuasan kerja dengan kinerja
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN PADA KARYAWAN   Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Pada Karyawan CV. Griya Computama Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN PADA KARYAWAN Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Pada Karyawan CV. Griya Computama Surakarta.

Masalah yang dihadapi karyawan dalam peursahan untuk mencapai kinerja yang baik adalah komitmen karyawan karyawan dalam kesehariannya diwajibkan untuk memiliki pemahaman terhadap budaya organisasi dan memiliki kepuasan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen karyawan Cv. Griya computama. Pengukuran menggunakan skala budaya organisasi , skala kepuasan kerja dan skala komitmen karyawan masing masing skala berjumlah 56, 38 dan 30. Hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian ini ada dua yaitu hipotesisi mayor dan hipotesisi minor. Hipotesisi mayor ada hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen, sedangkan hipotesis minornya ada hubungan positif antara budaya organisasi terhadap komitmen karyawan dan ada hubungan positif antara kepuasan kerja terhadap komitmen karyawan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI  DENGAN KEPUASAN KERJA   Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

Budaya organisasi selain berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan.Kepuasan kerja karyawan yang tinggi merupakan salah satu indicator juga efektivitas manajemen, yang berarti bahwa budaya organisasi telah dikelola dengan baik.Dipilihnya PT. Safarijunie Textindo Industri sebagai obyek penelitian karena penghasil ‘Konveksi Bahan Mentah Setengah Jadi Kain’dimana perusahaan tersebut mempunyai peranan penting sebagai penghasil kain stengah jadi untuk keperluan orang dalam memerlukan kain untuk dijadikan pakaian untuk berbusana dan kegiatan ekonomi masyarakat dalam hal berjualan kain untuk di konsumsi orang banyak.Untuk melaksanakan aktivitas tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai dari segi kwantitas maupun kwalitas yang dijiwai budaya organisasinya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI  DENGAN KEPUASAN KERJA   Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

Berdasarkan hasil analisis data dapat diperoleh hasil bahwa nilai korelasi product moment rxy sebesar 0,372; p = 0,000 (p < 0,01), hal ini berarti ada hubungan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja. Sumbangan efektif antara iklim organisasi terhadap kepuasan kerja sebesar 0,139 yang berarti kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh iklim organisasi sebesar 13,1 %, sedangkan sisanya sebesar 86,1% disumbangkan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada hubungan positif yang sangat signifikan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja. Semakin tinggi iklim organisasi seseorang maka semakin tingi pula kepuasan kerja dan sebaliknya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN  KEPUASAN KERJA  HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA.

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja, tingkat kepuasan kerja karyawan, tingkat iklim organisasi karyawan, mengetahui peran iklim organisasi terhadap kepuasan kerja. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. WISANKA GROUP Daleman-Baki-Sukoharjo yang berjumlah 30 karyawan. Penelitian ini menggunakan studi populasi karena semua subjek yang menjadi anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian . Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala yaitu skala iklim organisasi dan kepuasan kerja.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI  DENGAN KEPUASAN KERJA   Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

Berdasarkan hasil analisis data dapat diperoleh hasil bahwa nilai korelasi product moment rxy sebesar 0,372; p = 0,000 (p < 0,01), hal ini berarti ada hubungan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja. Sumbangan efektif antara iklim organisasi terhadap kepuasan kerja sebesar 0,139 yang berarti kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh iklim organisasi sebesar 13,1 %, sedangkan sisanya sebesar 86,1% disumbangkan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada hubungan positif yang sangat signifikan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja. Semakin tinggi iklim organisasi seseorang maka semakin tingi pula kepuasan kerja dan sebaliknya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI  DENGAN KEPUASAN KERJA  Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

Subjek dalam penelitian ini adalah para karyawan PT. Bintang Asahi Textile Industri di Sragen, divisi SpinningI. Teknik pengambilan sampel adalah yaitu purposive non random sampling, yaitu kelompok subyek yang dijadikan sampel penelitian diambil dengan non cara random atau didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu. Alat ukur yang digunakan untuk mengungkap variabel- variabel penelitian ada 2 macam alat ukur, yaitu : (1) skala iklim organisasi, dan (2) skala kepuasan kerja. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI  DENGAN KEPUASAN KERJA  Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja.

Terbuktinya hipotisis yang diajukan oleh penulis membuktikan bahwa iklim organisasi menunjukkan kualitas lingkungan yang akhirnya menentukan kualitas kerjasama, pengembangan anggota organisasi, besarnya dedikasi atau keterikatan pada tujuan organisasi serta efisiensi yang akan mengubah tujuan tersebut menjadi berhasil, lebih lanjut, dan dari kualitas kerjasama yang terjadi, kesempatan berkembang dalam organisasi pada akhirnya memberi kepuasan kerja pada karyawan. Seperti dikatakan oleh Gilmer dan Dale (dalam Mauluah, 1996) bahwa iklim organisasi adalah suasana di dalam organisasi dimana setiap anggota saling membantu, menilai, membatasi dan mengenal satu sama lainnya, dan iklim organisasi tersebut mempengaruhi moral yaitu sikap seseorang terhadap pekerjaan dan lingkungannya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...