Top PDF Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Orentasi Religiusitas

Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Orentasi Religiusitas

Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Orentasi Religiusitas

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lima kepribadian besar dan orientasi keagamaan. Subyek penelitian ini adalah siswa program psikologi Islam, Departemen Ushuluddin, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri. Sampel (N = 99) yang dikumpulkan melalui simple random sampling, dan mengisi angket dalam bentuk skala. Adapun skala yang digunakan adalah skala kepribadian big five dan orentasi religiusitas. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi produk moment dengan bantuan komputer program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kepribadian extraversion, openness to experience dan agreeableness dengan orientasi religius secara intrinsik dan sebaliknya ada hubungan negative yang signifikan antara kepribadian neurotisisme dan conscientiousness dengan orientasi religius secara intrinsik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

this PDF file Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Orentasi Religiusitas | Suminta | FIKRAH 2 PB

this PDF file Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Orentasi Religiusitas | Suminta | FIKRAH 2 PB

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lima kepribadian besar dan orientasi keagamaan. Subyek penelitian ini adalah siswa program psikologi Islam, Departemen Ushuluddin, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri. Sampel (N = 99) yang dikumpulkan melalui simple random sampling, dan mengisi angket dalam bentuk skala. Adapun skala yang digunakan adalah skala kepribadian big ive dan orentasi religiusitas. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi produk moment dengan bantuan komputer program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signiikan antara kepribadian extraversion, openness to experience dan agreeableness dengan orientasi religius secara intrinsik dan sebaliknya ada hubungan negative yang signiikan antara kepribadian neurotisisme dan conscientiousness dengan orientasi religius secara intrinsik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PEMBINA  HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PEMBINA KESEJAHTERAAN UMMAT (PKU) MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PEMBINA HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PEMBINA KESEJAHTERAAN UMMAT (PKU) MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

Kinerja perawat pada hakekatnya adalah terlaksananya asuhan keperawatan. Pendekatan asuhan keperawatan adalah dengan proses keperawatan berupa aktivitas yang dilakukan secara sistematis melalui lima tahap yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Faktor-faktor yang turut mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah konflik, pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, supervisi, motivasi, dan tipe kepribadian. Tipe kepribadian akan berpengaruh kepada kinerja yang dilakukan terutama dalam pola perawat memberikan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Pembina Kesejahteraan Ummat (PKU) Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif non eksperimental. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat di 8 bangsal Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 58 responden dengan teknik proportional random sampling. Teknik pengolahan data menggunakan teknik analisis Rank Spearman. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi responden menurut tipe kepribadian di Rumah Sakit Pembina Kesejahteraan Ummat (PKU) Muhammadiyah Surakarta sebagian besar adalah ekstrovert. Sedangkan untuk kinerja para perawat di Rumah Sakit Pembina Kesejahteraan Ummat (PKU) Muhammadiyah Surakarta sebagian besar adalah cukup. Selanjutnya hasil pengujian Rank Spearman diperoleh r hitung sebesar 0,262 dengan p-value 0,047, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Pembina Kesejahteraan Ummat (PKU) Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA SKRIPSI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara tipe kepribadian ekstrovert dengan perilaku konsumtif pada remaja. Subyek penelitianya adalah siswa kelas 7A, 8B dan 9B MTs Manba’ul Ulum, Kudus. Pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data adalah skala perilaku konsumtif dan tipe kepribadian ekstrovert. Hasil analisis data dengan menggunakan product moment di mana perhitungan menggunakan komputer Pengumpulan dengan program SPSS 15,0 for windows. Diperoleh hasil koefesien korelasi dari keduanya r xy sebesar – 0,013 dengan p sebesar 0,893 (p >
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DAN TIPE CIRCADIAN DENGAN SIKAP TERHADAP KERJA SHIFT

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DAN TIPE CIRCADIAN DENGAN SIKAP TERHADAP KERJA SHIFT

Temuan ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan Vidazek (dalam Harma, 1993), Nachreiner (dalam Golec, 1993) dan Golec (1993) yang menyatakan bahwa individu yang stabil ekstravert mempunyai sikap yang positif dan lebih toleran terhadap kerja shift, sedangkan individu yang neurotik introvert mempunyai sikap yang negatif terhadap kerja shift. Secara teoritis, dapat dipahami adanya hubungan antara tipe kepribadian dan sikap terhadap kerja shift.. Individu yang cenderung ekstravert menyukai pergaulan dan acara-acara sosial. Harus diakui bahwa kerja shift menyebabkan waktu untuk melakukan kegiatan sosial menjadi berkurang . Pada saat responden mendapat giliran kerja sore atau malam hari, keesokan paginya biasanya digunakan untuk tidur atau istirahat. Pada pagi dan siang hari juga jarang ada kegiatan-kegiatan sosial yang bisa memenuhi kebutuhan responden karena umumnya para anggota keluarga, tetangga, teman-teman di lingkungan di sekitar responden bekerja. Selain itu kerja shift juga menyebabkan waktu libur responden berbeda dengan kebanyakan orang lain. Seorang pekerja shift belum tentu libur pada hari Minggu atau pada hari-hari libur nasional, tergantung dari jadwal shiftnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT TERHADAP SIKLUS HAID

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT TERHADAP SIKLUS HAID

Wardhani, Inne Budi Kusuma.2015. Hubungan Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert Terhadap Siklus Haid. Karya Tulis Akhir, Fakultas Kedokteran,Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing: (1) Irma Suswati *), (2) Nur Kaputrin **) Latar Belakang: Gangguan haid merupakan masalah yang sering ditemukan pada wanitatahap remaja akhir.Gangguan haid ditentukan oleh proses somatopsikis meliputi unsur- unsur hormonal, biokimiawi, dan psikososial, disertai dengan gangguan fisik dan mental yang disebabkanoleh pikiran, kecemasan, dan stres.Individu dalam menghadapi stres dan berperilaku akan senantiasa sesuai dengan tipe kepribadiannya.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KINERJA

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KINERJA

mendapatkan kesimpulan bahwa budaya organisasi, kepemimpinan, insentif dan disiplin kerja secara simultan memengaruhi kinerja pegawai. Endro, dan Sujiono, M (2012) mendapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan positif bermakna kepemimpinan terhadap kinerja tetapi ada hubungan tidak bermakna antara kepemimpinan terhadap kinerja melalui motivasi. Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka peneliti dapat menyimpulkan semakin baik tipe kepribadian perawat maka kinerja perawat juga akan semakin baik. Selain kepemimpinan yang efektif kinerja perawat juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi, beban kerja dan iklim kerja.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN DISPEPSIA FUNGSIONAL  Hubungan Antara Kecemasan dan Tipe Kepribadian Introvet dengan Fungsional.

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN DISPEPSIA FUNGSIONAL Hubungan Antara Kecemasan dan Tipe Kepribadian Introvet dengan Fungsional.

Adapun kesimpulan penelitian ini menyatakan: Ada hubungan sangat signifikan antara kecemasan dan tipe kepribadian introvert dengan dispepsia fungsional. Ada hubungan positif sangat signifikan antara tipe kepribadian introvert dengan dispepsia fungsional. Ada hubungan positif sangat signifikan antara kecemasan dengan dispepsia fungsional. Semakin tinggi kecemasan maka semakin tinggi dispepsia fungsional. Sumbangan efektif kecemasan dan tipe kepribadian introvert terhadap dispepsia fungsional sebesar 34,044%, artinya masih terdapat 65,956% faktor lain yang mempengaruhi dispepsia fungsional selain variabel kecemasan dan tipe kepribadian introvert
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN A DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PRIA USIA DEWASA

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN A DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PRIA USIA DEWASA

Prevalensi hipertensi lebih besar ditemukan pada pria, daerah perkotaan dan orang gemuk. Pada usia setengah baya dan muda, hipertensi ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita, umumnya usia >40 tahun (Depkes, 2012). Prevalensi hipertensi pada penduduk berumur 18 tahun ke atas di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 9,4%, dan pengukuran tekanan darah sebesar 25,8% (Depkes, 2014). Dari beberapa laporan penelitian dan studi terkait lain telah dibuktikan tentang hubungan tipe kepribadian A dan hipertensi dengan kelompok umur berbeda serta tanpa membedakan kelompok jenis kelamin, sehingga peniliti tertarik untuk meneliti hubungan antara kedua variabel dengan lebih memperjelas kelompok umur, yaitu usia dewasa (antara 26-45 tahun) dan hanya meniliti jenis kelamin laki-laki. Penelitian akan dilaksanakan di Puskesmas Mojolangu, Malang karena berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang tahun 2013, didapatkan kejadian hipertensi tertinggi pada Puskesmas Mojolangu diantara beberapa Puskesmas di Kota Malang. Selain itu, menurut Depkes prevalensi hipertensi lebih besar di perkotaan, perbedaannya bisa dilihat dari letak geografis serta kehidupan sosial masyarakatnya.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN RUHANI DAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA SANTRI.

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN RUHANI DAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA SANTRI.

Berdasarkan uraian sebelumnya maka peneliti mengajukan rumusan masalah “apakah ada hubungan antara kecerdasan ruhaniah dan tipe kepribadian ekstrovert dengan perilaku prososial pada santri”. Dengan adanya permasalahan seperti dikemukakan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Hubungan antara Kecerdasan Ruhani dan Tipe Kepribadian Ekstrovert dengan Perilaku Prososial pada Santri.

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN.

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN.

lingkungan kerja dengan kinerja karyawan ? ” Sehingga penulis tertarik untuk menguji secara empirik dengan melakukan penelitian berjudul “Hubungan Antara Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Persepsi Terhadap Lingkungan Kerja Dengan Kinerja Karyawan”.

8 Baca lebih lajut

Studi Mengenai Hubungan Antara Tingkat Kesesuaian Tipe Kepribadian dan Tipe Lingkungan Kerja Dengan Hasil Kerja (Suatu Penelitian Mengenai Hubungan Antara Tin gkat Kesesuaian Tipe Kepribadian dan Tipe Lingkungan Kerja Social, Enterprising, Conventional pa

Studi Mengenai Hubungan Antara Tingkat Kesesuaian Tipe Kepribadian dan Tipe Lingkungan Kerja Dengan Hasil Kerja (Suatu Penelitian Mengenai Hubungan Antara Tin gkat Kesesuaian Tipe Kepribadian dan Tipe Lingkungan Kerja Social, Enterprising, Conventional pa

Universitas Kristen Maranatha mengutamakan efisiensi dan efektifitas, secara berkala mulai mengadakan training-training untuk meningkatkan skill, motivasi, produktivitas kerja, dan menunjang pertumbuhan pribadi (Andrew F. Sikula, 1977). Namun, tidak cukup hanya dengan latar belakang pendidikan yang baik, pengalaman kerja, maupun training saja; hal penting lainnya yang dibutuhkan adalah tipe kepribadian yang sesuai dengan persyaratan dalam pekerjaan. Dalam kehidupan sehari-hari dapat dijumpai orang-orang yang memiliki kecenderungan atau minat untuk melayani orang lain. Ada pula orang-orang yang lebih cenderung memilih bekerja dengan benda mati, seperti mengoperasikan alat-alat, dibandingkan untuk berhadapan dengan orang lain. Kecenderungan tersebut menunjukkan adanya perbedaan minat dalam bekerja yang dipengaruhi oleh tipe kepribadian yang berbeda yang dimiliki tiap individu. Kesuksesan seseorang dalam bidang pekerjaan yang ditekuninya ternyata sangat dipengaruhi oleh tipe kepribadian yang sesuai dengan persyaratan/tuntutan dalam lingkungan kerjanya. (Holland, 1997) Misalnya seorang customer service diharapkan memiliki empati terhadap nasabah, kemampuan persuasif yang baik untuk dapat meyakinkan nasabah mengenai produk bank yang ditawarkan, fasih dalam berbicara dan memiliki pengetahuan yang luas tentang produk banknya sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTIMASI PELATIH ATLET DENGAN TINGKAT STRES DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN

HUBUNGAN ANTARA INTIMASI PELATIH ATLET DENGAN TINGKAT STRES DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN

Menurut Reis dan Saver (dalam Putri, 2007: 7-8) intimasi adalah suatu proses interpersonal yang melibatkan komunikasi mengenai perasaan personal dan informasi kepada orang lain yang diterima sebagai suatu bentuk kedekatan dan simpati. Kemudian, Kimmel (dalam Putri, 2007: 8) mendefinisikan intimasi sebagai hubungan timbal balik antara dua individu dan saling mempercayai yang melibatkan pengertian bahwa setiap individu unik dan berbeda. Selain itu, dari situs web online Saltak Prima, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Forki, Djafar Djantang, di sela-sela acara Workshop Pelatih Fase Pra Kompetisi dan Kompetisi Utama yang berlangsung di Subang, Jawa Barat, Kamis (10/10), menuturkan, selain faktor kedekatan pelatih dan atlet, kebutuhan pendekatan psikologis dan teknis terhadap atlet juga tidak dapat diabaikan. Pelatih perlu membangun hubungan yang solid dengan atlet sehingga terjalin harmonisasi yang baik antara keduanya.
Baca lebih lanjut

174 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015 di Panti Werdha Bhakti Luhur Cabang Sidoarjo. Populasi dalam penelitian adalah subjek yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Populasi terjangkau dalam penelitian ini sebanyak 74 lansia, populasi target 48 lansia, dan didapatkan sampel sebanyak 43 lansia di Panti Werdha Bhakti Luhur Cabang Sidoarjo. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability sampling dengan metode Simple random sampling. Pada teknik ini setiap responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti (tujuan atau masalah dalam penelitian) sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tipe kepribadian lansia. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah tingkat aktivitas fisik lansia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Komunikasi Interpersonal Menantu Perempuan Terhadap Ibu Mertua

Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Komunikasi Interpersonal Menantu Perempuan Terhadap Ibu Mertua

Dimensi ini merujuk kepada kecenderungan seseorang untuk tunduk kepada orang lain. Orang yang sangat mampu bersepakat jauh lebih menghargai harmoni daripada ucapan atau cara mereka. Individu dengan tipe kepribadian ini tergolong orang yang kooperatif dan percaya pada orang lain. Orang yang menilai rendah kemampuan untuk bersepakat memusatkan perhatian lebih pada kebutuhan mereka sendiri ketimbang kebutuhan orang lain (Robbins, 2001).

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kecemasan dan Tipe Kepribadian Introvet dengan Fungsional.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kecemasan dan Tipe Kepribadian Introvet dengan Fungsional.

yang secara langsung atau tidak langsung membawa pengaruh dalam dirinya. Setiap orang mengadakan orientasi terhadap dunia sekitarnya. Dalam mengadakan orientasi itu, orang yang satu berbeda dengan orang lainnya berbeda. Orientasi manusia adalah yang memiliki arah ke luar dan ke dalam. Jung dalam Suryabrata 1998, membedakan manusia atas dua kecenderungan kepribadian yaitu (a) kecenderungan kepribadian ekstrovert dan (b) kecenderungan kepribadin Introvert. Apabila orientasi terhadap segala sesuatu itu sedemikian rupa sehingga keputusan- keputusan dan tindakan-tindakannya tidak dikuasai oleh pendapat-pendapat subyektifnya melainkan ditentukan oleh faktor- faktor obyektif, faktor- faktor luar maka orang demikian itu dikatakan mempunyai orientasi ekstrovert. Sebaliknya seseorang dikatakan memiliki kepribadian introvert jika dalam menghadapi segala hal atau sesuatu, faktor- faktor yang mempengaruhinya adalah faktor-faktor yang berasal dari dunia batin sendiri.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Tipe Kepribadian Big Fiv (1)

Hubungan Antara Tipe Kepribadian Big Fiv (1)

Kepribadian telah dikonsepkan dari bermacam-macam perspektif teoritis yang masing-masing berbeda tingkat keluasannya (McAdams dalam John & Srivastava, 1999). Masing-masing tingkatan ini memiliki keunikan dalam memahami perbedaan individu dalam perilaku dan pengalamannya. Namun, jumlah sifat kepribadian dan skala kepribadian tetap dirancang tanpa henti- hentinya (Goldberg dalam John & Srivastava, 1999).

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTRAVERT PADA REMAJA SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTRAVERT PADA REMAJA SKRIPSI

Remaja dapat mengetahui tingkah laku bagaimana yang dapat mendatangkan kepuasan dan dapat diterima orang lain, melalui pengalaman bergaulnya. Bila lingkungan menyenangkan dan tingkah laku remaja individu diterima, maka dia semakin percaya diri dan menghargai dirinya. Bila remaja memperoleh rasa harga diri yang mantap (positif), akan dapat menjadikan remaja tersebut penuh rasa percaya diri dan membuatnya cepat matang dan dewasa. Remaja bisa memperoleh harga diri yang mantap dari adanya sanjungan, penghargaan dari orang lain terhadap diri remaja tersebut. Hal itu menyebabkan remaja mempunyai kepribadian yang cenderung ekstravert dimana dia akan membuka diri pada lingkungan karena dia optimis, aktif, mempunyai jiwa pemimpin, percaya diri. Bila lingkungan tidak memberikan pengalaman yang menyenangkan, misalnya remaja hanya menerima ejekan atau celaan dari orang lain, dapat menimbulkan rasa kecewa terhadap dirinya sendiri karena dia tidak mampu memenuhi tuntutan dari lingkungan atau kelompoknya. Bila remaja tidak memperoleh rasa harga diri yang mantap (negatif), mereka menjadi sangat canggung, sangat ragu-ragu dalam bertindak, hal itu dapat menimbulkan hilangnya rasa percaya diri dalam remaja. Remaja tersebut akan mempunyai kepribadian yang tingkat ekstravertnya rendah sebab dia menjadi tertutup terhadap lingkungan karena dia pasif danpesimis.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects