Top PDF Hubungan Karakteristik Ibu, Pengetahuan, Dukungan Suami dan Dukungan Keluarga terhadap Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi 1 Kabupaten Grobogan

Hubungan Karakteristik Ibu, Pengetahuan, Dukungan Suami dan Dukungan Keluarga terhadap Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi 1 Kabupaten Grobogan

Hubungan Karakteristik Ibu, Pengetahuan, Dukungan Suami dan Dukungan Keluarga terhadap Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi 1 Kabupaten Grobogan

Pemberian ASI eksklusif dapat memberikan manfaat kesehatan bagi bayi serta dapat menurunkan angka kematian bayi (AKB). Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan kepada para ibu di seluruh Indonesia agar menyusui bayinya secara eksklusif selama 6 bulan yang tertulis pada UU No. 36 tahun 2009. Pada tahun 2017 cakupan bayi yang diberikan ASI eksklusif di Kabupaten Grobogan sebesar 11,92%. Angka tersebut belum mencapai target nasional 80%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik ibu, pengetahuan, dukungan suami dan dukungan keluarga terhadap praktik pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi I Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi I sebanyak 1.029 ibu. Sampel yang diambil 258 ibu dengan menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan ibu (p=0,008), pekerjaan ibu (p=0,001), pengetahuan ibu (p=0,000), dukungan suami (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,000) terhadap praktik pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi I Kabupaten Grobogan. Namun, tidak ada hubungan antara umur ibu terhadap praktik pemberian ASI eksklusif (p= 0,779).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Hubungan Dukungan Suami dengan Praktik Pemberian Asi Eksklusif pada Ibu Primipara (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Jebed Kabupaten Pemalang)

Hubungan Dukungan Suami dengan Praktik Pemberian Asi Eksklusif pada Ibu Primipara (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Jebed Kabupaten Pemalang)

Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dipersiapkan sejak dalam kandungan maupun setelah bayi lahir untuk menghasilkan generasi penerus yang sehat, cerdas dan berkualitas. Salah satu upaya untuk memperoleh tumbuh kembang yang baik adalah dengan pemberian Air Susu Ibu secara eksklusif sejak enam bulan pertama. 1 Namun pemberian ASI Eksklusif sendiri masih rendah, rendahnya pemberian ASI eksklusif

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MENGIKUTI KELOMPOK PENDUKUNG IBU

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MENGIKUTI KELOMPOK PENDUKUNG IBU

Ginting D &Nanan HS. Pengaruh karakteristik, faktor internal dan eksternal ibu terhadap pemberian MP-ASI dini pada bayi Usia <6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Barus Jahe Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Univ Padjajaran Bandung. 2012;

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU, PERAWATAN PAYUDARA, PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF, DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDAN KECAMATAN SUNGAI TEBELIAN KABUPATEN SINTANG

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU, PERAWATAN PAYUDARA, PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF, DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDAN KECAMATAN SUNGAI TEBELIAN KABUPATEN SINTANG

Pada tahun 2015, cakupan ASI eksklusif hanya sebesar 39,47%, lebih rendah dari target cakupan ASI nasional. Survei pendahuluan yang dilakukan pada sepuluh orang ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Pandan didapatkan hanya 30 % saja ibu yang menyusui anaknya sampai berumur 6 bulan.Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu, perawatan payudara, penyuluhan ASI eksklusif, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandan Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square (X2) dengan tingkat kepercayaan 95% dan level signifikan 5%.Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,000 (p<0,05), PR = 1,918), perawatan payudara (p value = 0,000 (p<0,05), PR = 1,826), penyuluhan ASI eksklusif (p value = 0,000 (p<0,05), PR = 2,112), dukungan keluarga (p value = 0,000 (p<0,05), PR = 1,809), dukungan petugas kesehatan (p value = 0,000 (p<0,05), PR = 2,673) dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandan Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang tahun 2017. Diharapkan kepada Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif, perawatan payudara yang baik dan dukungan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Pandan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJASA KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJASA KABUPATEN JEMBER

Puskesmas Semboro 14,14%, Puskesmas Kencong 15,43%, Puskesmas Ambulu 17,37%, dan Puskesmas Sukorejo 18,83% (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2012). Puskesmas Arjasa memiliki enam wilayah kerja yaitu Desa Darsono sebesar 23,2%, Kemuning Lor 19,3%, Biting 11,5%, Arjasa 14,2%, Kamal 27,8%, Candi Jati 16% (Puskesmas Arjasa, 2012). Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menyebutkan bahwa target tersebut sulit dicapai karena adanya kebiasan masyarakat yang masih memberikan nasi, pisang pada bayi, kendala ibu bekerja dan ASI tidak keluar. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan, motivasi, kampanye ASI eksklusif, fasilitas pelayanan kesehatan, peranan petugas kesehatan, peranan penolong persalinan, dukungan keluarga, kebiasaan yang keliru, promosi susu formula serta kesehatan ibu dan anak (Afifah, 2007). Sikap atau attitude adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek, baik yang bersifat internal maupun eksternal sehingga manifestasinya tidak dapat langsung dilihat tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup tersebut dan merupakan kesadaran individu untuk menentukan tingkah laku nyata dan perilaku yang mungkin terjadi (Sunaryo, 2004). Sikap juga merupakan pandangan atau perasaan yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap terhadap sesuatu hal (objek) (Gerungan, 2004).
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Ibu, Pengetahuan Ibu, Dukungan Suami, Dukungan Tenaga Kesehatan Dan Status Bekerja Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar

Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Ibu, Pengetahuan Ibu, Dukungan Suami, Dukungan Tenaga Kesehatan Dan Status Bekerja Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar

Pada penelitian kualitatif di Ghana, hasilnya menunjukkan ibu menyusui dengan informasi yang sangat berkomitmen untuk belajar dan mempraktikkan pemberian ASI eksklusif. Pertemuan kelompok pendukung perawat dan menyusui merupakan sumber informasi utama rekomendasi EBF untuk ibu menyusui sementara keluarga keluarga mendengar rekomendasi dari mereka. Akibatnya, Nenek, ayah, dan kakek yang merupakan pengambil keputusan utama dalam keluarga dan juga merupakan ibu rumah tangga yang memberi ASI istimewa ditemukan memiliki sedikit pengetahuan tentang rekomendasi menyusui dan karenanya hanya memberikan sedikit komitmen untuk mendukung praktik tersebut (Iddrisu, 2013).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Dukungan Suami Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Dukungan Suami Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta.

2 Sejalan dengan hasil kajian WHO tersebut, Menteri Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No.450/Menkes/IV/2004 menetapkan perpanjangan pemberian ASI secara eksklusif dari yang semula 4 bulan menjadi 6 bulan (Kemenkes, 2004). Menteri Kesehatan menetapkan bahwa ASI eksklusif di Indonesia diberikan selama 6 bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai dengan anak berusia 2 tahun atau lebih dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai. Ditetapkan pula agar tenaga kesehatan menginformasikan kepada ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI eksklusif dengan mengacu pada 10 langkah keberhasilan menyusui. Pelaksanaan program ASI eksklusif dipertegas kembali dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Peraturan Pemerintah tersebut memaparkan bahwa setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gurilla Pematangsiantar

Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gurilla Pematangsiantar

Kebiasaan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gurilla, terutama orang tua dan mertua adalah memberikan makanan tambahan seperti bubur, madu, larutan gula dan pisang kepada bayinya dengan alasan bayi akan kelaparan bila hanya diberikan ASI. Suami sebagai kepala keluarga biasanya menuruti kebiasaan tersebut dengan berbagai alasan, antara lain kurangnya pemahaman tentang ASI eksklusif atau takut tidak patuh kepada orang tua dan mertua. Kelancaran menyusui juga memerlukan kondisi kesetaraan antara keluarga terutama suami dan istri tetapi kenyataannya hingga saat ini masih sangat sedikit keinginan suami untuk ikut berperan serta dalam perawatan anaknya termasuk mendukung aktivitas menyusui. Umumnya setelah melahirkan ibu-ibu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gurilla selama lebih kurang 6 bulan ditemani mertua atau orang tua mereka secara bergantian
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP DAN MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I KOTA YOGYAKARTA

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP DAN MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I KOTA YOGYAKARTA

Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai korelasi sebesar 0,0408 dengan taraf signifikan 0,000 < 0,01 pada dukungan suami dengan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif dan korelasi sebesar 0,021< 0,05 dengan signifikas 0.226 pada dukungan suami dengan motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Hal ini berarti mengidentifikasi Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan suami dengan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif dan ada hubungan dukungan suami dengan motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan dukungan suami dengan sikap dan motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Diharapkan Diharapkan bagi ibu perlu adanya upaya-upaya dalam mempertahankan dalam pemberian ASI eksklusif. Khususnya dalam meningkatkan motivasi ibu yang masih rendah sehingga ibu dapat menyusui sampai bayi umur 6 bulan agar status kesehatan ibu maupun bayi dapat meningkat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMPOR I - Elib Repository

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMPOR I - Elib Repository

ASI eksklusif merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna,baik kualitas maupun kuantitasnya, ASI juga disebut makanan tunggal untuk memenuhi kebutuhan tumbuh bayi normal sampai 6 bulan (Roesli, 2005). ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang mengandung sel darah putih, protein, dan zat kekebalan yang cocok untuk bayi. ASI membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal serta melindungi terhadap penyakit (Dinkes , 2015).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Dukungan Suami Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Dukungan Suami Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta.

Cahyani NWW dan Widarsa IKT. 2014. Penerapan Jalur Dalam Analisis Faktor Determinan Eksklusivitas Pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Payangan Gianyar. Community Health. Vol.2. No.1. Januari 2014: 96-106. Dahlan S. 2012. Analisis Multivariat Regresi Logistik . Jakarta: Epidemiologi

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL (SUAMI) DENGAN MOTIVASI MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU-IBU   Hubungan Antara Dukungan Sosial (Suami) Dengan Motivasi Memberikan Asi Eksklusif Pada Ibu-Ibu Di Kabupaten Klaten.

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL (SUAMI) DENGAN MOTIVASI MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU-IBU Hubungan Antara Dukungan Sosial (Suami) Dengan Motivasi Memberikan Asi Eksklusif Pada Ibu-Ibu Di Kabupaten Klaten.

panjangnya di pertigaan malam akhir,terima kasih untuk ketulusan cinta, kasih sayang dan pelajaran hidup yang sangat berharga. Ananda telah menyelesaikan tanggungjawab yang bapak berikan, terimaksih atas kepercayaan bapak dan ibu.

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP DAN MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I KOTA YOGYAKARTA

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP DAN MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I KOTA YOGYAKARTA

Rendahnya tingkat pemahaman tentang pentingnya ASI selama 6 bulan pertama kelahiran bayi dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh para ibu mengenai segala nilai plus nutrisi dan manfaat yang terkandung dalam ASI. Adapun mitos tentang pemberian ASI bagi bayi, misalnya ibu yang menyusui anaknya dapat menurunkan kondisi fisik dirinya merupakan suatu mitos yang sulit diterima oleh akal sehat. Demikian halnya dengan kekhawatiran ibu yang menganggap bahwa produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan makanan bayi. Anggapan ini sering menjadi kendala bagi ibu, yang akhirnya mencari alternatif lain dengan memberi susu pendamping manakala bayi lapar (Nirwana, 2014).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS COLOMADU I

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS COLOMADU I

Menurut Ghufron & Risnawita (2010) individu yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi akan terlihat lebih tenang, tidak memiliki rasa takut, dan mampu memperlihatkan kepercayaan dirinya setiap saat. Kepercayaan diri ibu yang tinggi ditandai dengan yakin akan produksi ASI agar dapat mencapai keberhasilan dalam memberikan ASI eksklusif. Optimis untuk berhasil memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan di lanjut hingga usia 2 tahun. Objektif bahwa pemberian ASI itu penting dan sangat bermanfaat. Bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak. Rasional dan realistis bahwa bayi berusia 0-6 bulan hanya di beri ASI saja karena hal ini sudah di rekomendasikan oleh WHO. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa dukungan sosial suami dan kepercayaan diri ibu dalam pemberian ASI eksklusif tergolong tinggi. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan (Fahriani dkk, 2014) yang menunjukkan bahwa faktor yang terbukti mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah faktor psikis ibu (keyakinan ibu terhadap produksi ASI), dukungan keluarga, pengetahuan ibu yang benar tentang ASI eksklusif, dan konseling ASI dari petugas kesehatan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan, Pendidikan dan Dukungan Keluarga  dengan Pemberian ASI Eksklusif

Hubungan Pengetahuan, Pendidikan dan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif

Hasil analisis hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif dengan menggunakan uji chi square didapat p value : 0,005 (p value < 0,05), yang berarti bahwa secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Peucangpari Kecamatan Cigemblong Kabupaten Lebak tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pemberian ASI eksklusif lebih banyak terdapat pada ibu yang memiliki dukungan keluarga dibandingkan pada ibu yang tidak memiliki dukungan keluarga. Dukungan keluarga merupakan salah satu jenis dari dukungan sosial. Dukungan sosial pada umumnya menggambarkan mengenai peranan atau pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh orang lain yang berarti seperti anggota keluarga, teman, saudara, dan rekan kerja. Dukungan sosial adalah pemberian bantuan seperti materi, emosi, dan informasi yang berpengaruh terhadap kesejahteraan manusia. Dukungan sosial juga dimaksudkan sebagai keberadaan dan kesediaan orang-orang yang berarti, yang dapat dipercaya untuk membantu, mendorong, menerima, dan menjaga individu. Sehingga dapat dikatakan bahwa dukungan Sosial adalah bentuk pertolongan yang dapat berupa materi, emosi, dan informasi yang diberikan oleh orang-orang yang memiliki arti seperti keluarga, sahabat, teman, saudara, rekan kerja ataupun atasan atau orang yang dicintai oleh individu yang bersangkutan. Bantuan atau pertolongan ini diberikan dengan tujuan individu yang mengalami masalah merasa diperhatikan, mendapat dukungan, dihargai dan dicintai.( Rasyka 2012).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK KILANGAN KOTA PADANG TAHUN 2011.

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK KILANGAN KOTA PADANG TAHUN 2011.

ASI esklusif dari 787 jumlah kelahiran bayi dari 7 Kelurahan yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan pada periode tahun 2010. Bahkan dari 10 sampel pada survey awal pemberian ASI esklusif masing-masing ibu hanya berkisar pada usia bayi antara 2-3 bulan saja dan ada bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif sejak lahir dengan alasan ibu ASI belum keluar dihari pertama setelah melahirkan sehingga bayi diberi susu formula. Sementara itu keikutsertaan para suami dalam masalah pemberian ASI juga belum mengarah pada kegiatan yang mendukung ibu untuk bisa memberikan ASI secara eksklusif dengan sempurna. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang hubungan antara dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Dukungan Sosial Suami Dengan Kepercayaan Diri Ibu Dalam Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Colomadu I.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Dukungan Sosial Suami Dengan Kepercayaan Diri Ibu Dalam Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Colomadu I.

Pernikahan merupakan hal yang penting bagi manusia karena merubah status dari lajang menjadi suami/istri. Sepasang suami istri yang telah resmi menikah pasti akan menginginkan hadirnya buah hati. Ketika buah hati lahir ke dunia maka ibu selaku orang tua dari bayi wajib memberikan Air Susu Ibu (ASI) karena makanan utama untuk bayi yang baru lahir adalah Air Susu Ibu atau yang biasa di singkat dengan ASI. ASI merupakan sumber kehidupan bagi sang bayi pada periode extro-gestate atau pasca kelahiran. Tidak ada makanan sesempurna ASI bagi sang bayi hingga umur 4-6 bulan dari kelahiran (Sitepoe, 2013).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan antara Karakteristik, Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2014

Hubungan antara Karakteristik, Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2014

Pada penelitian ini sebagian besar ibu mulai memberikan makanan pendamping ASI kepada bayinya adalah saat bayi berumur 4 bulan. Beberapa contoh makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi yaitu pisang, susu formula, dan air putih. Pemberian pisang pada bayi kebanyakan dilakukan saat bayi baru dilahirkan, hal ini karena adanya pengaruh sosial budaya di masyarakat setempat secara turun-temurun yang menganggap apabila bayi yang baru dilahirkan diberi pisang, maka akan bayi tersebut akan tumbuh menjadi anak yang kuat. Pemberian air putih dan susu formula karena adanya anggapan ibu bahwa ASI kurang mengenyangkan bayi sehingga bayi masih haus dan lapar. Kondisi ini sejalan dengan penelitian di New Zeeland dimana alasan ibu memberikan makanan pendamping ASI sebelum umur 6 bulan yaitu adanya sosial budaya, anggapan bahwa bayi akan kelaparan, dan merasa bayinya sudah cukup besar untuk diberikan makanan pendamping ASI. 21
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh dukungan suami terhadap pemberian asi eksklusif di wilayah kerja puskesmas Pakuan Kota Yogyakarta AWAL

Pengaruh dukungan suami terhadap pemberian asi eksklusif di wilayah kerja puskesmas Pakuan Kota Yogyakarta AWAL

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Pengaruh Dukungan Suami terhadap Pemberian ASI Eksklusif” untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan di program studi DIV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI IBU TERHADAP DUKUNGAN BIDAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I YOGYAKARTA

HUBUNGAN PERSEPSI IBU TERHADAP DUKUNGAN BIDAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I YOGYAKARTA

Penelitian yang dilakukan oleh Desinta (2009) menyebutkan bahwa bantuan dan dukungan bidan penting. Mereka harus rutin memberikan nasihat mutakhir, ramah, simpati dan harus meyakinkan setiap ibu bahwa ibu pasti dapat menyusui. Bidan yang tidak melakukan hal ini akan memberikan dampak negativ bagi praktik menyusui dan akibatnya akan terjadi banyak kegagalan dalam menyusui. Salah satu dari tujuan bidan adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang manfaat ASI eksklusif pada bayinya (Subekti, 2013), agar tidak ada ibu yang memilih susu formula karena merasa susu formula lebih baik kandungan gizinya dari pada ASI (Khresheh, 2011).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects