Top PDF HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA  Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

1. Susatyo Yuwono, S. Psi, M. Si selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pembimbing Akademik yang telah bersedia meluangkan waktu untuk setiap ilmu, pembelajaran, dukungan, pengertian, kesabaran dan bimbingan yang telah diberikan.

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA  Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PUTRI DI SMA Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

Abstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan komunikasi interpersonal teman sebaya pada remaja putri. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan skala pada siswi. Responden penelitian ini diambil dari populasi siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala citra tubuh dan skala komunikasi interpersonal teman sebaya. Kemudian dianalisis dengan SPSS versi 15.0 Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara citra tubuh dan komunikasi interpersonal teman sebaya pada remaja putri yang ditunjukan dengan nilai r= 0,371 dengan sumbangan efektif sebesar 13,77% dengan p ≤ 0,01 . Subjek penelitian ini mempunyai tingkat citra tubuh yang “tinggi” diperoleh dari rerata empirik (RE) = 57,18. Tingkat komunikasi interpersonal teman sebaya subjek juga tergolong “tinggi” dengan rerata empirik (RE) = 100,47.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 7 Surakarta.

Citra tubuh merupakan cara seseorang mempersepsikan tubuhnya dengan konsep ideal yang dimilikinya pada pola kehidupan setempat dan dalam hubungannya dengan cara orang lain menilai tubuhnya (Hurlock, 1990). Majalah fashion wanita dikaitkan dengan citra tubuh yang lebih negatif, reaksi ini telah diperburuk oleh kecenderungan perempuan menilai tubuh buruk mereka sendiri (Turner, dkk, 1997). Bentuk tubuh langsing yang ideal tampaknya selalu dipamerkan oleh media massa (Wolf, 1990). Hal ini didukung oleh sebuah studi menyatakan bahwa analisis dari gambar-gambar yang disodorkan media massa memperkuat bukti bahwa tipe bentuk tubuh langsing sangat mendominasi dan bahwa anggapan sosial yang positif selalu dihubungkan dengan kelangsingan, sebaliknya anggapan sosial yang negatif dihubungkan pada kegemukan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN CITRA TUBUH DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA PUTRI

HUBUNGAN CITRA TUBUH DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA PUTRI

Hasil Terdapat 184 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil ditemukan bahwa citra tubuh mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku makan restrained DEBD(r=0.206, P<0.05). Status nutrisi mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku makan restrained DEBQ (r=0.303, P<0.05) dan external DEBQ(r=-0.243, P<0.05). Usia mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku makan emotional DEBQ(r=0.238, P<0.05)

15 Baca lebih lajut

Hubungan komunikasi interpersonal dan pemanfaatan internet dengan pengetahuan seks remaja kasus: siswa Sekolah Menengah Atas Plus Bina Bangsa Sejahtera (BBS), Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor

Hubungan komunikasi interpersonal dan pemanfaatan internet dengan pengetahuan seks remaja kasus: siswa Sekolah Menengah Atas Plus Bina Bangsa Sejahtera (BBS), Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor

“Ya pasti donk punya teman sebaya. Hal yang paling membuat saya malu pasca menstruasi adalah perubahan fisik yang paling utama. Awalnya saya ga pernah tau kalo perempuan tuch akan mengalami perubahan yang luar biasa dahsyatnya., misalnya itu lho mbak tumbuhnya rambut disekitar kemaluan, pokoknya dibagian-bagian tertentu dech. Malu donk mbak nanya kayak gitu-gituan ( masalah pribadi) ama ortu, apalagi orang tua aku ga pernah cerita masalah apa yang akan terjadi setelah mengalami menstruasi, apa yang akan berubah, ya udah mendingan aku nanya ama teman-teman aku, yang sama halnya mengalami perubahan, sambil tukar-tukar pikiran gitu lho mbak, aku lebih nyaman, lebih nyambung, lebih bebas, ga ada perasaan malu-malu, dan canggung, kalo nanya kayak begituan ama teman sebaya, bagi aku teman sebaya itu adalah segala-galanya, yang membuat aku bisa curhat lebih nyaman mengenai masalah pribadi baik suka dan duka” (S 15 tahun, Perempuan).
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DANKONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DANKONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri.

Hasil analisis rx 2y = – 0,338 dengan p < 0,05; menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif, dengan demikian semakin tinggi atau positif konsep diri maka akan semakin rendah perilaku konsumtifnya dan sebaliknya. Sumbangan efektif konsep diri terhadap perilaku konsumtif sebesar 8,223%.

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI SKRIPSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara citra tubuh dengan harga diri pada remaja putri. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara citra tubuh dengan harga diri pada remaja putri. Subjek dari penelitian ini sebanyak 62 siswi kelas IX dari SMA Kesatrrian 1 Semarang. Pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan skala harga diri dan skala citra tubuh. Penelitian ini menggunakan metode analisa dengan teknik korelasi Product Moment. Pada analisis tersebut didapatkan dari hasil rxy = 0,956 (p < 0,01), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara citra tubuh dengan harga diri pada remaja putri, dengan demikian hipotesis diterima. Citra tubuh memberikan sumbangan efektif sebesar 91,39 % terhadap harga diri pada remaja putri.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan Citra Tubuh Dengan Perilaku Makan  Pada Remaja Putri

Hubungan Citra Tubuh Dengan Perilaku Makan Pada Remaja Putri

Terdapat kecenderungan dalam peningkatan prevalensi kejadian overweight dan obesitas di kalangan remaja putri di seluruh dunia, hal ini mungkin disebabkan adanya transisi pola nutrisi yang saat ini banyak mengkonsumsi diet kaya lemak dan penurunan aktivitas fisik khususnya di daerah perkotaan. Peningkatan jumlah overweight dan obesitas di kalangan remaja putri telah menjadi sebuah perhatian klinis dan kesehatan masyarakat. 8,42,47 Lebih dari sepertiga populasi remaja putri overweight dan obesitas tersebut mempunyai perilaku makan yang bertujuan untuk menurunkan berat badan. 48,49 Studi cross-sectional di Malaysia menemukan adanya korelasi antara skor Body Mass Indeks (BMI ) dengan skor restrained DEBQ pada remaja putri ( r = 0.34), yang berarti makin gemuk seorang remaja putri maka kecenderungan untuk memiliki perilaku makan restrained makin tinggi juga. 8
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA  Hubungan Persepsi Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Antara Remaja Dan Orang Tua.

HUBUNGAN PERSEPSI POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA Hubungan Persepsi Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Antara Remaja Dan Orang Tua.

kekurangan dalam hal alat ukur penelitian. Alat ukur penelitian ini terdapat dua skala yaitu skala persepsi pola asuh demokratis orang tua dan skala komunikasi interpersonal remaja. Kedua skala tersebut masih terbilang kurang memiliki persiapan yang kurang walaupun uji reliabilitas dapat dikatakan sebagai alat ukur yang dapat mengukur apa yang seharusnya diukur, namun kedua skala ini kurang baik karena tidak melewati tahap uji coba terlebih dahulu dan hanya menggunakan tryout terpakai yang sebenarnya kurang tepat. Penggunaan tryout terpakai ini atas dasar pertimbangan keterbatasan waktu dari pihak peneliti dan perijinan yang diberikan oleh pihak sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya penelitian merupakan kekurangan dari penelitian ini.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA  Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Pada Remaja.

Halaman 1. Blue Print Skala Konsep Diri ................................................................. 32 2. Blue Print Skala Penerimaan Kelompok Teman Sebaya ....................... 33 3. Susunan Aitem Skala Konsep Diri Berdasarkan Validitas .................... 41 4. Susunan Aitem Skala Penerimaan Kelompok Teman Sebaya

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri.

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa. Pada masa remaja individu mulai mengalami perubahan dalam sikap dan perilakunya sejajar dengan tingkat pertumbuhan fisiknya. Remaja berada pada posisi transisi dalam perkembangan hidup manusia mengalami perubahan, baik yang berkaitan dengan perubahan fisik, interaksi sosial ataupun pencarian identitas dirinya. Remaja mulai mengarahkan geraknya menuju kelompok sebaya yang dianggap mempunyai kesamaan pandangan. Kebutuhan untuk diterima kelompok sebaya sangat penting bagi remaja. Dalam usahanya untuk dapat diterima dalam kelompok, remaja harus membuat penampilannya sama dengan pola-pola dan harapan-harapan sesama remaja, sehingga perhatiannya seringkali difokuskan pada diri sendiri. Mereka biasanya mulai sadar akan penampilan dirinya, penampilan wajah, pakaian, rambut, dan penampilan fisik lainnya. Karena mereka berpendapat bahwa penampilan diri memainkan peranan penting dalam penerimaan sosial terutama penerimaan dari teman sebaya (Mahdalela, 1998).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA  Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Pada Remaja.

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi masa kedewasaan. Namun pada dasarnya masa remaja adalah masa dimana seseorang dituntut untuk memilih sikap atau dapat juga dikatakan belajar merubah sikap kekanak-kanakan menjadi lebih dewasa, dimana pada masa ini si individu dapat menentukan sendiri kearah mana ia akan memulai berjalan dalam kehidupannya. Faktor yang mempengaruhi konsep diri, diantaranya adalah teman sebaya (peer group). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara penerimaan kelompok teman sebaya dengan konsep diri, serta mengetahui tingkat penerimaan kelompok teman sebaya dan konsep diri siswa SMP Negeri 17 Surakarta dan sumbangan efektif penerimaan kelompok teman sebaya terhadap konsep diri. Dengan hipotesis : ada hubungan positif antara penerimaan kelompok teman sebaya dengan konsep diri pada siswa SMP Negeri 17 Surakarta
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU PACARAN PADA REMAJA   Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Pacaran Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU PACARAN PADA REMAJA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Pacaran Pada Remaja.

Menyatakan bahwa dalam skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dengan Perilaku Pacaran pada Remaja” ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU PACARAN PADA REMAJA  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Pacaran Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU PACARAN PADA REMAJA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Pacaran Pada Remaja.

Tujuan dalam penelitian ini, yaitu : untuk mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku pacaran pada remaja. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara interaksi teman sebaya dengan perilaku pacaran pada remaja. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 132 orang remaja, penelitian ini memakai studi cluster random sampling, yaitu semua kelompok dalam populasi diberi peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala interaksi teman sebaya dan perilaku pacaran. Teknik analisis data menggunkan korelasi product moment.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

A-1 RELASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA A-2 SECURE ATTACHMENT REMAJA PUTRI DAN IBU

A-1 RELASI INTERPERSONAL TEMAN SEBAYA A-2 SECURE ATTACHMENT REMAJA PUTRI DAN IBU

Teman-teman tidak suka pada saya karena saya sering menceritakan masalah mereka kepada orang lain.. Saya akan mendiamkan teman saya saat mereka butuh nasehat dari saya.[r]

58 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI - Unika Repository

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI - Unika Repository

Saya tidak tertarik jika orang lain menyarabkan saya untuk merawat penampilan saya seperti melakukan perewatan wajah di skin care 29.. Saya makan dengan porsi makan yang secukupnya [r]

49 Baca lebih lajut

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian - 13.40.0219 Corona Fatma Fianinda BAB IV

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian - 13.40.0219 Corona Fatma Fianinda BAB IV

b. Pada tanggal 28 Juli 2017 peneliti melakukan perijinan dengan datang langsung ke SMA Kesatrian 1 Semarang dan bertemu Wakil Kepala Sekolah SMA Kesatrian 1 Semarang dengan memberikan surat ijin dari Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, kemudian dengan cara lisan peneliti diijinkan untuk melakukan penelitian di SMA Kesatrian 1 Semarang, dan untuk pelaksanaan penelitian diserahkan kepada Guru BK Kelas XI.

10 Baca lebih lajut

Hubungan antara citra tubuh dengan perilaku makan pada remaja putri di SMA Dwijendra Denpasar.

Hubungan antara citra tubuh dengan perilaku makan pada remaja putri di SMA Dwijendra Denpasar.

Remaja adalah individu yang berkembang dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan (Neufeldt & Guralnik, 1996). Masa remaja dimulai antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun, yaitu menjelang masa dewasa muda (Soetjiningsih, 2004). Menurut Hurlock (2004), perubahan fisik dalam masa remaja lebih pesat daripada masa kanak- kanak, sehingga menimbulkan respon tersendiri berupa tingkah laku yang sangat memperhatikan bentuk tubuhnya. Penelitian di Inggris menyebutkan bahwa wanita ingin menjadi lebih kurus daripada keadaan mereka saat ini (Grogan, 2008). Hal ini menyebabkan gangguan citra tubuh pada remaja putri.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA CITRA RAGA DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI MENGIKUTI SENAM PADA REMAJA PUTRI DI SANGGAR SENAM 97 SUKOHARJO.

HUBUNGAN ANTARA CITRA RAGA DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI MENGIKUTI SENAM PADA REMAJA PUTRI DI SANGGAR SENAM 97 SUKOHARJO.

Pada masa remaja perkembangan sosial seorang remaja bertambah luas dengan interaksi yang terjalin di antara teman sebaya dalam daya lingkup maupun kadar keakrabanya. Pada masa ini dalam dirinya telah tumbuh rasa solider yang kuat dan lebih mementingkan kekompakan dengan teman sebaya, serta memasuki hubungan sosial yang lebih matang dan bervariasi, sehingga persahabatan merupakan faktor yang penting tanpa dapat dipisahkan dari ciri khas kehidupannya. Mereka mempartisipasikan diri sebagai suatu kelompok yang mempertahankan identitas dirinya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan antara Pemantauan Diri dan Konformitas Teman Sebaya dengan Kecenderungan Pembelian Impulsif pada Remaja Putri

Hubungan antara Pemantauan Diri dan Konformitas Teman Sebaya dengan Kecenderungan Pembelian Impulsif pada Remaja Putri

Penelitian mengenai hubungan antara pemantauan diri dan konformitas teman sebaya dengan kecenderungan pembelian impulsif pada remaja putri dilakukan di Solo Grand Mall yang beralamatkan di Jalan Brigjend Slamet Riyadi nomor 273, Surakarta. Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu dilakukan survei awal untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan subjek penelitian. Solo Grand Mall merupakan mal terbesar dan terlengkap di kota Solo dan sekitarnya yang mulai beroperasional sejak 4 Desember 2004. Dibangun di atas lahan seluas 12.080 m² yang terdiri atas 7 lantai dengan luas totalnya 63.000 m². Konsep Solo Grand Mall adalah “ one stop f amily entertainment and recreation” yang berarti Solo Grand Mall menyediakan pelayanan yang dilengkapi dengan fasilitas hiburan serta rekreasi keluarga bagi para pengunjung yang ingin berbelanja berbagai macam kebutuhan dengan aneka variasinya tanpa memakan banyak waktu dan lebih efisiensi biaya karena pengunjung tidak perlu berpindah lokasi, segala kebutuhan telah tersedia di Solo Grand Mall.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...