Top PDF Hubungan Kreativitas Guru dan Lingkungan Belajar terhadap Keaktifan Siswa Kelas III MIN Jejeran Bantul Tahun Ajaran 2015/2016

Hubungan Kreativitas Guru dan Lingkungan Belajar terhadap Keaktifan Siswa Kelas III MIN Jejeran Bantul Tahun Ajaran 2015/2016

Hubungan Kreativitas Guru dan Lingkungan Belajar terhadap Keaktifan Siswa Kelas III MIN Jejeran Bantul Tahun Ajaran 2015/2016

terdapat perubahan terhadap posisi tempat duduk yang membuat siswa tidak merasa bosan dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hal serupa juga dikatakan oleh Ibu Siti Sofiyah guru kelas 3D, penyusunan tempat duduk disesuaikan dengan materi yang disampaikan. Namun pada kelas 3D Ibu Sofi lebih membebaskan siswa untuk mengatur letak tempat duduk sehingga kondisi lingkungan belajar yang disusun dengan keinginan siswa diharap dapat memicu keaktifan dan semangat siswa dalam belajar. Namun demikian, selain tata letak bangku siswa, sarana dan prasarana, kondisi lingkungan sekolah, kebersihan lingkungan belajar, sempitnya ruang kelas, panasnya suhu dalam kelas juga dapat mempengaruhi keaktifan siswa dalam belajar. Hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap lingkungan belajar siswa di sekolah, MIN jejeran Bantul memiliki 2 kampus. Kampus satu yaitu sekolah utama yang terletak di Jalan Imogiri Timur dan kampus 2 terletak di daerah Demangan. Ruang kelas III terletak di kampus 2 yang kondisi sarana dan prasarana sekolah masih belum lengkap. Seperti tidak adanya ruang perpustakaan, tidak adanya ruang laboratorium, dan lain-lain. Oleh karena itu, lingkungan belajar harus diciptakan seoptimal mungkin agar siswa merasa nyaman dan betah untuk mengikuti pelajaran. Kondisi yang demikian akan membuat siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran. Semakin siswa antusias dalam proses pembelajaran disitu siswa akan terdorong untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh guru.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB 1  Keaktifan Belajar Siswa Ditinjau Dari Persepsi Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru Dan Fasilitas Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI SMA Batik 2 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

BAB 1 Keaktifan Belajar Siswa Ditinjau Dari Persepsi Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru Dan Fasilitas Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI SMA Batik 2 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

Persepsi siswa satu dengan yang lain berbeda-beda. Menurut Rakhmad (2001:15) “Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan”. Persepsi merupakan cara pandang terhadap sesuatu atau mengutarakan pemahaman daya pikir dan otak. Persepsi akan timbul ketika seseorang mengamati suatu objek tertentu yang dilihatnya. Stephen (2001: 88) menjelaskan, “persepsi ialah sebagai proses dimana individu - individu mengorganisasikan dan menafsirkan indera mereka agar dapat memberikan makna pada lingkungan mereka”.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Melalui Penggunaan Strategi Teams Games Tournament pada Siswa Kelas III SD Negeri Rejosari 3 Tahun Ajaran 2015/2016.

PENDAHULUAN Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Melalui Penggunaan Strategi Teams Games Tournament pada Siswa Kelas III SD Negeri Rejosari 3 Tahun Ajaran 2015/2016.

Oleh karena itu, seorang guru diharapkan dapat menggunakan berbagai strategi secara efektif dan efisien sesuai dengan materi pelajaran yang akan di berikan dan juga disesuaikan dengan keadaan lingkungan sekolah dan karakteristik siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini, untuk meningkatkan keaktifan belajar adalah strategi Teams Games Tournament . Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti menulis judul penelitian sebagai berikut: “ PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS III DI SD NEGERI REJOSARI 3 TAHUN AJARAN 2015/2016”.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BIMBINGAN ORANG TUA DAN BIMBINGAN GURU DENGAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI SE-GUGUS I KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL TAHUN AJARAN 2015/2016.

HUBUNGAN BIMBINGAN ORANG TUA DAN BIMBINGAN GURU DENGAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI SE-GUGUS I KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL TAHUN AJARAN 2015/2016.

Pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa prinsip bimbingan di dasarkan pada sikap kemanusiaan yang dapat dijabarkan dalam beberapa aspek. Pertama, bimbingan diperuntukkan bagi semua individu yang dapat dilakukan secara klasikal untuk fungsi pencegahan sehingga diberikan kesemua siswa. Kedua, bimbingan bersifat individualisasi yaitu memaksimalkan keunikan yang ada pada masing-masing individu agar berkembang secara maksimal. Ketiga, bimbingan menekankan hal positif agar siswa dapat berkembang dan memberikan dorongan untuk kesuksesan. Keempat, bimbingan merupakan usaha bersama yaitu terjadi dengan kerjasama semua pihak baik dari konselor, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Kelima, bimbingan diarahkan untuk membantu individu agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Keenam, bimbingan berlangsung dalam berbagai situasi, bimbingan tidak hanya berlangsung di sekolah namun lingkungan keluarga serta masyarakat.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

 PENDAHULUAN  Studi Komparasi Strategi Team Quiz dengan Word Square Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III MIN Patihan Tahun Ajaran 2015/2016.

PENDAHULUAN Studi Komparasi Strategi Team Quiz dengan Word Square Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III MIN Patihan Tahun Ajaran 2015/2016.

Keberhasilan suatu proses pembelajaran berkaitan erat dengan strategi pembelajaran yang diterapkan. Strategi pembelajaran adalah suatu pendekatan pengajaran dalam mengelola kegiatan pembelajaran untuk menyampaikan materi secara sistematis sehingga menghasilkan hasil belajar (Uno, 2010:61). Keaktifan dan hasil belajar siswa dapat diwujudkan dengan melaksanaan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. Sehingga guru dapat menyajikan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan.

4 Baca lebih lajut

Hubungan persepsi siswa tentang kreativitas guru dalam mengelola kelas terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MIN Sumurrejo Semarang tahun pelajaran 2015/2016

Hubungan persepsi siswa tentang kreativitas guru dalam mengelola kelas terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MIN Sumurrejo Semarang tahun pelajaran 2015/2016

MI Negeri Sumurrejo Semarang sejak 3 tahun terakhir sudah termasuk dalam sekolah binaan FITK UIN Walisongo Semarang. Sebagai satu-satunya Madrasah Ibtidaiyyah Negeri di kota Semarang, MIN Sumurrejo telah banyak mengadakan kerjasama salah satunya dengan FITK UIN Walisongo dan kerjasama dengan USAID American People. Sejak itu pula MIN Sumurrejo menerapkan program untuk meningkatkan mutu madrasah antara lain program Pagi Ceria; yaitu program membaca juz amma dan materi hafalan buku hidden curriculum sebelum masuk jam pelajaran, program Reading Morning; yaitu kegiatan membaca oleh seluruh siswa, guru dan stakeholder di lingkungan madrasah, program Qiro’ati serta program sholat dhuhur berjamaah.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penerapan Strategi Card Sort Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas Iii Sd Negeri Singkil Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016.

PENDAHULUAN Penerapan Strategi Card Sort Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas Iii Sd Negeri Singkil Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016.

Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada. Pendidikan tidak hanya mencangkup pengembangan intelektualitas saja, akan tetapi lebih ditekankan pada proses pembinaan kepribadian anak secara menyeluruh sehingga anak menjadi dewasa. Banyak upaya yang telah dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Upaya-upaya tersebut antara lain dari pengadaan fasilitias pendidikan, peningkatan kompetensi guru, penyelenggaraan berbagai pelatihan-pelatihan untuk guru, peningkatan mutu manajemen sekolah. Upaya-upaya itu bertujuan membawa tujuan positif terhadap dunia pendidikan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KOMPETENSI GURU PROFESIONAL DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA SE KECAMATAN MEDAN DENAI TAHUN AJARAN 2015/2016.

HUBUNGAN KOMPETENSI GURU PROFESIONAL DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA SE KECAMATAN MEDAN DENAI TAHUN AJARAN 2015/2016.

Guru-guru mata pelajaran geografi SMA di Kecamatan Medan Denai selaku tenaga pendidik memiliki tanggungjawab yang sama seperti guru-guru lainnya untuk menjadi seorang tenaga didik yang professional seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia No 16 Tahun 2007 tentang standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Namun pada kenyataannya, keoptimalan guru dalam menjelaskan materi pada mata pelajaran geografi sebagai salah satu indikator dari kompetensi professional guru belum sepenuhnya dilaksanakan secara objektif.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SE GUGUS BIMA TAHUN AJARAN 2015/2016.

PENGARUH KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SE GUGUS BIMA TAHUN AJARAN 2015/2016.

waktu tertentu. Dengan demikian, data-data dari hasil kinerja tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, misalnya terkait dengan indentifikasi kebutuhan program madrasah, promosi, mutasi pegawai, sistem imbalan, dan lain sebagainya. Penilaian tidak dimaksudkan untuk mengkritik dan mencari kesalahan, tetapi mendorong guru dalam pengertian yang konstruktif untuk mengembangkan diri menjadi lebih profesional yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan siswa. Hal ini menuntut perubahan perilaku dan kesediaan guru memeriksa diri secara berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Manajemen Kelas Dan Keaktifan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Kelas Tinggi SD Negeri Tunjungsari Tahun Ajaran 2015/2016.

PENDAHULUAN Pengaruh Manajemen Kelas Dan Keaktifan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Kelas Tinggi SD Negeri Tunjungsari Tahun Ajaran 2015/2016.

Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah sekolah. Sekolah seharusnya menerapkan manajemen kelas pada setiap kelasnya sehingga sebelum pembelajaran setiap guru mengatur kelas dengan baik karena berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Apabila guru dan siswa bisa mengelola kelas dengan baik maka proses pembelajaran juga akan diterima dengan mudah oleh siswa, pembelajaran menjadi terarah nyaman yang nantinya akan memperoleh hasil yang baik. Menurut (Karwati 2014: 6) “Manajemen kelas adalah usaha sadar untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan dan melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap program dan kegiatan yang ada dikelas sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara sistematis, efektif dan efisien, sehingga segala potensi peserta didik mampu dioptimalkan. ” Manajemen kelas bertujuan untuk memudahkan siswa untuk terfokuskan dalam proses belajar, siswa akan merasakan kenyamanan belajar sehingga pembelajaran yang disampaikan mudah diterima. Disamping itu guru lebih mudah mengamati keseriusan siswa dalam proses pembelajaran, memudahkan guru memberikan penilaian.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LINGKUNGAN SEKOLAH DAN FAKTOR KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA IPS KELAS VIII SMP SWASTA MASEHI BERASTAGI TAHUN AJARAN 2015/2016.

HUBUNGAN LINGKUNGAN SEKOLAH DAN FAKTOR KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA IPS KELAS VIII SMP SWASTA MASEHI BERASTAGI TAHUN AJARAN 2015/2016.

Berdasarkan penelitian yang sebelumnya, fenomena yang terjadi di lapangan sehubungan dengan motivasi belajar menunjukkan bahwa masih dijumpai siswa yang memiliki perilaku berikut: 1) membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan PR, dan tidak teratur dalam belajar, 2) menunjukkan sikap yang kurang wajar, seperti menentang dan acuh-tak acuh, 3) lambat dalam melaksanakan tugas-tugas kegiatan belajar dan 4) menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti pemurung, pemarah, mudah tersinggung. Keempat gejala tersebut diduga berkaitan erat dengan motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

KREATIVITAS BELAJAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR  Kreativitas Belajar Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Dan Lingkungan Belajar Siswa Kelas XI Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

KREATIVITAS BELAJAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR Kreativitas Belajar Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Dan Lingkungan Belajar Siswa Kelas XI Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

Lingkungan belajar juga berperan penting dalam membentuk kedisiplinan belajar siswa. Karena lingkungan dapat mempengaruhi manusia dalam semua aspek kehidupan. Demikian pula dalam belajar, lingkungan mempunyai peranan penting dalam mendukung proses belajar mengajar karena dalam proses belajar itu diperlukan lingkungan belajar yang baik, mulai dari lingkungan keluarga yang baik dan lingkungan pergaulan yang baik. Lingkungan belajar tersebut meliputi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Mengingat begitu besarnya peranan lingkungan belajar dalam proses belajar mengajar, maka sudah tentu keberadaan lingkungan tersebut berpengaruh terhadap kreativitas belajar siswa dalam mencapai prestasi yang memuaskan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KREATIVITAS BELAJAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR  Kreativitas Belajar Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Dan Lingkungan Belajar Siswa Kelas XI Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

KREATIVITAS BELAJAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR Kreativitas Belajar Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Dan Lingkungan Belajar Siswa Kelas XI Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

6. Drs. Madiyono, S.Pd, MM, Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta dan segenap Guru, Karyawan dan Staf tata usaha serta badan administrasi SMA Muhammadiyah 1 Surakarta atas bantuan dan kerjasamanya selama penelitian. 7. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.

17 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IV B SD NEGERI TEGALPANGGUNG YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IV B SD NEGERI TEGALPANGGUNG YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.

Hari ini adalah hari pertama peneliti mulai masuk ke sekolah guna meneliti siswa khususnya kelas IV B. Peneliti datang ke sekolah pukul 12.30 WIB. Peneliti langsung masuk kelas melihat siswa dalam proses belajar. Pengaturan tempat duduk siswa ada tiga baris, dalam satu baris terdapat satu meja dua siswa. Jumlah siswa dalam satu kelas 22 siswa. Peneliti sendiri duduk di barisan paling belakang dari tempat duduk siswa agar dapat mengamati siswa secara keseluruhan. Sebelum belajar, guru meminta siswa berdoa bersama-sama supaya pembelajaran hari ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun. Pelajaran pada hari ini adalah pendidikan Agama Islam. Siswa menggunakan buku paket dari perpustakaan dan guru meminta siswa membuka buku paket tersebut. Siswa mempelajari buku paket sesuai perintah guru. Setelah siswa mempelajari buku paket tersebut guru menjelaskan materi tentang cara sholat. Guru meminta salah satu siswa mempraktikkan cara sholat di depan kelas. Pada saat siswa praktik, siswa yang lain memperhatikan praktik atau demonstrasi dari salah satu siswa tersebut. Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya materi sholat yang belum dipahami. Siswa tidak ada yang bertanya. Setelah itu guru melakukan tanya jawab bersama siswa. Siswa yang ditunjuk harus siap menjawab pertanyaan dari guru. Siswa dapat menjawab pertanyaan dari guru dengan benar. Siswa yang bernama Din menguap sambil berkipas-kipas saat guru menjelaskan materi Agama Islam. Pada saat belajar Agama Islam, guru mengajak siswa menyimpulkan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

205 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARASI STRATEGI TEAM QUIZ DENGAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III  Studi Komparasi Strategi Team Quiz dengan Word Square Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III MIN Patihan Tahun Ajaran 2015/2016.

STUDI KOMPARASI STRATEGI TEAM QUIZ DENGAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III Studi Komparasi Strategi Team Quiz dengan Word Square Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III MIN Patihan Tahun Ajaran 2015/2016.

Ariyana Kusuma Sari, A510120139. STUDI KOMPARASI STRATEGI TEAM QUIZ DENGAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III MIN PATIHAN TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Maret, 2016

15 Baca lebih lajut

PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS ATAS  Pengaruh Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas Atas SD Negeri 3 Ngraji Tahun Ajaran 2015/2016.

PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS ATAS Pengaruh Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas Atas SD Negeri 3 Ngraji Tahun Ajaran 2015/2016.

Zuli Isnawati/A510120209. THE EFFECT OF LEARNING FACILITIES AND LEARNING ENVIRONMENT TO LEARNING ACHIEVEMENT AT CLASS STUDENT THE TOP SD NEGERI 3 NGRAJI ACADEMIC YEAR 2015/2016. Essay. Faculty of Teacher Training and Education. Muhammadiyah University of Surakarta. March, 2016.

19 Baca lebih lajut

PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR  TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS ATAS  Pengaruh Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas Atas SD Negeri 3 Ngraji Tahun Ajaran 2015/2016.

PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS ATAS Pengaruh Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas Atas SD Negeri 3 Ngraji Tahun Ajaran 2015/2016.

Pendidikan sudah tidak asing lagi bagi khalayak umum, terlebih lagi di era globalisasi yang dikenal dengan zaman kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) seperti sekarang ini. Berkembangnya IPTEK diikuti dengan berkembangnya pola pemikiran masyarakat. Dengan perkembangan pola pikir masyarakat seperti sekarang ini, pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Sebab, persaingan untuk mempertahankan hidup semakin ketat dengan sulitnya lapangan pekerjaan sebagai modal untuk mempertahankan hidup dan melanjutkan keturunan. Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan dan perubahan, oleh karena itu dibutuhkan tenaga kerja yang terampil dan profesional
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kreativitas Belajar Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Dan Lingkungan Belajar Siswa Kelas XI Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

PENDAHULUAN Kreativitas Belajar Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Dan Lingkungan Belajar Siswa Kelas XI Di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

Menurut suharnan (2005:373) mengatakan bahwa “ kreativitas (creativity) adalah salah satu kemampuan intelektual manusia yang sangat penting, dan oleh kebanyakan ahli psikologi kognitif dimasukan ke dalam kemampuan memecahkan masalah ” . Berfikir kritis merupakan hal yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kreativitas belajar. Menurut Langrehr (2006:67):

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DAYA TAHAN PARU JANTUNG DENGAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V DI SDN SENENG DI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN AJARAN 2015/2016.

HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DAYA TAHAN PARU JANTUNG DENGAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V DI SDN SENENG DI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN AJARAN 2015/2016.

Kegiatan belajar yang dilakukan siswa tentunya dipengaruhi dari berbagai faktor agar dapat aktif melakukan proses pembelajaran. Faktor- faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya dan dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Menurut Slameto (2003 : 54) faktor-faktor intern dibahas menjadi 3 faktor, yaitu : faktor jasmaniah, faktor psikologi, dan faktor kelelahan. Kelelahan merupakan faktor intern yang berpengaruh dalam kegiatan belajar yang mempengaruhi keaktifan siswa. Kelelahan yang dialami anak terlihat dengan lemah lunglainya tubuh. Kelelahan jasmani terjadi karena kekacauan substansi sisa pembakaran didalam tubuh,sehingga darah tidak/kurang lancar pada bagian-bagian tertentu (Slameto, 2003: 59). Keadaan anak semestinya dalam kondisi yang bugar dengan daya tahan tubuh yang baik agar tidak mengelamai kelelahan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

BAB 1  Kreativitas Belajar Kewirausahaan Ditinjau Dari Pemanfaatan Perpustakaan Dan Lingkungan Kelas Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah Delanggu Tahun Ajaran 2014/2015.

BAB 1 Kreativitas Belajar Kewirausahaan Ditinjau Dari Pemanfaatan Perpustakaan Dan Lingkungan Kelas Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah Delanggu Tahun Ajaran 2014/2015.

Pendidikan merupakan titik tolak perwujudan generasi muda untuk siap bersaing di era globalisasi dan tuntutan zaman. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempercepat modernisasi dalam segala bidang, berbagai perkembangan itu semakin kuat sejalan dengan tuntutan reformasi dan globalisasi sehingga membutuhkan SDM yang terdidik untuk menempuh berbagai upaya agar mampu bersaing untuk menghadapi tantangan di era globalisasi dan untuk memantapkan pembentukan kepribadian bangsa termasuk generasi mudanya. Sejak dikeluarkannya Undang-Undang No. 22 tahun 1999 sistem pemerintahan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik, sehingga perubahan sistem pemerintahan tersebut membawa konsekuensi yang amat luas termasuk di dalamnya pengelolaan pendidikan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects