Top PDF Hubungan Mekanisme Koping terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap

Hubungan Mekanisme Koping terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap

Hubungan Mekanisme Koping terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap

pernah” 4. Penilaian kinerja dalam penelitian ini mengunakan model penilaian atasan langsung dan diri sendiri oleh responden. Kinerja tinggi apabila nilai antara penilaian atasan langsung dan responden ≥ 95 median dan kinerja rendah apabila nilai < 95 median. Kuisioner penelitian ini sebelum dibagikan kepada responden peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas di RS Islam Ibnu Sina Pekanbaru dengan jumlah responden sebanyak 20 responden. Hasil uji instrumen (validitas dan reliabilitas) menggunakan tehnik korelasi Pearson product moment (r) Dikatakan valid jika r hasil > r table, dikatakan reliabel jika r alpha > r tabel (Hastono, 2011). Pada penelitian ini nilai r tabel yang digunakan (r = 0,444), hasil perhitungan pada penelitian diperoleh pada kuesioner mekanisme koping r hitung dalam rentang ( 0,512 – 0,742 ) terdapat tiga pertanyaan yang tidak valid untuk koesioner mekanisme koping dan 17 kuesioner yang valid untuk mekanisme koping, sedangkan nilai Cronbach's Alpha diperoleh sebesar 0,911 artinya kuesioner mekanisme koping reliabel. Hasil perhitungan pada kuesioner kinerja r hitung dalam rentang (0,462 – 0,859) terdapat enam pertanyaan kinerja yang tidak valid dan 32 pertanyaan yang valid, sedangkan hasil perhitungan nilai Cronbach's Alpha diperoleh nilai sebesar 0,959 artinya kuesioner kinerja bersifat reliabel.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. H. MOH. ANWAR KABUPATEN SUMENEP

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. H. MOH. ANWAR KABUPATEN SUMENEP

Skripsi berjudul Hubungan antara Faktor Organisasi dengan Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember pada:

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KOMPETENSI (PENGARAHAN) KEPALA RUANG TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ADJIDARMO  KABUPATEN LEBAK

HUBUNGAN KOMPETENSI (PENGARAHAN) KEPALA RUANG TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ADJIDARMO KABUPATEN LEBAK

Kompetensi adalah kemampuan individu untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan memiliki ke unggulan menyangkut pengetahuan, keahlian dan sikap, kepala ruangan menjadi Frontline di ruangan untuk mengarahkan perawat pelaksana agar kinerja perawat pelaksana baik dan lebih ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Teridentifikasinya hubungan kompetensi kepala ruang terhadap kinerja perawat pelaksana dalam menerapkan asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak, Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan studi korelasi, dengan pendekatan deskriptif cross sectional. Jumlah sampel 132 perawat pelaksana di 10 ruang rawat inap. Proses analisa data dengan SPSS 22 untuk menguji variable. Hasil penelitian diperoleh nilai P Value= 0.04, OR = 2.314, pada tingkat kepercayaan 95% (alpha 5%). Kesimpulan menunjukkan ada hubungan kompetensi ( pengarahan) kepala ruang terhadap kinerja perawat pelaksana.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MOTIVASI DAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LANGSA TESIS

HUBUNGAN MOTIVASI DAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LANGSA TESIS

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul “ Hubungan Motivasi dan Beban Kerja dengan Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Langsa”, disusun untuk memenuhi sebagian dari syarat untuk memperoleh gelar Magister Ilmu Keperawatan di Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruang Dan Motivasi Intrinsik Perawat Pelaksana Kontrak Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Kontrak  Di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Medan

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruang Dan Motivasi Intrinsik Perawat Pelaksana Kontrak Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Kontrak Di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Medan

Kinerja perawat pelaksana kontrak adalah hasil kerja yang dicapai oleh perawat pelaksana kontrak di RSUD Dr. Pirngadi Medan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien meliputi pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi tindakan. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan tentang kinerja perawat pelaksana kontrak di ruang rawat inap paling banyak adalah kategori kurang baik yaitu 50 orang (52,6%), kategori baik sebanyak 41 orang (43,2%) dan kategori tidak baik sebanyak 4 orang (4,2%), dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja perawat pelaksana kontrak dalam melaksanakan asuhan keperawatan belum optimal. Hasil penelitian ini sesuai dengan permasalahan pada perawat pelaksana kontrak yang kurang percaya diri dan ragu-ragu, lamban, kurang mandiri, kurang memahami tentang asuhan keperawatan, tidak semua asuhan keperawatan dilaksanakan dan pendokumentasian asuhan keperawatan yang masih tidak lengkap.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruang Dan Motivasi Intrinsik Perawat Pelaksana Kontrak Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Kontrak Di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Medan

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruang Dan Motivasi Intrinsik Perawat Pelaksana Kontrak Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Kontrak Di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Medan

Segala Puji Syukur penulis hanya kepada Tuhan Yesus atas rencana indah yang Dia berikan dalam kehidupan penulis. Berkat pertolonganNya yang berlimpah, penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan tesis ini dengan judul “ Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruang dan Motivasi Intrinsik Perawat Pelaksana terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Medan.

17 Baca lebih lajut

SKRIPSI HUBUNGAN PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PENDOKUMENTASIAN ASKEP DI RUANG RAWAT INAP RSU

SKRIPSI HUBUNGAN PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PENDOKUMENTASIAN ASKEP DI RUANG RAWAT INAP RSU

Supervisi keperawatan ditujukan untuk mengarahkan pada perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Pelaksanaan supervisi oleh kepala ruangan yang baik dapat mempengaruhi kinerja perawat pelaksana dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dan hasil pendokumentasian lebih efisien bila supervisi yang dilakukan oleh kepala ruangan berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan supervisi kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSU.Sari Mutiara Medan Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 responden.Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan supervisi kepala ruang paling banyak adalah baik yaitu 27 responden (62,8%) dan kinerja perawat dalam pendokumentasian askep yang paling banyak adalah adalah baik yaitu 30 responden ( 69,85%). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan supervisi kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana dalam pendokumentasian asuhan keperawatan (pvalue=0.004) < 0,05. Sehingga disarankan bagi rumah sakit perlunya supervisi secara periodik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, bagi perawat diharapkan untuk lebih memperhatikan standar pendokumentasian asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh rumah sakit
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Peningkatan Kinerja Perawat Pelaksana Melalui Komunikasi Organisasi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit

Peningkatan Kinerja Perawat Pelaksana Melalui Komunikasi Organisasi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit

Penelitian ini merupakan penelitian korelasi deskriptif dengan pendekatan potong lintang, bertujuan untuk melihat hubungan antara komunikasi organisasi dengan kinerja perawat pelaksana, dan mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana. Hipotesis yang dibuktikan dalam penelitian ini adalah “Ada hubungan antara komunikasi organisasi dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RS”. Responden penelitian sebanyak 156 perawat pelakana. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti sesuai dengan teori terkait variabel yang diteliti yaitu kinerja perawat berdasarkan standar praktik profesional (ANA, 2004; PPNI, 2010) dan komunikasi organisasi berdasarkan pendekatan mikro (Masmuh, 2010; Muhammad, 2009). Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda untuk mengidentifikasi faktor komunikasi organisasi yang paling berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana. Pengukuran Kinerja Perawat dan Komunikasi Organisasi menggunakan empat kriteria berdasarkan skala Likert, selanjutnya data dikelompokkan dalam dua kategori berdasarkan nilai median atau mean sesuai distribusi data. Prinsip etik memperhatikan hak responden untuk menentukan kesediaannya sebagai responden penelitian melalui pernyataan persetujuan. Peneliti menghormati hak subyek penelitian, dengan cara menjamin kerahasiaan identitas (anonymity), kebebasan pribadi (pri- vacy ), dan kerahasiaan data (confidentiality). Hasil
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP INTERNA DI RSUD DAYA KOTA MAKASSAR

HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP INTERNA DI RSUD DAYA KOTA MAKASSAR

Metode tim adalah Metode penugasan pemberian asuhan keperawatan, dimana kepala ruangan membagi perawat pelaksana dalam beberapa kelompok atau tim, yang diketuai oleh seorang perawat pelaksana terdiri dari berbagi latar belakang pendidikan dan kemampuannya (Manurung, 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan metode tim dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap interna di RSUD Daya Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 Juli 2013 sampai 23 Juli 2013. Penelitian ini mengunakan metode penelitian Deskritif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 responden. Pemilihan sampel dilakukan dengan Purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square, dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara hubungan interpersonal, komunikasi, tanggung jawab dengan kinerja perawat, dengan nilai kemaknaan p=0,032, p=0,013, p=0,013, dimana nilai p lebih kecil dari a=0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara hubungan interpersonal, komunikasi, tanggunggung jawab dengan kinerja perawat pelaksana diruang rawat inap interna di RSUD Daya Kota Makassar. Adapun saran, perlunya perawat melakukan upaya peningkatan diri baik pengetahuan maupun keterampilan melalui jenjang formal dan non formal guna mendukung upaya pencapaian kinerja yang lebih baik lagi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

50 DETERMINAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSU SARI MUTIARA MEDAN TAHUN 2017

50 DETERMINAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSU SARI MUTIARA MEDAN TAHUN 2017

Pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan jelas mempunyai kontribusi yang sangat menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit, sehingga setiap upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit harus juga disertai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor-faktor kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Sari Mutiara Medan Tahun 2017. Jenis penelitian yang dipakai oleh peneliti sebagai pendekatan dalam penelitian adalah kuantitatif. Desain penelitiannya dengan pendekatan cross sectional study (studi potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan yang berjumlah 217 orang, dengan jumlah sampel 200 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh motivasi (p=0,000), beban kerja (0,037), kompensasi (0,042), pengembangan karir (0,002), pendidikan (p=0,000) memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja perawat. Sedangkan iklim kerja (p=0,059), kemampuan kerja (p=0,135), dan masa kerja (p=0,697) memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja perawat. Motivasi kerja merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kinerja perawat dengan nilai OR = 8,014. Dengan demikian Rumah Sakit Sari Mutiara perlu meningkatkan loyalitas, kepatuhan sesuai standar pelayanan yang berlaku dengan metode pelatihan budaya kerja. Sehingga motivasi yang merupakan faktor psikologis dilatih untuk lebih peka dan menumbuhkan semangat dan motivasi dalam bekerja.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI - Repositori Universitas Andalas

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI - Repositori Universitas Andalas

From the result can be concluded that There were correlation between organization’s culture, and individual characteristic with staff nurse’s working performance with p value < 0,05 i[r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI - Repositori Universitas Andalas

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI - Repositori Universitas Andalas

Kinerja merupakan hasil karya yang dicapai seseorang yang dapat diukur atau dinilai secara kualitas dan kuantitas menurut ukuran yang berlaku dalam suatu organisasi Menurut As’ad (2004), kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Kinerja perawat pelaksana merupakan serangkaian kegiatan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan (Marquis, 2000). Ilyas (2002). kinerja adalah penampilan hasil karya personel baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi. Sedangkan Wibowo (2007) kinerja merupakan suatu proses bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Simanjutak (2005) kinerja merupakan tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja personel. Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan hasil karya yang dicapai seseorang yang dapat diukur atau dinilai secara kualitas dan kuantitas menurut ukuran yang berlaku dalam suatu organisasi. Kinerja yang baik merupakan cerminan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien di rumah sakit.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI - Repositori Universitas Andalas

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI - Repositori Universitas Andalas

ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI MANUSKRIP PENELITIAN MARLINA ANDRIANI 1021224043 PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN PASCASARJANA ILMU KEPERAWATAN.[r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA YARSI PADANG - Repositori Universitas Andalas

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA YARSI PADANG - Repositori Universitas Andalas

UNIVERSITASANDALAS HUBUNGANBUDAYAORGANISASI DENGANKINERJAPERAWAT PELAKSANADIRUANGRAWATINAPRUMAHSAKITISLAM IBNUSINAYARSIPADANG TESIS Diajukansebagaisalahsatusyaratuntukmemperoleh[r]

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2014.

Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2014.

Tingginya tuntutan dari pasien, perubahan teknologi yang pesat, adanya berbagai kebijakan, pengaturan internal rumah sakit dan kadang tekanan dari pihak manajemen untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dapat berdampak terhadap lingkungan kerja yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja perawat (Rosnaniar dkk, 2013). Kompleksnya tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab perawat menyebabkan profesi perawat rentan mengalami burnout (Lailani, 2012). Adanya burnout perawat akan sangat berpengaruh pada pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarga, membuat hubungan antar rekan kerja menjadi renggang serta timbul perasaan negatif terhadap pasien, pekerjaan dan iklim organisasi (Tawale dkk, 2011). Hal ini berdampak pada menurunnya kinerja perawat yang akhirnya berpengaruh pada kualitas mutu pelayanan.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATANDI RUANG RAWAT INAP RSUD PASAMAN BARAT TAHUN 2010.

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATANDI RUANG RAWAT INAP RSUD PASAMAN BARAT TAHUN 2010.

Tugas dan tanggung jawab perawat bukan hal yang ringan untuk dipikul. Disatu sisi perawat bertanggung jawab terhadap tugas fisik, administratif dari instansi tempat ia bekerja, menghadapi kecemasan, keluhan dan mekanisme pertahanan diri pasien yang muncul pada pasien akibat sakitnya, ketegangan, kejenuhan dalam menghadapi pasien dengan kondisi yang menderita sakit kritis atau keadaan terminal, disisi lain ia harus selalu dituntut untuk selalu tampil sebagai profil perawat yang baik oleh pasiennya (Danang, 2009). Berbagai situasi dan tuntutan kerja yang dialami dapat menjadi sumber potensial terjadinya stres (Golizeck, 2005).
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemimpinan dan Komunikasi terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Padangsidimpuan

Pengaruh Kepemimpinan dan Komunikasi terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Padangsidimpuan

Manajemen keperawatan pada dasarnya berfokus pada perilaku manusia. Untuk mencapai tingkat tertinggi dari produktivitas pada pelayanan keperawatan, pasien membutuhkan manajer perawat yang terdidik dalam pengetahuan dan keterampilan tentang perilaku manusia untuk mengelola perawat profesional serta pekerja keperawatan non profesional. Pimpinan yang mampu menyelesaikan masalah dengan efektif dan menciptakan kondisi untuk mewujudkan kepemimpinan yang efektif dengan membentuk suasana yang dapat diterima oleh bawahan, sehingga bawahan tidak merasa terancam dan ketakutan. Untuk dapat melakukan hal tersebut di atas, baik atasan maupun bawahan perlu memahami tentang pengelolaan kepemimpinan secara baik, yang pada akhirnya akan terbentuk motivasi dan sikap kepemimpinan yang profesional. Kepemimpinan dalam keperawatan merupakan penerapan pengaruh dan bimbingan yang ditujukan kepada semua staf keperawatan untuk menciptakan kepercayaan dan ketaatan sehingga timbul kesediaan melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI.

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI.

Rerata umur perawat pelaksana 37,73 tahun dengan standar deviasi 8,66 tahun. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Rusdi (2009) rerata umur perawat pelaksana 35,8 tahun, dimana perawat pelaksana berada pada tingkat usia produktif yang dapat menunjang untuk berkinerja lebih baik. Secara teori umur ini tergolong umur produktif dengan kemampuan psikososial yang dapat dipertanggung jawabkan. Kondisi ini dapat digunakan untuk memperbaiki pelayanan dengan kinerja yang lebih baik yang berdampak terhadap mutu pelayanan rumah sakit.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Pelaksana Di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Dumai

Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Pelaksana Di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Dumai

kerja seseorang yaitu tuntutan fisik berupa lingkungan kerja yang panas, dingin atau AC dan tidak ada AC, pencahayaan, luas ruangan kerja,. Tuntutan peran seperti peran dan konflik yang dialami perawat. Tuntutan interpersonal terjadi apabila sikap dan tujuan dari setiap individu berbeda. Stres juga disebabkan oleh beban kerja yang berat sehingga kesulitan dalam mempertahankan kualitas pekerjaan yang tinggi. Penyebab organisasional berupa prosedur atau tindakan baru yang selalu mengikuti perkembangan teknologi. Sedangkan dari individual berupa pertentangan karier dan tanggung jawab keluarga, ekonomi, serta kejenuhan saat bekerja. Hal ini sejalan dengan penelitian Yesi (2010) bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres kerja perawat dengan kinerja perawat pelaksanadi Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum (RSUD) Pasaman Barat.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects