Top PDF Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Anemia didefinisikan sebagai penurunan satu atau lebih sel darah merah mayor, konsentrasi hemoglobin, hematokrit atau jumlah sel darah merah. Anemia dapat ditegakkan dengan pemeriksaan hemoglobin berdasarkan jenis kelamin, yaitu pada pria kurang dari 13 gr/dL, sedangkan pada wanita dibagi menjadi wanita pra- menopause kurang dari 12 gr/dL dan wanita pasca menopause kurang dari 13 gr/dL. Anemia dapat didiagnosa pada setiap tingkat GGK dan terdapat hubungan erat dengan tingkat keparahan GGK tersebut. Sebanyak 50% penderita GGK yang menderita anemia. Anemia dapat terjadi karena kekurangan zat besi, asam folat dan vitamin B12; perdarahan gastrointestinal, hiperparatiroid yang parah, inflamasi sistemik, tetapi penyebab paling utama terjadinya anemia pada penderita GGK yaitu menurunnya sintesis eritroprotein. Eritroprotein adalah glikoprotein yang disekresikan oleh ginjal dan berperan penting dalam pertumbuhan dan diferensiasi sel-sel darah merah pada sumsum tulang. Anemia pada pasien GGK dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian akibat komplikasi kardiovaskular (angina, hipertrofi ventrikel kiri,dan gagal jantung) yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut yang disebut Cardiorenal Anemia Syndrome. 21,22
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan suatu kondisi dimana kedua ginjal tidak dapat berfungsi secara normal. Uremia pada pasien GGK akan menyebabkan manifestasi di tubuh, termasuk juga rongga mulut, salah satunya adanya gangguan sensitivitas pengecapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pasien GGK yang menjalani hemodialisis dengan sensitivitas pengecapan, prevalensi pasien hemodialisis yang mengalami gangguan sensitivitas pengecapan, hubungan antara pasien GGK yang menjalani hemodialisis dengan sensitivitas rasa manis, asin, asam, pahit, dan umami. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pasien GGK yang menjalani hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel pada penelitian ini adalah 96 sampel. Penelitian dilakukan dengan mencatat data pasien sesuai rekam medik kemudian dilakukan penelitian pada lidah subjek dengan metode uji taste strips. Hasil penelitian ini menunjukkan 80,8% subjek hemodialisis jangka pendek dan 19,2% subjek hemodialisis jangka panjang mengalami gangguan pengecapan rasa manis; 97,3% subjek hemodialisis jangka pendek dan 2,7% subjek hemodialisis jangka panjang mengalami gangguan pengecapan rasa asam; 80,3% subjek hemodialisis jangka
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

pendek dan 19,7% subjek hemodialisis jangka panjang mengalami gangguan rasa asin. Sedangkan untuk gangguan pengecapan rasa pahit, 98,5% subjek hemodialisis jangka pendek dan 1,5% subjek hemodialisis jangka panjang dan untuk gangguan pengecapan rasa umami, 97,2% subjek hemodialisis jangka pendek dan 2,8% subjek hemodialisis jangka panjang. Dari data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan sensitivitas pengecapan rasa asam, rasa pahit, dan rasa umami, tetapi tidak terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan sensitivitas pengecapan rasa manis dan rasa asin.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

utama penyakit kardiovaskular pada pasien GGK. Resorpsi tulang yang meningkat dan terus menerus dapat menyebabkan fibrosis dan pembentukan kista pada tulang. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gejala seperti nyeri tulang bahkan tumor pada kasus yang berat. Hormon paratiroid merupakan toksin uremia dan apabila kadarnya meningkat dalam darah dapat menyebabkan kelemahan otot dan fibrosis pada jaringan otot. Sebaliknya, pada pasien dialisis, lebih banyak mengalami turnover tulang yang rendah dengan penurunan hormon paratiroid. Hal ini akan menyebabkan akumulasi dari matriks tulang yang tidak termineralisasi, penurunan volume tulang, peningkatan insidensi fraktur dan berhubungan dengan peningkatan vaskularisasi dan kalsifikasi. 21,23
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Definition and classification of chronic kidney disease: a position statement from kidney disease: improving global outcomes KDIGO.. Greeenberg MS, Glick M, Ship JA.[r]

4 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Saya Aldrian mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Saya akan mengadakan penelitian dengan judul Hubu ga Pasie Gagal Gi jal Kro is Ya g Me jala i He odialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Meda . Saya mengikutsertakan Bapak/Ibu dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan hemodialisis terhadap sensitivitas pengecapan. Manfaat penelitian ini adalah member pengetahuan kepada Bapak/Ibu tentang sensitivitas pengecapan yang terjadi pada saat perawatan hemodialisis.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

1. Untuk menambah informasi kepada para tenaga medis mengenai keterkaitan antara terapi hemodialisis dengan kondisi di rongga mulut pasien, yaitu gangguan sensitivitas pengecapan sehingga dapat menjalin kerja sama antara dokter gigi dan dokter umum/dokter spesialis penyakit dalam untuk menangani masalah tersebut.

5 Baca lebih lajut

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

Gagal ginjal kronik tergantung pada penyakit yang mendasarinya. Pengurangan masa ginjal mengakibatkan hipertropi struktural dan fungsional nefron yang masih tersisa sebagai upaya kompensasi. Gagal ginjal kronik terjadi secara progresif dan melalui beberapa tahapan, yaitu : berkurang cadangan ginjal, insufisiensi ginjal, penyakit ginjal tahap akhir. Perjalanan penyakit ginjal kronik biasanya diawali dengan cadangan ginjal yaitu fungsi ginjal sekitar 3 – 50%. Berkurang fungsi ginjal tanpa akumulasi sampah metabolik dalam darah sebab nefron yang tidak rusak akan mengkompensasi nefron yang rusak. Walaupun tidak ada manifestasi gagal ginjal pada tahap ini, jika terjadi infeksi atau kelebihan (overload) cairan atau dehidrasi, fungsi renal pada tahap ini dapat terus menurun (Smeltzer, et al., 2008).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Alkohol jika dikonsumsi mempunyai efek toksik terhadap tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung (Panjaitan, 2003). Salah satu akibat konsumsi alkohol (etanol) berlebihan adalah meningkatnya resiko gagal ginjal dan gagal fungsi hati. Mengkonsumsi etanol sangat berbahaya karena reaksi kimia senyawa ini membentuk nefrotoksin kuat hingga menyebabkan gangguan fungsi dan kematian sel (nekrosis) pada sel tubulus proksimal (Gunawan, 2010). Seperti sebagian besar organ dalam tubuh ada sejumlah regulasi yang memungkinkan ginjal untuk berfungsi secara normal dan optimal, etil alkohol dapat mengganggu kontrol ini. Alkohol telah terlihat dapat mengubah struktur dan fungsi ginjal serta merusak kemampuannya untuk mengatur volume, komposisi cairan dan elektrolit dalam tubuh. Efek ini akan mengubah kemampuan ginjal untuk berfungsi secara normal (Boggan, 2003).
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

Lucida, dkk. (2011). Analisi Aspek Farmakokinetika Klinik Pasien Gagal Ginjal Pada Irna Penyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang dalam Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, Vol. 16, No.2, 2011. Halaman 144-155. Menkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58

4 Baca lebih lajut

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

salah satu faktor pemicu terjadinya penyakit ginjal akut serta penyakit ginjal kronis ( Chronic Kidney Disease /CKD) karena menyebabkan kerusakan pembuluh darah dalam ginjal sehingga mengurangi kemampuan ginjal untuk memfiltrasi darah dengan baik sehingga terjadi penumpukan cairan (Guyton dan Hall, 2006). Penumpukan cairan dalam sirkulasi menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal ini terjadi karena orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Seperti diketahui, karena biosintesis protein terjadi di hati, maka normalitas fungsi hati secara tidak langsung turut menentukan kapasitas ekskresi ginjal. Jadi jumlah dan kecepatan ekskresi renal tidak hanya ditentukan oleh fungsi ginjal, tetapi juga fungsi kardiovaskular dan hati, selain faktor fisiko- kimiawi obat itu sendiri. Obat obat yang memiliki rasio ekskresi renal tinggi (misalnya golongan penisilin dan glukuronat), ekskresinya lebih tergantung dari perubahan kecepatan aliran darah di ginjal dibandingkan obat yang memiliki rasio ekskresi renal rendah (misalnya digoksin, furosemid, dan tetrasiklin). Perubahan aliran darah ginjal sering dapat disamakan dengan perubahan LFG ketika menyesuaikan regimen dosis pada gagal ginjal (Hakim, 2013).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Pengobatan yang benar benar bermanfaat diperlukan oleh pasien dengan gangguan ginjal. Penyesuaian dosis yang sering dilakukan berupa penurunan dosis, perpanjangan interval pemberian obat atau gabungan keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi golongan obat antihipertensi dan kesesuaian dosis obat antihipertensi menurut The Renal Drug Handbook pada pasien hipertensi yang menjalani hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan periode Maret-Mei 2016.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyakit Ginjal Kronis - Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyakit Ginjal Kronis - Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Tanda dan gejala pada pasien dengan gagal ginjal disebut dengan sindrom uremik. 16 Istilah sindrom uremik mengacu pada istilah yang menunjukkan adanya urea di dalam darah. Sindrom uremik pada dasarnya terjadi akibat akumulasi berbagai solut dalam cairan tubuh dengan konsentrasi cukup tinggi, sehingga menyebabkan toksisitas terhadap tubuh. Solut-solut ini dalam keadaan normal dikeluarkan oleh ginjal. Pada tahun 1829, pertama kali dilaporkan bahwa terdapat peningkatan kadar urea darah pada pasien yang mengalami penyakit degenerasi ginjal. Penemuan ini ditafsirkan bahwa urea merupakan toksin utama pada keadaan uremia. 17
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Karakteristik Pasien dengan Adekuasi Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan pada Tahun 2014

Hubungan Antara Karakteristik Pasien dengan Adekuasi Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan pada Tahun 2014

Di Indonesia, prevalensi dari ESRD tergolong cukup tinggi. Riskesdas (2013) melaporkan prevalensi penyakit gagal ginjal kronis berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 0.2 persen. Hemodialisis merupakan salah satu terapi yang paling sering diterapkan pada pasien ESRD. 4 th Report of Indonesian Renal Registry (2011) melaporkan 78% dari seluruh pasien yang mengalami gangguan ginjal menjalani hemodialisis. Penelitian Owen dkk dalam Gatot (2008) menyatakan bahwa adekuasi hemodialisis akan mempengaruhi resiko mortalitas dari pasien. Pada pasien yang menjalani hemodialisis dengan URR <60% mempunyai perbedaan makna resiko mortalitas dengan pasien yang memiliki URR di antara 65-69%. Berbagai karakteristik pasien seperti usia pada saat memulai hemodialisis, penyakit penyerta, lama menjalani hemodialisis, dan beberapa karakteristik lainnya akan mempengaruhi adekuasi daripada hemodialisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan adekuasi hemodialisis di KSGH Rasyida Medan.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Regimen dosis amlodipin pada pasien gagal ginjal kronik menurut literatur*.. Regimen dosis bisoprolol pada pasien gagal ginjal kronik menurut literatur*.[r]

11 Baca lebih lajut

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Kota Medan

Hipertensi merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya penyakit ginjal kronik. Dalam terapi pengobatan, obat antihipertensi dapat terakumulasi pada ginjal sehingga bisa memperburuk fungsi ginjal. Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang bersifat progressif dan irreversibel. Pada saat ini hemodialisis (HD) merupakan terapi yang membantu kerja ginjal yang paling banyak digunakan. Hemodialisis membantu penderita mengekskresi zat sisa hasil metabolisme, garam, dan cairan yang berlebih agar tidak terakumulasi dalam sirkulasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, golongan antihipertensi yang digunakan, regimen dosis, interaksi dengan obat lain, serta rasionalitas pengggunaan obat antihipertensi sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Manfaat penelitian ini adalah dapat memberi gambaran mengenai kesesuain dosis obat antihipertensi pada pasien hipertensi yang menjalani hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan periode Maret – Mei 2016 untuk mejamin penggunaan obat antihipertensi yang rasional dan sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien.

4 Baca lebih lajut

Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal   Dan Hipertensi Rasyida Medan

Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Selain masalah kebersihan mulut, kondisi periodontal pada pasien penyakit ginjal kronis diperparah oleh produksi vitamin D yang tidak adekuat. Vitamin D penting untuk kesehatan periodonsium, meningkatkan kepadatan tulang rahang, menghambat resorpsi tulang, dan mengurangi keparahan periodontitis. Namun, pada pasien penyakit ginjal kronis kadar vitamin D tidak dapat bertambah dikarenakan, kerusakan nefron yang dialami mengakibatkan kelenjar paratiroid terstimulasi untuk mensekresi hormon paratiroid. Meningkatnya hormon paratiroid dapat menyebabkan berkurang atau hilangnya kalsium dari tulang sehingga mengakibatkan demineralisasi tulang. Demineralisasi tulang yang terjadi dapat memicu destruksi tulang yang cepat dan periodontitis. 15,25,28
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...