Top PDF Hubungan antara Pekerjaan, Pendapatan, Pengetahuan Sikap Lansia dengan Kunjungan ke Posyandu Lansia

Hubungan antara Pekerjaan, Pendapatan, Pengetahuan Sikap Lansia dengan Kunjungan ke Posyandu Lansia

Hubungan antara Pekerjaan, Pendapatan, Pengetahuan Sikap Lansia dengan Kunjungan ke Posyandu Lansia

Elderly is someone who is aged 60 years or more and is the final stage of the life cycle of a normal developmental stage that will be experienced by each individual. The general objective is to enhance the formation of Posyandu Elderly health status and quality of life for the elderly to achieve a happy old age and the powerful in society and family life in accordance with the existence. But the group of elderly themselves less able to take advantage of Posyandu Elderly. This research aimed to analyze the relationship between employment, income, knowledge and attitudes of elderly towards Posyandu Elderly activity of visits to the Primary Health Care (PHC) Sumbersari Jember Regency. The research method used is analytical, cross sectional design, which used quantitative approaches. The sample size in this study were 192 elderly in the work area of the Sumbersari Public Health Center) and use proportional random sampling technique.The result of study shows that the characteristics of the Elderly in the Sumbersari Public Health Center Jember Regency mostly female, medium education, age 45-59 years of age, marital status (a partner), does not work, and income <UMK (The Regional Minimum Wage). Most of elderly the knowledge level about Posyandu Elderly is medium, has a high attitude about Posyandu Elderly, and the frequency of visits to Posyandu Elderly is not active. Work and attitudes of elderly associated with the activity visits to Posyandu Elderly. Whereas knowledge and income unrelated to the liveliness of a visit to the Posyandu Elderly.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan antara Pekerjaan, Pendapatan, Pengetahuan dan Sikap Lansia dengan Keaktifan Kunjungan ke Posyandu Lansia (Studi Kasus pada Lansia di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember); Ika Sulistiyawati, NIM 082110101114

Hubungan antara Pekerjaan, Pendapatan, Pengetahuan dan Sikap Lansia dengan Keaktifan Kunjungan ke Posyandu Lansia (Studi Kasus pada Lansia di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember); Ika Sulistiyawati, NIM 082110101114

keaktifan kunjungan ke Posyandu Lansia di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pembagian kuesioner dan observasi dilakukan pada 192 lansia. Subjek ditarik dari populasi dengan cara proportional random sampling. Variabel bebas penelitian adalah pekerjaan, pendapatan, pengetahuan dan sikap. Sedangkan variabel terikat adalah kunjungan ke Posyandu Lansia. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah karakteristik lansia sebagian besar berjenis kelamin perempuan, pendidikan sedang, berumur 45-59 tahun, status masih kawin, tidak bekerja, dan pendapatannya < UMK. Sebagian besar tingkat pengetahuan Lansia tentang Posyandu Lansia sedang, memiliki sikap yang mendukung tentang Posyandu Lansia, dan frekuensi kunjungan ke Posyandu Lansia yang aktif dan tidak aktif adalah sama. Ada hubungan antara pekerjaan, pendapatan dan sikap Lansia dengan keaktifan kunjungan ke Posyandu Lansia. Tidak ada hubungan antara pengetahuan Lansia tentang Posyandu Lansia dengan keaktifan kunjungan ke Posyandu Lansia.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN, PENDAPATAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA DENGAN KEAKTIFAN KUNJUNGAN KE POSYANDU LANSIA (Studi Kasus pada Lansia di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember)

HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN, PENDAPATAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA DENGAN KEAKTIFAN KUNJUNGAN KE POSYANDU LANSIA (Studi Kasus pada Lansia di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember)

Menyatakan dengan sesungguhnya bahawa skripsi yang berjudul : Hubungan antara Pendapatan, Pekerjaan, Pengetahuan dan Sikap Lansia dengan Keaktifan Kunjungan ke Posyandu Lansia adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahaan dan kebenaran isinya sesuai dengan skripsi ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN JENIS KELAMIN, TINGKAT PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA, SIKAP LANSIA, JARAK RUMAH DAN PEKERJAAN DENGAN KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA DI DESA LEDUG KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan

HUBUNGAN JENIS KELAMIN, TINGKAT PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA, SIKAP LANSIA, JARAK RUMAH DAN PEKERJAAN DENGAN KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA DI DESA LEDUG KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan

Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (55,8%), jarak rumah < 50 meter dari Posyandu Lansia sebanyak 60 responden (69,8%), tidak bekerja sebanyak 64 responden (74,4%), berpengetahuan tinggi sebanyak 57 responden (66,3%), mendukung lansia untuk berkunjung ke Posyandu Lansia sebanyak 66 responden (76,7%), bersikap baik sebanyak 46 responden (53,5%), berkunjung ke Posyandu lansia sebanyak 54 responden (62,8%). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin lansia (0,083) Posyandu Lansia. Terdapat hubungan antara pengetahuan (0,0014), dukungan keluarga (0,001), sikap (0,0001), jarak rumah (0,0001) dan pekerjaan (0,0001) dengan kunjungan lansia ke Posyandu Lansia di Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI LANSIA TENTANG PERAN KADER DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN KE POSYANDU LANSIA DI DUSUN DEGOLAN BUMIREJO LENDAH KULON PROGO YOGYAKARTA

HUBUNGAN PERSEPSI LANSIA TENTANG PERAN KADER DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN KE POSYANDU LANSIA DI DUSUN DEGOLAN BUMIREJO LENDAH KULON PROGO YOGYAKARTA

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti didapatkan data bahwa kunjungan posyandu dari Bulan Januari sampai November 2015 lansia yang aktif rata-rata sebanyak 28 (20%) dan lansia yang tidak aktif rata-rata sebanyak 112 (80%). Sedangkan hasil wawancara langsung yang dilakukan pada tanggal 14 November 2015, Ibu dukuh mengatakan bahwa jadwal posyandu lansia hanya diinformasikan lewat perkumpulan ibu-ibu pkk secara lisan, dan tidak melalui undangan secara tertulis. Selain itu petugas dari puskesmas yang kadang tidak hadir pada saat dilakukan posyandu lansia. Sedangkan dari 6 kader yang ada hanya 3 kader yang aktif di posyandu lansia. Kader mengatakan bahwa tidak aktif posyandu lansia karena sibuk dengan pekerjaan lainnya dan sibuk mengurus posyandu balita. 2 lansia mengatakan tidak datang ke posyandu karena kader tidak memberitahu tentang manfaat posyandu lansia, 4 lansia mengatakan tidak datang ke posyandu karena lupa dengan jadwal posyandu, dan 2 lansia mengatakan kurangnya sosialisasi dari kader tentang waktu pelaksanaan posyandu lansia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI LANSIA TENTANG PERAN KADER DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN KE POSYANDU LANSIA DI DUSUN CABEAN BUMIREJO LENDAH KULON PROGO YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN PERSEPSI LANSIA TENTANG PERAN KADER DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN KE POSYANDU LANS

HUBUNGAN PERSEPSI LANSIA TENTANG PERAN KADER DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN KE POSYANDU LANSIA DI DUSUN CABEAN BUMIREJO LENDAH KULON PROGO YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN PERSEPSI LANSIA TENTANG PERAN KADER DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN KE POSYANDU LANS

Latar Belakang: Lansia membutuhkan pendekatan holistic untuk berbagai masalah kesehatan yang mempengaruhi kualitas kesehatan lansia itu sendiri karena ke kurang aktifan dalam proses pelaksanaan posyandu lansia akan mempengaruhi intensitas kunjungan ke posyandu lansia Cusun cabean Bumijero Kendah Kulon Progo Yogyakarta. Persepsi positif dari lansia terhadap peran kader kesehatan memiliki pengaruh positif terhadap efikasi diri dan kondisi emosi lansia. Lansia dengan tingkat efikasi diri yang tinggi menunjukkan motivasi yang tinggi untuk mengunjungi fasilitas kesehatan seperti posyandu lansia, masalah yang terjadi rendahnya intensitas kunjungan ke posyandu lansia, hasil wawan cara lansia lansia mengatakan tidak mengikuti posyandu karena tidak ada yang mengantar, pekerjaan, tidak ada informasi dari kade, kader tidak di memberitahu tentang manfaat posyandu lansia dan posyandu mengatakan hanya hadir di posyandu lansia 5-6 kali selama 1 tahun.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MOTIVASI EKSTERNAL LANSIA DENGAN TINGKAT KUNJUNGAN LANSIA DATANG KE POSYANDU LANSIA DI DESA SITIBENTAR KECAMATAN MIRIT - Elib Repository

HUBUNGAN MOTIVASI EKSTERNAL LANSIA DENGAN TINGKAT KUNJUNGAN LANSIA DATANG KE POSYANDU LANSIA DI DESA SITIBENTAR KECAMATAN MIRIT - Elib Repository

Kegiatan Posyandu Lansia merupakan usaha untuk meningkatkan kesehatan, sehingga kualitas hidup masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal. Semakin baik lansia dalam mangikuti kunjungan ke pelayanan kesehatan maka peningkatan derajat kesehatan juga akan meningkat (Rahayu, 2010). Menurut Purnawati (2014), faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia dalam kegiatan posyandu diantaranya faktor eksternal (dukungan keluarga, akses yang baik, dukungan masyarakat yang baik) dan faktor internal (sikap, pengetahuan, lansia yang tidak bekerja, umur > 70 tahun).
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Lansia dalam Mengatasi Kekambuhan Penyakit Reumatik di Posyandu Lansia Kelurahan Karangasem Kecamatan Laweyan Kota Surakarta

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Lansia dalam Mengatasi Kekambuhan Penyakit Reumatik di Posyandu Lansia Kelurahan Karangasem Kecamatan Laweyan Kota Surakarta

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa lansia di Posyandu lansia, mereka mengatakan kaki dan pinggang mengalami pegal-pegal, nyeri sendi dan otot, saat sehabis melakukan aktivitas berat atau habis bekerja. Apabila penyakit reumatiknya kambuh mereka jarang periksa ke Puskesmas, dengan alasan jarak antara puskesmas dengan tempat tinggal jauh, kadang tidak ada waktu buat periksa karena sibuk dengan pekerjaan yang ditekuninya. Mereka hanya memilih melakukan pemijatan pada bagian anggota tubuh yang sakit, mereka kurang memahami bagaimana cara mengatasi kekambuhan penyakit reumatik, termasuk jenis makanan apa saja yang harus dihindari serta menghidari aktivitas berat yang menyebabkan tubuh cepat lelah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU LANSIA DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUGUAK PANJANG BUKITTINGGI

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU LANSIA DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUGUAK PANJANG BUKITTINGGI

Keberhasilan program posyandu lansia terlihat dari pemanfaatan atau kunjungan lansia ke posyandu. Keteraturan kunjungan lansia menggambarkan prilaku lansia dalam pemanfaatan posyandu. Menganalisa perilaku manusia, bahwa seseorang atau masyarakat dalam mencapai pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor perilaku dan faktor diluar perilaku. Selanjutnya perilaku itu sendiri dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Faktor predisposisi mencakup pengetahuan individu, sikap kepercayaan, tradisi, norma , sosial, dan unsur lain yang terdapat dalam diri individu dan masyarakat. Faktor pendukung ialah tersedianya sarana pelayanan kesehatan dan kemudahan untuk mencapainya, sedangkan faktor pendorong adalah sikap dan perilaku petugas kesehatan. Semakin lanjut usia seseorang, kesibukan sosialnya akan berkurang, kondisi ini dapat berdampak pada kebahagiaan seseorang. Posyandu lansia ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat termasuk keluarganya dalam menghayati dan mengatasi kesehatan lansia dan untuk membina kesadaran pada lansia itu sendiri. (Notoadmojo,2003).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Lansia Dengan Keaktifan Lansia Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Desa Windan Makamhaji Kartasura.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Lansia Dengan Keaktifan Lansia Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Desa Windan Makamhaji Kartasura.

Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa dari total lansia yang terdaftar di Posyandu lansia Windan Makamhaji sebanyak 70 lansia, rata -rata kehadiran sebanyak 21 orang lansia atau 27,56% setiap satu bulan. Data tersebut juga mempunyai arti bahwa rata-rata tia p bulan jumlah kunjungan lansia ke Posyandu kurang dari 50% dari total lansia yang terdaftar di Posyandu Windan Makamhaji.

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA, MOTIVASI DAN PENGETAHUAN LANSIA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DI POSYANDU LANSIA DI DESA KARANGDADAP, KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA, MOTIVASI DAN PENGETAHUAN LANSIA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DI POSYANDU LANSIA DI DESA KARANGDADAP, KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS

11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan, dan dukungannya. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan.Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai tambahan informasi dan wacana bagi semua pihak yang membutuhkan.

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI KESEHATAN DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA

di Posyandu Lansia Kelurahan Nologaten Kecamatan Ponorogo

HUBUNGAN PERSEPSI KESEHATAN DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA di Posyandu Lansia Kelurahan Nologaten Kecamatan Ponorogo

Seiring dengan semakin meningkatnya penduduk lansia, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan usia lanjut meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Sebagai wujud nyata pelayanan sosial usia lanjut, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada lansia melalui beberapa jenjang. Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat adalah posyandu lansia. Dalam melaksanakan kegiatan posyandu sering terdapat kendala yang sering dihadapi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu antara lain keaktifan lansia. Keaktifan lansia dalam pemanfaatan layanan kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu persepsi, sikap, ketersediaan sarana dan prasarana, letak geografis menurut Depkes (2010).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

Posyandu Lansia merupakan pelayanan kesehatan dasar yang ada di masyarakat untuk para lansia agar kualitas hidup masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal. Akan tetapi Posyandu Lansia ternyata hanya ramai pada awal pendirian saja, selanjutnya lansia yang berkunjung mengkuti kegiatan di posyandu semakin berkurang. Dimana data dari Dinkes sukoharjo menunjukan bahwa kunjungan lansia ke posyandu di desa Plumbon, Kec.mojolaban, Sukoharjo yang terdiri 6 posyandu masih kurang dari target cakupan pelayanan poksila yaitu masih mempunyai cakupan dibawah 40%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia dalam kegiatan posyandu di Desa Plumbon Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berumur 60 tahun keatas yang bertempat tinggal di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo yang berjumlah 275 orang, dan diambil sampel 73 orang dengan teknik proporsional random sampling. Teknik analisis data bivariat yang digunakan dengan analisis chi-square kemudian di uji regresi logistik untuk teknik analisa multivariat. Hasil Penelitian diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia ke posyandu yaitu dukungan keluarga yang baik, sikap yang baik, pengetahuan baik, lansia yang tidak bekerja, umur > 70 tahun, akses yang baik, dan dukungan masyarakat yang bai
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

Posyandu Lansia merupakan pelayanan kesehatan dasar yang ada di masyarakat untuk para lansia agar kualitas hidup masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal. Akan tetapi Posyandu Lansia ternyata hanya ramai pada awal pendirian saja, selanjutnya lansia yang berkunjung mengkuti kegiatan di posyandu semakin berkurang. Dimana data dari Dinkes sukoharjo menunjukan bahwa kunjungan lansia ke posyandu di desa Plumbon, Kec.mojolaban, Sukoharjo yang terdiri 6 posyandu masih kurang dari target cakupan pelayanan poksila yaitu masih mempunyai cakupan dibawah 40%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia dalam kegiatan posyandu di Desa Plumbon Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berumur 60 tahun keatas yang bertempat tinggal di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo yang berjumlah 275 orang, dan diambil sampel 73 orang dengan teknik proporsional random sampling. Teknik analisis data bivariat yang digunakan dengan analisis chi-square kemudian di uji regresi logistik untuk teknik analisa multivariat. Hasil Penelitian diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia ke posyandu yaitu dukungan keluarga yang baik, sikap yang baik, pengetahuan baik, lansia yang tidak bekerja, umur > 70 tahun, akses yang baik, dan dukungan masyarakat yang bai
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUMIAJI KOTA BATU

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUMIAJI KOTA BATU

Metode :Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 25 unit posyandu yang diambil dengan cara cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisa dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan posyandu lansia memiliki rata-rata 74,93% dengan kualitas pelayanan paling tinggi berada pada posyandu B dan paling rendah pada posyandu X, dengan aspek kualitas pelayanan tertinggi adalah aspek tangible (bukti fisik) dan aspek terendah adalah responsiveness (daya tanggap). Untuk kunjungan lansia dalam 1 tahun memiliki nilai rata-rata 61,41%, dengan tingkat kunjungan paling tinggi terdapat pada posyandu B dan paling rendah pada posyandu X. Di dapatkan nilai signifikansi pada kualitas pelayanan kesehatan dan tingkat kunjungan lansia p = (0,002 < 0,05 ), sehingga dapat dinyatakan bahwa H1 diterima.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG POSYANDU LANSIA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER DALAM PEMBERIAN PELAYANAN DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAUMAN NGAWI.

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG POSYANDU LANSIA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER DALAM PEMBERIAN PELAYANAN DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAUMAN NGAWI.

Keperawatan sebagai bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan nasional turut serta ambil bagian dalam mengantisipasi peningkatan jumlah populasi lansia dengan menitikberatkan pada penanganan di bidang kesehatan dan keperawatan. Dalam hal ini penting kiranya diketahui informasi mengenai tingkat kesehatan dan tingkat ketergantungan lansia di masyarakat. Spesialiasasi keperawatan ini terkait dengan mengkaji status kesehatan dan fungsional lansia, merencanakan dan melaksanakan perawatan dan pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diidentifikasi serta mengevaluasi keberhasilan perawatan (Suyase, 2007).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN HIDUP DENGAN KEJADIAN INSOMNIA  PADA  LANSIA  DI  POSYANDU  LANSIA   Hubungan Antara Kebiasaan Hidup Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di POSYANDU Lansia Kalurahan Blulukan Colomadu Karanganyar.

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN HIDUP DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA Hubungan Antara Kebiasaan Hidup Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di POSYANDU Lansia Kalurahan Blulukan Colomadu Karanganyar.

Blulukan, Colomadu Karanganyar dapat diketahui bahwa responden yang termasuk merokok sebanyak 28 orang (40,0%) dan kategori tidak merokok sebanyak 42 orang (60,0%). Hal ini berarti responden kebanyakan tidak merokok, namun demikian mereka dulu pernah merokok dan mau merokok jika ditawari rokok secara gratis, dan bagi yang merokok mereka mempunyai alasan karena menambah kenikmatan setelah makan dan memang bagi yang merokok mereka sudah ketagihan dan sulit ditinggalkan. Merokok yang ada pada lansia akan berdampak pada terjadinya insomnia, hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Mushoffa, dkk (2013), tentang hubungan antara perilaku merokok dan kejadian insomsia pada mahasiswa, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan resiko terjadinya insomnia pada mahasiswa perokok di Fakultas Kesehatan Universitas Lampung.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KEGIATAN POSYANDU LANSIA DAN KELUHAN FISIK TERHADAP KEAKTIFAN LANSIA DALAM  Hubungan Antara Persepsi Kegiatan Posyandu Lansia Dan Keluhan Fisik Terhadap Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Posyandu Lansia Di Desa Lengking Kecamatan B

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KEGIATAN POSYANDU LANSIA DAN KELUHAN FISIK TERHADAP KEAKTIFAN LANSIA DALAM Hubungan Antara Persepsi Kegiatan Posyandu Lansia Dan Keluhan Fisik Terhadap Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Posyandu Lansia Di Desa Lengking Kecamatan B

Keberadaan Posyandu lansia adalah untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia. Namun keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Lansia masih kurang.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kegiatan Posyandu Lansia dan keluhan fisik dengan keaktifan lansia mengikuti kegiatan Posyandu Lansia di Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang terdaftar di Posyandu lansia Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo yaitu sebanyak 148 Lansia.Sampel diambil sebanyak 115 lansia.Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportional random sampling.Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner.Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan (1) Mayoritas lansia yang mengikuti kegiatan posyandu lansia Sekar Mulya di Desa Lengking Kecamatan Bulu adalah perempuan (77,4%), berumur antara 60 – 69 (62,6%). Keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia sebagian besar termasuk kategori aktif (80,9%). Persepsi responden tentang kegiatan di posyandu lansia adalah baik (87,8%), sedangkan keluhan fisik yang dirasakan lansia menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan fisiknya baik atau tidak mendapat keluhan fisik yang berarti (69,6%); (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kegiatan posyandu dengan keaktifan lansia berkunjung ke Posyandu Sekar Mulya Desa Lengking Kecamatan Bulu (p < 0,001); (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara keluhan fisik dengan keaktifan lansia berkunjung ke Posyandu Sekar Mulya Desa Lengking Kecamatan Bulu (p < 0,001).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN POSYANDU LANSIA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI BAKULAN WETAN KECAMATAN JETIS BANTUL TAHUN 2010

HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN POSYANDU LANSIA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI BAKULAN WETAN KECAMATAN JETIS BANTUL TAHUN 2010

Hasil perhitungan uji statistik Chi square yang dilakukan dengan program SPSS for windows release 15 didapatkan x 2 hitung 4,812 dengan taraf signifikan sebesar 0,05. maka x 2 tabel = 3.481, sehingga dapat diketahui bahwa x 2 hitung > x 2 tabel (4,812 > 3.481) maka H α diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan frekuensi kunjungan posyandu lansia dengan tingkat kekambuhan hipertensi pada lansia di Dusun Bakulan Wetan Kecamatan Jetis Bantul.

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI POSYANDU LANSIA DI KECAMATAN SANDEN  Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Posyandu Lansia Di Kecamatan Sanden Bantul.

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI POSYANDU LANSIA DI KECAMATAN SANDEN Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Posyandu Lansia Di Kecamatan Sanden Bantul.

Latar Belakang. Pertambahan jumlah lansia dapat menimbulkan berbagai permasalahan kompleks untuk lansia, keluarga maupun masyarakat meliputi aspek biologis, mental, fisik ataupun sosial ekonomi. Permasalahan itu dapat mempengaruhi asupan makannya yang akan berpengaruh terhadap status gizi. Data status gizi lansia di Yogyakarta mencatat untuk gizi kurang atau Indeks Massa Tubuh (IMT) kurus 17,6% yang berada di atas angka nasional, gizi berlebih 8,5%, dan gemuk 10,2%, artinya sama dengan angka nasional. Salah satu komponen penting dalam menentukan status kesehatan individu, terutama selama proses penuaan, adalah kualitas hidup. Lansia yang mengalami malnutrisi akan terjadi peningkatan morbiditas, mortalitas dan menurunkan kualitas hidup. Metode. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional . Penelitian dilakukan di wilayah kerja P uskesmas Kecamatan Sanden pada bulan Oktober 2015 – November 2015. Besar sampel adalah 97 lansia yang ada di Posyandu Lansia di Kecamatan Sanden Bantul. Variabel penelitian meliputi: status gizi dan kualitas hidup lansia. Data status gizi diperoleh dari IMT dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Data kualitas hidup lansia diperoleh dengan kuisioner WHOQOL-BREF. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Kuadrat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects