Top PDF Hubungan Penerapan Metode Tim dengan Rencana Asuhan Keperawatan Pasien Diruang Rawat Inap

Hubungan Penerapan Metode Tim dengan Rencana Asuhan Keperawatan Pasien Diruang Rawat Inap

Hubungan Penerapan Metode Tim dengan Rencana Asuhan Keperawatan Pasien Diruang Rawat Inap

Hal penelitian ini sesuai dengan teori tentang penerapan metode tim menurut Suyanto (2009) metode tim merupakan suatu metode penugasan yang diberikan oleh sekelompok perawat terhadap sekelompok pasien. Metode tim dikembangkan dalam rangka peningkatan mutu pemberian asuhan keperawatan yang lebih baik dengan menggunakan jumlah staf yang tersedia. Nursalam (2013) mengatakan bahwa terjadinya perubahan dalam bidang keperawatan, salah satunya dipengaruhi oleh sistem pemberian asuhan keperawatan. Keberhasilan suatu asuhan keperawatan kepada pasien sangat ditentukan oleh pemilihan metode penugasan untuk dapat diimplementasikan dalam ruang keperawatan. Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan keperawatan dan tuntutan perkembangan IPTEK, maka sistem pemberian asuhan keperawatan harus efektif dan efisien.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2017 MANUSKRIP

HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2017 MANUSKRIP

Saran agar asuhan keperawatan terdokumentasi dengan baik, maka setiap orang di ruang rawat inap baik itu kepala ruangan, ketua tim ataupun perawat pelaksana dapat bertanggungjawab sesuai dengan tugasnya masing-masing. Ketua tim dalam hal ini melaksanakan tanggungjawabnya secara profesional, anggota tim menghormati dan melaksanakan apa yang ditugaskan ketua tim secara profesional, hal ini sesuai seperti apa yang dikemukakan oleh Suarli dan Bachtiar (2012) bahwa sebagai perawat profesional ketua tim, harus mampu menggunakan berbagai teknik kepemimpinan. Ketua tim harus dapat membuat keputusan tentang prioritas perencanaan, supervisi, dan evaluasi asuhan keperawatan. Pelaksanaan konsep tim sangat tergantung pada filosofi ketua tim, yakni apakah berorientasi pada tugas atau pada klien dan juga sesuai seperti apa yang telah dikemukakan oleh Sitorus dan Panjaitan (2011) Metode tim merupakan metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan pada sekelompok pasien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP INTERNA DI RSUD DAYA KOTA MAKASSAR

HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP INTERNA DI RSUD DAYA KOTA MAKASSAR

Sheward, (2005) dalam Achir Yani (2007) mengatakan bahwa perawat yang bekerja lembur terus menerus atau bekerja tanpa dukungan yang memadai cenderung untuk banyak tidak masuk kerja dan kondisi kesehatan yang buruk. Hasil penelitian Puskesmas terpencil di 10 Propinsi, 20 Kabupaten dan 60 Puskesmas, oleh Depkes. RI dan Universitas Indonesia tahun 2005 menunjukkan bahwa : (1) 69% menyatakan Puskesmas tidak mempunyai sistem penghargaan bagi perawat; (2) 78,8% melaksanakan tugas petugas kebersihan; (3) 63,6% melakukan tugas administrasi; (4) lebih dari 90% perawat melakukan tugas non keperawatan (menetapkan diagnosis penyakit, membuat resep obat, melakukan tindakan pengobatan), sementara hanya sekitar 50% melakukan asuhan keperawatan yang sesuai dengan peran dan fungsinya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN (Studi Deskriptif di RSUD Pare Diruang Flamboyan Pare Kabupaten Kediri Tahun 2014)

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN (Studi Deskriptif di RSUD Pare Diruang Flamboyan Pare Kabupaten Kediri Tahun 2014)

RSUD Pare profil ruang flamboyan Ruang penyakit dalam (flamboyan) adalah salah satu ruang perawatan yang ada di RSUD Pare, dengan kapasitas Tempat Tidur kurang lebih 34 bad. penyakit penyakit yang sering dirawat di Ruang flamboyan seperti: Hipertensi, Anemia, DHF, Dipsnew, Gastritis, dll. jumlah ketenagaan yang ada di Ruang Flamboyan kurang lebih 18 orang. RSUD Pare merupakan salah satu ruang yang menerapkan metode asuhan dalam hal manajemen keperawatan yang dilaksanakan adalah Sp2Kp (Sistem pemberian pelayanan Keperawatan profesional). Ruang ini menggunakan pola modifikasi Tim yang mana terbagi atas 3 Tim/grup. masing-masing tim/grup diketahui oleh kepala jaga yang berjaga pada saat itu, dan dibawahnya lagi ada yang namanya PA (perawat Asosiate) atau perawat pelaksana. 1. Data Umum Orang Tua
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Diagnosa : Perilaku Kekerasan Diruang Rawat Inap Naimata Kupang

Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Diagnosa : Perilaku Kekerasan Diruang Rawat Inap Naimata Kupang

Perencanaan keperawatan merupakan langkah ketiga dalam proses keperawatan. Carpenito (2007), menyatakan bahwa perencanaan keperawatan adalah metode pemberian perawatan langsung pada pasien, (sutejo, 2007). Menurut teori ( Yosep, 2010), perencanaan untuk perilaku kekerasan ada 9 TUK antara lain: Bina hubungan saling percaya, identifikasi penyebab perilaku kekerasan identifikasi perasaan saat marah/jengkel tanda perilaku kekerasan, identifikasi perilaku kekerasan yang pernah dilakukan, identifikasi akibat perilaku kekerasan, identifikasi cara konstruktif dalam mengkapkan kemarahan, memperagakan cara mengontrol perilaku kekerasan, Keluarga Pasien dapat menyebutkan cara mengontrol dan cara merawat perilaku kekerasan, menyebutkan obat- obatan yang diminum dan kegunaannya (jenis, waktu dan efek, dosis) Dan dapat minum obat sesuai program pengobatan. Itervensi yang dapat dilakukan oleh penulis pada pasien adalah sebaagai berikut mampu membalas salam, mau berjabat tanggan, menyebutkan nama, pasien mau tersenyum, pasien mau kontak mata dengan perawat, dan pasien mapu mengetahui nama perawat, dapat mengungkapkan perasaannya dan pasien dapat mengkupakan penyebab perasaan jengkel/kesal ( dari diri sendiri lingkungan dan orang lain.) mengungkapkan apa yan pernah dialaminya saat marah atau jengkel, mengobservasi tanda saat marah/jengkel tanda perilaku kekerasan dan pasien dapat menyimpulkannya. Berdasarkan intervensi yang penulis lakukan, terdapat kesamaan antara konsep dasar toeri dengan kasus nyata Tn. M. B. karena penulis melakukan intervensi sesuai dengan teori dan merancang strategi pelaksanaan sesuai dengan keadaan pasien.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI  DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN PNEUMONIA BALITA  Hubungan antara Status Gizi dengan Lama Rawat Inap Pasien Pneumonia Balita.

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN PNEUMONIA BALITA Hubungan antara Status Gizi dengan Lama Rawat Inap Pasien Pneumonia Balita.

Latar Belakang : Pneumonia adalah inflamasi yang mengenai parenkim paru, sebagian besar disebabkan oleh mikroorganisme (virus/bakteri) dan sebagian kecil disebabkan oleh hal lain seperti aspirasi, radiasi, dll. Pneumonia hingga saat ini masih tercatat sebagai masalah kesehatan utama pada anak di negara berkembang dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak balita. Banyak faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya perawatan pasien pneumonia di rumah sakit salah satunya adalah status gizi.

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KELENGKAPAN DOKUMEN ASUHAN DI BANGSAL RAWAT INAP RS UNGARAN TAHUN 2005 - UDiNus Repository

HUBUNGAN MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KELENGKAPAN DOKUMEN ASUHAN DI BANGSAL RAWAT INAP RS UNGARAN TAHUN 2005 - UDiNus Repository

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya hubungan antara manajemen asuhan keperawatan dengan dokumen asuhan keperawatan. Untuk itu diharapkan pada perawat untuk mengisi dokumen asuhan keperawatan setelah melakukan tindakan keperawatan kepada pasien, agar dapat mengukur hasil yang ingin dan telah dicapai.

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KEPERAWATAN BERNUANSA ISLAMI DENGAN KEPUASAN PASIEN  HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KEPERAWATAN BERNUANSA ISLAMI DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KEPERAWATAN BERNUANSA ISLAMI DENGAN KEPUASAN PASIEN HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KEPERAWATAN BERNUANSA ISLAMI DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

Proporsi kunjungan pasien rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Surakarta meningkat sejak di terapkan sistem pelayanan keperawatan bernuansa islami, sehingga diindikasikan masyarakat masih belum memanfaatkan pelayanan di Rumah sakit. Pelayanan keperawatan bernuansa islami merupakan salah satu bentuk kebijakan yang diterapkan sebagai salah satu bentuk aplikasi syariat islam.

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN LAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

Penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan anugerah dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat meyelesaikan skripsi yang berjudul ”Hubungan Layanan Keperawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Puskwsmas Sumbersari Kabupaten Jember” dengan baik. Skripsi ini dapat penulis selesaikan atas bimbingan dan bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, dengan rasa tulus ikhlas penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN LAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima yaitu ada hubungan layanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Terdapat hasil penelitian tentang pelayananan keperawatan dengan tingkat kepuasan yang mendukung hasil penelitian ini, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Mustofa (2008) dengan judul “Hubungan Antara Persepsi Pasien Terhadap Dimensi Mutu Pelayanan Keperawatan Dengan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Temanggung”. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara persepsi pasien terhadap mutu pelayanan dengan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat memperkuat teori yang dikemukakan oleh Simamora (2003), pelayanan merupakan hal terpenting dari faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien. Pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan harus kompeten dan memperhatikan kebutuhan pasien dan menghargai pasien. Pelayanan yang memberikan kesan baik akan meningkatkan kepuasan pasien.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang

Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang

responden (43 % ), kategori mutu pelayanan sedang 55 responden ( 55 % ) dan kategori mutu pelayanan rendah adalah 2 responden ( 2 % ). Hal tersebut diduga dengan dengan berbagai macam pelatihan tersebut diharapkan perawat memiliki nilai lebih, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan. Dengan mutu pelayanan yang baik di harapkan perawat mampu memberikan perhatian penuh akan kebutuhan pasien. Karena dimensi mutu pelayanan empati sangat menentukan baik buruknya persepsi pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan, karena disini terdapat hubungan langsung perawat ± pasien. Tetapi hasil penelitian masih menuujukan kategori mutu pelayanan sedang, karena perbandingan jumlah perawat pasien belum berimbang. Hal ini tentunya berimbas pada perhatian perawat pada pasien berkurang.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan (Caring) Di Ruang Rawat Inap

Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan (Caring) Di Ruang Rawat Inap

Perawat pelaksana di ruang Rawat Inap Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah Praya sebagian sudah berperilaku caring dalam melayani pasien namun hal tersebut tidak menjamin bahwa perawat yang berperilaku caring terhadap pasien akan merasa nyaman. Beberapa hal yang dapat dikembangkan oleh perawat dalam berperilakku caring adalah menanamkan kepercayaan dan harapan pasien, mengembangkan kepekaan bantuan dan hubungan saling percaya, meningkatkan dan menerima ungkapan perasaan yang positif dan negatif, sistematis dalam metode pemecahan masalah, mengembangkan pendidikan dan pengetahuan internasional, meningkatkan dukungan, perlindugan mental, fisik, sosial budaya dan lingkunngan spiritual, senang dalam membantu kebutuhan pasien.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PENGGUNA KARTU BPJS DI RUANG RAWAT INAP ZAL BEDAH RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI

HUBUNGAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PENGGUNA KARTU BPJS DI RUANG RAWAT INAP ZAL BEDAH RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI

Asuhan keperawatan merupakan pelayanan keperawatan yang diberikan perawat kepada pasien melalui tahap pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, evaluasi dan dokumentasi. Salah satu indikator pelayanan keperawatan adalah apakah pelayanan keperawatan yang diberikan memberi kepuasan kepada pasien atau tidak. Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya. Hasil survey awal di RSAM Bukittinggi 80% diantaranya mengeluhkan ketidakpuasan terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pelaksanaan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien pengguna kartu BPJS di ruang rawat inap Zal Bedah RSAM Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data pelaksanaan asuhan keperawatan dikumpulkan dengan studi dokumentasi, data kepuasan menggunakan kuesioner. Populasi adalah seluruh pasien pengguna kartu BPJS di ruang rawat inap Zal Bedah RSAM Bukittinggi. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling yaitu 64 responden. Data diolah menggunakan uji chi Square diperoleh nilai P value asuhan keperawatan < 0,05 kecuali evaluasi P value (1,000) > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien pengguna kartu BPJS belum optimal dan diharapkan tenaga kesehatan (pimpinan rumah sakit, bidang keperawatan, kepala ruangan, perawat pelaksana) mampu mengevaluasi pelaksanaan asuhan keperawatan dan menciptakan kepuasan terhadap pasien dalam pelayanan kesehatan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Caring Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Diruang Rawat Inap RS Permata Medika Semarang

Upaya Peningkatan Caring Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Diruang Rawat Inap RS Permata Medika Semarang

Latarbelakang: Perilaku caring perawat sangat diperlukan dalam pelayanan keperawatan karena hal ini dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: membuktikan adanya hubungan caring perawat dengan kepuasan pasien. Metode: Merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 52 pasien yang diambil dengan total sampling pada periode April 2012. Hasil: dengan menggunakan analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara caring perawat dengan kepuasan pasien (p= 0,015; α 0,05). Perawat yang caring mempunyai peluang 4,92 kali untuk memberikan kepuasan pasien dibanding yang kurang caring. Perilaku caring perawat dijadikan penilaian kinerja untuk memenuhi kepuasan pasien.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

2. Ibu Sri Eka Wahyuni, S.Kp, MNS sebagai Wakil Dekan I, Ibu Cholina Trisa Siregar, S.Kp, M.Kep sebagai Wakil Dekan II, dan Ibu Dr.Siti Saidah Nasution, S.Kp, M.Kep, Sp.Mat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara;

9 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL DI RUANGAN RAWAT INAP JIWA

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL DI RUANGAN RAWAT INAP JIWA

Pemberian intervensi keperawatan yang tepat pada klien dengan masalah gangguan jiwa isolasi sosial sangat diperlukan untuk menghindari dampak yang muncul yang dapat membahayakan kondisi klien, seperti harga diri rendah, perubahan persepsi sensori: halusinasi, dan resiko tinggi mencederai diri, orang lain, serta lingkungan (Stuart dan Sundeen,1998, dalam Fitria 2009).

6 Baca lebih lajut

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan yang timbul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien yaitu faktor internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakteristik dan tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap layanan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan, dengan menggunakan desain deskriptif. Peneliti menggunakan analisis univariat dalam penelitian ini dengan mendefinisikan variabel yang diteliti dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan dari bulan Oktober-Desember 2015 yang berjumlah 2.926 pasien dengan rata-rata perbulan 975 pasien orang di ambil dengan metode purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk kuesioner, item pernyataan dibuat berdasarkan asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien termasuk kategori memuaskan sebanyak 54 orang (55,7%) dan kategori sangat memuaskan sebanyak 43 orang (44,3%). Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan menggunakan desain yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih banyak.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan yang timbul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien yaitu faktor internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakteristik dan tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap layanan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan, dengan menggunakan desain deskriptif. Peneliti menggunakan analisis univariat dalam penelitian ini dengan mendefinisikan variabel yang diteliti dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan dari bulan Oktober-Desember 2015 yang berjumlah 2.926 pasien dengan rata-rata perbulan 975 pasien orang di ambil dengan metode purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk kuesioner, item pernyataan dibuat berdasarkan asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien termasuk kategori memuaskan sebanyak 54 orang (55,7%) dan kategori sangat memuaskan sebanyak 43 orang (44,3%). Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan menggunakan desain yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih banyak.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Pelayanan keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang bersifat komprehensif meliputi bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual yang ditunjukkan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, baik dalam keadaan sehat maupun sakit dengan proses keperawatan. Pelayanan keperawatan yang berkualitas didukung oleh pengembangan teori dan konseptual keperawatan. Penerapan suatu teori keperawatan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan akan berdampak pada peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

6 Baca lebih lajut

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Karakteristik dan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Layanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan

Pengertian perawat menurut pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan (UU RI No. 38, 2014). Perawat sebagai suatu profesi merupakan bagian dari tim kesehatan yang bertanggung jawab membantu klien, baik dalam kondisi sehat maupun sakit, pemberian bantuan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar klien guna tercapainya kondisi sehat yang optimal (Haryanto, 2007).

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects