Top PDF HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PERILAKU PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PERILAKU PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PERILAKU PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Habni (2009), Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran,Universitas Sumatera Utara menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil metode deskriptif didapatkan hasil penelitian tentang perilaku perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial sebesar 10%, tingkat pengetahuan kurang sebesar 1%, penelitian sikap positif sebesar 84,3%, sikap negative sebesar 15,7%, sedangkan untuk ketrampilan baik sebesar 4%, ketrampilan sedang sebesar 78,4%, ketrampilan kurang sebesar 17,6%. Penelitian ini menggunakan metode descriptive untuk mengetahui frekuensi, persentase, dan hasil penelitian disajikan dengan tabel distribusi frekuensi dan metode sampling yang digunakan adalah Cluster sampling.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Perilaku Perawat Dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial

Perilaku Perawat Dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada tanggal 17 Nopember 2008 di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan di Ruang Rawat Inap Rindu A, Rindu B, ICU, IGD, Rawat jalan, dan setelah dilakukan penelitian tentang perilaku perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial dimana perilaku terdiri dari pengetahuan, sikap, keterampilan. Secara keseluruhan perilaku perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial memiliki perilaku yang sedang sebesar 74,5%. Penelitian ini memiliki sub variabel pencegahan infeksi nosokomial yang terdiri dari kontrol atau eliminasi agen infeksius, kontrol atau eliminasi reservoir, kontrol terhadap portal keluar, pengendalian penularan, kontrol terhadap portal masuk, perlindungan terhadap penjamu yang rentan, dan perlindungan bagi perawat. Dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Analisis Hubungan Perilaku Perawat Terhadap Tindakan Pencegahan Infeksi Nosokomial (Phelibitis) Di Ruang Perawatan Interna RSUD Bima Tahun 2018

Analisis Hubungan Perilaku Perawat Terhadap Tindakan Pencegahan Infeksi Nosokomial (Phelibitis) Di Ruang Perawatan Interna RSUD Bima Tahun 2018

Infeksi Nosokomial (phelibitis) merupakan salah satu indikator pencapaian keberhasilan mutu pelayanan rumah sakit sehingga diperlukan perilaku (pengetahuan, sikap, keterampilan) yang baik perawat dalam hal pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Perawat merupakan pelayan kesehatan yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien, dan paling lama kontak dengan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku perawat terhadap tindakan pencegahan infeksi nosokomial (phelibitis) di ruang perawatan interna. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional, dengan jumlah sampel 30 orang, penentuan besar sampel dengan menggunakan total sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk pengetahuan, sikap, keterampilan dan lembaran observasi dan wawancara untuk tindakan pencegahan infeksi. Pengolahan data menggunakan komputer dengan menggunakan program SPSS versi 17,0 yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Uji statistik yang digunakan adalah Chi- Square dengan tingkat signifiksi α=0,05. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tindakan pencegahan infeksi nosokomial (phelibitis). Nilai p=0,003 berarti ada hubungan antara sikap perawat terhadap tindakan pencegahan infeksi nosokomial (phelibitis). Nilai p=0,023 berarti ada hubungan antara keterampilan perawat terhadap tindakan pencegahan infeksi nosokomial (phelibitis). Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada huhungan antara perilaku (pengetahuan, sikap, keterampilan) perawat terhadap tindakan pencegahan infeksi nosokomial (phelibitis) di ruang perawatan interna RSUD Bima. Penelitian ini menyarankan untuk peningkatkan pencegahan dan pengedalian infeksi nosokomial melalui perubahan perilaku dan kerja sama semua petugas kesehatan serta perlu peningkatan sumber daya perawat melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan tentang pengendalian dan penceghan infeksi nosokomial sehingga mutu pelayanan keperawatan dapat tercapai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

GAMBARAN SIKAP DAN PERILAKU PERAWAT TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG MEDIK SENTRAL ( UGD, ICU, OK) RSUD PANGKEP

GAMBARAN SIKAP DAN PERILAKU PERAWAT TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG MEDIK SENTRAL ( UGD, ICU, OK) RSUD PANGKEP

Infeksi nosokomial adalah merupakan suatu infeksi yang diperoleh atau dialami oleh pasien selama dia di rawat di rumah sakit dan menunjukkan gejala infeksi baru setelah 72 jam pasien berada di rumah sakit serta infeksi itu tidak ditemukan atau di derita pada saat pasien masuk rumah sakit (Ducel G, 2012). Untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial dibutuhkan sikap dan perilaku perawat yang tepat untuk melakukan pencegahan tersebut, agar tidak terjadi komplikasi berbagai macam penyakit akibat adanya infeksi nosokomial. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari perawat karena pencegahan infeksi nosokomial akan sangat membantu dalam menurunkan angka kesakitan yang terjadi di rumah sakit.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN  DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN   Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi Perawat Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi Perawat Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

ABSTRAK Oleh : Evie Wulan Ningsih Perawat merupakan tenaga professional yang perannya tidak dapat dikesampingkan dari pelayaan rumah sakit, karena perawat adalah tenaga kesehatan yang kontak dengan pasien, sehingga perawat memiliki kontribusi terjadinya infeksi nosokomial. Perawat merupakan bagian penting dalam cara penularan infeksi nosokomial, cara penularan dapat dilakukan dengan penularan dapat melalui kontak person apabila terjadi secara kontak langsung apabila sumber infeksi berhubungan langsung dengan penderita. Proses infeksi silang antar pasien menjadi indikasi utama penyebaran infeksi berhubungan langsung dengan penderita (person to person). Perilaku perawat dalam menjaga dan melakukan pencegahan terhadap infeksi nosokomial merupakan faktor penting dalam mencegah terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit. Tingkat pengetahuan sangat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan, semakin tinggi tingkat pengetahuan perawat semakin tinggi kemampuan dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan meningkatkan kemampuan intelektual, interpersonal, dan teknikal yang dibutuhkan oleh seorang perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Penelitian ini dengan rumusan masalah yaitu hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi perawat dengan perilaku pencegahan infeksi nosokomial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi perawat dengan perilaku pencegahan infeksi nosokomial. Metode yang dipergunakan deskriptif korelatif dengan rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan, motivasi dan perilaku perawat tentang infeksi nosokomial dengan kriteria baik. Hasil pengujian dengan uji fisher exact test didapatkan Nilai p value < α (0,05) tabel dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi dengan perilaku pencegahan tentang infeksi nosokomial oleh perawat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DALAM PELAKSANAAN CUCI TANGAN

PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DALAM PELAKSANAAN CUCI TANGAN

Menurut data yang bersumber dari Central for Disease Control menyebutkan sekitar 5% pasien memiliki gejala klinis infeksi nosokomial akut, 8% kronis, dan 70% post operatif (Diah, 2005). Dari data studi deskriptif Suwarnidi semua rumah sakit di Yogyakarta tahun 1999 menunjukkan bahwa proporsi kejadian infeksi nosokomial berkisar antara 0,0% hingga 12,06% dengan rata-rata keseluruhan 4,26%. Untuk rata- rata lama perawatan berkisar antara 4,3 – 11,2 hari, dengan rata-rata keseluruhan 6,7 hari. Data infeksi nosokomial di RSUD Ibnu Sina Gresik tahun 2010 sebesar 22,16% yang terdiri dari infeksi pemasangan kateter 0,20%, infeksi luka operasi 0,18%, infeksi pemasangan sonde 0,56%, sepsis 15,69%, dekubitus 0,46%, dan plebitis 5,07%. Dari penelitian yang dilakukan Mahfud tahun 2009 yang berjudul perilaku perawat dalam upaya mencegah terjadinya infeksi nosokomial di Ruang Heliconia RSUD Ibnu Sina Gresik menggambarkan bahwa sebanyak 8 orang (66,7%) berperilaku aktif, dan sebanyak 4 responden berperilaku pasif (33,3%) dari total sampel sebanyak 12 orang.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN  DAN MOTIVASI  Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi Perawat Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN MOTIVASI Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi Perawat Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

Perilaku perawat dalam menjaga dan melakukan pencegahan terhadap infeksi nosokomial merupakan faktor penting dalam mencegah terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit. Tingkat pengetahuan sangat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan, semakin tinggi tingkat pengetahuan perawat semakin tinggi kemampuan dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan meningkatkan kemampuan intelektual, interpersonal, dan teknikal yang dibutuhkan oleh seorang perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Penelitian ini dengan rumusan masalah yaitu hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi perawat dengan perilaku pencegahan infeksi nosokomial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi perawat dengan perilaku pencegahan infeksi nosokomial. Metode yang dipergunakan deskriptif korelatif dengan rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan, motivasi dan perilaku perawat tentang infeksi nosokomial dengan kriteria baik. Hasil pengujian dengan uji fisher exact test didapatkan Nilai p value < α (0,05) tabel dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi dengan perilaku pencegahan tentang infeksi nosokomial oleh perawat.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Skripsi PERILAKU MENCUCI TANGAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RAWAT INAP ANAK RSUD SOREANG

Skripsi PERILAKU MENCUCI TANGAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RAWAT INAP ANAK RSUD SOREANG

Hasil: Hasil statistik hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap responden dan tingkat pengetahuan dengan persepsi terhadap perilaku mencuci tangan diketahui memiliki nilai p=0.53 (p>0.05). Hasil analisis tingkat pengetahuan dengan praktik mencuci tangan memiliki nilai p=1 (p>0.05) sehingga ketiga analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna Kesimpulan: Pengetahuan dan perilaku perawat di RSUD Soreang baik. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap, persepsi dan praktik mencuci tangan perawat di RSUD Soreang. Hal tersebut dapat disebabkan oleh keterbatasan penelitian yaitu jumlah sampel yang sedikit.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

61 HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG UNIVERSAL PRECAUTION TERHADAP KEPATUHAN PRINSIP-PRINSIP PENCEGAHAN INFEKSI

61 HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG UNIVERSAL PRECAUTION TERHADAP KEPATUHAN PRINSIP-PRINSIP PENCEGAHAN INFEKSI

Kepatuhan berasal dari kata patuh yang berarti disiplin dan taat (Sacket, 2002). Kepatuhan adalah suatu perilaku manusia yang taat terhadap aturan, perintah, prosedur dan disiplin. Kepatuhan perawat adalah perilaku perawat sebagai seorang yang profesional terhadap suatu anjuran, prosedur atau peraturan yang harus dilakukan atau ditaati. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dapat dikategorikan menjadi Faktor internal yaitu karakteristik yang dimiliki oleh perawat itu sendiri. Misal kepribadian. Kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Alport, tahun 1971) Jika kepribadian itu baik terhadap keluarga maka akan baik pula terhadap orang lain.. Selain itu motivasi juga mempengaruhi kepatuhan. Motivasi tersebut adalah proses internal yang mengaktifkan, memandu, dan mempertahankan perilaku dari waktu ke waktu (Eko, tahun 2008). Jika seseorang mempunyai motivasi untuk mempertahankan perilaku yang sesuai prosedur, maka kepatuhan akan meningkat Faktor Eksternal yaitu karakteristik yang dimiliki yang dimiliki dari luar diri perawat. Misal Karakteristik organisasi, karakteristik kelompok, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik lingkungan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN SARUNG TANGAN DALAM PEMASANGAN INFUS

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN SARUNG TANGAN DALAM PEMASANGAN INFUS

Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan apa sesuatu itu (Notoatmodjo, 2010). Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behaviour). Perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Menurut Notoatmodjo (2007), proses seorang individu dalam berperilaku adalah terjadi secara berurutan yaitu : awareness (kesadaran), interest (tertarik), evaluation (pertimbangan baik dan tidaknya stimulus), trial (mencoba perilaku baru), dan adoption (telah berperilaku baru). Perilaku perawat dalam asuhan keperawatan harus selalu aman bagi diri sendiri dan pasien, salah satunya adalah dengan penggunaan alat pelindung diri.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA.

Infeksi nosokomial banyak terjadi di seluruh dunia dengan kejadian terbanyak di negara miskin dan negara yang sedang berkembang karena penyakit-penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama. Suatu penelitian yang yang dilakukan oleh WHO menunjukkan bahwa sekitar 8,7% dari 55 Rumah Sakit dari 14 negara yang berasal dari Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Pasifik tetap menunjukkan adanya infeksi nosokomial dengan Asia Tenggara sebanyak 10,0% (Harry, 2006).

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi Perawat Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi Perawat Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 14 maret 2013 dari sampel tujuh perawat dari masing-masing bangsal di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo mengatakan bahwa infeksi nosokomial secara umum merupakan infeksi yang di dapatkan saat pasien dirawat di rumah sakit.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial pada Diruang Perawatan RS Tajuddin Chalik Makassar

Pengaruh Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial pada Diruang Perawatan RS Tajuddin Chalik Makassar

Secara tidak langsung pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, namun tidak berarti tingkat pendidikan yang rendah pengetahuannya juga rendah, karena pengetahuan dapat diperoleh dimana saja dan kapan saja tanpa melalui pendidikan formal yaitu melalui media masa dan elektronik (TV, radio, dll) sehingga pengetahuan seseorang dapat bertambah tinggi, termasuk pengetahuan tentang perawatan kesehatan. Sesuai dengan pendapat dari I B Mantra (2008) yang dikutip oleh Sentana bahwa makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah seseorang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa, semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan. Pengetahuan tentang kesehatan semakin banyak maka usaha untuk memelihara derajat kesehatan lansia semakin optimal.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai

Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai

Segala puji kepada Tuhan Yang maha Esa atas segala berkat dan rahmat- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat waktu pada waktunya dengan judul “Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai”.

12 Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai

Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai

dan manfaat penelitian, dan menjelaskan bahwa peneliti menjaga kerahasiaan jawaban perawat, bila perawat bersedia menjadi sampel penelitian maka perawat tersebut diminta untuk menandatangani lembar persetujuan setelah itu perawat diminta mengisi instrumen data demografi dan instrumen gambaran pengetahuan perawat tentang pencegahan infeksi nosokomial, responden dipersilahkan bertanya jika ada yang kurang jelas setelah diberi penjelasan sebelumnya. Setiap responden diberikan waktu lebih kurang 15-20 menit untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan dan dalam hal ini peneliti menunggu para perawat menjawab kuesioner hingga selesai menjawab semua pertanyaan. Setelah perawat selesai menjawab semua pertanyaan, peneliti memeriksa kembali kelengkapan jawaban responden dan setelah semua data terkumpul maka dilakukan analisa data.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL

Infeksi nosokomial dapat berasal dari pasien, pengunjung, maupun petugas kesehatan yang terlibat dalam perawatan pasien seperti dokter, perawat, tenaga medis, oleh karena itu untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial dapat diupayakan dari tindakan pencegahan oleh semua individu yang kontak dengan pasien, baik itu sebelum maupun sesudah kontak dengan pasien. Hasil pengamatan selama ini, banyak dijumpai tindakan salah yang sering dilakukan perawat diruang inap Rumah Sakit Islam adalah jarang mencuci tangan sebelum melakukan tindakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dengan praktik perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial diruang rawat inap Rumah Sakit Islam Kendal. Jenis penelitian deskripitif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas diruang rawat inap : Ruang Hamzah, Ruang Usman, Ruang Alfat, Ruang Roudhoh, Ruang Lukman, Ruang Umar Rumah Sakit Islam Kendal yaitu sebanyak 55 perawat. Sampel penelitian menggunakan total sampling. Analisis data dengan menggunakan Spearman Rho. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap dengan praktik perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial diruang rawat inap Rumah Sakit Islam Kendal dengan nilai p value 0,002 dan 0,017. Diharapkan perawat untuk dapat mencari informasi tentang pencegahan infeksi nosokomial, bersikap positif dan diharapkan melakukan evaluasi diri dan menyadari pentingnya pencegahan infeksi nosokomial sehingga dapat meningkatkan pelayanan pada pasien.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Kepatuhan Hand Hygiene Perawat dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial

Analisis Tingkat Kepatuhan Hand Hygiene Perawat dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial

Untuk evaluasi RSUD Wonosari melaksanakan audit. Hasil audit tentang kepatuhan hand hygiene direkap dan dan diolah datanya untuk dianalisis dan dipresentasikan kepada semua unit yang diaudit cuci tangannya. Dari hasil tersebut dapat diketahui hasil kepatuhan perawat dalam hand hygiene. RSUD Wonosari menerapkan standar kepatuhan hand hygiene ≥85%, kalau hasilnya masih kurang dari standar akan disampaikan untuk dijadikan acuan untuk menentukan progam berikutnya dan biasanya ada refres cuci tangan. Tim PPI akan mengikuti rapat yang diadakan oleh kepala ruang guna untuk mensosialisasikan tingkat kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene dan mencari solusi untuk perawat yang tidak patuh. Penelitian terdahulu melaporkan proses sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan dapat meningkatkan tingkat kepatuhan cuci tangan. (10)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Tindakan Perawat dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Umum Deli Serdang

Tindakan Perawat dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Umum Deli Serdang

7. Pengumpulan data Pengumpulan data dimulai setelah peneliti menerima ijin dari komite etik Fakultas Keperawatan USU dan surat izin pelaksanaan penelitian dari Fakultas Keperawatan USU dan surat izin dari lokasi penelitian yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang. Pengamatan dilakukan dengan meminta persetujuan dari kepala ruangan. Selanjutnya meminta kepala ruangan untuk menginformasikan kepada perawat tentang adanya proses pengambilan data dan dengan meminta kerja sama kepala ruangan agar tidak memberitahukan aspek penilaian ataupun topik yang sedang diteliti, sehingga tidak terjadi perubahan sikap yang tidak wajar pada petugas kesehatan.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN. Hygiene Perawat dan Fasilitas Sanitasi dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial di

BAB III METODE PENELITIAN. Hygiene Perawat dan Fasilitas Sanitasi dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial di

BAB V PEMBAHASAN 5.1. Karakteristik Perawat Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar perawat adalah perempuan yaitu sebanyak 45 orang (75%), dengan tingkat pendidikan terbanyak Diploma III keperawatan yaitu sebanyak 48 orang (80%). Dari hasil penelitian ini juga diperoleh data bahwa seluruh perawat tidak pernah mengikuti pelatihan resmi tentang infeksi nosokomial. Tidak adanya pelatihan formal tentang infeksi nosokomial menyebabkan hanya sebagian perawat yang mengetahui bagaimana cara pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit. Hal ini disebabkan pihak rumah sakit dalam menyediakan informasi tentang pencegahan infeksi nosokomial seperti menyediakan leaflet tentang pencegahan infeksi nosokomial yang disediakan pada setiap unit perawatan dan tempat-tempat tertentu. Hendaknya pihak rumah sakit membentuk tim komisi pencegahan infeksi di rumah sakit untuk memberikan pelatihan khusus tentang pencegahan infeksi nosokomial.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Hubungan Karakteristik Perawat dengan Tindakan Pencegahan Infeksi Nosokomial di Ruang Instalasi Anggrek RSUP. Prof. Dr. R.

Hubungan Karakteristik Perawat dengan Tindakan Pencegahan Infeksi Nosokomial di Ruang Instalasi Anggrek RSUP. Prof. Dr. R.

Karakteristik merupakan salah satu aspek kepribadian yang menggambarkan suatu susunan batin manusia yang nampak pada kelakuan dan perbuatannya. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang di dapat oleh penderita ketika penderita dalam proses asuhan keperawatan di Rumah Sakit. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Karakteristik Perawat Dengan Tindakan Pencegahan Infeksi Nosokomial di Ruang Instalasi Anggrek RSUP. Prof. Dr. R.D Kandou Manado. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pada penelitian ini peneliti mengguanakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...