Top PDF HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SEKSUAL DENGAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA ANAK JALANAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SEKSUAL DENGAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA ANAK JALANAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SEKSUAL DENGAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA ANAK JALANAN

Exact Fisher menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara karakteristik anak jalanan terhadap perilaku seksual dan risiko PMS, serta tidak ada hubungan antara pengetahuan seksualitas terhadap risiko PMS. Perbedaan penelitian yang dilakukan Ellisma Hutagalung (2002) yaitu mengunakan subjek anak jalanan yang berada di kawasan terminal terpadu pinang baris medan sedangkan pada penelitian ini berbeda dalam subjek yang digunakan, dimana penelitian ini mengunakan subjek anak jalanan yang ada di Lembaga Pemberdayaan Anak Jalanan Griya Baca Kota Malang. Dalam penelitian ini hasil yang didapatkan adalah terdapat hubungan antara pengetahuan seksualitas dengan Infeksi Menular Seksual.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PAPARAN INFORMASI,  DAN PENGARUH TEMAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL   Hubungan Pengetahuan, Paparan Informasi, Dan Pengaruh Teman Dengan Perilaku Seksual Anak Jalanan Di Surakarta.

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PAPARAN INFORMASI, DAN PENGARUH TEMAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL Hubungan Pengetahuan, Paparan Informasi, Dan Pengaruh Teman Dengan Perilaku Seksual Anak Jalanan Di Surakarta.

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan petunjuk dalam menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Hubungan Pengetahuan, Paparan Informasi, dan Pengaruh Teman dengan Perilaku Seksual Anak Jalanan di Surakarta”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG

Jutaan orang di Indonesia yang terinfeksi tidak tahu bahwa mereka memiliki herpes karena mereka tidak pernah memiliki atau melihat gejalanya. Gejala herpes oral adalah luka atau lepuhan dapat muncul di bibir atau di sekitar mulut. Luka ini juga mungkin muncul di dalam mulut, tapi ini biasanya hanya terjadi pada saat pertama kali gejalanya muncul. Gejala dapat berlangsung beberapa minggu dan pergi. Mereka dapat kembali dalam beberapa minggu, bulan, atau tahun. Meskipun mengganggu, gejala biasanya tidak berbahaya pada anak-anak dan orang dewasa. Namun bisa sangat berbahaya bagi bayi baru lahir. Gejala herpes genital adalah lecet, perasaan terbakar jika air seni mengalir di atas luka, ketidakmampuan untuk buang air kecil jika pembengkakan luka yang parah memblokir uretra, gatal, luka terbuka, nyeri pada bagian yang terinfeksi. Pada penderita leukemia dan HIV, gejala dapat lebih menyakitkan dan lama.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS SRANDAKAN BANTUL YOGYAKARTA

PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS SRANDAKAN BANTUL YOGYAKARTA

BANTUL YOGYAKARTA 1 Anom Widyaningrum 2 Sri Hendarsih 3 INTISARI Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku seksual pada pasien IMS di Puskesmas Srandakan Bantul. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, analisis bivariat (Spearman Rank), analisis multivariat (regresi linear). Sampel penelitian ini adalah 50 pasien IMS yang berada di Puskesmas Srandakan dengan metode total sampling. Hasil uji spearman rank didapatkan perhitungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual 0,059 (ƿ>0,05). Hasil perhitungan antara sikap dengan perilaku seksual 0,074 (ƿ>0,05). Persamaan garis regresi yaitu : pengetahuan 0,074 dan sikap 0,55 (ƿ>0,05). Jadi pengetahuan dan sikap tidak berhubungan dengan perilaku seksual pasien.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA HOMOSEKSUAL: GAY DENGAN PELAKSANAAN SEKSUAL DI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT ABIASA BANDUNG TAHUN 2013 Achmad Setya Roswendi ABSTRAK - View of HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA HOMOSEKSUAL: GAY DENGAN PELAKSANAAN SEKSUAL DI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT ABIASA BANDUNG TAHUN 2013 Achmad Setya Roswendi ABSTRAK - View of HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA

Berdasarkan tabel diatas didapatkan jumlah Gay yang terus meningkat dari tahun ke tahun di Kota Bandung, menggambarkan adanya kemungkinan mereka melakukan hubungan seksual beresiko yang tidak aman dan akan menimbulkan tingginya penularan penyakit infeksi menular seksual. Dalam studi pendahuluan yang dilakukanpada tanggal 5 April 2013 terhadap 10 responden pada gay, didapatkan data bahwa 6 orang sama sekali tidak mengetahui tentang IMS dan 4 orang yang lainnya hanya sebatas tahu tentang pengertian IMS dan jenis IMS seperti HIV-AIDS. Kemudian dari 10 responden tersebut didapatkan data bahwa 7 orang sering dan 3 orang pernah melakukan perilaku seksual beresiko seperti melakukan anal seks, oral seks, dan fisting (berupa tangan tapi bukan mengepal, dimasukan kedalam rectum pasangan). Berdasarkan data dari studi pendahuluan peneliti tertarik untuk meneliti hubungan pengetahuan tentang infeksi menular seksual pada homoseksual: gay dengan pelaksanaan seksual di LSM Abiasa Bandung Tahun 2013.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DAN PERILAKU KESEHATAN DENGAN  Hubungan Tingkat Pengetahuan Mengenai Infeksi menular Seksual (IMS) Dan Perilaku Kesehatan Dengan Timbulnya Infeksi menular Seksual Pada Komunitas Gay Gessa

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DAN PERILAKU KESEHATAN DENGAN Hubungan Tingkat Pengetahuan Mengenai Infeksi menular Seksual (IMS) Dan Perilaku Kesehatan Dengan Timbulnya Infeksi menular Seksual Pada Komunitas Gay Gessa

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbikan oleh orang lain, kecuali dalam naskah ini disebutkan dalam pustaka.

13 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual Dan Kejadian Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Pekerja Seks Di Kota Pontianak

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual Dan Kejadian Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Pekerja Seks Di Kota Pontianak

Subyek kasus dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seks (WPS) yang terdata di dinas kesehatan kota Pontianak. Dengan perhitungan menggunakan rumus untuk studi cross-sectional, diperlukan sampel sebanyak 84 orang. Pemilihan sampel dengan tidak berdasarkan peluang (non-probality sampling). Data yang digunakan adalah data primer yaitu berupa hasil pengisian kuesioner pengetahuan IMS dan hasil pemeriksaan laboratorium sederhana. Analisis dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Tingkat Pengetahuan Mengenai Infeksi menular Seksual (IMS) Dan Perilaku Kesehatan Dengan Timbulnya Infeksi menular Seksual Pada Komunitas Gay Gessang Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Tingkat Pengetahuan Mengenai Infeksi menular Seksual (IMS) Dan Perilaku Kesehatan Dengan Timbulnya Infeksi menular Seksual Pada Komunitas Gay Gessang Surakarta.

Islam membahas perilaku homoseksual dan konsekuensi yang harus diterima oleh kaum homoseks, seperti dalam firman Allah “Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)" (QS.An-Naml:55). Dan juga dalam Hadist Nabi, dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa mendapatkan seseorang melakukan seperti yang dilakukan kaum Luth, maka bunuhlah orang yang berbuat dan diperbuat; dan barangsiapa mendapatkan seseorang bersenggama dengan binatang maka bunuhlah orang itu dan binatang tersebut (Riwayat Ahmad dan Imam Empat).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DENGAN SIKAP SEKS PRANIKAH PADA ANAK JALANAN DIRUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA TAHUN 2013 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Infeksi Menular Seksual dengan Sikap Seks

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DENGAN SIKAP SEKS PRANIKAH PADA ANAK JALANAN DIRUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA TAHUN 2013 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Infeksi Menular Seksual dengan Sikap Seks

Hasil penelitian ini menunjukkan sikap seks pranikah pada anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagian besar adalah positif sebanyak 21 orang (52,5%). Banyaknya anak jalanan yang memiliki sikap positif terhadap seks pranikah disebabkan faktor usia anak jalanan yang sebagian besar masih berusia 13 tahun sebanyak 18 orang (45%). Faktor lain yang mempengaruhi sikap anak jalanan adalah pendidikan anak jalanan yang sebagian besar masih rendah yaitu SD sebanyak 29 orang (72,5%) sehingga belum memiliki dasar pengertian dan konsep moral dalam diri mereka masing-masing.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU SISWI DALAM UPAYA PENGENDALIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL

PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU SISWI DALAM UPAYA PENGENDALIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t) yang dilakukan pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap dengan perilaku siswi SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Hasil yang didapat dari uji tersebut adalah F hitung < F table (-2,009<3,674) dan nilai signifikasi dalam tabel tersebut = 0,055, dimana sig < 0,05 artinya Ho diterima maka secara parsial tidak ada pengaruh sikap terhadap perilaku siswi SMA IT Abu Bakar Yogyakarta dalam pengendalian IMS. Surahma Asti Mulasari (2012) dalam penelitiannya yang berjudul “Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat dalam mengolah sampah di Dusun Padukuhan Desa Sidokarto Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta” mendapatkan hasil bahwa secara parsial ternyata tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hasil penelitian tersebut semakin memperkuat hasil penelitian peneliti yang menyatakan tidak ada hubungan antara sikap dan perilaku siswa dalam upaya pengendalian infeksi menular seksual.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan Pendidikan dengan Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual pada Gay, Transgender, dan LSL

Hubungan Pendidikan dengan Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual pada Gay, Transgender, dan LSL

Infeksi Menular Seksual merupakan infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Penyakit ini dapat ditularkan lewat aktivitas seksual yang melibatkan vagina, anus, penis, dan mulut. Jenis IMS dengan prevalensi tertinggi adalah sifilis yaitu 6,0% (range 0-36,7%) pada gay dan Lelaki Seks Lelaki serta mengenani lebih dari 40% - 50% populasi transgender di dunia. Gay, transgender, dan LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki) merupakan kelompok risiko tinggi penularan IMS. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kehidupan seksual yang berbeda. Prevalensi IMS pada gay, transgender, dan LSL masih tinggi dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang IMS. Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pendidikan. Seseorang yang memiliki pendidikan tinggi akan lebih mudah menerima informasi sehingga pengetahuannya bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan tentang IMS pada gay, transgender, dan LSL di Bandar Lampung tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Organisasi Gaya Lentera Muda (Gaylam) sebanyak 35 responden. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan distribusi tingkat pendidikan terbanyak adalah pendidikan menengah sebanyak 19 responden (54,3%) dan distribusi tingkat pengetahuan terbanyak adalah pengetahuan cukup sebanyak 17 responden (48,6%). Hasil uji statistik spearman didapatkan adanya hubungan dengan hasil p=0,007 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan tentang IMS pada gay, transgender, dan LSL di Bandar Lampung Tahun 2019. Saran: Bagi peneliti selanjutnya untuk mengambil jumlah sampel penelitian yang lebih besar agar hasil penelitian lebih representatif.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Pekerja Seksual Kabupaten Tegal

Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Pekerja Seksual Kabupaten Tegal

Keaktifan WPS dalam mencari informasi melalui petugas kesehatan, lebih percaya dengan petugas kesehatan juga menunjukkan bahwa WPS cukup memperhatikan kesehatan. Sejalan dengan penelitian Hafrida dkk (2008) yang menyatakan bahwa pendekatan individual kepada WPS oleh petugas kesehatan dapat mengubah sikap dan perilaku WPS dalam menawarkan dan menggunakan kondom serta memeriksakan kesehatan reproduksinya. Selain itu WPS cukup aktif bertanya kepada sesama teman lokalisasi/ satu wisma, baik tentang IMS maupun bukan IMS. Informasi dari teman sebenarnya membawa pengaruh yang lebih besar karena belajar dari pengalaman lebih efektif daripada membaca. Mereka menanggapi secara positif akan kehadiran dari informasi tersebut. Informasi dari teman WPS dapat mengubah pengetahuan WPS yang lain dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mau berobat menjadi mau berobat. Namun informasi yang mereka dapatkan dari teman belum tentu benar, ada juga yang kurang tepat atau bercampur dengan mitos sebelumnya yang sudah lama dipegang.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH JENIS KELAMIN, PAJANAN MEDIA, PERAN TEMAN SEBAYA, PENGETAHUAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL, KEDEKATAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU BERISIKO PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA ANAK JALANAN.

PENGARUH JENIS KELAMIN, PAJANAN MEDIA, PERAN TEMAN SEBAYA, PENGETAHUAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL, KEDEKATAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU BERISIKO PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA ANAK JALANAN.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancangan desain penelitian observasional dengan pendekatan analitik cross sectional dengan besar sampel 60 responden anak jalanan yang diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.

15 Baca lebih lajut

PERILAKU PEMAKAIAN KONDOM DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL

PERILAKU PEMAKAIAN KONDOM DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL

ketrampilan dibidang lain, sikap, keyakinan, perilaku, tingkat kepatuhan dan tindakan untuk mengurangi perilaku berisikonya. Bahkan diharapkan dengan perubahan perilakunya bisa mencegah terjadinya penularan terhadap semua kasus Infeksi Menular Seksual. Karena WPS adalah kelompok yang paling potensial untuk terjadinya penularan,meskipun jumlah mereka relatif sedikit, karena mereka merupakan pelaku utama terhadap penularan dan penyebaran Infeksi Menular Seksual. Karena program pencegahan terhadap Infeksi Menular Seksual merupakan salah satu tugas bidan di wilayah Puskesmas Ngunut dan juga merupakan upaya untuk mendukung tercapainyan Millenium Developematianment Goals (MDG’s) untuk mengatasi kematian ibu dan bayi serta mengendalikan penyakit HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku seksual dengan kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) pada WPS di Lokalisasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERILAKU PEMAKAIAN KONDOM DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL

PERILAKU PEMAKAIAN KONDOM DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL

ketrampilan dibidang lain, sikap, keyakinan, perilaku, tingkat kepatuhan dan tindakan untuk mengurangi perilaku berisikonya. Bahkan diharapkan dengan perubahan perilakunya bisa mencegah terjadinya penularan terhadap semua kasus Infeksi Menular Seksual. Karena WPS adalah kelompok yang paling potensial untuk terjadinya penularan,meskipun jumlah mereka relatif sedikit, karena mereka merupakan pelaku utama terhadap penularan dan penyebaran Infeksi Menular Seksual. Karena program pencegahan terhadap Infeksi Menular Seksual merupakan salah satu tugas bidan di wilayah Puskesmas Ngunut dan juga merupakan upaya untuk mendukung tercapainyan Millenium Developematianment Goals (MDG’s) untuk mengatasi kematian ibu dan bayi serta mengendalikan penyakit HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku seksual dengan kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) pada WPS di Lokalisasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Infeksi Menular Seksual 2.1.1 Definisi dan Epidemiologi Infeksi Menular Seksual - Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Di SMA Negeri 7 Medan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Infeksi Menular Seksual 2.1.1 Definisi dan Epidemiologi Infeksi Menular Seksual - Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Di SMA Negeri 7 Medan

Pengetahuan dari hasil tidak tahu, ini terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan pada suatu objek tertentu dan adanya stimulus. Penginderaan pada terjadi melalui panca indra manusia yakni indra penciuman, penglihatan, pendengaran, perasaan dan perabaan. Sebagian besar pengindraan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoadmodjo, 2005). Pengetahuan atau kognitif merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang dan untuk merubah pengetahuan, sikap dan perilaku adalah dengan pendidikan dan latihan. Menurut Verner dan Davison yang dikutip oleh Notoadmodjo mengatakan bahwa usia mempengaruhi proses belajar, karena dengan bertambahnya usia, titik dekat penglihatan mulai bergerak makin jauh. Dengan bertambahnya usia, kemampuan menerima sesuatu makin berkurang sehingga pembicaraan orang lain terlalu cepat sukar ditangkapnya. Dengan kata lain, makin bertambahnya usia maka kemampuan menerima stimulus makin berkurang.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA USIA, PEKERJAAN, PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)

HUBUNGAN ANTARA USIA, PEKERJAAN, PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)

Prevalensi IMS (Penyakit Menular Seksual) di negara berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di negara maju. Di Indonesia angka kejadian IMS pada perempuan cukup banyak dibandingkan laki-laki. Berdasarkan data dari Puskesmas Cangkringan Sleman Yogyakarta bulan De- sember 2013 didapatkan bahwa sejak pasca erupsi Merapi kejadian IMS di wilayah Cangkringan meningkat tajam. Setelah Erupsi Merapi di wilayah Cang- kringan banyak penambangan pasir di Kali Gendol yang banyak didatangi oleh pendu- duk luar Cangkringan didapatkan 30 pasien didiagnosis IMS. Dari 30 pasien tersebut 5 orang laki-laki dan 25 orang perempuan. Berdasarkan informasi dari Camat Cang- kringan yang menyampaikan bahwa di wila- yahnya disinyalir terdapat prostitusi terselu- bung setelah erupsi Merapi tahun 2010, tetapi hal ini sulit untuk dibuktikan dan yang paling mengejutkan adalah Kecamatan Cangkringan merupakan wilayah yang me- nempati urutan pertama kejadian IMS di- bandingkan kecamatan lainnya di Kabu- paten Sleman.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hubungan Karakteristik dengan Perilaku Seksual Anak Jalanan di Kota Makassar

Hubungan Karakteristik dengan Perilaku Seksual Anak Jalanan di Kota Makassar

Pada umumnya perilaku seksual yang dilakukan oleh anak jalanan muncul karena adanya rasa ingin tahu yang besar dan adanya dorongan untuk mencoba pengalaman baru di masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makasar. Penelitian ini meng- gunakan rancangan cross sectional study. Populasi adalah semua anak jalanan di Kota Makassar berjumlah 500 anak sampai September 2013. Sampel merupakan sebagian dari anak jalanan yang diperoleh dengan metode acci- dental sampling selama penelitian berlangsung, sebanyak 212 responden. Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square yang berguna untuk menguji hubungan atau pengaruh dua buah variabel nominal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara umur (p=0,001;p=0,023), aktivitas (p=0,029;p=0,000), hubungan dengan orang tua (p=0,012;p=0,006) dan tingkat ketaatan beragama (p=0,000;p=0,000) dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makassar. Sedangkan 3 (tiga) variabel yaitu lama di jalanan, pendidikan dan tempat tinggal tidak terdapat hubungan dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makassar.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

RISIKO PERILAKU SEKSUAL TIDAK AMAN PADA POPULASI LGBT TERHADAP INFEKSI VIRUS YANG MENULAR SECARA SEKSUAL

RISIKO PERILAKU SEKSUAL TIDAK AMAN PADA POPULASI LGBT TERHADAP INFEKSI VIRUS YANG MENULAR SECARA SEKSUAL

seksual melalui vagina maupun anus. Sementara itu, 63% dari individu transgender mengaku melakukan hubungan seksual melalui vagina maupun anus 14 . LSL dan laki-laki biseksual termasuk dalam kelompok yang status HIV-nya tidak terkontrol dan mengalami gejala paling buruk di seluruh dunia. Hal ini dikaitkan dengan kesulitan untuk mendapatkan respon terhadap kebutuhan akan kesehatan seksual, dimana LSL dan laki-laki biseksual seringkali diabaikan dan terlantar akibat adanya stigma dan homophobia. Pada sebagian besar negara di dunia di luar Afrika timur dan selatan, prevalensi HOV pada penduduk dewasa hanya sekitar 1%, namun prevalensinya diantara LSL berkisar 10% total populasi. Epidemik HIV pada negara maju umumnya didominasi oleh laki-laki dan tertular melalui transmmisi seksual LSL, sedangkan pada negara berkembang LSL memiliki resiko 19 kali lebih tinggi terinfeksi HIV jika tinggal serumah dengan penderita HIV dan merepresentasikan 10% infeksi baru tiap tahunnya. Berbagai penelitian telah membuktikan adanya hubungan antara resiko terinfeksi HIV dengan pelaku LSL yang melakukan hubungan seksual per-anal yang tidak aman, tingginya jumlah pasangan seksual laki-laki, lamanya berhubungan seksual dengan laki-laki, penggunaan obat-obatan intravena, dan tingginya konsentrasi virus HIV pada pasangan laki-lakinya 15 .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengetahuan tentang Infeksi Menular Seksual dengan Perilaku Seksual Tidak Aman pada Remaja Putri Maluku Tenggara Barat di Daerah Istimewa Yogyakarta

Pengetahuan tentang Infeksi Menular Seksual dengan Perilaku Seksual Tidak Aman pada Remaja Putri Maluku Tenggara Barat di Daerah Istimewa Yogyakarta

Dari hasil analisis kualitatif dapat dijelaskan bahwa remaja mulai mengenal perilaku seksual semenjak pacaran. Sebagian remaja mulai berpacaran pada jenjang SMA. Adapun remaja mulai tertarik dengan perilaku seksual karena ada rasa penasaran dan ingin tahu tentang seks, pengaruh teman sebaya serta pengaruh dari media. Remaja mulai berperilaku seksual ketika telah mempunyai pasangan (pacar). Ada remaja yang merasa terganggu aktifitas kuliahnya karena sering ketemu, ada juga yang merasa tidak terganggu kuliahnya. Hal yang menjadi faktor risiko remaja untuk berperilaku seksual diantaranya faktor individu remaja sendiri yang sedang dalam masa pubertas, yang mengakibatkan muncul dorongan hasrat untuk berperilaku seksual; kurang perhatian dari orang tua; dan terpengaruh informasi tentang seksual dari teman sebaya maupun media.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...