Top PDF Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare di Desa Pardede Onan Kecamatan Balige Tahun 2011

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare di Desa Pardede Onan Kecamatan Balige Tahun 2011

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare di Desa Pardede Onan Kecamatan Balige Tahun 2011

sehingga terjadi perubahan perilaku positif yang meningkat. Menurut Widyastuti (2005), orang yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi lebih berorientasi pada tindakan preventif, mengetahui lebih banyak tentang masalah kesehatan dan memiliki status kesehatan yang lebih baik. Tetapi walaupun pendidikan di Desa Pardede Onan tinggi hal tersebut memberi arti bahwa tingkat pendidikan seseorang belum menjamin dimilikinya pengetahuan tentang diare dan pencegahannya, karena pengetahuan ibu mengenai penyakit diare masih berada pada tingkat tahu dan belum sampai memahami, mengaplikasikan, menganalisa, mensintesis dan mengevaluasi terhadap suatu materi yang berkaitan dengan kejadian diare ini (Notoatmodjo, 2003). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Warman (2008) yang menunjukkan ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian diare pada anak balita di Kelurahan Pekan Arba dengan nilai p=0,000.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH   TANGGA  DENGAN   KEJADIAN  DIARE   HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta Hak Bebas Royalti Noneksklnsif (Non- exclusive Royalty - Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:. HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN

16 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember

Puji syukur ke hadirat Allah SwT, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi yang berjudul Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 1-12 Bulan Di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember . Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian proposal skripsi ini, terutama kepada:

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA IBU DENGAN KEJADIAN DIARE BALITA UMUR 2-5 TAHUN DI DUSUN SEMBUNGAN BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dengan Kejadian Diare

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA IBU DENGAN KEJADIAN DIARE BALITA UMUR 2-5 TAHUN DI DUSUN SEMBUNGAN BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dengan Kejadian Diare

Dari hasil penelitian yang dilakukan PHBS pada ibu memiliki perilaku positif mayoritas berpendidikan SMA sehingga lebih cepat menerima informasi atau pesan-pesan kesehatan yang mengubah pemikiran dan persepsi mereka untuk meningkatkan derajat kesehatan yang lebih baik sehingga dapat mempengaruhi perilaku akan pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap serta peran ibu dalam perilaku.

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada bayi usia 1-12 bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember. Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan case control (retrospektif). Populasi adalah ibu yang memiliki bayi usia 1-12 bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember yaitu 140 orang. Sampel adalah 103 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Quota sampling. Penelitian dilakukan di Kelurahan Antirogo dengan menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data. Data yang diperoleh adalah data primer. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan Pearson Product Moment dan Cronbach s Alpha.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA USIA 3 BULAN – 2 TAHUN DI DESA  Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Usia 3 Bulan 2 Tahun Di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karangany

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA USIA 3 BULAN – 2 TAHUN DI DESA Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Usia 3 Bulan 2 Tahun Di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karangany

Faktor resiko lingkungan seperti sarana air bersih, jamban, saluran pembuangan air limbah, kondisi rumah, sanitasi, dan air menjadi penyebab terjadinya diare. Kualitas air minum yang buruk menyebabkan 300 kasus diare per 100 penduduk (Adisasmito, 2007). Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada hakikatnya merupakan perilaku pencegahan oleh individu atau keluarga dari ber-bagai penyakit. Salah satu sasaran penerapan program PHBS adalah pada tatanan rumah tangga, yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hubungan Strata Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Sekolah dengan Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar - UNS Institutional Repository

Hubungan Strata Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Sekolah dengan Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar - UNS Institutional Repository

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan sekolah dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar ” . Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti tentang kasus diare dan PHBS, didapat data bahwa angka tertinggi kesakitan yang diakibatkan oleh diare di Jember adalah wilayah kerja Puskesmas Sumbersari, yaitu 2990 jiwa dari semua umur (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2011). Penderita diare pada usia bayi yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari pada bulan Januari-April 2012 mencapai 105 jiwa. Kelurahan Antirogo merupakan kelurahan yang memiliki persentasi kasus terbanyak antara kejadian diare dengan jumlah bayi daripada kelurahan lain di wilayah Puskesmas Sumbersari, yaitu sebanyak 13%. Data tersebut didapat dari data di Puskesmas Pembantu Kelurahan Antirogo tentang ibu yang memeriksakan bayinya. Kelurahan Antirogo juga merupakan kelurahan yang masih belum mencapai target dalam PHBS rumah tangga yaitu pada pemberian ASI eksklusif dan jamban sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang pemberian ASI eksklusif hanya mencapai 60%, sedangkan untuk penggunaan jamban sehat hanya 67%. Indikator PHBS tatanan rumah tangga untuk cuci tangan dan penggunaan air bersih sudah mencapai target.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

Latar Belakang : Kejadian diare di seluruh dunia masih cukup tinggi. Penduduk desa Boloh belum semuanya menerapkan PHBS dan setiap tahunnya mengalami peningkatan penyakit diare yang menyerang semua kelompok umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian diare pada balita. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional analitik yang menggunakan rancangan Cross Sectional yang di laksanakan pada tanggal 21 Desember 2015 di Wilayah Kerja Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 2 bulan – 5 tahun yang berjumlah 50 orang. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan Cuplikan Probability Sample, dengan teknik Cluster Random Sampling.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Diare pada balita dapat menyebabkan kehilangan air, dan juga demam diatas 38,5 dengan tinja berdarah, mulutnya kering dan sering menagis tanpa air mata. Terlihat sering mengantuk dan mata cekung. Inilah yang mengakibatkan kematian pada balita (Nanny,2011hlm. 20)

5 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Angka kematian anak adalah jumlah jumlah kematian anak berusia 1 - 5 tahun selama 1 tahun tertentu per 1.000 anak pada usia yang sama pada pertengahan tahun. angka kematian anak mencerminkan kondisi kesehatan lingkungan yang langsung mempengaruhi tingkat kesehatan anak. Angka kematian anak akan tinggi bila terjadi keadaan salah gizi atau gizi buruk (Anik, 2010)

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SUMBER AIR DAN KEBIASAAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAWAHAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008.

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SUMBER AIR DAN KEBIASAAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAWAHAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Propinsi Jateng, selama Januari sampai September 2007 terdapat 339.502 kasus diare dan sebanyak enam belas penderita meninggal dunia (Anonim, 2007b). Hasil pencatatan dan pelaporan Subdin Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Boyolali menunjukkan jumlah seluruh kasus diare di Kabupaten Boyolali tahun 2006 sebanyak 12.519 atau angka kesakitan penyakit diare sebesar 133.04 per 10.000 penduduk. Untuk Puskesmas Ngemplak jumlah kasus diare yang dilaporkan setiap tahunnya mengalami peningkatan yakni pada tahun 2005 kasus diare yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Boyolali sebesar 1155 kasus, tahun 2006 terdapat 1250 kasus dan tahun 2007 terdapat 1485 kasus.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Diare adalah pengeluaran feses yang tidak nomal dan cair. Atau buang air besar yang tidak normal dan berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Bisa di artikan diare adalah sebuah penyakit dimana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cairan yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. kematian balita, dan juga membunuh lebih dari normal frekuensi buang air besar pada bayi usia 0- 6 bulan adalah 1- 7 kali atau bahkan hanya 1 - 2 kali dalam sehari. Bayi usia 0 -6 bulan (Non Asi) adalah sehari 3 - 4 kali atau sampai hanya 1 - 2 kali dalam sehari. Usia di atas 6 bulan Biasanya 3- 4 kali dalam sehari sama seperti orang dewasa. jika frekuensi orang BAB bayi masih dalam rentang di atas berarti normal dengan catatan tidak di sertai penurunan berat badan atau gejala lain. Oleh karena itu, Penyakit diare biasanya berlangsung beberapa hari, dan akan hilang tanpa pengobatan. Akan tetapi adapula penyakit diare yang berlangsung selama berminggu 2,atau lebih. Atas dasar itulah penyakit diare digolongkan menjadi diare akut dan diare kronis (Nanny, 2011)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Diare adalah pengeluaran feses yang tidak nomal dan cair. Atau buang air besar yang tidak normal dan berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Bisa di artikan diare adalah sebuah penyakit dimana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cairan yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. kematian balita, dan juga membunuh lebih dari normal frekuensi buang air besar pada bayi usia 0- 6 bulan adalah 1- 7 kali atau bahkan hanya 1 - 2 kali dalam sehari. Bayi usia 0 -6 bulan (Non Asi) adalah sehari 3 - 4 kali atau sampai hanya 1 - 2 kali dalam sehari. Usia di atas 6 bulan Biasanya 3- 4 kali dalam sehari sama seperti orang dewasa. jika frekuensi orang BAB bayi masih dalam rentang di atas berarti normal dengan catatan tidak di sertai penurunan berat badan atau gejala lain. Oleh karena itu, Penyakit diare biasanya berlangsung beberapa hari, dan akan hilang tanpa pengobatan. Akan tetapi adapula penyakit diare yang berlangsung selama berminggu 2,atau lebih. Atas dasar itulah penyakit diare digolongkan menjadi diare akut dan diare kronis (Nanny, 2011)
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEMBARAN DAN DESA LINGGASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEMBARAN DAN DESA LINGGASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat

PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2011). PHBS di tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2009).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

Latar Belakang : Kejadian diare di seluruh dunia masih cukup tinggi. Penduduk desa Boloh belum semuanya menerapkan PHBS dan setiap tahunnya mengalami peningkatan penyakit diare yang menyerang semua kelompok umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian diare pada balita.

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DUSUN KETANGI DESA BANYUSOCO KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DUSUN KETANGI DESA BANYUSOCO KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Semakin bertambah usia seseorang maka semakin bijaksana dan banyak pengalaman/hal yang telah dijumpai dan dikerjakan untuk memiliki pengetahuan. Dengan pengetahuan tersebut dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah danetik yang bertolak dari masalah nyata (Irmayanti, 2007 dalam Utari, 2011). Umur ini juga berkaitan dengan kematangan akal dalam menerima, menghayati dan mensikapi sesuatu. Seiring bertambahnya umur seseorang, kematangan akal juga semakin tumbuh dengan kuat, sehingga menumbuhkan pengetahuan yang semakin baik pada diri seseorang yang pada akhirnya akan menumbuhkan sikap dan perilaku yang positif tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan diri dan lingkungan termasuk didalamnya adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga (Muliadi N, 2008 dalam Utari 2011).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

makalah PHBS keluarga diare

makalah PHBS keluarga diare

Di Indonesia, diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terutama pada balita. Diare dapat dicegah bila masyarakatnya dapat menerapkan Perilaku Hidup Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara PHBS Tatanan Rumah Tangga (ASI eksklusif, menggunakan air bersih, jamban sehat dan mencuci tangan) dengan kejadian diare pada balita di kelurahan Gandus Palembang tahun 2011. Subjek dalam penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita (1-5 tahun) di kelurahan Gandus Palembang. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2011 di kelurahan Gandus Palembang. Sampel berjumlah 91 orang yang diambil dengan tekhnik accidental sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional . Data diambil dari responden dengan menggunakan kuesioner. Pada penelitian ini jumlah balita yang mengalami diare satu bulan terakhir sebanyak 36,3 %. 58,2 % balita yang tidak di beri ASI eksklusif, 70,3 % responden yang menggunakan air yang sehat, 50,5 % responden yang menggunakan jamban yang sehat, 62,6% responden dengan kebiasaan mencuci tangan yang buruk, dan 53,8 % responden dengan PHBS yang baik. Dengan α = 0,05 hasil uji analisa dengan menggunakan Chi-Square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara variabel pemberian penggunaan air bersih (p= 0,006, OR= 4,021), penggunaan jamban sehat (p= 0,024, OR= 3,043), kebiasaan mencuci tangan (p=0,000, OR= 7,667) dan PHBS (p= 0,000, OR= 9,750) dengan kejadian diare pada balita di kelurahan Gandus Palembang tahun 2011. Sedangkan untuk variabel pemberian ASI eksklusif, tidak terdapat hubungan dengan kejadian diare pada balita di kelurahan Gandus Palembang (p= 1,000, OR= 0,958). Berdasarkan hasil diatas, penderita diare (balita) harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama keluarga dan para tenaga kesehatn. Selain memberikan pelayanan kuratif, pihak Puskesmas hendaknya memberikan penyuluhan kepada keluarga agar keluarga mau, tau dan mampu menjalankan PHBS sebagai upaya prefentif untuk mencegah penyakit diare. Kata Kunci : PHBS, diare, balita
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Latar belakang : Diare menempati peringkat ke – 2 penyebab kematian anak di bawah lima tahun, lebih dari setengah kejadian diare di asia dan afrika. Di Indonesia khusus nya di sumatera utara angka kematian yang diakibatkan oleh diare pada balita dari keseluruhan kabupaten dan kecamatan pada tahun 2012 berjumlah 200 – 300 per 1000 penduduk, yang di sebabkan oleh Pengetahuan Dan Perilaku kesehatan limgkungan yang buruk masyarakat Kabupaten Deli Serdang melakukan perilaku hidup bersih dan sehat pada tahun 2013 hanya 36 %
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Latar belakang : Diare menempati peringkat ke – 2 penyebab kematian anak di bawah lima tahun, lebih dari setengah kejadian diare di asia dan afrika. Di Indonesia khusus nya di sumatera utara angka kematian yang diakibatkan oleh diare pada balita dari keseluruhan kabupaten dan kecamatan pada tahun 2012 berjumlah 200 – 300 per 1000 penduduk, yang di sebabkan oleh Pengetahuan Dan Perilaku kesehatan limgkungan yang buruk masyarakat Kabupaten Deli Serdang melakukan perilaku hidup bersih dan sehat pada tahun 2013 hanya 36 %
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...