Top PDF HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12 Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN  SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12 Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

Research Method : This is a cross sectional study conducted at the integrated service center in Primary Health Service Colomadu 1. In total, 45 respondents, were surveyed using simple random sampling. The research instruments were a questionnaires incidence of diarrhea and healthy hygiene behaviors. Analysis Techniques used Rank Spearman's test.

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

Diare pada bayi atau balita kebanyakan disebabkan beberapa faktor di antaranya yaitu faktor penyebab (agent), penjamu (host), dan faktor lingkungan (environment) (Suharyono, 2008). Faktor penyebab (agent) yang dapat menyebabkan diare pada balita antara lain; faktor infeksi, faktor malabsorbsi dan faktor makanan (Ngastiyah, 2005). Faktor penjamu (host) diantaranya dari faktor status gizi balita dan faktor perilaku hygiene yang kurang baik sedangkan faktor lingkungan (environment) yaitu dari kondisi sanitasi yang kurang baik. (Soegijanto, 2002).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

Shan, X. 2010. Influence of Parents’ Child - feeding Practices on Child’s Weight Status among Chinese Adolescents in Beijing, China (Doctoral dissertation, Southern Illinois University Carbondale). Diakses 10 Oktober 2015 dari ehs.siu.edu/her/_common/documents/dissertation/dissertations/joy-shan- dissertation.pdf

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12-24 BULAN DI  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesma

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12-24 BULAN DI Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesma

Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 12-24 bulan di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar. Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar usia ibu yang menjadi responden yaitu 19-39 tahun sebanyak (95,6%). Usia tersebut dibagi atas dasar usia berdasarkan perhitungan likert (Azwar, 2012). Menurut Siagian (1995), semakin usia bertambah dewasa maka seseorang semakin meningkat pula kedewasaan teknisnya demikian juga psikologisnya akan menunjukkan kematangan jiwa.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PUBLIKASI KARYA ILMIAH HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT  Hubungan Status Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

PUBLIKASI KARYA ILMIAH HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Hubungan Status Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

Puskesmas Tawangsari merupakan puskesmas yang terletak di Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah kerja Puskesmas Tawangsari 40 Km 2 yang merupakan 8,57% dari luas wilayah Kabupaten Sukohajo. Kecamatan Tawangsari terdiri dari 12 desa yaitu Desa Kateguhan, Desa Lorong, Desa Grajegan, Desa Kadungjambal, Desa Watubonang, Desa Ponowaren, Desa Majasto Dan Desa Tambakboyo. Fasilitas pelayanan kesehatan Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo terdiri dari Puskesmas Rawat Jalan, Puskesmas Rawat Inap dan Puskesmas Pembantu. Seain itu terdapat pula sarana yang dilakukan oleh masyarakat, dengan salah satu kegiatan adlah posyandu. Jumlah posyandu yang berada di Tawangsari sebanyaj 76 posyandu yang terbesar di 12 desa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

DAFTAR  PUSTAKA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Dewi, D. 2012. Pengaruh Kelompok Pendukung (KP) Ibu Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Dalam Pemberian ASI Dan MP, ASI, Serta Status Gizi Balita 6-24 Bulan. Tesis Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjanah Fakultas Kedokteran Universitan Gajah Mada Jogjakarta.

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti tentang kasus diare dan PHBS, didapat data bahwa angka tertinggi kesakitan yang diakibatkan oleh diare di Jember adalah wilayah kerja Puskesmas Sumbersari, yaitu 2990 jiwa dari semua umur (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2011). Penderita diare pada usia bayi yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari pada bulan Januari-April 2012 mencapai 105 jiwa. Kelurahan Antirogo merupakan kelurahan yang memiliki persentasi kasus terbanyak antara kejadian diare dengan jumlah bayi daripada kelurahan lain di wilayah Puskesmas Sumbersari, yaitu sebanyak 13%. Data tersebut didapat dari data di Puskesmas Pembantu Kelurahan Antirogo tentang ibu yang memeriksakan bayinya. Kelurahan Antirogo juga merupakan kelurahan yang masih belum mencapai target dalam PHBS rumah tangga yaitu pada pemberian ASI eksklusif dan jamban sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang pemberian ASI eksklusif hanya mencapai 60%, sedangkan untuk penggunaan jamban sehat hanya 67%. Indikator PHBS tatanan rumah tangga untuk cuci tangan dan penggunaan air bersih sudah mencapai target.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional analitik yang menggunakan rancangan Cross Sectional yang di laksanakan pada tanggal 21 Desember 2015 di Wilayah Kerja Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 2 bulan – 5 tahun yang berjumlah 50 orang. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan Cuplikan Probability Sample, dengan teknik Cluster Random Sampling.

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

Latar Belakang : Kejadian diare di seluruh dunia masih cukup tinggi. Penduduk desa Boloh belum semuanya menerapkan PHBS dan setiap tahunnya mengalami peningkatan penyakit diare yang menyerang semua kelompok umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian diare pada balita. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional analitik yang menggunakan rancangan Cross Sectional yang di laksanakan pada tanggal 21 Desember 2015 di Wilayah Kerja Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 2 bulan – 5 tahun yang berjumlah 50 orang. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan Cuplikan Probability Sample, dengan teknik Cluster Random Sampling.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan.

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan.

Diare didefinisikan keluarnya tinja cair lebih dari tiga kali dalam 24 jam (Primayani, 2009). Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk di Indonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama usia di bawah 5 tahun (Lukacik, 2008; Yusuf, 2011). Prevalensi kematian diare pada anak di dunia, diperkirakan lebih dari 1,4 miliar anak mengalami diare dan 3,2 juta kematian per tahun pada balita disebabkan oleh diare. Proporsi kematian terbesar terjadi pada anak berusia kurang dari dua tahun yaitu lebih kurang 80 % kematian terjadi pada anak berusia kurang dari dua tahun (Widoyono, 2008).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH   TANGGA  DENGAN   KEJADIAN  DIARE   HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 menyatakan bahwa diare penyebab nomor satu kematian balita di dunia, dan UNICEF melaporkan setiap detik satu anak meninggal karena diare. Hal ini banyak terjadi di negara- negara berkembang seperti Indonesia karena buruknya perilaku higiene perorangan dan sanitasi masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat sosial, ekonomi dan pendidikan. Pada bulan Oktober 2010 kejadian diare di dusun Grobogan Desa Musuk meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kejadian diare di dukuh Grobogan terjadi pada semua umur, tetapi paling banyak menyerang umur 14 tahun sampai 24 tahun. Hasil observasi awal di dusun Grobogan desa Musuk, menunjukkan terdapat beberapa masyarakat yang memiliki perilaku PHBS yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada masyarakat di dusun Grobogan desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Sragen. Metode penelitian ini merupakan penelitian correlational dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga yang tinggal di Dusun Grobogan, Desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Kabupaten Sragen. Sampel penelitian sejumlah 98 masyarakat dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian adalah checklist perilaku dan kuesioner kejadian diare. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku PHBS responden sebagian besar adalah cukup baik, (2) sebagian besar penduduk di Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen adalah tidak terjadi diare, dan (3) ada hubungan antara perilaku PHBS dengan kejadian diare di Dusun Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA  Hubungan Status Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA Hubungan Status Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan crossectional. Subjek yang digunakan adalah 44 balita usia 6-59 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik consequtive sampling, menggunakan uji hubungan Chi- Square. Kejadian Pneumonia di ukur menggunkan ARY timer. Status gizi diukur menggunakan metode pengukuran antropometri, dan PHBS diperoleh dengan cara pengisian kuesioner.

18 Baca lebih lajut

HASIL DAN PEMBAHASAN  Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Usia 3 Bulan 2 Tahun Di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Usia 3 Bulan 2 Tahun Di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar.

Penelitian ini mengenai hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat ibu dengan kejadian diare pada usia 3 bulan – 2 tahun di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar yang dilaksanakan pada bulan Januari 2015. Teknik pengambilan data dengan menggunakan metode cluster random sampling yaitu berdasarkan pada kelompok masyarakat dari tingkat dukuh, lalu dipersempit ke tingkat RW dan kemudian diambil pada tingkat RT. Populasi yang dipilih pada penelitian ini yaitu seluruh ibu yang mempunyai anak 3 bulan – 2 tahun yang bertempat tinggal di Desa Pulosari dan sampel yang diambil sebanyak 38 ibu. Data yang diambil merupakan data primer yang didapatkan melalui kuesioner tentang perilaku hidup bersih dan sehat dan kejadian diare. Responden dalam penelitian ini adalah ibu. Hasil dari data tersebut didapatkan karakteristik ibu berdasarkan umur, pendidikan, dan pekerjaan dan karakteristik dari anak berdasarkan usia dan jenis kelamin. 1. Deskripsi data hasil penelitian
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Phbs (Perilaku Hidup Bersih Sehat) Pengasuh Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Mangkang 2010. - UDiNus Repository

Hubungan Phbs (Perilaku Hidup Bersih Sehat) Pengasuh Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Mangkang 2010. - UDiNus Repository

Disarankan bagi Puskesmas untuk meningkatkan keberhasilan dalam program pemberantasan penyakit menular khususnya diare dilakukan penyuluhan lewat posyandu tentang pentingnya PHBS karena bila lingkungan bersih dan sehat tidak akan menjadi sumber penyakit dan pembuatan leaf leat agar warga tahu tata cara dalam pencegahan penyakit diare.

2 Baca lebih lajut

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gambaran FaktorFaktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Balita yang Tinggal di Sekitar TPA BlondoBawenabupaten Semarang T1  Daftar Pustaka

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gambaran FaktorFaktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Balita yang Tinggal di Sekitar TPA BlondoBawenabupaten Semarang T1 Daftar Pustaka

Daud, Nurlelastasia. Hubungan Tingkat Partisipasi Ibu Mengikuti Kegiatan Posyandu dengan Status Gizi di Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. 2015 [dikutip pada 28 September 2016]. Tersedia dari: http://kim.ung.ac.id/index.php/KIMFIKK/article/download/113 12/11185

3 Baca lebih lajut

makalah PHBS keluarga diare

makalah PHBS keluarga diare

mencuci tangan. Sedangkan kejadian diare pada balita (1-5 tahun) sebagai variabel dependen. Desain metodologi yang digunakan adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak balita yang bertempat tinggal di kelurahan Gandus yaitu sebanyak 1.075 orang. Sampel adalah 91 ibu di kelurahan Gandus Palembang dengan tekhik Accidental Sampling (Non Probability Sampling), dengan kriteria inklusi: (1) Ibu yang tinggal di kelurahan Gandus Palembang; (2) Ibu yang memilki anak balita berumur 1-5 tahun; (3) Ibu yang memilki balita dengan gizi baik; (4) Ibu yang memiliki balita yang tidak mengalami penyakit gangguan saluran pencernaan kronis (berdasarkan diagnosa dokter); (5) Ibu yang bersedia jadi responden; (6) Ibu yang bisa baca tulis; (7) Memahami bahasa Indonesia
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Status Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Status Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

Weber M, F Handy, M Said, CB Kartasasmita, Kusbiyantoro. Pneumonia balita.Dalam: Pangriwibowo S, A Tryadi, IS Indah, editor. Bulletin jendelaepidemiologi. Jakarta: KementrianKesehatan RI;2010. 1-22 Weber M, F Handy, M Said, CB Kartasasmita, Kusbiyantoro. Pneumonia balita.

4 Baca lebih lajut

 BAB I  Hubungan Status Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

BAB I Hubungan Status Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah perilaku yang dipraktikan di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Dinkes, 2008). Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia (Mrahwati 2013).

6 Baca lebih lajut

 HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Result: Nutritional status of the young children can be catagorized as good and poor. There were 72 young childrens with good nutritional status, and 58% of them experienced diarrhea, and 42% of them had no diarrhea. Young children with poor nutritional status were 28, and 36% of them experienced diarrhea, and 64% of them with no diarrhea. Result of analysis found p-value = 0.042.

13 Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penyakit Berbasis Lingkungan pada Anak Usia 6-12 Tahun Korban Erupsi Gunung Sinabung di Posko Pengungsian Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017

Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penyakit Berbasis Lingkungan pada Anak Usia 6-12 Tahun Korban Erupsi Gunung Sinabung di Posko Pengungsian Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017

Wowor, S. 2013. Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sekolah Pada Siswa Sekolah Dasar Gmim Lemoh Image Of Clean Living And Healthy Behavior OFF School In Elementary School Students Gmim Lemoh. Jurnal Kesehatan:1-3

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...