Top PDF HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

Desi Setiani, J500120105, 2016. Relation of Mothers Behavior about Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) With the Incidence of Diarrhea In Infant and Toddler In The Boloh Community Health Center Sub-district Toroh District Grobogan. Essay. Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Surakarta.

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

PENDAHULUAN Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Di negara maju seperti Amerika serikat kejadian diare masih cukup tinggi pada tahun 2006 sebanyak 4. 321 dengan 270 orang meninggal dan pada tahun 2007 sebanyak 11.450 dengan 420 orang meninggal. WHO memperkirakan 4 milyar kasus diare terjadi di dunia pada tahun 2000 dan 2,2 juta diantaranya meninggal (Adisasmito 2007). Kejadian diare pada balita diseluruh dunia pada tahun 2012 masih cukup tinggi sebesar 4 milyar kasus dan 2,2 juta diantara meninggal (Aminah et al 2013).

4 Baca lebih lajut

DAFTAR  PUSTAKA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Maulida, N., Khadijah S., Istiqamah, 2013. Hubungan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Umur 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gadang Hanyar. Dinamika Kesehatan. 12(12) Notoadmojo, S., 2005. Metode Penelitian Kesehatan Edisi Revisi. Jakarta: PT

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

berkarya untuk meningkatkan produktifitas. Apabila rumah tidak memenuhi syarat kesehatan akan berisiko terkena penyakit ( Depkes RI 2001). Penerapan hidup bersih dan sehat di rumah tergantung ibu balita, Kejadian diare sendiri pada umumnya juga bisa di sebabkan oleh faktor sosiodermografi dari ibu balita seperti umur, pendidikan ibu dan keadaan sosial ekonomi (Cicih 2011). Penyakit diare dapat di tanggulangi dengan penanganan yang tepat sehingga tidak akan sampai menimbulkalkan kematian terutama pada balita (Widoyono 2011). PHBS sendiri merupakan salah satu promosi kesehatan indonesia yang memiliki lima tatanan yang menjadi sasaran yaitu salah satunya adalah tatanan rumah tangga.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan.

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan.

Studi mortalitas dan riset kesehatan dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Diare dapat dicegah bila masyarakatnya dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program peningkatan PHBS yang mengacu pada paradigma sehat diperkenalkan oleh Departemen Kesehatan pada tahun 2009 (Depkes RI, 2009b). Data kesehatan per kabupaten Dinas Kesehatan Jawa Tengah (2013) didapatkan bahwa Kota Surakarta memiliki cakupan rumah tangga ber PHBS 92,00 % lebih rendah dibanding Karanganyar 92,50 %.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEMBARAN DAN DESA LINGGASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEMBARAN DAN DESA LINGGASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat

minum, memasak, mandi, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya haruslah air bersih, agar tidak terkena atau terhindar dari penyakit dan menggunakan jamban sehat adalah setiap rumah tangga harus memiliki dan menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septic atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir serta cuci tangan pakai sabun selain membantu singkatnya waktu cuci tangan, dengan menggosok jemari dengan sabun dapat menghilangkan bakteri yang tidak tampak, minyak/ lemak/ kotoran di permukaan kulit, serta meninggalkan bau wangi. Perpaduan kebersihan, bau wangi dan perasaan segar merupakan hal positif yang diperoleh setelah menggunakan sabun.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti tentang kasus diare dan PHBS, didapat data bahwa angka tertinggi kesakitan yang diakibatkan oleh diare di Jember adalah wilayah kerja Puskesmas Sumbersari, yaitu 2990 jiwa dari semua umur (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2011). Penderita diare pada usia bayi yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari pada bulan Januari-April 2012 mencapai 105 jiwa. Kelurahan Antirogo merupakan kelurahan yang memiliki persentasi kasus terbanyak antara kejadian diare dengan jumlah bayi daripada kelurahan lain di wilayah Puskesmas Sumbersari, yaitu sebanyak 13%. Data tersebut didapat dari data di Puskesmas Pembantu Kelurahan Antirogo tentang ibu yang memeriksakan bayinya. Kelurahan Antirogo juga merupakan kelurahan yang masih belum mencapai target dalam PHBS rumah tangga yaitu pada pemberian ASI eksklusif dan jamban sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang pemberian ASI eksklusif hanya mencapai 60%, sedangkan untuk penggunaan jamban sehat hanya 67%. Indikator PHBS tatanan rumah tangga untuk cuci tangan dan penggunaan air bersih sudah mencapai target.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN  SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12 Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

Hasil : Sebagian besar balita memiliki status gizi baik sebesar 91,1%. PHBS ibu baik sebesar 97,8%. Jumlah balita yang tidak mengalami diare sebesar 86,7%. Balita dengan status gizi baik tidak menderita diare lebih tinggi sebesar 87,7% dibanding dengan balita yang memiliki status gizi kurang menderita diare sebesar 50%. Ibu balita dengan PHBS baik mempunyai balita tidak diare lebih tinggi sebesar 84,4% dibanding ibu balita dengan PHBS sedang mempunyai balita tidak diare sebesar 2,2%.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari uju Statistik Chi squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal. Hasil uju statistikChi Squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA (1-5 TAHUN) DI POSYANDU MAWAR KELURAHAN MERJOSARI WILAYAH PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA (1-5 TAHUN) DI POSYANDU MAWAR KELURAHAN MERJOSARI WILAYAH PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Dampak dari perilaku yang tidak bersih bisa mempengaruhi perilaku seseorang, termasuk perilaku di bidang kesehatan sehingga bisa menjadi penyebab tingginya angka penyebaran suatu penyakit termasuk penyakit diare yang mempunyai resiko penularan dan penyebaran cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan kejadian diare pada anak balita (1-5 tahun) di Posyandu Mawar Kelurahan Merjosari Kota Malang. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional untuk mengetahui hubungan PHBS ibu dengan kejadian diare. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun di Posyandu Mawar Kelurahan Merjosari berjumlah 40 orangdan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) dikategorikan baik yaitu sebanyak 22 orang (73,33%), hampir seluruh responden dikategorikan tidak terdapat kejadian diare yaitu sebanyak 28 orang (93,33%), dan hasil analisis data menggunakan uji spearman rank nilai signifikan (sig.) sebesar 0,014 (p ≤ 0,05) , artinya ada hubungan PHBS ibu dengan kejadian diare pada anak balita (1-5 tahun) di Posyandu Mawar Kelurahan Merjosari Kota Malang dengan nilai korelasi 0,445.Diharapkan kepada ibu untuk meningkatkan PBHS dalam menjaga kesehatan diri dan anak.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari uju Statistik Chi squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal. Hasil uju statistikChi Squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal

2 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Tingginya angka kejadian diare pada balita banyak disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah perilaku, dan pengetahuan. Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di kabupaten deli serdang kurang baik, sebab pada tahun 2011 angka kejadian diare hasil pemantauan sebanyak dari 129 412 rumah tangga yang di pantau hanya 3,6 07% rumah yang berperilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat yang baik di puskesmas patumbak hanya di lakukan sebanyak 37, 07% keluarga. Tingkat pengetahuan mengenai perilaku yang buruk dapat mempengaruhi kejadian diare. Hubungan antara pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat , oleh karena itu semakin meningkatnya pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat juga dapat semakin baik dengan demikian resiko diare menurun ( Ramdiati, 2012)
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA BERULANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKALONGAN SELATAN KOTA PEKALONGAN

ANALISIS FAKTOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA BERULANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKALONGAN SELATAN KOTA PEKALONGAN

monoksida, nitrogen oksida, hidrogen cianida, ammonia, acrolein, acetilen, benzoldehide, urethane, methanol, conmarin, 4-ethyl cathecol, orteresorperyline, dan lain-lain. Berbagai bahan kimia tersebut dapat merangsang silia yaitu bulu- bulu halus yang terdapat pada permukaan saluran napas, sehingga sekret mukus meningkat menjadi 30-50%. Hal ini mengakibatkan silia tersebut akan mengalami kerusakan dan mengakibatkan menurunnya fungsi ventilasi paru (Pradono dalam Khatimah, 2006). Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Winarni, dkk (2010) dalam penelitian Layuk (2010) yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sempor II Kabupaten Kebumen menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku merokok orang tua dan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sempor II.
Baca lebih lanjut

195 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGORESAN.

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGORESAN.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKES[r]

1 Baca lebih lajut

Hubungan Phbs (Perilaku Hidup Bersih Sehat) Pengasuh Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Mangkang 2010. - UDiNus Repository

Hubungan Phbs (Perilaku Hidup Bersih Sehat) Pengasuh Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Mangkang 2010. - UDiNus Repository

Diare adalah berak cair 3 kali atau lebih dalam sehari semalam(24 jam) yang dapat menyebabakan kekurangan cairan. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang menyerang seluruh gololngan umum terutama pada balita. Menurut WHO diare menyebabkan kematian sekitar 527.000 anak pertahun. Data awal yang penulis ambil berasal dari data puskesmas tentang jumlah balita yang terkena diare di Puskesmas mangkang pada tahun 2009 terdapat 214 balita menderita diare. Pada bulan Juni sampai September 31 balita umur 1-3 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik kebersihan ibu asuh, penggunaan tempat BAB, pengelolaan sampah, sumber air dan kondisi saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH   TANGGA  DENGAN   KEJADIAN  DIARE   HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 menyatakan bahwa diare penyebab nomor satu kematian balita di dunia, dan UNICEF melaporkan setiap detik satu anak meninggal karena diare. Hal ini banyak terjadi di negara- negara berkembang seperti Indonesia karena buruknya perilaku higiene perorangan dan sanitasi masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat sosial, ekonomi dan pendidikan. Pada bulan Oktober 2010 kejadian diare di dusun Grobogan Desa Musuk meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kejadian diare di dukuh Grobogan terjadi pada semua umur, tetapi paling banyak menyerang umur 14 tahun sampai 24 tahun. Hasil observasi awal di dusun Grobogan desa Musuk, menunjukkan terdapat beberapa masyarakat yang memiliki perilaku PHBS yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada masyarakat di dusun Grobogan desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Sragen. Metode penelitian ini merupakan penelitian correlational dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga yang tinggal di Dusun Grobogan, Desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Kabupaten Sragen. Sampel penelitian sejumlah 98 masyarakat dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian adalah checklist perilaku dan kuesioner kejadian diare. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku PHBS responden sebagian besar adalah cukup baik, (2) sebagian besar penduduk di Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen adalah tidak terjadi diare, dan (3) ada hubungan antara perilaku PHBS dengan kejadian diare di Dusun Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SUMBER AIR DAN KEBIASAAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAWAHAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008.

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SUMBER AIR DAN KEBIASAAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAWAHAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008.

Penyakit diare masih menjadi penyebab kematian balita (bayi di bawah lima tahun) terbesar di dunia. Menurut catatan United Nations Children federation (UNICEF), setiap detik satu balita meninggal karena diare. Diare seringkali dianggap sebagai penyakit biasa, padahal di tingkat global dan nasional fakta menunjukkan sebaliknya. Menurut catatan World Health Organization (WHO), diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahun. Di negara maju walaupun sudah terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakat, akan tetapi kasus diare masih tetap tinggi dan masih menjadi masalah. Tingginya kejadian diare di negara barat dikarenakan oleh foodborne infections dan waterborne infections yang disebabkan oleh bakteri Salmonella spp, Campylobacter jejuni, Stafilococcus aureus, Bacillus cereus, Clostridium perfringens dan Enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC) (Amiruddin, 2007).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

288 HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN CARA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE

288 HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN CARA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE

dilihat dari pencegahan demam berdarah responden tinggi sebanyak 55 responden (85,9%). Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan responden yang memiliki pengetahuan yang tinggi dengan pencegahan tinggi berjumlah 84 orang (83,2%). Dari hasil penelitian sebelumnya tersebut dapat dilihat bahwa semakin tinggi pengetahuan tentang penyakit demam berdarah maka upaya pencegahan akan semakin meningkat. Dalam hal ini pengetahuan merupakan salah satu pendorong seseorang tentang penyakit demam berdarah dan bahaya yang ditimbulkan maka partisipasi masyarakat akan tinggi dalam upaya pengendalian penyakit demam berdarah. Akan tetap tinggi pengetahuan masyarakat tentang penyakit demam berdarah itu tidak cukup bila tidak diiringi dengan tindakan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebab bila individu hanya mengetahui tetap tidak punya kemauan untuk hidup sehat dan bersih akan sia-sia.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN, LINGKUNGAN DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TABA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2015 Nadi Aprilyadi, S.Sos, M.Kes Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Poltekkes Kemenkes Palembang ABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN, LINGKUNGAN DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TABA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2015 Nadi Aprilyadi, S.Sos, M.Kes Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Poltekkes Kemenkes Palembang ABSTRAK

Angka kejadian diare di sebagian besar wilayah Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Di Indonesia, sekitar 162 ribu balita meninggal setiap tahun atau sekitar 460 balita setiap harinya. Dari hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita dan nomor 3 bagi bayi serta nomor 5 bagi semua umur. Setiap anak di Indonesia mengalami episode diare sebanyak 1,6 - 2 kali per tahun (Ita, 2008).

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA IBU DENGAN KEJADIAN DIARE BALITA UMUR 2-5 TAHUN DI DUSUN SEMBUNGAN BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dengan Kejadian Diare

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA IBU DENGAN KEJADIAN DIARE BALITA UMUR 2-5 TAHUN DI DUSUN SEMBUNGAN BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dengan Kejadian Diare

Perilaku Ibu- ibu yang tidak memiliki jamban melakukan buang air besar di sungai . Hal ini dikarenakan letak rumah berdekatan dengan sungai. Hgyiene dan sanitasi yang buruk dapat mempermudah penularan diare baik melalui makanan, air minum yang tercemar kuman penyebab diare maupun air sungai. Perilaku masyarakat yang negatif misalnya membuang tinja di sungai , meminum air yang belum dimasak dan melakukan pengobatan sendiri dengan cara yang tidak tepat (Ari, 2012).

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...