Top PDF HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

- Sudikno Mertokusumo : peraturan hukum yang mengatur bagaimana caranya menjamin ditaatinya hukum perdata materiil dengan perantaraan hakim. Hukum yang mengatur bagaimana caranya mengajukan tuntutan hak, memeriksa serta memutusnya dan pelaksanaan daripada putusannya

6 Baca lebih lajut

hukum acara perdata

hukum acara perdata

RBg yang t ermuat dalam St b. No. 227 Tahun 1927 merupakan penggant i berbagai perat uran yang berupa reglement yang t ersebar dan berlaku hanya dalam sat u daerah t ertent u saja sepert i reglement bagi derah Am bon, Aceh, Sumat ra Barat , Pelembang, Bali, Kalimanat an, M inahasa, dan lain-lain. M eskipun RBg berlaku untuk daerah luar Jaw a dan M adura, namu ada daerah yang dikecualiakan dari berlakunya RBg sepert i daerah Irian Barat bagian selat an.

32 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA PRINT

HUKUM ACARA PERDATA PRINT

b. MA dalam putusannya tanggal 6 Maret 1971 No. 209 K/SIP/1970 menentukan bahwa suatu perubahan tuntutan tidak bertentangan dengan asas-asas Hukum secara perdata, asalkan tidak merubah atau menyimpang dari kejadian meteriil walaupun tidak ada tuntutan subsidair untuk peradilan yang adil, terutama dalam yurisprudensi Indonesia, penerbit I, II, III, IV.1972 hal. 470 MA RI.

14 Baca lebih lajut

Pengertian hukum  acara perdata  perdata (1)

Pengertian hukum acara perdata perdata (1)

Perbandingan Sistematika Hukum Perdata menurut Ilmu Pengetahuan Hukum dan KUHPerdata Ilmu Pengetahuan Hukum KUHPerdata Hukum Perorangan Buku I tentang Orang Hukum Kekeluargaan Absolu[r]

28 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  STUDI TENTANG EKSEPSI MENGENAI KEWENANGAN RELATIF TERHADAP PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA).

PENDAHULUAN STUDI TENTANG EKSEPSI MENGENAI KEWENANGAN RELATIF TERHADAP PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA).

Hukum Acara Perdata adalah peraturan hukum yang mengatur bagaimana caranya menjamin ditaatinya hukum perdata materiil dengan perantaraan hakim atau dengan kata lain hukum acara perdata adalah peraturan hukum yang menentukan bagaimana caranya menjamin pelaksanaan hukum perdata materiil. 3)

11 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA 002

HUKUM ACARA PERDATA 002

b. Relatif, adalah kewenangan badan peradilan yang sejenis untuk memeriksa suatu perkara secara relatif (berwenang/ atau tidak). Contoh : harus ada eksepsi itu harus ada kewenangannya, hakim harus memperhatikan, harus pada sidang I (untuk kasus penduduk Bale Bandung, tapi diadili di Pengadilan Negeri Bandung). Tapi jika tidak ada eksepsi (dari tergugat) untuk kewenangan relatif, tidak apa-apa. Misal baru diketahui di tengah-tengah, maka pengadilan tetap berjalan, tidak usah dihentikan. • Kekuasaan PN dalam perkara perdata meliputi seluruh sengketa mengenai hak milik

57 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata 2badan hukum perdata  .pptx

Hukum Acara Perdata 2badan hukum perdata .pptx

RBg yang dinyatakan Pasal VIII ordonansi tanggal 11 Mei 1927 Nomor 227 mulai berlaku sejak tanggal 1 Juli 1927, merupakan pengganti peraturan-peraturan Hukum Acara Perdata yang lama yang tersebar dan berlaku bagi daerah-daerah tertentu saja. Yaitu ordonansi-ordonansi bagi daerah-daerah Bengkulu, Lampung, Palembang, Jambi, Sumatra Timur, Aceh, Riau, Bangka, Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Manado, Sulawesi, Ambon, Ternate, Timor, Bali, dan Lombok (Pasal I ordonansi).

35 Baca lebih lajut

Hukum Acara perdata HIR.PDF badan hukum perdata

Hukum Acara perdata HIR.PDF badan hukum perdata

Akan tetapi di zaman pendudukan Jepang, di mana H.I.R. berlaku sebagai hukum acara pidana bagi Pengadilan Negeri seluruhnya, maka. kedudukan para Jaksa memperoleh perubahan secara besar-besaran, oleh karena pada waktu itu para Assistent-Resident yang menjadi "majikan" para Jaksa sekaligus dihapuskan. Semua tugas pekerjaan Asisstent-Resident mengenai penuntutan perkara pidana seluruhnya diserahkan kepada Jaksa yang pada waktu itu berpangkat "Tiho Kensatsu Kijokuco". (Kepala Kejaksaan Pengadilan Negeri) dan berada di bawah perintah dan pengawasan "Kootoo Kensatsu Kijokuco" (Kepala Kejaksaan Tinggi); Sejak waktu itulah maka para Jaksa'. benar-benar menjadi pegawai Penuntut Umum (Openbaar Ministerie). Kemudian lebih tegas lagi dengan Osamu Seirei No.49 Kejaksaan dimasukkan ke dalam "Chianbu" (Departemen Keamanan), dan tugasnya ditentukan sebagai pegawai penyidik, pegawai penuntut dan
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA 005

HUKUM ACARA PERDATA 005

Hukum Acara Perdata adalah rangkaian peraturan- peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan dimuka pengadilan dan bagaimana cara pengadilan itu harus bertindak, satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan-peraturan hukum perdata. (Wirjono Prodjodikoro)

7 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA ANALISIS

HUKUM ACARA PERDATA ANALISIS

Putusan judex facti/Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan sudah benar dan adil yaitu tidak salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku, menimbang pekerja mengalami kecelakaan kerja dalam hubungan kerja (walaupun baru bekerja dalam masa percobaan), hal mana sesuai dengan ketentuan Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja Lagi pula Pemohon/Pekerja menderita cacat tetap 100% (vide Surat Keterangan Dokter Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi tanggal 19 Desember 2007).

8 Baca lebih lajut

JURNAL HUKUM ACARA PERDATA

JURNAL HUKUM ACARA PERDATA

Hukum Acara Perdata sebagai hukum formil mempunyai fungsi untuk menegakkan hukum perdata materiil apabila ada pelanggaran. Hukum Acara Perdata adalah aturan main yang harus diperhatikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pemeriksaan perkara perdata di pengadilan. Hukum Acara Perdata yang masih berlaku sampai sekarang ialah hukum acara perdata peninggalan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, yaitu HIR dan RBg. Banyak bidang Hukum Acara Perdata yang diatur dalam HIR dan RBg sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan jaman. Demikian juga dalam pelaksanaan dan penerapannya tidak dapat mewujudkan asas Trilogi Peradilan (sederhana, cepat dan biaya murah). Melalui penerapan Teori Hukum Pembangunan dalam pemeriksaan perkara perdata. Secara yuridis ketentuan Hukum Acara Perdata yang diatur dalam HIR dan RBg memiliki kecenderungan untuk menghambat pelaksanaan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya murah. Dalam hal ini Teori Hukum Pembangunan sangat memegang peranan penting dalam pembaharuan hukum. Dapat disarankan hendaknya kedepan dibentuk hukum acara perdata yang bersifat nasional.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA 004

HUKUM ACARA PERDATA 004

Posita gugatan merupakan bentuk jamak dari positum yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai dalil gugatan. M. Yahya Harahap dalam bukunya Hukum Acara Perdata antara lain mengatakan bahwa posita gugatan merupakan istilah yang akrab digunakan dalam praktik peradilan dan disebut juga sebagai fundamentum petendi

2 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata 003

Hukum Acara Perdata 003

Jadi perbedaan dari gugatan dan permohonan adalah bahwa permohona itu tuntutan hak perdata yang didalam kepentingannya itu bukan suatu perkara sedangkan gugatan adalah surat yang diajukan oleh penggugat terhadap tergugat yang menuntut tuntutan hak yang yang didalamnya berisi suatu perkara. Alam gugatan inilah yang disebut dengan pengadilan yang sesungguhnya dan produk hokum yang dihasilkan adalah putusan hukum.

16 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata Dalam Praktek

Hukum Acara Perdata Dalam Praktek

Dalam mencantumkan klausul hak banding dan kasasi ini memang tidak ada yang seragam diantara kantor hukum atau law firm. Ada kantor yang secara standar dalam surat kuasanya selalu mencantumkan adanya hak untuk menyatakan banding atau hak untuk menyatakan kasasi ini. Tapi ada pula kantor hukum lain tidak mencantumkan hak banding untuk pada saat berperkara di tingkat Pengadilan Negri. Dalam praktek setelah perkara diputus maka pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan isi putusan itu sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan undang-undang akan mengajukan hak bandingnya untuk putusan pengadilan negri dan hak mengajukan kasasi untuk putusan Pengadilan Tinggi. Hak banding ini dimasukan tersendiri dalam suatu surat kuasa yang baru. Sebenarnya bisa saja memakai surat kuasa yang lama sepanjang dalam surat kuasa tersebut dicantumkan hak banding atau hak kasasi. Namun kadang-kadang ada hambatan dimana pada saat telah diputus di tingkat Pengadilan Negri ternyta panitera pengganti belum melaporkan adanya putusan ini pada bagain banding dan kasasi. Kadang-kadang berkas perkara tertinggal atau masih ditangan panitera pengganti dengan alasan sedang mengetik putusan. Sedangkan dalam pengajuan banding atau kasasi tersebut harus ditunjukan suarat kuasa aslinya bukan salinannya. Oleh karena itu untuk menghindari kesuulitan tehnis administrasi tersebut biasanya para Pengacara lebih memilih membuat suarat kuasa khusus baru, sekaligus sebagai bukti bahwa kliennya tetap masih mempercayainya untuk membantu perkaranya di tingkat tersebut.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

Resume Hukum Acara Perdata

Resume Hukum Acara Perdata

sukarela. Aan maning dilakukan dengan melakukan panggilan terhadap pihak yang kalah dengan menentukan hari, tanggal dan jam persidangan dalam surat panggilan tersebut. Memberikan peringatan (Aan maning) dengan cara pertama tama melakukan siding insidentil yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan, Panitera dan pihak yang kalah, kemudian memberikan peringatan atau tegoran supaya ia menjalankan putusan Hakim dalam waktu delapan hari, (3) membuat berita acara Aan maning dengan mencatat semua peristiwa yang terjadi di dalam sidang tersebut sebagai bukti othentik, bahwa Aan maning telah dilakukan dan berita acara ini merupakan landasan bagi perintah eksekusi yang akan dilaksanakan selanjutnya. Apabila pihak yang kalah tidak hadir dalam sidang Aan maning, dan ketidakhadirannya dapat dipertanggungjawabkan, maka ketidak hadirannya itu dapat dibenarkan dan pihak yang kalah itu harus dipanggil kembali untuk Aanmaning yang kedua kalinya. Jika ketidakhadiran pihak yang kalah setelah dipanggil secara resmi dan patut tidak dapat dipertanggungjawabkan, maka gugur haknya untuk dipanggil lagi, tidak perlu lagi proses sidang peringatan dan tidak ada tenggang masa peringatan. Secara ex officio Ketua Pengadilan dapat langsung mengeluarkan surat penetapan perintah eksekusi kepada Panitera/Jurusita.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

rangkuman Hukum acara perdata

rangkuman Hukum acara perdata

Inisiatif berperkara , dalam perkara perdata , inisiatif berperkara timbul dari pihak yang merasa di rugikan karena , itu pihak yang merasa di rugikan mengajukan perkara nya kepada hakim untuk memperoleh penyelesain sebagai mana mestinya di dalam perkara pidana inisiatif berperkara datang dari pihak penguasa negara atau pemerintah . lawannya disebut tergugat . didalam perkara pidana pihak yang mengajukan perkara di mana hakim di sebut jaksa (pu) sedangkan polisi melakukan penyelidikan guna diterus kan kepada jaksa . pihak yang di sangka melakukan kejahatan atau melakukakan kejahatan di sebut tersangka (pada zaman hukum acara pidana belanda atau HIR tersangka di sebut tertuduh ). Apabila tersangka ini tealah melakukan kejahatan setelah di proses ia di sebut tersangka . apbila jaksa (pu) membawa perkara di persidangan dan hakim mengatakan beralasan untuk di terus kan pemeriksaan dari persidangan maka ia disebut terdakwa .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

RPKPS HUKUM ACARA PERDATA

RPKPS HUKUM ACARA PERDATA

KOMPETENSI: Mahasiswa mengerti bagaimana beracara di pengadilan, khususnya acara perdata, bagaimana membuat surat gugatan, penyitaan, pemeriksan perkara, pembuktian, putusan hakim serta upaya hukum yang dilakukan oleh para pihak dengan adanya putusan hakim (1)

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...