Top PDF Hukum Memeperingati Maulid Nabi saw

Hukum Memeperingati Maulid Nabi saw

Hukum Memeperingati Maulid Nabi saw

Jadi, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw dan merayakannya sebagaimana yang telah kita kenal dengan istilah peringatan dan perayaan maulid Nabi Muhammad saw adalah hal yang tidak sama sekali bertentangan dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits, justru sebaliknya, adalah hal yang di legitimasi dalam Al-qur'an dan Al-Hadits serta di anjurkan.

5 Baca lebih lajut

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

Perlarangan memperingati hari besar I slam yang dimotori Arifin di mediamassa menurut Dalail karena Arifin menganggap bahwa peringatan tersebut adalah bagian dari ibadah dan ia tidak setuju dengan pendapat ini. Menurutnya memperingati hari besar I slam merupakan salah satu sarana dakwah. Peringatan hari besar I slam dibenarkan sepanjang tidak bertentangan dengan Alquran dan Hadis yang sahih, misalnya pada peringatan maulid Nabi Muhammad saw. ada marhabannya, di mana ketika mengatakan “ ¢alla All±h ‘Al± Mu¥ammad” hadirin berdiri dan menganggap bahwa roh nabi Muhammad hadir. Contoh lain, seperti amalan Nisfu Sya’ban tiga kali surah Y±s³ n dan doa tiga kali untuk panjang umur, rezeki agar dapat taat kepada Allah dan dikuatkan iman. Karena ketiga doa tersebut bisa kita baca setelah selesai salat. Amalan yang benar sesuai hadis seperti puasa Nisfu Sya’ban. 31
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (1)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (1)

Mari kita mengkaji hukum peringatan mauled Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah kitab yang ditulis oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi yang berjudul Husnul Maqasid fil Amal al-Mawalid. Beeliau menjelaskan bahwa di zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin memang belum diadakan peringatan dalam bentuk upacara, shalawatan dan pengajian tentang maulid Nabi, sehingga ada sebagian kaum muslimin yang tidak mau memperingati kelahiran dengan bentuk upacara itu.

7 Baca lebih lajut

Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Ber

Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Ber

dan egalitarian yang dibingkai dalam figura al Quran dan al Hadits. Dengan demikian, 12 Rabiul Awal merupakan tonggak sejarah yang memotivasi masyarakat untuk merayakan maulid Nabi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kehadiran beliau di tengah-tengah masyarakat dunia. Situasi dan kondisi umat yang semakin terpuruk akibat kontak budaya dan peradaban yang ‘menggila’, juga turut mengundang motivasi masyarakat untuk merayakan kelahiran Nabi sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya oleh Shalahuddin al Ayyubi pada abad ke XII. Kedua: motivasi teologis, aspek teologis ternyata juga memiliki peran yang cukup strategis dalam memotivasi masyarakat merayakan maulid Nabi. Hal ini dapat dilihat dari fatwa-fatwa yang dikemukakan oleh para ulama madzhab Hanafi dan Maliki yang mengemukakan bahwa “diktum hukum yang ditetapkan dengan diktum tradisi sama dengan diktum hukum yang ditetapkan berdasarkan hukum syar’i”. Hal yang senada pernah juga diungkapkan oleh Syarakhsyi yang menyebutkan bahwa “menetapkan hukum dengan tradisi seolah-olah menetapkan hukum dengan nash”. Namun hukum yang ditetapkan berdasarkan tradisi tersebut sejatinya harus memiliki relevansi dan senafas dengan nilai-nilai al Quran dan al Hadits. Ketiga: motivasi filosofis-sosiologis, masyarakat merupakan sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan sekian banyak individu kecil maupun besar yang terikat oleh satuan adat, tradisi, hukum dan hidup bersama. Masyarakat akan dapat hidup tegak berdiri jika instrumen dalam masyarakat tersebut dapat berinteraksi dengan harmonis, tanpa adanya ketimpangan-ketimpangan sosial yang dapat menyuburkan benih-benih pertikaian. Dengan demikian, secara filosofis-sosiologis, perayaan maulid Nabi dapat dijadikan sebagai suplemen yang akan menggugah semangat serta sebagai pondasi yang akan memperkokoh bangunan ukhuwah masyarakat yang diwujudkan dalam sebuah kebersamaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

Betapa luar biasanya jasa Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia yang ada di dunia ini. Maka sudah sepantasnya kita sebagai umatnya untuk selalu mengenangnya dan sekuat tenaga mengamalkan apa yang telah di ajarkan oleh beliau. Karena apa yang telah dikatakan, dilakukan, dan ditetapkan oleh beliau telah menjadi sumber dasar segala hukum islam setelah Al – Qur’an yang sudah tidak diragukan kebenarannya. Karena dengan selalu mengikuti apa yang telah diajarkan kepada kita maka kita akan di akui sebagai umat beliau kelak di Hari Kiamat.

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN RASA CINTA ATAS RASULULLAH SAW [Studi Kasus di Majelis Maulid Watta’lim Roudlotussalaf Tulungagung, Ds. Sumberdadi, Kec. Sumbergempol. Kab Tulungagung] - Institutional Repository of IAIN Tulungagung AGUS BAB I

PENGEMBANGAN RASA CINTA ATAS RASULULLAH SAW [Studi Kasus di Majelis Maulid Watta’lim Roudlotussalaf Tulungagung, Ds. Sumberdadi, Kec. Sumbergempol. Kab Tulungagung] - Institutional Repository of IAIN Tulungagung AGUS BAB I

Nabi Muhammad SAW, sangat memiliki kedudukan yang tinggi dikalangan umat Islam. 1 Tak ada nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad SAW, yang dinyatakan sebagai perwujudan kasih sayang (rahmat) Allah SWT kepada umat manusia sejagad, bahkan bagi seisi alam semesta. Allah SWT berfirman, dalam Q.S Al –Anbiya: 107 2

8 Baca lebih lajut

Sosiologi Maulid Nabi

Sosiologi Maulid Nabi

Nabi SAW lahir pada tahun gajah (571 M) dalam lingkungan sosial budaya jahiliyah. Disebut tahun gajah, karena saat itu tentara gajah di bawah pimpinan Raja Abrahah menyerang Ka'bah, karena marah dan merasa iri dengan Ka'bah di Makkah yang banyak dikunjungi orang dari berbagai pelosok negeri sambil bertransaksi ekonomi, sementara Ka'bah palsu yang dibuatnya sepi pengunjung. Secara sosiologis, kelahirannya disuasanai persaingan sosial ekonomi dengan penistaan dan penyerangan Ka'bah. Dan, para penista dan penyerang Ka'bah itu dihancurkan oleh "tentara langit " (burung ababil) yang melempari mereka dengan batu panas yang membuat mereka seperti daun yang dimakan ulat (QS al-Fil [105]: 1-5).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Maulid Dan Nabi Dan SAW.doc

Maulid Dan Nabi Dan SAW.doc

Secara etimologis, maulid Nabi Muhammad SAW bermakna (hari), tempat atau waktu kelahiran Nabi yakni peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Secara terminologi, maulid Nabi adalah sebuah upacara keagamaan yang diadakan kaum muslimin untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan harapan menumbuhkan rasa cinta pada Rosululullah SAW. Yang merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah wujud ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW, dengan cara menjunjung Nabi, mengenang, memuliakan dan mengikuti perilaku yang terpuji dari diri Rasulullah SAW. 1
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Al-Hafizh Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah (11\172) bahwa Daulah Fathimiyyah ‘Ubaidiyyah nisbah kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Alqadah Alyahudi yang memerintah Mesir dari tahun 357 H-567 H. Merekalah yang pertama-tama merayakan perayaan-perayaan yang banyak sekali diantaranya perayaan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Keterangan ini ditulis juga oleh Al-Maqrizy dalam kitabnya Al- Mawa’idz wal I’tibaar (1\490), dan Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i mufti Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam fiima Yata’allaqu bissunnah wal Bid’ah minal Ahkam [halaman 44- 45], dan Syaikh ‘Ali Mahfudz menyetujui mereka dalam kitabnya yang baik Al-Ibdaa’ fii Madhaarr Al-Ibtidaa’ [halaman 251] dan selain mereka masih banyak lagi. Jadi yang pertama- tama mensyariatkan perayaan ini mereka adalah orang-orang Zindiq (menampakkan keislaman untuk menyembunyikan kekafiran) Al-‘Ubaidiyyun dari Syi’ah Rafidhah keturunan Abdullah bin Saba Al-Yahudi. Mereka tidak mungkin melakukan yang demikian karena cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi karena ada maksud lain yang tersembunyi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Undangan maulid nabi

Undangan maulid nabi

Dengan mengharap Ridlo dan Rahmat Allah SWT, kami mengharap kehadiran Bapak /Saudara dalam acara : Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan Yang Insya Allah akan kami laksanakan pada :[r]

1 Baca lebih lajut

Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

sholawaat” Hal: 138-139. Dalam fasal: membicarakan bulan Robi’ul awal dan bid’ah melakukan maulid pada waktu itu. “tidak boleh mengkhususkan bulan ini (Rabi’ul awal) dengan berbagai macam ibadah seperti sholat, zikir, sedekah, dll. Karena musim ini tidak termasuk hari besar Islam seperti hari jum’at dan hari lebaran yang telah ditetapkan oleh Rasulullah saw, bulan ini memang bulan kelahiran Nabi Muhammad saw, tapi juga merupakan bulan wafatnya nabi Muhammad saw, kenapa mereka berbahagia atas kelahirannya tapi tidak bersedih atas kematiannya?, menjadikan hari kelahirannya sebagai perayaan maulid adalah bid’ah yang mungkar dan sesat, tidak diterima oleh syara’ dan akal, kalau sekiranya ada kebaikan dalam melakukannya tentu tidak akan lalai dari melakukannya Abu bakar, Umar, Ustman dan Ali serta para sahabat yang lainnya, dan para tabi’iin serata para ulama yang hidup setelah mereka, maka tidak ragu lagi yang pertama melakukannya adalah kelompok sufisme yang tidak punya kesibukan yang senang melakukan bid’ah kemudian diikuti oleh manusia-manusia lainnya, kecuali orang yang diselamatkan Allah serta di beri taufiq untuk memahami haqiqat agama Islam.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

proposal kegiatan maulid nabi di sekolah

proposal kegiatan maulid nabi di sekolah

Adapun maksud diadakannya aktivitas ini yaitu sebagai wujud rasa syukur pada Allah SWT atas dilahirkannya Nabi Besar Muhammad SAW di atas muka bumi ini. Adapun tujuan utama diselenggarakan acara ini adalah untuk meningkatkan iman kepada Allah serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW, dapat meneladani sikap-sikap baik dan hasanah Rasul, serta untuk menambah pengetahuan tentang ajaran-ajaran agama Islam, untuk menjauhkan diri dari pergaulan bebas remaja, serta untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal positif.

7 Baca lebih lajut

Agama dan Kearifan lokal masyarakat Banjarmasin pengaruhnya terhadap perubahan sosial antara lain: tradisi baayun maulid (diharapkan anak dapat mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW), tradisi basunat (agar antara laki-laki dan perempuan saling menghormati ta

Agama dan Kearifan lokal masyarakat Banjarmasin pengaruhnya terhadap perubahan sosial antara lain: tradisi baayun maulid (diharapkan anak dapat mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW), tradisi basunat (agar antara laki-laki dan perempuan saling menghormati ta

Menurut pengalaman pribadi Noorhaidi Hasan, sebelum basunat si anak laki-laki dicukur dan dimandikan dulu. Kemudian disediakan sarung wanita dan dilehernya dikalungi emas dan permata. Di telapak kaki si anak digambarkan cacak burung, garis silang, dengan kapur yang dicampur daun sirih. Waktu prosesi basunat si anak ditutup matanya oleh salah satu yang ada di sekitarnya. Sementara itu, para wanita mempersiapkan makanan selamatan yang akan diadakan pada malam harinya. Selamatan ini diisi dengan pembacaan maulid Diba’i , biografi dan syair pujian terhadap Nabi saw. Ketika sampai pada ashraqal, bagian yang menceritakan tentang kelahiran Nabi saw, anak yang basunat dibantu oleh keluarganya keluar dari ruangan dan berjalan mengelilingi para hadirin di ruang pembacaan itu. Satu persatu para hadirin memoles kepala si anak dengan minyak wangi. Kemudian selamatan ditutup dengan doa.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Makna Maulid Nabi Muhammad SAW (Study pada Maudu Lompoa di Gowa) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Makna Maulid Nabi Muhammad SAW (Study pada Maudu Lompoa di Gowa) - Repositori UIN Alauddin Makassar

9 terlibat langsung di dalam tradisi Maludhu. Pengumpulan data berupa data primer yaitu observasi, indepth interview dan dokmentasi dan data sekunder yaitu studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini bahwa tradisi Mauludhu yang dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Kota Baubau dari dulu hingga saat ini terbagi menjadi tiga tahapan: Pertama: Goraana Oputa, Kedua: Maludhuna Mia Bari dan Ketiga: Maludhuna Hukumu. Dalam setiap tahapan tersebut terungkap pula pesan-pesan simbolik dan makna di balik tradisi Maludhu, kesemuanya berhubungan dengan kewajiban manusia selama di dunia yang selalu berpedoman pada nilai-nilai ilahi, selalu mengingat Nabi Muhammad saw dan setiap perjuangannya, serta menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan untuk menjalani kehidupan ini. 14
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Trilogi Maulid Nabi Muhammad

Trilogi Maulid Nabi Muhammad

Padahal kakeknya Abdul Muthallib telah meng-aqiqahinya pada hari ke-7 setelah kelahirannya, sehingga aqiqah itu tidak harus diulang lagi, lalu tindakan Nabi Õ΃ð éJÊ«éÊË@úΓ itu dianggap sebagai rasa syukur Nabi Õ΃ð éJÊ«éÊË@úΓ karena telah diciptakan Allah di muka bumi sebagaimana beliau juga bershalawat untuk dirinya sendiri. Maka dari itu disunnahkan juga bagi kita untuk menunjukan rasa syukur kita atas kelahirannya dengan cara berkumpul, makan bersama, dan bentuk-bentuk upacara sebagainya, sebagai ungkapan

117 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI IDENTITAS NAHDHATUL ULAMA’ DALAM PERINGATAN MAULID KANZUS SHOLAWAT DI KOTA PEKALONGAN

KONSTRUKSI IDENTITAS NAHDHATUL ULAMA’ DALAM PERINGATAN MAULID KANZUS SHOLAWAT DI KOTA PEKALONGAN

kehadirannya merupakan bagian integral bangsa Indonesia serta memiliki tradisi keagamaan dan kebudayaan yang khas. Nahdhatul Ulama‟ mempunyai prinsip-prinsip dan landasan sikap dalam penataan sistem hukum dan sitem politik/pemerintahan yang dapat menjamin kesejahteraan kehidupan masyarakat luas yaitu prinsip i‟tidal, tawassuth, tawazun, tasamuh dan prinsip al-mashlahah al-ammah. Prinsip ini menjadikan pedoman etika sosial dan politik NU yang menuntut terciptanya sistem pemerintahan dan sitem politik negara yang demokratis serta menuntut terciptanya civil society. Prinsip ini sekaligus menjadi pedoman pula dalam mengevaluasi jalannya tatanan masyarakat dan pemerintahan yang menjunjung rasionalitas dan moral sehingga merupakan hasil kesepakatan semua pihak (musyawarah) dan mensejahterakan masyarakat.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Selain mereka, dalam beberapa buku sejarah juga disebutkan bahwa Dinasti Fatimiyah memang yang menginisiasi perayaan Maulid Nabi. Perlu diketahui sebelumnya, pemerintahan Fatimiyah berdiri pada 909 Masehi di Tunisia. Enam dekade kemudian, mereka memindahkan pusat kekuasaan ke Kairo, Mesir. Dua tahun setelah masuknya Shalahuddin al-Ayubbi ke Mesir, yakni sekitar tahun 1171 M, Dinasti Fatimiyah runtuh.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...