Top PDF Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil disertasi dalam hukum

Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil disertasi dalam hukum

Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil disertasi dalam hukum

adalah WAJIB TAUBAT. Cara menjelaskannya tentu si wanita yang lebih tau, dengan ilmiah dan hikmah, misalnya melalui ortunya atau seorang ustadz. Adapun hidayah adalah dari Allah semata. Jika si laki-laki/’suami’ tidak terima maka itu tidak ada urusan thd si wanita karena dia bukan siapa-siapa bagi si wanita. Si wanita berhak pergi darinya, bahkan kami katakan wajib karena meninggalkan maksiat zina itu wajib hukumnya. Dia bisa kembali ke orang tuanya dan jelaskan kepada orang tuanya dan mereka bisa mengadukan kepada pemerintah utk keputusan cerai secara administrasinya. Tapi solusi yang insya Allah lebih baik menurut kami adalah keduanya bertaubat lalu menunggu iddah selesai lalu menikah secara sah. Hendaknya kita semua bertakwa kepada Allah dengan menaati hukum-hukum-
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Studi komparasi Imam Hanafi dan Imam Syafi’i tentang dasar hukum menikah tanpa wali.

Studi komparasi Imam Hanafi dan Imam Syafi’i tentang dasar hukum menikah tanpa wali.

Maulana Muhammad Ali dalam bukunya Islamologi mengatakan bahwa Istidlal makna aslinya menarik kesimpulan suatu barang dari barang lain. Dua sumber utama yang diakui untuk ditarik kesimpulannya ialah adat kebiasaan dan undang-undang agama yang diwahyukan sebelum Islam. Diakui bahwa, adat kebiasaan yang lazim di tanah Arab pada waktu datang Islam yang tidak dihapus oleh Islam, mempunyai kekuasaan hukum. Demikian pula adat dan kebiasaan yang lazim di mana-mana, jika tidak bertentangan dengan jiwa al-Qur’an atau tidak terang-terangan dilarang oleh al-Qur’an, juga diperbolehkan, karena menurut pribahasa ahli hukum yang terkenal: ‚Diizinkan sesuatu (al-Ibahatu) adalah prinsip asli, oleh karena itu apa yang tidak dinyatakan haram diizinkan‛.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

DISERTASI ABORSI AKIBAT PERKOSAAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM KESEHATAN

DISERTASI ABORSI AKIBAT PERKOSAAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM KESEHATAN

Landasan Filosofis Hak atas Kesehatan (Right to health care) terdapat dalam Pasal 28 H Ayat (1) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu ” Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperol eh pelayanan kesehatan.” Berdasarkan pasal tersebut maka setiap orang dijamin haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Setiap orang dalam hal ini adalah wanita yang hamil, maupun janin yang ada dalam kandungan berhak untuk hidup sehat dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Jaminan hak atas kesehatan terhadap wanita adalah adanya jaminan atas hak kesehatan reproduksinya. Jaminan hak atas kesehatan pada janin, telah dijamin oleh undang-undang sejak janin itu dalam kandungan. Artinya, seorang wanita yang hamil berkewajiban menjaga kesehatan janinnya sampai ia dilahirkan dalam keadaan sehat dan selamat. Hal ini dimaksudkan bahwa walaupun seorang wanita mempunyai hak atas badannya sendiri, tetapi sejak terjadinya konsepsi, ia tidak bisa menentukan kehendaknya untuk meneruskan atau tidak meneruskan kehamilannya. Keputusan untuk meneruskan atau tidak meneruskan kehamilan harus didasarkan pada pertimbangan penghormatan atas hak hidup janin dan pertimbangan nilai jiwa yang akan dikorbankan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

HUKUM NIKAH ULANG WANITA HAMIL DI LUAR NIKAH TINJAUAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) DAN ULAMA ASTANAJAPURA

HUKUM NIKAH ULANG WANITA HAMIL DI LUAR NIKAH TINJAUAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) DAN ULAMA ASTANAJAPURA

Pernikahan merupakan salah satu ibadah yang setiap orang mendambakannya terjadi hanya sekali seumur hidup. Dalam hukum Islam pernikahan dapat dilaksanakan kembali setelah adanya perceraian. Namun beda halnya dengan kasus yang terjadi di Desa Astanajapura, nikah ulang yang terjadi di Desa Astanajapura dilakukan tanpa perceraian terlebih dahulu. Pada pernikahan pertama saat wanita tersebut hamil duluan kemudian menikah hanya untuk menutupi aib dirinya dan keluarga, kemudian setelah dia lahir mereka melakukan pernikahan yang kedua. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan mereka terhadap kabar yang ada sehingga mereka beranggapan bahwa jika nikah dalam keadaan hamil merupakan pernikahan yang tidak sah. Fenomena tersebut sering terjadi di masyarakat Astanajapura yang pada dasarnya lingkungan masyarakat yang agamis dan sangat kental dengan budayanya semakin hari semakin merosot nilai-nilai moral dan keagamaanya, mereka beranggapan bahwa jika mengawini wanita hamil itu tidak boleh, akhirnya mereka melakukan nikah ulang setelah anak mereka lahir dan seolah-olah agar nasabnya itu bisa ke bapaknya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

I. Pendahuluan - Menikahi Wanita Hamil Karena Zina Ditinjau dari Hukum Islam

I. Pendahuluan - Menikahi Wanita Hamil Karena Zina Ditinjau dari Hukum Islam

Ketegasan pendapat Imam Malik dan Ahmad ini bila ditinjau dari segi tegaknya hukum, memang cukup positif, karena orang lebih berhati-hati dalam pergaulan, baik bagi muda mudi maupun orang tua supaya mengawasi putera – puteri mereka. Di sini laki-laki dan perempuan yang terlanjur melakukan zina sampai hamil memang dikorbankan. Akan tetapi memikirkan dan memelihara kemaslahatan orang banyak lebih diutamakan daripada orang perorangan. Biarlah satu orang menjadi korban, sementara masyarakat banyak terjaga

14 Baca lebih lajut

Iddah Perempuan Hamil karena Zina dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 53

Iddah Perempuan Hamil karena Zina dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 53

Ibnu Hazm (Zhairiyah) “berpendapat bahwa keduanya boleh (Sah) dikawinkan dan boleh pula bercampur, dengan ketentuan, bila telah bertaubat dan menjalani hukuman dera (cambuk), karena keduanya telah berzina. Pendapat ini berdasarkan hukum yang telah pernah diterapkan oleh sahabat nabi antara lain: (a) ketika Jabir bin Abdilah ditanya tentang kebolehan mengawinkan orang yang telah berzina, beliau: boleh mengawinkannya, asal keduanya telah bertaubat dan memperbaiki sifat- sifatnya; (b) Seorang laki-laki tua menyatakan keberatannya kepada Khalifah Abu Bakar dan berkata: Ya Amirul Mukminin, putriku telah dicampuri oleh tamuku, dan inginkan agar keduanya dikawinkan. Ketika itu Khalifah memerintahkan kepada sahabat lain untuk melalukan hukuman dera (cambuk), kemudian dikawinkannya”. 24
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Komaruddin, Ade, Politik Hukum Integratif PengembanganDaya Saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dalam Era Liberalisasi Ekonomi Serta Implementasinya di Indonesia Ditinjau dari Perspektif Teori Negara Kesejahteraan, (Disertasi Program Pascasarjana Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran Bandung, 2012).

28 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Dalam dalil-dalil pada pokoknya di persidangan Pengadilan Sleman sebagai berikut: bahwa penggugat (Bank) telah memberikan fasilitas kredit/pinjaman yang kepada tergugat I dan tergugat II sejumlah Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah), sebagimana tertuang dalam surat perjanjian utang piutang Nomor: 00994.08.06/KBI tanggal 28 Agustus 2006; bahwa tergugat I dan tergugat II berkewajiban melunasi pinjamannya paling lambat pada tanggal 28 Agustus 2007, namun tergugat I dan tergugat IItidak memenuhi kewajibannya untuk menyelesaikan utangnya kepada penggugat.Dalam amar putusannya Pengadilan Negeri Sleman, antara lain: menyatakan menurut hukum bahwa surat perjanjian utang piutang Nomor: 00994.08.06/KBI tanggal 28 Agustus 2006 adalah sah menurut hukum; menyatakan menurut hukum tergugat I dan tergugat II telah ingkar janji (wanprestasi) tidak mengangsur/melunasi utang kepada penggugat. Selanjutnya dalam tingkat banding atas pemohonan pembanding telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Yogyakarta. Dalam alasan memori kasasi yang diajukan pemohon kasasi/tergugat I antara lain: bahwa tidak akan terjadi ingkar janji (wanprestasi) apabila tidak terjadi musibah alam yakni gempa bumi yang terjadi tanggal 27 Mei 2007 di Yogyakarta; bahwa dengan adanya peristiwa tanggal 27 Mei 2007 tempat usaha yang menjadi andalan untuk memenuhi kewajiban menjadi berantakan yaitu tempat penggilingan padi hancur, rumah hancur sehingga tempat usaha menjadi tidak efektif lagi, sebagaimana layaknya “orang jatuh tidak dapat berdiri lagi. Mahkamah Agung terhadap alasan- alasan kasasi tersebut berpendapat: bahwa alasan pemohon kasasi tidak dapat membayar angsuran pinjaman kepada PT Bank Perkreditan Rakyat Arta Agung Yogyakarta adalah akibat bencana alam/gempa bumi tidak dapat dibenarkan, karena pemohon kasasi telah tidak membayar angsuran kreditnya sejak September 2007, sedangkan gempa bumi Yogyakarta terjadi tanggal 27 Mei 2008. Menimbang hal tersebut di atas Mahkamah Agung dalam putusannya menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/tergugat I.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

1. Dalam perjanjian kredit baik yang dibuat dibawah tangan maupun yang dibuat dalam akta notaris tidak mencantumkan klausul keadaan memaksa (force majeure) akibat bencana alam, kalaupun ada dalam klausul tersebut selalu harus memenuhi persyaratan dan kriteria lainnya, seperti kewajiban pemberitahuan secara tertulis kepada kreditu/bank telah terjadi peristiwa bencana alam dalam jangka waktu tertentu. Klausul keadaan memaksa (force majeure) akibat bencana alam dalam perjanjian kredit juga tidak menjelaskan kriteria dan penyelesaiannya secara rinci serta tegas jika terjadi peristiwa bencana alam sebagai keadaan memaksa (force majeure). Hal inimenyebabkan klausul keadaan memkasa akibat bencana pada perjanjian kredit bank yang mengakibatkan kredit macet tidak mempunyai daya kerja. Di samping berdasarkan Pasal 1438 KUH Perdata pembebasan utang suatu utang tidak dipersangkakan, tetapi harus dibuktikan. Hal ini berarti pembebasan utang hanya dapat dilakukan jika kreditur melepaskan haknya menagih piutangnya dari debitur.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Model penghapustagihan dengan persyaratan tertentu bagi debitur yang terkena dampak langsung dari bencana merupakan bentuk perlindungan hukum pemerintah bagi debitur dan sebagai wujud perlindungan negara pada rakyatnya sebagaimana tertuang dalam tujuan negara pada Pembukaan UUD 1945 melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum. Penghapustagihan dengan persyaratan tertentu juga memberikan kepastian hukum bagi kreditur/bank, dan merupakan sikap baik bank yang dapat meningkatkan kepercayaan debitur, sehingga bank dapat lebih leluasa dalam memperluas ekspansi dalam menjalankan bisnisnya sekaligus bertujuan mensejahterakan masyarakat dalam rangka ketahanan ekonomi nasional.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Indonesia dilihat dari letak geografis merupakan suatu negara yang rawan akan bencana alam. Akibat dari bencana alam ini juga akan membawa dampak terhadap dunia perbankan, khususnya bidang perkreditan. Permasalahan hukum yang terjadi adalah debitur belum dapat dikatakan wanprestasi karena debitur pada saat terjadinya peristiwa bencana dalam keadaan belum jatuh tempo waktu kreditnya tetapi debitur tidak mampu lagi membayar kreditnya kepada bank karena telah terjadi peristiwa keadaan memaksa (force majeure).

26 Baca lebih lajut

MEMPERSAMAKAN "KEADAAN BAHAYA" DENGAN "TIJD VAN OORLOG" SEPERTI YANG DIMAKSUD DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA TENTARA

MEMPERSAMAKAN "KEADAAN BAHAYA" DENGAN "TIJD VAN OORLOG" SEPERTI YANG DIMAKSUD DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA TENTARA

Menimbang : bahwa perlu menambah Undang-undang Keadaan Bahaya tertanggal 6 Juni 1946 No. 6 dengan ketentuan yang menyamakan "Keadaan Bahaya" dengan "tijd van oorlog" dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana Tentara;

1 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penyesuaian Perkawinan pada Wanita yang Menikah di Usia Remaja Awal Karena Hamil Sebelum Menikah

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penyesuaian Perkawinan pada Wanita yang Menikah di Usia Remaja Awal Karena Hamil Sebelum Menikah

Penyesuaian perkawinan merupakan proses modifikasi, adaptasi, mengubah individu dan pola pasangan dalam berperilaku dan berinteraksi untuk mencapai kepuasan maksimal dalam hubungan perkawinan (DeGenova& Rice, 2005). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyesuaian perkawinan pada wanita yang menikah di usia remaja awal karena hamil sebelum menikah. Partisipan penelitian merupakan wanita yang menikah karena hamil sebelum menikah dan ketika menikah partisipan berada dalam masa remaja awal yaitu 14 tahun hingga 16 tahun.Karakteristik lain dari partisipan penelitian ialah usia pernikahan 1 tahun hingga 2 tahun dan sudah memiliki anak. Metode pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan berhasil melakukan penyesuaian positif meskipun belum maksimal. Hal ini disebabkan ada beberapa penyesuaian yang berhasil dilakukan dan ada beberapa penyesuaian yang belum bisa dilakukan oleh partisipan. Partisipan pertama diantaranya keadaan ekonomi keluarga yang belum stabil, belum bisa sepenuhnya menyesuaikan diri dengan agama yang baru. Partisipankedua dapat dikatakan berhasil melakukan penyesuaian perkawinannya. Peran orang tua dalam memberikan dukungan dan penerimaan positif dapat mempermudah dalam melakukan penyesuaian perkawinan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Debitur Dalam Perjanjian Kredit Bank Dikaitkan Dengan Keadaan Memaksa Akibat Bencana Alam Dan Kepastian Hukum Hak Kreditur

12 Pembicara/Narasumber Diskusi Hukum, dengan materi Kelengkapan Dokumen Pengikatan Kredit/Jaminan dan Akibat Hukumnya dan Pemasalahan yang Berhubungan dengan Dokumen Pengikatan Kredit dan Jaminan (yang diselenggarakan oleh Bank Artha Graha Internasional Cabang Medan) bagi seluruh Pimpinan Cabang, Team Leader & Account Officer.

20 Baca lebih lajut

Kedudukan Hukum Bank Sebagai Pemegang Jaminan Kebendaan Pada Perjanjian Kredit Dalam Keadaan Debitur Pailit

Kedudukan Hukum Bank Sebagai Pemegang Jaminan Kebendaan Pada Perjanjian Kredit Dalam Keadaan Debitur Pailit

Dalam Pasal 1 angka 12 Undang-Undang PerBankan Nomor 7 tahun 1992, disebutkan bahwa ” ..., berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara Bank dengan pihak lain ...”, dari isi Pasal ini mewajibkan adanya perjanjian dalam pemberian kredit, akan tetapi Undang-Undang Perbankan tidak menjelaskan lebih lanjut apa itu perjanjian kredit. Menurut Hukum Perdata Indonesia Perjanjian Kredit adalah salah satu bentuk perjanjian pinjam meminjam. Oleh karena itu, perjanjian itu tunduk pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pada Pasal 1754 sampai dengan Pasal 1769 tentang perjanjian pinjam meminjam. Selain itu perbuatan perjanjian kredit dapat mendasarkan kepada ketentuan-ketentuan umum tentang perikatan yang diatur dalam buku III KUH Perdata.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Analisis Hukum Perkawinan Wanita Hamil - Repositori UIN Alauddin Makassar

Analisis Hukum Perkawinan Wanita Hamil - Repositori UIN Alauddin Makassar

Perkembangan zaman yang semakin canggih, mendukung untuk terjadinya pergaulan bebas semakin terbuka, sehingga terjadinya kehamilan di luar nikah bukan lagi hal aneh untuk di dengar. Pergaulan bebas tersebut sebagai pengaruh dari perkembangan zaman dimana dua orang berlawanan jenis tidak malu lagi duduk berduaan, gandengan tangan dan sebagainya. Pergaulan tersebut kadang berujung pada persetubuhan di luar nikah yang mengakibatkan kehamilan. Padahal kehamilan di luar nikah adalah merupakan sebuah aib yang harus ditutupi. Maka salah satu caranya adalah dengan menikahkan wanita yang hamil tersebut. Oleh karena itu dalam agama Islam sangat dianjurkan mencari Mashalah Mursalah yakni kemaslahatan yang di mana Syar‟i tidak mensyari‟atkan suatu hukum untuk
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

DELIK PENGANIAYAAN IBU HAMIL MENURUT HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM PIDANA POSITIF - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

DELIK PENGANIAYAAN IBU HAMIL MENURUT HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM PIDANA POSITIF - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Terwujudnya stabilitas dalam setiap hubungan dalam masyarakat dapat dicapai dengan adanya sebuah peraturan hukum yang bersifat mengatur (relegen/anvullen recht) dan peraturan hukum yang bersifat memaksa (dwingen recht) setiap anggota masyarakat agar taat dan patuh terhadap hukum. Setiap hubungan kemasyarakatan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan hukum yang ada dan berlaku dalam masyarakat. Sanksi yang berupa hukuman (pidana) akan dikenakan kepada setiap pelanggar peraturan hukum yang ada sebagai reaksi terhadap perbuatan melanggar hukum yang dilakukannya. Akibatnya ialah peraturan-peraturan hukum yang ada haruslah sesuai dengan asas-asas keadilan dalam masyarakat, demi menjaga agar peraturan-peraturan hukum dapat berlangsung terus dan diterima oleh seluruh anggota masyarakat. 3
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Kreditor Separatis Terhadap Tindakan-Tindakan Dalam Periode Keadaan Diam (Standstill) Dalam Kepailitan

Perlindungan Hukum Bagi Kreditor Separatis Terhadap Tindakan-Tindakan Dalam Periode Keadaan Diam (Standstill) Dalam Kepailitan

Ternate tahun 1695, di Makasar tahun 1696, di Semarang didirikan tanggal 17 Mei 1763, di Padang tahun 1739, di Surabaya tahun 1809, Perwakilan Balai Harta Peninggalan di Palembang tahun 1691, di Jepara tahun 1727, di Banten tahun 1725, di Cirebon tahun 1739, di Bengkulu tahun 1827. Kemudian dengan besluit Kerajaan Belanda tanggal 4 Juli 1921 No. 60 (Stb. 1921/489) ditetapkan bahwa daerah hukum dari tiap-tiap Raad van Justitie dibentuk sebuah Balai Harta Peninggalan yang tempat kedudukan dan wilayah kerjanya diatur oleh Gubernur Jenderal (sekarang oleh Menteri Hukum dan HAM RI). Menurut Stb. 1926/41 jo. No.127 Balai Harta Peninggalan ada di Jakarta, Semarang, Surabaya, Padang, Makasar, dan Medan. Balai Harta Peninggalan Bandung, Jogjakarta, dan Malang didirikan dengan Stb.1921/575 dan dihapuskan pada tanggal 1 Juni 1926 di mana ditetapkan bahwa Balai Harta Peninggalan di Jakarta, Semarang dan Surabaya masing-masing dalam wilayah kerjanya meneruskan pekerjaan Balai Harta Peninggalan di Bandung, Jogjakarta dan Malang yang telah dihapuskan. Selanjutnya dengan Stb. 1934/28 diperintahkan kepada Balai Harta Peninggalan Medan guna melaksanakan tugas-tugas Balai Harta Peninggalan di Padang Dengan demikian di Indonesia terdapat 5 (lima) Balai Harta Peninggalan yaitu berkedudukan di Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Makasar. 104 Secara struktural Balai Harta Peninggalan merupakan unit organisasi sekaligus unit kerja yang berada di bawah dan oleh karenanya bertanggung jawab
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DEBITUR PEMBERI DAN KREDITUR PEMEGANG GADAI SAHAM DALAM KREDIT PERBANKAN DI INDONESIA DISERTASI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DEBITUR PEMBERI DAN KREDITUR PEMEGANG GADAI SAHAM DALAM KREDIT PERBANKAN DI INDONESIA DISERTASI

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis serta menyimpulkan pengaturan gadai saham di Indonesia, refleksi kebebasan berkontrak dalam perjanjian gadai saham, dan untuk menemukan pemikiran-pemikiran baru dan mengembangkan doktrin hukum agar saham sebagai jaminan dapat memberikan kepastian hukum yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan hukum bagi para pihak.

20 Baca lebih lajut

KAWIN HAMIL DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM (Tinjauan Maqashid Syariah)

KAWIN HAMIL DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM (Tinjauan Maqashid Syariah)

Dua persoalan di atas menjadikan landasan kasus perkawinan bagi wanita hamil menjadi menarik untuk diteliti. Mengingat permasalahan kawin hamil termasuk wilayah khilafiyah, maka tidak menutup kemungkinan terjadi perbedaan pendapat. Untuk itu, pembahasan akan difokuskan dari segi landasan hukum yang digunakan dan juga argumentasi yang dipakai, karena tidak menutup kemungkinan untuk memperluas cara pembacaan terhadap teks dengan meng- gunakan pendekatan kontekstual. Sehing- ga akan terjalin korelasi yang integratif antara teks dengan konteks. Apalagi kalau permasalahan tersebut ditinjau dari sudut pandang maqashid syariah (mak- sud atau tujuan disyriatkannya hukum Islam), yang secara operasional menitik- beratkan pada aspek kemaslahatan baik di dunia maupun di akhirat dengan mempertimbangkan lima unsur yang harus dipelihara, yaitu: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Penggunaan meto- de maqashid syariah ini bertujuan untuk memecahkan persoalan-persoalan hukum kontemporer yang kasusnya tidak diatur secara eksplisit oleh al-Qur’an dan Hadits (Djamil, 1999: 123-134). Berda-
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...