Top PDF IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

Juga atas dasar perbedaan konteks sastra yaitu konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi kedua novel, peneliti melakukan perbandingan keduanya melalui kajian sastra bandingan. Sastra bandingan sendiri merupakan pendekatan dalam ilmu sastra yang tidak menghasilkan teori sendiri. Boleh dikatakan teori apa pun bisa dimanfaatkan dalam penelitian sastra bandingan, sesuai dengan objek dan tujuan penelitiannya (Damono, 2011, hlm. 1). Maka atas dasar tersebut peneliti kemudian mengkaji gambaran identitas perempuan yang terkait dengan kontekstual sastra masing-masing melalui kajian sosiologi sastra sebagai kajian pendekatan utama. Selain dengan dukungan teori analisis feminisme dalam beberapa aspek. Pengkajian sosiologi sastra dirasa cocok untuk mengkaji fenomena yang telah disebutkan di atas.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN) - repository UPI S IND 1100672 Title

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN) - repository UPI S IND 1100672 Title

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN Oleh Citra Resmi Sebuah skri[r]

3 Baca lebih lajut

S IND 1100672 Abstract

S IND 1100672 Abstract

vii Citra Resmi, 2015 Identitas Perempuan D alam Novel Ronggeng D ukuh Paruk Karya Ahmad Tohari D an Memoirs Of A Geisha Karya Arthur Golden Universitas Pendidikan Indonesia | repo[r]

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

PENDAHULUAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Gaya kata berkaitan erat dengan hakikat karya sastra yang penuh dengan intensitas. Sastrawan dituntut cermat dalam memilih kata-kata. Hal itu disebabkan kata-kata yang ditulis harus dipertimbangkan maknanya, komposisinya dalam kalimat dan wacana, kedudukan kata-kata tersebut di tengah kata lain, dan kedudukan kata dalam keseluruhan karya sastra. Dalam proses pemilihan kata-kata inilah sering terjadi “perbincangan” sastrawan dengan karyanya, bagaimana ia memilih kata-kata yang benar-benar mengandung arti yang sesuai dengan yang diinginkannya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

4. Bapak dan Ibu dosen Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada penulis selama studi perkuliahan. 5. Bapak dan Ibuku yang tak pernah lelah memberikan doa, perhatian dan kasih

12 Baca lebih lajut

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Pelukisan indah terbaca pada data (2), majas personifikasi terlihat pada “tetes embun menimbulkan suara desahan-desahan musik serempak” suasana pagi tampak di segala pepohonan terdapat embun yang secara bergantian menetes, dengan demikian menimbulkan suara-suara bagai musik yang serempak. Tohari menggambarkan kehidupan Dukuh Paruk yang masih alami sama sekali belum tersetuh teknologi modern, setiap pagi hanya dihiasi, dihibur oleh suara musik dari tetes- tetes embun yang berjatuhan dari atas pohon. Pelukisan majas personifikasi terlihat pada data (3), “sedang dipagelarkan merdunya harmoni alam”. Tohari melukiskan sebuah pohon dengan daunnya yang tampak subur, rimbun, segar sehingga terlihat indah dan asri serta selaras dengan alam. Sehingga membentuk majas personifikasi yang indah, dan tercipta suatu kesan yang tidak bosan untuk dibaca.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa laki- laki ada yang menghargai perempuan dan juga ada yang tidak menghormati perempuan. Peran male feminis dan kontra male feminis ini pada intinya menggambarkan perilaku yang menghargai sosok perempuan dan perilaku yang tidak menghargai perempuan. Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya male feminis adalah faktor kultur kesenian tradisional dan kontra male feminis itu meliputi faktor ekonomi, faktor seksualitas dalam kultur masyarakat Jawa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan dapat menjadi jembatan bagi munculnya penelitian baru. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah wawasan dalam dunia apresiasi sastra Indonesia.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

Maslikhatun. 2016. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan.Tesis. Pembimbing: Prof. Dr. Andayani, M.Pd. Kopembimbing : Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan IImu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

16 Baca lebih lajut

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Sumber data pustakanya adalah RDP yang mengandung data kebahasaan berupa bahasa figuratif sebagai salah satu wujud stilistika RDP. Novel RDP sekaligus merupakan sumber data primer yang me- ngandung bahasa figuratif. Pustaka lainnya adalah berbagai tulisan yang mengkaji stilistika RDP baik berupa buku, hasil penelitian, maupun artikel pada jurnal ilmiah yang menjadi sumber data sekunder. Adapun informan (in- formant) dalam penelitian ini adalah Ahmad Tohari dan para tokoh masyarakat di ling- kungan Tohari. Informan lainnya adalah sejumlah akademisi, kritikus sastra, dan mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Sastra (FS) Universitas Sebelas Maret dan maha- siswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone- sia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipandang memiliki kompetensi dalam pemahaman stilistika RDP.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Kusumaningtyas (2015:62) menyatakan bahwa masa puber anak perempuan adalah pada usia 11-12 tahun ditandai dengan tumbuhnya payudara, tumbuhnya rambut di bawah ketiak dan di sekitar vagina, tubuh lekas meninggi dan membesar dalam waktu singkat, muncul menstruasi, dan tubuh berbau “khas” seperti orang dewasa. Srintil saat akan diwisuda dan dinobatkan menjadi seorang ronggeng genap berusia 12 tahun, sehingga pada usia itulah merupakan tonggak sejarah biologisnya memasuki masa remaja. Menurut data tersebut Srintil tidak lagi berfikir apa yang tampak, tetapi lebih jauh dari itu dia mulai memahami makna hidup dan kehidupan. Tonggak sejarah biologisnya mengantarkannya pada suatu fase dimana Srintil tidak lagi berfikir secara sederhana. Dia sudah mulai bisa mengetahui mana yang seharusnya dan mana yang tidak seharusnya dilakukan, berontak terhadap ketidakadilan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, memaparkan gaya kata dalam novel trilogi RDP dengan kajian stilistika. Kedua, mendeskripsikan relevansi gaya kata dalam novel trilogi RDP Tohari dengan kajian stilistika sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek kajian penelitian ini berupa gaya kata dalam novel trilogi RDP dan bahan ajar sebagai bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata yang merupakan gaya kata yang digunakan oleh Ahmad Tohari sebagai penulis dalam novel trilogi RDP. Selain itu, SKKD mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA yang dapat direlevansikan dengan gaya kata yang telah dianalisis dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual dengan teknik lanjutan HBSP, metode pembacaan model semiotik, yaitu heuristik dan hermeneutik, dan teknik analisis komparatif. Hasil penelitian ini menyatakan gaya kata dalam novel RDP digolongkan dalam 8 gaya kata, yaitu kata konotatif, kata konkret, kata sapaan khas dan nama diri, kata serapan bahasa asing, kata dengan objek realitas alam, kata vulgar, dan kata seru khas Jawa, dan kosakata bahasa Jawa. Dari Kedelapan jenis kata tersebut yang paling dominan digunakan Ahmad Tohari adalah konotatif. Selanjutnya, relevansi gaya kata dengan SK dan KD mata pelajaran Bahasa Indonesia dinyatakan pada KD 7.2. Menganalisis unsur instrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan dan KD 5.2. Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel. Relevansi tersebut dapat dijadikan sebagai rujukan pembuatan bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indoensia di SMA.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

MEMBANGUN NILAI NILAI MULTIKULTURALISME MULTIKULTURALISME

MEMBANGUN NILAI NILAI MULTIKULTURALISME MULTIKULTURALISME

Secara menyedihkan, literasi sastra di Indonesia tidak menggembirakan. Meskipun setiap hari bisa dilihat di toko buku Gramedia atau yang lain, produksi buku bacaan sastra/fiksi meningkjat dari tahun ke tahun, tetapi dua hal tidak terpenuhi untuk literasi sastra yaitu (1) harga buku masih tergolong mahal, (2) minat baca masih rendah, kalau toh ramai pengunjung mungkin hanya karena jalan jalan, jumlah pembaca tak sebanding dengan jumlah penduduk baca, kendala politik dan kebijakan penerbitan buku, (3) sastra tidak dianggap penting oleh Negara. Masyarakat tentunya tidak langsung memahami dan tiba tiba terliterasi/mengerti karya-karya Putu Wijaya, YB Mangunwijaya, Hamka, Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane, Pramoedya ANanta Toer (apalagi pernah di blacklist pemerintah Orde Baru), NH. Dini, dll, Hal ini hanya dimengerti sedikit masyarakat terpelajar saja di Indonesia, tidak memasyarakat. Di bidang pendidikan formal sekolah juga menyedihkan. Sebagai contoh ketika zaman Orde Baru, ketika Menteri Pendidikan dijabat Daoed Joesoef, persentasi buku nonfiksi harus lebih banyak daripada buku fiksi, Garis kebijaksanaan ini menunjukkan pandangan pemerintah yang menganggap sastra tidak penting. Dengan demikian kesempatan mengenalkan dan mengakrabkan sastra kepada siswa tidak ada sama sekali. Lebih buruk lagi zaman menteri Wardiman Djojonegoro dengan konsep kebijakan link and match, robotisasi, mekanisasi. Padahal Indonesia sangat kaya dongeng, fabel, mitologi, wiracarita, karya sastra klasik. Baru kemudian ada kesadaran politik pentingnya literasi dan dimunculkannya GLS, sudah sangat terlambat.
Baca lebih lanjut

487 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN   Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Tabel tersebut menunjukkan intensitas jenis gaya kata yang digunakan oleh Ahmad Tohari untuk menyajikan cerita dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk . Kata konotatif adalah gaya kata yang paling dominan yang digunakan oleh Tohari, sedangkan kata serapan bahasa asing merupakan gaya kata yang tidak dominan muncul dalam novel RDP . Banyaknya gaya kata konotatif yang digunakan menunjukkan adanya kemampuan intelektual Ahmad Tohari dan adanya maksud tertentu untuk tidak hanya membangkitkan imajinasi pembaca, akan tetapi Ahmad Tohari juga mengajak pembaca untuk berpikir dan memahami tentang makna dari suatu hal. Berikut ini analisis gaya kata yang terdapat dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

MAJAS  NOVEL TRILOGI  RONGGENG  DUKUH  PARUK  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Puji syukur yang dalam penulis panjatkan atas kebesaran Allah swt yang telah menganugerahkan berbagai karunia. Salah satu karunia yang penulis rasakan adalah diberikan kenikmatan untuk menyelesaikan tesis dengan judul ”Majas dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA”.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN

ANALISIS KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Ketidakadilan Gender dalam Novel Memoirs of a Geisha karya Arthur Golden . Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN

ANALISIS KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Ketidakadilan Gender dalam Novel Memoirs of a Geisha karya Arthur Golden . Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember.

9 Baca lebih lajut

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

Puji syukur alhamdulilah kehadirat Allah Swt atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga skripsi yang berjudul ‘Kajian Perubahan Unsur Intrinsik Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ke dalam Skenario Film Sang Penari karya Salman Aristo’ dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanan disuatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah di tulis atau diterbitkan oleh orang lain, Kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

10 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Srintil adalah gadis Dukuh Paruk. Dukuh Paruk adalah sebuah desa kecil yang terpencil dan miskin. Segenap warganya memiliki suatu kebanggaan tersendiri karena mewarisi kesenian ronggeng yang senantiasa menggairahkan hidupnya. Tradisi itu nyaris musnah setelah terjadi musibah keracunan tempe bongkrek yang mematikan belasan warga Dukuh Paruk sehingga lenyaplah gairah dan semangat kehidupan masyarakat setempat. Untunglah mereka menemukan kembali semangat kehidupan setelah gadis cilik pada umur belasan tahun secara alamiah memperlihatkan bakatnya sebagai calon ronggeng ketika bermain-main di tegalan bersama kawan-kawan sebayanya (Rasus, Warta, Darsun). Permainan menari itu terlihat oleh kakek Srintil, Sakarya, mereka sadar bahwa cucunya sungguh berbakat menjadi seorang ronggeng. Berbekal keyakinan itulah, Sakarya menyerahkan Srintil kepada dukun ronggeng Kartareja. Harapan Sakarya kelak Srintil menjadi seorang ronggeng yang diakui oleh masyarakat.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Lazimnya, tarian ronggeng disuguhkan oleh laki-laki dan perempuan yang menari bersamaan (ngibing). Laki-laki disimbolkan sebagai benih tanaman yang siap tumbuh dan berkembang, sedangkan perempuan sebagai lahan yang siap ditanami. Seiring dengan keyakinan masyarakat akan daya magic-simpatetis tarian ronggeng, penyajiannya kemudian beralih tidak lagi di sawah-sawah, tetapi merambah dunia resepsi khitanan atau pernikahan. Kekuatan gaib yang ada pada ronggeng itu dianggap turut berpengaruh terhadap kesuburan pasangan sehingga berkah itu diharapkan segera mewujud dalam bentuk kelahiran anak. Selain itu, laki-laki dan perempuan yang melakukan praktik tari kesuburan itu tidak menganggapnya sebagai ajang jual-beli seks, tetapi sebagai unsur sah sebuah mitos. Meskipun akhirnya, ronggeng tidak lagi disajikan dalam upacara-upacara
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...