Top PDF II. Materi Pembelajaran : - 2. GERAK LURUS

II. Materi Pembelajaran : - 2. GERAK LURUS

II. Materi Pembelajaran : - 2. GERAK LURUS

Jika seorang pengemudi menjalankan motornya dengan percepatan tetap sepanjang garis lurus, maka dapat dikatakan bahwa motor tersebut sedang melakukan gerak lurus berubah beraturan. Jadi Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dengan percepatan konstan ( kecepatannya berubah secara beraturan setiap saat).

11 Baca lebih lajut

PROS Inti M, Suryasatriya T, Alvama P Pemanfaatan Wireless fulltext

PROS Inti M, Suryasatriya T, Alvama P Pemanfaatan Wireless fulltext

Dalam menyampaikan suatu materi, penggunaan media pembelajaran memegang peranan yang penting untuk membantu guru mempermudah menyampaikan materi dan membantu siswa untuk memahami materi yang disampaikan secara nyata melalui percobaan- percobaan [3- 6]. Salah satu materi Fisika yang dapat didemonstrasikan secara langsung adalah materi tentang gerak. Pada penelitian ini, dipilih sub topik mengenai gerak lurus berubah beraturan, karena pada topik ini persentase siswa yang mengalami kesulitan lebih besar daripada topik gerak yang lain [7,8].
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

2 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR GERAK LURUS BERATURAN DI SMA

2 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR GERAK LURUS BERATURAN DI SMA

Berdasarkan nilai rata-rata ulangan harian pada materi kinematika gerak, bahwa nilai siswa tidak mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditentukan sekolah yaitu 75. Hal ini karena pada kegiatan pembelajaran guru menerapkan model pembelajaran langsung yang berupa metode ceramah, tugas dan tanya jawab. Akibatnya, berdasarkan hasil observasi diketahui bahwasiswa kurang berminat mengikuti pelajaran, siswa juga merasa bosan dan tidak tertarik mengikuti pelajaran, siswa tidak mempunyai motivasi dari diri untuk mempelajari fisika. Hal ini berdampak pada nilai latihan, ulangan harian dan ulangan semester, masih sangat rendah. Oleh karena itu perlu usaha perbaikan pembelajaran fisika.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING BERBANTUAN MODUL SMART INTERAKTIF PADA HASIL BELAJAR MATERI GERAK LURUS

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING BERBANTUAN MODUL SMART INTERAKTIF PADA HASIL BELAJAR MATERI GERAK LURUS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) adakah pengaruh penerapan model pembelajaran joyfull learning berbantuan modul SMART-Interaktif terhadap hasil belajar siswa kelas VII materi gerak lurus di SMP Negeri 3 Ungaran (2) seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran joyfull learning berbantuan modul SMART-Interaktif terhadap hasil belajar siswa kelas VII materi gerak lurus di SMP Negeri 3 Ungaran. Penelitian ini menggunakan pre-test-post-test group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Ungaran. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas, yaitu kelas VII A yang terdiri 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII C yang terdiri 34 siswa sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, observasi, tes dan angket. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data nama siswa serta nilai UAS semester gasal tahun ajaran 2011/2012. Nilai UAS digunakan untuk analisis tahap awal yaitu analisis normalitas, homogenitas serta uji kesamaan dua varians. Metode tes dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data hasil belajar kognitif siswa, baik kelas eksperimen maupun kontrol. Soal tes berupa soal pilihan ganda. Metode observasi digunakan untuk mengambil data aktivitas belajar siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung yaitu berupa aspek afektif dan psikomotorik siswa. Sedangkan metode angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa setelah selesai pembelajaran. Hasil analisis data awal populasi didapat kondisi awal yang sama, dengan demikian sampel yang diambil berasal dari populasi normal, homogen dan memiliki varians yang sama. Setelah dilakukan pretes pada kedua kelas sampel dalam hal ini adalah kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh keterangan bahwa data tersebut memiliki varians dan rata-rata yang homogen. Berdasarkan hasil postes pada kedua kelompok didapatkan rata-rata hasil belajar pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Setelah dilakukan uji t terbukti bahwa terdapat pengaruh sebesar delapan belas koma tiga persen pada penerapan model pembelajaran joyfull learning berbantuan modul SMART-Interaktif.
Baca lebih lanjut

240 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL POE2WE DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN GERAK LURUS DI SMA

IMPLEMENTASI MODEL POE2WE DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN GERAK LURUS DI SMA

permasalahan dengan memberikan soal berupa gambar di LKS yang di bagikan ke siswa. Kegiatan pembelajaran tahap observe yaitu melakukan eksperimen. Lalu pada tahap explain siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan ditanggapi oleh kelompok lain. Pengembangan lainnya yaitu pada saat guru memberikan penjelasan atau konfirmasi terhadap suatu konsep yang masih kurang benar, guru menampilkan video agar siswa lebih jelas dalam memahami materi. Sebelum ketahap write di tambahkan tahap elaboration yaitu penerapan konsep gerak lurus dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahap write siswa tidak hanya membuat kesimpulan hasil praktikum, tetapi juga membuat peta konsep serta laporan praktikum.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PERANCANGAN INSTRUMENTASI PENGUKUR WAKTU

PERANCANGAN PERANCANGAN INSTRUMENTASI PENGUKUR WAKTU

Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu, dapat memberikan kontribusi penting umumnya untuk sivitas akademik sekolah dan universitas baik guru, dosen, siswa dan mahasiswa dalam mempelajari materi fisika yaitu, gerak lurus beraturan dengan menggunakan instrumentasi yang akan dirancang. Serta memberikan inovasi kepada guru, dosen dan kawan mahasiswa untuk mengem-bangkan instrumentasi-instrumentasi lain, yang dapat digunakan untuk media pembelajaran demi menunjang proses belajar-mengajar siswa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

INOVASI METODE PERMAINAN KOTAK KARTU MISTERIUS (KOKAMI) PADA MATERI GERAK LURUS

INOVASI METODE PERMAINAN KOTAK KARTU MISTERIUS (KOKAMI) PADA MATERI GERAK LURUS

Kelemahan metode KOKAMI yang sudah diterapkan oleh Nurul (2009) adalah penilaian hasil belajar hanya terbatas pada aspek kognitif siswa saja. Padahal ketika pembelajaran berlangsung dapat dilakukan penilaian dari aspek afektif dan psikomotorik juga. Dari segi kelengkapan materi, KOKAMI dari penelitian sebelumnya hanya berisi soal saja yang masih dirasa sulit bagi siswa untuk memahami materi pembelajaran tersebut. Inovasi metode permainan KOKAMI yang diterapkan dalam KOKAMI di sajikan dalam Tabel 1.1 berikut:

26 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya

Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah peneliti melakukan pre-test hasil belajar kognitif terlebih dahulu kepada sampel untuk mengetahui kemampuan awal siswa khususnya pada materi gerak lurus. Hasil pre-test tersebut terlihat pada tabel 4.4 nilai rata-rata yaitu 35, 80. Setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah pada materi gerak lurus pada kelas X IPA 4 peneliti melakukan post- tes hasil belajar kognitif siswa untuk menegtahui sampai mana pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.. Hasil post-tes tersebut terlihat pada tabel 4.4 nilai rata-rata yaitu 49, 20. Selain itu, berdasarkan hasil pre-test dan post-test hasil belajar diperoleh gain rata-rata yaitu 13, 40. Sementara N-gain (Peningkatan hasil belajar sesudah diberikan pembelajaran) sebesar 0,23 dengan kategori rendah.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL SPASIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GERAK LURUS KELAS VII SMP NEGERI 2 STABAT T.P 2012/2013.

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL SPASIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GERAK LURUS KELAS VII SMP NEGERI 2 STABAT T.P 2012/2013.

Ucapan terimakasih disampaikan juga pada Bapak Purwanto, S.Si,M.Pd, Bapak Drs, Manther Sihotang dan Ibu Rikha Fadila Nasution, M.Pd selaku validator instrumen penelitian dalam skripsi ini. Penghargaan juga disampaikan kepada Bapak Kepala Sekolah serta Bapak dan Ibu Guru Fisika serta pegawai SMP Negeri 2 Stabat terkhusus kepada Rizki Kholilah Lubis, S.Pd yang telah banyak membantu selama penelitian dilaksanakan. Teristimewa penulis sampaikan terima kasih kepada Ayahanda Zukri Lubis dan Ibunda tercinta Siti Amnah yang berperan sebagai guru terbaik dalam kehidupan yang terus memberikan motivasi, dukungan, semangat dan do’a - do’a serta kasih s ayang yang selalu tercurah untuk ananda juga telah telah mengajari penulis ketegaran serta keikhlasan dalam menghadapi kehidupan. Terima kasih buat adik-adik (Haddat Fadlan Lubis Dan Haddat Fadli Lubis) Serta keluarga yang terus memberikan dukungan, doa, kasih sayang, pengorbanan, dan perjuangan baik secara moral dan materi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Prestasi dan minat belajar siswa kelas XI IPA di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dalam pembelajaran fisika melalui pendekatan kontruktivisme pada materi dinamika gerak lurus dengan menggunakan metode Peer Tutoring.

Prestasi dan minat belajar siswa kelas XI IPA di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dalam pembelajaran fisika melalui pendekatan kontruktivisme pada materi dinamika gerak lurus dengan menggunakan metode Peer Tutoring.

Pada penelitian ini termasuk sebagai penelitian Kuantitaf karena kesimpulan yang diambil berdasarkan perhitungan pada subyek penelitian. Menurut Paul Suparno (2010) secara umum riset kuantitaf adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka, lalu menggunakan analisis statistik. Pada penelitian ini salah satu kelas akan dijadikan sebagai kelas eksperimen dan satu kelas dijadikan sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen akan diberi perlakuan dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Peer Tutoring, sedangkan pada kelas kontrol tidak diberi perlakuan secara khusus tetapi pembelajarannya hanya berlangsung seperti selama ini diajarkan oleh guru mata pelajaran fisika.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE INKUIRI DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI GERAK LURUS DI KELAS VII SEMESTER II SMP NEGERI 2 MEDAN T.P. 2012/2013.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE INKUIRI DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI GERAK LURUS DI KELAS VII SEMESTER II SMP NEGERI 2 MEDAN T.P. 2012/2013.

Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terimakasih kepada: Bapak Drs. Abd. Hakim S, M.Si, sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, saran serta motivasi kepada penulis sejak awal rencana penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini.Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Drs. Karya Sinulingga, M.Si, Bapak Drs. Nurdin Siregar, M.Si, Bapak Drs. Pintor SimamoraM.Si, selaku penguji, serta BapakDrs. Rahmatsyah, M.Si, selaku dosen pembimbing akademik. Selanjutnya ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada BapakProf. Drs.Motlan,M.Sc,Ph.D, selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Ibu Dr. Derlina, M.Si, selaku ketua Jurusan Fisika, serta Bapak Drs. Abd.Hakim S, M. Si selaku sekretaris Jurusan Fisika. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Pegawai Jurusan Fisika FMIPA UNIMED yang sudah membantu penulis. Penghargaan juga disampaikan kepada Kepala SMP Negeri 2 Medan, Bapak Drs. H.Muslim Lubis SH. MA yang telah banyak membantu selama penelitian ini.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF.

LANDASAN TEORI PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF.

game sebagai sarana pembelajaran dimana para pembuat artikel ini akan mengembangan tool yang dapat digunakan untuk membuat game pendidikan dengan mudah. Penulis mengembangkan suatu aplikasi pembelajaran berbasis multimedia yang diperuntukkan bagi para siswa SLTP yang mempelajari materi Fisika, khususnya mengenai gerak (Gerak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan) serta Hukum Newton. Aplikasi tersebut akan terdiri dari teks, gambar, suara, serta animasi (film animasi singkat). SiJaKa diharapkan dapat digunkan sebagai sarana variasi belajar selain dari buku-buku pegangan. Aplikasi ini juga memiliki latihan soal yang berhubungan dengan materi yang telah dipelajari serta menampilkan data beberapa tokoh fisika.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PRO 8 MATERI GERAK LURUS - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PRO 8 MATERI GERAK LURUS - Raden Intan Repository

Gambar diatas ada beberapa button yang tampak dan apabila di klik akan masuk kedalam halaman yang diinginkan. Diantaranya adalah Judul berfungsi untuk kembali kehalam judul, pendahuluan untuk melihat kompetensi inti, kompetensi dasar, dan tujuan pembelajaran. Peta konsep yang bertujuan untuk mempermudah dalam memahami urutan pembelajaran dengan mudah, Materi berfungsi sebagai judul jika kita ingin membuka dan mempelajari materi gerak lurus yang disertai dengan video, gambar, teks, contoh soal untuk melihat beberapa contoh perhitungan dalam materi gerak lurus, nilai-nilai Al-Qur’an yang berisi tentang penjelasan fenomena- fenomena atau pristiwa yang memiliki keterkaitan antara pokok bahasan yaitu keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan Al-Qur’an. Evaluasi untuk masuk kedalam soal quis yang terdiri dari quis pilihan ganda dan quis benar/salah, dan tombol terakhir adalah tombol referensi yang berisi sumber dan panduan peneliti dalam membuat media pembelajaran fisika menggunakan macromedia flash pro 8 materi gerak lurus berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Baca lebih lanjut

175 Baca lebih lajut

File Penunjang Akreditasi Terbaru Versi Lawas RPP FIS.XII.08.09

File Penunjang Akreditasi Terbaru Versi Lawas RPP FIS.XII.08.09

Guru melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan dan memberi penekanan pada hasil percobaan, diteruskan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi yang telah dipelajari untuk mempersiapkan diri menghadapi ulangan harian pada pertemuan berikutnya.

86 Baca lebih lajut

KINEMATIKA DAN DINAMIKA GERAK LURUS

KINEMATIKA DAN DINAMIKA GERAK LURUS

Sebutir debu bermassa 50 miligram dapat mengapung bebas didalam medan listrik, tentukan besarnya kuat medan yang mempengaruhi muatan itu. Bila debu itu bermuatan sebesar 10 ì C dan percepatan grafitasi bumi 10 m/s 2 .

36 Baca lebih lajut

laporan praktikum dan gerak lurus

laporan praktikum dan gerak lurus

Abstrak. Telah dilakukan percobaan yang berjudul Gerak Lurus dengan tujuan agar mahasiswa mampu menentukan besar jarak dan perpindahan, besar kecepatan rata-rata dan kelajuan rata-rata, hubungan antara jarak dan waktu tempuh (t) benda yang melakukan gerak lurus beraturan, serta memahami gerak lurus beraturan. Alat yang digunakan adalah meteran, stopwatch, penggaris, tabung GLB dan statif. Kegiatan pertama menggunakan 3 objek yang bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda. Orang pertama berjalan dengan lambat, orang kedua lebih cepat dari orang pertama dan orang ketiga akan bergerak sangat cepat. Kegiatan kedua berupa pengukuran kecepatan gelembung untuk melintasi titik A, B, dan C. Hasil dari percobaan ini adalah kecepatan atau kelajuan berbanding lurus dengan jarak tempuh benda dan berbanding terbalik dengan waktu tempuhnya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016

Dengan kata lain gerak benda dipercepat. Namun demikian, GLBB juga dapat berarti, bahwa dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lambat hingga akhirnya berhenti. Dalam hal ini benda mengalami perlambatan tetap. Dalam modul ini, kita tidak, menggunakan istilah perlambatan untuk gerak benda diperlambat. Kita tetap saja, menamakannya percepatan, hanya saja nilainya negatif. Jadi perlambatan sama dengan, percepatan negatif.

13 Baca lebih lajut

KISI KISI IPA 7 - KTSP

KISI KISI IPA 7 - KTSP

Disajikan data tentang gejala alam, siswa dapat mengelompokkannya ke dalam gejala alam biotik dengan benar.. 1 2 5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus [r]

3 Baca lebih lajut

Juknis dan Kisi-Kisi Soal Ujian Semester Genap Bersama SMP Kab. Lombok Timur 2013 2014 - Al-Maududy I P A   7

Juknis dan Kisi-Kisi Soal Ujian Semester Genap Bersama SMP Kab. Lombok Timur 2013 2014 - Al-Maududy I P A 7

Disajikan data tentang gejala alam, siswa dapat mengelompokkannya ke dalam gejala alam biotik dengan benar.. 1 2 5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus [r]

3 Baca lebih lajut

Fisika Kelas 11 Bambang Haryadi 2009

Fisika Kelas 11 Bambang Haryadi 2009

Perhatikan Gambar 1.13. Bagaimana lintasan yang d itempuh atlet tersebut? Atlet menempuh lintasan parabola (melengkung). Gerak parabola merupakan perpa d uan gerak lurus beraturan (G L B) pa d a arah horizontal d engan gerak lurus berubah beraturan (G L BB) pa d a arah v ertikal. Gerak parabola juga d ikenal d engan gerak peluru. L emparan bola, bola yang d iten d ang, peluru yang d itembakkan d ari senapan, atlet yang melakukan lompat jauh atau lompat tinggi, merupakan contoh gerak parabola. Pa d a pembahasan ini kita mengabaikan gesekan u d ara, d an ti d ak akan memperhitungkan d engan proses bagaimana ben d a d ilemparkan, tetapi hanya memerhatikan geraknya setelah d ilempar d an bergerak bebas d i u d ara d engan pengaruh gra v itasi semata. Oleh karena itu, percepatan ben d a tersebut d isebabkan oleh percepatan gra v itasi (g) yang arahnya ke ba w ah (menuju pusat Bumi).
Baca lebih lanjut

240 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...