Top PDF Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Dalam Peningkatan Kinerja Sekolah Pada Smk Negeri 1 Banda Aceh

Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Dalam Peningkatan Kinerja Sekolah Pada Smk Negeri 1 Banda Aceh

Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Dalam Peningkatan Kinerja Sekolah Pada Smk Negeri 1 Banda Aceh

Manusia (SDM), Pendidikan yang bermutu merupakan harapan dan dambaan bagi masyarakat. Implementasi Manajemen Mutu Terpadu (MMT) bila diterapkan secara tepat dapat membantu meningkatkan kinerja sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan program, implementasi program, faktor yang mempengaruhi dalam implementasi manajemen mutu terpadu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) SMK Negeri 1 Banda Aceh dalam penyusunan program berpedoman pada prinsip-prinsip dasar manajemen mutu terpadu, (2) implementasi manajemen mutu terpadu yang dilakukan kepala sekolah dengan melibatkan seluruh pendukung sekolah, Manfaat penerapan manajemen mutu terpadu terjadinya peningkatan kinerja guru sehingga berpengaruh terhadap prestasi siswa dan meningkatnya kinerja sekolah, (3) Faktor yang memperngaruhi, pertama faktor pendukung: kualitas SDM guru dan kepala sekolah yang cukup baik, sarana prasarana yang memadai, tingkat kepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi, wali murid dan komite sekolah, faktor penghambat: antara lain sumber daya manusia (SDM) belum optimal serta budaya kerja guru dan karyawan belum sesuai dengan manajemen mutu terpadu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PEMBERDAYAAN GURU PADA SMP NEGERI 6 KOTA BANDA ACEH

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PEMBERDAYAAN GURU PADA SMP NEGERI 6 KOTA BANDA ACEH

rencana kerja sekolah (rencana kerja tahunan) dan rencana kerja sekolah harus sesuai dengan prinsip – prinsip MBS, yang merupakan implementasi dari diberikannya otonomi (desentralisasi) kepada sekolah. Namun demikian banyak pendidik tetap berpendirian bahwa desentralisasi kewenangan dari pusat ke level sekolah tidak menjamin bahwa sekolah secara otomatis dapat menggunakan kewenangan tersebut secara efektif bagi peningkatan mutu pendidikan. Oleh sebab itu pelaku pendidikan dan masyarakat luas (orang tua siswa terutama) harus membantu mendukung pengambilan keputusan /kebijakan sekolah. Guru memiliki peran penting dalam usaha peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia. Namun kenyataannya guru tetap terabaikan dalam perwujudan keberdayaannya sebagai insan pendidikan terutama dalam hal pengembangan diri, kreativitas dan inovasi yang masih kurang.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Pengajaran Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smk Negeri 1 Banda Aceh

Pelaksanaan Supervisi Pengajaran Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smk Negeri 1 Banda Aceh

Abstrak: Supervisi pengajaran kepala sekolah dilakukan untuk pembinaan guru dalam rangka meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program supervisi pengajaran, pelaksanaan supervisi, teknik-teknik supervisi, tindak lanjut hasil supervisi, dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek Penelitian adalah kepala sekolah,wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa,1) Program supervisi pengajaran SMK Negeri 1 Banda Aceh disusun berorientasi pada bimbingan terhadap guru untuk meningkatkan kinerja guru melalui kompromi dan diskusi bersama guru. Dalam merumuskan tujuan kurang didukung oleh sarana penunjang dan strategi pelaksanaannya. 2) Pelaksanaan supervisi pengajaran ini mengikuti tahapan, yaitu perencanaan awal, pelaksanaan observasi, dan tahap akhir, proses pembelajaran menjadi efektif, namun belum tercapai semua guru disupervisi sesuai program. 3) Teknik-teknik yang digunakan oleh kepala sekolah adalah teknik individu, teknik kelompok dan supervisi klinis. 4) Tindak lanjut yang dilakukan adalah pemberian bantuan dan bimbingan kepada guru yang masih mengalami kesulitan dalam pelaksanaan tugas sebagai guru, peningkatan profesional guru melalui kegiatan pertemuan guru mata pelajaran dan mengikuti pelatihan. Tetapi belum terlaksana sebagaimana rencana dalam program supervisi. 5) Faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah rendahnya kompetensi sebagian supervisor yang ditunjuk, adanya kegiatan di luar jadwal supervisi yang tidak direncanakan, sulit merubah kebiasaan lama.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MANAJEMEN MUTU TERPADU MELALUI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK  Implementasi Nilai-Nilai Manajemen Mutu Terpadu Melalui Kepemimpinan Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kreativitas Guru Di SD Muhammadiyah 1 Surakarta.

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MANAJEMEN MUTU TERPADU MELALUI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK Implementasi Nilai-Nilai Manajemen Mutu Terpadu Melalui Kepemimpinan Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kreativitas Guru Di SD Muhammadiyah 1 Surakarta.

Hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai manajemen mutu terpadu yang ter-Implementasi di SD Muhammadiyah 1 Surakarta adalah pokus pada pelanggan, keterlibatan total, Memberikan kebebasan yang terkendali, Perbaikan berkelanjutan dan Komitmen. pilar-pilar tesebut didasarkan pada keyakinan sekolah seperti keperjayaan kerja sama dan kepemimpinan. Adapun Program Peningkatan kreativitas guru di SD Muhammadiya 1 Surakarta meliputi: evaluasi diri sekolah, penilaian kinerja guru, pelatihan kependidikan, mengikuti event- event guru terbaik, rapat superpisi, kelompok kerja guru. dan motivasi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Pemberdayaan Guru Pada SMP Negeri 6 Kota Banda Aceh

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Pemberdayaan Guru Pada SMP Negeri 6 Kota Banda Aceh

rencana kerja sekolah (rencana kerja tahunan) dan rencana kerja sekolah harus sesuai dengan prinsip ± prinsip MBS, yang merupakan implementasi dari diberikannya otonomi (desentralisasi) kepada sekolah. Namun demikian banyak pendidik tetap berpendirian bahwa desentralisasi kewenangan dari pusat ke level sekolah tidak menjamin bahwa sekolah secara otomatis dapat menggunakan kewenangan tersebut secara efektif bagi peningkatan mutu pendidikan. Oleh sebab itu pelaku pendidikan dan masyarakat luas (orang tua siswa terutama) harus membantu mendukung pengambilan keputusan /kebijakan sekolah. Guru memiliki peran penting dalam usaha peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia. Namun kenyataannya guru tetap terabaikan dalam perwujudan keberdayaannya sebagai insan pendidikan terutama dalam hal pengembangan diri, kreativitas dan inovasi yang masih kurang.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Pengajaran Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smk Negeri 1 Banda Aceh

Pelaksanaan Supervisi Pengajaran Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smk Negeri 1 Banda Aceh

Abstrak: Supervisi pengajaran kepala sekolah dilakukan untuk pembinaan guru dalam rangka meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program supervisi pengajaran, pelaksanaan supervisi, teknik-teknik supervisi, tindak lanjut hasil supervisi, dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek Penelitian adalah kepala sekolah,wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa,1) Program supervisi pengajaran SMK Negeri 1 Banda Aceh disusun berorientasi pada bimbingan terhadap guru untuk meningkatkan kinerja guru melalui kompromi dan diskusi bersama guru. Dalam merumuskan tujuan kurang didukung oleh sarana penunjang dan strategi pelaksanaannya. 2) Pelaksanaan supervisi pengajaran ini mengikuti tahapan, yaitu perencanaan awal, pelaksanaan observasi, dan tahap akhir, proses pembelajaran menjadi efektif, namun belum tercapai semua guru disupervisi sesuai program. 3) Teknik-teknik yang digunakan oleh kepala sekolah adalah teknik individu, teknik kelompok dan supervisi klinis. 4) Tindak lanjut yang dilakukan adalah pemberian bantuan dan bimbingan kepada guru yang masih mengalami kesulitan dalam pelaksanaan tugas sebagai guru, peningkatan profesional guru melalui kegiatan pertemuan guru mata pelajaran dan mengikuti pelatihan. Tetapi belum terlaksana sebagaimana rencana dalam program supervisi. 5) Faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah rendahnya kompetensi sebagian supervisor yang ditunjuk, adanya kegiatan di luar jadwal supervisi yang tidak direncanakan, sulit merubah kebiasaan lama.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Manajemen Hubungan Sekolah Dan Masyarakat Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada SMP Negeri 13 Banda Aceh

Manajemen Hubungan Sekolah Dan Masyarakat Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada SMP Negeri 13 Banda Aceh

Abstrak: Manajemen kehumasan merupakan faktor penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Manajemen kehumasan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat, guna mendapat dukungan dalam peningkatan mutu pendidikan. Baik peningkatan kualitas proses pembelajaran, kualitas hasil belajar siswa, dan kualitas masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran dan mengetahui bagaimana program, pelaksanaan, dan hambatan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat dalam meningkatan mutu pendidikan pada SMP Negeri 13 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah bidang Humas, Komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program hubungan sekolah dan masyarakat telah dirancang meliputi: pemilihan pengurus komite sekolah, rapat rutin sekolah tiap awal semester dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah, menumbuhkan transparansi pengelolaan sekolah;. (2) Pelaksanaan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat (humas) meliputi kegiatan pemberdayaan komite sekolah, mewajibkan orang tua mengambil rapor anak sendiri, mengimformasikan kemajuan dan kemunduran siswa kepada orang tua dan komite sekolah, penyediaan informasi tentang keadaan sekolah kepada komite sekolah dan masyarakat serta memperingati hari-hari besar keagamaan; (3) Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen humas, masih ada sebahagian orang tua siswa belum memiliki kesadaran yang tinggi untuk ikut serta meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dengan tidak mau hadir saat ada pemanggilan orang tua dan rapat komite, serta kegiatan sekolah lainnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 13 BANDA ACEH

MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 13 BANDA ACEH

sekolah. Manajemen kehumasan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat, guna mendapat dukungan dalam peningkatan mutu pendidikan. Baik peningkatan kualitas proses pembelajaran, kualitas hasil belajar siswa, dan kualitas masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran dan mengetahui bagaimana program, pelaksanaan, dan hambatan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat dalam meningkatan mutu pendidikan pada SMP Negeri 13 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah bidang Humas, Komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program hubungan sekolah dan masyarakat telah dirancang meliputi: pemilihan pengurus komite sekolah, rapat rutin sekolah tiap awal semester dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah, menumbuhkan transparansi pengelolaan sekolah;. (2) Pelaksanaan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat (humas) meliputi kegiatan pemberdayaan komite sekolah, mewajibkan orang tua mengambil rapor anak sendiri, mengimformasikan kemajuan dan kemunduran siswa kepada orang tua dan komite sekolah, penyediaan informasi tentang keadaan sekolah kepada komite sekolah dan masyarakat serta memperingati hari-hari besar keagamaan; (3) Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen humas, masih ada sebahagian orang tua siswa belum memiliki kesadaran yang tinggi untuk ikut serta meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dengan tidak mau hadir saat ada pemanggilan orang tua dan rapat komite, serta kegiatan sekolah lainnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

MANAJEMEN MUTU TERPADU DI SMK NEGERI 10 SURABAYA

MANAJEMEN MUTU TERPADU DI SMK NEGERI 10 SURABAYA

5 dan peningkatan mutu pendidikan. Semua anggota organisasi harus aktif dan selalu mengadakan kerjasama dalam upaya peningkatan mutu dan perubahan organisasi ini harus bersifat menyeluruh. Kelima, adanya usaha untuk mempertahankan hubungan baik dengan para pelanggan pendidikan. Hubungan baik ini memang harus dijaga untuk selalu baik, dengan adanya komunikasi yang terjalin antara pihak lembaga pendidikan atau sekolah dengan pelanggan pendidikan. Menilai mutu dalam bidang jasa sangatlah tidak mudah sebab yang dinilai dari segi kuantitatif dan segi kualitatif. Segi kuantitatif misalnya, gedung sekolah atau laboratorium yang berhasil dibangun. Sementara segi kualitatif misalnya, biasanya manfaat dan kemampuan memanfaatkannya. Menurut Hadari Nawawi ukuran produktivitas organisasi di bidang pendidikan dapat dibedakan menjadi, (1) Produktivitas internal, berupa hasil yang dapat diukur secara kuantitatif seperti, jumlah atau prosentase lulusan sekolah atau jumlah gedung dan lokal yang dibangun sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. (2) Produktivitas eksternal, berupa hasil yang tidak dapat diukur secara kuantitatif, karena bersifat kualitatif yang hanya bisa diketahui setelah melewati renggang waktu tertentu yang cukup lama. Dedy Sugiar Wibisono (2018) Keberhasilan dalam implementasi Manajemen Mutu Terpadu (TQM) di sekolah dapat diukur melalui pertama, tingkat kepuasan pelanggan, baik internal maupun eksternal. Kedua, orang tua siswa merasa puas dengan layanan terhadap anaknya. Ketiga, pihak pemakai atau penerima lulusan merasa puas karena menerima lulusan dengan kualitas tinggi dan sesuai harapan. Keempat, guru dan karyawan merasa puas dengan layanan sekolah yang ada.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EVALUASI IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMK NEGERI 1 CIMAHI.

EVALUASI IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMK NEGERI 1 CIMAHI.

Upaya untuk mencapai visi, misi, dan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan di atas, membutuhkan berbagai perangkat yang dapat menghantarkan terciptanya kualitas manusia Indonesia yang diharapkan. Salah satu perangkatnya adalah sekolah. Tuntutan akan jaminan mutu merupakan gejala yang wajar dan memang selayaknya, karena penyelenggaraan pendidikan yang bermutu merupakan bagian dari akuntabilitas publik. Setiap komponen pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pendidikan, baik orang tua, masyarakat, dunia kerja maupun pemerintah, dalam peranan dan kapasitasnya masing-masing memiliki kepentingan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Dari sudut pandang para pembuat produk dan penyedia jasa (producer/service provider), mutu dipandang sebagai derajat pencapai spesifikasi rancangan yang telah ditetapkan. Sedangkan dari sudut pandang pemakai, mutu diukur dari kinerja produk, yaitu suatu kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhan para pelanggan/pemakai . Dari sudut pandang yang lain, yaitu : “kelompok customer yang rasional, derajat mutu dilihat dari perbandingan kegunaan sebuah produk dengan harga yang harus dibayar oleh pemakai tersebut“ (Wiyono : 1998 ). Semua
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Personil Sekolah pada SMP Negeri 1 Banda Aceh

Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Personil Sekolah pada SMP Negeri 1 Banda Aceh

sekolah, dan (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam peningkatkan kinerja personil sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, kepala tata usaha, kepala laboratorium dan kepala pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menyusun program peningkatan kinerja personil sekolah. Hal ini dapat dilihat dari perencanaan program disesuaikan dengan visi, misi dan tujuan sekolah, mengembangkan organisasi sekolah, dan menciptakan budaya sekolah yang kondusif dan inovatif. (2) Kompetensi Manajerial kepala sekolah dalam melaksanakan program peningkatan kinerja personil sekolah. Hal ini tercermin dalam kemampuan, motivasi, tanggung jawab, disiplin dan komitmen. Ditinjau dari manajemen sarana pendidikan, manajemen keuangan, dan pelaksanaan supervisi belum maksimal. Sedangkan manajemen kurikulum sekolah, manajemen kesiswaan dan hubungan sekolah dengan masyarakat berjalan baik. (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam peningkatkan kinerja personil sekolah. Hal ini dapat dilihat dari dana yang sangat terbatas, pelatihan yang sifatnya tidak berkesinambungan, supervisi guru, monitoring kelas dan rencana tindak lanjut yang sistimatis dan terukur belum optimal.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SD Negeri 62 Kota Banda Aceh

Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SD Negeri 62 Kota Banda Aceh

meningkatkan mutu pendidikan, implementasi manajemen berbasis sekolah dalam pencapaian program pendidikan, dan kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam menerapkan manajemen berbasis sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dilakukan dengan menyesuaikan aturan kebijakan dan tujuan pokok sekolah, memadukan sistem kerja dengan sumber daya sekolah agar memperoleh prestasi yang tinggi dengan fokus pada pengembangan mutu peserta didik; (2) Implementasi manajemen berbasis sekolah dalam pencapaian program pendidikan dilakukan dengan tahapan sosialisasi, merumuskan visi, misi dan tujuan sekolah, mengidentifikasi tantangan sekolah, dan melakukan Analisis SWOT; dan (3) Kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam implementasi manajemen berbasis sekolah tidak memiliki kendala bila dilihat dari kondisi staf/karyawan sekolah, kondisi guru di sekolah masih terkendala dengan kedisiplinan dan tanggungjawab, sedangkan kondisi lingkungan sekolah terkendala dengan ketidaknyamanan kendaraan dan sarana transportasi pemerintah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MAJENE

PENGARUH IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MAJENE

sekolah lain yang setingkat yaitu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) dan Madrasah Aliyah Swasta disekitarnya. Tetapi MAN Majene dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap para pelanggannya dengan diadakannya berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menunjang pengembangan kreatifitas peserta didik bukan hanya dari segi keilmuan umum tetapi juga dari segi keilmuaan agama serta ditunjang dengan lengkapnya sarana dan prasarana sebagai penunjang peningkatan mutu pendidikan sehingga kini MAN Majene dapat meningkatkan akreditasinya hingga mendapatkan akreditasi A dengan skor 89 pada bulan November 2016. Oleh karena itu menarik untuk diteliti dan dikaji lebih mendalam, agar diperoleh informasi yang komprehensif tentang komponen MMT yang telah terimplementasi.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Manajemen Mutu Terpadu dalam Meningkatkan Kinerja Sekolah SMK Ma’arif 1 Piyungan Bantul

Manajemen Mutu Terpadu dalam Meningkatkan Kinerja Sekolah SMK Ma’arif 1 Piyungan Bantul

Implementasi Manajemen Mutu Terpadu pada SMK Ma’arif 1 Piyungan Bantul dirasakan sangat bermanfaat guna peningkatan kinerja guru dan karyawan, dalam proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari nilai rapor dan nilai Ujian Nasional (UN) yang diperoleh siswa memenuhi standar kelulusan. Pada tahun ini siswa siswi SMK Ma’arif 1 Piyungan berhasil lulus 100%. Siswa lulusan SMK Ma’arif 1 Piyungan Bantul umumnya diterima bekerja di industri-industri yang relevan dengan kompetensinya serta tidak sedikit yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Ada dua faktor yang mempengaruhi dalam mengimplementasikan manajemen mutu terpadu pada SMK Ma’arif 1 Piyungan Bantul, sebagai berikut. (1) Faktor pendukung, yakni ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) baik Kepala Sekolah, guru dan para karyawan. Disamping itu, sarana dan prasarana yang memadai serta tingkat kepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi dari masyarakat menjadikan motivasi bagi Kepala Sekolah agar berupaya secara maksimal memanfaatkan faktor pendukung ini. Sebaliknya (2)
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Implementasi Manajemen  Berbasis Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Pada SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Pada SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh

Manajemen sekolah dengan rancangan MBS dipandang berhasil jika mampu mengangkat derajat mutu proses dan produk pendidikan dan pembelajaran. Menurut Usman (2013:543) mutu di bidang pendidikan meliputi: mutu input, proses, output, dan outcome”. Dimana input pendidikan dinyatakan bermutu jika siap berproses. Proses pendidikan yang bermutu apabila mampu menciptakan suasana yang PAKEMB (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Menyenangkan, dan Bermakna). Output dinyatakan bermutu jika hasil belajar akademik dan nonakademik siswa tinggi. Outcome dinyatakan bermutu apabila lulusan cepat terserap di dunia kerja, gaji wajar, semua pihak mengakui kehebatan lulusan dan merasa puas. Mutu bermanfaat bagi dunia pendidikan karena (1) meningkatkan pertanggungjawaban (akuntabilitas) sekolah kepada masyarakat dan atau pemerintah yaang telah memberikan semua biaya kepada sekolah, (2) menjamin mutu lulusannya, (3) bekerja lebih profesional, dan (4) meningkatkan persaingan yang sehat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERSONIL SEKOLAH PADA SMP NEGERI 1 BANDA ACEH

KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERSONIL SEKOLAH PADA SMP NEGERI 1 BANDA ACEH

Kompetensi manajerial kepala sekolah merupakan salah satu faktor penentu kinerja personil sekolah dan keberhasilan pendidikan di sekolah. Adapun penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menyusun program, melaksanakan program dan hambatan apa saja yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja personil sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menyusun program meningkatan kinerja personil sekolah yang dilakukan sudah maksimal. Hal ini dapat dilihat melalui perencanaan yang menyelaraskan kegiatan perencanaan dengan visi, misi dan tujuan sekolah, mengembangkan organisasi sekolah, dan menciptakan budaya sekolah yang kondusif dan inovatif. (2) Kompetensi manajerial kepala sekolah dalam melaksanakan program belum mencapai standar yang telah ditetapkan. Hal ini dapat dilihat dari manajemen sarana pendidikan, manajemen ketatausahaan sekolah, manajemen keuangan dan pengorganisasian sekolah belum maksimal. Begitu juga peningkatan kinerja personil yang dilakukan melalui MGMP bidang studi, pelatihan, workshop, seminar, dan lokakarya berjalan dengan baik. (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja personil. Hal ini dapat dilihat dari dana yang sangat terbatas, pelatihan yang sifatnya tidak berkesinambungan, supervisi guru, monitoring kelas dan rencana tindak lanjut yang sistimatis dan terukur belum optimal.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Pada SMA Negeri 5 Banda Aceh

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Pada SMA Negeri 5 Banda Aceh

Abstrak: Manajemen Berbasis Sekolah merupakan salah satu konsep manajemen dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan otonomi luas pada sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen berbasis sekolah pada SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tata usaha dan komite SMA Negeri 5 Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan manajemen berbasis sekolah dalam bidang kurikulum dimulai dari penyusunan visi, misi, tujuan sekolah, program pembelajaran, pembagian tugas, kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), jadwal pengajaran, struktur dan kalender pendidikan; (2) bidang kesiswaan, sudah sesuai dengan program meliputi penerimaan siswa baru, kegiatan masa orientasi siswa, penetapan siswa pada kelas tertentu, kehadiran dan disiplin siswa di sekolah. namun masih adanya siswa yang kurang disiplin; (3) bidang personalia, rekruitmen masih diatur oleh pemerintah daerah, pembinaan dan peningkatan profesional guru dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan, MGMP, memberikan izin untuk pendidikan lanjutan dan melakukan supervisi, sedangkan mutasi dan pensiunan juga masih dikelola oleh pemerintah daerah; (4) dalam pengelolaan keuangan dilakukan dengan penetapan sumber dana, menganalisis kebutuhan, alokasi anggaran, pengawasan dan pelaporan dengan melibatkan stakeholder sekolah; dan (5) dalam bidang hubungan dengan masyarakat sudah berjalan dengan baik, diarahkan untuk mencapai tujuan sekolah dan melakukan sosialisasi tentang manajemen berbasis sekolah sebagai upaya melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif membantu sekolah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Dalam Pemberdayaan Sekolah Pada SD Kemala Bhayangkari Kota Banda Aceh

Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Dalam Pemberdayaan Sekolah Pada SD Kemala Bhayangkari Kota Banda Aceh

affect the implementation of quality improved of school based management in school empowerment. To achieve these objectives, this study uses a qualitative approach. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The procedure of data analysis is data reduction, data display, and verification. While the subject of research is the principal, vice principal, and teacher. The results showed that: (1) Implementation of school based management quality improvement done through: (a) stages of socialization, (b) formulation of vision, mission and school goals, (c) involve a number of educational resources for the achievement school progam, (d) do SWOT analysis of educational programs that have been implemented, (e) preparation of plans and programs to improve quality of work, and (f) implementation program and evaluation; (2) The principal’s role in implementation of school based management is enabled properly, only educational aspects of personnel management and financial management and financing role has not run optimally; and (3) Dominant factor affecting the implementation of school autonomy on school based management quality improvement include budget management and management has not been implemented in a transparent and accountable.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU MELALUI PERAN KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI KLEGO OTA PEKALONGAN

IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU MELALUI PERAN KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI KLEGO OTA PEKALONGAN

Penelitian yang dilakukan oleh Nurmaini, Umi dkk mahasiswa Prodi Magister Administrasi Pendidikan FKIP UNTAN yang berupa tesis dengan judul “Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terkait dengan proses implementasi MPMBS di SMA Negeri 1 Pontianak difokuskan pada beberapa hal yaitu kesiapan dan keterlibatan warga sekolah. Kepala sekolah berusaha melibatkan seluruh warga sekolah untuk turut berperan serta dalam proses pelaksanaan MPMBS termasuk dalam hal pengelolaan keuangan sehingga sekolah memiliki manajemen yang transparan. Temuan penelitian yang dapat diungkapkan dalam proses implementasi MPMBS di SMA Negeri 1 Pontianak, sebagai berikut: (1) memiliki proses pembelajaran yang baik dan efektif yang ditunjukkan dengan pembagian tugas mengajar dan bimbingan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, (2) kepemimpinan kepala sekolah yang kuat tercermin dari sikap yang luwes dan tegas, serta kemampuan membangun komunikasi yang efektif melalui penempatan guru sesuai dengan kualifikasi pendidikan, (4) terciptanya tim kerja yang kompak di kalangan guru, (5) sistem pengelolaan keuangan yang transparan.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SURAKARTA II.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SURAKARTA II.

Sebagai kesimpulan diperoleh hasil bahwa : Tingkat kesiapan warga Madrasah Tsanawiyah Negeri Surakarta II dalam melaksanakan program MPMBS didapatkan hasil rata-rata prosentase sebesar 64.1%. Transparansi manajemen sekolah melalui : Aspek keterbukaan manajemen sekolah dengan dibentuknya Komite Madrasah dan sosialisasi kepada dewan guru. Aspek kerjasama dengan fihak ketiga, dalam hal ini partisipasi masyarakat diperoleh hasil sebesar 59.2%. Pengembangan madrasah telah diusahakan berdasarkan kemampuan namun belum sepenuhnya mengingat masih ada beberapa pemenuhan kebutuhan fisik yang masih dibantu oleh pemerintah.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects