Top PDF Implementasi Permendagri Nomor 66 Tahun 2007 Tentang Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang

Implementasi Permendagri Nomor 66 Tahun 2007 Tentang Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang

Implementasi Permendagri Nomor 66 Tahun 2007 Tentang Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang

SOP berkembang sebagai tanggapan internal terhadap waktu yang terbatas dan sumber dari para pelaksana penyusunan rkpdes serta keinginan untuk keseragaman dalam bekerjanya organisasi yang komplek dan tersebar luas. SOP mungkin menghalangi implementasi kebijakan baru yang membutuhkan cara-cara kerja atau tipe-tipe personil baru untuk melaksanakan kebijakan. Semakin besar kebijakan membutuhkan perubahan dalam cara lazim dari suatu organisasi, semakin besar pula SOP menghambat implementasi penyusunan rkpdes. Namun SOP juga memiliki manfaat dimana organisasi dengan prosedur perencanaan yang baik dan kontrol yang sejalan dengan program yang memungkinkan, akan lebih dapat menyesuaikan dengan tanggung jawab yang baru daripada birokrasi tanpa mempunyai ciri tersebut.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Proses Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Studi di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Tahun 2015)

Proses Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Studi di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Tahun 2015)

4 Pembangunan Desa dan pembangunan kawasan Perdesaan menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah. Butuh perencanaan pembangunan yang baik agar dapat meberikan dampak positif bagi pembangunan Desa dan kawasan Perdesanaan. Untuk memberikan acuan dalam perencanaan pembangunan desa ke arah yang lebih baik, pemerintah mengeluarkan Berbagai peraturan perundang- undangan dikeluarkan pemerintah sebagai upaya percepatan pembangunan Desa diantaranya Undang-Undang No.25/2004 tentang SPPN, Permendagri No.66/2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa dan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai turunannya yakni PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanan UU Desa dan kemudian menetapkan Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan di Desa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 131 PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana UU No.6/2014. Kesemua aturan tersebut, merupakan acuan atau pedoman yang harus digunakan dalam perencanaan pembangunan di tingkat Desa. Dengan memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat Desa setempat, diharapakan Desa yang sekarang ini semakin memberikan peranan penting dalam pembangunan nasional.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Implementasi Permendagri nomor 20 tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa ditinjau dari Maqasid Shari‘ah: Studi di desa Genukwatu kecamatan Ngoro dan desa Jipurapah kecamatan Plandaan kabupaten Jombang

Implementasi Permendagri nomor 20 tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa ditinjau dari Maqasid Shari‘ah: Studi di desa Genukwatu kecamatan Ngoro dan desa Jipurapah kecamatan Plandaan kabupaten Jombang

APBDesa berdasarkan RKPDesa tahun berkenaan hasil dari Musrenbangdes. Musrenbangdes adalah forum musyawarah tahunan para stakeholder desa untuk menyepakati RKPDesa tahun anggaran yang akan direncanakan, musrenbangdes dilaksanakan pada bulan Januari-Februari tahun berjalan dengan mengacu pada RPJM Desa yang kemudian menghasilkan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDesa), RKP Desa adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun yang merupakan penjabaran dari RPJM Desa. Dalam Perdes Genukwatu Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pemerintah desa Tahun 2019 pada Bab III Penyusunan RKP Desa Pasal 4 ayat 4 disebutkan bahwa penyusunan RKP Desa berpedoman pada: a) Hasil kesepakatan musyawarah desa, b) Pagu indikatif desa, c) Pendapatan asli desa, d) Rencana kegiatan pemerintah, pemerintah provinsi Jawa Timur dan pemerintah Kabupaten Jombang, e) Jaring aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Jombang, f) Hasil pencermatan ulang dokumen RPJM Desa, g) Hasil kesepakatan kerjasama antar desa, dan h) Hasil kesepakatan kerjasama desa dengan pihak ke tiga.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

ANALISIS KEPUTUSAN TENTANG PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDES) TAHUN 2012-2016 (Studi Di Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

ANALISIS KEPUTUSAN TENTANG PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDES) TAHUN 2012-2016 (Studi Di Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

Berangkat dari uraian singkat pada latar belakang penelitian di atas, maka dalam penelitian tentang proses pembuatan keputusan (decision making) sebagai cara menentukan dan memodifikasin norma, nilai, standar dan mencari informasi. Dimana informasi/fakta diperoleh untuk memfasilitasi pembuatan penilaian dalam menentukan usulan prioritas pembangunan desa. Analisis Keputusan tentang Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2012-2016 di Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang dipandang perlu untuk dikaji secara ilmiah mengingat konsep-konsep tentang nilai (velue), penilaian (judgment) dan apresiasi terhadap pembuatan keputusan menimbulkan problem yang harus dipecahkan dalam pembuatan keputusannya untuk menghilangkan ketidak pastian dimasa depan. Oleh karena itu, bila dirumuskan dalam bentuk pertanyaan maka permasalahan pokok yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DI PEMERINTAHAN DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG ( Study Perencanaan Pembangunan Desa

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DI PEMERINTAHAN DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG ( Study Perencanaan Pembangunan Desa

Kebijakan sektoral pembangunan di Kabupaten Malang diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat di segala lapisan secara merata, serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan selanjutnya, sehingga kedepan pelaksanaan pembangunan di Desa Landungsari dapat benar-benar mencerminkan keterpaduan dan keserasian antar program-program sektoral; dengandemikian, sumber-sumberpotensidaerahdapat di optimalkan pemanfaatannya dan dapat dikembangkan secara merata. Pelaksanaan pembangunan tentunya tidak terlepas dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kemakmuran masyarakatnya. Dilihat dari tingkat ekonomi masyarakat, pertumbuhan dan perkembangan kecamatan akan sangat berpengaruh pada
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA PRIA DI DESA KENTENG KECAMATAN NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2007.

HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA PRIA DI DESA KENTENG KECAMATAN NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2007.

membiarkan semua perilaku remaja dengan bebas dan tidak pernah mencari atau memperhatikanya (keluarga kurang perhatian). mereka walaupun mereka jarang pulagn ke rumah (waktu berangkat sekolah sering pulang ke rumah teman). Dari 6 (enam) remaja yang sering kumpul di pos ronda mereka menjawab orang tua mereka tidak pernah melarang mereka merokok walaupun saat berpakaian sekolah. Sedangkan pada dukuh 4 (empat) remaj- remaja yang merokok rata-rata dengan jalan sembunyi-sembunyi, mereka sangat takut dengan orang tua mereka, 3 (tiga) remaja yang sering nongkrong di bengkel A merokok karena ikut-ikutan teman mereka, mereka sering datang ke bengkel A dengan alasan di rumah sumpek (terlalu banyak aturan). Mereka mengaku dirumah banyak ditekan untuk melakukan berbagai pekerjaan yang menyebabkan fisik dan sikologisnya menurun (jenuh). Mereka merokok untuk menyegarkan pikiran. Dari fenomena remaja merokok di atas, dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya peran pola asuh dalam keluarga. Oleh sebab itulah, maka akan diadakan penelitian tentang hubungan pola asuh dari orang tua terhadap perilaku merokok pada dukuh Ngablak, Kelurahan Kenteng, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali pada tahun 2007.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERMENDAGRI NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG PENATAAN DESA

PERMENDAGRI NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG PENATAAN DESA

8. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

50 Baca lebih lajut

KOORDINASI PEMERINTAH DESA DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA (RKPDes)

KOORDINASI PEMERINTAH DESA DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA (RKPDes)

Pemerintah desa adalah kepala desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Kepala desa selaku kepala pemerintahan desa berwenang untuk memimpin pemerintahan desa selama enam 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan. Kepala desa akan dibantu oleh perangkat desa yang terdiri dari: sekretaris desa, pelaksana kewilayahan, dan pelaksana teknis. Perangkat desa tersebut diangkat langsung oleh kepala desa dari warga desa setelah dikonsultasikan kepada Camat atas nama Bupati/Walikota. Perangkat desa tersebut akan bertugas untuk membantu kepala desa dalam melasanakan tugas dan wewenangnya selama masa jabatan kepala desa dan akan bertanggungjawab langsung kepada kepaladesa.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Implementasi Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 Dalam Meningkatkan Efektivitas Pelaporan Keuangan Desa

Implementasi Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 Dalam Meningkatkan Efektivitas Pelaporan Keuangan Desa

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran implementasi Permendagri Nomor113 Tahun 2014 dalam meningkatkan efektivitas pelaporan keuangan desa. Studi dilakukan pada desa- desa di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis data adalah data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada responden. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi permendagri nomor 113 tahun 2014 di desa-desa Kecamatan Cijeungjing pada umumnya sudah diimplementasikan dengan cukup baik, hal tersebut dapat dilihat dari 11 Desa di Kecamatan Cijeungjing telah melakukan pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawbana dengan cukup baik. Sementara itu pelaporan keuangan di Desa- desa Kecamatan Cijeungjing pada umumnya dapat dikatakan cukup efektif, hal tersebut dapat dilihat dari pelaksanaan pelaporan keuangan Desa yang dilaksanakan sesuai pada waktu yang telah ditetapkan. Sedangkan implementasi permendagri nomor 113 tahun 2014 yang dilakukan oleh Desa-desa di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis mampu meningkatkan efektivitas pelaporan keuangan Desa, sehingga semua tahapan dalam proses pelaporan dapat dilaksanan, dimulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KEPALA DESA MENES KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG PERATURAN DESA MENES NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA TAHUN 2017

KEPALA DESA MENES KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG PERATURAN DESA MENES NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA TAHUN 2017

8. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis;

7 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PERMENDAGRI NOMOR 47 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA.

IMPLEMENTASI PERMENDAGRI NOMOR 47 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA.

Inti dari konsep pelaksanaan otonomi daerah adalah upaya memaksimalkan hasil yang akan dicapai sekaligus menghindari kerumitan dan hal-hal yang menghambat pelaksanaan otonomi daerah. Dengan demikian tuntutan masyarakat dapat diwujudkan secara nyata dengan penerapan otonomi daerah luas dan kelangsungan pelayanan umum tidak diabaikan, memelihara kesinambungan fiskal nasional serta pelaksanaan kedaulatan rakyat. Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang merupakan upaya untuk lebih mengefektifkan fungsi penataan ruang sebagai pendekatan strategis dalam pembangunan yang bertujuan untuk mewujudkan ruang kehidupan yang aman, nyaman, produktf, dan berkelanjutan. Penerapan Undang- Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama dalam penerapan berbagai ketentuan baru terutama berkaitan dengan pembagian kewenangan, perubahan muatan rencana, penegasan hak dan kewajiban masyarakat, pengenaan sanksi, keterkaitan antara rencana tata ruang dan program-program pembangunan sektoral/wilayah, serta batas waktu penyesuaian rencana tata ruang wilayah dengan ketentuan UUPR yang baru.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Copy of permendagri 66 2007 perencanaan

Copy of permendagri 66 2007 perencanaan

III. Bahwa DU-RKP-Desa yang disahkan sebagai dasar bank pengalur untuk pemindah bukuan bantuan kepada rekening giro Sekretaris Desa sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan. Selanjutnya pencairan dana dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan swadaya masyarakat atau mitra ketiga desa oleh Sekretaris desa bersama bendahara desa.

60 Baca lebih lajut

PERILAKU SOSIAL ANGGOTA JAMA’AH TARIKAT SADZLIYAH DI DESA BANYUKUNING KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2015

PERILAKU SOSIAL ANGGOTA JAMA’AH TARIKAT SADZLIYAH DI DESA BANYUKUNING KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2015

Setelah satu tahun berlalu yaitu tahun 1988 Ighfirli kembali sowan kerumah kyai Muhaimin Gunardo bersama Ihsan yang merupakan salah seorang tetangga Ighfirli. kyai Muhaimin Gunardo meminta kepada keduanya untuk menjalankan tarekat agar dapat istiqomah dalam mengingat Allah. Ighfirli menyanggupi untuk baiat, namun dalam hati Ihsan masih ada keraguan. Keraguan itu bukan karna beliau tidak mau, namun karena beliau sudah mengamalkan ajaran Tarikat Qodariyah Wanaqsabandiyah. Kebimbangannya itu ia tanyakan kepada kyai Muhaimin Gunardo. Beliau menjawab “boleh baiat asal kamu bisa menjalankannya,
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Evaluasi Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (Studi di Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara)

Evaluasi Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (Studi di Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara)

atau sekretaris desa yang menjabat sebagai sekretaris adalah bendahara desa sebagai anggota tim di desa ini terdiri dari 8 orang yaitu anggota pertama dan kedua adalah ketua dan satu anggota kelompok tani, anggota ketiga dan keempat adalah ketua dan satu anggota kelompok peternak, anggota kelima adalah ketua kelompok nelayan dan anggota keenam dan ketujuh adalah kader kesehatan Desa Mampre dan anggota kedelapan adalah ketua pemuda. Berdasarkan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan kepada tim penyusun RPJM Desa Mampre dalam menyusun RPJM desa mereka telah melaksanakannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor72 tahun 2005 pasal 63 tentang penyusunan RPJM desa mulai dari pembentukan tim penyusun RPJM desa dan tugas- tugas dari tim penyusun RPJM desa serta tahap-tahap dalam melakukan penyusunan RPJM desa. Desa Mampre telah melakukan tahap-tahap dalam penyusunan RPJM sampai ke pembuatan laporan RPJM desanya.Dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah desa (RPJM desa) di Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara khususnya Desa Mampre terdapatnya faktor-faktor yang mempengaruhi terlaksananya proses pembuatan RPJM desa tersebut baik faktor pendukung maupun faktor penghambatnya. Adapun faktor pendukung penyusunan RPJM Desa Mampre Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara adalah adanya sumber dana yang cukup, berdasarkan data yang penulis peroleh faktor ini cukup mendukung sehingga program/kegiatan dalam RPJM Desa Mampre dapat dilaksanakan, sehingga tidak adanya kendala yang dihadapi oleh desa ini dalam pembuatan RPJM desa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kondisi alam yang kurang baik, kondisi struktur tanah Desa Mampre juga kurang baik jika musim hujan, Desa Mampre juga sering terkena banjir karena posisi desa yang lebih rendah dibandingkan desa yang lain yang terdapat di Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara sehingga bangunan yang telah dibangun sering terkena banjir dan harus diperbaiki.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MODEL MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN BIDANG PARIWISATA PADA DESA VOKASI CANDI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG

MODEL MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN BIDANG PARIWISATA PADA DESA VOKASI CANDI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG

Menurut Terry (1992:1-5) Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen merupakan suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah pengelolaan, sedang pelaksanaannya disebut manajer atau pengelola. Fungsi manajemen yaitu: Planning adalah menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan mendatang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu. Organizing adalah mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan- kegiatan itu. Staffing adalah menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengerahan, penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja. Motivating adalah mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan-tujuan. Controlling adalah mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan- tindakan korektif.
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PELATIHAN KETERAMPILAN KECAKAPAN HIDUP DI DESA VOKASI CANDI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG

PERENCANAAN PELATIHAN KETERAMPILAN KECAKAPAN HIDUP DI DESA VOKASI CANDI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG

adalah sistem pelatihan praktek, karena lebih cepat dipahami dan dimengerti, warga belajar lebih termotivasi dengan sistem ini (4) Media pembelajaran, pelatihan media yang cukup, dapat mendukung kelancaran suatu kegiatan pelatihan yang salah satunya dengan ruang belajar yang cukup luas dan sarana yang memadai seta alat sarana prasarana praktek yang disediakan/difasilitasi oleh pihak penyelenggara, (5) Sumber belajar antara lain: Tutor pelatihan, dan buku panduan, (6) Tempat pelatihan yang digunakan pada pelatihan keterampilan kecakapan hidup ini adalah di Balai Desa Candi dan praktek langsung di lapangan, (7) Untuk pembentukan, kelompok diadakan forum pertemuan antara petugas dengan calon warga belajar, yang dibicarakan dalam pertemuan itu membahas mengenai materi pembelajaran apa yang akan dijadikan materi tambahan pembelajaran, mungkn juga ditemukan mengenai tempat kegiatan, waktu kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan proses belajar,
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

Sebagai hasil pelatihan dan pen- dampingan yang telah dilakukan dihasil- kan satu draft dokumen RPJM-Desa Makamhaji Tahun 2006 – 2012 yang telah disusun bersama oleh para peserta pelatihan dengan merujuk pada dokumen- dokumen sumber seperti RPJMD Sukoharjo, Renstra Kecamatan Kartasura, dokumen hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Untuk sistematika RPJM-Desa Makamhaji mengikuti alur sebagai berikut:

9 Baca lebih lajut

Implementasi dana desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Bohar Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo

Implementasi dana desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Bohar Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo

2. Ekonomi berupa hasil pertanian dapat meningkat dengan adanya pembangunan dan pemeliharaan saluran air sawah petani pada musim kemarau masih dapat melakukan panen. Awalnya para petani hanya bisa melakukan panen satu kali pada musim kemarau sekarang dapat penen dua kali. Hasil panen yang dihasilkan menjadi 2 kali lipat dikarenakan panen yang dilakukan dua kali. Setiap panen 1 Ha akan menghasilkan kurang lebih 5 ton, maka dengan dua kali panen 1 Ha bisa menghasilkan kurang lebih 10 ton. Selain itu dengan adanya hal yang sudah disebutkan diatas pada bagian efektivitas para pelaku UMKM pendapatan meningkat 20%-30% karena proses distribusi dan pengiriman barang yang membutuhkan waktu lebih sedikit sehingga dapat memaksimalkan waktu untuk produksi. Untuk toko kelontong pendapatan yang diperoleh tidak menentu dan hanya mengalami meningkatan kurang lebih 2% peningkatakan terjadi dalam hal harga beli dari persediaan yang jauh lebih murah karena dihampiri oleh sales. Akan tetapi, sedikitnya peningkatan pendapatan tersebut dikarenakan banyak dibukanya toko-toko kelontong yang lainnya.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA PRIA DI DESA KENTENG KECAMATAN NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2007 SKRIPSI

HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA PRIA DI DESA KENTENG KECAMATAN NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2007 SKRIPSI

membiarkan semua perilaku remaja dengan bebas dan tidak pernah mencari atau memperhatikanya (keluarga kurang perhatian). mereka walaupun mereka jarang pulagn ke rumah (waktu berangkat sekolah sering pulang ke rumah teman). Dari 6 (enam) remaja yang sering kumpul di pos ronda mereka menjawab orang tua mereka tidak pernah melarang mereka merokok walaupun saat berpakaian sekolah. Sedangkan pada dukuh 4 (empat) remaj- remaja yang merokok rata-rata dengan jalan sembunyi-sembunyi, mereka sangat takut dengan orang tua mereka, 3 (tiga) remaja yang sering nongkrong di bengkel A merokok karena ikut-ikutan teman mereka, mereka sering datang ke bengkel A dengan alasan di rumah sumpek (terlalu banyak aturan). Mereka mengaku dirumah banyak ditekan untuk melakukan berbagai pekerjaan yang menyebabkan fisik dan sikologisnya menurun (jenuh). Mereka merokok untuk menyegarkan pikiran. Dari fenomena remaja merokok di atas, dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya peran pola asuh dalam keluarga. Oleh sebab itulah, maka akan diadakan penelitian tentang hubungan pola asuh dari orang tua terhadap perilaku merokok pada dukuh Ngablak, Kelurahan Kenteng, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali pada tahun 2007.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects