Top PDF IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG (Skripsi)

IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG (Skripsi)

IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG (Skripsi)

Berdasarkan data yang telah penulis kumpulkan, maka dapat penulis simpulkan bahwa Implementasi Sistem Otomasi Perpustakaan Sekolah di SMA Plus Negeri 17 Palembang sudah berjalan dengan baik tetapi belum memenuhi komponen-komponen sistem otomasi, yaitu: perangkat keras, perangkat lunak, sumber daya manusia, prosedur. Sistem otomasi dimanfaatkan untuk kegiatan pengolahan koleksi khususnya untuk penginputan buku. Kegiatan penginputan data yang diterapkan disana meliputi judul buku, pengarang, jumlah buku, klasifikasi, subjek dan ISBN akan tetapi subjek sering kali tidak diketik saat melakukan penginputan data buku. Seharusnya database yang ada dikomputer diinput semua oleh pustakawan karena sumber-sumber informasi yang ada di buku sangat diperlukan oleh pemustaka. Untuk layanan penelusuran informasi atau OPAC (Online Public Access Catalogue) sudah diterapkan disana akan tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka. Layanan sirkulasi belum menerapkan otomasi disana sehingga penerapan sistem otomasi belum maksimal.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG (Skripsi) - eprint UIN Raden Fatah Palembang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG (Skripsi) - eprint UIN Raden Fatah Palembang

Berdasarkan data yang telah penulis kumpulkan, maka dapat penulis simpulkan bahwa Implementasi Sistem Otomasi Perpustakaan Sekolah di SMA Plus Negeri 17 Palembang sudah berjalan dengan baik tetapi belum memenuhi komponen-komponen sistem otomasi, yaitu: perangkat keras, perangkat lunak, sumber daya manusia, prosedur. Sistem otomasi dimanfaatkan untuk kegiatan pengolahan koleksi khususnya untuk penginputan buku. Kegiatan penginputan data yang diterapkan disana meliputi judul buku, pengarang, jumlah buku, klasifikasi, subjek dan ISBN akan tetapi subjek sering kali tidak diketik saat melakukan penginputan data buku. Seharusnya database yang ada dikomputer diinput semua oleh pustakawan karena sumber-sumber informasi yang ada di buku sangat diperlukan oleh pemustaka. Untuk layanan penelusuran informasi atau OPAC (Online Public Access Catalogue) sudah diterapkan disana akan tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka. Layanan sirkulasi belum menerapkan otomasi disana sehingga penerapan sistem otomasi belum maksimal.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

PERANAN PERPUSTAKAAN SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI LITERASI INFORMASI PEMUSTAKA - eprint UIN Raden Fatah Palembang

PERANAN PERPUSTAKAAN SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI LITERASI INFORMASI PEMUSTAKA - eprint UIN Raden Fatah Palembang

Skripsi ini membahas mengenai peranan yang ditunjukkan oleh perpustakaan dalam meningkatkan kompetensi literasi informasi pemustaka, dan untuk melihat bagaimana kemampuan literasi informasi yang dimiliki oleh siswa/i SMA Plus Negeri 17 Palembang serta dampak yang diperoleh oleh siswa dari peningkatan kompetensi literasi informasi. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pihak perpustakaan dalam meningkatkan kompetensi literasi informasi pemustaka, serta melihat bagaimana peranan perpustakaan tersebut dalam meningkatkan kompetensi literasi informasi, karena dengan mengetahui hal ini maka perpustakaan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar juga berperan aktif dalam pengembangan dan peningkatan kemampuan siswa, dimana peranan ini tidak hanya diserahkan kepada pihak sekolah maupun guru yang ada di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dimana pengambilan datanya dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, Wawancara dan dokumentasi. Kusioner disebar kepada siswa kelas XI dengan populasi penelitian siswa kelas XI berjumlah 376 siswa. Adapun sampel yang diambil sebanyak 38 responden atau 10% dari keseluruhan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Model literasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Bi6 Skills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum peranan perpustakaan dalam meningkatkan kompetensi literasi informasi pemustaka sudah baik. Hal ini terlihat dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh perpustakaan meliputi, perpustakaan melakukan kegiatan pendidikan pemakai, perpustakaan menyediakan berbagai macam koleksi, mengenalkan DDC untuk menemukan sumber bacaan, serta pustakawan juga membantu siswa dalam mengakses informasi yang dibutuhkan. Adapun skor rata-rata yang diperoleh dari upaya-upaya perpustakaan dalam meningkatkan kompetensi literasi informasi adalah 3,36 yang menunjukkan nilai sangat positif. Adapun dampak yang diperoleh siswa dari peningkatan kompetensi literasi inofrmasi juga telah mencapai skor 3,36. Yang menunjukkan bahwa dampak yang diperoleh oleh siswa adalah sangat positif. Keduanya berada pada skala interval 3,28-4,03.
Baca lebih lanjut

177 Baca lebih lajut

Evaluasi Program Sekolah Rohani Islam dalam Pembinaan Akhlak di SMA Plus Negeri 17 Palembang

Evaluasi Program Sekolah Rohani Islam dalam Pembinaan Akhlak di SMA Plus Negeri 17 Palembang

Keadaan awal peserta didik sebelum mengikuti program sekolah dalam rohani Islam di SMA Plus negeri 17 palembang, berdasarkan hasil observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru agama Islam, pembina Rohani Islam dan beberapa siswa-siswi di SMA Plus negeri 17 Palembang maka didapatkan bahwa prosedur yang harus diketahui diataranya : sarana dan prasarana pendukung pada progran sekolah rohani Islam yaitu Masjid, Aula, kelas, perpustakaan Masjid dan sekolah, ruang sebaguna, alat seni Islami. semuanya mencukupi dan dianggap layak untuk difungsikan dalam kegiatan Islami. Adapun untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada, dilakukan oleh pihak sekolah sesuai dengan sarana dan prasarana apa yang harus diperbaiki. Wawancara, waka sarana 20 Nopember 2018. Berdasarkan penjelasan dari hasil wawancara di atas, maka dapat diketahui bahwa sarana dan prasarana yang ada pada program sekolah rohani Islam dalam pembinaan akhlak di SMA Plus Negeri 17 Palembang sudah dianggap mencukupi untuk menunjang kegiatan program sekolah. Tidak ada persyaratan khusus bagi-anak-anak yang mengikuti program Baca tulis Al Quran, tahfidz, seni Islami. Semua anak yang beragama Islam di lingkungan SMA Plus Negeri 17 Palembang di wajibkan semuanya untuk mengikuti program Baca Tulis Al Quran yang sudah disesuaikan jadwalnya berdasarkan pembimbing masing-masing. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Plus Negeri 17 Palembang, Bapak Dr. Parmin, S.Pd., MM, tidak ada persyaratan khusus bagi-anak-anak yang mengikuti program Baca tulis Al Quran, tahfidz, seni Islami. Semua anak di lingkungan SMA Plus Negeri 17 Palembang di wajibkan semuanya untuk mengikuti program Baca Tulis Al Quran yang sudah disesuaikan jadwalnya berdasarkan pembimbing masing-masing. Kecukupan Guru dalam mengajar, membimbing dan melatih dalam program Baca Tulis Al Quran.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN (SNP) 12:2017 SEBAGAI PENDUKUNG AKREDITASI PERPUSTAKAAN DI SMA NEGERI UNGGULAN KOTA PALEMBANG - eprint UIN Raden Fatah Palembang

IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN (SNP) 12:2017 SEBAGAI PENDUKUNG AKREDITASI PERPUSTAKAAN DI SMA NEGERI UNGGULAN KOTA PALEMBANG - eprint UIN Raden Fatah Palembang

The purpose of this research is to describe the application of the National Standard Library (SNP) 12: 2017 in the library of SMA Negeri 1 Palembang, SMA Negeri 3 Palembang Primary Library, and the SMA Plus Negeri 17 Palembang Library. This research uses quantitative approach with descriptive research design, with data collecting technique of interview, observation and documentation. In this study, the researchers evaluated the suitability between SNP 12: 2017 and the authors did penelitaian that is in the library of High School Negeri 1 Palembang obtained level of conformity of 60 elements of 78 elements that is part of SNP 12: 2017 for the level of conformity seen from the percentage 60/78 x 100% = 76,92%, Library of High School Negeri 3 Palembang has obtained level of conformity of 66 element from 78 element that is part of SNP 12: 2017 for level of conformity seen from percentage 66/78 x 100% = 84,61%, High School Plus Negeri 17 Palembang obtained a suitability level of 76 elements from 78 parts of SNP 12: 2017 for the level of conformity viewed percentage 76/78 x 100% = 97.43%. Viewed the percentage level of the three libraries that have been the author to do existing research, it can be said school library for the application of SNP 12:2017 that the author has been closely examined in accordance with SNP 12:2017, therefore for library accreditation referring to the National Library Standards surely support for library accreditation.
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

MIGRASI SISTEM OTOMASI SLiMS DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS.

MIGRASI SISTEM OTOMASI SLiMS DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan perpustakaan Universitas Andalas dalam melakukan migrasi sistem otomasi dari WINISIS ke SLiMS. Latar belakang dilakukannya penelitian ini yaitu kegiatan migrasi sistem otomasi SLiMS , meskipun pada aplikasi sebelumnya yaitu SIPISIS dalam versi Windows yang disebut dengan istilah WINISIS tersebut tidak mengalami kendala, kesulitan dan permasalahan yang dapat mengganggu kegiatan operasional perpustakaan. Perpustakaan Universitas Andalas bisa melakukan migrasi sistem ini dengan lancar dan cepat, yang seharusnya kegiatan ini membutuhkan waktu untuk penerapannya, persiapan dan penerapannya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan migrasi sistem otomasi SLiMS dilakukan sebagai berikut ini: (1) Proses migrasi sistem otomasi SIPISIS ke SLiMS yang dilakukan melalui 2 (dua) tahap yaitu, tahap persiapan, Persiapan hardware dan software, Pelatihan dasar pustakawan bidang otomasi SLiMS. Dan tahap kedua yaitu tahap implementasi SLiMS, terdiri dari Migrasi database dari WINISIS ke SLiMS, dan Implementasi untuk keseluruhan jenis layanan; (2) Migrasi sistem dapat dilaksanakan dengan cepat dan lancar karena persiapan yang memadai, dan tidak melakukan trial ; (3) Sarana penelusuran informasi menggunakan OPAC yang telah berbasis web, advanced search dan boolean ’s Logic ; (4) Sarana layanan sirkulasi SLiMS telah dilengkapi sistem barcode, dan sistem ini sangat fleksibel; (5) Perpustakaan bisa melakukan pembedaan untuk ragam tipe jenis anggota dan ragam jenis kategori peminjaman dengan menggunakan sistem otomasi SLiMS; (6) Sarana statistik dan pelaporan dapat langsung dicetak dengan mudah, maka kegiatan pembuatan statistik dan pelaporan menjadi lebih efektif dan efisien.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - SISTEM PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN OTOMASI DI UPT. PERPUSTAKAAN UIN RADEN FATAH PALEMBANG (Skripsi) - eprint UIN Raden Fatah Palembang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - SISTEM PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN OTOMASI DI UPT. PERPUSTAKAAN UIN RADEN FATAH PALEMBANG (Skripsi) - eprint UIN Raden Fatah Palembang

pengetahuan dan teknologi, arus globalisasi dan era perdagangan bebas, perpustakaan dituntut dapat memberikan layanan secara proaktif dan profesional melalui pembangunan sistem otomasi, serta menerapkan kinerja yang berkualitas. Dengan memiliki kemampuan tersebut perpusakaam diharapkan memiliki daya saing yang tinggi, sehingga tidak akan ditinggalkan pemustakanya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sesungguhnya dapat dijadikan kendaraan bagi perpustakaan untuk menyajikan berbagai informasi yang dikelolanya kepada pemustaka secara maksimal. Karena teknologi informasi ini menjanjikan kecepatan, ketepatan, dan keakuratan dalam akses informasi. Memang bukan sesuatu hal yang buruk atau bahkan dilarang jika tetap mengelola perpustakaan dengan cara konvensional. Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, mengapa perpustakaan itu dalam konteks kekinian perlu adanya sistem otomasi. Ketika bahan bacaan semakin meningkat jumlahnya, maka pengelolanya pun dituntut semakin baik, terutama dalam hal kecepatan pelayanan. Maka otomasi perpustakaan menjadi jawaban dari masalah ini. Dengan otomasi, disamping dapat mengelola bahan bacaan lebih baik, dapat pula menjadi media temu kembali yang cepat dan akurat. 5
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

PERENCANAAN GEDUNG ASRAMA SMA NEGERI 17 PALEMBANG - POLSRI REPOSITORY

PERENCANAAN GEDUNG ASRAMA SMA NEGERI 17 PALEMBANG - POLSRI REPOSITORY

Ucapan puji dan syukur selalu dihaturkan kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir ini yang berjudul Perencanaan Gedung Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palembang tepat pada waktunya.

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Program Adiwiyata dan Budaya 

Sekolah terhadap Pembentukan Karakter Kewarganegaraan Ekologis Siswa di

Sekolah Binaan SMA Negeri 17 Palembang

Pengaruh Program Adiwiyata dan Budaya Sekolah terhadap Pembentukan Karakter Kewarganegaraan Ekologis Siswa di Sekolah Binaan SMA Negeri 17 Palembang

Program adiwiyata memberikan arahan kepada sekolah agar memiliki tata kelola yang baik serta memberikan pembelajaran pada siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Menurut Rotari & Komalasari (2017: 53), salah satu upaya yang dilakukan oleh guru untuk mewujudkan program adiwiyata yaitu dengan cara mengingatkan dan memberikan contoh. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan partisipasi dan kepedulian lingkungan siswa dengan cara ikut melaksanakan kegiatan penghijauan tanaman, pemilahan sampah, pengomposan, dan memanfaatkan lahan yang minim. Program adiwiyata menjadi media pemerintah untuk mengikut sertakan dan melibatkan masyarakat agar berpartisipasi dalam menciptakan masyarakat yang cinta lingkungan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MANAJEMEN PERPUSTAKAAN  DENGAN SISTEM OTOMASI (Upaya Pelayanan Terhadap Pengguna Perpustakaan)

PENINGKATAN MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DENGAN SISTEM OTOMASI (Upaya Pelayanan Terhadap Pengguna Perpustakaan)

mesin yang dapat mengelola data menjadi informasi secara cepat dan tepat serta diperlukan program untuk menjalankannya. Fungsi perangkat keras untuk mengumpulkan data dan mengonversinya kedalam suatu bentuk yang dapat diproses oleh komputer. Perangkat keras otomasi perpustakaan antara lain, komputer, scanner, digital camera, dan CD Writer. Hardware komputer secara fungsional dibedakan menjadi empat macam perangkat, yaitu perangkat masukan (input device), perangkat proses (process device), perangkat keluaran (output device), dan perangkat penyimpanan (memory/storage device). 21 Biasanya hardware tersebut dilengkapi dengan hardware pendukung untuk multimedia dan jaringan, agar dapat berkomunikasi atau berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, semua perangkat teresbut harus saling terintegrasi antarbagian dengan perantara program yang telah disiapkan untuk melakukan komunikasi. c. Perangkat lunak (software)
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Implementasi Sistem Klasifikasi Ddc Di Perpustakaan SMA Negeri 1 Nguter Halaman Awal

Implementasi Sistem Klasifikasi Ddc Di Perpustakaan SMA Negeri 1 Nguter Halaman Awal

Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat mempunyai dampak besar pada meningkatnya kebutuhan akan informasi. Perpustakaan sekolah sebagai jantung sekolah merupakan wadah penyimpanan, pelestarian dan penyebarluasan informasi. Perpustakaan sekolah juga dituntut agar mampu memberdayagunakan pengetahuan guna menggali potensi yang dimiliki perpustakaan sekolah untuk didayagunakan secara maksimal oleh pengguna perpustakaan sekolah. Salah satu kegiatan yang ada di perpustakaan ialah temu kembali informasi. Salah satu jasa atau alat yang digunakan untuk memudahkan dalam proses temu kembali informasi adalah klasifikasi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Silabus Otomasi Perpustakaan.

Silabus Otomasi Perpustakaan.

Output mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami otomasi perpustakaan, memahami tentang aplikasi teknologi informasi di perpustakaan, memahami analisis dan desain sistem informasi, memahami proses otomasi perpustakaan, mengetahui tentang MARC, memahami sistem akuisisi, katalogisasi, layanan dan terbitan seri dalam otomasi perpustakaan, memahamii sistem operasi otomasi perpustakaan, menjelaskan proses sistem online perpustakaan, memahami komponen dalam otomasi perpustakaan, memahami teknologi untuk otomasi perpustakaan dan menjelaskan prospek otomasi perpustakaan .
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Pengantar otomasi perpustakaan

Pengantar otomasi perpustakaan

Sistem otomasi perpustakaan akan menjawab kebutuhan pemustaka, karena pelayanan dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat sehingga terwujud efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan. Dalam penelusuran informasi, hanya dengan menggunakan kata kunci tertentu akan ditemukan sejumlah informasi yang diinginkan. Disisi lain, otomasi juga dimaksudkan untuk mengubah paradigma bahwa perpustakaan bukan hanya merupakan pelengkap sarana pembelajaran saja, melainkan sebagai jantung dari sebuah lembaga pendidikan. Oleh karenanya, suatu keniscayaan jika sumber daya manusia untuk keperluan program otomasi perlu disiapkan oleh sekolah melalui pendidikan dan pelatihan sehingga perpustakaan mampu berperan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Wallahu
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA BERBASIS SISTEM OTOMASI DI PERPUSTAKAAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)RADEN FATAH PALEMBANG. (Skripsi) - eprint UIN Raden Fatah Palembang

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA BERBASIS SISTEM OTOMASI DI PERPUSTAKAAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)RADEN FATAH PALEMBANG. (Skripsi) - eprint UIN Raden Fatah Palembang

1. Infrastruktur atau perangkat keras sistem otomasi meliputi: a. pinter/scaner sering rusak dan mudah habis tinta sehingga menghambat pencetakan barcode dan coll number, bahkan cetakan barcode sering tidak terbaca oleh alat baca barcode, karena hasil print yang tidak baik. b. Listrik sering turun daya/bahkan mati total, sehingga penginputan data terganggu dan menghauwatirkan akan hilangnya data. contohnya sistem otomasi perpustakaan Program Pascasarjan pernah mengalami hilang data bahkan rusak baik perangkat keras atau pun perangkat lunaknya. Menurut Ade Akhmad Syaputra bahwa;
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

perancangan Aplikasi Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah Di SMA Negeri 1 Ciranjang

perancangan Aplikasi Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah Di SMA Negeri 1 Ciranjang

Ciranjang. Pada tahun 1982 kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke unit gedung baru (UGB) Sekolah menengah atas (SMA) Negeri Ciranjang yang berlokasi di Jl. Jati Pasirsanta Ciranjang sampai saat ini SMA Negeri 1 Ciranjang telah dikepalai oleh 9 (sembilan) orang Kepala Sekolah yang definitif dan empat orang pejabat sementara (PJS) Kepala SMA Negeri 1 Ciranjang. Untuk pertama kalinya Kepala SMA Negeri 1 Ciranjang dijabat oleh kepala SMA Negeri 1 Cianjur yaitu A. Riswana sebagai pejabat sementara dari tahun 1979 s.d. 1980, setelah SMA Negeri 1 Ciranjang mendapat Surat Keputusan Menteri maka diangkat Kepala Sekolah Definitif yaitu M. Goenawan Atma Widjaja dari tahun 1981 s.d. tahun 1988 kemudian dijabat oleh Elom Zainul Alam, BA.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

Penerapan Sistem Otomasi Perpustakaan Di Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Boyolali cover

Penerapan Sistem Otomasi Perpustakaan Di Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Boyolali cover

Segala puji syukur bagi Allah SWT, pemilik semesta alam dan seisinya yang telah memberikan segala kenikmatan bagi seluruh makhluk ciptannya, tak lupa penulis ucapkan atas semua limpahan karunia yang mampu untuk disyukuri atas segala kemudahan ataupun kesulitan yang pernah dihadapi dalam proses menyelesaikan tulisan ini, sholawat serta salam kami haturkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga keselamatan selalu dikaruniakan kepada semua umatnya atas syafaat dari beliau, sehingga penulis mampu menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “PENERAPAN SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN DI KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN BOYOLALI”.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Sipus sebagai sistem otomasi layanan di Perpustakaan UGM Yogyakarta dinar

Sipus sebagai sistem otomasi layanan di Perpustakaan UGM Yogyakarta dinar

Fitur laporan ini menyediakan informasi dari transaksi yang telah dilakukan di fitur lainnya seperti anggota, sirkulasi dan koleksi. Pada fitur ini operator dapat melihat dan mencetak informasi seperti rekap denda, reklap buku terpinjam, rekap bebas pustaka, rekap peminjaman, rekap pendaftaran anggota, pengolahan buku, history peminjaman anggota, history buku dipinjam, statistik dan distribusi statistik. Pada fitur ini juga dapat membuat tagihan keterlambatan pengembalian pustaka. Dalam fitur ini sangat membantu proses analisa aktivitas perpustakaan.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

DIGITALISASI DAN SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN STIE SYARI AH BENGKALIS

DIGITALISASI DAN SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN STIE SYARI AH BENGKALIS

Perpustakaan merupakan gudang ilmu, sebab disanalah terdapat berbagai macam sumber keilmuan yang diabstraksikan dalam baik dalam bentuk gambar maupun tulisan. Perpustakaan sendiri diawali dengan adanya perpustakaan tradisional dimana terdiri dari kumpulan buku-buku tanpa katalog, kemudian berkembang menjadi perpustakaan semi modern yang sudah menggunakan katalog (index). Tetapi perpustakaan semi modern ini jika diterapkan untuk perpustakaan kampus sangat tidak relevan lagi, karena pengelola dan pengguna perpustakaan akan mengalami kesulitan sebab koleksi buku sudah sangat banyak. Kesulitannya dapat digambarkan seperti dalam melakukan pencarian buku menggunakan katalog manual dan sirkulasi dicatat secara manual.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Implementasi Prinsip dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Palembang

Implementasi Prinsip dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Palembang

yang transparan berarti adanya keterbukaan dalam pengelolaan keuangan lembaga pendidikan, yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya yang jelas sehingga memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Transparansi keuangan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan dukungan orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam penyelenggaraan seluruh program pendidikan di sekolah. Disamping itu, transparansi dapat menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah, masyarakat, orang tua siswa, dan warga sekolah melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai, 2) Akuntabilitas, Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. Akuntabilitas di dalam pengelolaan keuangan berarti penggunaan uang sekolah dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku, pihak sekolah membelanjakan uang secara bertanggung jawab. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada orang tua, masyaraka, dan pemerintah. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi prasyarat terbangunnya
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Sistem Otomasi Slims 7 Cendana pada Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan MTs Negeri 9 Bantul

Penerapan Sistem Otomasi Slims 7 Cendana pada Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan MTs Negeri 9 Bantul

Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan MTs Negeri 9 Bantul dengan tujuan untuk menerapkan sistem otomasi Slims 7 Cendana pada pelayanan sirkulasi di Perpustakaan MTs Negeri 9 Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan pelayanan sirkulasi di Perpustakaan MTs Negeri 9 Bantul meliputi: pendaftaran anggota perpustakaan, peminjaman koleksi, pengembalian koleksi, perpanjangan peminjaman koleksi, pemberian sanksi dan bebas pustaka. Kendala yang ada dalam penerapan pelayanan sirkulasi diantaranya yaitu kurangnya sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi dan alat scan barcode yang kadangkala tidak bisa digunakan.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects