Top PDF Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

Hal ini sependapat dengan Kemdikbud (2014:43) dalam tindak lanjut supervisi dapat disimpulkan sebagai berikut: ( 1 ) Dalam pelaksanaannya kegiatan tindak lanjut supervisi akademik sasaran utamanya adalah kegiatan belajar mengajar; (2) Hasil analisis, catatan supervisor, dapat dimanfaatkan untuk perkembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan, setidak-tidaknya dapat mengurangi kendala-kendala yang muncul atau yang mungkin akan muncul; (3) Umpan balik akan memberi pertolongan bagi supervisor dalam melaksanakan tindak lanjut supervisi; (4) dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, menonjolkan otoritas yang mereka miliki, memberi kesempatan untuk mendorong guru memperbaiki penampilan, dan kinerjanya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas Sekolah sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru SMP Negeri 1 Bengkayang

Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas Sekolah sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru SMP Negeri 1 Bengkayang

sebagai mitra kerja, dan pendekatan cara kekeluargaan; (4) Kendala pengawas dalam melaksanakan supervisi akademik di SMP Negeri 1 Bengkayang adalah terbatasnya waktu, hal tersebut disebabkan tugas yang diemban pengawas cukup banyak bukan sekedar sebagai supervisor akademik. Jadwal kegiatan supervisi ada kalanya sering terganggu oleh kegiatan atau tugas lain, misalnya seperti rapat- rapat dinas, ikut diklat/workshop, dan kegiatan lainnya baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi. Selanjutnya disebabkan jumlah guru sasaran supervisi yang banyak; kadangkala jadwal kunjungan kelas bentrok dengan kegiatan lain. Selain itu, masih ada guru yang enggan untuk disupervisi sehingga kegiatan supervisi kurang berjalan dengan baik; (5) Upaya yang dilakukan oleh pengawas dalam melaksanakan supervisi akademik di SMP Negeri 1 Bengkayang belum optimal dalam pemberian pembinaan kepada para guru. Walaupun demikian, kegiatan supervisi akademik sudah dilakukan oleh pengawas sekolah bersama dengan kepala sekolah dan guru senior secara kontinu, dan berkesinambungan mulai pra observasi, proses supervisi, dan sampai kegiatan tindak lanjut; (6) Frekuensi kunjungan pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik di SMP Negeri 1 Bengkayang dianggap masih kurang. Hal tersebut dilihat dari belum meratanya jumlah atau banyaknya guru mendapatkan kegiatan supervisi akademik (kunjungan kelas) oleh pengawas sekolah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU | Berliani | Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan 8945 12876 1 PB

IMPLEMENTASI SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU | Berliani | Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan 8945 12876 1 PB

Elsbree, dkk., (1967) mengatakan an important characteristic of modern supervision is its emphasis on evaluation, including evaluation of the teacher and the school’s program. McNerney (1951) menegaskan bahwa the purpose of any program of evaluation is to discover the needs of the individuals being evaluated and than to design learning experiences the will satisfy these needs. Supervisi pengajaran merupakan serangkaian usaha bantuan kepada guru secara profesional (Gunawan, 2015a). Supervisi bertujuan mengembangkan situasi kegiatan pembelajaran yang lebih baik untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah, membina guru secara profesional, dan membantu guru dalam menilai hasil belajar siswa (Gunawan, 2011). Hasil penelitian Gunawan (2014b) menyimpulkan terdapat pengaruh yang signiikan supervisi pengajaran dan kemampuan guru mengelola kelas guru terhadap motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, supervisor harus membimbing dan mengarahkan guru secara profesional dalam hal persiapan, pelaksanaan, pelaporan, dan perbaikan pembelajaran (Gunawan, 2014b). Supervisi pengajaran diarahkan untuk mengembangkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru (Gunawan, 2014a). Kepala sekolah dan supervisor dalam memberikan pembinaan profesional kepada guru sebaiknya menerapkan sifat-sifat kepemimpinan pendidikan (Gunawan, 2015b).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru

Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru

Guru merupakan salah satu unsur yang dianggap sangat menentukan tinggi-rendahnya mutu pendidikan di sekolah. Selain itu,guru adalah kondisi yang diposisikan sebagai yang terdepan dan posisinya sangat strategis dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dilingkungan pendidikan. Dalam kondisi pendidikan pada saat ini sangat jauh dari yang dicita-citakan sebelumnya, yaitu pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Banyak yang perlu menjadi bahan pertimbangan pada saat ini, bagaimana kinerja guru akan berdampak pada pendidikan yang lebih bermutu.Sebagaimana yang diketahui, sudah banyak perubahan kurikulum mulai dari awal kemerdekaan sampai era reformasi ini, tetapi hal tersebut tidak membawa perubahan bagi pendidikan itu sendiri. Apa yang mesti yang dilakukan supaya menjadi pendidikan yang bermutu, yang salah satunya menuntut adanya peningkatan kinerja guru.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peran Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

Peran Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

sangat intens melakukan komunikasi dengan wali murid, b) Penguasaan bidang studi secara keilmuan dan kependidikan: Guru sangat memiliki komitmen untuk meningkatkan kemajuan sekolah terutama masalah IMTAQ, guru memiliki kualifikasi akademik sesuia bidangnya, dan memiliki tanggung jawab dan kewajiban dalam melaksanakan tugas professional, c) Kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik: Semua guru melakukan perencanaan pembelajaran yang dituangkan dalam RPP sesuai dengan silabus dan kurikulum yang ada, biasanya ada dasar susunan bersama MGMP, sekolah mengadakan penilaian, ulangan harian, Mid semester, UAS, UASBN, UNBK, dan melakukan remedial bagi siswa yang belum tuntas, guru melakukan pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan secara berkelanjutan. 3. Peran kepala sekolah dalam
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Mengajar Guru

Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Mengajar Guru

Terkait dengan pembinaan guru, kepala sekolah dapat melakukan beberapa kegiatan pembinaan kemampuan tenaga kependidikan (guru). Menurut E. Mulyasa dalam bukunya menyebutkan sebagai berikut : 1) Dalam melaksanakan pembinaan profesional guru, kepala sekolah bisa menyusun program penyetaraan bagi guru-guru yang memiliki kualifikasi DIII agar mengikuti penyetaraan S1 atau akta IV. Sehingga mereka dapat menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan yang menunjang tugasnya. 2) Untuk meningkatkan professional guru yang sifatnya khusus, bisa dilakukan oleh kepala sekolah dengan mengikutsertakan guru-guru melalui seminar dan pelatihan yang diadakan oleh Depdiknas maupun di luar Depdiknas. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru dalam membenahi materi, dan metodologi pembelajaran. 3) Peningkatan profesional guru melalui PKG (Pemantapan Kerja Guru) dan KKG (Kelompok Kerja Guru). Melalui wadah ini para guru diarahkan untuk mencari berbagai pengalaman mengenai metodologi pembelajaran dan bahan ajar yang dapat diterapkan di dalam kelas.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU

KONTRIBUSI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU

Akan tetapi kenyataan dilapangan ditemukan fakta bahwa: Profesionalisme guru di Indonesia masih rendah, banyak guru yang mengambil jalan pintas dengan tidak membuat perencanaan dan persiapan mengajar. Adakalanya guru membuat persiapan mengajar secara tertulis hanya untuk memenuhi tuntutan administratif, atau disuruh Kepala Sekolah karena akan ada pemeriksaan oleh Pengawas sekolah (Mulyasa 2013:21). Sejalan dengan temuan tersebut, peneliti secara intensif melakukan pengamatan yang hasilnya tidak jauh berbeda dengan pernyataan di atas. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara penulis dengan beberapa praktisi pendidikan SMK, diantaranya adalah Kepala SMK Negeri Pontianak dikaitkan dengan situasi dan kondisi faktual di lingkungan SMK Negeri kelompok Bisnis Manajemen, ditemukan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kinerja mengajar guru seperti masih ada guru yang belum membuat Penelitian Tindakan Kelas, belum membuat modul pelajaran, belum membuat media pembelajaran inovatif, belum membuat perangkat pengajaran secara lengkap, belum melakukan pengembangan silabus, belum melakukan evaluasi pada akhir pembelajaran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Sekolah Dan Kinerja Mengajar Guru

Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Sekolah Dan Kinerja Mengajar Guru

Penelitian ini difokuskan pada pengaruh supervisi akademik kepala sekolah, budaya sekolah terhadap kinerja mengajar guru pada Sekolah Dasar di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Kinerja mengajar guru merupakan prestasi yang dicapai oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan tiga indikator: (1) penguasaan bahan ajar, (2) kemampuan mengelola pembelajaran dan (3) komitmen menjalankan tugas. Kinerja mengajar guru mendapat pengawasan dan pembinaan oleh kepala sekolah (supervisi akademik) dengan tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan belajar bermutu sehingga akan menjadi kekuatan kualitas budaya sekolah bermutu. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan penyebaran angket tetutup. Data hasil penelitian dilakukan dengan ³VWDWLVWLN GHVNULSWLI´ 7HPXDQ KDVLO SHQHOLWLDQ DGDODK NLQHUMD PHQJDMDU JXUX OHELK banyak dipengaruhi oleh budaya sekolah dibandingkan dengan pengaruh supervisi akademik kepala sekolah..Kinerja mengajar guru akan menjadi optimal apabila diintegrasikan dengan semua komponen persekolahan, kepala sekolah, guru, karyawan maupun peserta didik. Memelihara tradisi, nilai-nilai, dan kebiasaan yang menguatkan budaya sekolah positif, akan berdampak pada peningkatan kualitas sekolah. Kinerja mengajar guru akan lebih profesional bila diimbangi dengan p ela yana n sup e rv i si a kad em ik k epa la s ek ola h y ang ru t in dan te r s t ru ktu r sebagai budaya sekolah bermutu.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Implementasi Supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MTs Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo

Implementasi Supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MTs Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo

Salah satu program yang dapat diselenggarakan dalam rangka pemberdayaan guru adalah supervisi akademik. Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan akademik. Dengan demikian, esensi supervisi akademik adalah membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Mengembangkan kemampuan dalam konteks ini tidak hanya ditafsirkan secara sempit, semata-mata ditekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar guru, melainkan juga pada peningkatan komitmen (commitmen) atau kemauan (willingness) atau motivasi (motivation) guru, sebab dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas akademik akan meningkat.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

SUPERVISI KEPALA SEKOLAH (Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Pada Integrasi Sains Dan Nilai-Nilai Islam)

SUPERVISI KEPALA SEKOLAH (Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Pada Integrasi Sains Dan Nilai-Nilai Islam)

Memberikan pelatihan dan pembinaan tidak harus dikerjakan sendiri, hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh purwanto bahwa kepala sekolah atau pemimpin juga membagikan sebagian tugasnya kepada bawahan, hal ini disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki untuk membangun organisasi yang dipimpin 4 . Jadi pelatihan yang dilakukan didelegasikan kepada yang ahli dalam meningkatkan profesionalisme guru dengan bertujuan guru dapat menjadi yang lebih baik dan profesional. Pelatihan yang diberikan kepada guru yang didelegasikan kepada orang yang profesional oleh kepala sekolah terdapat dua macam, yaitu: tentang keprofesionalan guru dalam belajar, yakni mengenai penyusunan silabus, prota, prosem dan RPP. Dari pelatihan ini diharapkan agar guru dapat menjadi profesional sesuai dengan standar yang dilakukan oleh sekolah khususnya guru dapat menyusun RPP yang dapat mengintegrasikan sains dan nilai-nilai Islam.Sesuai dengan pidarta bahwa kepala sekolah harus mengembangkan kurikulum lokal 5 .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN:Studi tentang Persepsi Guru atas Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Efektivitas Pembelajaran di SMA Negeri se-Kabupaten Indramayu.

KONTRIBUSI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN:Studi tentang Persepsi Guru atas Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Efektivitas Pembelajaran di SMA Negeri se-Kabupaten Indramayu.

Penarikan kesimpulan diambil dari hasil pengolahan data sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, implikasi dirumuskan berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, dan rekomendasi diangkat dari beberapa analisa/ kajian data penelitian baik berkaitan dengan metodologi maupun dengan peraturan normatif yang ada. Rekomendasi dimaksudkan untuk meningkatkan dan menindaklanjuti dari hasil penelitian ini. Oleh karena itu, rekomendasi yang dirumuskan dalam tesis ini ditujukan kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan Supervisi Akademik, Kinerja Guru dan Peningkatan Efektivitas Pembelajaran di sekolah. Hal ini perlu lebih mendapat penekanan karena ketiga variabel ini merupakan inti dari proses kerja persekolahan.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN MUTU PENDIDIKAN | Suwartini | Jurnal Administrasi Pendidikan 8294 18351 1 PB

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN MUTU PENDIDIKAN | Suwartini | Jurnal Administrasi Pendidikan 8294 18351 1 PB

Dari ketiga dimensi dengan tingkatan terendah yaitu dimensi tindak lanjut. Hal ini terjadi karena banyaknya beban kerja kepala sekolah yaitu dalam hal manajerial kepala sekolah dan administrasi, sehingga kepala sekolah hanya fokus pada merencanakan program kerja dan strategi pelaksanaan supervisi akademik akademik saja. Selain itu, kurangnya pemahaman akan pentingnya dari supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah mengakibatkan program tindak lanjut supervisi kurang intens dilakukan, padahal hasil tindak lanjut supervisi akademik sangat diperlukan oleh guru untuk memperbaiki kinerja mengajarnya. Hal ini sesuai dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Prof. Djam’an Satori (1995) di kota Bandung terhadap sistem supervisi di sekolah dasar khususnya belum berjalan secara efektif terutama berkaitan dengan upaya pembinaan profesional guru-guru. Pelaksanaan supervisi baru terbatas pada perhatian segi fisik dan administrasi formal dan belum memeprhatikan secara sungguh- sungguh pada pengawasan penyelenggaraan proses belajar mengajar.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Supervisi Akademik dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Disiplin Kerja Guru

Pengaruh Supervisi Akademik dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Disiplin Kerja Guru

Penelitian pendidikan mulai menun- jukkan bahwa sangat penting bagi pengawas untuk membantu mengembangkan dan mendukung lingkungan belajar yang efektif untk memastikan keberhasilan setiap peseta didk, pengawas diharapkan untuk melayani dalam untuk melakukan fungsi utama untuk mempromosikan lingkungan belajar yang efektif. Berdasarkan nilai p yang lebih kecil dari taraf signifikansi (α = 0,05), maka regresi ganda dinyatakan memiliki keberartian (signifikan) sehingga dapat digunakan untuk memprediksi besarnya disiplin kerja guru yang dipengaruhi oleh variabel supervisi akademik pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama- sama. Untuk mengetahui model regresi linier ganda digunakan hasil perhitungan pada Tabel Coefficientsa diperoleh ß 0 = 64,227, ß 1 = 0,167 dan ß 2 = 0,196 sehingga model regresi linier Y= 64,227 + 0,167X1 + 0,196X2, yang diinter- pretasikan bahwa, Apabila supervisi akademik pengawas meningkat satu satuan maka akan meningkatkan disiplin kerja guru sebesar 0,167 dan peningkatan kepemimpinan kepala sekolah satu satuan maka akan meningkatkan disiplin kerja guru sebesar 0,196 pada konstanta 64,227. Dengan demikian disimpulkan bahwa supervisi akademik pengawas dan kepemimpinan sekolah secara bersama-sama berpengaruh tehadap disiplin kerja guru SMK Negeri 1 Bantaeng.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SD

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SD

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0296 tahun 1996 dalam Daryanto.(2013: 110) kepala sekolah adalah guru yang memperoleh tambahan tugas untuk memimpin penyelenggaraan pendidikan dan upaya peningkatan mutu pendidikan. Menurut Wahyudi. (2009: 122)“pemimpin yang efektif harus belajar dari kesalahan masa lalu dan berusaha memperbaiki dengan cara yang bijak dan memberikan kesempatan pada karyawan untuk memberikan kritik dan saran perbaikan”. Menurut Mulyasa, H. E. (2013: 22) fungsi kepemimpinan kepala sekolah adalah”Memiliki Visi yang utuh, tanggung jawab, keteladanan, memberdayakan staf, mendengarkan orang lain, memberikan layanan prima, mengembangkan orang, memberdayakan sekolah, fokus pada peserta didik, dan manajemen yang mengutamakan praktek”.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MODEL SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH

MODEL SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH

yaitu: (1) Bagaimana kinerja guru di SD Islam Ar-Robitho Full Day School Gurah Kediri? dan (2) Bagaimana manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD Islam Ar-Robitho Full Day School Gurah Kediri? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) kinerja guru terlihat dari adanya kompetensi yang dimiliki yaitu kompetensi pedagogik yang memenuhi aspek penguasaan aplikasi pengajaran, dan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, aspek ketersediaan bahan ajar dan aspek pemanfaatan sumber belajar, kegiatan ekstra kulikurel. Kompetensi proesional yaitu memiliki prestasi kerja, kompetensi sosial yaitu kerja sama, serta kompetensi kepribadian yang terdiri dari kedisisplinan, etos kerja, tanggung jawab, kejujuran, kualitas pribadi guru dan tindakan inisiatif. (2) Manajemen dalam peningkatan kinerja guru tesebut yaitu terdiri dari perencanaan kinerja guru yang selalu memperhatikan kebutuhan, memperhatikan visi, misi dan tujuan pendidikan sekolah, serta analisis jabatan pekerjaan, untuk kemudian menyusun desain struktur yang tepat, sebagai landasan utama dalam menempatkan orang/guru dalam posisi yang tepat.
Baca lebih lanjut

191 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SMK GARUDA NUSANTARA DEMAK

IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SMK GARUDA NUSANTARA DEMAK

Hasil penelitian ini adalah (1) perencanaan supervisi akademik dilakukan dengan membuat prosedur pelaksanaan supervisi akademik tentang identifikasi kebutuhan, tujuan, sasaran dan jadwal pelaksanaan, (2) Kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah mempunyai prosedur melakukan koordinasi, melaksanakan observasi dan menggunakan teknik atau metode supervisi akademik kepada guru untuk memahami dan mengerti keluhan atau hambatan yang dirasakan oleh guru, dan (3) Evaluasi dilakukan untuk mendapatkan data-data keterlaksanaan kegiatan pembelajaran. Proses evaluasi supervisi akademik memiliki prosedur hasil supervisi, menganalisis hasil supervisi, kendala yang dihadapi, dan melakukan pembinaan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU DI SMK NEGERI 1 SEYEGAN.

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU DI SMK NEGERI 1 SEYEGAN.

Menurut Suharsimi Arikunto (2004: 13), “fungsi supervisi yaitu pertama, fungsi meningkatkan mutu pembelajaran yang tertuju pada aspek akademik yang terjadi di ruang kelas ketika guru sedang memberikan bantuan, bimbingan dan arahan kepada siswa”. Fokus yang menjadi perhatian utama supervisor adalah bagaimana perilaku siswa yang belajar, dengan bantuan atau tanpa bantuan guru. Kedua, fungsi memicu unsur yaitu berfungsi sebagai alat penggerak terjadinya perubahan yang tertuju pada unsur-unsur yang terkait dengan atau bahkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Ketiga, fungsi membina dan memimpin, yaitu pelaksanaan supervisi pendidikan diarahkan kepada guru dan tenaga tata usaha. Sasaran utama adalah guru sehingga apabila guru sudah meningkat maka akan ada dampaknya bagi siswa.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SMP SEKABUPATEN BOYOLALI.

PENGARUH PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SMP SEKABUPATEN BOYOLALI.

Pemerintah sendiri sebenarnya sudah banyak mengusahakan agar mutu pendidikan sungguh meningkat dan berkembang. Pencantuman anggaran pendidikan 20 persen dari APBN dan APBD dalam UU Sisdiknas, penggunaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), dan segala usaha evaluasi akhir (UAN) yang menjadi problematik, dimaksudkan untuk menaikkan mutu pendidikan di Indonesia. Bahkan dalam pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudoyono dengan gerakan 100 hari pun bidang pendidikan dicoba diangkat dengan usaha mengangkat guru pegawai negeri sipil di berbagai kabupaten. Usaha yang sekarang sedang digeluti dengan menjadikan pekerjaan guru sebagai profesi dan juga peningkatan anggaran negara untuk pendidikan, semuanya itu dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Namun kita tahu bahwa usaha itu masih jauh terlaksana. Paul Suparno dalam buku J. Drost, SJ. (2005:x)
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Produktivitas Sekolah

Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Produktivitas Sekolah

Pada kenyataannya di lapangan khususnya di SMP negeri se-kota Singkawang bahwa masih ada masalah supervisi akademik kepala sekolah terkait upaya dalam meningkatkan produktivitas sekolah. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa ada beberapa hal yang belum sesuai dalam pelaksanaan supervisi akademik. Kegiatan supervisi akademik oleh sebagian kepala sekolah masih terfokus pada pengawasan administrasi. Sebagian kepala sekolah akan melakukan supervisi akademik kepada guru melalui kunjungan kelas apabila ada penilaian kinerja guru untuk keperluan kenaikan pangkat/golongan atau untuk keperluan kelengkapan administrasi pengusulan berkas sertifikasi guru. Artinya kegiatan supervisi akademik masih bersifat administratif atau belum mengacu pada kebutuhan akan peningkatan mutu pembelajaran. Di sisi lain belum semua guru memahami tujuan supervisi akademik. Kegiatan supervisi akademik oleh sebagian guru dirasakan sebagai beban atau sesuatu yang tidak menyenangkan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA, DAN PROFESIONALISME GURU   PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA, DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI SUB RAYON 02 MUNTILA

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA, DAN PROFESIONALISME GURU PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA, DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI SUB RAYON 02 MUNTILA

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Berkat, Rahmat dan Karunia-Nya, Tesis ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulisan Tesis ini sabagai salah satu syarat akademik, untuk memperoleh gelar Magister Manajemen Pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects