Top PDF Implementasi Undang-undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 Pada Aktivitas Reprografi Di Beberapa Perpustakaan Di Semaran

Implementasi Undang-undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 Pada Aktivitas Reprografi Di Beberapa Perpustakaan Di Semaran

Implementasi Undang-undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 Pada Aktivitas Reprografi Di Beberapa Perpustakaan Di Semaran

Penelitian ini berjudul “Implementasi Undang-Undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 pada Aktivitas Reprografi di Beberapa Perpustakaan di Semarang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interpretasi dari masing-masing perpustakaan tempat penelitian mengimplementasikan Undang-Undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 pada aktivitas reprografi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Subyek penelitian adalah Kepala Perpustakaan, Pustakawan dan petugas teknis yang bertugas pada layanan reprografi pada masing-masing perpustakaan. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa interpretasi UU Hak Cipta yang diimplementasikan oleh tiap-tiap perpustakaan pada aktivitas reprografi tidak sama. Dari 4 perpustakaan tempat penelitian, hanya layanan Deposit UPT Perpusda Jateng dan UPT Perpustakaan Polines Semarang yang aktivitas reprografinya paling jelas mengacu pada Undang-Undang Hak Cipta. Khusus untuk UPT Perpustakaan Polines Semarang, hal tersebut dapat dilihat dari adanya aturan tertulis yang jelas, sosialisasi lisan kepada pegawai, kesadaran akan pentingnya hak cipta, dan hasil statistik fotokopi yang wajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 3 dari 4 perpustakaan objek penelitian belum dapat mengimplementasikan Undang-undang Hak Cipta No.19 Tahun 2002 secara menyeluruh.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Terhadap Pembajakan Buku (Ditinjau Terhadap Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta)

Analisis Yuridis Terhadap Pembajakan Buku (Ditinjau Terhadap Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta)

Pembajakan buku dan pelanggaran hak cipta di Indonesia hingga saat ini masih marak terjadi. Menurut Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Setia Dharma Madjid, pelanggaran hak cipta yang terjadi sebenarnya karena beberapa aspek, seperti aspek filosofi, masalah sosial budaya, dan penegakan hukum. Masalah maraknya fotokopi yang lazim dilakukan kalangan luas untuk keperluan pendidikan atau penelitian telah menjadi hal yang biasa. Hal tersebut mungkin belum adanya pemahaman mengenai pentingnya penegakan hukum dan perlindungan hak cipta untuk masa depan bangsa. Di beberapa negara pembayaran royalti kepada penulis dan penerbit atas beberapa bagian dari bukunya yang difotokopi sudah lama dilaksanakan. Hal ini dikenal sebagai hak reproduksi atau yang dalam bahasa Inggris disebut reproduction right (RR). Di beberapa negara yang telah melaksanakan hak reproduksi yang dioganisasi oleh RRO, pelaksanaannya melibatkan pihak kampus, akademi, penulis, dan perpustakaan. Hal ini dilakukan mengingat tidak mungkin individu yang memfotokopi sebagian tulisan seorang penulis melakukan transaksi dengan RRO. Kalangan kampus, pustakawan, pengarang, dan penerbit sangat berperan menyukseskan hak reproduksi ini. Di Indonesia, lembaga semacam ini belum terbentuk. 34
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Kedudukan Hukum Creative Commons Dalam Dunia Maya Berbasis “Publik Domain” Ke Dalam Undang-undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Kedudukan Hukum Creative Commons Dalam Dunia Maya Berbasis “Publik Domain” Ke Dalam Undang-undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Perkembangan teknologi sejalan dengan perkembangan pengetahuan manusia zaman sekarang dengan pemikiran yang canggih dan kompleks dalam usah memenuhi kebutuhan hidup sekarang dan akan datang. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia. 1 Terutama pada teknologi informatika pada periode ini telah berkembang dengan pesat sehingga menyebabkan dunia yang tanpa batas dan mampu memberikan banyak kemudahan bagi manusia dalam melakukan aktivitas. Dunia maya salah satu sarana dari perkembangan teknologi yang mudah diakses oleh setiap orang di seluruh dunia sebagai tempat mempublikasikan karya, ilmu, pengetahuan dan informasi baik secara cormesial maupun diberikan secara gratis.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN OPEN SOURCE SOFTWARE PENDIDIKANOLEH MAHASISWA DALAM RANGKA IMPLEMENTASI UNDANG- UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS.

PEMANFAATAN OPEN SOURCE SOFTWARE PENDIDIKANOLEH MAHASISWA DALAM RANGKA IMPLEMENTASI UNDANG- UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS.

Penyusun dalam penelitian ini mengungkapkan masalah bagaimana tingkat Pemanfaatan Open Source Software Pendidikan Oleh Mahasiswa dalam Rangka Implementasi Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta (Intellectual Property Rights) di Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan konsentrasi Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi angkatan 2010. Penelitian ini berbentuk penelitian populasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Guttman. Adapun kesimpulan yang didapatkan adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN OPEN SOURCE SOFTWARE PENDIDIKAN OLEH MAHASISWA DALAM RANGKA IMPLEMENTASI UNDANG- UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS.

PEMANFAATAN OPEN SOURCE SOFTWARE PENDIDIKAN OLEH MAHASISWA DALAM RANGKA IMPLEMENTASI UNDANG- UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS.

Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat gambaran kinerja bidang koperasi Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung, walaupun data tersebut bukan merupakan target dan capaian kinerja bidang koperasi tahun 2006-2010, akan tetapi sedikit banyak dapat memberikan gambaran mengenai kinerjanya. Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa jumlah unit koperasi selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, akan tetapi hal tersebut bukan satu-satunya patokan yang dapat mewakili kinerja bidang koperasi secara keseluruhan karena dari jumlah koperasi tersebut terdapat kategori koperasi tidak aktif . Aktif atau tidaknya suatu koperasi tidak terlepas dari peranan sumber daya manusianya yang mengelola koperasi tersebut seperti manajer, pegawai koperasi dan anggota koperasi. Ketidakmampuan SDM dalam mengelola usaha secara maksimal menjadi penyebab koperasi tidak aktif seperti minimnya masih keterampilan dalam memanfaatkan modal usaha yang ada dan juga kurangnya pembinaan dari pihak terkait.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

HAMBATAN BERLAKUNYA UNDANG UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA

HAMBATAN BERLAKUNYA UNDANG UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA

Pengertian hak cipta berdasarkan Pasal 1 Undang Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, bahwa Hak Cipta adalah hak khusus bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan pengertian tersebut hak cipta atau copyrights terdiri dari kata hak dan cipta. Kata hak yang sering dikaitkan dengan kewajiban adalah suatu kewenangan yang diberikan kepada pihak tertentu yang sifatnya bebas untuk digunakan atau tidak digunakan. Cipta tertuju pada hasil kreasi manusia dengan menggunakan sumberdaya yang ada padanya berupa pikiran, perasaan, pengetahuan dan pengalaman.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perlindungan Karya Seni Fotografi Berdasarkan Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Perlindungan Karya Seni Fotografi Berdasarkan Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

pengertian tersebut maka dapat diketahui bahwa Pemegang Hak Cipta bisa saja orang lain yang memperoleh pengalihan Hak Cipta melalui pewarisan, hibah, wasiat, perjanjian tertulis, atau sebab- sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang- undangan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1 dan 2) Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

8 Baca lebih lajut

Potret Efektivitas Penerapan Undang-undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Potret Efektivitas Penerapan Undang-undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Sehingga untuk dapat mencapai kehidupan sosial yang berbudaya diperlukan adanya peraturan hukum yang sesuai dengan sikap dan nilai-nilai yang hidup dalam individu-individu dan kelomp[r]

14 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMENANG KONTES LOGO ONLINE DALAM SITUS SRIBU.COM BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMENANG KONTES LOGO ONLINE DALAM SITUS SRIBU.COM BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA.

Hak Kekayaan Intelektual merupakan suatu hal yang terbilang masih baru dalam sistem hukum di Indonesia. Dalam kehidupan masyarakat, pengakuan terhadap karya intelektual sudah ada, tetapi hanya berupa pengakuan moral dan etika karena pada umumnya masyarakat kurang memahami secara mendalam mengenai semua yang bersangkutan dengan Hak Cipta. Masyarakat juga masih mencampuradukkan tentang batasan dan pengertian Hak Cipta tersebut, bahkan dari kalangan pencipta seperti seniman, desainer, maupun penemu-penemu lainnya kurang mengetahui secara tepat manfaat hak yang mereka dapatkan atas karya-karya intelektual mereka sendiri. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi komunikasi telah menciptakan kemudahan dalam berinteraksi tanpa kendala jarak dan waktu, bermula dari media radio, televisi, dan internet yang ikut mempengaruhi perkembangan dalam bidang HKI, salah satu yang memanfaatkan perkembangan teknologi ini adalah Sribu.com. Sribu.com adalah situs yang mempertemukan antara klien yang membutuhkan desain dengan komunitas Desainer. Sebagian Desainer merasa banyak aturan yang dibuat oleh sribu.com kurang menguntungkan pihak Desainer, mereka merasa hak ciptanya kurang terlindungi, hal ini disebabkan oleh karena banyaknya sebagian Desainer logo yang karyanya tidak mendapatkan perlindungan yang baik dalam berbagai hal. Masih lemahnya sistem dan aturan-aturan yang dibuat oleh Sribu.com mengakibatkan banyak masalah-masalah di website kontes logo tersebut yang berkaitan dengan hak cipta, sehingga memunculkan pertanyaan bagaimana kedudukan Hak Cipta atas karya cipta desainer pemenang kontes logo online dalam situs Sribu.com, dan tindakan hukum apa yang dapat dilakukan bagi pemenang kontes logo online dalam situs Sribu.com yang dirugikan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERAN YAYASAN KARYA CIPTA INDONESIA DALAM PENGELOLAAN ROYALTI HAK CIPTA LAGU BERKAITAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA

PERAN YAYASAN KARYA CIPTA INDONESIA DALAM PENGELOLAAN ROYALTI HAK CIPTA LAGU BERKAITAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA

Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yuridis normatif dan tipe kajian hukumnya adalah komprehensif analitis terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian dan pembahasan dijabarkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis sebagai karya ilmiah. Penelitian hukum normatif mengkaji hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat, dan menjadi acuan perilaku setiap orang. Norma hukum yang berlaku itu berupa norma hukum positif tertulis bentukan lembaga perundang-undangan (undang-undang dasar), kodifikasi, undang-undang, peraturan pemerintah, dan seterusnya dan norma hukum tertulis bentukan lembaga peradilan (judge made law), serta hukum tertulis buatan pihak-pihak yang berkepentingan (kontrak, dokumen hukum, laporan hukum, catatan hukum, dan rancangan undang-undang). 6
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PROGRAM KOMPUTER DARI TINDAKAN PERETASAN SISTEM KEAMANAN PADA PONSEL BERBASIS ANDROID BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA DAN UNDANG-UNDANG NO.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PROGRAM KOMPUTER DARI TINDAKAN PERETASAN SISTEM KEAMANAN PADA PONSEL BERBASIS ANDROID BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA DAN UNDANG-UNDANG NO.

This final assignment discussed the issue about legal protection against the act of hacking the security system based on android mobile phone based on act No. 19 year 2002 on copyright and act No. 11 year 2008 on information and electronic transaction .The development of communication at this time progresses from a cellphone is not only for communication but also for the internet, multimedia , and entertainment at once .That incredible innovation is the beginning of the emergence of a cell phone software called android .The development of android software trigger a very significant hacking to take measures against the computer program resulting in the emergence of many versions of software used to destroy the security system based on android mobile phone software , this is a violation of copyright from the creator and software application that are in android software.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENEGAKAN HUKUM DIBIDANG HAK CIPTA PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002

PENEGAKAN HUKUM DIBIDANG HAK CIPTA PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002

Undang-undang Nomor 12 tahun 1997 adalah ada- nya perubahan dari delik aduan (klacht delic) menjadi delik pidana umum atau delik umum. Sebagaimana yang diatur dalam Pasal 71 ayat (2) huruf a, bahwa penyidik berwenang melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak pidana di bidang Hak Cipta. Artinya pihak Kepolisian dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), disamping adanya laporan dari pihak yang dirugikan hak ciptanya, dapat langsung melakukan pemeriksaan dan penyitaan terhadap barang-barang yang diduga hasil dari pelanggaran hak cipta. Dengan demikian penyidik tidak lagi harus menunggu adanya pengaduan dari pemegang hak cipta yang merasa dirugikan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta

gara, Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Sura- karta. Menyelesaikan pendidikan S3 (Doktor) Ilmu Hukum FH UNS dengan predikat “Cumlaude” (2012), S2 Hukum Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2003), S1 Fakultas Syariah Jurusan Perban- dingan Madzhab dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2000) dan S1 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yog- yakarta (2001). Pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemi- lihan Umum (KPU) Kab. Sragen Prop. Jawa Tengah (2008-2013), Anggota KPU Kab. Sragen Prop. Jawa Tengah (2003-2008) dan Pembela Umum YLBHI-LBH Yogjakarta (1997-2000). Penerima penghargaan Nominator Pemuda Award Bidang Intelektual dari DPD HIPMI dan DPD KNPI Prop. Jateng (2005) dan alumni berprestasi “Assalaam Award” dari PPMI Assalaam Surakarta (2015). Narasumber di berbagai seminar internasional dan na- sional. Menulis beberapa buku dan jurnal nasional terakre-ditasi, serta menulis lebih dari 700-an artikel sejak tahun 1998-seka- rang di publikasikan di Koran: Kompas, Republika, Media Indo-
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

Tinjauan Juridis Perlindungan Hak Cipta Menurut Undang-Undang No. 19/2002 Dalam Menunjang  Industri Musik Di Indonesia

Tinjauan Juridis Perlindungan Hak Cipta Menurut Undang-Undang No. 19/2002 Dalam Menunjang Industri Musik Di Indonesia

Presiden juga telah mengesahkan persetujuan pemberian perlindungan hukum secara timbal-balik Hak Cipta atas rekaman suara (Sound Recording). Pemufakatan ini memakai bentuk penukaran surat (Exchange of Letters) yang telah ditanda tangani di Brussel oleh Kepala perwakiln RI pada tanggal 27 April 1988. Masyarakat Eropa diwakili oleh anggota Komisi Masyarakat Eropa bidang hubungan luar negeri dan perdagangan. Yang kemudian disahkan dalam Keppres No. 17 Tahun 1988. perlindungan hukum ini berlaku secara timbal-balik, arti perlindungan akan diberikan terhadap produk rekaman suara dari pihak negara- negara anggota masyarakat eropa yang beredar di Indonesia, dan sebaliknya diharapkan juga produk-produk hasil karya warga negara Indonesia yang di edarkan di Eropa akan mendapat perlindungan serupa. Namun pada kenyataannya perlindungan yang dimaksud dalam pemufakatan itu lebih banyak memberikan perlindungan terhadap kaset-kaset luar negeri yaang beredar di Eropa. Sehingga justru lebih banyak memberikan lebih banyak perlindungan kepada pihak pencipta lagu dan rekaman luar negeri daripada sebaliknya.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP POTRET ORANG LAIN YANG DIGUNAKAN PROMOSI OLEH FOTOGRAFER BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP POTRET ORANG LAIN YANG DIGUNAKAN PROMOSI OLEH FOTOGRAFER BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA.

Di dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta, menyatakan pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi. Artinya “pencipta” merupakan orang yang telah membuat atau menghasilkan suatu karya cipta sesuai dengan pemikiran, imajinasi dan keahliannya. Pemegang Hak Cipta berdasarkan Pasal 1 angka 4 Undang- Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta adalah Pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut. Artinya hak cipta bisa dipindahtangankan sesuai kesepakatan pihak-pihak yang terlibat. Dalam hal ini yang berkaitan adalah foto, sehingga pemegang foto dapat dipindahtangankan sesuai dengan kesepakatan pihak-pihak yang berkaitan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Telaah Normatif Terhadap Lisensi Program Komputer Menurut Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Telaah Normatif Terhadap Lisensi Program Komputer Menurut Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Pengalihan atas sebuah ciptaan/hak cipta dapat dibagi, artinya dapat dialihkan sebagian demi sebagian. 4 Undang-undang memberikan tempat terhadap asset intelektual kepada pihak lain untuk memaanfaatkan sebuah karya melalui lisensi. Secara umum lisensi dapat diartikan sebagai pemberian izin terhadap pihak tertentu/penerima lisensi dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan syarat tertentu. Menurut Ruslan Saleh Beberapa alasan pemegang lisensi memberikan izin kepada penerima lisensi adalah : dengan lisensi dapat dihasilkan materi/uang, lisensi memiliki pengaruh memeperkuat pasar, dilihat dari segi teknis, pemberian lisensi punya daya memeperluas cakrawala, dan sebagai sarana tukar menukar ilmu pengetahuan. Pemberian lisensi kepada pihak lain tidak menyebabkan pencipta kehilangan haknya. Pencipta masih mempunyai hak baik ekonomi maupun moral.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENYEDIAAN SARANA UNDUH LAGU ATAU MUSIK DIGITAL DI INTERNET TANPA SEIJIN PENCIPTA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA.

PENYEDIAAN SARANA UNDUH LAGU ATAU MUSIK DIGITAL DI INTERNET TANPA SEIJIN PENCIPTA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA.

Saat ini pergerakan industri musik di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat besar. Lagu dan musik mudah masyarakat dapatkan melalui internet, yaitu situs yang menyediakan sarana unduh lagu tanpa membayar royalti. Hal tersebut dapat menjadi sebuah pelanggaran yang merugikan Pencipta. Dalam penulisan ini, objek penelitian adalah situs layanan berbagi file 4shared.com. Penulis tertarik untuk meneliti status hukum perbuatan penyediaan sarana unduh lagu yang dilakukan oleh situs 4shared.com apabila merupakan sebuah pelanggaran terhadap Hak Cipta dikaitkan dengan Undang-Undang Hak Cipta No. 19 Tentang Hak Cipta dan untuk mengetahui upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Pencipta untuk melindungi Karya Ciptanya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TETANG HAK CIPTA KHUSUSNYA DALAM PEMBAJAKAN DIGITAL VERSATILE DISC (DVD) FILM - Unika Repository

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TETANG HAK CIPTA KHUSUSNYA DALAM PEMBAJAKAN DIGITAL VERSATILE DISC (DVD) FILM - Unika Repository

Hasil dan tujuan dari penulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran mengenai implementasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta terhadap perlindungan Hukum bagi pemegang Hak atas suatu karya Cipta khususnya karya Cipta Sinematografi (film) dalam format DVD dan hambatan-hambatan apa saja yang timbul dalam implementasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta terhadap perlindungan hukum bagi pemegang Hak atas suatu karya Cipta khususnya karya Cipta Sinematografi (film) yang dibuat dalam format DVD dan bagaimana cara mengatasinya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

LISENSI DALAM SENGKETA HAK CIPTA BERDASARKAN PASAL 1 AYAT 14 UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK

LISENSI DALAM SENGKETA HAK CIPTA BERDASARKAN PASAL 1 AYAT 14 UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK

vii sepanjang untuk kepentingan komersil/mengambil keuntungan dan TRIPs Agreement menyatakan ada 6 prinsip dasar hak kekayaan intelektual, yaitu: prinsip standar minimum, national treetment, most favoured national treatment, teritorialitas alih teknologi dan kesehatan masyarakat dan kepentingan publik lain. Saran dalam penelitian ini Aparat penegak hukum diharapkan meningkatkan profesionalisme dan segera melakukan reformasi birokrasi secara internal. Khususnya lembaga peradilan, sangat sensitif terhadap protes dan reaksi atas kinerjanya terutama dalam menangani kasus-kasus yang penting dan sebaiknya perlu dibuat suatu peraturan yang mengatur tentang hak terkait Pengaturan tentang hak terkait harus dibuat dalam suatu undang-undang tersendiri.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects