Top PDF INDIKASI PRODUSEN TAHU MEMILIH KEDELAI LOKAL DAN PRODUSEN

INDIKASI PRODUSEN TAHU MEMILIH KEDELAI LOKAL DAN PRODUSEN

INDIKASI PRODUSEN TAHU MEMILIH KEDELAI LOKAL DAN PRODUSEN

Pembangunan seringkali diartikan pada pertumbuhan dan perubahan. Keberhasilan pembangunan disektor pertanian disuatu negara harus tercermin oleh kemampuan Negara tersebut dalam swasembada pangan, atau paling tidak ketahanan pangan. Salah satu tanaman pangan yang paling banyak digemari masyarakat adalah kedelai. Bagian yang terpenting dari tanaman kedelai adalah bijinya. Biji kedelai dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, misalnya dibuat tahu, tempe, tauco, kecap dan susu sari kedelai. Dalam industri pengolahan hasil-hasil pertanian, kedelai merupakan bahan baku pakan ternak, minyak nabati dan lain-lain. Alasan utama kedelai diminati masyarakat luas didunia antara lain adalah karena dalam biji kedelai terkandung gizi yang tinggi, terutama kadar protein yang tinggi. Selain itu kedelai juga
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

INDIKASI PRODUSEN TEMPE MEMILIH KEDELAI IMPOR DAN PRODUSEN TAHU MEMILIH KEDELAI LOKAL DALAM MEMPRODUKSI TEMPE DAN TAHU DI KECAMATAN GAMBIRAN

INDIKASI PRODUSEN TEMPE MEMILIH KEDELAI IMPOR DAN PRODUSEN TAHU MEMILIH KEDELAI LOKAL DALAM MEMPRODUKSI TEMPE DAN TAHU DI KECAMATAN GAMBIRAN

Indikasi Produsen Tahu Memilih Kedelai Lokal dan Produsen Tempe Memilih Kedelai Impor dalam Memproduksi Tahu dan Tempe di Kecamatan Gambiran. Mohammad Defri Efendi : 081510691026; 2014 ; Program Studi Agribisnis; Fakultas Pertanian, Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

Dampak kebijakan pengembangan kedelai terhadap kinerja dan kesejahteraan konsumen dan produsen kedelai di Indonesia

Dampak kebijakan pengembangan kedelai terhadap kinerja dan kesejahteraan konsumen dan produsen kedelai di Indonesia

Harga kedelai di tingkat petani sangat dipengaruhi oleh produksi kedelai domestik dengan nilai koefisien dugaan sebesar -0,048, yang berarti apabila produksi kedelai domestik naik sebesar satu ton akan menyebabkan penurunan harga kedelai di tingkat petani sebesar 0,048 rupiah. Peningkatan produksi ini akan menyebabkan meningkatkan penawaran kedelai di pasaran. Dengan asumsi permintaan tetap maka penawaran yang meningkat ini akan menyebabkan harga kedelai di tingkat petani turun, dimana hal ini sering terjadi pada saat panen raya. Pada kondisi seperti ini seringkali merugikan para petani kedelai karena harga yang diterima para petani rendah. Carolina dan Himawan (2011), menyatakan bahwa harga kedelai domestik atau harga di tingkat petani sangat dipengaruhi oleh produksi kedelai domestik. Selain itu juga harga kedelai petani dipengaruhi oleh harga kedelai impor. Harga kedelai dunia yang cukup rendah menyebabkan impor kedelai Indonesia meningkat tajam. Tingginya impor kedelai dengan harga yang murah serta kualitas yang baik akan menyebabkan konsumen membeli kedelai impor sehingga akan mempengaruhi harga kedelai domestik yang dalam hal ini adalah kedelai para petani. Menurut Sudaryanto et al (2004), bahwa preferensi konsumen lebih cenderung memilih kedelai impor karena kualitasnya yang lebih baik, ukuran bijinya seragam dan relatif lebih besar serta harganya lebih murah. Hal ini sesuai dengan hasil observasi di tingkat industri pengolahan kedelai untuk tahu dan tempe, bahwa harga kedelai petani berdasarkan mekanisme pasar dengan mengikuti harga kedelai impor dimana harga kedelai petani sedikit diatas harga kedelai impor. Jika harga kedelai impor murah maka akan merugikan petani karena kedelai hasil taninya dihargai murah sehingga tidak dapat menutupi biaya produksinya (Handayani, 2007). Disisi lain harga kedelai di tingkat petani juga dipengaruhi oleh jumlah permintaan kedelai nasional dengan nilai koefisien dugaan sebesar 0,306, hal ini berarti bahwa bila jumlah permintaan meningkat sebesar 1 ton akan menaikkan harga kedelai di tingkat petani sebesar 0,306 rupiah dan sebaliknya (ceteris paribus).
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB PENGURUS DALAM PENGELOLAAN PRIMER KOPERASI PRODUSEN TEMPE TAHU INDONESIA (PRIMKOPTI)   Tanggungjawab Pengurus Dalam Pengelolaan Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) Di Kabupaten Karanganyar.

TANGGUNG JAWAB PENGURUS DALAM PENGELOLAAN PRIMER KOPERASI PRODUSEN TEMPE TAHU INDONESIA (PRIMKOPTI) Tanggungjawab Pengurus Dalam Pengelolaan Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) Di Kabupaten Karanganyar.

Penjelasan bidang usaha Koperasi seharusnya diadakan berdasarkan kebutuhan dan tujuan pendiriannya. Pada umumnya bidang usaha koperasi meliputi bidang produksi, konsumsi, perkreditan, dan jasa. Asas dasar ini penjenisan Koperasi adalah sebagai berikut ini: (1) Koperasi Produksi, koperasi ini bergerak dalam bidang usaha pengadaan, penciptaan bahan-bahan keperluan dasar dan keperluan konsumsi sehari-hari. Contohnya adalah Koperasi Tahu Tempe, Koperasi Nelayan, Koperasi Batik, Koperasi Kopra, (2) Koperasi Konsumsi, koperasi ini bergerak dalam bidang pemenuhan kebutuhan keperluan sehari-hari. Contohnya adalah Koperasi Mahasiswa, Koperasi Kesejahteraan Guru, Koperasi Pegawai Negeri, (3) Koperasi Kredit, koperasi ini bergerak dalam bidang usaha simpan-pinjam uang. Contohnya adalah Koperasi Simpan-Pinjam. Koperasi ini sangat membantu anggota yang memerlukan segera sejumlah uang, misalnya keperluan sekolah anak-anaknya, (4) Koperasi Jasa, koperasi ini bergerak dalam bidang usaha penyediaan jasa tertentu, misalnya bidang jasa angkutan darat. Contohnya adalah Kopti Jaya, Kopaja, yang berusaha di bidang jasa transportasi, 2 (5) Koperasi Primer, Koperasi Primer merupakan salah satu jenis koperasi yang dibagi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja. Koperasi primer ini sendiri memiliki anggota dengan jumlah minimal 20 orang 3 , (6) Koperasi Sekunder, Koperasi Sekunder merupakan koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. 4
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Produsen Benih Sawit 2016

Produsen Benih Sawit 2016

Pulo Ayang Raya OR 1 Kawasan Pulo Gadung Jakarta 13930 Telp... ASD-Bakrie Oil Palm Seed I ndonesia Jl.[r]

3 Baca lebih lajut

critical review analisis lokasi dan keru

critical review analisis lokasi dan keru

‘ketergantungan lokasi’’. Dimana produsen dalam memilih lokasi industri cenderung ingin menguasai market area seluas-luasnya yang dipengaruhi oleh perilaku konsumen dan keputusan berlokasi produsen lainya dimana maksud dari penjelasan di atas dalam satu wilayah dalam kasus ini minimarket terdapat berberapa minimarket yang berbeda tetapi menjual barang dagangan yang sama

3 Baca lebih lajut

913074343.doc 142.02KB 2015-10-12 00:18:23

913074343.doc 142.02KB 2015-10-12 00:18:23

Namun, seiring berjalannya waktu kelepon ditinggalkan oleh kalangan muda karena lebih memilih cemilan instan yang pada kenyataan jelek bagi kesehatan dan kurang kreatifnya penjual kelepon itu sendiri serta semakin sedikitnya yang menjual kelepon. Dengan memproduksi kelepon yang lebih inovatif dapat membuat kelepon digemari masyarakat terutama kalangan muda. Produk kelepon yang kami produksi memiliki berbagai warna dari bahan alami guna menarik konsumen agar membeli kelepon.

25 Baca lebih lajut

HP WA 0858 1725 3552 TSEL tempat jual sp

HP WA 0858 1725 3552 TSEL tempat jual sp

PRODUSEN SPEED BOAT... PRODUSEN SPEED BOAT.[r]

2 Baca lebih lajut

BAB II PENGATURAN PERLINDUNGAN KONSUMEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN A. Pengertian Perlindungan Konsumen - Tanggung Jawab Developer Perumahan Terhadap Konsumen Perumahan Atas Pemutusan Listrik Secara Sepihak Yang

BAB II PENGATURAN PERLINDUNGAN KONSUMEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN A. Pengertian Perlindungan Konsumen - Tanggung Jawab Developer Perumahan Terhadap Konsumen Perumahan Atas Pemutusan Listrik Secara Sepihak Yang

Kata “keseluruhan” dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa di dalamnya termasuk seluruh pembedaan hukum menurut jenisnya. Jadi, termasuk di dalamnya, baik aturan hukum perdata, pidana, administrasi negara, maupun hukum internasional. Sedangkan cakupannya adalah hak dan kewajiban serta cara-cara pemenuhannya dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhannya, yaitu bagi konsumen mulai dari usaha untuk mendapatkan kebutuhannya dari produsen, meliputi : informasi, memilih, harga sampai pada akibat-akibat yang timbul karena penggunaan kebutuhan itu, misalnya untuk mendapatkan penggantian kerugian. Sedangkan bagi produsen meliputi kewajiban yang berkaitan dengan produksi, penyimpanan, peredaran dan perdagangan produk, serta akibat dari pemakaian produk itu.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Mikro ekonomi

Mikro ekonomi

Kesimpulan Kesimpulan Kesimpulan Kesimpulan „ Surplus Produsen sama dengan jumlah „ Surplus Produsen sama dengan jumlahSurplus Produsen sama dengan jumlah yang diterima oleh penjual d[r]

339 Baca lebih lajut

Form API Umum/Produsen

Form API Umum/Produsen

KOP PERUSAHAAN SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini kami: Nama : Alamat : Jabatan : Dengan ini menyatakan bahwa tidak ada perubahan nama dan alamat pada PT.... ··· De[r]

1 Baca lebih lajut

“Kader Produsen” Sangat Diperlukan Muhammadiyah

“Kader Produsen” Sangat Diperlukan Muhammadiyah

Memang Muhammadiyah sudah sa- ngat besar dan kaderisasi di sebagian tem- pat kurang berjalan semestinya, sehingga hal ini mempermudah paham di luar Mu- hammadiyah masuk ke dalam lingkungan keluarga besar simpatisan, anggota dan pimpinan Muhammadiyah. Inilah tantang- an zaman yang mau tidak mau harus kita hadapi. Di sinilah peran penting adanya “ka- der produsen” yang dimaksud, yaitu mem- bina para jamaah agar lebih memahami lagi tentang maksud dan tujuan Muham- madiyah, yaitu menegakkan dan menjun- jung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Salah satu kelebihan yang dimiliki Muhammadiyah sebagai pembinaan
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perilaku konsumen dan produsen (2)

Perilaku konsumen dan produsen (2)

Apa yang akan kita pelajari?. Produksi.[r]

3 Baca lebih lajut

Perilaku konsumen dan produsen (1)

Perilaku konsumen dan produsen (1)

Jika usia anak ke-3 adalah 7 tahun dan usia anak ke-5 adalah 14 tahun, hitunglah jumlah usia enam orang kakak beradik tersebut.. Suku pertama dan suku ke tiga pada deret geometri bertu[r]

4 Baca lebih lajut

Perilaku Konsumen dan Produsen pptx

Perilaku Konsumen dan Produsen pptx

Pendekatan Kardinal • “Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan terse[r]

20 Baca lebih lajut

USAHA PEMASARAN PRODUSEN TEMPE

USAHA PEMASARAN PRODUSEN TEMPE

Tahapan proses produksi tempe adalah sbb. Pertama, biji kedelai yang telah dipilih/dibersihkan dari kotoran, dicuci dengan air PDAM atau air sumur yang bersih selama 1 jam. Kedua, setelah bersih kedelai direbus dalam air selama 2 jam. Kemudian direndam 12 jam dalam air panas/hangat bekas air perebusan denganmaksud supaya kedelai mengembang. Berikutnya direndam dalam air dingin selama 12 jam. Setelah 24 jam, kedelai dicuci/dikuliti (dikupas). Setelah dikupas, direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman. Kedelai diambil dari dandang, letakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis. Biarkan dingin sampai permukaan keping kedelai kering dan airnya menetes habis. Kemudian dicampur dengan laru (ragi 2 %) guna mempercepat/merangsang pertumbuhan jamur. Proses mencampur kedelai dengan ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah kunci keberhasilan atau tidaknya membuat tempe kedelai. Lalu, bila campuran bahan fermentasi kedelai sudah rata, kemudian dicetak pada loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya dipakai sebagai pembungkus. Sebelumnya, plastik dilubangi/ditusuk-tusuk. Maksudnya ialah untuk memberi udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih. Proses percetakan/pembungkus memakan waktu 3 jam. Campuran kedelai yang telah dicetak dan diratakan permukaannya di hamparkan diatas rak dan kemudian ditutup selama 24 jam. Setelah 24 jam tutup dibuka dan didinginkan/diangin-anginkan selama 24 jam. Setelah ini campuran kedelai telah menjadi tempe siap jual. Agar tahan lama, tempe yang misalnya akan menjadi produk ekspor dapat dibekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin. Proses membekukantempu untuk ekspor adalah mula-mula tempe diiris-iris setebal 2-3 cm dan di-blanching direndam dalam air mendidih selama lima menit untuk mengaktifkan kapang dan enzim. Kemudian tempe dibungkus dengan plastik selofan dan dibekukan pada suhu 40 derajat Celcius sekitar 6 jam. Setelah beku disimpan pada suhu beku sekitar 20 derajat celcius selama 100 hari tanpa mengalami perubahan sifat penampak warna, bau, dan rasa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Simulasi Kebijakan Dayasaing Kedelai Lokal Pada Pasar Domestik

Simulasi Kebijakan Dayasaing Kedelai Lokal Pada Pasar Domestik

Bagi Indonesia secara umum dalam menghadapi AFTA ini relatif masih perlu di persiapan. Dampak krisis ekonomi yang dialami Indonesia beberapa waktu yang lalu masih menyisakan beberapa permasalahan ekonomi pada beberapa permasalahan ekonomi pada berbagai sektor pembangunan. Menurut (Malian, 2000), terdapat dua masalah besar yang dapat merugikan kepentingan makro ekonomi Indonesia. Pertama, adanya krisis ekonomi yang belum sepenuhnya pulih serta faktor politik dan keamanan. Kedua, adanya Otonomi Daerah yang mungkin dapat melahirkan sikap-sikap kontra produktif bagi perekonomian lokal dan nasional. Krisis ekopolitan belakangan ini telah membuat perhatian pemerintah hanya tertuju untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Akibatnya, isu tentang AFTA menjadi terabaikan dan boleh jadi tidak masuk dalam agenda prioritas pemerintah, padahal AFTA membutuhkan kesiapan yang mendalam, baik bagi pemerintah maupun pelaku ekonomi swasta.
Baca lebih lanjut

308 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...