Top PDF Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB II

Kinerja berasal dari bahasa inggris yaitu “ performance ”. Dalam Kamus Lengkap Inggris -Indonesia, diartikan pertunjukan, perbuatan, daya guna, prestasi, pelaksanaan, penyelenggaraan, pagelaran (Adi Gunawan, 2002: 279). Para pakar banyak memberikan definisi tentang kinerja, diantaranya adalah: (Husain Umar, 2004: 76) mengatakan bahwa pengertian kinerja adalah keseluruhan kemampuan individu untuk kerja secara optimal dan berbagai sasaran yang telah diciptakan dengan pengorbanan rasio kecil dibandingkan dengan hasil yang dicapai. Sedangkan Smith yang dikutip oleh (Mulyasa, 2003: 136) menyatakan bahwa kinerja adalah merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Jadi kinerja merupakan pencapaian atas apa yang sudah direncanakan, baik oleh pribadi maupun oleh organisasi.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

T2__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2  BAB I

T2__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2 BAB I

7 Menurut Stufflebeam dan kawan-kawan (1967) yang dimaksud dengan evaluasi kontek adalah hal-hal yang berkaitan dengan merencanakan keputusan, menentukan kebutuhan program, dan merumuskan tujuan program. Evaluasi input berkaitan untuk mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber alternatif apa yang akan diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapai kebutuhan, dan bagaimana prosedur kerja untuk mencapainya. Sementara evaluasi proses berkaitan untuk membantu melaksanakan keputusan, mengetahui sejauh mana suatu rencana telah dilaksanakan, mengetahui apakah rencana tersebut sesuai dengan prosedur kerja, dan apa yang harus diperbaiki. Evaluasi produk merupakan penilaian yang dilakukan untuk melihat ketercapaian/ keberhasilan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, menilai apakah program dapat dilanjutkan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

Murjini. 942013166. Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung). Tesis. Program Pascasarjana. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. 2015. Pembimbing Dr. Bambang Suteng Sulasmono, M. Si. Penelitian ini adalah penelitian evaluatif yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Komite Sekolah sebagai badan pemberi pertimbangan (advisory agency), badan pendukung (supporting agency), badan pengontrol (controlling agency) dan Komite Sekolah sebagai badan penghubung (mediator agency) di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung. Subyek penelitian adalah Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri Sukomarto. Pengumpulan data dengan teknik interview (wawancara), observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memakai teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Komite Sekolah sebagai badan pemberi pertimbangan (advisory agency), badan pendukung (supporting agency), badan pengontrol (controlling agency) dan badan penghubung (Mediator Agency) di SD Negeri Sukomarto, sudah dilaksanakan sesuai dengan yang diamanatkan dalam Keputusan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 Tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Tetapi kinerja Komite Sekolah sebagai penghubung antara Komite Sekolah dengan Dewan Pendidikan belum bisa dilaksanakan secara maksimal. Disamping itu kegiatan yang sudah dilaksanakan tidak didokumentasikan sehingga terkesan tidak tertib adminstrasi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

T2__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2  BAB IV

T2__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2 BAB IV

Berdasarkan hasil penelitian bahwa komite SMA Negeri 3 Demak belum komitmen melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai peran dan fungsinya sebagai komite sekolah. Komitmen komite SMA Negeri 3 Demak yang rendah tersebut disebabkan karena mereka lebih mementingkan tanggungjawab pekerjaannya yang dipakai sebagai mata pencahariannya atau sumber penghasilan, daripada tanggungjawabnya sebagai komite sekolah yang tidak mendapat kesejahteraan dari sekolah. Dengan demikian belum adanya gaji/tunjangan mempengaruhi rendahnya komitmen komite SMA Negeri 3 Demak untuk berkinerja. Dalam tiap organisasi dimana didalamnya terdiri dari manusia, akan selalu ada persaingan dimana manusia (sebagai individu/kelompok kecil individu) mempunyai kepentingan yang terkadang berbenturan dengan kepentingan organisasi. Dari hal tersebut terjadi persaingan apakah penekanan lebih terhadap kebutuhan dan kesejahteraan manusia atau pengembangan dan produktivitas organisasi.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

T2  Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak

T2 Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja komite sekolah di SMA Negeri 3 Demak. Penulis menggunakan penelitian diskriptif evaluative dengan model CIPP (Context,Input,Process dan Product). Teknik pengambilan data dari keempat aspek dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumen. Subyek penelitian adalah Komite SMA Negeri 3 Demak, kepala sekolah SMA Negeri 3 Demak, Pengawas SMA kabupaten Demak, orang tua siswa SMA Negeri 3 Demak.

14 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

RAPBS disusun oleh kepala sekolah dan guru atau tenaga pendidik, tetapi komite sekolah juga memberikan masukan dan pertimbangan dalam penyususnanya. Setelah konsep tersusun, sekolah mengundang pengurus lainya untuk membahas konsep tersebut. Terjadilah kesepakatan antara pihak sekolah dan komite sekolah. Kemudian pihak sekolah mengundang orang tua murid untuk membahas konsep RAPBS yang telah disetujui oleh sekolah dan komite sekolah. Setelah orang tua murid setuju dengan konsep itu, maka sekolah beserta komite sekolah mengesahkan RAPBS tersebut.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

Hubungan kerjasama antara sekolah dengan masyarakat pada hekekatnya adalah suatu sarana yang cukup mempunyai peranan yang menentukan dalam rangka usaha mengadakan pembinaan, pertumbuhan, dan pengembangan siswa di sekolah. Dengan adanya hubungan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat, dapat dicapai perpaduan antara sarana sekolah dengan masyarakat (Permadi, 2010: 25).

8 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

BAB III METODE PENELITIAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian evaluatif. Namun demikian dalam penelitian ini juga menggunakan pengkayaan dengan diskriptif untuk hal- hal tertentu. Pendekatan evaluasi merupakan strategi untuk memfokuskan kegiatan evaluasi agar bisa menghasilkan laporan yang bernilai guna. Penelitian evaluatif (Evaluation Research) difokuskan pada suatu unit (site) tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi ataupun lembaga.

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi di SD Negeri Sukomarto Jumo Temanggung)

Tugas dan fungsi Dewan Sekolah/Komite Sekolah antara lain: (1) menetapkan AD dan ART Komite Sekolah, memberi masukan terhadap muatan RAPBS dan Rencana Strategik Pengembangan serta Standar Pelayanan Sekolah; (2) menentukan dan membantu kesejahteraan personal, mengkaji pertanggung jawaban dan implementesinya; (3) mengkaji kinerja sekolah dan melakukan internal auditing (school self assessment), merekomendasikan, menerima Kepala Sekolah dan Guru. Tugas Dewan Sekolah/Komite Sekolah membantu menetapkan visi, misi dan standar pelayanan, menjaga jaminan mutu sekolah (quality assurance), memelihara, mengembangkan potensi, menggali sumber dana, mengevaluasi, merenovasi, mengidentifikasi, dan mengelola kontribusi masyarakat terhadap sekolah (Satori, 2001:71).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

T2  Lampiran Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak

T2 Lampiran Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak

Melalui pertanyaan ini ,peneliti menyiapkan perta nyaan yang berkenaan dengan aspek yang menjadi fokus dalam penelitian.Bapak ibu responden di mohon berkanan memberikan persepsi terhadap “ Evaluasi kinerja komite dalam peningkatan mutu pendidikan di SMANegeri 3 Demak dengan model Evaluasi CIPP”

52 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak

Hasil Penelitian (1) Aspek kontek: Kinerja komite sekolah dilihat dari motivasi dan komitmennya masing kurang. (2) Aspek input: bahwa sumber daya yang dimiliki komite di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak yang berupa sumber daya manusia dan daya dukung yang berupa fasilitas organisasi secara fisik sangat potensial dikembangkan dan mendukung dalam pelaksanaan program kerja. (3) Aspek proses: bahwa program kerja komite SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator belum seluruhnya dapat terlaksana sesuai Kemendiknas 044/U/2002, tidak ada perencanaan kinerja komite sekolah, pelaksanaannya sifatnya insidental (4) Aspek hasil (Produk): ketercapaian pelaksanaan program kerja komite SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator belum seluruhnya dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan. (5) Hambatan: faktor yang menjadi kendala pada kinerja komite di SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak diantaranya kurang adanya sosialisasi dan pelatihan terkait sumber daya komite sekolah. Saran: Komite sekolah diharapkan dapat melaksanakan perannya sesuai Kepmendiknas Nomor: 044/U/2002. Kepala sekolah memberi imbalan kepada komite sekolah Pemerintah yang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Demak hendaknya: 1) Memberikan sosialisasi kepada semua pengurus komite sekolah pada satuan pendidikan tentang tugas, peranan, dan fungsinya. 2) Mengevaluasi kinerja komite sekolah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

T2__BAB II Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2  BAB II

T2__BAB II Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2 BAB II

37 mutu, pemerataan, dan efisien pengelolaan pendidikan disatuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Komite sekolah merupakan suatu lembaga nonprofit dan nonpolitis, dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh para stakeholders (semua komponen) pendidikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan proses dan hasil pendidikan. Komite sekolah merupakan badan yang bersifat mandiri, tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan sekolah manapun lembaga pemerintah lainnya. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa komite sekolah merupakan lembaga yang mewadahi masyarakat dan orang tua untuk memberikan partisipasinya baik berupa materi, tenaga maupun pikiran dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak

Konsep awal kerja disiapkan oleh anggota komite sekolah yang menjadi guru. Kemudian di musyawarahkan bersama dengan pengurus komite, kemudian sekolah mengundang ortu/ wali membahas program kerja. Setelah wali murid setuju. Baru disahkan oleh beserta komite sekolah. 7. Bagaimana komite sekolah mengorganisasikan pengurus untuk merencanakan program kerja tersebut?

67 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB V

101 jangka panjang. Komite harus lebih proaktif membangun komunikasi dengan pihak sekolah, orang tua, masyarakat, dan stakeholder. Komite harus meningkatkan kinerjanya sesuai dengan Kemendiknas Nomor: 044/U/2002 diantaranya sebagai badan pertimbangan, pendukung, kontrol, dan sebagai badan penghubung.

4 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB IV

Product evaluation (Evaluasi Produk) ialah untuk melayani daur ulang suatu keputusan dalam program, dari evaluasi produk diharapkan dapat membantu pimpinan proyek dalam mengambil suatu keputusan terkait program yang sedang terlaksana, apakah program tersebut dilanjutkan, berakhir, ataukah ada keputusan lainnya. Keputusan ini juga dapat membantu untuk membuat keputusan selanjutnya, baik mengenai hasil yang telah dicapai maupun apa yang dilakukan setelah program itu berjalan. Evaluasi produk diarahkan pada hal-hal yang menunjukkan perubahan yang terjadi pada masukan mentah.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB I

Maka Komite Sekolah diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai: 1) advisory agency pemberi petimbangan);yaknimemberikan pertimbangan kepada sekolah disetiap saat ada kesulitan di sekolah. 2) supporting agency (pendukung kegiatan layanan pendidikan) memberikan dukungan kepada sekolah apa yang diprogramkan sesuai dengan aturan yang ada; 3) controlling agency (pengontrol kegiatan layanan pendidikan) apa yang telah diprigramkan akan dapat terealisasi, maka pengawasan sangat penting bagi sekolah dan 4) mediator agency, penghubung atau pengait tali komunikasi antara sekolah, masyarakat dan pemerintah.Dengan adanya hubungan tersebut maka apa yang telah diprogramkan sekolah akan berjalan sesuai yang diharapkan khususnya dalam peningkata mutu pendidikan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Manajemen Sekolah dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran di SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak T2 942014060 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Manajemen Sekolah dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran di SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak T2 942014060 BAB II

Salah satu pembelajaran adalah membangun gagasan sainstifik setelah siswa berinteraksi dengan lingkungan, peristiwa, dan informasi dari sekitarnya. Pada dasarnya semua siswa memiliki gagasan atau pengetahuan awal yang sudah membangun dlam wujud skemata. Dari pengetahuan awal dan pengalaman yang ada , siswa menggunaka informasi dari lingkungan dlam rangka mengkontruksi interprestasi pribadi serta makna - maknanya. Makna dibangun ketika guru memberikan permasalahan yang relevan dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah ada sebelumnya, memberi kesempatan kepada siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. Untuk membangun maknater sebut, proses belajar mengajar berpusat pada siswa. Berbicara pda konsep pembelajaran maka di dalamnya tidak akan epas yang namanya belajar. Belajar memiliki bentuk - bentuk sesuai karakter anak dan lingkungan belajarnya. Belajar dibedakan menjadi lima bentuk yaitu : (1) Belajar responden, (2) Belajar kontiguitas, (3) belajar operant, (4) belajar observasional dan (5) belajar kognitif .( Ratna Wilis Dahar : 4 ). Di sini peran guru sangat sentral dan vital, sentral dibutuhkan kehadiran guru secara utuh dan karismatik, vital
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Program Komite Sekolah Melalui Model CIPP pada SD Negeri Pilangrejo1 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak T2 942014033 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Program Komite Sekolah Melalui Model CIPP pada SD Negeri Pilangrejo1 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak T2 942014033 BAB II

Tina Rahmawati, M.Pd. penelitian yang dilakukan oleh Armansyah dengan judul Peranan dan pemberdayaan Komite Sekolah dalam penyelenggaraan Pendidikan SMA Negeri di kota Binjai, menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan peranannya hanya sebagai pemberi pertimbangan dan pengawasan yang lebih utama, sedang peran lainnya sebagai pendukung dan mediator belum sepenuhnya terlaksana. Adapun dalam dukungan dana belum berhasil sepenuhnya, karena baru mendapatkan dukungan dana dari wali murid melalui iuran komite, sedang dana dari masyarakat sekitar seperti dari dunia usaha maupun masyarakat yang peduli akan pendidikan belum berhasil.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Manajemen Sekolah dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran di SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak T2 942014060 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Manajemen Sekolah dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran di SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak T2 942014060 BAB V

Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang diperlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan proses pendidikan sekolah adalah: (1) Ruang kelas; (2) Ruang Perpustakan; (3) Ruang Laboratorium; (4) Ruang Keterampilan; (5) Ruang Kesenian; (6) Fasilitas Olah raga. Sedangkan komponen-komponen sarana dan prasarana pendidikan adalah : (1) Lahan; (2) Ruang; (3) Perabot; (4) Alat dan media pendidikan.

3 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Manajemen Sekolah dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran di SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak T2 942014060 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Manajemen Sekolah dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran di SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak T2 942014060 BAB IV

“Untuk memperlancar jalannya pembelajaran dalam peningkatan kualitas lulusan, kami beserta guru telah menentukan jadwal pelaksanaan pembelajaran di luar jam efektif untuk siswa kelas VI dalam menghadapi UN. Dalam satu minggu, siswa diwajibkan untuk mengikuti tambahan pelajaran selama tiga hari yaitu hari Senin sampai dengan hari Rabu mulai pukul 13.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB. Jam tambahan tidak dilakukan full 1 minggu agar siswa dapat beristirahat dan dapat fokus pada pembelajaran lainnya. Untuk materi yang berupa soal-soal latihan berasal dari sekolah, soal-soal UN tahun lalu, soal-soal dari gugus sekolah, soal-soal tryout tingkat kecamatan dan soal-soal tryout tingkat kabupaten”.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...