Top PDF Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB I

Tradisi di Indonesia sangat banyak jenis dan ragamnya. Di tiap-tiap daerah yang ada, tradisi timbul karena adanya suatu kebiasaan dan ajaran dari pendahulu-pendahulu mereka di wilayah dan daerah masing-masing. Seiring dengan perkembangan zaman. Tradisi-tradisi yang telah ada tersebut ada yang tersisihkan dan ada pula yang tetap bertahan hingga sekarang, hal tersebut tergantung dari masyarakat setempat untuk terus melestarikannya. Banyak diantaranya tradisi-tradisi yang kita kenal tersebut masih berlangsung hingga sekarang.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB IV

Dari berbagai simbol tindakan dan sesaji memang tampak bahwa masyarakat Jawa memiliki harapan-harapan keselamatan. Demikian juga pada masyarakat di Desa Purworejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang yang masih mempertahankan tradisi leluhurnya. Mereka menganggap Tradisi Jumat Pahing adalah hal istimewa sehingga ritual Tradisi Jumat Pahing menjadi perhatian khusus. Makna atau kandungan filosofis Tradisi Jumat Pahing yaitu penghormatan kepada leluhur serta menyucikan diri. Hal itu terlihat dari tindakan-tindakan dalam upacara sesaji. Sesaji sebagai wujud persembahan dimaksudkan untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan hidup antara alam sekitar dengan alam gaib. Tujuannya memperoleh keselamatan lahir maupun batin. Tradisi Jumat Pahing menunjukkan pengabdian kepada Al-Khaliq (Tuhan Yang Esa).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB II

17 dukun sihir jahat bernama Calonarang yang suka menyebarkan penyakit diantara rakyat raja Erlangga dari negara Kahuripan. Seni drama tersebut oleh orang Bali mempunyai efek yang keramat, yang dapat menolak penyakit. Seni drama seringkali mempunyai arti suci dari mitologi atau kitab suci. Kegiatan mendramakan beberapa peristiwa dari kehidupan tokoh-tokoh keramat atau dewa- dewa itu, rupanya bisa menimbulkan suatu suasana keramat juga. Yang seolah-olah bisa memberi dan bencana yang datang mengancam desa.

21 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang

Adapun judul skripsi yang penulis ambil yaitu : “Makna Tradisi Jumat Pahing Di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang”. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan, bimbingan dan dukungan serta kerjasama dari berbagai pihak, baik pihak langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada :

14 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang

Sambutan Kepala Desa Purworejo Suwarno: yang mengenakan pakaian batik coklat sebelum prosesi kenduri/ Selametan Sumber: Dokumentasi Pribadi... Warga berdoa sebelum upacara dimulai doa d[r]

8 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang T1 152009019 BAB V

menyucikan diri dan melestarikan lingkungan. Hal itu terlihat dari tindakan-tindakan dalam upacara sesaji. Sesaji sebagai wujud persembahan dimaksudkan untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan hidup antara alam sekitar dengan alam gaib. Tujuannya memperoleh keselamatan lahir maupun batin. Makna Tradisi Jumat Pahing juga dapat menjalin rasa kebersamaan, gotong-royong, tidak membeda-bedakan agama, tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin. Tradisi Jumat Pahing menunjukkan pengabdian kepada Al-Khaliq (Tuhan Yang Maha Esa).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Upacara Malem Selikuran di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang T1 152012014 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Upacara Malem Selikuran di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang T1 152012014 BAB II

1. Sri Lestriningsih dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Upacara Malem Selikuran Terhadap Kebersamaan Masyarakat di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Kesimpulan dari penelitian tersebut antara lain bahwa kegiatan upacara malem selikuran tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan masyarakat desa setempat karena sebagai warisan budaya nenek moyangnya yang selalu dijaga kelestariannya. Kegiatan upacara tersebut dapat meningkatkan perkonomian masyarakat, meningkatkan kebersamaan diantara mereka.

6 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Upacara Malem Selikuran di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang T1 152012014 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Upacara Malem Selikuran di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang T1 152012014 BAB I

3 yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatkan segara belajar yang semua tersusun ke dalam kehidupan bermasyarakat (T.O. Ihram,1980:18). Masyarakat desa Nyatnyono melaksanakan tradisi upacara yang bertepatan pada malam dua puluh satu bulan puasa, dimaksudkan karena pada malam dua puluh satu untuk memperingati wafatnya sunan Hasan Munadi

4 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Lamporan Bagi Masyarakat Desa Kunden di Kabupaten Blora T1 152009023 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Lamporan Bagi Masyarakat Desa Kunden di Kabupaten Blora T1 152009023 BAB V

Tradisi lamporan merupakan suatu warisan budaya lokal yang selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Hal ini nampak pada masyarakat di Desa Kunden yang selalu rutin melakukan tradisi upacara Lamporan pada setiap bulan Suro. Tradisi ini yang telah diadakan pada tangal 22 November 2012 tepatnya pada hari Kamis Legi, malam Jum’at Pahing.

3 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Upacara Malem Selikuran di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang T1 152012014 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Upacara Malem Selikuran di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang T1 152012014 BAB IV

Kegiatan dimulai pada malam dua puluh ramadhan dari jam 10.00- 01.00 WIB diadakan pengajian dengan mendatangkan Habib Umar Muntohar dari Gunung Pati. Kemudian acara puncaknya pada malam dua puluh satu, atau selikuran kegiatan dilanjutkan dengan bersuci dahulu ke sendang dan mengikuti sholat tarawih, setelah selesai sholat tarawih sebagian warga yang membawa makanan dibawa masuk ke dalam masjid lalu dipanjatkan doa dipimpin oleh modin. Setelah berdoa lalu dimakan bersama-sama oleh warga. Kegiatan dilanjutkan dengan tahlilan di makam Sunan Hasan Munadi tujuannya untuk mendoakan dan memintakan ampunan dosa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta untuk mencari berkah dan ketrentraman hidup. Urut-urutan pelaksanaan Tradisi Upacara Malem Selikuran sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Upacara Malem Selikuran di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang T1 152012014 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Upacara Malem Selikuran di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang T1 152012014 BAB V

35 2. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi malem selikuran di desa Nyatnyono antara lain religi, menghormati leluhur, syukur, ketrentraman, kekeluargaan dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut masih dipertahankan dalam pelaksaan tradisi upacara malem selikuran, dan sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat desa Nyatnyono sejak dahulu hingga sekarang yang masih tetap dilestarikan.

2 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi “Dina Geblag” Dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa Dusun Toyogiri Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang T1 152009002 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi “Dina Geblag” Dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa Dusun Toyogiri Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang T1 152009002 BAB I

ditinggalkan menyediakan sesaji di rumah juga menabur bunga di kubur leluhurnya. Begitu banyak kegiatan masyarakat Jawa Tengah melakukan upacara setelah ada kerabat dan saudara yang meninggal. Dan juga dibutuhkan banyak biaya dalam pelaksanaan kegiatan itu. Bagi orang yang tergolong mampu, hal ini tidak menjadikan masalah. Namun, bagi orang yang mempunyai ekonomi pas-pasan akan merasa keberatan untuk pelaksaannya. Tetapi bagaimanapun caranya tetap diadadakan karena masih mempercayai apa yang mereka yakini sebagai kepercayaan dan tradisi yang sebelumnya sudah ada. Tradisi kematian dipandang untuk mengingat jasa leluhur dan mengubur beberapa kekurangan. Adapun makna sesaji yang disediakan merupakan perwujudan watak bakti kepada orang yang telah meninggal.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

T1  Abstract Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Sedekah Dusun dalam Rangka Membina Kerukunan Masyarakat di Dusun Krajan Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang

T1 Abstract Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Sedekah Dusun dalam Rangka Membina Kerukunan Masyarakat di Dusun Krajan Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang

1 MAKNA TRADISI SEDEKAH DUSUN DALAM RANGKA MEMBINA KERUKUNAN MASYARAKAT DI DUSUN KRAJAN DESA ASINAN KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG Rani Hidayat Pendidikan Sejarah FKIP-Universi[r]

1 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Dhawuhan Ngembang di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang T1 152009013 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Dhawuhan Ngembang di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang T1 152009013 BAB V

Tengaran Kabupaten Semarang dapat disimpulkan sebagai berikut Makna Tradisi Dhawuhan adalah untuk penghormatan kepada lelembut dan menyucikan diri dan melestarikan lingkungan. Hal itu terlihat dari tindakan-tindakan dalam upacara sesaji. Sesaji sebagai wujud persembahan dimaksudkan untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan hidup antara alam sekitar dengan alam gaib. Melalui penyiraman Dawet di atas batu yang dikeramatkan dengan tujuan untuk meminta hujan yang baik bagi masyarakat Desa Cukil. Makna Tradisi Dhawuhan juga dapat menjalin rasa kebersamaan, gotong-royong, tidak membeda-bedakan agama, tidak ada perbedaan antara orang yang kaya dan orang yang miskin. B. Saran
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Dhawuhan Ngembang di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang T1 152009013 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Dhawuhan Ngembang di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang T1 152009013 BAB IV

3. Makna Tradisi Dhawuhan adalah untuk penghormatan kepada lelembut dan menyucikan diri dan melestarikan lingkungan. Hal itu terlihat dari tindakan-tindakan dalam upacara sesaji . Sesaji sebagai wujud persembahan dimaksudkan untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan hidup antara alam sekitar dengan alam gaib. Tujuannya untuk meminta hujan yang baik bagi masyarakat Desa Cukil. Makna Tradisi Dhawuhan juga dapat menjalin rasa kebersamaan, gotong- royong, tidak membeda-bedakan agama, tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Dhawuhan Ngembang di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang T1 152009013 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Dhawuhan Ngembang di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang T1 152009013 BAB II

Pemimpin upacara dalam berbagai religi dan suatu bangsa di dunia biasanya dapat dibagi dalam tiga golongan yaitu pendeta, dukun, dan syaman. Pendeta adalah orang yang karena sesuatu pendidikan yang lama menjadi ahli dalam hal melakukan pekerjaan sebagai pemuka upacara keagamaan. Syaman adalah sebuah istilah yang juga sering dipakai untuk menamakan dukun, tetapi istilah tersebut dipakai untuk golongan dukun yang memimpin upacara khusus (Purwadi, 2005: 47). Dalam masyarakat Jawa peserta upacara tradisi biasanya warga sekitar yang dipimpin oleh kepala desa setempat dan dibantu oleh doa modin atau pemuka agama setempat.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Dhawuhan Ngembang di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang T1 152009013 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Makna Tradisi Dhawuhan Ngembang di Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang T1 152009013 BAB I

a. Mengenalkan “ Tradisi Dhawuhan Ngembang ” di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang supaya menjadi aset kebudayaan bangsa Indonesia untuk dapat dilestarikan dan dikembangkan oleh warga masyarakat Tengaran dan Bangsa Indonesia.

4 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Partisipasi Anggota dalam Pengembangan Koperasi Tani Sari Ngaglik Desa Bonomerto Kecamatan Suruh T1 162012015 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Partisipasi Anggota dalam Pengembangan Koperasi Tani Sari Ngaglik Desa Bonomerto Kecamatan Suruh T1 162012015 BAB I

Partisipasi anggota Koperasi Tani Sari Ngaglik dikarenakan Sumber Daya Manusia ( SDM) yang masih rendah. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Sumadi selaku ketua koperasi tersebut. Koperasi sangat diperlukan untuk memberikan bekal yang memadai kepada anggota agar anggota dapat berpartisipasi secara aktif dari partisipasi memanfaatkan, partisipasi menjadi anggota dan partisipasi dari modalnya.Adanya upaya pemberian pinjaman modal dalam partisipasi Tani Sari Ngaglik misalnya obat- obatan hama, pupuk, bibit padi, dan transportasi. Koperasi Tani Sari Ngaglik Desa Bonomerto juga telah memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para anggota. Materi yang diberikan berupa pendidikan tentang koperasi. Menurut penuturan dari sejumlah anggota materi pendidikan dan pelatihan yang diberikan oleh Koperasi Tani Sari Ngaglik Desa Bonomerto masih kurang sesuai. Para anggota merasa materi yang diberikan kurang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan sehingga hal ini berpengaruh pada terhadap partisipasi anggota Koperasi Tani Sari Ngaglik Desa Bonomerto dalam koperasi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Apitan dan Nilai Yang Terkandung didalamnya (Studi Pada Desa Prigi Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan) T1 152009027 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tradisi Apitan dan Nilai Yang Terkandung didalamnya (Studi Pada Desa Prigi Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan) T1 152009027 BAB I

3 Mengangkat tema kebudayaan lokal di tengah berkembangnya arus globalisasi sanagatlah menarik. Penelitian ini sebagai upaya inventarisasi atau dokumentasi sebuah tradisi masyarakat Prigi yang telah dilaksanakan sejak 1791 dan memiliki nilai-nilai luhur yang bermanfaat diterapkan bagi generasi saat ini.

4 Baca lebih lajut

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pergeseran Makna Seni Tari Prajuritan di Desa Tegalrejo Kecamatan Argomulyo Salatiga T1  BAB I

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pergeseran Makna Seni Tari Prajuritan di Desa Tegalrejo Kecamatan Argomulyo Salatiga T1 BAB I

Tari Prajuritan dilihat dari segi asal usulnya, gerak dan iramanya menunjukkan bahwa tarian ini telah lama muncul di daerah ini dan memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Tegalrejo, sehingga tidak heran lagi tarian ini menjadi ciri khas kesenian masyarakat Tegalrejo. Menurut Purnomo warga masyarakat Tegalrejo sekaligus ketua paguyuban tari Prajuritan ini pertama kali muncul pada saat perang Diponegoro. Pada saat itu para prajurit Pangeran Diponegoro menyamar sebagai penghibur untuk mengelabuhi kompeni, yaitu dengan membentuk kelompok kesenian dan menghibur ke markas – markas kompeni. Daerah – daerah yang semula digunakan sebagai markas prajurit Diponegoro terdapat sisa – sisa gerak baris – berbaris, oleh penduduk sekitar gerak – gerak itu dipadukan menjadi gerakan tari dengan iringan bendhe, jidor, trentheng yang kemudian diberi nama tari Prajuritan. Tari Prajuritan ini adalah salah satu tarian di daerah Salatiga yang telah resmi menjadi tarian milik kota Salatiga khususnya desa Tegalrejo. (Wawancara/Janjang Purnomo (45)/11/11/2016).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...