Top PDF HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Berdasarkan tahapan perkembangannya, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan semester akhir dapat digolongkan pada usia dewasa muda (Papalia, Olds, & Feldman, 2009). Menurut Dariyo (dalam Gloria, 2014) masa dewasa muda ditandai dengan adanya keinginan untuk mengaktualisasikan segala bentuk ide dan pemikiran yang diperoleh selama menjalankan pembelajaran di pendidikan tinggi ataupun di lembaga akademi untuk persiapan masa depannya. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Schaie dan Wills (Papalia, Old, & Feldman, 2009) bahwa pada masa dewasa muda, individu menggunakan pengetahuan yang diketahui untuk mengejar tujuan di masa depan, seperti karir dan keluarga.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Puji syukur Alhamdulilah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayat dan karunia-Nya sehingga skirpsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan guna menempuh gelar Sarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

18 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN   Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

BAB 1 PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

David menyatakan bahwa orang tua dan teman sebaya berpengaruh sangat kuat pada pemilihan karir dan banyak memberikan tekanan untuk berprestasi tinggi (Santrock, 2003). Menurut Simpson, individu yang memiliki orang tua dan teman sebaya yang mempunyai standar karir lebih baik, maka akan berusaha mencari status karir yang lebih tinggi juga, meskipun dia berasal dari kalangan berpenghasilan rendah (Santrock, 2003). Kelompok teman sebaya juga merupakan komunitas belajar di mana peran-peran sosial dan standar yang berkaitan dengan kerja dan prestasi yang terbentuk. Persahabatan menjadi semakin penting dan bahkan popularitas di antara teman-teman sebaya merupakan suatu motivasi yang kuat bagi kebanyakan remaja (Santrock, 2002).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS  Hubungan antara dukungan teman sebaya dengan Penyesuaian sosial pada mahasiswa baru universitas Muhammadiyah surakarta tahun akademik 2013.

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS Hubungan antara dukungan teman sebaya dengan Penyesuaian sosial pada mahasiswa baru universitas Muhammadiyah surakarta tahun akademik 2013.

Mahasiswa baru berada di lingkungan yang baru yaitu lingkungan kampus. Mereka diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang baik di lingkungan kampusnya. Mahasiswa yang memiliki penyesuaian sosial yang baik mampu menyesuaikan antara tuntutan diri sendiri dengan tuntutan lingkungan. Tuntutan di lingkungan teman sebaya berupa persaingan life style , status sosial, kepemilikan lawan jenis, tingkat intelektualitas, perbedaan kepribadian ( ekstrovert dan introvert ). Penerimaan dan penolakan dari teman sebaya sangat mempengaruhi sikap dan tingkah laku remaja. Oleh karena itu penyesuaian sosial yang baik sangat diperlukan agar mahasiswa baru dapat diterima oleh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa baru universitas muhammadiyah surakarta tahun akademik 2013. Hipotesis yang diajukan yaitu: Ada hubungan positif antara dukungan teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa baru universitas muhammadiyah surakarta tahun akademik 2013.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA  DENGAN KEPERCAYAAN DIRI   Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Kepercayaan Diri Remaja Awal.

HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Kepercayaan Diri Remaja Awal.

1. Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, SH, M.Hum, selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis meneruskan pendidikan di Program Pascasarjana dengan Program Studi Magister Sains Psikologi.

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS  Hubungan antara dukungan teman sebaya dengan Penyesuaian sosial pada mahasiswa baru universitas Muhammadiyah surakarta tahun akademik 2013.

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS Hubungan antara dukungan teman sebaya dengan Penyesuaian sosial pada mahasiswa baru universitas Muhammadiyah surakarta tahun akademik 2013.

Berdasarkan hasil perhitungan teknik analisis product moment dari pearson diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,784 dengan p = 0,000 (p ≤ 0,01) artinya ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan penyesuaian sosial. Hasil menunjukkan hipotesis diterima. Sumbangan efektif variabel dukungan teman sebaya terhadap penyesuaian sosial sebesar 61,5% yang ditunjukkan oleh koefisien determinan (r²) = 0,615. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa penyesuaian sosial juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar dukungan teman sebayayaitu sebesar 38,5%. Rerata empirik variabel dukungan teman sebaya sebesar 114,66 dan rerata hipotetik sebesar 87,5 yang berarti dukungan teman sebaya subjek tergolong tinggi. Rerata empirik penyesuaian sosial sebesar 115,42 dan rerata hipotetik sebesar 87,5 yang berarti penyesuaian sosial subjek tergolong tinggi pula.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN  SEBAYA DENGAN STRES  BELAJAR   Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN STRES BELAJAR Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

Faktor harga diri dan interaksi teman sebaya merupakan faktor pemicu yang dapat menyebabkan stres belajar pada siswa. Menurut penelitian Agustin (2010) terhadap 250 mahasiswa semester lima Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa faktor- faktor yang menyebabkan stres dan kejenuhan belajar adalah: (1) kesulitan mencari sumber belajar 42,5 %; (2) kesulitan bertemu dosen untuk berkonsultasi : 28,5 %; (3) kesulitan menyesuaikan diri dengan interaksi teman sebaya: 18 %; (4) ada masalah pribadi dengan teman : 10 %; (4) banyak masalah keluarga 16,5 %; (5) kesulitan dalam membuat tugas belajar: 29,5 % dan (16) kesulitan membagi waktu belajar dengan kesibukan di luar belajar : 51,5 %. Sementara penelitian Gusniati (2002) terhadap siswa SMU Plus Jakarta, menemukan adanya fenomena stres. Sekitar 40,74% siswa merasa terbebani dengan keharusan mempertahankan peringkat sekolah, 62,96% siswa merasa cemas menghadapi ujian semester, 82,72% siswa merasa bingung menyelesaikan PR yang terlalu banyak dan 50,62% siswa merasa letih mengikuti perpanjangan waktu belajar di sekolah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI  Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dan interaksi teman sebaya dengan prokrastinasi akademik mahasiswa. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 8 keatas atau yang sedang menempuh skripsi di Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan jumlah 114 responden. Hipotesis yang diuji adalah ada hubungan antara konsep diri dan interaksi teman sebaya dengan prokrastimnasi akademik. Teknik pengambilan sampel dengan insidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga skala, yaitu skala prokrastinasi akademik, konsep diri dan interaksi teman sebaya. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitan ini adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan interaksi teman sebaya dengan prokrastinasi akademik. Sumbangan efektif konsep diri dan interaksi teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik sebesar 15%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan interaksi teman sebaya dengan prokrastinasi akademik. Kesimpulan hubungan konsep diri dan interaksi teman sebaya bersifat negatif terhadap prokrastinasi akademik. Artinya, semakin tinggi konsep diri dan interaksi teman sebaya maka prokrastinasi akademik mahasiswa akan turun. Implikasi penelitian ini dalam bidang pendidikan adalah prokrastinasi akademik dapat dikurangi dengan meningkatkan konsep diri dan interaksi teman sebaya. Konsep diri memberikan kerangka berfikir yang menentukan bagaimana mengolah informasi tentang diri sendiri baik dari aspek fisik, aspek psikis, aspek sosial, aspek moral dan aspek keluarga, sehingga mahasiswa memiliki motivasi diri, kestabilan emosi dan percaya terhadap kemampuan diri dalam menyelesaikan tugas akademik. Selain itu tingginya interaksi teman sebaya sebagai fungsi sumber informasi dan motivasi dapat memberikan pengaruh baik bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA  Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan Perilaku merokok pada remaja.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan Perilaku merokok pada remaja.

Alhandulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kekuatan dan kemudahan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai tugas akhir dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI  Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

This research aim to know the relationship between self concept and peers interaction of academic procrastination student’. The subjek in this study are the student’ in eight semesters or being a thesis at the Muhammadiyah Universitas Surakarta as much as 114 respondents. The hipothesis tested was there is a connection between self concept and peer interaction with academic procrastination. The technique of sampling use incidental sampling. Data collection is carried out by three scales, is the scale of the academic procrastination, the self concept and peer interaction. The statistical analysis used in this study were multipel linier regression analysis. Statistical analysis result obtained that there is a significant relationship between self concept and peer interaction with academic procrastination. The effective contribution of the self concept and peer interaction agains academic procrastination is 15%. The result of this research showed there was a significant relationship between self concept and peer interaction with academic procrastination. The conclusion of relationship self concept and peer interaction are negatif toward academic procrastination. That is, if self concept and peer interaction is higher, so academic procrastina tion student’ will go down. The implication of this research in the field of education is an academic procrastination can be reduced by improving the self concept and peer interaction. Self concept give a framework of thinking that determine how to process the information abaut yourself is good from a physical aspect, psychic aspect, sosial aspects, moral and family aspects, so that student’ have the self motivation, emotional stability and trust on the capability of self finishing academic assignments. In addition the high peer interaction as a function of the information source and motivation can give good influence for student’ in finishing academic assignments.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

PENDAHULUAN Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

Fakta yang diperoleh peneliti berdasarkan wawancara terhadap 10 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta menunjukkan adanya penundaan dalam penyelesaian tugas akademik khususnya skripsi. Penundaan tersebut berupa penundaan pengerjaan skripsi, tugas, penundaan belajar ataupun penundaan lainnya yang berhubungan dengan akademik. Delapan mahasiswa mengungkapkan bahwa mahasiswa tersebut kurang mampu membagi waktunya dengan baik dan kurang disiplin sehingga melakukan penundaan tersebut. Hal ini dapat diindikasikan adanya perilaku prokrastinasi akademis di kalangan mahasiswa. Terlihat bahwa sebagian mahasiswa membutuhkan waktu yang melebihi batas waktu untuk menyelesaikan studi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA  DENGAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA AWAL  Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Kepercayaan Diri Remaja Awal.

HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA AWAL Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Kepercayaan Diri Remaja Awal.

The aim of the study is to find the relation of self esteem and the interaction among peergroup with self confidence. The population of the study is 131 students of VIII grade Muhammadiyah junior high school in Ampel, Boyolali. The technique of data collection is simple ramdom sampling, which collec the data of self esteem scale, the interaction of peer group scale, dan self confidence scale. The analisys method uses the double analysis regression and chow test using the SPSS For window 16.6

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

1. Pengertian Penyesuaian Sosial ………………………………. 2. Aspek Penyesuaian Sosial …………………………………… 3. Bentuk Penyesuaian Sosial ………………………………….. 4. Faktor yang mempengaruhi Penyesuaian Sosial …………….. B. Interaksi Teman Sebaya ……………………………………………... 1. Pengertian Interaksi Teman Sebaya …………………………. 2. Aspek Interaksi Teman Sebaya ……………………………… 3. Faktor Interaksi Teman Sebaya ………………………………
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN  PERSEPSI TERHADAP PERILAKU DEVIASI SEKSUAL   Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dengan Persepsi Terhadap Perilaku Deviasi Seksual Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERSEPSI TERHADAP PERILAKU DEVIASI SEKSUAL Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dengan Persepsi Terhadap Perilaku Deviasi Seksual Pada Remaja.

Hasil analisis Product Moment diperoleh R sebesar 0,591 dengan p<0,01 yang berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara interaksi teman sebaya dengan persepsi terhadap perilaku deviasi seksual. Sumbangan efektif interaksi teman sebaya bagi persepsi terhadap perilaku deviasi seksual sebesar 34,9%. Hal ini berarti masih terdapat 65,1% faktor lain yang mempengaruhi persepsi terhadap perilaku deviasi seksual diluar variabel interaksi teman sebaya.

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENERIMAAN SOSIAL PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 9 YOGYAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENERIMAAN SOSIAL PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 9 YOGYAKARTA.

tanggal 27 Maret 2014, diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai permasalahan- permasalahan yang berkaitan dengan interaksi sosial teman sebaya dan penerimaan sosial antar siswa. permasalahan interaksi sosial teman sebaya pada siswa disebabkan oleh berbagai macam latar belakang siswa kelas X, seperti asal sekolah, asal daerah, status sosial ekonomi dan lain sebagainya. Pada kelas X khususnya sering dijumpai permasalahan interaksi sosial teman sebaya dilatar belakangi kelas X siswa baru beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan teman- teman barunya. Permasalahan tentang interaksi sosial teman sebaya telah mengakibatkan satu siswa kelas X keluar dari SMA Negeri 9 Yogyakarta. Dimulai dengan setelah tiga bulan sekolah siswa tidak mau berangkat sekolah lagi. Setelah mengadakan konseling individual pada siswa yang bersangkutan, diketahui bahwa siswa tersebut merasa tidak nyaman dengan lingkungan SMA Negeri 9 Yogyakarta. Lebih lanjut siswa menjelaskan bahwa dirinya tidak mampu menyesuaikan diri dengan teman barunya, susah berinteraksi dengan siswa lain, tidak berminat masuk SMA Negeri 9 Yogyakarta. Berdasarkan hasil konseling kelompok, diketahui bahwa menurut keterangan siswa lain dan hasil pengamatan guru BK, siswa tersebut memiliki sifat proteksi diri yang tinggi dan memiliki obsesi terlalu tinggi untuk menjadi pemimpin teman-temannya sehingga susah bergaul dengan siswa lainnya.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Interaksi Sosialdengan Konsep Diri pada Siswa Kelas X SMK Kanisius Ungaran Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 T1 132008064 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Interaksi Sosialdengan Konsep Diri pada Siswa Kelas X SMK Kanisius Ungaran Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 T1 132008064 BAB I

Penelitian yang dilakukan oleh Junian (2011) tentang hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar mahasiswa Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara interaksi sosial dan motivasi belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,238 dengan sig 0,034 (p < 0,05).

6 Baca lebih lajut

Hubungan antara Dukungan Teman Sebaya dan Orientasi Masa Depan Bidang Pendidikan pada Siswa Kelas Tiga di SMA "X" Cimahi.

Hubungan antara Dukungan Teman Sebaya dan Orientasi Masa Depan Bidang Pendidikan pada Siswa Kelas Tiga di SMA "X" Cimahi.

Setelah menentukan tujuan, menentukan langkah-langkah yang akan diambil, siswa melakukan evaluasi atas strategi-strategi yang disusun. Pada tahap terakhir ini siswa menilai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam usahanya membentuk orientasi masa depan pendidikan. Keyakinan diri untuk mencapai tujuannya tersebut memberikan kepercayaan diri, sehingga memberikan keyakinan dalam mencapai tujuan maupun melakukan perencanaan. Namun, rasa ketidak yakinan pada diri sendiri dapat memberikan keraguan pada diri siswa dalam mencapai tujuan maupun melakukan perencanaan. Rasa tidak yakin pada diri sendiri ini dapat menggiring siswa kembali menilai standar tujuan pendidikan yang ditentukan, maupun menilai kembali strategi perencanaan yang dibuat. Disini, dukungan informasi, penilaian, dukungan informasi dan instrumental dari teman sebaya turut berperan dalam mekanisme pembentukan orientasi masa depan pendidikan siswa.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

T1 802011069 Full text

T1 802011069 Full text

Hal ini menunjukkan kesenjangan konsep awal dimana seharusnya peran kelompok sebaya baik dalam menjalin hubungan dan interaksi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri. Akan tetapi dari fenomena yang terjadi, siswa masih belum sepenuhnya berhasil menyesuaikan diri meskipun mereka melakukan hubungan atau interaksi dengan teman/kelompok sebaya.Penelitian yang dilakukan oleh Rijalulhaq (2012), juga memperlihatkan konsep yang hampir sama dimana terdapat korelasi negatif antara peran teman sebaya dengan penyesuaian akademik mahasiswa. Penelitian tersebut menjelaskan bagaimana hubungan teman sebaya tidak begitu mempengaruhi penyesuaian akademik mahasiswa, dimana penyesuaian akademik merupakan keberhasilan seseorang menyesuaikan diriyang termasuk ke dalam salah satu aspek yaitu aspekperkembangan diri yang dikemukakan oleh Schneiders (1964).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA  DENGAN PENYESUIAN SOSIAL SISWA SMP N 2 SURAKARTA  Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUIAN SOSIAL SISWA SMP N 2 SURAKARTA Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

10 bungsu. Dengan perolehan penyesuaian sosial anak sulung tergolong rendah, penyesuaian sosial anak tengah tergolong sedang dan penyesuaian sosial anak bungsu tergolong tinggi. Menurut Roslina (2009) mengungkapkan anak sulung diasosiasikan sebagai anak yang cepat dewasa, berwibawa namun Anak sulung juga sering mendapatkan bantuan dari ibu dan orang dewasa, Sedangkan anak tengah cenderung mempunyai karakteristik cenderung berorientasi pada kelompok teman sebaya (peer group) yang membantunya menjadi populer dan mempunyai teman (Hurlock, 2004) dan sesuai hasil wawancara, anak bungsu cenderung memiliki kemauan yang tinggi agar sama ataupun sesuai dengan kakaknyadengan kata lain anak bungsu disini akan lebih berusaha menyesuaikan dirinya terhadap kondisi orang disekitarnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

Soekanto (2003) menjelaskan bahwa interaksi merupakan aktivitas- aktivitas dalam suatu pergaulan, berisikan harapan-harapan individu tentang apa yang sepantasnya dilakukan dalam hubungan sosial. Gerungan (2000) mendefinisikan interaksi sosial sebagai suatu hubungan antara dua individu atau lebih, termasuk didalamnya perilaku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Definisi tersebut memposisikan manusia sebagai subyek dan sebagai obyek dalam hubungan interpersonal sebab dalam suatu relasi tentunya harus ada proses saling member dan menerima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...