Top PDF Faktor-faktor internal yang mempengaruhi Kualitas audit (Studi Empiris Auditor Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta)

Faktor-faktor internal yang mempengaruhi Kualitas audit (Studi Empiris Auditor Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta)

Faktor-faktor internal yang mempengaruhi Kualitas audit (Studi Empiris Auditor Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta)

MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT (Studi Empiris Auditor Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta)”. Shalawat serta salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam semoga shalawat bersambung untuk keluarga beliau dan sahabat-sahabat beliau yang telah membawa kita ke zaman yang terang benderang dengan segala ilmu yang di sampaikan.

17 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT (PADA INSPEKTORAT DI PROVINSI SUMATERA UTARA).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT (PADA INSPEKTORAT DI PROVINSI SUMATERA UTARA).

Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian Damanik (2015). Perbedaannya adalah adanya penambahan dua variabel independen yaitu kompetensi dan independensi serta adanya perbedaan objek penelitian. Kompetensi dan independensi adalah dua faktor yang penting untuk diikutsertakan dalam meneliti kualitas audit. Pertama, apabila audit dilakukan oleh auditor yang kurang berkompeten maka probabilitas seorang auditor dapat menemukan dan melaporkan suatu penyelewengan dalam sistem akuntansi menjadi kurang maksimal. Kedua, jika auditor tidak independen, maka laporan audit yang dihasilkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan (Supriyono, 1988) dalam Efendy (2010).
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas audit internal dalam mewujudkan good corporate governance

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas audit internal dalam mewujudkan good corporate governance

Oleh karena itu, Audit Internal harus mengerti catatan keuangan dan Akuntansi sehingga dapat memverifikasi dan menganalisis dengan baik. Menurut Mahrisa Kusumamelati (2008) dalam penelitiannya audit internal yang kompeten dapat dilihat dari Sumber daya manusia yang dimiliki oleh audit internal merupakan orang-orang yang memiliki pengetahuan yang memadai dan pengalaman dibidang audit, Setiap orang yang menjadi seorang auditor internal diwajibkan untuk mengembangkan diri melalui peningkatan-peningkatan pengetahuan di bidang audit, akuntansi dan bidang-bidang lainnya yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Audit intern dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dituntut untuk selalu mempertahankan sikap independen karena setiap kali melaksanakan audit, audit internal berkewajiban untuk memberikan laporan mengenai pelaksanaan serta hasil auditnya kepada pimpinan dan audit internal tidak mudah dipengaruhi dan tidak dibenarkan memihak kepada kepentingan siapapun untuk mempertahankan kebebasan pendapatnya. Dan dari penelitian tersebut hasilnya kompetensi sangat berpengaruh terhadap efektivitas audit internal dalam mewujudkan Good Corporate Governance.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Pemoderasi Integritas terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit Internal

Pemoderasi Integritas terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit Internal

Kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia menjadi kasus yang menjadi perhatian oleh masyarakat. Wujud dari KKN tersebut yaitu penyelewengan wewenang, pungutan liar, uang pelicin, uang suap, sampai menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi yang banyak dilakukan oleh kebanyakan pejabat. Masyarakat menuntut penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari kasus KKN dengan sistem pengawasan internal yang lebih baik dan lebih ketat. Dengan adanya pengawasan yang baik, kebijakan yang telah disusun berjalan sesuai dengan rencana dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien (Wirasuasti et al., 2014). Dalam hal ini, profesi auditor pemerintah menjadi sorotan masyarakat dalam menjalankan tugasnya agar dapat dipercaya oleh publik. Salah satu tugas auditor adalah melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan pemerintah, namun pada kenyataannya masih banyak terdapat kasus KKN tersebut. Timbulnya permasalahan tersebut dikarenakan pelaksana yang bertanggung jawab lalai dan tidak cermat dalam menyajikan laporan keuangan dan sistem pengelolaan keuangan tidak sesuai dengan mekanisme keuangan yang berlaku (IHPS, BPK). Berdasarkan Laporan Ikhtisar BPK (2014) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto tahun 2013 ada 21 kasus kelemahan sistem pengendalian intern dan ada 16 kasus ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto TA 2013 tersebut, BPK menyatakan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer). Hal ini menunjukkan bahwa hasil audit yang dilakukan oleh aparat pengawasan intern pemerintah daerah belum menghasilkan kualitas audit yang baik
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HASIL AUDIT INSPEKTORAT DI PEMERINTAH KABUPATEN  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit Inspektorat Di Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HASIL AUDIT INSPEKTORAT DI PEMERINTAH KABUPATEN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit Inspektorat Di Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pada penelitian ini terdapat lima variabel, yang terdiri dari empat variabel independen, yaitu independensi, obyektifitas, pengalaman kerja, dan pengetahuan dan satu variabel dependen, yaitu kualitas hasil audit. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner secara langsung kepada PNS yang bekerja pada Inspektorat Kabupaten Karanganyar.

22 Baca lebih lajut

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur nomor 5 tahun 2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) menyatakan bahwa, auditor adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mempunyai jabatan fungsional auditor dan/atau pihak lain yang diberi tugas, wewenang, tanggung jawab dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang melaksanakan pengawasan pada instansi pemerintah untuk dan atas nama APIP. Selanjutnya menurut Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (2013) dalam Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia, pengertian auditor di atas mencakup Jabatan Fungsional Auditor (JFA) dan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (JFP2UPD) yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional bidang pengawasan di lingkungan APIP. Pemeriksaan yang dilakukan APIP terkadang menemui kendala dalam pelaksanaannya dimana adanya rasa kekeluargaan, kebersamaan dan pertimbangan manusiawi yang menonjol. Masalah lain yang dihadapi dalam peningkatan kualitas APIP adalah bagaimana meningkatkan sikap atau perilaku, kemampuan aparat pengawasan dalam melaksanakan pemeriksaan, sehingga pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan secara wajar, efektif dan efisien (Sukriah, dkk 2009). Prinsip – prinsip perilaku yang berlaku bagi auditor antara lain integritas, obyektifitas dan kompetensi. Integritas diperlukan agar auditor dapat bertindak jujur dan tegas dalam melaksanakan audit. Obyektifitas diperlukan agar auditor dapat bertindak adil tanpa dipengaruhi oleh tekanan atau permintaan pihak tertentu yang berkepentingan atas hasil audit serta kompetensi auditor didukung oleh pengetahuan, dan kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas (Sukriah, dkk 2009). Apabila aparat pemeriksa yang berada didalamnya mempunyai motivasi yang tinggi terhadap pengawasan pengelolaan keuangan daerah, maka pemeriksa yang berada pada inspektorat maupun inspektorat itu sendiri akan mendapatkan pengakuan yang baik dan kepercayaan yang tinggi terhadap badan/organisasi tersebut dari stakeholder (Wirasuasti, 2014).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HASIL AUDIT INTERNAL INSPEKTORAT DALAM KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus Pada Pemerintahan Kabupaten Sumenep)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HASIL AUDIT INTERNAL INSPEKTORAT DALAM KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus Pada Pemerintahan Kabupaten Sumenep)

Ainia Salsabila. 2011. Pengaruh Akuntabilitas, Pengetauhan Audit, dan Gender Terhadap Kualitas Hasil Kerja Auditor Internal (Studi Empiris Pada Inspektorat Wilayah Provinsi DKI Jakarta). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta

22 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit Di Lingkungan Pemerintah Daerah.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit Di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Audit pemerintahan merupakan salah satu elemen penting dalam penegakan good government. Namun demikian, praktiknya sering jauh dari yang diharapkan. Mardiasmo (2000) menjelaskan bahwa terdapat beberapa kelemahan dalam audit pemerintahan di Indonesia, di antaranya tidak tersedianya indikator kinerja yang memadai sebagai dasar pengukur kinerja pemerintahan baik pemerintah pusat maupun daerah dan hal tersebut umum dialami oleh organisasi publik karena output yang dihasilkan yang berupa pelayanan publik tidak mudah diukur. Dengan kata lain, ukuran kualitas audit masih menjadi perdebatan
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HASIL AUDIT INSPEKTORAT DI PEMERINTAH KABUPATEN  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit Inspektorat Di Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HASIL AUDIT INSPEKTORAT DI PEMERINTAH KABUPATEN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit Inspektorat Di Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh independensi, obyektifitas, pengalaman kerja dan pengetahuan terhadap kualitas hasil audit di pemerintah daerah dengan menggunakan analisis regresi berganda. Obyek penelitian ini adalah Inspektorat Kabupaten Karanganyar.

14 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA.

Menurut Mardiasmo (2009), terdapat tiga aspek utama yang mendukung terciptanya pemerintahan yang baik (good governance), yaitu pengawasan, pengendalian, dan pemeriksaan. Pengawasan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pihak di luar eksekutif, yaitu masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mengawasi kinerja pemerintahan. Pengendalian (control) adalah mekanisme yang dilakukan oleh eksekutif untuk menjamin bahwa sistem dan kebijakan manajemen dilaksanakan dengan baik sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Sedangkan pemeriksaan (audit) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pihak yang memiliki independensi dan memiliki kompetensi professional untuk memeriksa apakah hasil kinerja pemerintah telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Inspektorat daerah merupakan salah satu unit yang melakukan audit/pemeriksaan terhadap pemeriksaan daerah. Inspektorat daerah merupakan auditor internal pemerintah yang mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pengawasan umum pemerintah daerah dan tugas lain yang diberikan kepala daerah.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL PADA INSPEKTORAT DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL PADA INSPEKTORAT DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas audit internal pada Inspektorat di Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan dukungan manajemen, kualitas pekerjaan audit dan independensi auditor sebagai variabel independen dan variabel efektivitas audit internal sebagai variabel dependen.

19 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK KOTA  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Kota Surakarta Dan Semarang.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK KOTA Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Kota Surakarta Dan Semarang.

The result of this research find type of the independence, objectivity, knowledge, work experience, audit etic, and skepticism professional auditors are related significant influence with audit quality. While integrity isn’t relead significant influence with audit quality.

16 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit Ditinjau Dari Faktor Eksternal Dan Faktor Internal Auditor

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit Ditinjau Dari Faktor Eksternal Dan Faktor Internal Auditor

Comstock, (1994) dalam Martamin (2006) mengatakan supervisi merupakan proses yang berkelanjutan untuk mengawasi atau mengarahkan pekerjaan yang dimulai dengan perencanaan dan diakhiri dengan penyimpulan atas jalannya tugas. Seiring dengan perjalanan waktu, supervisi dikatakan sebagai proses yang dinamis. Pada awalnya, supervisi bersifat kaku atau otoriter. Jika seorang karyawan tidak bekerja seperti yang diperintahkan maka ia akan dihukum. Pada masa sekarang ini, supervisi diwarnai dengan gaya kepemimpinan partisipatif. Trempe et al, (1985) dalam Martamin (2006) mengatakan ketika pekerja merasakan bahwa supervisor berlaku adil dan kompeten serta yakin bahwa supervisor mempunyai niat baik dan sepenuh hati maka kepuasan akan cenderung meningkat atau naik. Sebaliknya, ketika pekerja memandang bahwa supervisor berlaku tidak adil, tidak kompeten atau mendorong motivasi pribadi maka kepuasan akan cenderung menurun. Penelitian Maulina, dkk (2010) tentang pengaruh tindakan supervisi terhadap penghentian prematur atas prosedur audit mendukung penelitian yang dilakukan oleh Setya (2008). Berdasarkan hasil analisis data bahwa terdapat hubungan negatif antara pelatihan dan tindakan supervisi pada penghentian prematur atas prosedur audit.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK KOTA  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Kota Surakarta Dan Semarang.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK KOTA Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Kota Surakarta Dan Semarang.

Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa independensi mempunyai pengaruh positif terhadap kualitas hasil audit. Independensi yang tinggi mencerminkan pemeriksaan auditor akan bebas dari usaha manajerial dalam menentukan kegiatan, maupun bekerjasama dan tidak mementingkan kepentingan pribadi serta dapat memberikan laporan yang independen berarti pelaporan yang tidak terpengaruh pihak lain, tidak menimbulkan multitafsir dan mengungkapkan sesuai dengan fakta. Sehingga semakin independen seorang auditor maka audit yang diberikannya semakin berkualitas. Jadi hipotesis pertama diterima.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit pada Kantor Akuntan Publik di Pekanbaru dan Padang

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit pada Kantor Akuntan Publik di Pekanbaru dan Padang

The purpose of this study was to examine the effect of responsiveness, ethics auditor, bussiness scale, and resources availability on audit quality and to examine the effect of work experience as a moderating the effect of responsiveness, ethics auditor, bussiness scale and resources availability on audit quality. The population in this study were all Public Accounting Firm were registered in IAPI (Institute of Public Accountants Indonesia) in Pekanbaru and Padang, which amounts to 16 (Sixteen) Public Accounting Firm. Samples determined using purposive sampling method. Methods of data collection in this study using questionnaires. While the method of data analysis and hypothesis testing using Structural Equation Model-Partial Least Square (PLS-SEM). The results showed that the responsiveness, ethics auditor, bussiness scale, and resources availability significantly affect the audit quality. Responsiveness and ethics auditor are moderated by work experience significantly affect the audit quality. While the bussiness scale and resources availability are moderated by work experience do not significantly affect the audit quality. R2 value equal to 0.954, which means 95.4% of the independent variables in this study could affect the dependent variable, while the remaining 4.6% is explained by other variables that are not included in this study.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit Delay

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit Delay

Pengujian hipotesis 1 dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara ukuran perusahaan terhadap audit delay. Dalam tabel regresi diperoleh nilai t untuk variabel ukuran perusahaan sebesar 3,923 dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka hipotesa diterima. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 1 dapat membuktikan bahwa hipotesis 1 dapat membuktikan bahwa hipotesis mendukung hubungan positif dan signifikan antara ukuran perusahaan dengan audit delay. Hasil dari pengujian ini konsisten dengan Givoli dan Palmon (1982) (dalam Prabandi dan Rustiana, 2007), dalam penelitiannya menemukan adanya hubungan antara Ukuran Perusahaan, kompleksitas perusahaan dan kualitas pengendalian internal dengan audit delay. Ukuran perusahaan merupakan fungsi dari kecepatan pelaporan keuangan karena semakin besar suatu perusahaan maka perusahaan akan melaporkan hasil laporan keuangan yang telah diaudit semakin cepat karena perusahaan memiliki banyak sumber informasi dan memiliki system pengendalian internal perusahaan yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan yang memudahkan auditor dalam melakukan audit laporan keuangan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA.

Menurut Badriyah (2009) dimana hasil temuannya adalah bahwa secara organisatoris, Inspektorat kurang memiliki kemandirian untuk menyampaikan laporan secara wajar dan obyektif. Lebih lanjut dijelaskan bahwa hal ini karena pemerintah daerah belum menetapkan Peraturan Daerah yang secara jelas menetapkan mandat, tujuan, tugas-tugas dan tanggungjawab audit Inspektorat. Hal ini juga disebabkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan peran Inspektorat Provinsi, Kabupaten, Kota belum maksimal.

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects