Top PDF Irak Dan Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Pasca Peristiwa 11 September 2001

Irak Dan Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Pasca Peristiwa 11 September 2001

Irak Dan Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Pasca Peristiwa 11 September 2001

Kedua, menggempur Irak atas nama memerangi terorisme yang didengungkan Gedung Putih juga tidak dapat diterima begitu saja. Tuduhan Washington bahwa Baghdad memiliki hubungan dengan Al-Qaeda, organisasi yang sangat ditakuti oleh AS, sangat tak masuk akal. Disatu sisi Al-Qaeda adalah organisasi yang ingin menggulingkan pemerintahan berpaham liberal ataupun sekuler. Sementara partai Baath pimpinan Saddam Husein tidak memiliki paham fundamentalisme seperti halnya A1- Qaeda. Bahkan rezim Saddam sendiri termasuk yang harus dihancurkan oleh A1Qaeda, karena berseberangan paham dengan A1-Qaeda. Oleh karenanya, selain pemerintah AS tidak punya bukti kuat tentang hubungan A1-Qaeda dengan Irak, baik Osama bin Laden maupun Presiden Irak Saddam Husein jelas tidak mungkin melakukan kerjasama. Apalagi, ketika Irak menduduki Kuwait 2 Agustus 1990, Osama justru menawarkan diri kepada Raja Fahad (Arab Saudi) untuk mengirim veteran Arab-Afgan untuk membantu Kuwait mengusir pasukan Saddam.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP PROGRAM NUKLIR INDIA ERA GEORGE W. BUSH PASCA TRAGEDI 11 SEPTEMBER 2001

PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP PROGRAM NUKLIR INDIA ERA GEORGE W. BUSH PASCA TRAGEDI 11 SEPTEMBER 2001

Di tingkat internal, parlemen India dan Kongres Amerika Serikat pun sempat mempermasalahkan perjanjian tersebut. Kubu sayap kiri India berkeyakinan bahwa perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat bisa menancapkan hegemoni Washington di New Delhi dan mengancam kebebasan politik India. Sementara di dalam Kongres Amerika Serikat, mayoritas mempersoalkan status Negara India yang bukan anggota NPT (Non Poliferation Treaty) dan mencemaskan kemungkinan keputusan Presiden Bush mengenai persetujuan kerjasama nuklir dengan India ditentang oleh berbagai kalangan baik dikalangan di kongres Amerika Serikat maupun dari berbagai negara.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Pengaruh American Israel Public Affairs Committee(AIPAC) dalam kebijakan luar negeri amerika serikat terhadap invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003

Pengaruh American Israel Public Affairs Committee(AIPAC) dalam kebijakan luar negeri amerika serikat terhadap invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003

Dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Bush di Camp David pada tanggal 15 September 2001, Paul Wolfowitz menganjurkan untuk menyerang Irak sebelum Afghanistan. 200 Namun anjuran itu ditolak oleh Presiden Bush, sebagai gantinya dia menyerang Afghanistan. Pada tanggal 3 April 2003 kelompok Neokonservatif melakukan desakan kepada Presiden Bush melalui surat terbuka yang berisikan keteguhan Bush dalam mendukung pemerintah Israel yang sedang gencar melakukan upaya-upaya memerangi terorisme. 201 Terorisme yang dimaksud adalah negara-negara musuh Israel, yaitu Irak. Oleh sebab itu para penulis mendesak Presiden Bush agar mempercepat rencana penggulingan Saddam Hussein dengan cara peperangan. Surat yang ditujukan kepada Presiden Bush ditandatangani oleh Kenneth Adelman, William Bennett, Linda Chavez, Elliot Cohen, Midge Decter, Frank Grafney, Reul Marc Gerech, Donald Kagan, Robert Kagan, William Kristol, Joshua Muravchik, Martin Peretz, Richard Perle, Daniel Pipes, Norman Podhoretz, dan James Woolsey. 202
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

PEMAKNAAN SIMBOL-SIMBOL AGAMA DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI GEORGE WALKER BUSH PASCA SERANGAN 11 SEPTEMBER 2001.

PEMAKNAAN SIMBOL-SIMBOL AGAMA DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI GEORGE WALKER BUSH PASCA SERANGAN 11 SEPTEMBER 2001.

Karya ilmiah ini didasari oleh konsep benturan peradaban yang disampaikan oleh Samuel P. Huntington bahwa konflik di masa depan akan diwarnai oleh perbedaan peradaban. Pandangan ini kemudian dikelola dengan menggunakan paradigma konstruktivisme yang memandang bahwa tidak ada tindakan yang terjadi secara alamiah. Dalam hal ini dapat diasumsikan bahwa penggunaan simbol agama dalam kebijakan Bush bukan hanya sebuah peristiwa alamiah, namun suatu ide yang dibangun untuk tujuan tertentu. Penulis memecha simbol simbol agama tersebut menggunakan analisa pemahaman interpretasi yang memungkinkan hasil penelitian ini sedikit banyak tidak lepas dari emosi dan interpretasi penulis sendiri.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepentingan Minyak Pada Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Dalam Invasi Irak Tahun 2003

Pengaruh Kepentingan Minyak Pada Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Dalam Invasi Irak Tahun 2003

Terjadinya Tragedi 9/11 akan mempermudah bagi Presiden George W. Bush untuk menjalankan ambisinya menggulingkan Saddam Hussein serta mengganti sistem pemerintahannya menjadi sistem yang lebih demokratis, sehingga mempermudah AS untuk menguasai Irak. Paling tidak, ada enam faktor yang memotivasi Presiden Bush di balik ambisi perangnya. 110 Pertama, Presiden Bush menggunakan isu perang Irak untuk menutupi berbagai ketidakberhasilannya dalam mengatasi persoalan sosial-ekonomi di dalam negerinya sendiri. Ke dua, keinginan Presiden Bush untuk melampiaskan dendam keluarganya terhadap Saddam. Ke tiga, Presiden Bush ingin menutupi kegagalannya dalam memburu Osama bin Laden dan Mullah Umar di Afganistan. Ke empat, terinspirasi oleh keberhasilannya dalam menghancurkan rezim Taliban dan menciptakan rezim boneka di Afganistan, Presiden Bush berusaha melakukan hal yang sama di Irak yakni mendirikan rezim boneka di Irak yang dapat didikte oleh Washington dengan tujuan, tidak lain, untuk menguasai minyak Irak. Ke lima, seperti dalam kasus kampanye anti-terorisme yang dikembangkan AS pasca- Tragedi 11 September 2001, dalam kasus Irak pun tampak jelas kuatnya pengaruh faksi garis keras di lingkaran elite politik Gedung Putih yang selalu mengedepankan pendekatan pragmatis dan sangat militeristis. Ke enam, selain
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Pengaruh kepentingan minyak pada kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam invasi Irak Tahun 2003

Pengaruh kepentingan minyak pada kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam invasi Irak Tahun 2003

Terjadinya Tragedi 9/11 akan mempermudah bagi Presiden George W. Bush untuk menjalankan ambisinya menggulingkan Saddam Hussein serta mengganti sistem pemerintahannya menjadi sistem yang lebih demokratis, sehingga mempermudah AS untuk menguasai Irak. Paling tidak, ada enam faktor yang memotivasi Presiden Bush di balik ambisi perangnya. 110 Pertama, Presiden Bush menggunakan isu perang Irak untuk menutupi berbagai ketidakberhasilannya dalam mengatasi persoalan sosial-ekonomi di dalam negerinya sendiri. Ke dua, keinginan Presiden Bush untuk melampiaskan dendam keluarganya terhadap Saddam. Ke tiga, Presiden Bush ingin menutupi kegagalannya dalam memburu Osama bin Laden dan Mullah Umar di Afganistan. Ke empat, terinspirasi oleh keberhasilannya dalam menghancurkan rezim Taliban dan menciptakan rezim boneka di Afganistan, Presiden Bush berusaha melakukan hal yang sama di Irak yakni mendirikan rezim boneka di Irak yang dapat didikte oleh Washington dengan tujuan, tidak lain, untuk menguasai minyak Irak. Ke lima, seperti dalam kasus kampanye anti-terorisme yang dikembangkan AS pasca- Tragedi 11 September 2001, dalam kasus Irak pun tampak jelas kuatnya pengaruh faksi garis keras di lingkaran elite politik Gedung Putih yang selalu mengedepankan pendekatan pragmatis dan sangat militeristis. Ke enam, selain
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN PEMERINTAH PERANCIS TERHADAP MUSLIM DI PERANCIS PASCA 11 SEPTEMBER 2001

KEBIJAKAN PEMERINTAH PERANCIS TERHADAP MUSLIM DI PERANCIS PASCA 11 SEPTEMBER 2001

Seperti halnya di Inggris, laporan tahunan tentang HAM yang berjudul Country Reports on Human Rights Practices yang dirilis Amerika Serikat yang berisi berbagai macam gambaran suram diskriminasi terhadap Muslim yang terjadi di negara-negara Eropa pada 2009. Laporan ini juga memberitakan Inggris karena Negara itu dinilai telah melanggar HAM kaum minoritas Muslim. Selain itu, laporan tersebut juga mengungkapkan adanya pelecehan terhadap anggota komunitas Muslim Arab, terutama para imigran yang berasal dari Afrika Utara. Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Demokrasi, HAM, dan Buruh, Michael Posner mengatakan bahwa serangan terhadap umat Muslim ataupun harta mereka juga terjadi di Inggris. Terdapat banyak insiden kekerasan terhadap individu dan properti serta sejumlah aksi unjuk rasa dan pertemuan umum yang mengandung pesan-pesan anti-Muslim 4 .
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

DAMPAK PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEHIDUPAN PEMELUK AGAMA ISLAM DI AMERIKA SERIKAT (2001-2011).

DAMPAK PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEHIDUPAN PEMELUK AGAMA ISLAM DI AMERIKA SERIKAT (2001-2011).

dengan kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, dan buku-buku yang berkaitan dengan kebijakan politik Amerika Serikat terhadap pemeluk agama Islam pasca peristiwa 11 September 2001. Selain mengunjungi perpustakaan, penulis juga mencari sumber di beberapa toko buku di kota Bandung seperti Palasari, Gramedia, Togamas, dan Dewi Sartika. Penulis juga menggunakan buku-buku koleksi pribadi seperti diantaranya Membedah Islam di Barat Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman karya Alwi Shihab, Seruan Adzan dari Puing WTC karya Imam Feisal Abdul Rauf, Art of Deception: Mereka Menipu Dunia Jerry D. Gray, Jejak-jejak Nyata Amerika Mengonok-obok Wajah Dunia, karya Moh. Zaenudin, Demokrasi Barar Ala Amerika karya Jerry D. Gray, Islam yang Paling Toleran, karya Ala Abu Bakar, serta buku-buku lainnya yang relevan dan dapat menunjang penulisan skripsi ini.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN SELF DEFENSE KOREA UTARA DALAM UPAYA MENGANTISIPASI INVASI MILITER AMERIKA SERIKAT PASCA PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001

KEBIJAKAN SELF DEFENSE KOREA UTARA DALAM UPAYA MENGANTISIPASI INVASI MILITER AMERIKA SERIKAT PASCA PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul Kebijakan Self Defense Korea Utara Dalam Upaya Mengantisipasi Invasi Militer Amerika Serikat Pasca Peristiwa 11 September 2001 ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Karya ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam menulis karya ini, penulis mengangkat fenomena yang terjadi di Asia Timur Laut, khususnya di Semenanjung Korea. Perilaku Korea Utara yang saat ini tengah mengembangkan program senjata nuklir sebagai sarana melakukan pertahanan diri dari ancaman Amerika Serikat sangat menarik untuk ditulis karena konfrontasi kedua negara yang tidak kunjung selesai semenjak Perang Korea yang terjadi pada tahun 1950.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PENGARUH 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT KE INDONESIA DALAM WAR on TERRORISM

PENGARUH 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT KE INDONESIA DALAM WAR on TERRORISM

Terrorist attacks 11 September 2001 led to a paradigm change in security and national threats to the United States, and makes the issue of international terrorism as a major foreign policy the United States to build cooperation with other countries. United States cooperation with Indonesia are in the form of military training and exchange of intelligence information. Research methods that researchers used in this study is Eksplanatif, and the results of this study is the influence of the foreign policy of the United States in Indonesia is to issue lists of international terrorist organizations and provide assistance cooperation, as a first step the United States to open cooperation with Indonesia in eradication of terrorism. This we can see from the aid given the United States to Indonesia in the form of military training and
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

FAKTOR KONTINUITAS POLITIK LUAR NEGERI MESIR TERHADAP AMERIKA SERIKAT PASCA REVOLUSI 2011

FAKTOR KONTINUITAS POLITIK LUAR NEGERI MESIR TERHADAP AMERIKA SERIKAT PASCA REVOLUSI 2011

Berangkat dari pembahasan yang telah dipaparkan diatas, dapat disimpulkan bahwa tidak berubahnya politik luar negeri Mesir terhadap Amerika Serikat pasca revolusi 2011, terutama pada masa Muhammad Mursi, dipengaruhi oleh struktur internasional yang bersifat bipolar pada masa Perang Dingin, dimana struktur tersebut membuat Mesir hanya memiliki pilihan untuk berpihak pada AS atau Uni Soviet. Meskipun pada masa Nasser, Mesir cenderung berpihak pada Uni Soviet, sejak masa Anwar Sadat Mesir mengubah arah kebijakannya untuk lebih berpihak pada AS. Hal ini terlihat dari kesediaan Mesir untuk tidak lagi bersikap agresif terhadap Israel yang sekaligus memposisikan Mesir sebagai negara penyangga perdamaian di kawasan Timur Tengah. Sikap Mesir tersebut mendapatkan reward dari AS yang sejak perjanjian Camp David 1979, terus memberikan bantuan dana militer dan ekonomi kepada Mesir. Hubungan baik Mesir-AS menjadi semakin erat pada masa pemerintahan Husni Mubarak. Ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari berubahnya struktur internasional dari bipolar menjadi unipolar pada awal 1990-an, yang menjadikan AS sebagai satu-satunya negara adidaya. Hal tersebut memungkinkan AS untuk secara leluasa memainkan perannya di Timur Tengah dengan tetap menjaga Mesir untuk tetap berada pada posisi sebagai negara penyangga perdamaian di kawasan.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

INTERVENSI AMERIKA SERIKAT PADA SEKTOR EKONOMI & POLITIK DALAM PEMERINTAHAN SEMENTARA IRAK PASCA SADDAM HUSSEIN

INTERVENSI AMERIKA SERIKAT PADA SEKTOR EKONOMI & POLITIK DALAM PEMERINTAHAN SEMENTARA IRAK PASCA SADDAM HUSSEIN

Pada  intervensi  AS  di  Irak  dalam  bidang  ekonomi  dan  politik  merupakan  salah  satu  tujuan  AS  untuk  menguasai  negara  Irak  yang  kaya  akan  sumber  daya  alamnya berupa minyak, dengan adanya intervensi dari AS ke Irak, maka secara tidak  langsung  AS  turut  campur  dalam  bidang  ekonomi  di  Negara  Irak,  terutama  dalam  penguasaan  minyak  Irak,  dimana  pada  masa  kekuasaan  Saddam  Hussein,  AS  sulit  mengintervensi minyak Irak, karena Saddam sangat tidak menyukai turut campurnya  tangan  asing  (AS)  di  Negara  Irak,  dan  intervensi  AS  yang  lain  juga  terdapat  pada 
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KEBIJAKAN EKONOMI DAN KOMUNIKASI KUBA TERHADAP AMERIKA SERIKAT DI ERA KEPEMIMPINAN RAUL CASTRO Changes in Cuba Economic and Communication Policy Towards United States in Raul Castro’s era Nurinayah 20130510293 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

PERUBAHAN KEBIJAKAN EKONOMI DAN KOMUNIKASI KUBA TERHADAP AMERIKA SERIKAT DI ERA KEPEMIMPINAN RAUL CASTRO Changes in Cuba Economic and Communication Policy Towards United States in Raul Castro’s era Nurinayah 20130510293 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Castro memiliki pandangan yang berbeda mengenai metode dan orientasi Politik Luar Negeri Kuba. Jika sebelumnya Fidel Castro mengarahkan Politik Luar Negeri Kubayang sangat ketat dalam menentukan kawan dan lawan Kuba, menggunakan kekuatan militer high politics serta sarat akan kebijakan - kebijakan konfrontatif tertutama dengan Amerika Serikat. Raul Castro memiliki pandangan yang cenderung berbeda, hal ini telah ditunjukan oleh Raul Castro sejak menjabat menjadi Menteri Pertahanan Kuba. Raul Castro telah menunjukan sikapnya yang terbuka dan pragmatis akan ekonomi dan komunikasi bagi Kuba(Daniel P. Erikson, 2010, p. 390).Kepentingan Rakyat Kuba akan akses ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari mereka menjadi tujuan utama Raul Castro.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Politik Luar Negeri Amerika Serikat

2.4 Hubungan AS-Kuba saat ini ( Akhir-Akhir Permusuhan AS-Kuba) Salah satu peristiwa bersejarah dalam hubungan Amerika Serikat dan Kuba terjadi dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi KTT Amerika di Panama City Jumat malam lalu Di tengah acara yang dihadiri para kepala negara dari Amerika Latin itu Presiden AS Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro bertemu dan berjabat tangan Simbolisasi dari pemulihan hubungan dua negara ini memantik pujian dari para pemimpin kawasan itu yang dalam beberapa tahun terakhir menyeru perubahan (http://koran.tempo.co ).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kebijakan Politik Luar Negeri Amerika Se

Kebijakan Politik Luar Negeri Amerika Se

Pada akhirnya “War on Terrorism”, menjadi instrumen AS untuk dapat menghadirkan kekuatan militernya diluar teritorialnya. Khususnya bagi Asia Tenggara, indikasi menjadi “second front” dari perang melawan terorisme semakin terlihat jelas. AS telah menempatkan Asia Tenggara menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan luar negeri-nya setelah sekian lama kawasan ini menghilang dari layar radar AS. Sebagai kawasan dengan tingkat prioritas

12 Baca lebih lajut

Proses Pembuatan Kebijakan Luar Negeri A

Proses Pembuatan Kebijakan Luar Negeri A

‘a friend to the Afghan people’ and ‘an enemy of those who aid terrorists’; ‘the only way to pursue peace is to pursue those who threaten it’. And once more, the ultimate either/or was issued: ‘Every nation has a choice to make. In this conflict there is no neutral ground”. Inti kata-kata dari Presiden George W.Bush di Afghanistan terdapat camp pelatihan teroris Al- Qaeda yang menjadikan reputasi Afghanistan menjadi buruk di mata dunia, ini menjadi indikasi terhadap tragedi penyerangan 9/11 sehingga militer Amerika Serikat dikerahkan untuk memerangi kelompok teroris tersebut 108 . Kepentingan bagi individu maupun negara
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Irak Korban Invasi Amerika Serikat Tahun 2003

Irak Korban Invasi Amerika Serikat Tahun 2003

Maret 2003 setelah jalan diplomasi mengalami jalan buntu AS mengultimatum Saddam beserta keluarganya untuk meninggalkan Irak dalam waktu 48 jam atau AS akan menginvasi Irak. Menanggapi ultimatum tersebut Saddam tetap pada pendiriannya yaitu tidak akan meninggalkan Irak. Bahkan Saddam mulai mengkoordinasi pasukannya dan menjanjikan perang kota kepada pasukan AS dan sekutunya.

12 Baca lebih lajut

182002468 Pengertian Hubungan Internasional Politik Internasional dan Politik Luar Negeri docx

182002468 Pengertian Hubungan Internasional Politik Internasional dan Politik Luar Negeri docx

menetapkan politik luar negeri berupa Global War on Terrorism (GWOT). Dalam politik luar negeri tersebut, pemerintahan Amerika Serikat menetapkan kebijakan keamanan “ekstra ketat” di dalam negeri, menseleksi ketat orang asing yang masuk ke negaranya, membangun teknologi militer anti teror, menekan parlemen untuk memberi anggaran lebih besar pada bidang keamanan, dan menjalin hubungan dengan negara lain yang “sepaham” dengan politik luar negeri anti terorisme tersebut, menekan negara-negara lain yang tidak sepaham untuk mau mendukung politik luar negeri Amerika Serikat, bahkan mencap negara-negara seperti Iran, Korea Utara, dan Kuba sebagai “poros jahat” (rogue state) akibat mereka dicurigai menghambat politik luar negeri Amerika Serikat itu. Namun, Politik Luar Negeri hanya menganalisa apa-apa yang ditetapkan suatu negara terhadap lingkungan ‘luarnya.’ Ia tidak ingin masuk lebih dalam lagi guna membahas apa saja reaksi lingkungan (atau negara) ‘luar’ terhadap suatu negara yang memberlakukan Politik Luar Negeri. Reaksi tersebut meliputi interakisi antar negara di luar Amerika Serikat, sebagai contoh, dalam menanggapi politik luar negeri Global War on Terrorism. Apakah mereka satu sama lain saling mendukung, netral, atau bahkan
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Politik Luar Negeri Amerika Serikat terh

Politik Luar Negeri Amerika Serikat terh

Amerika Serikat merupakan negara yang dikenal sebagai super power dalam politik internasional. Salah satu tanggung jawab negara yang memiliki power yang sangat kuat dalam politik internasional adalah menjaga keamanan dan perdamaian dunia, sesuai dengan misi PBB. Amerika Serikat percaya bahwa salah satu cara menjaga perdamaian adalah dengan menyebarkan nilai-nilai demokratis di seluruh dunia. Sementara itu, tidak semua negara di dunia ini menerapkan sistem pemerintahan yang demokratis, terutama negara-negara di kawasan regional Timur Tengah.

4 Baca lebih lajut

Pemilihan Presiden Tahun 2016 dan Politik Luar Negeri Amerika Serikat | Yuliantoro | Jurnal Hubungan Internasional 2228 8172 1 PB

Pemilihan Presiden Tahun 2016 dan Politik Luar Negeri Amerika Serikat | Yuliantoro | Jurnal Hubungan Internasional 2228 8172 1 PB

Yang pertama kali akan dilakukan Trump dalam menghadapi persoalan politik luar negeri adalah membangun kembali kekuatan militer dan mengembalikan kebebasan sistem finansial negara. Salah satu koreksi dari Trump mengenai restrukturisasi pengeluaran dalam sektor militer mengarah pada peran AS yang ikut andil untuk perlindungan Eropa melalui North Atlantic Treaty Organization (NATO). NATO merupakan salah satu pakta pertahanan paling efektif setelah usainya Perang Dingin dan bertujuan untuk meredam kekuatan Soviet/Rusia. Di dalam pakta pertahanan ini Amerika Serikat menjadi kontributor dana langsung terbesar, yaitu sekitar 22% dari keseluruhan pendanaan (Kessler, 2016). Trump mengatakan pembahasan baru akan diadakan bersama dengan sekutu-sekutu AS di NATO demi
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...