Top PDF Itraf dalam al-qur’an (Studi Komparatif Terhadap Penafsiran Quraish Shihab dan At Thabari dalam Surat Al Isra ayat 16)

BAB I PENDAHULUAN. al-qur an Hadits berasal dari al-qur an dan Hadits. al-qur an berasal

BAB I PENDAHULUAN. al-qur an Hadits berasal dari al-qur an dan Hadits. al-qur an berasal

al-Qur’an Hadits berasal dari al-Qur’an dan Hadits. al-Qur’an berasal dari kata ﻦــﺋ اﺮـــﻘﻟا (al-Qara’in) jamak dari ﺔـــﻨ ﺮــﻗ (qarinah) yang berarti indikator (petunjuk). 1 al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir melalui Malaikat Jibril yang tertulis dalam mushaf dan sampai kepada kita dengan jalan tawatur, sebagai pedoman hidup manusia dan membacanya merupakan ibadah yang diawali dengan surat al- Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. Hadits atau al-Hadits menurut bahasa berarti al-Jadid (sesuatu yang baru), lawan kata dari al-qadim (sesuatu yang lama). Kata hadits juga berarti al-Khabar (berita), yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain. 2
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

menghafal Al Qur an dengan menggunakan metode Yanbu a? dan menghafal Al-Qur an dengan metode Yanbu a?

menghafal Al Qur an dengan menggunakan metode Yanbu a? dan menghafal Al-Qur an dengan metode Yanbu a?

SMP Islam Al Azhaar terletak di desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Tepatnya, terletak di Jl. Pahlawan III / 40dan disekitar perumahan warga. Meskipun letaknya didalam namun lokasi SMP Islam Al Azhaar mudah dicari karena ada penunjuk arah ketika memasuki gang.

47 Baca lebih lajut

BAB II KESOMBONGAN DALAM AL-QUR AN DAN PEMAKNAANNYA Ayat- Ayat Sombong dalam Al-Qur an dan Pemaknaannya

BAB II KESOMBONGAN DALAM AL-QUR AN DAN PEMAKNAANNYA Ayat- Ayat Sombong dalam Al-Qur an dan Pemaknaannya

Untuk lebih detailnya, ayat-ayat sombong dalam Al-Qur’an yang secara keseluruhan tersebar dalam tiga puluh empat surat dari seratus empat belas surat, keseluruhan surat Al-Qur’an harus dipetakan sesuai dengan ketegorisasi Makiyah dan Madaniyah. Hal ini penting untuk melihat evolusi perkembangan pemaknaan sombong dalam Islam di Makkah dan Madinah, serta untuk melihat sebagaimana seterusnya konsep sombong secara aplikatif dalam Al-Qur’an pada lingkungan masyarakat metropoli modern.

31 Baca lebih lajut

BAB V PEMBAHASAN. Al-Qur an Hadits Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur an Siswa

BAB V PEMBAHASAN. Al-Qur an Hadits Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur an Siswa

Dalam suatu strategi pembelajaran tentu membutuhkan metode pembelajaran untuk membantu guru dalam mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. Oleh sebab itu guru Al-Qur’an Hadits menggunakan beberapa metode dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Metode-metode yang akan digunakan guru Al-Qur’an Hadits dalam mengajar Al-Qur’an Hadits yaitu metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, latihan (drill), pemberian tugas dan tutor sebaya. Guru Al-Qur’an Hadits menggunakan metode tersebut dengan pertimbangan agar siswa lebih mudah menerima pelajaran serta dapat mengetahui hukum bacaan atau ilmu tajwid, menulis serta mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PARADIGMA PENAFSIRAN AL-QUR AN (Studi Buku Tafsir al-qur an di Medsos Karya Nadirsyah Hosen)

PARADIGMA PENAFSIRAN AL-QUR AN (Studi Buku Tafsir al-qur an di Medsos Karya Nadirsyah Hosen)

media. Media apapun yang digunakan dalam tafsir, tidaklah masalah. Dimasa digital seperti saat ini, media tafsir selain menggunakan kitab- kitab tradisional seperti hadis maupun al-Qur’an, sekarang juga bisa melaui bahasa jurnalistik, radio, koran, media sosial, bahasa lokal atau kedaerahan, dan sebagainya yang substansinya merujuk kepada nilai- nilai dasar yang tertuang dalam al-Qur’an. Dengan demikian, tafsir tidak lagi kaku, namun justru sebaliknya fleksibilitas isi kandungan bisa difahami secara operasional serta dimiliki oleh siapa saja, sehingga kepemilikan terhadap al-Qur’an semakin kuat. Kedua, dari segi pesan al- Qur’an, seorang mufassir dalam menyampaikan pesan al-Qur’an tidak boleh mengabaikan empat hal, yaitu pertama, menafsirkan al-Qur’an berbasis nilai-nilai kewahyuan harus tetap disinggung (nubuwwah) didalamnya, baik al-Qur’an maupun hadis, Kedua, isi pesan itu memiliki kemampuan untuk membebaskan manusia dari cengkraman hawa nafsu (risa>lah), serta tidak keluar dari koridor nilai-nilai kewahyuan/ nubuwwah yang harus disampaikan oleh banyak orang. Ketiga, Tabligh yaitu sampainya informasi tentang nubuwwah dan risalah menjadi milik banyak orang. Keempat, Nilai-nilai dakwah, yaitu menyampaikan pesan-pesan kewahyuan dimana isi berita itu ada nuansa membebaskan seseorang, kemudian senantiasa memiliki dan termotivasi untuk berbuat kebaikan, baik secara individu maupun kelompok.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Al-Qur an dalam Konteks Masyarakat Jogjakarta Oleh: Ainurrofiq Dawam* Kata kunci: al-qur an, perspektif, masyarakat

Al-Qur an dalam Konteks Masyarakat Jogjakarta Oleh: Ainurrofiq Dawam* Kata kunci: al-qur an, perspektif, masyarakat

Al-Qur’an dalam perspektif sosial-ideologis dapat dikemukakan beberapa hal berikut. Pertama, di era informasi, ideologi masyarakat yang banyak dianut oleh sebagian besar tokoh di berbagai bidang adalah ideologi kapitalisme. Ideologi ini bermuara pada siapa yang memiliki modal dialah yang berkesempatan untuk memimpin dunia. Di pihak lain, siapa yang tidak memiliki modal dia akan dikuasai oleh pihak lain. Dalam kaitannya dengan al-Qur’an dengan ideologinya sendiri yaitu ideologi normatif, dengan sendirinya muncul kondisi dilematis bagi umat Islam. Di satu sisi, umat Islam telah digempur dengan ideologi kapitalis yang ini ternyata sudah melanda sebagian besar umat Islam khususnya para agen kapitalis baik di bidang akademik, sosial, politik, bahkan agama. Di sisi lain, al-Qur’an sebagai sumber ajaran, umat Islam harus menerima ideologi normatif yang hanya berbicara salah benar dan halal haram. Implikasinya adalah munculnya keraguan dan kegamangan yang luar biasa dalam diri umat. Inilah yang sering diungkapkan dengan kata-kata “umat Islam berada di persimpangan jalan”. Kedua, berkaitan dengan yang pertama, ideologi yang dominan adalah ideologi kapitalis, maka peminggiran ideologi normatif yang cenderung kaku tidak bisa terelakkan. Peminggiran ideologi normatif ini berlangsung bukan hanya bersifat eksternal yang datangnya dari luar umat Islam, akan tetapi juga bersifat internal yang justru datangnya dari umat Islam sendiri. Dengan demikian, peminggiran ideologi normatif telah berlangsung dalam skala global dan bersifat massif bahkan didukung dengan adanya sinergisitas antara pihak luar dan pihak dalam umat Islam sendiri. Ketiga, kegamangan dan keraguan umat Islam dalam menerima idelogi normatif merupakan hasil yang luar biasa dari infiltrasi pengaruh ideologi kapitalis. Saat ini jarang sekali umat Islam sendiri yang lebih mengedepankan nilai-nilai spiritual, nilai-nilai transendental, dan nilai-nilai humanisme dalam realitas kehidupannya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. mata pelajaran, yaitu: Al-Qur an-hadis, Akidah-Akhlak, Al Qur an

BAB I PENDAHULUAN. mata pelajaran, yaitu: Al-Qur an-hadis, Akidah-Akhlak, Al Qur an

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah yang terdiri atas empat mata pelajaran tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Al-Qur’an-hadis, menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

7 Baca lebih lajut

TAHSIN TILAWAH AL-QUR AN

TAHSIN TILAWAH AL-QUR AN

Waqof artinya berhenti di suatu kata ketika membaca Al-Qur’an baik di akhir ayat maupun di tengah ayat dan disertai dengan mengambil nafas. Seorang yang membaca Al-Qur’an perlu mengetahui tentang waqof, agar bacaan Al-Qur’annya bagus dan benar. Allah q berfirman;

66 Baca lebih lajut

BAB V PEMBAHASAN. A. Tujuan Pembelajaran Terjemah Al-Qur an pada Pendidikan Dasar Islam. Qur an akan lebih memudahkan menghafalkan al-qur an.

BAB V PEMBAHASAN. A. Tujuan Pembelajaran Terjemah Al-Qur an pada Pendidikan Dasar Islam. Qur an akan lebih memudahkan menghafalkan al-qur an.

Dalam memulai belajar terjemah al-Qur’an di kedua situs terjadi perbedaan, di SD Muhammadiyah nganjuk di mulai dari Juz 30 dan Pondok pesantren Safinda Surabaya dimulai dari Juz 1. Perbedaan ini disebabkan karena penekanan tujuan pembelajaran terjemah al-Qur’an di SD Muhammadiyah Nganjuk kecuali untuk memberikan kemampuan dasar memahami al-Qur’an, juga untuk pembelajaran sholat dan memahami bacaan- bacaan dalam sholat. Juz 30 langsung bisa diterapkan dalam bacaan sholat dalam kehidupan sehari-hari siswa. Sedangkan di Pondok Pesantren Safinda Surabaya berpendapat bahwa belajar al-Qur’an dari Juz 1 lebih mudah dari pada dari Juz 30 karena 80 % lebih mufrodat / kosa kata dalam al-Qur’an terdapat pada surat al-Baqarah atau juz 1 dan juz 2 dan sebagian juz 3 selanjutnya di ulang pada juz berikutnya. 110 Siswa bisa menterjemahkan juz 1 dan juz 2 akan lebih mudah belajar pada juz-juz berikutnya karena sudah banyak menguasai kosa kata.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MAKNA KHALÎFAH DALAM AL-QUR`AN: Tinjauan Semantik Al-Qur`an Toshihiko Izutsu - Test Repository

MAKNA KHALÎFAH DALAM AL-QUR`AN: Tinjauan Semantik Al-Qur`an Toshihiko Izutsu - Test Repository

Qur`an merupakan kitab suci yang paling sakral bagi umat Islam, di dalamnya terdapat semua sumber hukum yang berlaku dalam kehidupan umat tersebut. Al- Qur`an sendiri diyakini sebagai kitab suci yang menyimpan banyak pengetahuan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, banyak akademisi yang berusaha untuk memahami al-Qur`an dari berbagai sudut pandang. Pengetahuan yang terdapat di dalam al-Qur`an kemudian diolah kembali sesuai dengan pemahaman sang pembaca menjadi sebuah konsep pengetahuan tersendiri dalam pemikiran pembaca tersebut. Konsep-konsep ini yang nantinya dikenal dengan sebutan tafsir. Penafsiran terhadap al-Qur`an telah dimulai sejak era al-Qur`an diturunkan. Pada masa tersebut metode yang dipakai adalah tafsir Qur`an dengan Qur`an yang meliputi tafsir ayat dengan ayat. Selain itu dikenal juga tafsir Qur`an dengan hadis, dimana penafsir tersebut adalah Nabi SAW sebagai orang yang juga menyampaikan al-Qur`an kepada umatnya. Tafsir al-Qur`an mengalami perkembangan yang cukup luas setelah masa Nabi SAW Ada beberapa aliran tafsir yang muncul kemudian sesuai dengan disiplin ilmu yang dipakai dalam metode penafsiran, antara lain: tafsir mauḍu’i, tafsir bi al-ma’tsūr, tafsir bi al- ra’yi, tafsir sufi, tafsir ‘isyari, tafsir ilmiy dan tafsir sastra. Ragam model penafsiran ini menunjukkan bahwa al-Qur`an bisa dipahami dari berbagai macam pendekatan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

FALSAFAH ETIKA BISNIS DALAM AL QUR AN

FALSAFAH ETIKA BISNIS DALAM AL QUR AN

Sementara itu, al- Qur’an menjelaskan tentang etika al - Qur’an dengan berlandaskan pada tiga tema kunci utama yang juga merupakan pandangan dunia al- Qur’an. Ketiga kunci utama itu adalah iman, Islam, dan taqwa yang jika direnungkan akan memperlihatkan arti yang identik. 37 Istilah iman dari akar kata a-m- n memiliki arti pokok “keamanan, bebas dari bahaya, damai”. Islam yang akar katanya dari s-i- m, juga memiliki pengertian “aman dan integral, terlindung dari disintegrasi, kehancuran”. Dan terma taqwa yang sangat mendasar bagi al - Qur’an di samping kedua isitilah diatas, memiliki akar kata, w-q- y juga berarti “me lindungi dari bahaya, menjaga dari kemusnahan, kesia- siaan atau disintegrasi”. 38
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

TAFSIR AYAT AL QUR AN TENTANG KEDILAN KE

TAFSIR AYAT AL QUR AN TENTANG KEDILAN KE

Firman Allah Ta’ala, “ Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perilaku yang tidak berguna,” yakni dari kebathilan yang meliputi syirik kemaksiatan, dan hal-hal yang tidak berfaedah yang menyangkut perkataan dan perbuatan. Firman Allah Ta’ala, “Dan orang-orang yang menunaikan zakat,” yakni zakat mal sebelum di fardhu kan nisabnya. Ditafsirkan demikian, karena ayat ini merupakan ayat Makkiyah. Asal zakat diwajibkan di Mekkah. Allah berfirman dalam surat Al-An’aam, “Dan berikanlah hak nya pada saat memanen.” Zakat yang difardhukan di Madinah ialah yang sudah memiliki nisab dan kadar khusus. Adapula yang menafsirkan ayat diatas dengan penyucian diri dari kemusyrikan dan kotoran sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya berutunglah orang-orang yang menyucikan diri dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori diri.” Mukmin yang sempurna ialah orang yang mnyucikan dirinya dan hartanya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANG DAN DAMAI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN

PERANG DAN DAMAI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN

Perang menurut Al-Qur`an merupakan pilihan paling akhir dari berbagai pilihan yang harus diusahakan dalam mewujudkan perdamaian. Perang juga merupakan pintu darurat yang hanya diizinkan apabila kaum Muslimin diperlakukan tidak adil. Tujuan perang dalam Islam itu, adalah untuk membela kaum mustadh’afin, baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak- anak agar hak-hak mereka untuk memeluk agama Islam sesuai dengan keyakinan mereka tidak dihalangi. Demikian juga, jiwa, harta dan kehormatan mereka terlindungi dari tindakan aniaya orang-orang kuat dan berkuasa. Di antara orang-orang beriman ada yang tetap tinggal di Mekkah, belum mengikuti Rasulullah saw hijrah ke Madinah. Mereka antara lain adalah Al- Walid bin al-Walid, Salamah bin Hisayam, dan Abbas bin Abi Rabi’ah. Mereka adalah orang- orang beriman, penduduk Mekkah yang berada di bawah kekuasaan kaum Quraisy. Menurut Ibn ‘Abbas: “Aku dan ibuku pun termasuk di antara kaum mustadh’afin (di Mekkah). Mereka masih tetap tinggal di Mekkah, ketika sebagian besar kaum Muslimin hijrah ke Madinah bersama Rasulullah saw. Mereka mendapat teror, intimidasi, siksaan, dan aniaya dari para penguasa Quraisy di Mekkah. Mereka dalam keadaan sangat lemah karena tidak ada yang membela dan melindungi, kecuali mengeluh kepada Allah dengan doa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau !” . 15
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Etika Bisnis Dalam Prespektif Al Qur an

Etika Bisnis Dalam Prespektif Al Qur an

Kebenaran dalam konteks ini selain mengandung makna kebenaran lawan dari kesalahan, mengandung pula dua unsur yaitu kebajikan dan kejujuran. Dalam konteks bisnis kebenaran dimaksudkan sebagia niat, sikap dan perilaku benar yang meliputi proses akad (transaksi) proses mencari atau memperoleh komoditas pengembangan maupun dalam proses upaya meraih atau menetapkan keuntungan. Adapun kebajikan adalah sikap ihsan,yang merupakan tindakan yang dapat memberi keuntungan terhadap orang lain (Beekun, 1997: 28). Dalam al-Qur’an prinsip kebenaran yang mengandung kebajikan dan kejujuran dapat diambil dari penegasan keharusan menunaikan atau memenuhi perjanjian atau transaksi bisnis.Termasuk ke dalam kebajikan dalam bisnis adalah sikap kesukarelaan dan keramahtamahan. Kesukarelaan dalam pengertian, sikap suka-rela antara kedua belah pihak yang melakukan transaksi, kerja sama atau perjanjian bisnis. Hal ini ditekankan untuk menciptakan dan menjaga keharmonisan hubungan serta cinta mencintai antar mitra bisnis. Adapun kejujuran adalah sikap jujur dalam semua proses bisnis yang dilakukan tanpa adanya penipuan sedikitpun. Sikap ini dalam khazanah Islam dapat dimaknai dengan amanah. Dengan prinsip kebenaran ini maka etika bisnis Islam sangat menjaga dan berlaku preventif terhadap kemungkinan adanya kerugian salah satu pihak yang melakukan transaksi ,kerjasama atau perjanjian dalam bisnis. Dari sikap kebenaran, kebajikan dan kejujuran demikian maka suatu bisnis secara otomatis akan melahirkan persaudaraan, dan kemitraan yang saling menguntungkan, tanpa adanya kerugian dan penyesalan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pendidikan Karakter dalam Perspektif Al-Qur an

Pendidikan Karakter dalam Perspektif Al-Qur an

teachings is considered urgent to be promoted as a basic capital to sha- pe human beings who have superior character, play an active role in creating a peaceful society and a dignified nation. Education in the Quran strongly emphasizes aspects of morality. The verses that contain emphasis on cognitive are determined by morality, as well as things that are ritualistic, such as prayer which is a ritual aspect directly related to God at the end is to look right and left which symbolizes the necessity to have social care. The concept of education in the Quran is implied by the use of the terms tarbiyah, ta›lim, tadris, ta›dib and tazkiyah. From the term, it is understood that the Prophet Muhammad. as a source of exemplary always strives to educate people to be able to read and express the meaning contained in the Quran and can practice it. The five terms are important in providing a clear concept for character education in the perspective of the Quran, which has the purpose of forming a pious person who has divine values in him. To achieve this goal the Quran provides an overview of the use of various approaches, methods and steps in character education. The implementation and results can be seen in the stories of the prophets in inviting and educating their people.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Manajemen Pendidikan dalam Perspektif al-qur an Oleh: Husnul Yaqin * Kata kunci: manajemen, pendidikan, dan al-qur an

Manajemen Pendidikan dalam Perspektif al-qur an Oleh: Husnul Yaqin * Kata kunci: manajemen, pendidikan, dan al-qur an

Rasulullah sendiri sangat memperhatikan aspek pengorganisasian ini. Diceritakan bahwa selama berada di Mekkah, Nabi Muhammad menyampaikan ajarannya dari mulut ke mulut dan kemudian berkembang, sehingga terbentuk kelompok-kelompok muslim di tengah mayoritas kaum musyrik Quraisy. Di sini secara langsung beliau memimpin masyarakat Islam yang terdiri dari beberapa orang kemudian menjadi kelompok bersama-sama dengan para pelopor Islam (al-sabiqun al- awwalun). Dengan kemampuan pengorganisasian yang baik dan disiplin dari Rasulullah, terbentuklah masyarakat Islam yang kuat di kota Mekkah. Ketika tekanan dan penindasan dari kaum Quraisy makin kuat, Rasulullah memerintahkan pengikutnya berhijrah ke Habasyah (sekarang Etiopia), guna keselamatan pengikutnya. Di samping itu, beliau juga membentuk satuan tugas (taskforce) untuk berdakwah jika perlu dikirim ke daerah- daerah lain di tanah Arab, antara lain ke Yatsrib (Madinah) untuk
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

MANAGEMEN DAKWAH PERSPEKTIF AL-QUR AN

MANAGEMEN DAKWAH PERSPEKTIF AL-QUR AN

Dalam artikel ini, penulis memaparkan kajian tentang manajemen dakwah al-Qur’an. Kajian yang dibahas adalah tentang pengertian manajemen dakwah; pada kesempat ini akan dibahas pula bagaimana al-Qur’an juga secara implisit telah membicarakan tentang menajemen dakwah ini. Selain pengertian manajemen dakwah, akan pula dipaparkan tentang lembaga dakwah dalam al-Qur’an, gaya Bahasa al-Qur’an dalam berdakwah dan lainnya. Manajemen dakwah merupakan proses perencanaan tugas, mengelompokkan tugas, menghimpun dan menempatkan tugas dan kemudian menggerakkan kearah pencapaian tujuan dakwah, yaitu kebahagiaan dunia akhirat. Dengan adanya perencaan dalam berdakwah ini, maka dakwah tidak dipandang dalam objek ubudiyyah semata, namun juga merupakan bentuk implementasi dari berbagai macam profesi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. adalah Al-Qur an dan Hadis, Al-Qur an yang disampaikan malaikat Jibril kepada Nabi Saw.

BAB I PENDAHULUAN. adalah Al-Qur an dan Hadis, Al-Qur an yang disampaikan malaikat Jibril kepada Nabi Saw.

Penelitian ini merupakan kritik terhadap sanȃd dan matan Hadits, maka digunakan pula metode takhrȋj Hadits yang merupakan metode baku dalam penelitian terhadap kualitas Hadits. Tujuan analisis data dalam penelitian ini adalah menyempitkan dan membatasi penemuan- penemuan sehingga menjadi suatu yang teratur, tersusun dan lebih berarti. Jadi, analisis adalah usaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan dari rumusan yang tersusun. Maka setelah data terkumpul peneliti melakukan: (a) mengumpulkan data utama berupa Hadits menjilat jari setelah makan. (b) kemudian mengolah data utama dan penunjang dengan menganalisa data penelitian ini. Peneliti menggunakan metode takhrȋj Hadis di mana metode ini merupakan metode baku dalam penelitian terhadap Autentisitas dan kualitas Hadits. Langkah selanjutnya adalah tashȋh yaitu analisa kualitas matan apakah dikutip dengan matan lengkap sesuai dengan yang terdapat dalam matan asli dan pada Al-Mashȃdir Al-Ashliyyah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Konsep Kebijaksanaan Pilihan di Dalam Al-Qur`an

Konsep Kebijaksanaan Pilihan di Dalam Al-Qur`an

Qur`an, The Winter of Islam and Its Expected Spring, Articles 1-2-3, A Weapon of Satan: Romanticism, Signs from the Chapter of the Cave to the Last Times, Signs of the Last Day, The Last Times and The Beast of the Earth, Truths 1-2, The Western World Turns to God, The Evolution Deceit, Precise Answers to Evolutionists, The Blunders of Evolutionists, Confession of Evolutionists, The Al-Qur`an Denies Darwinism, Perished Nations, For Men of Understanding, The Prophet Musa (as.). The Prophet Yusuf (as.), The Prophet Muhammad (saw.), The Prophet Sulaiman (as.), The Golden Age, Allah‟s Artistry in Colour, Glory is Everywhere, The Importance of the Evidences of Creation, The Truth of Life of This World, The Nightmare of Disbelief, Knowing the Truth, Eternity Has Already Begun, Timelessness and the Reality of Fate, Matter: Another Name for Illusion, The Little Man in the Tower, Islam and the Philosophy of Karma, The Dark Magic of Darwinism, The Religion of Darwinism, The Collapse of the Theory of Evolution in 20 Questions, Allah is Known Through Reason, The Al-Qur`an Leads the Way to Science, The Real origin of Life, Consciousness in the Cell, Technology Imitates Nature, A String of Miracles, The Creation of the Universe, Miracles of the Al-Qur`an, The Design in Nature, Self-Sacrifice and Intelligent Behaviour Models in Animals, The End of Darwisnism, Deep Thinking, Never Plead Ignorance, The Green Miracle: Photosynthesis, the Miracle in the Cell, The Miracle in the Eye, The Miracle in the Spider, The Miracle in the Gnat, The Miracle in the Ant, The Miracle of the Immune System, The Miracle of Creation in Plants, The Miracle in the Atom, The Miracle in the Honeybee, The Miracle of Seed, The Miracle of Hormone, The Miracle of the Termite, The Miracle of the Human Body, The Miracle of Man‟s Creation, The Miracle of Protein, The Miracle of Smell and Taste, The Miracle of Microworld, The Secrets of DNA.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...