Top PDF Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Kecamatan Pamatang Sidamanik merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar air tanah dengan indeks plastisitas, bahan organik dengan indeks plastisitas dan liat dengan indeks plastisitas pada beberapa vegetasi. Penelitian ini dilakukan metode survei. Sampel diambil dengan metode acak berdasarkan jenis vegetasi dengan parameter yang diukur yaitu Kadar Air Tanah, Bahan Organik, Kadar Liat Tanah dan Indeks Plastisitas Tanah. Data diuji dengan analisis regresi dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear bahan organik dengan indeks plastisitas memiliki hubungan yang erat dan analisis faktor bahan organik merupakan faktor paling besar yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah yakni 54, 818 %.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Adapun judul dari skripsi ini adalah ” Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun “ . Skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

10 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Sifat tanah yang berhubungan dengan pengolahan tanah adalah sifat fisika tanah yaitu tekstur, struktur, warna tanah, konsistensi, permeabilitas, dan kerapatan lindak (Foth, 1994). Drainase dan kapasitas penyimpanan air, plastisitas, kemudahan ditembus akar dan aerasi semua berkaitan erat dengan kondisi fisik tanah.

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Analisis Sidik Ragam Variabel Tetap Kadar Liat Pada tanah Inceptisol ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.. Variabel terikat: Indeks Plastisitas b.[r]

11 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. 2014. Tanah Andosol di Indonesia Karakteristik, Potensi, Kendala, dan Pengelolaannya untuk Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Kandungan bahan organik cenderung meningkat dengan meningkatnya kandungan liat. Ikatan antara liat dan bahan organik melindungi bahan tersebut dari aksi dekomposisi oleh mikroba tanah. Tingginya kandungan liat juga berpotensi tinggi untuk formasi agregat. Agregat makro akan melindungi bahan organik dari mineralisasi lebih lanjut. Pada kondisi iklim yang sama kandungan bahan organik tanah bertekstur halus (berliat) bisa mencapai 2- 4 kali kandungan bahan organik di tanah ( Supriyadi, 2008).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Kecamatan Pamatang Sidamanik merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar air tanah dengan indeks plastisitas, bahan organik dengan indeks plastisitas dan liat dengan indeks plastisitas pada beberapa vegetasi. Penelitian ini dilakukan metode survei. Sampel diambil dengan metode acak berdasarkan jenis vegetasi dengan parameter yang diukur yaitu Kadar Air Tanah, Bahan Organik, Kadar Liat Tanah dan Indeks Plastisitas Tanah. Data diuji dengan analisis regresi dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear bahan organik dengan indeks plastisitas memiliki hubungan yang erat dan analisis faktor bahan organik merupakan faktor paling besar yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah yakni 54, 818 %.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

This study aims to examine the relationship clay content, organic matter and moisture content of the soil plasticity index in some vegetation in the district Simalungun Jorlang Hataran. The research was conducted in order Ultisol and Andisol in District Jorlang Hataran Simalungun, Analytical Laboratories PT. Socfindo and Soil Physics Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara in May to November 2015. The data was processed using SPSS Statistics 20.0. The results showed that the Ultisol for clay content, organic matter, as well as the water content has no connection with the plasticity index derived from the value of r 2 her -0.103. On the ground Andisol for clay content,
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

(%) Tekstur 1 JHU01 18 22 60 Lempung Berpasir 2 JHU02 24 26 50 Lempung Liat Berpasir 3 JHU03 28 20 52 Lempung Liat Berpasir 4 JHU04 14 16 70 Lempung Berpasir 5 JHU05 10 22 68 Lempung Berpasir 6 JHU06 30 24 46 Lempung Liat Berpasir 7 JHU07 42 18 40 Liat

13 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Tangketasik, A., N. M. Wikarniti, N. N. Soniari dan I. W. Narka. 2012. Kadar Bahan Organik Tanah pada Tanah Sawah dan Tegalan di bali serta Hubungannya dengan Tekstur Tanah. J. Agrotrop Vol. 2 (2) : 101-107. Tate, R.L. 1987. Soil Organic Matter. Biological & Ecological Effect. John

3 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

udara dan air. Pori pori tanah dapat dibedakan menjadi pori mikro, pori meso dan pori makro. Pori-pori mikro sering dikenal sebagai pori kapiler, pori meso dikenal sebagai pori drainase lambat, dan pori makro merupakan pori drainase cepat. Tanah pasir yang banyak mengandung pori makro sulit menahan air, sedang tanah lempung yang banyak mengandung pori mikro drainasenya jelek. Pori dalam tanah menentukan kandungan air dan udara dalam tanah serta menentukan perbandingan tata udara dan tata air yang baik. Penambahan bahan organik pada tanah kasar (berpasir), akan meningkatkan pori yang berukuran menengah dan menurunkan pori makro. Dengan demikian akan meningkatkan kemampuan menahan air (Atmojo, 2003).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

plastisitas tanah. Menurut Sutono, et al (2010) menyatakan semua mineral liat, mempunyai sifat plastis dan dapat digulung mejadi benang/ulir tipis pada kadar air tertentu tanpa menjadi hancur. Pada kenyataannya, semua tanah berbutir halus mengandung sejumlah liat, maka kebanyakan tanah tersebut adalah plastis. Lubis (2015) juga menyatakan bahwa batas-batas atterberg (indeks plastisitas) dipengaruhi oleh kandungan air, tipe mineral liat, kation dapat dipertukarkan dan bahan oganik. Indeks plastisitas akan menentukan kemudahan pada tanah dalam pengolahan. Menurut Peorwowidodo (1992) menyatakan bahwa tanah yang mempunyai selang olah tanah yang sama akan lebih sulit diolah jika indeks keplastisitasannya lebih rendah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

SANDER M. SILALAHI : Kajian Hubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, dibimbing oleh Dr. Kemala Sari Lubis, S.P., M.P. dan Dr. Ir. Hamidah Hanum, M.P.

13 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kadar liat, bahan organik serta kandungan air terhadap indeks plastisitas tanah pada beberapa vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan pada ordo tanah Ultisol dan Andisol di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, Laboratorium Analitik PT. Socfindo dan Laboratorium Fisika Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Mei sampai dengan Nopember 2015. Data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan program SPSS Statistic 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah Ultisol untuk kadar liat, bahan organik, serta kandungan air tidak memiliki hubungan dengan indeks plastisitas didapat dari nilai r 2 nya -0,103. Pada tanah Andisol untuk kadar liat, bahan organik, serta kandungan air memiliki hubungan dengan indeks plastisitas didapat dari nilai r 2 nya 0,153. Pada beberapa
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - PENGARUH ENERGI PEMADATAN DAN KADAR AIR TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG - POLSRI REPOSITORY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - PENGARUH ENERGI PEMADATAN DAN KADAR AIR TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG - POLSRI REPOSITORY

kabupaten Grobogan KM 6,8 adalah termasuk tanah dalam golongan CH yaitu lempung anorganik dengan plastisitas tinggi, lempung gemuk (fat clay). Berdasarkan penelitian sifat mekanik tanah yang dilakukan di laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Semarang nilai CBR tertinggi adalah 10,999 % pada batas susut dengan kadar air 20,25 % dan nilai CBR 0,908 % terendah pada batas cair dengan penambahan kadar air 73,62 %. Adanya penambahan air yang dilakukan dalam pemadatan dengan energi tekanan (342,374 kJ/m³) yang sama hingga mendekati batas cair (daerah rentang cair) menyebabkan berat volume kering mengalami penurunan. Makin tinggi kadar air yang ditambahkan, maka makin kecil nilai CBR dari tanah lempung itu sendiri. Perubahan kandungan air pada tanah dasar berpengaruh terhadap nilai CBR, dimana kekuatan tanah dasar banyak bergantung pada kadar airnya. Terdapat pengaruh untuk usaha pemadatan yang tetap dengan penambahan kadar air pada uji CBR laboratorium, dimana nilai CBR tertinggi = 10,999 % dicapai pada penambahan kadar air 20,25 % dan 21, 80 % (batas susut).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH NILAI INDEKS PLASTISITAS TANAH LEMPUNG TERHADAP PERUBAHAN KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG AKIBAT VARIASI KADAR AIR

PENGARUH NILAI INDEKS PLASTISITAS TANAH LEMPUNG TERHADAP PERUBAHAN KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG AKIBAT VARIASI KADAR AIR

Perilaku tanah lempung akibat variasi kadar air perlu dipahami agar perencanaan pondasi dapat dilakukan dengan baik dan tidak mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah penetrasi air ke dalam tanah yang dapat meningkatkan nilai kadar air dalam tanah dan pada akhirnya dapat menurunkan kuat geser tanah secara signifikan (Tjandra dkk., 2013, Tjandra dkk., 2014, Tjandra dkk., 2015). Dalam penelitian ini, serangkaian percobaan laboratorium dilakukan untuk memahami dampak variasi kadar air terhadap kuat kokoh tanah lempung. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh nilai indeks plastisitas tanah lempung terhadap perubahan kuat kokoh tanah lempung akibat pengeringan dan pembasahan saat terjadi fluktuasi muka air tanah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH BOKASHI KOTORAN SAPI TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIK ENTISOL LEMBAH PALU | anang Widjajanto, Uswah Hasanah | AGROTEKBIS 7818 25737 1 PB

PENGARUH BOKASHI KOTORAN SAPI TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIK ENTISOL LEMBAH PALU | anang Widjajanto, Uswah Hasanah | AGROTEKBIS 7818 25737 1 PB

Tabel 1 menunjukan nilai stabilitas agregat meningkat sebesar 13% ketika tanah diberikan bokashi 5%. Peningkatan ini menjadi 23% pada pemberian bokashi 10% dan meningkat tajam menjadi 86% pada pemberian bokasi 15% bila dibandingkan tanpa pemberian bokashi. Tren ini dapat dijadikan indikator, bahwa apabila waktu inkubasi ditambah lebih lama dari dua bulan maka pengaruh ini bisa menjadi nyata. Kekuatan agregat tanah di pengaruhi oleh kelembaban tanah, jumlah liat, tipe liat, daya absorsi ISA = 1
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

TINJAUAN SIFAT PLASTISITAS TANAH LEMPUNG (1)

TINJAUAN SIFAT PLASTISITAS TANAH LEMPUNG (1)

3. Sampel tanah yang diambil dari sekitar lokasi jalan Soekarno Hatta ± km. 2 kabupaten Purworejo menurut klasifikasi sistem unified termasuk dalam tanah berbutir halus kelompok OH yaitu lempung organik dengan plastisitas sedang sampai tinggi. Sedangkan menurut sistem klasifikasi tanah AASHTO, jenis tanah tersebut termasuk jenis A 7 5 dengan nilai indeks grup (GI)>20, merupakan jenis tanah yang buruk sebagai tanah dasar.

11 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian bahan organik pada tanah liat dan Lempung berliat terhadap kemampuan mengikat air

Pengaruh pemberian bahan organik pada tanah liat dan Lempung berliat terhadap kemampuan mengikat air

Jumlah air yang diperoleh tanah tergantung pada kemampuan tanah menyerap cepat dan meneruskan air yang diterima dari permukaan tanah ke lapisan tanah di bawahnya. Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi oleh tekstur tanah dan bahan organik. Tanah bertekstur liat tidak hanya memiliki permukaan yang luas tetapi juga bermuatan

1 Baca lebih lajut

Pres KULIAH MKA(MENEJEMEN KUALITAS AIR)rev

Pres KULIAH MKA(MENEJEMEN KUALITAS AIR)rev

Dominasi fraksi debu akan menyebabkan terbentuknya pori-pori meso dalam jumlah sedang, sehingga luas situs sentuhnya menjadi cukkup luas dan menghasilkan daya pegang terhadap air yang cukup kuat. Hal ini menyebabkan air dan udara cukup mudah masuk-keluar tanah, sebagian air akan tertahan. Dilapangan, sebagian besar ruang pori terisi oleh udara dan air dalam jumlah yang seimbang (Hanafiah, 2005).

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...