Top PDF Kajian Islam tentang Partisipasi Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Kajian Islam tentang Partisipasi Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Kajian Islam tentang Partisipasi Orang Tua dalam Pendidikan Anak

” Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim" (NU Online. 2018). Naskah ini tujuanya adalah memberikan asas manfaat kepada masyarakat secara umum dan penyelenggara pendidikan serta pelaksananya tetapi tidak ketinggalan pula kepada orang tua yang dengan mengakses bahan bacaan ini setidaknya bias untuk sebagai salah satu bahan informasi terhadap akan kondisi belajar anak-anak murid, sehingga setiap pihak dapat melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap kemungkinan kondisi yang sama sekali jauh dari angan. Selain itu pula salah satu sumbangan pemikiran penulis terhadap dunia tentang pendidikan. Karena menurut hemat penulis bahwa tujuan pendidikan akan terwujud apabila ada kepedulian yang nyata atau dapat dikatakan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru pada langkah selanjutnya, baik yang menyangkut pendidikan formal maupun informal. Sebab pendidikan tersebut, dimulai pertama kali dari lingkungan keluarga. Dari pendidikan yang demikian itu, di mana keluarga merupakan pendidikan informal dan sekolah merupakan pendidikan formal memerlukan kerjasama antara orang tua dan guru agar siswa dapat memperoleh pendidikan yang benar-benar bisa membawa dirinya ke arah yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI DAN PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KELUARGA

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI DAN PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KELUARGA

Krishna Murti Swasti Andini. 2013. S621008008.Faktor–faktor yang Mempengaruhi Persepsi dan Partisipasi Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Keluarga pada Perumahan Griya Permata Asri 3, Sonorejo, Kabupaten Sukoharjo. TESIS . Pembimbing I : Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S.; Pembimbing II : Dr. Mahendra Wijaya, M.S. Program Studi Penyuluhan Pembangunan, Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

14 Baca lebih lajut

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI DAN PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KELUARGA

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI DAN PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KELUARGA

1. Tesis yang berjudul : “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI DAN PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KELUARGA PADA PERUMAHAN GRIYA PERMATA ASRI 3, SONOREJO, KABUPATEN SUKOHARJO.” ini adalah karya penelitian saya sendiri dan bebas dari unsur plagiat, serta bukan merupakan karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali digunakan sebagai acuan dan disebutkan dalam sumber acuan serta daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terdapat plagiat dalam karya ilmiah ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan undang – undang yang berlaku.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI :Studi Deskriptif pada PAUD Binaan BPKB Provinsi Gorontalo.

PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI :Studi Deskriptif pada PAUD Binaan BPKB Provinsi Gorontalo.

Ada tiga faktor yang berpengaruh kuat dalam membantu anak usia dini tumbuh kembang dengan baik, yaitu sekolah, lingkungan (masyarakat), dan keluarga. Keluarga merupakan pembentuk pribadi anak yang pertama karena waktu yang dihabiskan anak paling banyak di rumah. Pada fase inilah orang tua tidak bisa mengandalkan siapapun kecuali dirinya sendiri untuk membentuk anak menjadi sumber daya yang baik kelak di kemudian hari. Oleh karena itu perlu adanya upaya dalam pengembangan kompetensi orang tua untuk mengelola sebuah kegiatan yang menarik dan mudah dalam kaitannya dengan proses tumbuh kembang anak.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Upayapeningkatan Partisipasi Orang Tua dan Kualitas Pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia

Upayapeningkatan Partisipasi Orang Tua dan Kualitas Pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia

Salah satu masalah dalam PAUD adalah masih kurang pemahaman masyarakat tentang PAUD. Orang tua belum menyadari bahwa tanggung jawab terbesar mendidik ada pada orang tua, dan pendidik yang masih banyak yang belum kreatif, inovatif, dan menguasai tentang konsep PAUD. Di sisi lain untuk dapat menjadikan anak cerdas baik IQ, emosionalnya, dan spiritual dibutuhkan kerja sama yang baik dari sekolah, orang tua/ keluarga, maupun dari masyarakat. Kesenjangan yang dalam masyarakat adalah masih minimnya pemahaman orang tua dalam turut mendidik anak atau menstimulasi anaknya menuju pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, sehingga berdampak pada ”kualitas” pengasuhan dan pendidikan orang tua terhadap anaknya, sehingga tidak sejalan dengan sekolah. Sehingga perlu diupayakan pemahaman bagi masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini dan peran penting orang tua dalam pendidikannya. Oleh sebab itu, diperlukan usaha untuk mengoptimalkan peran orang tua terhadap PAUD. Dalam rangka mengoptimalkan peran orang tua terhadap PAUD setidaknya meliputi tiga aspek, yaitu : interaksi orang tua- anak, komunikasi orang tua- guru, dan penyediaan sarana dan lingkungan edukasi. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan yang saling melengkapi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB III HASIL PENELITIAN PARTISIPASI A. Partisipasi Orang tua Dalam Pendidikan Anak - Peran Kuli Panggul Di Pasar Klewer Surakarta Dalam Pendidikan Formal Anak Tingkat SMA

BAB III HASIL PENELITIAN PARTISIPASI A. Partisipasi Orang tua Dalam Pendidikan Anak - Peran Kuli Panggul Di Pasar Klewer Surakarta Dalam Pendidikan Formal Anak Tingkat SMA

Pada bab ini dijelaskan mengenai kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian. Penelitian ini di latar belakangi oleh peran kuli panggul di pasar Klewer Surakarta dalam pendidikan formal anak tingkat SMA. Selain itu, penelitian ini berusaha meneliti karakteristik sosial ekonomi keluarga kuli panggul di Pasar Klewer Surakarta, serta ingin mengetahui dan memahami secara mendalam mengenai peran mereka khususnya dalam pendidikan formal anak tingkat SMA. Walaupun hanya berprofesi sebagai kuli panggul di pasar Klewer Surakarta dengan penghasilan yang tidak begitu besar, para orang tua ini akan berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak mereka bisa bersekolah setinggi- tingginya dan dapat meraih mimpi atau cita-cita yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Partisipasi Orang Tua Dalam Manajemen Sekolah: Suatu Perspektif Pendidikan Multikultural

Partisipasi Orang Tua Dalam Manajemen Sekolah: Suatu Perspektif Pendidikan Multikultural

Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah maupun lengkapnya sumber daya fisik maupun sumber daya manusia, namun ditentukan pula oleh kondisi atau lingkungan keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat (Depdiknas, 2007: 6). Senada dengan pandangan tersebut, Wakil Presiden, Timpane, menyarankan bahwa sekolah memerlukan cara untuk memikirkan bagaimana orang tua dalam membantu anak-anaknya dan keterlibatan masyarakat dalam sekolah. Oleh karena itu, harus dikembangkan perspektif baru, yaitu: (1) pendidikan tidak dapat sukses tanpa kolaborasi orang tua dengan masyarakat, (2) di dalam keluarga membutuhkan keteladanan yang kuat mendukung fungsional yang ada, serta (3) masyarakat harus bertanggung jawab pada semua perkembangan kebutuhan anak. (Decker & Decker, 2003: 49). Fakta lain menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, cara perlakuan orang tua terhadap anaknya sebagai salah satu cara atau bentuk partisipasi mereka dalam pendidikan dapat meningkatkan intelektual anak (Levine & Hagigust, 1988 dalam Depdiknas, 2007: 7). Pandangan dan fakta di atas memberikan makna bahwa orang tua siswa memiliki andil yang besar dalam membantu keberhasilan pendidikan anak, bahkan keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama bagi pendidikan anak. Dengan demikian, partisipasi orang tua sangat penting artinya dalam pendidikan anak.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Partisipasi Orang Tua Peserta Didik dalam Pendidikan Agama Islam di Lombok Timur

Partisipasi Orang Tua Peserta Didik dalam Pendidikan Agama Islam di Lombok Timur

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi orang tua dalam menunjang keberhasilan dan bentuk permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak. Desain penelitian ini adalah menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif porsentase. Sampel penelitian ini berjumlah 72 orang siswa yang diambil masing-masing 25% dari tiap-tiap kelas (kelas VII, VIII, dan IX). Instrumen penelitian ini adalah angket/kuesioner yang berjumlah 28 butir pertanyaan, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh adalah bahwa partisipasi orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak didiknya dengan porsentase 56% yang tergolong sedang. Sedangkan bentuk permasalahan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah berdasarkan informasi dari guru PAI dan informasi kepala madrasah tentang langkah yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan Agama Islam yang di dilaksanakan MTs NW Mengkuru adalah berdasarkan KKM yang telah ditentukan oleh pihak madrasah, pemberian tugas tambahan selain jam sekolah, melakukan pendekatan secara personal/individu. Sedangkan langkah yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan evaluasi rutin terhadap pencapaian tujuan pembelajaran sesuai dengan KKM yang telah ditentukan, pemberian sanksi jika melanggar kode etik/statute madrasah, melakukan pembinaan bagi guru yang belum menguasai materi/kelas, melakukan pertemuan dengan wali siswa untuk mengevaluasi secara bersama, dan mengikuti kegiatan pelatihan atau mewakilkan pada salah seorang guru.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN A

PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN A

E-mail: oktavianto.angga7@gmail.com , hanantotimor@gmail.com Abstrak : Konflik guru dan orang tua dalam pendidikan anak berujung sampai jatunya hukuman pidana pada guru. Orang tua perlu mengetahui peran mereka dalam pendidikan anak. Orang tua yang mengerti perannya tidak akan dengan mudah mempidanakan seorang guru.

7 Baca lebih lajut

Kewajiban Orang Tua terhadap Anak dalam Perspektif Islam

Kewajiban Orang Tua terhadap Anak dalam Perspektif Islam

lingkungan keluarga (informal), orang tua berperan sebagai pendidik. Orang tua dituntut mengetahui tentang ilmu agama atau ajaran-ajaran agama. Meskipun dalam kenyataannya masih banyak orang tua yang belum mengetahui tentang ajaran agama, bahkan banyak pula yang tidak pernah mengamalkannya, tapi hal tersebut bukan berarti mereka terlepas dari tanggung jawab terhadap pendidikan agama bagi anak-anaknya, karena masih dapat ditempuh dengan jalan lain, seperti mamanggil guru agama untuk memberikan les secara private bagi anaknya. Dalam lingkungan
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Orang Tua Karir dan Pendidikan Anak

(Studi Tentang Problematika Orang Tua Karir dalam Memberikan Pendidikan Agama Islam Terhadap Anak di Desa Tropodo Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo)

Orang Tua Karir dan Pendidikan Anak (Studi Tentang Problematika Orang Tua Karir dalam Memberikan Pendidikan Agama Islam Terhadap Anak di Desa Tropodo Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo)

“kalau saya kendalanya ini waktu ya mbak. Karena saya juga ngajar dari pagi baru pulang sore hari. Ketemunya sama anak-anak itu waktunya juga terbatas berbeda kalau misalkan dengan ibu yang tidak bekerja. Selain waktu, yang menjadi masalah adalah juga mengenai pergaulan anak, karena selain dirumah anak juga sekolah, ngaji, bermain dengan teman-temanya, dan saya tidak bisa sepenuhnya mengawasi pergaulan mereka. Adanya faktor dari luar itu juga dapat mempengaruhi anak, terkadang waktu main sama temen-temanya di sekolah maupun di rumah dia jadi ikutan berbicara kasar, berbohong, dll. Oleh karena itu sebagai orang tua juga harus dapat menasehati anak apabila hal tersebut terjadi. Pemilihan sekolah juga sangat berpengaruh terhadap anak, ketika dilingkungan sekolah tersebut dia dapet pelajaran yang baik, gurunya baik, siswanya suga baik. Makah hal tersebut juga mempengaruhi anak.”
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

Pendidikan Agama Pada Anak Oleh Orang Tua : Tinjauan Psikologi Islam

Pendidikan Agama Pada Anak Oleh Orang Tua : Tinjauan Psikologi Islam

Dari pernyataan Prof. Dr. Zakiah darajat tersebut dapat dipahami bahwa perkembangan agama seseorang itu sangat dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman dan latihan-latihan yang dilaluinya pada masa kecilnya dahulu. Seorang anak yang pada waktu kecilnya tidak pernah mendapatkan didikan agama, maka pada masa dewasanya nanti anak tersebut tidak akan merasakan pentingnya agama dalam kehidupanya. Sebaliknya bila seorang anak yang diwaktu kecilnya mempunyai pengalaman-pengalaman agama, mendapatkan didikan agama dari orangtuanya karena orangtuanya mengetahui agama, lingkungan sosial dan teman-temanya juga hidup menjalankan agama, ditambah pula dengan pendidikan agama secara sengaja dirumah, sekolah dan masyarakat, maka anak tersebut pada masa dewasanya nanti akan dengan sendirinya mempunyai kecendrungan kepada hidup dalam aturan-aturan agama. Ia terbiasa menjalankan ibadah, senantiasa beramal sholeh, dan takut melakukan hal-hal yang dilarang agamanya. Sehingga ia merasakan betapa pentingnya agama dalam kehidupanya dan dapat merasakan betapa nikmatnya hidup beragama.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak (Study Analisis Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak dalam Nash Syar’i)

Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak (Study Analisis Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak dalam Nash Syar’i)

Penjelasan sebagaimana diungkap dalam kitab Syarah al-Muwattha’ itu semakin memperkokoh adanya peran penting orang tua dalam pendidikan anak, sedemikian penting mengenai pendidikan anak, di dalam Islam juga ditekankan bahwa masa depan orang tua, di masa tuanya kelak juga akan sangat bergantung kepada seorang anak yang berpendidikan. Artinya adalah, mengapa agama Islam sangat mendorong atas seluruh orang tua agar mendidik putra-putrinya, sebab ketika mereka sudah tua renta bahkan meninggal dunia, maka sulit untuk menjadi seorang yang bahagia manakala putra-putrinya bukanlah termasuk dalam bagian orang-orang yang ‘alim, shalih – shalihah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Partisipasi Orang Tua  dalam Membina Akhlak Siswa di MA YPI Ciwangi dalam Perspektif Pendidikan Islam

Partisipasi Orang Tua dalam Membina Akhlak Siswa di MA YPI Ciwangi dalam Perspektif Pendidikan Islam

4. Studi literature dan Dokumentasi, perlengkapan yang dipakai dalam pengumpulan data ini di antaranya adalah (1) pedoman wawancara untuk semua responden, meliputi Kepala Sekolah, siswa, guru dan orang tua siswa. (2) pedoman observasi atau lembar pengamatan. Lembar pengamatan yang diberi nama catatan untuk data kasar, dan catatan lapangan untuk data yang sudah disusun, gunanya untuk meneliti situasi dan kondisi lingkungan yang terjadi pada saat peristiwa berlangsung. (3) kamera, dan (4) Handphone sebagai alat rekam.

5 Baca lebih lajut

PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK PEREMPUAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM - Raden Intan Repository

PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK PEREMPUAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM - Raden Intan Repository

Sejumlah berita mencengangkan terkait anak perempuan juga beredar akhir- akhir ini. Anak perempuan sedang menghadapi persoalan yang serius. Anak perempuan menjadi rentan tehadap kekerasan dan menjadi korban seksual dari orang- orang dewasa. Sementara itu para orang tua nampak tidak berdaya menghadapi serbuan tersebut. Padahal, kalau kita lihat kedudukan anak perempuan sangat dihargai dalam Islam. mereka begitu dimuliakan. Bukan hanya sebagai calon pendidik bagi putra-putri mereka kelak, melainkan juga menjadi penopang mahligai rumah tangga yang penuh keberkahan. Sayangnya, pola pendidikan dalam sebagian besar keluarga muslim khususnya di Indonesia belum sepenuhnya mengadopsi nilai-nilai pendidikan Islam. Disamping itu, ada pula sebagian orang tua yang sudah mengetahui metode Islami, tetapi lebih memilih metode di luar Islam, baik itu Barat ataupun konsep lokal
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Perceraian Orang Tua Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Anak Dalam Islam

Perceraian Orang Tua Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Anak Dalam Islam

Dalam Al- ž› Š— ketika disebut ‹’—• jamaknya ‹Š—Š• ð berarti merujuk pada pengertian anak perempuan. Kata tersebut dengan berbagai macam bentuknya, terulang •Š•Š–1 •1 ž› Š—œŽ‹Š—¢Š” 19 (sembilan belas) kali. Sehubungan dengan anak perempuan, Al- ž› Š—1–Ž–‹Ž›’”Š—1’—•˜›–Šœ’ tentang bagaimana orang-orang jahiliyah memandang dan memperlakukan anak perempuan. Misalnya, mereka menganggap anak perempuan sebagai Š’‹ 1 keluarga sehingga mereka pun tega mengubur anak perempuan mereka dalam keadaan hidup-hidup. Al- ž› Š—1 –Ž—•ŽŒŠ–1 •’—•Š”Š—1 tersebut sebagai kejahatan, dosa besar dan kebodohan (Q,S al Nahl 58-59). Lebih parah lagi, orang-orang Jahiliyah juga menisbatkan anak-anak perempuan untuk Allah, sementara mereka sendiri lebih memilih anak-anak laki-laki (Q.S al Thur 39 dan al Nahl 57). Padahal sesunguhnya Allah SWT tidak memiliki anak, karena Dia Esa, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (Q.S. al-Ikhlas: 1-4).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM TERAPI PADA ANAK AUTISME. Oleh. Edi Purwanta

PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM TERAPI PADA ANAK AUTISME. Oleh. Edi Purwanta

Peran keluarga dalam pendidikan lebih ditegaskan lagi dalam Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional kita, yaitu UU SPN No. 20 Tahun 2003 pasal 1 dan pasal 7. Dalam pasal 1 dinyatakan bahwa “Sumberdaya pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana dan prasarana “. Kata masyarakat dalam pasal ini, di dalamnya adalah keluarga baik terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan pendidikan. Lebih lanjut pada pasal 7 ayat (1) “Orangtua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya”. Pada ayat (2) “Orang tua dari anak usia wajib belajar berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya”. Dalam pasal ini jelas bahwa, keluarga dalam hal ini orangtua tidak dapat lepas dari tanggung jawab pelaksanaan pendidikan baik dalam persiapan, proses, dan pelaksanaan dalam berbagai aspek termasuk di dalamnya terapi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Persepsi Orang Tua terhadap Pentingnya  Pendidikan bagi Anak

Persepsi Orang Tua terhadap Pentingnya Pendidikan bagi Anak

Menurut Kartono (1995) Pendidikan agama Islam sebagai dasar utama "peningkatan mutu pendidikan iman takwa dan akhlak mulia di sekolah" dewasa ini dihadapkan dengan kendala yang cukup serius, baik internal maupun eksternal. Kendala yang bersifat internal diarahkan kepada faktor guru atau pendidik seperti yang disebutkan di atas. Sedangkan kendala yang bersifat eksternal, yaitu terjadinya perubahan tata kehidupan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat. Pergaulan hidup antar bangsa semakin terbuka, seolah-olah tidak ada lagi batas wilayah, pertukaran informasi, budaya, pola hidup antar bangsa terjadi secara alami tidak dapat dielakan lagi. Perubahan-perubahan tersebut cepat atau lambat berpotensi mendorong pergeseran nilai dan pola hidup masyarakat. Agama tidak lagi dijadikan pegangan hidup yang bersifat rutin dan dogmatis, nilai-nilai agama kurang diyakini dan diterima kebenarannya. Munculnya persoalan- persoalan di atas diduga akibat lemahnya nilai-nilai keimanan dan ketakwaan pada setiap individu.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Implementasi Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Bidang Pendidikan

Implementasi Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Bidang Pendidikan

Anak, keluarga, dan masa depan bangsa merupakan tiga hal yang saling berkaitan. Di antara tiga hal itu, keluarga mempunyai kedudukan kunci dan sentral. Perkembangan dimulai dan dimungkinkan dalam keluarga. Oleh karenanya, pengaruh keluarga amat besar pada proses perkembangan, pengembangan potensi, dan pembentukan pribadi anak. Komunikasi orang tua dengan anak, pergaulan antara orang tua dan anak, sikap pergaulan orang tua terhadap anaknya, serta rasa dan penerimaan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya akan membawa dampak pada kehidupan anak di masa kini, dan juga di hari tua. Demikian pula dengan anak ketika memasuki sekolah. Peranan dan partisipasi orang tua masih tetap dibutuhkan lewat bimbingan belajar kepada anak, pengawasan di luar jam sekolah, ataupun dalam bentuk kerjasama dengan sekolah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Persepsi Orang Tua Rantau Terhadap Pendidikan Anak

Persepsi Orang Tua Rantau Terhadap Pendidikan Anak

Islam mewajibkan umatnya mencari ilmu, bahkan sampai ke negeri Cina. Dalam ajaran Islam disampaikan bahwa masa depan (pendidikan) anak sangat dipengaruhi oleh orang tua. Dalam banyak hadits ditemukan beberapa redaksi hadits yang memiliki esensi yang sama yaitu bahwa “setiap anak dilahirkan dengan keadaan suci (fitrah) maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya yahudi, majusi atau nasrani.” Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa masa depan anak bergantung kepada orang tuanya (lingkungannya). Ketika berbicara tentang lingkungan maka yang pasti akan disentuh pertama kali adalah lingkungan keluarga. Sedangkan lingkungan keluarga sangat erat kaitannya dengan peroses pendidikan di dalam keluarga. Proses pendidikan inilah yang kemudian menjadi media untuk mengembangkan potensi-potensi dasar yang dimiliki anak sebagai pondasi pembentukan karakter di masa yang akan datang. Dengan kata lain bahwa, hadits tersebut di atas mencakup esensi teori nativisme, empirisme, dan konvergensi sebagaimana yang sering disinggung dalam dunia pendidikan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects