Top PDF Kajian Tentang Pemecahan Masalah Pembelajaran Ekonomi Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri 4 Karawang

Kajian Tentang Pemecahan Masalah Pembelajaran Ekonomi Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri 4 Karawang

Kajian Tentang Pemecahan Masalah Pembelajaran Ekonomi Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri 4 Karawang

dapat menyaring segala informasi yang telah diketahui dan menganalisisnya untuk menentukan tujuan dari persoalan yang diberikan. Menentukan tujuan tidak kalah penting, sebab kesalahan dalam langkah ini akan berdampak pada hasil pemecahan masalahnya. Faktor ketiga Menentukan Strategi ( explore ) yang Mungkin adalah mengeksplorasi strategi yang mungkin terjadi dan mengevaluasi kemungkinan strategi tersebut sesuai tujuan yang yang telah ditetapkan. Beberapa strategi dalam penyelesaian masalah sangatlah umum dan dapat digunkana pada semua masalah yang ada. Tapi beberapa strategi sangatlah khusus dan hanya digunakan pada kasus-kasus tertentu. Faktor yang keempat Melaksanakan Strategi ( act ) adalah mengantisipasi hasil dan bertindak. Ketika sebuah strategi dipilih, maka mengantisipasi kemungkinan hasil dan kemudian bertindak pada strategi yang dipilih. Mengantisipasi hasil yang akan berguna dari hal-hal akan disesali di kemudian hari. Dengan kata lain dalam kegiatan ini merupakan kelanjutan tahap sebelumnya yaitu melaksanakan strategi yang dipilih, sehingga persoalan dapat ditemukan jawabannya. Faktor yang kelima Memeriksa Kembali ( look ) Kelima dari IDEAL adalah melihat akibat yang nyata dari strategi yang digunakan dan belajar dari pengalaman yang didapat. Melihat dan belajar perlu dilakukan karena setelah mendapatkan hasil, banyak yang lupa untuk melihat kembali dan belajar dari penyelesaian masalah yang telah dilakukan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR EKONOMI BERBASIS EKONOMI SYARIAH UNTUK SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI KELAS X

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR EKONOMI BERBASIS EKONOMI SYARIAH UNTUK SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI KELAS X

ekonomi Islam, seringkali sebagian kita beranggapan bahwa pengajarannya akan terbatasi pada kajian fikih muamalah. Padahal sesungguhnya kajian kesyariahan bukanlah batasan, melainkan arahan menuju pasar yang adil dan kehidupan yang seimbang. Sebagaimana definisi bahasanya, bahwa syariah merupakan jalan menuju sumber mata air, sehingga pada praktik pengajarannya juga sangat dinamis. misalnya konsep urf dalam metodologi ushul fiqh. Keberadaan konsep ini sebagai dalil, memperlihatkan kedinamisan dan problem-solving oriented yang menjadi ciri pendidikan ekonomi Islam. Bagaimana dengan urf, diperbolehkan misalnya muzara’ah, mudharabah, dan adanya penggunaan uang di berbagai negara yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya. Seperti halnya pembolehan penggunaan dinar dan dirham yang sebenarnya berasal dari Romawi dan Persia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mempelajari Syariah, seorang Muslim harus juga memahami kontekstual dari tujuan Syariah itu sendiri. Karena Syariah bukanlah sekadar suatu kaidah yang tidak bisa diperluas sesuai dengan kebutuhan dan maslahah melainkan suatu metodologi pemecahan masalah yang dalam implementasinya dapat berkembang sesuai dengan kondisi zaman. Kecuali terkait masalah ibadah (Ziauddin : 2005: 98-117)
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING (PEMECAHAN MASALAH) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI TOMINI | Wulandari | GeoTadulako 9028 29595 1 SM

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING (PEMECAHAN MASALAH) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI TOMINI | Wulandari | GeoTadulako 9028 29595 1 SM

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa karena dalam proses belajar mengajar guru kurang menerapkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Rumusan masalah apakah penerapan model pembelajaran problem solving (pemecahan masalah) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran geografi di kelas XI MAN TOMINI. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran problem solving (pemecahan masalah) pada pembelajaran geografi di kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Tomini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, prosedur penelitian ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan dengan menerapkan model pembelajaran problem solving (pemecahan masalah) dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I siswa yang tuntas secara individu 20 siswa dengan nilai 62,5% dan siswa yang tidak tuntas 12 siswa, sedangkan pada siklus II siswa yang tuntas secara individu 28 siswa dengan nilai 87,5% dan siswa yang tidak tuntas berjumlah 4 siswa. Persentase ketuntasan belajar siswa sudah memenuhi kriteria di atas nilai KKM yaitu 75. Demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Tomini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PALEMBANG

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PALEMBANG

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui pendekatan kontekstual terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen berbentuk post-test only control design. Penelitian ini mengambil dua kelas yang diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling, kelas X. 4 sebagai kelas eksperimen yakni memperoleh pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui pendekatan kontekstual, dan kelas X.7 sebagai kelas kontrol yaitu memperoleh pembelajaran langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan wawancara kepada siswa. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dianalisis secara deskriptif. Data yang diperoleh dari hasil tes digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t. Dari hasil analisis diperoleh t hitung
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE DISKUSI DENGAN STRATEGI 

BRAIN STORMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DI MADRASAH ALIYAH AL-FATAH PALEMBANG. (Skripsi)

PENGARUH METODE DISKUSI DENGAN STRATEGI BRAIN STORMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DI MADRASAH ALIYAH AL-FATAH PALEMBANG. (Skripsi)

Berdasarkan wawancara dengan salah satu guru matematika di MA Al- Fatah Palembang dan wawancara dengan beberapa siswa, melihat langsung proses pembelajaran dan melihat RPP guru tersebut diperoleh informasi bahwa guru mata pelajaran matematika siswa kelas XI di MA Al-Fatah Palembang menggunakan model pembelajaran langsung, yaitu model pembelajaran yang lebih berpusat pada guru, dengan menggunakan metode ceramah dan pendekatan yang diberi pun berupa pendekatan tradisional, yakni siswa secara pasif menerima informasi, pembelajarannya yang abstrak dan teoritis. Kemudian kemampuan siswa dalam mengerjakan soal matematika pun masih kurang, yakni : 1) sebagian besar mereka hanya bisa mengerjakan soal dengan tipe yang sama dengan contoh yang telah diberikan oleh guru, mereka kurang lancar dalam mengerjakan soal dengan tipe baru yang berbeda dengan contoh dari guru, 2) siswa tidak bisa memecahkan permasalahan yang sifatnya non rutin, karena soal yang biasa diberikan gurunya adalah berupa soal rutin. Siswa hanya dilatih untuk mengingat bukan menganalisis suatu masalah, siswa mengerjakan soal latihan yang langsung dapat dikerjakan dengan menggunakan rumus. Pada umumnya siswa lebih suka mengerjakan soal-soal yang sudah tahu prosedur pengerjaannya masalah matematika menuntut siswa untuk menyelesaikan soal-soal non rutin yang memerlukan proses berpikir tingkat tinggi hal ini yang menyebabkan siswa cenderung kurang aktif dalam berdiskusi.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

PENGARUH  PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH  TERHADAP  STRES SEKOLAH SISWA SMK  Pengaruh pembelajaran pemecahan masalah terhadap stres sekolah siswa smk.

PENGARUH PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP STRES SEKOLAH SISWA SMK Pengaruh pembelajaran pemecahan masalah terhadap stres sekolah siswa smk.

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran pemecahan masalah terhadap tingkat stres sekolah siswa SMK. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental.Pemilihan subjek dilakukan melalui screening dengan menggunakan skor skala stres sekolah terhadap 102 siswa. Subjek penelitian 88 siswa yang memiliki skor kategori stres sedang dan tinggi, selanjutnya dari 88 subjek secara random diambil 20 subjek untuk kelompok eksperimen dan 20 subjek lagi untuk kelompok kontrol. Hasil analisis data terhadap subjek kelompok eksperimen dan kelompok control dengan Uji-t ( sample paired t- test) diketahui nilai t = -1,535 dengan signifikansi 0,144, berarti tidak ada perbedaan penurunan skor stres sekolah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran pemecahan masalah dalam penelitian ini tidak berpengaruh untuk menurunkan tingkat stres sekolah siswa. Selanjutnya berdasar Uji-t antara skor posttes dan follow up pada kelompok eksperimen ditemukan t = 0,850 dengan signifikansi 0,408 berarti tidak ada perbedaan, dengan demikian dapat dikatakan bahwa effek perlakuan bersifat menetap. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pembelajaran pemecahan masalah tidak berpengaruh untuk menurunkan tingkat stres sekolah siswa SMK.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KEMATANGAN KARIR SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) CIKARANG

KEMATANGAN KARIR SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) CIKARANG

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kematangan karir siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cikarang. Populasi penelitian ini adalah 606 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple random sampling dengan jumlah sampel 103 siswa. Skala yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian menunjukan siswa yang memiliki kategori tinggi berjumlah 22 orang dengan persentase 21,4 %, siswa yang memiliki kategori sedang berjumlah 66 orang dengan persentase 64,0 % dan kategori rendah dengan jumlah 15 orang dan persentase sebesar 14,6 %. Kesimpulan penelitian ini adalah kematangan karir siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cikarang berada pa- da kategori sedang, hal ini dapat terlihat bahwa aspek yang banyak dipilih adalah aspek eksplorasi karir.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PILIHAN KARIR PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 MALANG

PILIHAN KARIR PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 MALANG

Sedangkan jika dilihat sebaran minat karir berdasarkan jurusan/bidang studi terdapat 20 siswa dalam pemilihan karirnya telah sesuai dengan jurusan/bidang studi IPA dan sebanyak 8 siswa y[r]

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM HUBUNGANNYA DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI KUTOWINANGUN.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM HUBUNGANNYA DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI KUTOWINANGUN.

Dalam konteks kehidupan yang demikian itu, maka madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas keagamaan, dalam penyelenggaraannya, madrasah tidak hanya dituntut dapat menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang berciri khas keagamaan, tetapi lebih jauh madrasah dituntut pada memainkan peran lebih sebagai basis dan benteng tangguh yang akan menjaga dan memperkukuh etika dan moral bangsa. Untuk itu melalui bentuk dan sifat yang dimilikinya, madrasah mempunyai peluang lebih besar untuk berfungsi sebagai media sosialisasi nilai ajaran agama Islam kepada anak didik dengan pembelajaran akidah akhlak.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGARUH  PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH  TERHADAP STRES SEKOLAH SISWA SMK  Pengaruh pembelajaran pemecahan masalah terhadap stres sekolah siswa smk.

PENGARUH PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP STRES SEKOLAH SISWA SMK Pengaruh pembelajaran pemecahan masalah terhadap stres sekolah siswa smk.

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran pemecahan masalah terhadap tingkat stres sekolah siswa SMK. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental.Pemilihan subjek dilakukan melalui screening dengan menggunakan skor skala stres sekolah terhadap 102 siswa. Subjek penelitian 88 siswa yang memiliki skor kategori stres sedang dan tinggi, selanjutnya dari 88 subjek secara random diambil 20 subjek untuk kelompok eksperimen dan 20 subjek lagi untuk kelompok kontrol. Hasil analisis data terhadap subjek kelompok eksperimen dan kelompok control dengan Uji-t ( sample paired t- test) diketahui nilai t = -1,535 dengan signifikansi 0,144, berarti tidak ada perbedaan penurunan skor stres sekolah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran pemecahan masalah dalam penelitian ini tidak berpengaruh untuk menurunkan tingkat stres sekolah siswa. Selanjutnya berdasar Uji-t antara skor posttes dan follow up pada kelompok eksperimen ditemukan t = 0,850 dengan signifikansi 0,408 berarti tidak ada perbedaan, dengan demikian dapat dikatakan bahwa effek perlakuan bersifat menetap. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pembelajaran pemecahan masalah tidak berpengaruh untuk menurunkan tingkat stres sekolah siswa SMK.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Sosio Emosional Dalam Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Prestasi Belajar Kimia Ditinjau Dari Kognitif Siswa Madrasah Aliyah

Sosio Emosional Dalam Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Prestasi Belajar Kimia Ditinjau Dari Kognitif Siswa Madrasah Aliyah

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik se- cara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis, hasil penelitian dapat dijadikan sebagai salah satu dasar pengembangan model pembelajaran inovatif dalam dunia pendidikan khususnya kimia, serta memperkaya studi tentang model pembelajaran yang sesuai dengan memperhatikan jenis gaya kognitif siswa untuk mengatasi permasalahan terkait dengan prestasi belajar dan kondisi sosio emo- sional siswa. Sedangkan secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut. (1) Penerapan model pembe- lajaran berbasis masalah memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menganalisis dan memecahkan masalah yang kontek- stual dan merangsang mereka untuk lebih aktif dan kreatif sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar kimia dan kondisi sosio emo- sional siswa; (2) Perangkat pembelajaran model PBM yang teruji ini bermanfaat kepada pengajar yang mulai menerapkan pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Pembelajaran ini memberikan pengal- aman baru, baik diri siswa maupun guru, guna lebih memudahkan menanamkan kondisi sosio emosional dan sekaligus meningkatkan prestasi belajar kimia siswa; (3) Hasil komparasi model pembelaja- ran ini bermanfaat bagi guru dalam mengambil peran sebagai fasili- tator dan memilih model pembelajaran yang lebih baik dilakukan sesuai dengan karakteristik materi dan kemampuan siswa dalam belajar; dan (4) Penelitian ini bermanfaat bagi siswa yang mengala- mi kesulitan dalam memahami materi pelajaran kimia dan mening- katkan sosio emosional. Peserta didik akan menjadi lebih aktif dan termotivasi untuk belajar serta akan membimbing siswa berpikir aktif dan bertindak memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSEP DIRI DAN KECEMASAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI DI JAKARTA BARAT.

PENGARUH KONSEP DIRI DAN KECEMASAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI DI JAKARTA BARAT.

Kemampuan penyelesaian masalah matematika yang diperoleh dari para responden penelitian mempunyai rata-rata 84,4917 dengan simpangan baku 9,96201 serta perolehan kemampuan penyelesaian masalah matematika minimum 60,00 dan maksimum 96,67. Hal ini berarti nilai range atau rentangnya adalah 36,67 (maximum = 96,67 dikurangi minimum = 60,00), angka simpangan baku sebesar 9,96201 atau sama dengan 11,791 % dari rata-rata, hal ini menunjukkan perbedaan kecemasan belajar dari responden tergolong sedang dan beragam.

11 Baca lebih lajut

Pemahaman Konsep Dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Model Pembelajaran Inkuiri

Pemahaman Konsep Dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Model Pembelajaran Inkuiri

berpusat pada siswa dimana siswa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang menuntut pelaksanaan tugas-tugas siswa. Siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dituntut untuk mencari dan menemukan sendiri pengetahuan dan konsep matematika melalui proses berpikir secara sistematis sehingga siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Khan, dkk (2011) yang memaparkan bahwa pembelajaran inkuiri menuntut guru mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran melalui situasi kehidupan nyata, mengintegrasikan pengetahuan dan bekerjasama, membangun pengetahuan sendiri untuk memecahkan masalah sehingga siswa menjadi aktif dan tidak merasa cepat bosan dalam belajar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KECENDERUNGAN MEMECAHKAN MASALAH PADA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA II.

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KECENDERUNGAN MEMECAHKAN MASALAH PADA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA II.

Adanya perubahan emosi yang terjadi pada remaja tidak luput dari berbagai jenis pengaruh lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah, dan teman-teman sebaya serta kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari- hari. Masa remaja seperti yang disebutkan oleh Hurlock (1980: 208) sebagai usia bermasalah. Masalah masa remaja menjadi masalah yang sulit diatasi oleh anak laki-laki atau perempuan. Hal ini disebabkan oleh dua alasan. Pertama, remaja tidak berpengalaman dalam menyelesaikan masalah karena dahulunya dibantu oleh orang tua atau guru. Kedua, remaja menolak bantuan dari orang tua atau guru untuk mengatasi masalah karena merasa mandiri. Remaja yang merasa kegiatan di sekolah tidak mampu menampung gejolak energi, maka individu akan meluapkan kelebihan energinya untuk hal-hal yang kurang positif misalnya tawuran, kenakalan remaja, merusak sarana umum atau vandalisme. Perilaku remaja yang demikian menunjukkan bahwa remaja memiliki gejolak emosi yang cukup besar saat berinteraksi dalam lingkungan sekitar.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

Inovasi Madrasah melalui pengembangan bakat dan minat siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Magetan

Inovasi Madrasah melalui pengembangan bakat dan minat siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Magetan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan inovasi madrasah yang dilakukan dengan cara melalui pengembangan bakat dan minat di MAN 1 Magetan. Fokus penelitian ini yaitu tahap inisiasi, pengelolaan program inovasi madrasah, dan metode yang digunakan dalam melakukan inovasi madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahap inisiasi dilakukan dengan melihat kondisi dan kebutuhan madrasah, mengetahui pentingnya melakukan inovasi, mencari dan memanfaatkan peluang dan dilanjutkan dengan melakukan proses keputusan inovasi. Proses keputusan inovasi menghasilkan keputusan bahwa inovasi madrasah dilakukan fokus pada penerapan program untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. (2) Inovasi madrasah melalui pengembangan bakat dan minat siswa dilakukan dengan menerapkan program-program yang dikelola dengan baik mengacu pada fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang mengasilkan desain sasaran dan waktu pelaksanaan yang berbeda pada setiap programnya, menyesuaikan bidang program dan kapasitas bahan pengembangannya. Program inovasi madrasah tersebut yaitu Program Pengembangan Diri, Program Madrasah Penyelenggara SKS, Program Kelas dan Program Madrasah Penyelenggara Keterampilan (3) Inovasi yang diselenggarakan dimulai dari mencari dan memilih program didalamnya, melalui dua cara yang sesuai dengan model inovasi pendidikan yaitu top down model dan bottom up model.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

KAJIAN INTENSITAS MEMBACA DAN MENULIS SISWA                                                              MADRASAH ALIYAH AL-MU’MIN MUHAMMADIYAH

KAJIAN INTENSITAS MEMBACA DAN MENULIS SISWA MADRASAH ALIYAH AL-MU’MIN MUHAMMADIYAH

koherensi paragraf, ketepatan kalimat, dan ketepatan pilihan kata pada siswa Madrasah Aliyah Al- Mu‘min Muhammadiyah Tembarak Temanggung tahun 2011/2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi terstruktur, wawancara mendalam (in-depth interview), tes, dan dokumentasi. Intrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri. Untuk melengkapinya digunakan lembar obervasi (check list), pedoman wawancara, teks, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara umum kemampuan membaca baik kecepatan, pemahaman, maupun kecepatan efektif membaca siswa belum efektif. Keterampilan menulis siswa Madrsah Aliyah Al- Mu‘min Muhammadiyah Tembarak Temanggung tahun 2011/2012 secara kuantitatif sudah cukup efektif, tetapi secara kualitatif masih ditemukan ketidakkohesifan dan ketidakkoherensian paragraf, ketidaktepatan penggunaan kalimat, dan ketidaktepatan pilihan kata.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Strategi Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kandis

Pengaruh Penerapan Strategi Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kandis

Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah memberikan kontribusi positif terhadap KPMM. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Husna (2015). Terdapat pengaruh penerapan strategi pemecahan masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematis Siswa Kelas IX SMP Negeri 26 Pekanbaru pada materi pokok menggunakan konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah. Fauziah Fakhrunisa (2015) menyimpulkan bahwa strategi pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru. Sawati (2010) menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah draw a picture berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita. Satriani (2012) juga menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah dalam pembelejaran kooperatif pendekatan struktural NHT dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah

Jika dilihat dari aspek kurikulum, kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika di sekolah yaitu melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, serta mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan ide-ide melalui lisan, tulisan, gambar, grafik, peta, diagram, dan sebagainya (Depdiknas, 2006: 6). Sejalan dengan tujuan pembelajaran matematika yang terdapat dalam KTSP (dalam Depdiknas

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Strategi Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas IX SMP Negeri 26 Pekanbaru

Pengaruh Penerapan Strategi Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas IX SMP Negeri 26 Pekanbaru

Pelajaran matematika memiliki pengaruh yang sangat besar dalam berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Hal ini dikarenakan matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia (Depdiknas, 2006). Tujuan pelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah, (2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, (3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, (4) mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, dan (5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah (Depdiknas, 2006). Berdasarkan tujuan- tujuan tersebut maka kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peranan Pembelajaran Modeling dalam Meningkatkan Keterampilan Beribadah Siswa di Madrasah Aliyah Negeri (Man)-3 Medan

Peranan Pembelajaran Modeling dalam Meningkatkan Keterampilan Beribadah Siswa di Madrasah Aliyah Negeri (Man)-3 Medan

Mengenai kurikulum pendidikan yang dipakai oleh MAN-3 Medan sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah. Struktur kurikulum MAN-3 Medan meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 3 tahun mulai dari Kelas X, Kelas XI, sampai Kelas XII yang disusun berdasarkan standar kompetensi kelulusan dan kompetensi mata pelajaran. Pengorganisasian kelas-kelas pada MAN-3 Medan dibagi kepada dua kelompok, yakni Kelas X dan Kelas XI tahun ajaran 2016-2017 menerapkan Kurikulum 2013 dan terbagi kepada tiga peminatan yang terdiri dari ; peminatan Matematika dan Ilmu Alam, peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, dan peminatan Ilmu- Ilmu Keagamaan. Sementara itu Kelas XII masih memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) dengan program penjurusan yang terdiri dari 3 program, yaitu ; Program IPA, Program IPS, dan Program Keagamaan. Kemudian terus menyesuaikan diri untuk menggunakan Kurikulum 2013 pada semua mata pelajaran, termasuk pada rumpun mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Alquran Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam), Bahasa Arab dan mata pelajaran peminatan keagamaan untuk Kelas
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects