Top PDF KAPITAL SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN DALAM PE

KAPITAL SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN DALAM PE

KAPITAL SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN DALAM PE

Halaman 206 dari 286 Identifikasi terhadap individu-individu ini perlu dilakukan pada setiap organisasi sosial yang baru berdiri dan yang mau melakukan pengembangan. Oleh karena itu sumberdaya kepemimpinan tersebut yang harus diidentifikasi dan dibangun secara khusus agar kerjasama antara publik dan swasta bisa terjalin karena ada orang-orang yang mampu mengambil inisatif dan memimpin. Usaha ini juga dilakukan untuk untuk menanggapi secara positif asumsi bahwa lingkungan pasar selalu berubah, dan karena itu pula menuntut pelaku usaha bisa berorientasi rasional pada usahanya untuk selalu melakukan penguatan jaringan sewaktu sistem hukum berada dibawah mekanisme pasar [2], karena dengan cara itu seseorang bisa memperoleh sumberdaya [4]. MEA menitikberatkan pada pembentukan jaringan antar pelaku produksi sebagai keharusan dalam menghadapi berbagai konsekuensi dari penghilangan berbagai aturan hambatan perdagangan di antara ASMs.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN KIAI DALAM MENGEMBANGKAN PE

KEPEMIMPINAN KIAI DALAM MENGEMBANGKAN PE

"Karakter adalah watak, tabiat, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan virtues yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk [r]

31 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKSI PROGRAM DAN PE

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKSI PROGRAM DAN PE

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi Kepemimpinan yang dijalankan Kepala Seksi Program dan Pengembangan Usaha adalah Fungsi Instruktif, Fungsi Konsultatif dan Fungsi Pengendalian. Terdapat peningkatan mutu siaran selama kepemimpinan Kepala Seksi Program dan Pengembangan Usaha dengan parameternya adalah adanya peningkatan iklan dan telepon interaktif pemirsa, dengan beberapa kendala yaitu (1) Terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM); (2) Terbatasnya sarana prasarana pendukung dalam menjalankan operasional kegiatan seksi Program dan PU; (3) Regulasi yang sering berubah.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ORGANISASI MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PE

ORGANISASI MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PE

Kepala Sekolah sebagai pimpinan pendidikan di tingkat satuan pendidikan diupayakan mampu menjadi dinamisator dan komando dalam upaya menggerakan segenap tenaga kependidikan dalam rangka mencapai tujuan memberikan motivasi kepada guru secara kooperatif untuk meningkatkan produktivitas kerja, karena guru bukan hanya menginginkan kepala sekolah memiliki kepemimpinan secara teoritis saja, tetapi yang terpenting adalah penerapannya melalui kepemimpinan dirasakan dan berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas kinerja guru. Kemampuan manajerial Kepala Sekolah akan meliputi berbagai keterampilan dalam hal pemahaman yang luas tentang seluruh operasional sekolah dalam hubungannya dengan tuntutan teknik yang harus dikuasai, di antaranya pengembangan kurikulum, manajemen, siswa, personil, keuangan, tata usaha, pemeliharaan sarana dan prasarana, pelayanan bantuan dan hubungan sekolah dengan masyarakat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Strategi Adaptasi Pengusaha Kerajinan Tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) di Tengah Kemajuan Teknologi

Strategi Adaptasi Pengusaha Kerajinan Tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) di Tengah Kemajuan Teknologi

Menurut Hasbullah (2006: 10) inti telaah modal sosial terletak pada bagaimana kemampuan masyarakat dalam suatu entitas atau kelompok untuk bekerjasama membangun suatu jaringan untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama tersebut diwarnai oleh suatu pola interaksi yang timbal balik dan saling menguntungkan, dan dibangun di atas kepercayaan yang ditopang oleh norma-norma dan nilai-nilai sosial yang positif dan kuat. “Menurut Lawang dalam (Damsar, Indrayani, 2009: 208). kapital berarti modal, baik dalam bentuk uang maupun bentuk fisik (barang-barang) yang memungkinkan suatu investasi dapat berjalan. Kapital juga dapat diartikan sebagai bentuk tenaga fisik dan keterampilan yang dimiliki seseorang. Kapital juga dapat diartikan sebagai investasi, berarti berhubungan dengan proses yang sangat panjang, tidak bisa langsung digunakan”.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KESEJAHTERAAN SOSIAL INDIVIDU MELALUI PE

KESEJAHTERAAN SOSIAL INDIVIDU MELALUI PE

Berdasarkan jadual di atas iaitu jadual 4.11 menunjukkan bahawa nilai skor min penglibatan aktiviti masa senggang pasif yang telah dilakukan oleh pelajar tingkatan empat berada pada tahap min yang sederhana secara keseluruhannya. Min keseluruhan adalah (µ=2.7272) menunjukkan interpretasi yang sederhana. Min yang tertinggi bagi aktiviti masa senggang pasif adalah mendengar muzik. Aktiviti mendengar muzik menunjukkan min (µ=3.61) yang paling tinggi untuk skala 4 dan 5. Ini menunjukkan responden lebih gemar untuk mendengar muzik ketika masa lapang mereka di rumah atau di mana sahaja mereka berada. Responden juga gemar menonton televisyen dan filem dengan min (µ=2.79). Ini menunjukkan bahawa responden juga merehatkan diri mereka dengan menonton televisyen dan filem yang ada. Pelajar juga gemar membaca buku ketika masa lapang. Dengan min (µ=2.66) menunjukkan interpretasi yang sederhana di mana pelajar juga mengisi masa mereka dengan membaca sebarang bahan bacaan. Selain aktiviti menonton televisyen dan membaca, aktiviti yang mendapat min yang lebih tinggi daripada dua aktiviti yang disebut namun masih dalam inteprestasi sederhana dengan min (µ=2.86) adalah melayari media sosial. Ini menunjukkan bahawa pelajar gemar melayari media sosial ketika masa senggang. Selain itu, min yang terendah adalah item bermain alat muzik serta melukis dan menulis dengan min (µ=2.34) dan (µ=2.20). Ini menunjukkan aktiviti melukis dan menulis serta bermain alat muzik tidak gemar dilakukan oleh responden dengan interprestasi yang rendah bagi kedua-dua aktiviti tersebut. Jadual 4.14 Taburan keseluruhan min dan sisihan piawai mengikut faktor pendorong
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Kota

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Kota

tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing. Fungsi ini tidak sekedar berlangsung dua arah, tetapi juga perwujudan pelaksanaan hubungan manusia yang efektif antara pemimpin dan orang yang dipimpin baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Sekalipun memiliki kesempatan yang sama bukan berarti setiap orang bertindak semaunya, tetapi harus dilakukan dan dikerjakan secara terkendali dan terarah yang merupakan kerjasama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. Dengan demikian musyawarah menjadi hal yang sangat penting dalam kesempatan berpartisipasi melaksanakan program organisasi. Pemimpin tidak sekedar mampu membuat keputusan dan memerintahkan pelaksanaannya, akan tetapi pemimpin harus tetap dalam posisi sebagai pemimpin yang melaksanakan fungsi kepemimpinan bukan sebagai pelaksana.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

KAPITAL SOSIAL DAN RELASI PATRON-KLIEN DALAM OPERASI RUMAH SEWA PRIVAT DI INDONESIA

KAPITAL SOSIAL DAN RELASI PATRON-KLIEN DALAM OPERASI RUMAH SEWA PRIVAT DI INDONESIA

sosok sentral untuk menentukan segala keputusan organisasi pengerjaan hing- ga keuangan. Sementara dalam organ- isasi perawatan rumah sewa mulai dari keluhan PLN, AC, listrik, air, dikerjakan berdasarkan alur informasi dari ibu, anak, penjaga, atau langsung ke bapak pemilik. Pemilik rumah sewa, saya lihat juga memegang kendali untuk merawat hubungan sosial dengan tetangga seki- tar, saling berkunjung dengan sesama pemilik sewa terdekat dan membina relasi dengan mode ekonomi lainnya yang berada di sekitar indekos, mulai dari fotokopian, ojek, toko sembako, dan warung makan. Khusus Bapak M, ia lebih memilih untuk mempercayakan manajemen rumah sewa kepada kelu- arga inti dibanding dengan pemilik lain yang mempekerjakan non-keluarga inti terutama dalam hal keamanan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Etika dan Tanggungjawab Sosial pe

Etika dan Tanggungjawab Sosial pe

Tiga tahap utama: • Mengidentifikasi setiap pilihan, alternatif, dan risiko-risiko yang tersedia dan/atau akan muncul • Mengidentifikasi siapa yang akan menjadi target atas setiap [r]

15 Baca lebih lajut

karl marx kapital buku 02 proses sirkulasi kapital

karl marx kapital buku 02 proses sirkulasi kapital

saja agar dapat membayar. Namun, penjualan ini, sama sekali tidak ada kaitan apa pun dengan keadaan permintaan yang sesungguhnya. Ia hanya berurusan dengan tuntutan akan pembayaran, dengan keharusan mutlak untuk mentransformasi barang-dagangan menjadi uang. Pada titik ini krisis itu pecah. Ia terlebih dulu terbukti tidak dalam pengurangan langsung permintaan konsumen, permintaan untuk konsumsi individual, tetapi lebih dalam suatu kemerosotan dalam jumlah pertukaran kapital untuk kapital, dalam proses reproduksi kapital. Untuk memenuhi fungsinya sebagai kapital uang, sebagai suatu nilai kapital yang dimaksudkan untuk ditransformasi kembali menjadi kapital produktif, M diubah menjadi barang-dagangan mp dan L. Jika barang-dagangan ini harus dibeli atau dibayar pada waktu-waktu yang berbeda-beda, M-C lalu mengambil bentuk dari serangkaian pembelian dan pembayaran yang berturut-turut, sehingga satu bagian dari M melaksanakan babak M-C, sedangkan suatu bagian lain berkukuh di dalam keadaan uang, dan hanya berfungsi untuk babak-babak serempak atau berurutan M-C pada suatu waktu yang ditentukan oleh kondisi- kondisi proses itu sendiri. Ia ditarik dari sirkulasi hanya untuk sementara, untuk melangkah menjadi aksi dan memenuhi fungsinya pada suatu titik tertentu dalam waktu. Maka penimbunan uang itu sendiri adalah suatu fungsi yang ditentukan oleh sirkulasinya dan untuk sirkulasi. Keberadaannya sebagai suatu dana untuk pembelian dan pembayaran, penangguhan geraknya, keadaannya sebagai sirkulasi yang terinterupsi, adalah suatu situasi di mana uang memenuhi salah satu fungsinya sebagai kapital uang. Karena, dalam hal ini, uang yang untuk sementara waktu tidur adalah sendiri satu bagian dari kapital uang M dari M’ minus m = M), dari bagian nilai kapital barang-dagangan yang setara dengan P, nilai kapital produktif itu, yang darinya berasal uang yang ditarik itu. Selanjutnya, semua uang yang telah ditarik dari sirkulasi berada dalam bentuk suatu penimbunan. Bentuk penimbunan dengan demikian di sini menjadi suatu fungsi dari kapital uang, tepat sebagaimana dalam M-C fungsi uang sebagai suatu alat pembelian atau pembayaran menjadi suatu fungsi kapital uang, dan memang, justru karena nilai kapital berada di sini dalam bentuk uang, keadaan uang di sini merupakan suatu keadaan kapital industri dalam salah satu tahapnya, yang ditentukan oleh sirkuit sebagai keseluruhan. Tetapi ia juga sekali lagi di sini membuktikan kebenaran bahwa, di dalam sirkuit kapital industri, kapital uang tidak melaksanaklan fungsi- fungsi lain kecuali fungsi uang, dan fungsi-fungsi uang ini mempunyai arti penting sebagai fungsi-fungsi kapital hanya melalui keterkaitan mereka dengan tahap- tahap lain dari sirkuit itu.
Baca lebih lanjut

561 Baca lebih lajut

Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan dan Pe

Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan dan Pe

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan menampung kegiatan masyarakat perikanan, terutama terhadap aspek produksi, pengolahan dan pemasaran, serta pembinaan masyarakat nelayan. Pelayanan terhadap kapal perikanan sebagai sarana produksi meliputi: penyediaan basis ( home base ) bagi armada penangkapan, menjamin kelancaran bongkar ikan hasil tangkapan, menyediakan suplai logistik bagi kapal-kapal ikan seperti air tawar, bahan bakar minyak, es untuk perbekalan dan lain-lain. Sedangkan pelayanan terhadap nelayan sebagai unsur tenaga produksi meliputi: aspek pengolahan, aspek pemasaran dan aspek pembinaan masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi dari pembangunan dan pengembangan PPN Pengambengan. Metode penelitian adalah metode survey deskriptif yang bersifat studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas PPN Pengambengan memberikan manfaat yang besar. PPN Pengambengan tidak mengharapkan keuntungan dari manfaat yang diterima. Hal ini dikarenakan tujuan dari PPN Pengambengan yaitu sebagai support system dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi dan mensejahterakan kehidupan para nelayan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN PE

HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN PE

rangsangan yang diterima. Sedangkan, faktor fungsional ialah karakteristik orang yang memberi respons terhadap rangsangan tersebut (Rakhmat, 2004). Karakteristik sosial ekonomi berpengaruh terhadap persepsi seseorang, anggota sistem sosial yang lebih inovatif mempunyai karakteristik sosial ekonomi sebagai berikut: tingkat pendidikan lebih tinggi, mempunyai unit skala usaha tani yang lebih luas serta orientasi usahanya bersifat komersil (Tarigan, 1987).

11 Baca lebih lajut

Hubungan Sosial Penghuni di Institusi Pe

Hubungan Sosial Penghuni di Institusi Pe

viii BAB IV GANJARAN DARIPADA HUBUNGAN SOSIAL DAN PANDANGAN PENGHUNI TENTANG PELUANG KEHIDUPAN SELEPAS DIBEBASKAN 70-86 4.1 Pendahuluan 71 4.2 Ganjaran Daripada Hubungan Sosi[r]

3 Baca lebih lajut

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PE

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PE

Saat ini yang menjadi perhatian terbesar dari perusahaan kepada masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Masalah seperti perusakan lingkungan, perlakuan tidak layak terhadap karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidak nyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar. Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas, juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan (misalnya peraturan yang dibuat oleh Uni Eropa. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dalam membuat keputusan investasi mereka, sebuah praktek yang dikenal sebagai "Investasi bertanggung jawab sosial" (socially responsible investing).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL GURU DAN SISWA DALAM PE

INTERAKSI SOSIAL GURU DAN SISWA DALAM PE

Selain dari hasil observasi, dari hasil wawancara dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013 dengan guru sosiologi SMA Katolik Talino yang bernama bapak Alexander, S.Sos yang hasil wawancara telah disetujui oleh terwawancara. Dari hasil wawancara juga diketahui bahwa interaksi sosial guru dan siswa kurang terjadi dengan baik. Hal demikian terlihat dari syarat-syarat interaksi sosial. Dari kontak sosial, diketahui bahwa pada saat pembelajara sosiologi berlangsung guru tidak pernah memberikan motivasi atau pujian kepada siswa, hal tersebut terjadi karena guru merasa hal yang biasa serta jarang memberikan kesempatan bagi siswa untuk untuk bertanya. Selain itu siswa terlihat sibuk dengan dirinya masing-masing, kondisi yang demikian tidak juga membuat guru berusaha untuk mendekati siswa, memandang dengan penuh kehangatan agar siswa tahu bahwa perilaku tersebut tidak boleh dilakukan didalam kelas, dan guru kelihatan membiarkan kondisi belajar yang demikian.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KAPITAL SOSIAL PERPUSTAKAAN MELALUI SAHABAT PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

PENGEMBANGAN KAPITAL SOSIAL PERPUSTAKAAN MELALUI SAHABAT PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

Program Sahabat Perpustakaan dapat dilihat sebagai pengembangan kapital sosial. Program Sahabat Perpustakaan yang menargetkan berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan individu merupakan usaha pengembangan relasi sosial dari Perpustakaan Nasional RI. Pengembangan kapital sosial melalui program Sahabat Perpustakaan dapat dikonversikan ke dalam bentuk kapital lainnya, misalnya kapital ekonomi. Komunitas yang berkolaborasi mengadakan suatu kegiatan dalam program Sahabat Perpustakaan terlihat dengan sukarela mengeluarkan dana untuk suksesnya acara. Perpustakaan tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk mampu mendatangkan artis seperti Vidi Aldiano namun komunitas yang juga merupakan sarana pengembangan kapital sosial bagi artis dapat meminta kepada Vidi untuk datang dan memeriahkan kegiatan tanpa harus memberikan kompensasi kepada Vidi.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DALAM KUALITAS

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DALAM KUALITAS

Menurut stoner Manajemen Kepemimpinan adalah sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas. Ada tiga implikasi penting, pertama, kepemimpinan melibatkan orang lain ( bawahan atau pengikut ), kwalitas seorang pemimpin ditentukan oleh bawahan dalam menerima pengarahan dari pemimpin. Kedua, kepemimpinan merupakan pembagian yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan beberapa dari kegiatan anggota kelompok dan sebaliknya anggota kelompok atau bawahan secara tidak langsung mengarahkan kegiatan pimpinan. Ketiga kepemimpinan disamping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai pengaruh. Dengan kata lain seorang pimpinan tidak dapat mengatakan kepada bawahan apa yang harus dikerjakan tapi juga mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintah pemimpin.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kapital sosial pada lembaga madrasah (studi kasus Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta)

Kapital sosial pada lembaga madrasah (studi kasus Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta)

Demikian juga dengan Rahmat Aulia, ia juga mengambil tema kapital sosial pada lembaga pendidikan dengan judul Kapital Sosial Lembaga Pendidikan Madrasah (Studi di Lembaga Pendidikan Madrasah Tsanawiyah al- Huda Al- Islamiyah Bekasi). Setelah melakukan penelitian, Rahmat Aulia menyimpulkan beberapa hal, yaitu kapital sosial di madrasah Tsnawiyah Al Huda Al Islamiyah ada dan tertambat dalam struktur madrasah itu sendiri yang berbentuk kepercayaan (trust), norma-norma (norms), jaringan-jaringan (networks), serta hubungan-hubungan (relatoins) para aktor dalam memainkan peran- perannya dalam upaya memajukan madrasah yang berdasarkan kepentingan-kepentingan bersama. Sinergi antara kapital sosial, kapital manusia dan kapital fisik untuk suatu yang mutlak diperlukan dalam proses pembelajaran. Menurutnya semakin kuat sinergi yang terjadi maka akan semakin baik kinerja yang ada. Dari hasil penelitian juga dapat disimpulkan bahwa kapital yang ada di madrasah ini belum maksimal berfungsi. 13
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

belajarmenggunakanhurufkapital kelas2sd 100902011910 phpapp02

belajarmenggunakanhurufkapital kelas2sd 100902011910 phpapp02

gani berasal dari palembang bu hana pergi hari kamis adik berulang tahun di bulan desember Gani berasal dari Palembang Bu Hana pergi hari Kamis Adik berulang ta[r]

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...