Top PDF KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI LAMPUNG MANGROVE CENTER DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI LAMPUNG MANGROVE CENTER DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI LAMPUNG MANGROVE CENTER DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

1. Spesies burung yang ditemukan secara keseluruhan di hutan mangrove Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur pada bulan April tahun 2013 terdapat 20spesiesdengan total 995 individu dari 13 famili. Tujuhspesies burung dari 20spesies yang ditemui satwa yang dilindungi, yaitu bangau tongtong (Leptoptilos javanicus),pecuk ular asia (Anhinga melanogaster), kuntul besar (Egretta alba), raja udang biru (Alcedo coerulescens), kuntul kecil (Egretta garzetta), elang bondol (Haliastur indus), dan punai bakau (Treron fulvicollis).
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PERMUDAAN ALAMI TEGAKAN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata) PADA BERBAGAI KEKERASAN PENJARANGAN DI HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

PERMUDAAN ALAMI TEGAKAN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata) PADA BERBAGAI KEKERASAN PENJARANGAN DI HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Sebagai kawasan dengan produktivitas biomasa tertinggi, hutan mangrove memiliki potensi ekonomi yang besar. Tebang pilih dalam rangka pemanfaatan hutan mangrove mungkin menjadi sebuah alternatif dalam pemanfaatan hutan secara lestari dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya matahari yang sampai pada lantai hutan sebagai pengaruh dari perlakuan penjarangan dengan berbagai tingkat kekerasan ; untuk mengetahui hubungan antara besarnya intensitas cahaya matahari dengan permudaan alami tegakan bakau hitam. Metode penjarangan dengan mengurangi jumlah batang pada setiap pohon diterapkan dengan tiga kelas, yaitu kontrol, penjarangan ½ dan ¾. Permudaan alami tegakan bakau hitam diukur pada tahun ke 2 dan ke 3 setelah perlakuan penjarangan. Sebagai penunjang, data intensitas cahaya matahari diukur pada tiap-tiap perlakuan dan dihubungkan dengan keberhasilan permudaan alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai dengan tahun ke 3, Penjarangan berpengaruh terhadap intensitas cahaya matahari yang diterima oleh lantai hutan pada tegakan bakau hitam. Intensitas cahaya matahari yang sampai di atas lantai hutan berkorelasi dengan keberhasilan permudaan alami bakau hitam.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Partisipasi Kelompok Masyarakat dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur

Partisipasi Kelompok Masyarakat dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur

Bersamaan dengan acara tersebut, kelompok Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dibentuk oleh Universitas Lampung sebagai fasilitator dalam pelestarian hutan mangrove dengan jumlah anggota 24 orang. Struktur organisasi kelompok ini adalak Pak Rusyani sebagai ketua, Pak Sukari sebagai wakil ketua, Pak Adi sebagai sekretaris dan Ibu Muslikah sebagai bendahara. Tujuan kelompok PLH ini adalah untuk melaksanakan pengamanan dan pelestarian hutan mangrove dan untuk mengajukan beberapa program yang berkaitan dengan mangrove tersebut. Anggota dari kelompok PLH banyak rekrutmen dari PNS Guru. Hal ini dilakukan karena untuk menarik minat anak sejak dini untuk melestarikan hutan mangrove. Program pelestarian hutan mangrove seperti pembibitan dan penanaman tidak rutin dilakukan oleh kelompok ini, karena jika ada kontrak kerjasama dengan pihak luar baru kegiatan-kegiatan tersebut berjalan kembali. Sehingga keberlanjutan program untuk pelestarian hutan mangrove tidak ada.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

STUDI KONDISI IKAN PADA KAWASAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR

STUDI KONDISI IKAN PADA KAWASAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR

Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur merupakan desa yang memiliki hutan mangrove seluas 6,65% dari total hutan mangrove di Provinsi Lampung yaitu 10.533,676 hektar, yang difungsikan sebagai kawasan restorasi dan rehabilitasi. Penduduk di sekitar area mangrove umumnya bekerja dengan mengusahakan tambak dan mencari ikan yang terdapat pada ekosistem tersebut, sehingga kondisi ikan di area mangrove kemungkinan besar dipengaruhi oleh aktivitas tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015 di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur dan bertujuan untuk mengetahui status kondisi ikan berdasarkan nilai Liver Somatic Index (LSI), Gonad Somatic Index (GSI), dan analisis isi lambung pada spesies ikan serta kualitas air yang di temukan di teluk maupun laut terbuka ekosistem mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ikan pada teluk
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

MODAL SOSIAL PADA PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

MODAL SOSIAL PADA PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

adalah api-api, bakau, waru laut dan buta-buta. Tahun 1977 dilakukan konversi hutan mangrove untuk fungsi lain yaitu dengan adanya pembukaan hutan menjadi 14 kolam udang tradisional. Tahun 1980 – 1987 merupakan puncak ekspor udang. Tahun 1990 luas tambak udang mengalami beberapa masalah yaitu dengan adanya udang yang telah terinfeksi penyakit virus, adanya abrasi laut dan penurunan permintaan udang. Saat abrasi yang terjadi tahun 1990—1994, hutan bakau yang terdapat sepanjang pantai menghilang hingga 14 tambak udang juga menghilang. Tahun 1995 terjadi rehabilitasi pertama seluas 50 ha dan kemudian tahun 1997 jenis mangrove yang ditanam di daerah itu tumbuh berhasil. Tahun 1998–2004 hutan mangrove telah diperpanjang selebar 100 ha sebagai hasil rehabilitasi oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Lampung Timur, ABRI dan masyarakat. Hingga sampai saat ini masyarakat sudah memahami peran hutan mangrove bagi desa sehingga masyarakat turut dalam menjaga keberadaan hutan mangrove tersebut (Kustanti dkk., 2014a).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Penyuluhan Lampung Mangrove Center (LMC) kepada Kelompok Nelayan terhadap Peningkatan Pengetahuan Pelestarian Hutan Mangrove (Studi pada Kelompok Nelayan Desa Mergasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur)

Pengaruh Metode Penyuluhan Lampung Mangrove Center (LMC) kepada Kelompok Nelayan terhadap Peningkatan Pengetahuan Pelestarian Hutan Mangrove (Studi pada Kelompok Nelayan Desa Mergasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur)

Keberadaan ekosistem hutan mangrove di Indonesia saat ini benar-benar pada posisi menghawatirkan, dalam tiga dekade belakangan ine telah terjadi penurunan secara drastis. Luas kawasan hutan mangrove di Indonesia dari selua 4,25 juta Ha turun menjadi 3,7 juta Ha dan bahkan hanya sekitar 2,1 juta Ha dalam keadaan utuh.

6 Baca lebih lajut

PERANAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE PADA IMUNITAS TERHADAP MALARIA: STUDI DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

PERANAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE PADA IMUNITAS TERHADAP MALARIA: STUDI DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Telah dikenal banyak jenis tumbuhan yang terdapat di hutan mangrove di dunia. Tercatat telah dikenal sebanyak 24 family dan antara 54 sampai dengan 75 spesies. Food and Agriculture Organization/ FAO (2007) dikutip oleh Greenpeace Southeast Asia (2013) menyatakan bahwa, adanya 48 spesies mangrove di Indonesia, membuat Indonesia menjadi pusat penting keanekaragaman hayati mangrove dunia. Dari sekian banyak jenis mangrove yang hidup di daerah pasang surut, yang tahan air garam dan berbuah terdapat sekitar 12 family (Bengen, 2002). Jenis mangrove yang banyak ditemukan di Indonesia antara lain adalah jenis api-api (Avicennia sp.), bakau (Rhizophora sp.), tancang (Bruguiera sp.), dan pedada (Sonneratia sp.). Jenis-jenis mangrove tersebut adalah kelompok mangrove yang menangkap, menahan endapan, dan menstabilkan tanah habitatnya.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

KEMANDIRIAN MASYARAKAT PELESTARI LINGKUNGAN HIDUP (PLH) DALAM PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI LAMPUNG TIMUR

KEMANDIRIAN MASYARAKAT PELESTARI LINGKUNGAN HIDUP (PLH) DALAM PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI LAMPUNG TIMUR

Desa Margasari yang terletak di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur dapat dicapai dengan baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Keadaan jalan khususnya jalan kecamatan kurang begitu baik karena masih banyak terdapat lubang di beberapa ruas jalan. Hingga saat ini, tidak ada mobil angkutan umum yang menuju Desa Margasari. Tetapi hal ini teratasi dengan tersedianya jasa angkutan ojek yang siap mengantar ke Desa Margasari dengan biaya antara Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00 dari depan kantor Kecamatan Labuhan Maringgai dan jasa travel dengan biaya Rp 25.000,00 – Rp 40.000,00 (Bandar LampungMargasari, Sukadana- Margasari).
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Selama ini pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang merupakan salah satu potensi hutan mangrove kurang mempertimbangkan aneka produk dan jasa yang dapat dihasilkan. Konversi lahan untuk pemanfaatan lain dipandang lebih menguntungkan daripada menggali potensi yang ada. Tujuan penelitian yang dilaksanakan pada bulan April – Mei 2013 adalah menghitung nilai ekonomi total hutan mangrove Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Responden adalah 43 masyarakat sekitar hutan mangrove yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan pengamatan langsung di lapangan, wawancara dan dianalisis menggunakan formula nilai ekonomi total (Total Economic Value/TEV) secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi total hutan mangrove sebesar Rp 10.530.519.419,00 per tahun yang diperoleh dari (1) nilai guna langsung sebesar Rp 1.877.440.000,00 per tahun dari pemanfaatan rajungan, udang, kepiting, daun jeruju, buah pidada, kayu bakar dan ekowisata, (2) nilai guna tak langsung sebesar Rp 8.915.036.479,00pertahun dari penyedia pakan alami bagi biota laut, (3) nilai pilihan sebesar Rp 103.425.000,00 per tahun dari keanekaragaman hayati dan (4) nilai keberadaan Rp 1.580.000,00 per tahun dari kesediaan membayar masyarakat. Kata kunci: Hutan mangrove, nilai ekonomi total, nilai guna, nilai bukan guna.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

ESTIMASI KARBON TERSIMPAN PADA HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

ESTIMASI KARBON TERSIMPAN PADA HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Mangrove forest estimated that effectively absorb carbon through photosynthesis. The purpose of the study is to estimate the stand and litter carbon stock of mangrove forest. The research used line transect method. The first line and plot determined randomly then the next line and plots was sistematically. The observation plots had measurement with amount of 20m x 20m with spacing between plot in line 20 m with total 20 plots. Each plot was measured diameter just ≥ 5 cm. Each plot made observations litter sub plots with amount of 0,5 m x 0,5 m. Carbon estimation of stand biomass using allometric equations B = 0,1848D 2.3624 and litter biomass using total dry weight. Carbon concentration of organic material typically contains around 46% thus multiplying the biomass by 46%. The average biomass of mangrove forests amounted to 431,78 tons/ha. Carbon estimated of mangrove stand was 197,36 ton/ha and litter carbon was 1,25 ton/ha, based on the research total of carbon mangrove forest was 198,61 ton/ha.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Jabon merupakan salah satu jenis tumbuhan yang berdaur pendek karena pertumbuhannya yang cepat. Pohon jabon tidak memerlukan tindakan khusus dalam pemeliharaannya. Pemeliharaan tanaman yang umum dilakukan pada awal penanaman adalah pemupukan. Pupuk organik seperti pupuk kompos kotoran sapi sebagai bahan tambahan campuran tanah pada saat penanaman dapat menambah zat-zat hara di dalam tanah yang dibutuhkan tanaman untuk

42 Baca lebih lajut

KEANEKARAGAMAN BURUNG DI KAMPUS UIN RADEN INTAN LAMPUNG - Raden Intan Repository

KEANEKARAGAMAN BURUNG DI KAMPUS UIN RADEN INTAN LAMPUNG - Raden Intan Repository

Burung merupakan salah satu hewan yang dinilai penting untuk ekosistem taman karena dapat membantu penyerbukan bunga, penyebaran biji, dan mencegah kerusakan tanaman dari serangan serangga. 13 Sebagai salah satu komponen dalam ekosistem, keberadaan burung dapat menjadi indikator apakah lingkungan tersebut mendukung kehidupan suatu organisme atau tidak karena mempunyai hubungan timbal balik dan saling tergantung dengan lingkungannya. Burung sebagai indikator perubahan lingkungan, dapat digunakan sebagai indikator dalam mengambil keputusan tentang rencana strategis dalam konservasi lingkungan yang lebih luas. 14 Burung dapat menjadi indikator yang baik bagi keanekaragaman hayati dan perubahan lingkungan. Hal tersebut disebabkan karena burung terdapat hampir di seluruh habitat daratan pada permukaan bumi ini dan bersifat sensitif terhadap kerusakan lingkungan. Ada beberapa jenis burung yang memiliki kepekaan tertentu terhadap kesehatan lingkungan habitatnya, salah satu diantaranya adalah burung raja udang (Halycon). 15
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI HUTAN PENDIDIKAN MANGROVE UNILA DESA MARGASARI KABUPATEN LMPUNG TIMUR

EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI HUTAN PENDIDIKAN MANGROVE UNILA DESA MARGASARI KABUPATEN LMPUNG TIMUR

Yudha (2007) menyatakan bahwa hutan mangrove Desa Margasari didominasi je- nis bakau besar (Rhizophora mucronata) yang ditanam oleh masyarakat dan pe- merintah dan api-api (Avicennia marina) yang tumbuh secara alami. Jenis mang- rove ini tumbuh dengan formasi/zonasi yang unik, dikatakan demikian karena ta- naman bakau besar tumbuh lebih dekat dengan darat dan selanjutnya di depan ta- naman bakau besar barulah tumbuh tanaman api-api yang cenderung lebih dekat dengan laut. Sehingga kedua tanaman ini memiliki jarak yang berbeda dari darat ke laut. Menurut Bengen dan Dutton (2004), faktor -faktor yang mempengaruhi zonasi dari hutan mangrove adalah salinitas, toleransi terhadap ombak dan angin, toleransi terhadap lumpur (substrat) dan frekuensi genangan air.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN POPULASI BURUNG CEKAKAK (Halcyonidae) DI LAHAN BASAH DESA SUNGAI LUAR DAN LAHAN BASAH DESA KIBANG PACING KECAMATAN MENGGALA TIMUR KABUPATEN TULANG BAWANG

PERBANDINGAN POPULASI BURUNG CEKAKAK (Halcyonidae) DI LAHAN BASAH DESA SUNGAI LUAR DAN LAHAN BASAH DESA KIBANG PACING KECAMATAN MENGGALA TIMUR KABUPATEN TULANG BAWANG

Pengawetan adalah upaya untuk menjaga agar keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya baik di dalam maupun di luar habitatnya tidak punah (Peraturan Pemerintah PP No. 7, 1999). Tumbuhan dan satwa liar merupakan bagian dari sumber daya alam hayati yang dapat dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan pemanfaatannya dilakukan dengan memperhatikan kelangsungan potensi, daya dukung dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa liar (PP No. 8, 1999). Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya dilaksanakan secara adil dan selaras (UU No. 32, 2004). Berdasarkan hal tersebut di atas dan sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dipandang perlu menetapkan peraturan tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar dengan Peraturan Pemerintah.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PERALIHAN HIBAH HAK MILIK ATAS TANAH ( Studi Kasus di Desa Bandar Negeri,Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur)

PERALIHAN HIBAH HAK MILIK ATAS TANAH ( Studi Kasus di Desa Bandar Negeri,Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur)

tahun 1983, dia memiliki tanah seluas 15.000 meter dan tanah seluas 20.000 meter. Tanah tersebut ingin dia hibahkan kepada Desa Bandar Negeri untuk dijadikan lokasi pembangunan sebagai tempat pendidikan/masjid dan sebagai tempat pemakaman umum Desa Bandar Negeri. Pada tanggal 25 Juli 1983, Tumenggung Hasan (Kepala Desa) menyerahkan tanah seluas 15.000 meter dan tanah seluas 20.000 meter tersebut kepada pemerintah daerah Tk.II Lampung Tengah yang ketika itu surat penyerahan tanah di tanda tangani oleh Tumenggung Hasan (Kepala Desa) sebagai pemberi hibah dan Noto Diharjo (Ketua L.M.D), M.Nurjaya (Sekretaris L.M.D), A.Sutomo (Angg. L.M.D Pimpinan Agama) sebagai penerima hibah yang mewakili Desa Bandar Negeri. Namun pada surat penyerahan tanah tersebut, Camat Kecamatan Labuhan Maringgai tidak menandatangani surat tersebut, akan tetapi surat tersebut sudah disahkan oleh Pemerintah sebagai tanah milik Desa Bandar Negeri.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PREPARASI DAN KARAKTERISASI LIMBAH BIOMATERIAL CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) DARI PANTAI LABUHAN MARINGGAI SEBAGAI BAHAN DASAR BIOKERAMIK

PREPARASI DAN KARAKTERISASI LIMBAH BIOMATERIAL CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) DARI PANTAI LABUHAN MARINGGAI SEBAGAI BAHAN DASAR BIOKERAMIK

Segala puji kehadirat Allah SWT, yang selalu memberikan rahmat dan petunjuk- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Preparasi dan Karakterisasi Limbah Biomaterial Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis) dari Pantai Labuhan Maringgai Sebagai Bahan Dasar Biokeramik ” . Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh derajat sarjana S-1 program studi Fisika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung.

57 Baca lebih lajut

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KANDIDAT BAKTERI PROBIOTIK DARI TERASI UDANG REBON (Mysis relicta)

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KANDIDAT BAKTERI PROBIOTIK DARI TERASI UDANG REBON (Mysis relicta)

Salah satu komoditas yang cukup besar di perairan Indonesia atara lain udang rebon (Mysis relicta). Kandungan gizi dalam 100 gram udang rebon segar adalah protein 16,2 gram dan mengandung kalsium 757 mg (Direktorat Gizi Depkes, 1992). Udang rebon (Mysis relicta) tergolong dalam perishable product, memiliki masa simpan pendek dan sifat yang mudah busuk jika tidak diberikan perlakuan untuk mengawetkan yaitu dengan cara fermentasi. Hasil studi pada produk fermentasi udang asin, ikan asin, gatot, growol, tape, tempe, asinan buah dan asinan sayuran mengandung bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum, Streptococcus thermophilus dan Pediococcus pentosaleus yang mampu mengawetkan produk (Rahayu, 2000). Produk fermentasi udang rebon yang banyak beredar dipasaran yaitu terasi. Salah satu produsen terasi yang cukup besar di Provinsi Lampung yaitu Kecamatan Labuhan Maringgai kabupaten Lampung Timur.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

NILAI EKONOMI KOMODITI HUTAN MANGROVE DI DESA MERAK BELANTUNG KECAMATAN KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

NILAI EKONOMI KOMODITI HUTAN MANGROVE DI DESA MERAK BELANTUNG KECAMATAN KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Fungsi ekologi hutan mangrove meliputi tempat sekuestari karbon, remediasi bahan pencemar, menjaga stabilitas pantai dari abrasi, intrusi air laut, dan gelombang badai, menjaga kealamian habitat, menjadi tempat bersarang, pemijahan dan pembesaran berbagai jenis ikan, udang, kerang, burung, dan fauna lain, serta pembentuk daratan. Fungsi sosial ekonomi hutan mangrove meliputi kayu bangunan, kayu bakar, kayu lapis, bubur kertas, tiang telepon, tiang pancang, bagan penangkap ikan, dermaga, bantalan kereta api, kayu untuk mebel dan kerajinan tangan, atap rumah, tannin, bahan obat, gula, alkohol, asam asetat, protein hewani, madu, karbohidrat, dan bahan pewarna, serta memiliki fungsi sosial budaya sebagai areal konservasi, pendidikan, ekoturisme, dan identitas budaya (Setyawan dan Winarno, 2006).
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Jenis Pohon dan Burung di Beberapa Areal Hutan Kota Bandar Lampung

Keanekaragaman Jenis Pohon dan Burung di Beberapa Areal Hutan Kota Bandar Lampung

This study investigated the inter-relationshep between diversity of tree and bird species existed in urban forest of Bandar Lampung City. The objectives of the study on Tree and Bird Species Diversity in Several Urban Forest Area of Bandar Lampung City are to know a) tree species diversity composition in urban forest vegetation, b) bird species diversity, and c) the correlation between those both components. The study conducted on six areas of urban forest in Bandar Lampung City. Tree sampling was measured within plot line having 20 m x 20 m size, while bird observation was done using direct watching method which was performed every morning (06.00 ~ 08.00) and evening (16.00 ~ 18.00) during tree days for each urban forest area. The biodiversity parameters used in this study are Margalef Species Richness Index, Shannon Biodiversity Index, and Modified Hill’s Ratio Index of Evenness. In all urban forest areas of Bandar Lampung City was identified 45 tree species (24 families) with index of species richness 6.22, index of species diversity 2.92, and index of evenness 0.60. Compared to closest natural vegetation (of Wan Abdul Rachman Provincial Park) the vegetation is very different (index of similarity 0.13). The study concluded that a) urban forest vegetation of Bandar Lampung City are generally dominated by domesticated species, 2) 24 birds species (16 families) were identified in all of urban forest area of Bandar Lampung City, and c) there is positive correlation between the tree species diversity and bird species diversity in urban forest of Bandar Lampung City.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Kondisi Ekologi Mangrove di Pantai Bali Desa Mesjid  Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara

Kondisi Ekologi Mangrove di Pantai Bali Desa Mesjid Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara

Rahadyan, A. 2003. Kondisi Ekosistem Mangrove Berdasarkan Indikator Kualitas Lingkungan dan Ukuran Morfometrik Daun di Sebelah Utara dan Selatan Sungai Kembang Kuning, Cilacap, Jawa Tengah [Skripsi]. IPB, Bogor. Rahman, A. 2010. Status Ekologi Mangrove untuk Upaya Pengelolaannya di

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...