Top PDF Kebahasaan dan Ketentuan Ilmiah Khusus

Kebahasaan dan Ketentuan Ilmiah Khusus

Kebahasaan dan Ketentuan Ilmiah Khusus

 Huruf pertama setiap kata dalam judul buku, jurnal, dan dokumen lain, kecuali kata sambung dan, at au, yang dan kata depan di, ke, dari, unt uk, pada, t erhadap yang tidak terletak pa[r]

34 Baca lebih lajut

PROSIDING ILMIAH KEBAHASAAN DAN KESASTRA

PROSIDING ILMIAH KEBAHASAAN DAN KESASTRA

gap tidak sopan apabila seseorang berbicara secara terang-terangan atau berbicara dengan orang lain dengan tidak menerapkan bahasa secara tepat. Hal ini terjadi karena adanya per- bedaan status kelas sosial, keturunan, tingkat pendidikan dan faktor lainnya. Oleh karena itu, kiranya perlu diteliti bentuk-bentuk tuturan bahasa Jawa yang berisi direktif atau suruhan. Bentuk komunikasi direktif atau tindak tu- tur direktif merupakan sebuah tuturan atau ujaran yang berisi agar orang lain itu mau me- lakukan tindakan yang sesuai dengan yang dikehendaki oleh penutur. Agar komunikasi- nya dapat berhasil, penutur harus mengguna- kan bentuk-bentuk komunikasi atau tuturan se- bagai sarana komunikasi yang memenuhi per- syaratan tertentu, seperti unsur komponen tutur di antaranya berupa mitra bicara, topik pembicaraan, suasanan, tempat, dan siapa penutur sendiri. Oleh karena itu, permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah bagai- mana penutur bahasa Jawa itu memformula- sikan bentuk tuturan direktif sehingga komuni- kasi itu dapat berjalan secara efektif. Di sam- ping itu, masalah yang muncul adalah pemar- kah yang dimiliki oleh masing-masing jenis tin- dak tutur direktif dan juga sejauh mana tindak tutur direktif dapat dibedakan lagi menjadi ba- gian yang lebih khusus, sesuai dengan maksud tindak tutur tersebut, seperti tuturan yang be- rupa bujukan, perintah, peringatan, pesan, dan harapan.
Baca lebih lanjut

382 Baca lebih lajut

Karya Tulis Ilmiah CITRA KEBAHASAAN DALA

Karya Tulis Ilmiah CITRA KEBAHASAAN DALA

mengacaukan kedamaian orang lain karena teroris adalah musuh dari kedamaian. Oleh karenanya dengan membentuk karakter dan jiwa para penerus perjuangan bangsa kita menjadi penerus yang bermoral, berbudi luhur, berkepribadian baik, cinta damai dan memiliki jiwa yang bertanggung jawab serta mengamalkan nilai- nilai kemanusiaan yang tinggi terlebih-lebih mengamalkan nilai-nilai ketuhanan. Dimanapun kedamaian dikacaukan, lakukan tukar pikiran dan pendapat dengan pelaku kejahatan yang terjadi dalam artian bukan kita ikut campur atau ingin ikut serta dalam kelompok mereka, akan tetapi tujuanya yaitu untuk merubah jalan hidup yang telah atau sedang mereka tempuh, dan dengan do’a yang tulus untuk mereka agar dapat diberi petunjuk menuju jalan yang benar. Apabila dengan jalan tukar pikiran dan argument tersebut gagal, maka dengan menggabungkan seluruh kekuatan dengan semua orang baik untuk bertempur dengan para pembuat kekacauan tersebut hingga tidak ada lagi istilah “kekacauan” terjadi, yang ada yaitu unkapan “damai” dimana-mana, tetapi hal tersebut tetap harus dilakukan dengan ketentuan-ketentuan keadilan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Ketentuan Ilmiah Khusus

Ketentuan Ilmiah Khusus

y Nama ilmiah harus ditulis lengkap pada judul dan pada waktu disebut pertama kali di dalam abstrak dan teks. Bila diperlu- kan, nama aut hor juga dituliskan pada waktu nama ilmiah disebut pertama kali di dalam teks, tetapi tidak perlu dican- tumkan pada judul dan abstrak.

36 Baca lebih lajut

penulisan dan ketentuan ketentuan penggu

penulisan dan ketentuan ketentuan penggu

Sistem yang diterapkan antara lain: • Pelayanan pesan-antar delivery service ke rumah pelanggan pada radius tertentu dari lokasi toko, dengan ketentuan nominal pembelanjaan • Memberik[r]

57 Baca lebih lajut

membarukan penguasaan kebahasaan bagi guru

membarukan penguasaan kebahasaan bagi guru

Pemberian konten nonkebahasaan berhubungan dengan kemampuan guru untuk mengenal siswa secara mendalam berkait aspirasi, motivasi, dan apresiasinya. Guru juga menjadi terapis untuk mengurangi tingkat kecemasan dalam belajar bahasa. Pengenalan konten kebahasaan mempermudah guru menggali potensi siswa dalam belajar bahasa. Sebagai contoh, lahirnya cerpen didasarkan juga pada pengalaman dalam mengamati, menalar, menanya, mengasosiasi dan menyampaikan apa yang dilakukan dalam tahapan proses kreatif. Karya sastra, karya jurnalistik yang dihasilkan siswa tentu berbeda

6 Baca lebih lajut

Abstract Penegakan Hukum Terhadap Oknum Polri Sebagai Pelaku Tindak Pidana Narkotika (Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 479Pid.B2011Pn.Mdn)

Abstract Penegakan Hukum Terhadap Oknum Polri Sebagai Pelaku Tindak Pidana Narkotika (Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 479Pid.B2011Pn.Mdn)

Kesimpulannya adalah Tindak Pidana Narkotika merupakan tindak pidana khusus dimana ketentuan yang dipakai termasuk diantaranya hukum acaranya menggunakan ketentuan khusus yang perbuatannya berupa memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan, memproduksi, mengimpor/ekspor atau menyalurkan, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, menukar atau menyerahkan, membawa, mengirim, dan mengangkut narkotika dan prekursor narkotika. Terdapat beberapa hal yang tidak bersesuaian dalam surat tuntutan dan putusan Hakim dengan didukung oleh pertimbangan Hakim mengenai unsur-unsur yang terbukti berdasarkan fakta-fakta hukum yang ada dalam persidangan terdakwa Henry Dunant Purba yang menyatakan bahwa terdakwa memenuhi semua unsur dari Pasal 114 UU. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu sebagai penjual atau perantara dalam jual beli atau menyerahkan Narkotika golongan I jenis shabu-shabu.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

HUKUM PIDANA KHUSUS SINOPSIS Hukum

HUKUM PIDANA KHUSUS SINOPSIS Hukum

Dalam kodifikasi KUHP Belanda tidak ada diatur tentang masalah Ekonomi, sehingga tahun 1932 oleh pemerintah Belanda dibuat aturan dibidang ekonomi, siapapun yang melanggar harus dikenakan “Wet op de economische delicten” dengan catatan bagi indonesia walaupun ada asas korkodansi belum dibuat ketentuan tersebut tapi di Belanda mengenai tindak pidana ekonomi sudah ada peraturan dihindia belanda tidak dibuat, padahal seharusnya dibuat dengan asas korkodansi. Walaupun asas korkodansi ada, bagi hindia belanda tidak ada peraturan seperti UU 1932 tadi sampai tahun 1955 baru muncul peraturan yang mengatur tentang pidana kalau melanggar hal – hal dibidang ekonomi tersebut yaitu :
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

essay pemenang ewc ois fisip ui 2013 tingkat nasional

essay pemenang ewc ois fisip ui 2013 tingkat nasional

Di pondok pesantren remaja dididik agar memiliki prinsip dan nilai dasar yang disebut dengan panca jiwa pondok; 1 keikhlasan, yang berarti semua perbuatan atau pekerjaan berdasarkan niat[r]

20 Baca lebih lajut

Bab 5 Menyajikan Gagasan Melalui Artikel

Bab 5 Menyajikan Gagasan Melalui Artikel

Bahasa dalam artikel bersifat ilmiah populer, berbeda dengan bahasa ilmiah pada umumnya. Penggunaan bahasa penting untuk diperhatikan untuk melihat sasaran pembacanya. Kecenderungan pembaca teks artikel adalah membaca tulisan yang tidak terlalu panjang, mudah dibaca, dan mudah dipahami. Oleh karena itu, pada saat membuat opini, gunakan bahasa yang komunikatif, tidak bertele-tele, dan ringkas penyajiannya. Dalam menggali gagasan dan argumentasi, gunakanlah kalimat yang efektif, efi sien, dan mudah dimengerti. Jika kamu menggunakan istilah asing atau bahasa daerah, buatlah padanan kata dalam bahasa Indonesia. Pada subpelajaran sebelumnya, kamu sudah dapat membedakan antara fakta dan opini penulis dalam sebuah artikel opini. Sekarang, kamu diminta menjadi seorang penulis artikel dengan mengungkapkan opini atau pendapatnya ke dalam sebuah kalimat yang baik dan benar.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

SILABUS KELAS IX

SILABUS KELAS IX

fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks khusus dalam bentuk iklan dengan memberi dan meminta informasi terkait produk dan jasa, sesuai dengan konteks penggunaan[r]

35 Baca lebih lajut

Struktur dan Unsur Kebahasaan pada teks

Struktur dan Unsur Kebahasaan pada teks

 Teks biografi  Struktur  Orientasi pengenalan  Peristiwa dan masalah  Reorientasi  Unsur kebahasaan  kata hubung Kata hubung atau kata sambung yaitu kata yang berfungsi sebaga[r]

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN UNSUR KEBAHASAAN DAN SIKAP TERHADAP BAHASA INDONESIA DENGAN KOMPETENSI MENULIS KARYA ILMIAH (Survei pada Mahasiswa Pendidikan MIPA-UNS).

HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN UNSUR KEBAHASAAN DAN SIKAP TERHADAP BAHASA INDONESIA DENGAN KOMPETENSI MENULIS KARYA ILMIAH (Survei pada Mahasiswa Pendidikan MIPA-UNS).

Raters I, II, III ................................................................................... 186 Lampiran 7B. Data Mentah Variabel Tes Kompetensi Menulis Karya Ilmiah... 192 Lampiran 7C. Data Mentah Variabel Pemahaman Unsur Kebahasaan ............. 194 Lampiran 7D. Data Mentah Variabel Sikap terhadap Bahasa Indonesia ........... 197 Lampiran 7E. Data Induk Penelitian ................................................................ 200 Lampiran 8A. Hasil Uji Normalitas Data Skor Kompetensi Menulis Karya

15 Baca lebih lajut

ASPEK KEBAHASAAN DAN EJAAN YANG DISEMPUR

ASPEK KEBAHASAAN DAN EJAAN YANG DISEMPUR

Rumusan Masalah Tujuan Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek dalam kebahasaan serta mengetahui bagaimana penulisan yang benar menurut EYD serta untuk memenuhi tug[r]

5 Baca lebih lajut

Silabus Penulisan Karya Ilmiah BSI

Silabus Penulisan Karya Ilmiah BSI

Matakuliah ini bertujuan membekali mahasiswa agar menguasai keterampilan menulis karya ilmiah. Menulis karya ilmiah merupakan bagian penting bagi mahasiswa sebagai sarana penyampaian gagasan, ide, pemikiran secara akademik. Matakuliah ini memakai pendekatan genre dan pendekatan proses di dalam proses-belajar di kelas. Garis besar materi meliputi: ragam wacana ilmiah, kebahasaan dalam karya ilmiah, dan penulisan karya ilmiah analitik- argumentatif seperti: resensi, esai, makalah seminar, artikel jurnal ilmiah (teori dan praktik latihan), dan proposal skripsi. Pengajaran penulisan karya ilmiah ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan problem based learning, contextual learning, dan center student learning.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Peta Penelitian Kebahasaan di Indonesia

Peta Penelitian Kebahasaan di Indonesia

Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak mudah untuk dijawab karena beberapa alasan. Pertama, belum ada pemetaan yang menyeluruh tentang penelitian kebahasaan di Indonesia. Kedua, belum ada sistem informasi terpadu tentang penelitian kebahasaan di Indonesia. Publikasi-publikasi yang dapat menjawab pertanyaanpertanyaan ini belum terhimpun atau belum tersedia secara luas. Ketiga, belum ada jaringan yang menghubungkan peneliti-peneliti bahasa yang tersebar di seluruh tanah air. Padahal pertanyaanpertanyaan di atas sangat penting untuk dijawab. Selain untuk mengetahui seperti apa perkembangan penelitian kebahasaan di Indonesia, termasuk seperti masalah kebahasaan apa yang diteliti, yang jauh lebih penting lagi ialah untuk memperoleh informasi tentang perkembangan ilmu bahasa, pendekatan, dan teorinya di Indonesia serta siapa yang menjadi tokoh dalam bidang itu.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

A. Jenis dan Ukuran Kertas - 2 ketentuan teknis penulisan karya ilmiah rev

A. Jenis dan Ukuran Kertas - 2 ketentuan teknis penulisan karya ilmiah rev

Sebelum penulis menuliskan hasil wawancara lisan ke dalam karya ilmiah penelitian, sebaiknya tulisan itu diperlihatkan terlebih dahulu kepada orang yang telah memberikan informasi (informan). Sumber ucapan lisan dapat dimasukkan langsung ke dalam teks, dapat pula dimasukkan ke dalam catatan kaki jika dikuatirkan akan mengganggu pemaknaan teks yang bersangkutan.

7 Baca lebih lajut

RPP 6 RPP Kelas 11 SMA Kurikulum 2013 Revisi 20172018  Berkas Edukasi RPP 6

RPP 6 RPP Kelas 11 SMA Kurikulum 2013 Revisi 20172018 Berkas Edukasi RPP 6

Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator 3.6 Membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks khusus dalam bentuk sura[r]

21 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN UNSUR KEBAHASAAN DAN SIKAP TERHADAP BAHASA INDONESIA DENGAN KOMPETENSI MENULIS KARYA ILMIAH MAHASISWA

HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN UNSUR KEBAHASAAN DAN SIKAP TERHADAP BAHASA INDONESIA DENGAN KOMPETENSI MENULIS KARYA ILMIAH MAHASISWA

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemunculan korelasi an - tara unsur-unsur komprehensi berbahasa dan sikap terhadap bahasa Indonesia melalui kompetensi menulis. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Pro- gram Studi Pendidikan MIPA, FKIP UNS dari bulan Juli 2015 dengan mener- apkan metode survey sebagai alat untuk studi korelasional. Populasi data men- cakup semua mahasiswa Prodi PMIPA yang mengikuti kuliah bahasa Indonesia. Sampel penelitian adalah berupa karya-karya dari 70 orang mahasiswa yang dikumpulkan dengan teknik sampling acak. Data dikumpulkan dengan menga- dakan tes kompetensi pada kemampuan menulis, tes komprehensi unsur-unsur kebahasaan, dan kuesioner mengenai sikap terhadap bahasa Indonesia. Setelah itu, data dianalisis secara statistic dengan multiple analyses dan analisis korelasi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa 1) ada hubungan antara pemahaman unsur kebahasaan dan kompetensi menulis karya ilmiah.; 2) ada hubungan an- tara sikap terhadap bahasa Indonesia dan kompetensi menulis karya ilmiah; 3) ada hubungan antara pemahaman unsur kebahasaan dan sikap terhadap bahasa Indonesia secara bersama-sama dengan kompetensi menulis karya ilmiah. Kata Kunci: penguasaan elemen-elemen bahasa, sikap terhadap bahasa Indo- nesia, penulisan karya ilmiah
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KETENTUAN DAN PERSYARATAN KHUSUS IA W HEADER

KETENTUAN DAN PERSYARATAN KHUSUS IA W HEADER

5.3 Dalam hal transaksi atas Rekening Investor dilakukan oleh Perusahaan Efek atau Bank Kustodian berdasarkan Surat Kuasa Nasabah kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian, melalui layanan perbankan apapun termasuk layanan perbankan elektronik, maka Nasabah setuju untuk membebaskan Bank dari segala risiko yang mungkin timbul akibat penggunaan layanan perbankan tersebut. Dalam hal transaksi atas Rekening Investor dilakukan melalui layanan perbankan elektronik, maka Nasabah setuju bahwa Bank tidak bertanggung jawab atas setiap bentuk kerugian yang dialami Nasabah akibat penggunaan layanan perbankan elektronik, termasuk namun tak terbatas pada kerugian akibat kelalaian/kesalahan Nasabah atau kuasa Nasabah (Perusahaan Efek atau Bank Kustodian) maupun kerugian akibat penggunaan atau intervensi penggunaan layanan perbankan elektronik oleh pihak lain yang tidak berhak, keterlambatan atau kegagalan akses atau pelaksanaan transaksi akibat gangguan atau perbaikan sistem atau kondisi apapun yang berada di luar kekuasaan Bank termasuk Force Majeure, atau penggunaan layanan perbankan elektronik yang menyimpang dari persyara- tan dan ketentuan serta Prosedur yang ditetapkan Bank.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...