Top PDF Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal   Dan Hipertensi Rasyida Medan

Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Mayoritas hasil penelitian mengemukakan bahwa pada pasien penyakit ginjal kronis terjadi peningkatan insiden penyakit periodontal, kehilangan tulang, resesi gingiva, dan poket periodontal yang dalam. Kebersihan mulut pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis biasanya buruk, banyak deposit kalkulus, dan meningkatnya pembentukan plak. Akibat kebersihan mulut yang buruk juga menyebabkan subjek mengalami gusi berdarah saat menyikat gigi, bau mulut dan gusi bengkak. Keadaan tersebut diperparah dengan penyakit ginjal kronis yang dideritanya. Selain itu, pasien penyakit ginjal kronis tidak begitu peduli dengan kesehatan dan kebersihan rongga mulut, dikarenakan stres psikologis yang dialami pasien maupun karena terapi hemodialisis yang dijalani sangat menyita waktu, sehingga menyebabkan kondisi rongga mulut bertambah parah. 16,25
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI KLINIK SPESIALIS GINJAL DAN HIPERTENSI RASYIDA MEDAN

KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI KLINIK SPESIALIS GINJAL DAN HIPERTENSI RASYIDA MEDAN

pada kelompok durasi hemodialisis < 1 tahun dan 1-3 tahun sehingga membutuhkan skeling dan perbaikan kebersihan rongga mulut. Hal ini memperlihatkan bahwa semua subjek penelitian yaitu pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan membutuhkan perawatan periodontal.

14 Baca lebih lajut

Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Saya Lisnawati Manullang, mahasiswa FKG USU yang ingin melakukan penelitian. Bersama ini saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk berpartisipasi sebagai subjek penelitian saya yang berjudul “Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesehatan periodontal (jaringan pendukung gigi) dan tingkat kebutuhan perawatan periodontal pada pasien penyakit ginjal kronis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan suatu kondisi dimana kedua ginjal tidak dapat berfungsi secara normal. Uremia pada pasien GGK akan menyebabkan manifestasi di tubuh, termasuk juga rongga mulut, salah satunya adanya gangguan sensitivitas pengecapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pasien GGK yang menjalani hemodialisis dengan sensitivitas pengecapan, prevalensi pasien hemodialisis yang mengalami gangguan sensitivitas pengecapan, hubungan antara pasien GGK yang menjalani hemodialisis dengan sensitivitas rasa manis, asin, asam, pahit, dan umami. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pasien GGK yang menjalani hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel pada penelitian ini adalah 96 sampel. Penelitian dilakukan dengan mencatat data pasien sesuai rekam medik kemudian dilakukan penelitian pada lidah subjek dengan metode uji taste strips. Hasil penelitian ini menunjukkan 80,8% subjek hemodialisis jangka pendek dan 19,2% subjek hemodialisis jangka panjang mengalami gangguan pengecapan rasa manis; 97,3% subjek hemodialisis jangka pendek dan 2,7% subjek hemodialisis jangka panjang mengalami gangguan pengecapan rasa asam; 80,3% subjek hemodialisis jangka
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Manfaat penelitian ini adalah dapat memberi gambaran mengenai kesesuain dosis obat antihipertensi pada pasien hipertensi yang menjalani hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan periode Maret – Mei 2016 untuk mejamin penggunaan obat antihipertensi yang rasional dan sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien.

4 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 15353 pasien dan pada tahun 2012 terjadi peningkatan pasien PGK yang menjalani hemodialisis sebanyak 4268 pasien (Indonesian Renal Registry, 2013). Data rekam medik di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan tahun 2013 menunjukkan pasien PGK yang menjalani hemodialisis sebanyak 310 pasien.

4 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Saya yang bernama Rizki Annisa Nasution/ NIM 121101002 adalah mahasiswi S1 Reguler Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara angkatan tahun 2012.Saat ini saya sedang melakukan penelitian dengan judul “ Efektifitas Teknik Relaksasi Progresif terhadap Penurunan Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan”.Penelitian ini dilakukan

39 Baca lebih lajut

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Evaluasi Regimen Dosis Pengobatan Hipertensi Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan Periode Maret – Mei 2016

Pengobatan yang benar benar bermanfaat diperlukan oleh pasien dengan gangguan ginjal. Penyesuaian dosis yang sering dilakukan berupa penurunan dosis, perpanjangan interval pemberian obat atau gabungan keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi golongan obat antihipertensi dan kesesuaian dosis obat antihipertensi menurut The Renal Drug Handbook pada pasien hipertensi yang menjalani hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan periode Maret-Mei 2016.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Alhamdulillahirabbil’alamin, Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta’alla atas segala rahmat dan karunia -Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini berjudul “ Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan ”. Penulis telah banyak menerima bimbingan, saran, motivasi dan do’a dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini.Penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga tercinta, Ayahanda Irwan Nasution danDahlia Hafni Harahap,kakak saya Wanda Fauziah Nasution dan adik saya M. Rafi Luqman Nasution yang selalu memberi kasih sayang, semangat, motivasi, dan do’a tiada henti kepada penulis sampai saat ini.Dan pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terimakasih, yaitu kepada:
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan ”. Penulis telah banyak menerima bimbingan, saran, motivasi dan do’a dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini.Penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga tercinta, Ayahanda Irwan Nasution danDahlia Hafni Harahap,kakak saya Wanda Fauziah Nasution dan adik saya M. Rafi Luqman Nasution yang selalu memberi kasih sayang, semangat, motivasi, dan do’a tiada henti kepada penulis sampai saat ini.Dan pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terimakasih, yaitu kepada:
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyakit Ginjal Kronis - Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyakit Ginjal Kronis - Kebutuhan Perawatan Periodontal Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Medan

Tanda dan gejala pada pasien dengan gagal ginjal disebut dengan sindrom uremik. 16 Istilah sindrom uremik mengacu pada istilah yang menunjukkan adanya urea di dalam darah. Sindrom uremik pada dasarnya terjadi akibat akumulasi berbagai solut dalam cairan tubuh dengan konsentrasi cukup tinggi, sehingga menyebabkan toksisitas terhadap tubuh. Solut-solut ini dalam keadaan normal dikeluarkan oleh ginjal. Pada tahun 1829, pertama kali dilaporkan bahwa terdapat peningkatan kadar urea darah pada pasien yang mengalami penyakit degenerasi ginjal. Penemuan ini ditafsirkan bahwa urea merupakan toksin utama pada keadaan uremia. 17
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Prinsip kerja fisiologis dari hemodialisis adalah difusi dan ultrafiltrasi. Difusi merupakan proses perpindahan toksin dan zat limbah dari larutan dengan konsentrasi tinggi ke larutan dengan konsentrasi rendah sampai tercapai kondisi seimbang (Sukandra, 2006 dalam Rumentalia Sulistini, 2010). Larutan tersebut adalah cairan dialisat yang tersusun dari semua elektrolit penting dengan konsentrasi ekstrasel yang ideal.Kadar elektrolit dapat dikendalikan dengan mengatur rendaman dialisat secara tepat.Sel darah merah dan protein tidak dapat melewati pori-pori kecil dalam membrane semi permiabel (Ida Rosdiana, 2011).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Nekada, C., Roesli, R., & Sriati, A., (2015). Pengaruh Gabungan Relaksasi Napas Dalam dan Otot Progresif terhadap Komplikasi Intradialisis di Unit Hemodialisis RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Diunduh pada 10 November 2015 dari http://pustaka.unpad.ac.id

3 Baca lebih lajut

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah suatu penyakit klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal secara irreversible yang memerlukan terapi pengganti ginjal yaitu hemodialisis.Pasien PGK yang menjalani hemodialisis dapat mengalami beberapa gejala seperti kelelahan ( fatigue ), pruritus, konstipasi, anoreksia, nyeri, gangguan tidur, kecemasan, dyspnea, mual dan depresi.Prevalensi fatigue berkisar antara 60% sampai 97% pada pasien hemodialisis. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan untuk menurunkan fatigue yang dialami pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat fatigue pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen .Populasinya adalah pasien yang menjalani hemodialisis yaitu sebanyak 150 dan sampelnya sebanyak 20 responden.Hasil penelitian diperoleh yaitu tingkat fatiguepretes t paling dominan adalah fatigue berat dan fatigue sedang pada posttest serta terdapatnya perbedaan tingkat fatigue sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi otot progresif. Penelitian ini menyarankan kepada pelayanan kesehatan untuk menjadikan teknik relaksasi otot progresif sebagai intervensi upaya penurunan tingkat fatigue saat menjalani hemodialisis.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Masalah yang paling sering dialami oleh pasien hemodialisis berkaitan dengan akses vaskuler seperti thrombosis fistula, pembentukan aneurisma dan infeksi terutama dengan graft sintetik atau akses vena sentral sementara. Infeksi sistemik dapat timbul pada lokasi akses atau didapat dari sirkuit dialisis. Transmisi infeksi yang ditularkan melalui darah seperti hepatitis dan HIV merupakan suatu potensial yang berbahaya. Pada dialisis jangka panjang, deposit protein amiloid dialisis yang mengandung mikroglobulin dapat menyebabkan sindrom terowongan karpal dan artropati destruktif dengan lesi tulang kistik. Senyawa pengikat fosfat yang mengandung aluminium dan kontaminasi aluminium dengan larutan dialisat sehingga dapat terjadi toksisitas aluminium yang dapat menyebabkan demensia, mioklonus, kejang dan penyakit tulang. 23
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

di daerah permukaan, tipis dan bervaskularisasi tinggi, berfungsi sebagai membran semipermeabel. Sebuah kateter dengan titik masuk dan keluar tertanam dalam rongga peritoneal. Larutan dialisat dimasukkan ke dalam rongga melalui kateter, yang memungkinkan pertukaran zat zat sisa dan elektrolit dengan cara difusi dan osmosis. Kemudian, cairan dialisat dikeringkan dari rongga oleh gravitasi ke dalam sebuah wadah. Proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan hemodialisis. Namun, proses pertukaran ini lebih kontinu, sehingga dapat mencegah perubahan cairan dan elektrolit yang berlebihan dan mendadak di dalam tubuh dan komponen-komponen yang terdapat di dalam larutan dialisis dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu. Komplikasi utama dialisis peritoneal adalah infeksi yang dapat mengakibatkan peritonitis. 25,28
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

pendek dan 19,7% subjek hemodialisis jangka panjang mengalami gangguan rasa asin. Sedangkan untuk gangguan pengecapan rasa pahit, 98,5% subjek hemodialisis jangka pendek dan 1,5% subjek hemodialisis jangka panjang dan untuk gangguan pengecapan rasa umami, 97,2% subjek hemodialisis jangka pendek dan 2,8% subjek hemodialisis jangka panjang. Dari data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan sensitivitas pengecapan rasa asam, rasa pahit, dan rasa umami, tetapi tidak terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan sensitivitas pengecapan rasa manis dan rasa asin.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Saya Aldrian mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Saya akan mengadakan penelitian dengan judul Hubu ga Pasie Gagal Gi jal Kro is Ya g Me jala i He odialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal Dan Hipertensi Rasyida Meda . Saya mengikutsertakan Bapak/Ibu dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan hemodialisis terhadap sensitivitas pengecapan. Manfaat penelitian ini adalah member pengetahuan kepada Bapak/Ibu tentang sensitivitas pengecapan yang terjadi pada saat perawatan hemodialisis.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan suatu kondisi dimana kedua ginjal tidak dapat berfungsi secara normal, yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus yang bersifat irreversibel, sehingga memerlukan perawatan berupa hemodialisis atau transplantasi ginjal. 1,2 Prevalensi GGK di dunia pada tahun 2013 adalah sekitar 8-16 % dari 7 miliar penduduk di dunia, yaitu sekitar 500 juta – 1 miliar orang. 1 Di Amerika Serikat (2002), diperkirakan sekitar 5,9 juta (3,3%) orang dewasa menderita GGK tingkat 1, tingkat 2 sebesar 5,3 juta (3%), tingkat 3 sebesar 7,6 juta (4,3%), tingkat 4 sebesar 400 ribu (0,2%) dan tingkat 5 sebesar 300 ribu (0,1%), sehingga didapatkan jumlah penderita GGK sekitar 20 juta orang, 3 sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia, didapatkan data sekitar 200 – 300 per 1 juta penduduk menderita GGK. Menurut Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013, GGK meningkat seiring dengan bertambahnya umur, meningkat tajam pada kelompok umur 35-44 tahun (0,3 %), 45-54 tahun (0,4%), 55-74 tahun (0,5) dan >75 tahun (0,6 %). Di Sumatera Utara, secara keseluruhan diperoleh prevalensi pasien GGK adalah sebesar 0,2 %. 4
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Hubungan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Terhadap Sensitivitas Pengecapan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan

Definition and classification of chronic kidney disease: a position statement from kidney disease: improving global outcomes KDIGO.. Greeenberg MS, Glick M, Ship JA.[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...