Top PDF KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) DAN SMALLGROUP WORK BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) DAN SMALLGROUP WORK BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) DAN SMALLGROUP WORK BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS

merasa kurang baik dalam mengorganisasikan waktu berikutnya. Pada kegiatan pembelajaran, aktivitas dan respon siswa sudah cukup baik. Siswa sudah melakukan langkah-langkah pembelajaran yang diperintahkan oleh peneliti yaitu menemukan konsep melalui pertanyaan konstruktivis dalam LKS, mengerjakan soal-soal dalam lembar diskusi, melakukan diskusi, dan evaluasi. Hal ini ditunjukkan dengan keaktifan siswa yang maju kedepan untuk menyajikan hasil pekerjaannya, meskipun penyelesaian soal tersebut masih belum sesuai dengan langkah-langkah pemodelan matematika seutuhnya. Langkah-langkah pemodelan matematika yang diterapkan peneliti masih belum dipahami dengan baik oleh siswa. Hal ini terjadi karena siswa masih merasa asing dan belum terbiasa menyelesaikan soal dengan langkah-langkah tersebut. Meskipun demikian, beberapa siswa terlihat sudah mengikuti langkah-langkah pemodelan matematika dengan baik dan benar. Kendala lain dalam pertemuan pertama, terdapat beberapa siswa yang merasa bingung menuliskan catatan kecil/ penyelesaian soal secara individu.
Baca lebih lanjut

347 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) MENGGUNAKAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) MENGGUNAKAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Pertemuan pertama di kelas VIII.E berjumlah 26 siswa yang hadir sebagai kelas indikator kemampuan pemecahan masalah matematika dengan alokasi waktu menit. Materi yang diajarkan yaitu menyebutkan unsur-unsur kubus dan balok, sisi (bidang), rusuk, titik, sudut, diagonal bidang (sisi), diagonal ruang, bidang diagonal serta membuat jaring-jaring kubus dan balok. Tahap selanjutnya siswa mulai mengerjakan penyelesaian sesuai langkah yang ada melalui diskusi dengan anggota kelompoknya masing- masing. Adapun strategi TTW dalam menyelesaikan soal pada LKS tersebut bertujuan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah yang ada terutama dalam berpikir, berbicara maupun berinteraksi dengan kelompok, dan menuliskan ide-ide yang didapatkan serta mengaitkannya dengan benda-benda yang sering siswa gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini ditemukan kendala yaitu siswa kesulitan membuktikan benar atau tidaknya jawaban yang didapat karena hasil dari rata-rata skor kelompok masing-masing siswa hanya sebesar 48,03%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL UNTUK MEMBELAJARKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PECAHAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) SMP.

PENGEMBANGAN MODUL UNTUK MEMBELAJARKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PECAHAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) SMP.

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1). Mengetahui validitas pengembangan modul untuk membelajarkan pemecahan masalah dengan menggunakan strategi Think-Talk-Write pada materi Pecahan di kelas VII SMP. (2). Mengetahui efektivitas pengembangan modul untuk membelajarkan kemampuan pemecahan masalah melalui strategi pembelajaran Think-Talk-Write pada materi pecahan. (3). Mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran TTW dengan pembelajaran biasa. (4). Mengetahui proses penyelesaian pemecahan masalah siswa yang menggunakan strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dengan pembelajaran biasa. Jenis pengembangan dengan menggunakan modifikasi antara Model pengembangan 3-D yang dikemukakan Thiagarajan, Semmel dan pengembangan modul. Perangkat pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe TTW dibatasi pada: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Aktivitas Siswa dan tes kemampuan belajar.Ujicoba dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Padangsidimpuan dan SMP Negeri 2 Padangsidimpuan. Sampel diambil dari kelas VII sebanyak 60. Teknik analisis data dalam perangkat pembelajaran digunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik kuantitatif dengan uji T. Uji persyaratan analisis digunakan uji Kolmogorov Smirnov untuk uji normalitas dan uji Lavene untuk uji homogenitas.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL THINK-TALK-WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI.

KEEFEKTIFAN MODEL THINK-TALK-WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI.

Dewasa ini pelajaran Bahasa Indonesia mulai menunjukkan eksistensinya di dunia pendidikan. Dari hasil survei yang peneliti peroleh melalui angket dan disebarkan kepada 60 siswa di SMA Negeri 9 Bandung pada tanggal 5 Mei 2014, 85% siswa menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 15% tidak menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia masih digemari oleh sebagian besar siswa. Pembelajaran bahasa Indonesia tidak sekadar menuntut siswa untuk dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kreatifitas merupakan kunci utama dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena pelajaran ini memberikan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi dalam berbahasa. Pengajaran bahasa Indonesia pun mulai dikemas seinovatif mungkin agar siswa terpacu untuk berkreasi dalam berbahasa Indonesia. Hal ini sekait dengan konsep kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013 terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Kurikulum ini menyadari bahwa bahasa mempunyai peran penting sebagai wahana untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran secara estetis dan logis. Pada satu saat, bahasa tidak hanya dituntut dapat mengekspresikan sesuatu dengan efisien untuk menyampaikannya dengan indah sehingga mampu menggugah perasaan penerimanya. Pada saat yang lain, bahasa dituntut pula untuk efisien dalam menyampaikan gagasan secara objektif dan logis agar dapat dicerna dengan mudah oleh penerimanya. Sejalan dengan hal itu, penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 yaitu sebagai wahana untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP - repository UPI S MAT 1002343 Title

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP - repository UPI S MAT 1002343 Title

ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE TTW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP oleh Meigy Nugroho Sebuah skripsi[r]

3 Baca lebih lajut

t mtk 0908440 chapter5

t mtk 0908440 chapter5

6. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan Tingkat Kemampuan Awal Siswa (TKAS) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa. Berarti secara bersamaan faktor pendekatan pembelajaran dan TKAS tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik siswa.

4 Baca lebih lajut

t mtk 0908440 chapter1

t mtk 0908440 chapter1

Hal tersebut sejalan dengan kenyataan di lapangan yang menerangkan bahwa daya serap siswa terhadap mata pelajaran matematika masih rendah. Hal ini disebabkan proses pembelajaran hingga dewasa ini masih didominasi guru dan kurang memberikan akses bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui kegiatan belajar yang mengutamakan penemuan konsep. Para siswa cenderung hanya menghapalkan sejumlah rumus, perhitungan dan langkah-langkah penyelesaian soal yang telah dikerjakan guru atau yang ada dalam buku teks. Hal ini menyebabkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa tidak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, pada pembelajaran matematika di sekolah hendaknya siswa dilatih untuk memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam memperoleh, memilih, dan mengolah informasi agar dapat bertahan dalam keadaan yang selalu berubah dan kompetitif.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE (TTW).

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE (TTW).

Dalam upaya meningkatkan kualitas matematika, maka perlu terus dilakukan usaha-usaha untuk mencari penyelesaian terbaik guna meningkatkan kreativitas berupa pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam matematika. Untuk itu diperlukan usaha-usaha apa yang dilakukan oleh guru berupa inovasi-inovasi dalam pembelajaran sehingga proses belajar-mengajar dapat lebih bermakna bagi siswa. Hendriana (2009 : 5) mengatakan bahwa pola pembelajaran ceramah dan ekspositori ini kurang menanamkan pemahaman konsep, karena siswa kurang aktif. Sehingga, jika siswa diberi soal yang berbeda dengan soal yang telah diselesaikan oleh gurunya, maka siswa akan kesulitan untuk menyelesaikan, karena mereka tidak memahami konsep.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF  THINK-TALK- WRITE (TTW) PADA  Peningkatan Hasil Belajar Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Think-Talk-Write (TTW) Pada Siswa Kelas IV Mata Pelajaran Matematika d

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK- WRITE (TTW) PADA Peningkatan Hasil Belajar Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Think-Talk-Write (TTW) Pada Siswa Kelas IV Mata Pelajaran Matematika d

Selain hasil belajar, keaktifan siswa juga mengalami peningkatan yang dapat dilihat pada aspek: keaktifan mengerjakan soal di papan tulis 25% pada prasiklus, 33,3% pada siklus I, 75% pada siklus II. Keaktifan siswa mengerjakan soalsoal latihan: 29,2% prasiklus, 54,2%siklus I, 83,3% siklus II. Keaktifan siswa bertanya: 20,8% prasiklus, 37,5% siklus I, 75% siklus II. Keaktifan siswa menjawab pertanyaan: 12,5% prasiklus, 45,38% siklus I, 83,3% siklus II. Berkonsentrasi: 25% prasiklus, 37,5% siklus I, 79,2% siklus II. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan strategi pembelajaran kooperatif Think- Talk-Write (TTW) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Matematika di SD Negeri Mojowetan 2 Banjarejo Blora tahun ajaran 2011/2012.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMUNIKASI MATEMATIK ANTARA SISWA YANG DIBERI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE DENGAN PEMBELAJARAN LANGSUNG.

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMUNIKASI MATEMATIK ANTARA SISWA YANG DIBERI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE DENGAN PEMBELAJARAN LANGSUNG.

Pembelajaran yang didapat oleh siswa selama di sekolah seharusnya berupa pengalaman yang dapat digunakan untuk bekal hidup dan untuk bertahan hidup. Tugas seorang guru bukan hanya sekedar mengajar (teaching), tetapi lebih ditekankan pada pembelajaran (learning) dan mendidik. Pembelajaran tidak hanya ditekankan pada keilmuannya semata. Selama ini guru cenderung menggunakan komunikasi yang satu arah. Selain itu guru kurang mampu mengelola pembelajaran disebabkan lemahnya pemahaman guru terhadap teori-teori pembelajaran konstruktivisme (Sinaga, 2007). Menurut Armanto (2001) pembelajaran selama ini menghasilkan siswa yang kurang mandiri, tidak berani punya pendapat sendiri, selalu mohon petunjuk dan kurang gigih dalam melakukan uji coba.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DENGAN MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL KELAS VII SMP NEGERI 1 SEI DADAP T.A 2015/2016.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DENGAN MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL KELAS VII SMP NEGERI 1 SEI DADAP T.A 2015/2016.

Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Abangda terkasih Hermansyah Saragih yang telah bersedia mendengarkan keluh kesah penulis selama mengerjakan skripsi ini, dan sahabat teristimewa Hailda Syaputri Minja, S.Pd dan Aulia Resa Fahlevi, S.Pd yang telah memberi doa serta dukungannya. Kepada adik-adik kost Ar-Ridho ( Rina, Friska, Dewi dan Sahnur) yang bersama- sama berjuang menempuh pendidikan, teman-teman PPLT SMA Muhammadiyah 8 Kisaran yang penuh kesan dan yang terkhusus kelas Matematika Reguler A 2011 yang telah banyak membantu penulis.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP.

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP.

Pada penelitian ini, dikaji penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dikaitkan dengan peningkatan kemampuan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran langsung (2) Mengetahui bagaimana respon siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW). Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretest-postest. Sampel pada penelitian ini adalah 33 siswa di kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dan 34 siswa di kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran langsung, diambil secara acak dari semua kelas VII di SMP Negeri 45 Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes tertulis yang mengukur kemampuan komunikasi siswa dan angket respon siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) lebih tinggi dibandingkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran langsung. Siswa dalam kelas yang mendapatkan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran ini.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN TTW (THINK� TALK WRITE) PADA MATERI FAKTORISASI BENTUK ALJABAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PADANGSIDIMPUAN TAHUN AJARAN 2013/2014.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN TTW (THINK� TALK WRITE) PADA MATERI FAKTORISASI BENTUK ALJABAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PADANGSIDIMPUAN TAHUN AJARAN 2013/2014.

“Sedikitnya ada dua alasan penting, mengapa komunikasi matematika perlu ditumbuhkembangkan dikalangan siswa. Pertama, mathematics as language, artinya matematika tidak hanya sekedar alat bantu berpikir, alat untuk menemukan pola, mnyelesaikan masalah atau mengambil kesimpulan, tetapi matematika juga sebagai suatu alat yang berharga untuk mengkomunikasikan berbagai ide secara jelas, tepat, dan cermat. Kedua, mathematics learning as social activity, artinya sebagai aktifitas sosial dalam pembelajaran matematika, matematika juga sebagai wahana interaksi antar siswa, dan juga komunikasi antar guru dan siswa.”
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

T MTK 1201580 Abstract

T MTK 1201580 Abstract

results showed that the mathematical disposition scale mathematical dispositions of students who received contextual learning and strategy think-talk-write mathematical disposition better than students who received conventional learning. The results also show that there is a correlation between communication skills, problem solving and mathematical dispositions received contextual learning and Strategy Think-Talk-Write, correlations are included in the high category.

3 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK – TALK - WRITE TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 MAGELANG

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK – TALK - WRITE TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 MAGELANG

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:117). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 3 Magelang yang terdiri dari 8 kelas (VIIA, VIIB, VIIC, VIID, VIIE, VIIF, VIIG, VII H) dengan jumlah 240 siswa. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan sifat yang dimiliki oleh suatu populasi.(Sugiyono, 2010 : 118). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling yaitu pemilihan sampel dari kelaskelas populasi dilakukan secara acak. Adapun kelas yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas VII D dan kelas kontrolnya adalah kelas VII A.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Strategi Think Talk Write (TTW) Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V”. Jurnal Penelitian Universitas Negeri Pendidikan Ganesa Volume 2 Nomor 1 . diakses di http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/ JJPGSD/article/view/3746 (pada 22 September 2016)

3 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN TEORITIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Komunikasi Matematis - UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SMP N 1 CIMANGGU KELAS VIII G MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DENGAN STRATEGI THINK-TALK-WRITE

BAB II KAJIAN TEORITIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Komunikasi Matematis - UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SMP N 1 CIMANGGU KELAS VIII G MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DENGAN STRATEGI THINK-TALK-WRITE

Tahap 2 Mengorganisir siswa untuk belajar, pada tahap guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Dalam proses pembelajaran siswa dibentuk kelompok dan saling membantu dalam menyelidik masalah secara bersama serta lebih percaya diri dalam belajar, sehingga dapat merancang suatu penyelesaian masalah dan siswa dapat menghasilkan jawaban yang bervariasi sesuai sudut pandang mereka. Dalam tahap ini dapat meningkatkan indikator dalam kemamampuan komunikasi matematis yaitu menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika secara tulisan dan indikator percaya diri yaitu mudah berkomunikasi dan membantu orang lain
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Santi, Dyah Kumala. 2011. “Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Think Talk Write dengan Media Gambar pada Pelajaran IPS Pokok Bahasan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Siswa Kelas V SDN 7 Kajarharjo Kalibaru Banyuwangi”. Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 5. Diakses pada 13 Juli 2015.

3 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN TTW (THINK TALK WRITE) BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN TTW (THINK TALK WRITE) BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data dengan cermat, lengkap, dan sistematis sehingga mudah diolah (Arikunto, 2006: 60). Instrumen pada penelitian ini adalah instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Perbedaan tes ini dengan tes biasanya adalah adanya indikator kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang akan dinilai. Bentuk tes yang digunakan adalah tipe uraian dengan pertimbangan bahwa dalam menjawab soal, siswa dituntut untuk menjawabnya secara rinci, agar proses berpikir, ketelitian, kejelasan dan sistematika penyusunan jawaban dapat terlihat. Instrumen tes ini akan diberikan berupa postes untuk masing-masing kelas, baik eksperimen maupun kontrol.
Baca lebih lanjut

315 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) DAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATIONS (RME) TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKA PADA SISWA (Eksperimentasi Pembelajaran Matematika di Kelas VIII SMP

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) DAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATIONS (RME) TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKA PADA SISWA (Eksperimentasi Pembelajaran Matematika di Kelas VIII SMP

Menurut Ernest Hemingway dalam buku Landasan Pendidikan (2004:20) pendidikan merupakan kegiatan yang harus berfungsi sebagai a built in shock proof crap detector, yaitu alat pendeteksi kebodohan dan keadaan yang kedap kejut atau tahan bantingan dan tetap. Oleh karena itu upaya peningkatan mutu pendidikan adalah bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia, baik aspek kemampuan kepribadian maupun tanggung jawab sebagai warga negara. Tetapi lebih dari itu, yaitu dapat menyesuaikan hidup di lingkungan masyarakat dan mampu mengembangkan bagi penyempurnaan masyarakat itu sendiri.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...