Top PDF Kelangsungan Hidup Ikan Mas (Cyprinus Carpio L) Yang Diberi Pakan Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Dan Di Infeksi Aeromonas Hydrophila

Kelangsungan Hidup Ikan Mas (Cyprinus Carpio L) Yang Diberi Pakan Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Dan Di Infeksi Aeromonas Hydrophila

Kelangsungan Hidup Ikan Mas (Cyprinus Carpio L) Yang Diberi Pakan Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Dan Di Infeksi Aeromonas Hydrophila

waktu 10 hari masih ada, sedangkan sulfida-sulfida yang lain tidak terdeteksi mungkin sebagian telah mengalami penguapan (folatil). Blackwood dan Fulder (1986) menyatakan bahwa bawang putih memiliki kandungan dialil disulfida dan dialil trisulfida, disamping dua kandungan utama tersebut juga menghasilkan semua tingkat dan jenis sulfida, disulfida dan trisulfida lain seperti methyl allyl trisulphide, thiol (methanethiol) serta senyawa lainnya. Robinson (1991) juga mengatakan bahwa bawang putih mengandung turunan alill sebagai komponen baurasa paling khas, berbagai disulfida bekerja sebagai antibiotika, nematisida, insektisida dan menghambat enzim. Kandungan asli yang menimbulkan senyawa belerang khas dari bawang putih jika tumbuhan itu diremuk adalah S-alkil dan S-alkenil sinteina sulfokside yang terbentuk dari S-(2-karboksialkil)-sisteina. Allisin akan terurai bila dipanaskan membentuk berbagai hasil uraian termasuk disulfida, trisulfida dan senyawa yang lebih rumit seperti ajone. Sulfoksida menarik perhatian karena aktivitas antibiotiknya, disamping itu allisin mempunyai kerja bakterisida dan juga menghambat beberapa enzim secara in vitro. Allisin dalam dosis yang tinggi dapat menjadi racun bagi sel dan menyebabkan rasa panas pada kulit atau gangguan pada usus (Liu, 2006). Konsentrasi dialil disulfida akan mengalami penurunan yang signifikan bila dipanaskan pada suhu 180 0 C selama 10 menit (Shin dkk., 2002).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

"PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila"

"PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila"

diallyl tetrasulfide, kaempferol, diallyl sulfide, S-allylmercaptocysteine (Duke 2006). Senyawa allicin adalah senyawa yang khas dimiliki oleh bawang putih, dan merupakan komponen yang penting dalam aktivitas antimikroba (termasuk aktivitas antibakteri, antifungi, antiprotozoa dan antiparasit) (Anonymous, 2002). Berbagai literatur diketahui bahwa senyawa allicin dapat menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, bakteri Salmonella typhimurium dan bakteri Aeromonas hydrophila yang menyerang ikan, terutama ikan mas.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Aplikasi Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik Melalui Pakan untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Ikan Mas Cyprinus carpio

Aplikasi Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik Melalui Pakan untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Ikan Mas Cyprinus carpio

Tingkat kelangsungan hidup ikan mas selama pemeliharaan diamati mulai dari perlakuan pemberian probiotik (A), prebiotik (B) dan sinbiotik (C) serta setelah uji tantang dengan bakteri patogen A. hydrophila. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup ikan mas setelah pemeliharaan dengan pemberian bakteri probiotik, prebiotik dan sinbiotik melalui pakan tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol (P>0,05). Namun, setelah uji tantang dengan bakteri patogen A. hydrophila, terjadi kematian yang tinggi pada perlakuan K+. Perlakuan C (sinbiotik) memberikan nilai kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya sebesar 100%. Selanjutnya berturut- turut pada perlakuan A sebesar 87,50%, perlakuan B sebesar 75,00% dan perlakuan K+ sebesar 45,83%. Berdasarkan uji statistik, kelangsungan hidup perlakuan A, B dan C memberikan pengaruh berbeda nyata dengan perlakuan K+ (P<0,05) (Lampiran 1). Kelangsungan hidup yang tinggi pada perlakuan C (sinbiotik) diduga karena adanya penambahan probiotik NP5 dan prebiotik yang dapat meningkatkan respon imun untuk melawan patogen yang masuk kedalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan mas. Hal ini sesuai dengan pernyataan Zhou et al. (2009) yang menyatakan bahwa probiotik dalam akuakultur dapat bermanfaat dalam memperbaiki kualitas air, memperbaiki nutrisi inang dengan menghasilkan enzim-enzim pencernaan, mencegah serangan penyakit, meningkatkan kelangsungan hidup serta dapat meningkatkan respon imun ikan. Pada perlakuan A, probiotik diduga berperan secara tidak langsung dalam mereduksi serangan patogen. Probiotik bekerja dengan memperbaiki komposisi mikroflora normal di dalam saluran pencernaan sehingga akan menstimulir perbaikan respon imun ikan terhadap serangan patogen. Hal ini sesuai dengan pernyataan Irianto (2003) yang menjelaskan bahwa mikroflora normal pada saluran pencernaan memiliki fungsi perlindungan yang penting untuk menekan bakteri patogen dan virus, menstimulir daya tahan serta merubah aktivitas metabolik usus. Selain itu, mikroflora normal juga dapat menekan bakteri patogen karena terjadinya kompetisi dalam nutrisi dan tempat pelekatan pada usus. Sedangkan pada perlakuan B, prebiotik diduga dapat memberikan peran dalam menstimulus sistem imun, serta menghambat patogen masuk ke dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Hal ini sesuai dengan penelitian Tanbiyaskur (2011) bahwa penambahan prebiotik yang diekstraksi dari ubi jalar varietas sukuh dapat memberikan kelangsungan hidup yang lebih baik pada ikan nila pasca diinfeksi S. agalactiae.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Aplikasi Prebiotik dengan Dosis Berbeda Melalui Pakan untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Ikan Mas Cyprinus carpio

Aplikasi Prebiotik dengan Dosis Berbeda Melalui Pakan untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Ikan Mas Cyprinus carpio

Tingkat kelangsungan hidup ikan mas selama penelitian diamati sejak pemeliharaan hingga pasca-uji tantang dengan bakteri A. hydrophila. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup ikan mas selama pemeliharaan berkisar 93%-100% dan tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan perlakuan kontrol, sedangkan pasca-uji tantang terjadi kematian hingga 50% pada perlakuan kontrol positif. Setelah uji tantang, perlakuan C memberikan nilai kelangsungan hidup lebih tinggi dibanding perlakuan lain yaitu sebesar 100%. Hal ini diduga prebiotik dengan dosis 2% mampu memberikan peran yang lebih baik dalam menstimulus sistem imun serta dapat menghambat pertumbuhan patogen dalam tubuh ikan sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Hasil ini sejalan dengan penelitian Tanbiyaskur (2011) bahwa dalam penambahan prebiotik yang diektraksi dari ubi jalar varietas sukuh dapat meningkatkan kelangsungan hidup yang lebih baik pasca diinfeksi Streptococcus agalactiae. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Mahious et al. (2006) yang menyatakan bahwa penambahan FOS 2%, inulin 2% dan rafinosa 2% melalui pakan dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan turbot.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

“PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila”

“PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila”

Gold fish (Cyprinus carpio L.) is the consumption of freshwater fish species are much-loved community because the meat taste savory and have high protein content. Disease of the most attacking goldfish is Aeromonas hydrophila which is almost always found and live in the water pool, the surface of fish body and the organs inside the fish (Afrianto, E. 2000). In the use of chemical drugs are many negative effects. Plant garlic has many chemical constituents that are as antimicrobial including allicin.

1 Baca lebih lajut

Efektivitas fitofarmaka dalam pakan untuk pencegahan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp.

Efektivitas fitofarmaka dalam pakan untuk pencegahan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp.

enzim papain yang memiliki aktivitas proteolitik, dan antimikroba sedangkan alkaloid carpain berfungsi sebagai antibakteri. Pada H2 pascainfeksi ditandai dengan adanya tukak. Pada umumnya ikan dengan diameter tukak lebih dari 1.5 cm tidak dapat bertahan hidup. Sehingga kelangsungan hidup yang dihasilkan hanya sebesar 40±23.09%. Kelangsungan hidup yang dihasilkan sangat berbeda jauh dengan Setiaji (2009) yang mampu menghasilkan kelangsungan hidup 93.33%. Hal ini dikarenakan metode pemberian pada Setiaji (2009) melalui penyuntikan secara intramuskular sehingga zat aktif yang berupa papain lebih mudah dan cepat masuk ke dalam tubuh. Papain termasuk enzim hidrolase, yaitu enzim yang mampu mengkatalis reaksi-reaksi hidrolisis suatu substrat (protein) (Lukitasari, 2004 dalam Setiaji 2009). Penggunaan tepung daun pepaya di dalam pakan untuk pencegahan penyakit MAS yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophila ternyata kurang efektif.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI RAMBUTAN  DALAM MENGOBATI BENIH IKAN MAS  YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila

EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI RAMBUTAN DALAM MENGOBATI BENIH IKAN MAS YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila

Rendahnya tingkat kelangsungan hidup pada benih ikan mas yang telah diberi pengobatan diduga karena bahan aktif yang terkandung dalam ekstrak biji rambutan relatif rendah untuk melawan/mematikan serangan bakteri Aeromonas hydrophila yang menginfeksi benih ikan mas, sehingga bakteri Aeromonas hydrophila pada tubuh ikan tetap tumbuh dan berkembang menyebabkan benih ikan mas mengalami kerusakan jaringan tubuh yang parah akibat toksin yang dikeluarkan oleh bakteri tersebut. Hal ini berdampak pada penurunan daya tahan tubuh dan terganggunya proses metabolisme yang lama kelamaan menyebabkan kematian pada ikan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Brenden dan Huizinga (1986) dalam Angka (1997) bahwa bakteri Aeromonas hydrophila menghasilkan endotoksin dan Extra Cellular Product (ECP) yang dapat menyebabkan kerusakan sistem tubuh dan hati yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Aplikasi Berbagai Dosis Probiotik Bacillus Np5 Melalui Pakan Untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Mas Cyprinus Carpio

Aplikasi Berbagai Dosis Probiotik Bacillus Np5 Melalui Pakan Untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Mas Cyprinus Carpio

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja bakteri probiotik Bacillus NP5 dengan dosis berbeda terhadap tingkat kelangsungan hidup dan kinerja perumbuhan ikan mas yang diinfeksi A. hydrophila. Ikan mas yang digunakan sebanyak 15 ekor/akuarium dengan bobot rata-rata 4,52±0,29 g/ekor dipelihara dalam akuarium bervolume 96 L selama 30 hari. Pemberian probiotik pada pakan sebanyak 1% (v/w) dan ditambah 2% (v/w) putih telur sebagai perekat. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu kontrol negatif dan kontrol positif (K- dan K+ tanpa probiotik), A (probiotik 10 6 CFU/g pakan), B (probiotik 10 8 CFU/g pakan), dan C (probiotik 10 10 CFU/g pakan). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Pada hari ke-32, perlakuan K+, A, B, dan C diinjeksi A. hydrophila dengan konsentrasi 10 7 CFU/ml secara intramuskular sedangkan K- diinjeksi dengan PBS (Phosphate Buffer Saline) lalu dilakukan pengamatan kematian selama 14 hari. Perlakuan C (10 10 CFU/g pakan) menunjukkan hasil terbaik dengan nilai kelangsungan hidup setelah perlakuan probiotik dan setelah uji tantang 100%, laju pertumbuhan harian 2,56%, dan rasio konversi pakan 1,55 yang berbeda nyata (P<0,05) dengan kontrol.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PERBEDAAN LAMA WAKTU PEMBERIAN PAKAN MENGANDUNG JINTAN HITAM TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP dan PERTUMBUHAN IKAN GABUS yang DIUJI TANTANG Aeromonas hydrophila

PERBEDAAN LAMA WAKTU PEMBERIAN PAKAN MENGANDUNG JINTAN HITAM TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP dan PERTUMBUHAN IKAN GABUS yang DIUJI TANTANG Aeromonas hydrophila

Permasalahan yang kemudian muncul pada saat pembenihan sampai pembesaran ikan gabus adalah kematian yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Hidayat et al. (2013) diketahui bahwa kematian benih ikan gabus selama pemeliharaan diduga akibat infeksi bakteri dan jamur. Kelainan klinis seperti timbul bentuk kapas putih pada tubuh benih ikan gabus, mata menonjol, adanya bercak merah pada salah satu sirip dada, seluruh tubuh melepuh, dan luka-luka. Kondisi tersebut juga terjadi pada penelitian Sopian
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Aplikasi Prebiotik Melalui Pakan terhadap Gambaran Darah Ikan Mas Cyprinus carpio yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila

Aplikasi Prebiotik Melalui Pakan terhadap Gambaran Darah Ikan Mas Cyprinus carpio yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila

Penyakit motile aeromonad septicemia (MAS) merupakan kendala yang sering dialami dalam budidaya ikan mas. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan aplikasi prebiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian prebiotik melalui pakan terhadap gambaran darah ikan mas yang diinfeksi Aeromonas hydrophila. Sebanyak 15 ekor ikan mas dengan bobot rata-rata 8,94±0,28 g dipelihara di akuarium dengan volume 72 liter. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol negatif, kontrol positif (A dan B; tanpa prebiotik), dan perlakuan penambahan 2% prebiotik (C). Setelah 45 hari, semua perlakuan (kecuali kontrol negatif) diuji tantang dengan menyuntikkan A. hydrophila sebanyak 100 µL/ekor pada konsentrasi 10 7 CFU/ml secara intraperitonial, kemudian diamati mortalitasnya selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan prebiotik memberikan kelangsungan hidup yang lebih tinggi (87,5%) dibandingkan dengan perlakuan kontrol positif (50%) serta memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap gambaran darah ikan mas pasca infeksi A. hydrophila.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Efektivitas Campuran Meniran Phyllanthus niruri dan Bawang Putih Allium sativum dalam Pakan untuk Pengendalian Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele Dumbo Clarias sp.

Efektivitas Campuran Meniran Phyllanthus niruri dan Bawang Putih Allium sativum dalam Pakan untuk Pengendalian Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele Dumbo Clarias sp.

pencegahan dan pengobatan diberikan pakan yang telah dicampur dengan ekstrak meniran dan bawang putih. Hal ini sesuai dengan penelitian Puspatiningtyas (2006), bahwa penggunaan ekstrak bawang putih segar (fresh garlic) mampu memberikan kelangsungan hidup ikan yang tinggi, daya tahan tubuh meningkat dan gejala klinis yang lebih ringan. Penelitian yang dilakukan oleh BBAT (Balai Budidaya Air Tawar) Sukabumi, menyebutkan dengan pemberian ekstrak meniran yang dicampur ke pakan dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Hal ini disebabkan adanya peningkatan daya tahan tubuh ikan mas yang ditandai meningkatnya jumlah leukosit yang berfungsi sebagai pertahanan non spesifik. Nilai mortalitas perlakuan kontrol positif paling tinggi yaitu sebesar 66,67 ± 23,57%. Bakteri A. hydrophila menghasilkan enzim dan toksin yang dikenal dengan produk ekstraseluler atau ECP (Extra Celluler Product) yang mengandung sedikitnya aktivitas hemolisis dan protease yang merupakan penyebab patogenisitas pada ikan (Angka, 1997 dalam Angka, 2005). Apabila disuntikkan ke tubuh ikan, produk ekstraseluler ini dapat menimbulkan kematian dan perubahan jaringan. Selain menghasilkan eksotoksin, bakteri A. hydrophila juga memproduksi endotoksin yang terdiri dari protein, lipid dan polisakarida. Endotoksin ini juga berperan salam penentuan tingkat patogenitas bakteri (Brenden dan Huizinga, 1986 dalam Riyanto, 1993).
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Aplikasi Prebiotik Mannanoligosakarida Dengan Dosis Berbeda Melalui Pakan Pada Ikan Mas Cyprinus Carpio Yang Diinfeksi Aeromonas Hydrophila

Aplikasi Prebiotik Mannanoligosakarida Dengan Dosis Berbeda Melalui Pakan Pada Ikan Mas Cyprinus Carpio Yang Diinfeksi Aeromonas Hydrophila

Tingkat kelangsungan hidup ikan mas pada penelitian ini diamati sejak awal pemeliharaan dengan aplikasi prebiotik hingga akhir pascauji tantang dengan A. hydrophila. Hasil pengamatan kelangsungan hidup ikan mas setelah pemeliharaan dengan perlakuan prebiotik prebiotik MOS (Gambar 1) tidak menunjukan perbedaan yang nyata (P>0,05) antar perlakuan, dengan kisaran nilai antara 95,56- 100%. Tingginya nilai kelangsungan hidup pada masing-masing perlakuan diduga bahwa ikan selama pemeliharaan dengan pakan kontrol maupun dengan pakan yang ditambah prebiotik berada dalam kondisi sehat dengan dibuktikan dari data nilai hematologi ikan mas yang terdapat pada kisaran normal selama pemeliharaan (Tabel 4). Pascauji tantang, prebiotik MOS mampu meningkatkan kelangsungan hidup ikan mas terhadap infeksi A. hydrophila. Kematian hingga 40% terjadi pada perlakuan kontrol positif. Pada perlakuan B dan C setelah uji tantang memberikan nilai yang sama sebesar 91,67% dan selanjutnya diikuti perlakuan A sebesar 83,33%. Semua perlakuan menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan kontrol positif (61,11%) (Gambar 4). Hal ini diduga prebiotik dengan dosis 0,1-0,4% dapat berperan menstimulus sistem imun ikan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik yang dapat bersaing untuk menghambat jumlah patogen di dalam tubuh ikan, sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Komponen gula mannosa dari MOS mempengaruhi sistem kekebalan dengan cara merangsang sekresi protein pengikat mannosa (mannose binding lectin) yang disintesa di hati dan disekresikan ke dalam serum untuk mengikat karbohidrat dari dinding sel bakteri yang masuk (Krisnan 2010). Hasil ini dibuktikan oleh penelitian Liu et al. (2013) yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi 240-480 mg/kg MOS dapat menghasilkan tingkat kematian yang rendah dan meningkatkan sistem imun pada ikan allogynogenetic crucian carp setelah diinfeksi dengan A. hydrophila .
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Kombinasi Ekstrak Daun Binahong dan Bawang Putih  pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila

Pengaruh Perendaman Kombinasi Ekstrak Daun Binahong dan Bawang Putih pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila

rendah dan cara pemberian yang kurang tepat.merupakan salah satu susunan protein dalam penyembuhan luka. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air pada penelitian, menunjukkan bahwa kualitas air masih dalam kisaran optimum dan masih layak digunakan untuk pemeliharaan ikan lele. Nilai kisaran parameter kualitas air yang masih optimum selama penelitian mampu mendukung kelangsungan hidup ikan lele selama penelitian. Hal ini sesuai dengan pernyataan Lusiastuti et al. (2016), bahwa diluar kisaran suhu 25-30 o C ikan lele akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan penurunan resistensi terhadap penyakit, terutama yang disebabkan karena infeksi bakteri dan jamur. Sedangkan oksigen terlarut dibutuhkan oleh ikan untuk menghasilkan energi dari pakan yang masuk ke dalam badannya. Dalam kondisi optimum maka metabolisme dalam badan ikan akan optimal dan energi yang dihasilkan akan banyak, yang dapat digunakan untuk pertumbuhan. Nilai pH dapat mempengaruhi laju reaksi, serta tekanan osmosis dalam badan ikan, sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

SKRIPSI PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BIAWAN (Helostoma teminchii) YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila

SKRIPSI PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BIAWAN (Helostoma teminchii) YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila

aktivitas tubuh lainnya yang penting bagi pertumbuhan (Lovel, 1988). Koesdarto (2001) menyatakan bahwa meningkatnya pertumbuhan didukung dengan kesehatan yang baik pada ikan dan akan meningkatkan efisiensi penyerapan zat makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan produksi yang ditunjukkan dengan pertambahan bobot serta sebagai pemacu metabolisme dalam tubuh ikan. Sehingga jika pakan yang dimakan oleh ikan lebih banyak maka laju pertambahan bobot semakin meningkat sebaliknya jika respon makan menurun laju pertambahan bobot lebih sedikit. Penurunan bobot dikarenakan ikan diinjeksi dengan bakteri A. hydrophila sehingga ikan lamban merespon pakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kabata (1985), Bahwa ikan yang terserang bakteri A. hydrophila memperlihatkan gejala berupa nafsu makan yang menurun. Semakin baik respon makan ikan semakin cepat pula terjadi proses penyembuhan (Aniputri, et al.,2014). Perendaman larutan temulawak sebanyak 0,6 g/l memberikan hasil positif dan efektif terhadap pertambahan bobot ikan mas (Sari et al., 2012).
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Efektivitas campuran bubuk meniran Phyllanthu niruri dan bawang putih Allium sativum dalam pakan untuk pengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp.

Efektivitas campuran bubuk meniran Phyllanthu niruri dan bawang putih Allium sativum dalam pakan untuk pengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp.

Bakteri uji yang telah dipastikan A. hydrophila kemudian digunakan untuk uji tantang. Uji ini dilakukan untuk melihat pengaruh pemberian bahan fitofarmaka tersebut terhadap penyembuhan infeksi bakteri pada ikan lele, yang ditandai dengan nafsu makan, pertumbuhan, kelangsungan hidup, penyembuhan luka, dan morfologi organ dalam. Secara umum, gejala klinis yang timbul setelah penginfeksian bakteri A. hydrophila adalah timbulnya hiperemia pada sirip dan sungut, kemudian timbul radang pada tempat penyuntikan, hemoragi yang disertai dengan nekrosis, dan diakhiri dengan tukak. Kelainan klinis hiperemia dan peradangan merupakan reaksi pertahanan tubuh ikan dengan cara memobilisasi sel darah putih ke tempat terjadinya infeksi (Austin & Austin, 1986).
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Dan Tepung Daun Kayu Manis Sebagai Pencegahan Infeksi Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Patin Pangasianodon Hypophthalmus

Efektivitas Ekstrak Dan Tepung Daun Kayu Manis Sebagai Pencegahan Infeksi Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Patin Pangasianodon Hypophthalmus

Hasil uji in vitro menunjukkan dosis 0.5% ekstrak daun kayu manis merupakan hasil terbaik ditandai dengan luasnya zona bening dan semakin luas zona bening disekitar paper disk menunjukkan semakin besar daya antibakterinya. Sedangkan untuk tepung daun kayu manis dosis terbaik adalah 1% yaitu ditandai dengan jumlah koloni yang tumbuh dan semakin sedikit jumlah koloninya menunjukkan sifat antibakteri kuat. Dosis dari hasil uji in vitro digunakan sebagai dasar untuk dicampur ke dalam pakan yaitu ekstrak sebanyak 0,5% dan tepung sebanyak 1%. Perlakuan penambahan ekstrak daun kayu manis, tepung daun kayu manis dan kontrol yang dipelihara selama 14 hari sebelum uji tantang mengalami peningkatan bobot dari bobot awal ikan. Jumlah konsumsi pakan (JKP) pada ikan yang diberi penambahan ekstrak dan tepung daun kayu manis menurun dibanding dengan kontrol (p<0,05). Namun laju pertumbuhan harian (LPH) tidak berpengaruh antar perlakuan (p>0,05) sehingga pemanfaatan pakan pada ikan yang diberi ekstrak dan tepung daun kayu manis lebih efisien (p<0,05). Perlakuan pemberian daun kayu manis dalam bentuk 1% tepung yang ditambahkan dalam pakan memberikan hasil yang lebih baik dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 83,33% secara signifikan (p<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan K+ sebesar 26,67% dan efektif sebagai pencegahan dan mampu meningkatkan respons imun ikan patin pasca infeksi A. hydrophila. Peningkatan respons imun terjadi pada semua parameter gambaran darah yaitu kadar hemoglobin, hematokrit, total eritrosit dan total leukosit. Pada perlakuan penambahan daun kayu manis dalam bentuk 1% tepung mengalami peningkatan pascainfeksi namun pada perlakuan kontrol positif mengalami penurunan pada semua parameter gambaran darah. Berdasarkan data yang didapat nilai parameter gambaran darah tersebut secara signifikan (p<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian daun kayu manis dalam bentuk 1% tepung efektif mencegah aktivitas bakteri A. hydrophila pada ikan sehingga meningkatkan kelangsungan hidup ikan patin.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

ANALISIS GAMBARAN DARAH TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP RELATIF IKAN MAS YANG DIBERI VAKSIN DNA ANTI- KHV MELALUI PAKAN DENGAN FREKUENSI BERBEDA

ANALISIS GAMBARAN DARAH TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP RELATIF IKAN MAS YANG DIBERI VAKSIN DNA ANTI- KHV MELALUI PAKAN DENGAN FREKUENSI BERBEDA

Salah satu penyakit yang cukup serius pada ikan mas dan koi adalah infeksi akibat koi herpesvirus (KHV). Penyakit ini pertama kali muncul di Indonesia pada Maret 2002 di daerah Blitar (Jawa Timur) dan terus menyebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah. Kematian yang diakibatkan oleh penyakit ini bisa mencapai 80-95% sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang besar (Sunarto et al. 2005). Ikan yang terserang KHV memiliki ciri-ciri antara lain produksi lendir (mukus) berlebih sebagai respons fisiologis terhadap kehadiran patogen, insang berwarna pucat atau terdapat bercak putih akibat kerusakan sel-sel insang, pendarahan (hemoragi) di sekitar pangkal dan ujung sirip serta bagian tubuh lain, kulit melepuh, serta hati dan ginjal yang berwarna pucat (Taukhid et al. 2004).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Ekstrak Kulit Jengkol Dalam Pakan Ikan  Untuk Meningkatkan Imunitas Benih Gurame (Osphronemus gouramy)  Terhadap Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila

Pemanfaatan Ekstrak Kulit Jengkol Dalam Pakan Ikan Untuk Meningkatkan Imunitas Benih Gurame (Osphronemus gouramy) Terhadap Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila

Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret hingga Oktober 2015 di Laboratorium Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kulit jengkol yang ditambahkan dalam pakan terhadap peningkatan imunitas dan kelangsungan hidup benih gurame yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penelitian diantaranya A (Kontrol), B (10 ppm), C (15 ppm), D (20 ppm), dan E (25 ppm). Parameter yang diamati adalah gejala klinis, jumlah sel darah putih, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ekstrak kulit jengkol dalam pakan dengan konsentrasi 20 ppm efektif meningkatkan imunitas benih gurame terhadap serangan bakteri Aeromonas hydrophila dengan rata-rata kelangsungan hidup berbeda nyata sebesar 93,33%, dengan nilai presentase peningkatan jumlah sel darah putih tertinggi yaitu sebesar 55,74% setelah diberi perlakuan ekstrak kulit jengkol
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PREVALENSI, KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN PATIN YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) DAN DIINFEKSI Aeromonas hydrophila

PREVALENSI, KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN PATIN YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) DAN DIINFEKSI Aeromonas hydrophila

Jumlah leukosit ikan patin pada hari ke 16 mengalami peningkatan, sehingga jumlahnya menjadi P0 (4,59 x 10 5 sel/mm 3 ), P1 (4,03 x 10 5 sel/mm 3 ), P2 (4,13 x 10 5 sel/mm 3 ), P3 (4,23 x 10 5 sel/mm 3 ), P4 (4,85 x 10 5 sel/mm 3 ), dan P5 (4,97 x 10 5 sel/mm 3 ). Peningkatan total leukosit setelah ikan terinfeksi menunjukkan bahwa ikan terjangkit atau terinfeksi bakteri A. hydrophila. Hal ini sesuai dengan pendapat Lukistyowati dan Syawal (2013) yang menyatakan bahwa peningkatan jumlah leukosit dalam darah menunjukkan ikan dalam keadaan stres atau terjangkit adanya infeksi. Menurut Alamanda et al., (2006), meningkatnya jumlah produksi sel darah putih ikan lele dumbo budidaya menunjukkan adanya respon perlawanan tubuh terhadap zat asing yang menyebabkan penyakit.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Terhadap Tingkat Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Dan Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)

Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Terhadap Tingkat Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Dan Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)

One of the diseases that often attack Tilapia (O. niloticus) is MAS (Motile Aeromonas Septicemia) caused by Aeromonas hydrophilla and known as red spot disease. Natural ingredients such as garlic extract can be used as an alternative to inhibit bacterial activity of A. hydrophilla. The active substances in the garlic extract (Allium sativum) is allicin which was potentially as an antibacterial. Sased on in vitro assays, the garlic extract showed potentiallty to inhibite the growth of A. hydrophilla. The purpose of this research was to examine the influence of garlic extract in fiets to the prevention bacteria infection of A. hydrophila and survival rate of tilapia. This research used three treatments, there were A (0%), B (2,5%), and C (5%) of additional garlic extract. The feeds sample is given throughout 35 days and then carried out obeservation after challenge test over 10 days. The challenge test was done by injecting 0,1 mL A. hydrophilla (10 8 cfu/ml) intramuscularly. The garlic extract concentration of 45% was an effective concetration to inhibit the growth of A. hydrophila in the in
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects