Top PDF Kelas VIII Bahasa Indonesia BS

Kelas VIII Bahasa Indonesia BS

Kelas VIII Bahasa Indonesia BS

Berkat perjuangan para pejuang di masa lalu bangsa Indonesia mampu memproklamasikan kemerdekaan dan mempertahankan di masa revolusi isik. Sekarang giliran anak-anak bangsa mengisi alam kemerdekaan dengan memberikan yang terbaik bagi masa depan bangsanya. Sayangnya, tidak banyak putra-putri bangsa Indonesia yang bisa diteladani karena prestasinya. Lebih banyak yang mementingkan diri pribadi dan golongannya saat sudah berkuasa. Hal itu terlihat sekali dalam jajaran pemerintahan (birokrasi) maupun legislatif dan yudikatif. Mereka benar-benar memanfaatkan peluang yang ada untuk memperkaya diri. Sementara itu, rakyat yang membutuh perhatian malah diabaikan.
Baca lebih lanjut

288 Baca lebih lajut

Kelas X Bahasa Inggris BS

Kelas X Bahasa Inggris BS

In 1974, Suharto requested Habibie to return to Indonesia as part of Suharto’s drive to develop the country. Habibie initially served as a special assistant to Ibnu Sutowo, the CEO of the state oil company Pertamina. Two years later, in 1976, Habibie was made Chief Executive Oicer of the new state-owned enterprise Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). In 1978, he was appointed as Minister of Research and Technology. Habibie was elected vice president in March 1998. On 21 May 1998, Suharto publicly announced his resignation and Habibie was immediately sworn in as president. Habibie’s government stabilized the economy in the face of the Asian inancial crisis and the chaos of the last few months of Suharto’s presidency.
Baca lebih lanjut

220 Baca lebih lajut

Kelas VIII Bahasa Indonesia BG

Kelas VIII Bahasa Indonesia BG

ix termasuk tata ejaan, tanda baca pada tingkat kata, kalimat, dan teks yang lebih luas. Pemahaman tentang bahasa berarti bahasa sebagai sistem dan bahasa sebagai wahana pengetahuan dan komunikasi yang akan menjadikan siswa sebagai penutur Bahasa Indonesia yang produktif. Sastra, pembelajaran sastra bertujuan melibatkan siswa mengkaji nilai kepribadian, budaya, sosial, dan estetik. Pilihan karya sastra dalam pembelajaran yang berpotensi memperkaya kehidupan siswa, memperluas pengalaman kejiwaan, dan mengembangkan kompetensi imajinatif. Siswa belajar mengapresiasi karya sastra dan menciptakan karya sastra sehingga dapat memperkaya pemahaman siswa atas kemanusiaan dan sekaligus memperkaya kompetensi berbahasa. Siswa menafsirkan, mengapresiasi, mengevaluasi, dan menciptakan teks sastra seperti cerpen, novel, puisi, prosa, drama, ilm, dan teks multimedia (lisan, cetak, digital/ online). Karya sastra untuk pembelajaran yang memiliki nilai artistik dan budaya diambil dari karya sastra daerah, sastra Indonesia, dan sastra dunia. Karya sastra yang memiliki potensi kekerasan, kekasaran, pornograi, konlik, dan memicu konlik SARA harus dihindari. Karya sastra unggulan dapat dimodiikasi untuk kepentingan pembelajaran dapat digunakan tanpa melanggar hak cipta karya sastra.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

BG-BS SMP Kelas 7 Edisi 2014 Bahasa Indonesia

BG-BS SMP Kelas 7 Edisi 2014 Bahasa Indonesia

Teks dan wacana tidak bisa ditentukan oleh panjang pendeknya berdasarkan jumlah kata, kalimat, atau paragraf yang dimiliki suatu teks. Teks juga tidak bisa didefinisikan sebagai ekstensi atau perluasan dari bentuk-bentuk gramatikal (kumpulan kata, kalimat, dan paragraf). Suatu teks bisa hanya berupa satu kata, satu kelompok kata, satu kalimat, satu paragraf dan bisa juga mencapai satu buku atau satu uraian panjang selama dua jam. Yang terpenting ialah bahwa unit bahasa itu berada dalam konteks dan membawakan suatu fungsi sosial tertentu. Sebagai contoh, sebuah papan yang bertuliskan ‘bahaya’, yang terpasang pada gardu listrik di salah satu tiang di pinggir jalan, juga merupakan teks. Konteks teks tersebut ialah medan yang berupa peringatan mengenai berbahayanya listrik yang terdapat di gardu, tiang listrik dengan kabelnya yang terletak di pinggir jalan. Pelibatnya adalah manajemen PLN dan orang yang lewat. Sarananya adalah papan bertuliskan ’bahaya’ mungkin dengan tanda ’kilat. Sementara itu, konteks kulturalnya adalah pengetahuan mengenai listrik. Khususnya, listrik dengan tegangan tinggi bisa menyengat orang sampai mati. Hal itu berarti papan yang bertuliskan ’bahaya’ di tiang listrik tersebut benar-benar merupakan ’teks’ karena tiang tersebut terdapat bahaya listrik. Oleh karena itu, orang yang melewati tiang tersebut tidak akan berani mendekati benda tersebut. Lain halnya apabila papan bertuliskan ‘bahaya’ tersebut terdapat di keranjang sampah atau diletakkan di dalam gudang. Orang akan berani memegang benda yang ditempati papan tersebut. Orang sudah tahu bahwa benda tersebut tidak berbahaya walaupun terdapat papan yang bertuliskan ‘bahaya’. Dalam keadaan itu papan bertuliskan ‘bahaya’ tersebut tidak lagi sebuah teks karena sudah tidak berada di lingkungan yang sebenarnya atau sudah tidak berada di dalam konteksnya. Papan yang bertuliskan ‘bahaya’ dalam keadaan seperti itu sudah menjadi sampah atau hanya papan yang disimpan di gudang. Demikian halnya tulisan yang terdapat di dalam buku akan masih dianggap teks apabila masih berada di dalam konteksnya: buku yang disimpan, baik di perpustakaan pribadi maupun umum. Apabila sudah dalam bentuk serpihan yang tercecer atau dalam bentuk bungkus makanan misalnya, bagian tersebut sudah tidak bisa lagi dikatakan sebagai teks. Alasannya, orang sudah sulit mencari lingkungan asal teksnya dan fungsi sosial teksnya yang disampaikan di dalamnya.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

BG-BS SMP Kelas 7 Edisi 2014 Bahasa Indonesia

BG-BS SMP Kelas 7 Edisi 2014 Bahasa Indonesia

Dalam Kurikulum 2013 yang dirancang untuk menyongsong model pembelajaran Abad 21, ketika di dalamnya akan terdapat pergeseran dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu dari berbagai sumber belajar yang melampaui batas pendidik dan satuan pendidikan, peran bahasa menjadi sangat sentral. Kurikulum 2013 menempatkan Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain dan karenanya harus berada di depan semua mata pelajaran lain. Apabila peserta didik tidak menguasai mata pelajaran tertentu harus dipastikan bahwa yang tidak dikuasainya adalah substansi mata pelajaran tersebut, bukan karena kelemahan penguasaan bahasa pengantar yang dipergunakan. Sejalan dengan peran di atas, pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII yang disajikan dalam buku ini disusun dengan berbasis teks, baik lisan maupun tulis, dengan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai wahana pengetahuan. Di dalamnya dijelaskan berbagai cara penyajian pengetahuan dengan berbagai macam jenis teks. Pemahaman terhadap jenis, kaidah, dan konteks suatu teks ditekankan sehingga memudahkan peserta didik menangkap makna yang terkandung dalam suatu teks maupun menyajikan gagasan dalam bentuk teks yang sesuai sehingga memudahkan orang lain memahami gagasan yang ingin disampaikan.
Baca lebih lanjut

236 Baca lebih lajut

Kelas X Bahasa Inggris BS

Kelas X Bahasa Inggris BS

In 1974, Suharto requested Habibie to return to Indonesia as part of Suharto’s drive to develop the country. Habibie initially served as a special assistant to Ibnu Sutowo, the CEO of the state oil company Pertamina. Two years later, in 1976, Habibie was made Chief Executive Oicer of the new state-owned enterprise Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). In 1978, he was appointed as Minister of Research and Technology. Habibie was elected vice president in March 1998. On 21 May 1998, Suharto publicly announced his resignation and Habibie was immediately sworn in as president. Habibie’s government stabilized the economy in the face of the Asian inancial crisis and the chaos of the last few months of Suharto’s presidency.
Baca lebih lanjut

232 Baca lebih lajut

Kelas VII Bahasa Indonesia BS. Database Dadang JSN

Kelas VII Bahasa Indonesia BS. Database Dadang JSN

Pada tiap bab Buku Siswa ini terdapat bagian-bagian yang mencakup (a) pengantar berisi fenomena komunikasi terkait dengan jenis teks yang dipelajari, (b) pemodelan teks diikuti kotak info untuk meningkatkan pengetahuan tentang ciri umum teks, (c) membaca/ menyimak intensif untuk melatih keterampilan reseptif sesuai teks yang dipelajari, (d) menelaah struktur dan bahasa teks untuk menajamkan penemuan prinsip-prinsip penciptaan teks dan latihan terbimbing menghasilkan bagian-bagian teks sebagai bekal mencipta teks secara mandiri, dan (e) latihan mencipta atau menyajikan teks secara kreatif dan kontekstual dalam berbagai bentuk baik lisan/ tertulis. Gurumu akan membimbing dan mendampingi dengan penuh semangat. Berproseslah dengan penuh ketekunan dan kegairahan.
Baca lebih lanjut

312 Baca lebih lajut

Kelas VIII Matematika BS Sem 2

Kelas VIII Matematika BS Sem 2

Isi materi dalam buku siswa ini berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran yang menuntut siswa secara aktif untuk terlibat dalam pembelajaran sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman yang diharapkan. Pada setiap awal pembelajaran berisi konteks atau masalah terkait dengan kegiatan. Masalah yang disajikan ada yang diberikan beserta pemecahannya, ada yang dilengkapi dengan petunjuk pemecahan masalah, dan ada yang dibiarkan berupa masalah untuk dipecahkan siswa. Pada setiap Membelajarkan mengikuti pendekatan ilmiah, yaitu mengamati, menanya, menggali informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang disajikan dengan ikon- ikon tertentu, yaitu Ayo Kita Amati, Ayo Kita Menanya, Ayo Kita Menggali Informasi/Sedikit Informasi/Ayo Kita Mencoba, dan Ayo Kita Berbagi. Buku siswa ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Setelah mempelajari materi pada buku siswa ini, siswa diharapkan memahami materi yang disajikan. Oleh karena itu, konsep yang disajikan pada buku ini disampaikan secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang sederhana. Selain itu, buku ini juga memiliki tampilan yang menarik sehingga siswa tidak akan merasa bosan. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Baca lebih lanjut

352 Baca lebih lajut

Kelas VIII Matematika BS Sem 1

Kelas VIII Matematika BS Sem 1

Isi materi dalam buku siswa ini berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran yang menuntut siswa secara aktif untuk terlibat dalam pembelajaran sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman yang diharapkan. Pada setiap awal pembelajaran berisi konteks atau masalah terkait dengan kegiatan. Masalah yang disajikan ada yang diberikan beserta pemecahannya, ada yang dilengkapi dengan petunjuk pemecahan masalah, dan ada yang dibiarkan berupa masalah untuk dipecahkan siswa. Pada setiap Membelajarkan mengikuti pendekatan ilmiah, yaitu mengamati, menanya, menggali informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang disajikan dengan ikon- ikon tertentu, yaitu Ayo Kita Amati, Ayo Kita Menanya, Ayo Kita Menggali Informasi/Sedikit Informasi/Ayo Kita Mencoba, dan Ayo Kita Berbagi. Buku siswa ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Setelah mempelajari materi pada buku siswa ini, siswa diharapkan memahami materi yang disajikan. Oleh karena itu, konsep yang disajikan pada buku ini disampaikan secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang sederhana. Selain itu, buku ini juga memiliki tampilan yang menarik sehingga siswa tidak akan merasa bosan. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Baca lebih lanjut

280 Baca lebih lajut

Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

Dari daerah manakah kamu berasal? Pembuatan produk kerajinan bahan lunak alam di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal bahan lunak yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini dikarenakan sumber daya alam dari masing-masing daerah berbeda. Misalnya jenis kerajinan di Banyumulek (Lombok). Sumber mata pencaharian masyarakat daerah ini adalah membuat tembikar/keramik hitam, karena sumber daya alaminya banyak tersedia tanah liat. Bagaimana dengan masyarakat perkotaan? Kota Jakarta atau kota-kota lainnya di seluruh Indonesia telah banyak menciptakan peluang usaha dengan mengembangkan kerajinan bahan lunak alam dan buatan. Pembuatannya harus melalui proses terlebih dahulu, seperti flour clay yang dihasilkan oleh beberapa masyarakat di daerah Ungaran, Jawa Tengah. Mereka mencoba membuka peluang kreatif ini dikarenakan dorongan untuk membuat hal baru di dunia usaha kerajinan Indonesia.
Baca lebih lanjut

248 Baca lebih lajut

Kelas VIII Prakarya BS Sem 2

Kelas VIII Prakarya BS Sem 2

Perkembangan usaha peternakan yang ada pada saat ini sudah men- galami perubahan yang cukup signiikan. Ternak ayam, kambing, dan sapi sudah banyak diketahui dan dibudi dayakan oleh masyarakat untuk me- menuhi kebutuhan pa ngan manusia. Masyarakat sudah mulai mengem- bangkan ternak satwa alternatif atau satwa harapan sebagai sumber bahan baku industri, pakan, atau hewan la boratorium. Pada umumnya, ternak atau satwa harapan yang dipelihara mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya siklus hidup pendek, jarang terkena pe nyakit, murah harganya, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pakan yang diberikan. Apakah kalian pernah melihat satwa harapan di sekitar lingkunganmu? Apa yang kalian rasakan setelah melihat satwa harapan yang unik tersebut? Semua itu merupakan anugerah dari Tuhan yang patut kita syukuri. Apalagi negara kita Indonesia memiliki keanekaragaman jenis fauna terbesar ke tiga di dunia. Potensi ekonomi yang dimiliki satwa harapan dapat menja- di alternatif bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang sekaligus sebagai alternatif penghasilan keluarga. Melalui pemeliharaan ternak alternatif tersebut, diharapkan dapat memunculkan sikap mandiri, ulet, tanggung jawab, penyabar, dan penyayang bahkan menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

Dowload Promes Kelas VIII 2

Dowload Promes Kelas VIII 2

PROGRAM PEMBELAJARAN KELAS VIII SEMESTER II MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA.[r]

1 Baca lebih lajut

 Kelas VIII SMP Bahasa Indonesia sarwiji

Kelas VIII SMP Bahasa Indonesia sarwiji

Selesai sarapan pagi, pukul 08.00 WIB rombongan melakukan perjalanan menuju Boscha untuk menyaksikan presentasi tentang tata surya dan melihat teropong bintang. Perjalanan kedua, rombongan menuju restoran lokal untuk menikmati santap siang. Perjalanan dilanjutkan ke Pabrik Teh Nusantara VIII. Di sana rombongan langsung melihat proses produksi dari pabrik tersebut. Perjalanan keempat, rombongan menuju pabrik pembuatan susu. Di pabrik tersebut, rombongan langsung melihat proses pakan ternak sapi dan mengikuti presentasi tentang produksi susu. Di tempat itu pula, rombongan dapat menikmati susu murni ataupun yoghurt hanya dengan mengeluarkan sedikit uang. Selain itu, ada juga yang membawa oleh-oleh krupuk susu. Selanjutnya, rombongan menuju tempat makan malam di Restoran Alam Segar seperti pada hari pertama. Tempat tersebut dipilih lagi karena suasananya sangat asri. Setelah itu, rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat.
Baca lebih lanjut

286 Baca lebih lajut

BAHASA INDONESIA KELAS VIII

BAHASA INDONESIA KELAS VIII

12 Singa : “Lalu apa yang kamu makan, jerapah ?” Jerapah : “Aku kan lagi makan daun pohon karet.” 2 Singa : “Memang, apa enaknya daun pohon karet ?” Jerapah : “Enak kok, rasanya seperti [r]

3 Baca lebih lajut

Kelas VIII PPKn BS.

Kelas VIII PPKn BS.

Hubungan Proklamasi dan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dapat diamati dari isi kedua naskah tersebut. Proklamasi Kemerdekaan memuat dua hal pokok, yaitu pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia dan tindakan yang harus segera dilakukan dengan pernyataan kemerdekaan. Alinea ketiga Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memuat pernyataan kemerdekaan. Pernyataan kemerdekaan di alinea pertama ini diawali dengan pernyataan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa; di alinea kedua alasan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia telah sampai pada saat yang menentukan. Juga dipertegas bahwa kemerdekaan merupakan ”atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorongkan oleh keinginan luhur.” Dengan demikian, pada dasarnya alinea I sampai dengan alinea III merupakan uraian terperinci dari kalimat pertama Proklamasi Kemerdekaan. Alinea IV memberi arah pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Kemudian, isi pokok kedua Proklamasi Kemerdekaan, yaitu tindakan yang harus segara dilakukan antara lain dengan menetapkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang memuat Pembukaan.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

BS K VIII Bahasa Indonesia

BS K VIII Bahasa Indonesia

T ahukah kamu apa yang dimaksud dengan inspirator bangsa? Jika berbicara tentang inspirator bangsa, ingatan kita akan terbawa kepada orang yang telah berjasa pada bangsa dan negaranya. Bung Karno dan Bung Hatta merupakan tokoh yang dipandang sebagai inspirator bangsa. Meskipun kedua tokoh proklamasi itu sudah tiada, semangat dan jasa mereka masih tetap dikenang hingga sekarang. Mari cermati apa yang disampaikan Bung Karno tentang Negara gotong royong dalam teks pada Gambar 2.1. Dapatkah kamu menangkap makna pesan tokoh proklamotor itu? Negara gotong royong yang menjadi ciri bangsa Indonesia begitu hebatnya. Masyarakat kita yang beraneka ragam suku sudah lama hidup tolong- menolong dan bantu-membantu, misalnya mereka bekerja sama membuat jembatan atau membangun jalan desa. Mereka bersatu dalam keberagaman. Satu untuk semua dan semua untuk semua. Kamu pun harus hidup saling membantu, baik dengan teman di sekolah maupun dengan teman atau orang lain di sekitar tempat tinggalmu. Kamu harus tetap menjaga dan menerapkan sifat gotong royong yang menjadi ciri bangsa kita yang belum tentu dimiliki bangsa lain.
Baca lebih lanjut

236 Baca lebih lajut

Kelas X Bahasa Indonesia BS

Kelas X Bahasa Indonesia BS

Pengembangan buku ini bertolak dari Kurikulum 2013 yang direvisi. Berdasarkan kurikulum tersebut, tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan pada pengembangan kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui kegiatan mendengarkan (listening), membaca (reading), memirsa (viewing), berbicara (speaking), dan menulis (writing). Pengembangan kompetensi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat secara cerdas, santun, dan bermartabat melalui penguasaan, pemahaman, dan keterampilan menggunakan teks, baik lisan maupun tulis. Untuk mendukung tujuan tersebut maka pembelajaran kompetensi berbahasa, bukan hanya pada penguasaan tentang bahasa namun juga pada penggunaan bahasa secara lisan dan tulis dalam konteks sosial-budaya. Pembelajaran kompetensi bersastra, bukan hanya pada kegiatan mengapresiasi, tetapi juga berekspresi dan berkreasi sastra sesuai dengan potensi peserta didik. Selain itu, pada pengembangan kompetensi ini dilengkapi pula dengan aktivitas literasi yang menuntun peserta didik di SMA/MA atau SMK/MAK untuk dapat membaca paling sedikit 18 judul buku, namun bukan buku teks pelajaran. Dengan demikian, pada saat peserta didik belajar di Kelas X harus dapat membaca paling sedikit 6 judul buku. Buku-buku yang dimaksud adalah buku-buku pengayaan pengetahuan, pengayaan keterampilan, atau pengayaan kepribadian, baik iksi (kumpulan puisi, kumpulan cerpen, novel, drama) maupun buku noniksi (biograi, otobiograi, buku motivasi, petuah, atau buku panduan beribadah).
Baca lebih lanjut

296 Baca lebih lajut

Kelas XI Bahasa Indonesia BS

Kelas XI Bahasa Indonesia BS

Konsep utama pengembangan buku ini adalah berbasis kegiatan sosial yang memiliki keragaman sesuai dengan tujuan kegiatan sosial dan tujuan komunikasinya. Setiap jenis kegiatan berbahasa dalam kehidupan sosial memiliki kekhasan cara pengungkapan (struktur retorika teks) dan kekhasan unsur kebahasaan. Inilah cara pandang baru tentang bahasa. Jika pada buku kurikulum sebelumnya penyajian menekankan pendekatan komunikatif, maka pada buku ini penyajian lebih menajamkan efek komunikasinya dan dampak fungsi sosialnya. Misalnya, jika yang lalu siswa belajar menulis surat dengan format standar tidak terlalu menekankan isi surat, maka surat sekarang harus dapat berdampak sosial (menunjukkan kepribadian saat menulis surat lamaran pekerjaan, surat yang meyakinkan orang lain). Bahasa dan isi menjadi dua hal yang saling menunjang. Ini sejalan dengan perkembangan teori pengajaran bahasa di Eropa dan Amerika, Content Language Integrated Learning (CLIL) yang menonjolkan 4 unsur penting sebagai penajaman pengertian kompetensi berbahasa, yaitu isi (content), bahasa/komunikasi (communication), kognisi (cognition), dan budaya (culture).
Baca lebih lanjut

312 Baca lebih lajut

Kelas XI Bahasa Indonesia BS

Kelas XI Bahasa Indonesia BS

Konsep utama pengembangan buku ini adalah berbasis kegiatan sosial yang memiliki keragaman sesuai dengan tujuan kegiatan sosial dan tujuan komunikasinya. Setiap jenis kegiatan berbahasa dalam kehidupan sosial memiliki kekhasan cara pengungkapan (struktur retorika teks) dan kekhasan unsur kebahasaan. Inilah cara pandang baru tentang bahasa. Jika pada buku kurikulum sebelumnya penyajian menekankan pendekatan komunikatif, maka pada buku ini penyajian lebih menajamkan efek komunikasinya dan dampak fungsi sosialnya. Misalnya, jika yang lalu siswa belajar menulis surat dengan format standar tidak terlalu menekankan isi surat, maka surat sekarang harus dapat berdampak sosial (menunjukkan kepribadian saat menulis surat lamaran pekerjaan, surat yang meyakinkan orang lain). Bahasa dan isi menjadi dua hal yang saling menunjang. Ini sejalan dengan perkembangan teori pengajaran bahasa di Eropa dan Amerika, Content Language Integrated Learning (CLIL) yang menonjolkan 4 unsur penting sebagai penajaman pengertian kompetensi berbahasa, yaitu isi (content), bahasa/komunikasi (communication), kognisi (cognition), dan budaya (culture).
Baca lebih lanjut

312 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...